Tahun . Vol. Nomor . Bulan (Novembe. Halaman . https://doi. org/10. 53544/sapa/v9i2. Kompetensi Belajar Generasi Z di Era Society 5. Maria Nesta Sabamba1* Lorentius Goa2 Sekolah Tinggi Pastoral Yayasan IPI. Malang. Indonesia Abstrak Penulis koresponden Nama : Maria Nesta Sabamba Surel : marianesta326@gmail. ManuscriptAos History Submit : Agustus 2024 Revisi : September 2024 Diterima : Oktober 2024 Terbit : November 2024 Kata-kata kunci: Kata kunci 1 Era Sosial Kata kunci 2 Generasi Z Kata kunci 3 Kompetensi Belajar Copyright A 2024 STP- IPI Malang Generasi Z adalah kelompok orang yang lahir antara pertengahan tahun 1990-an dan awal tahun 2010-an, dan mereka memiliki ciri-ciri pembelajaran unik. Fakta bahwa inovasi dan perkembangan teknologi terus berlanjut dan terus berkembang dengan cepat hingga saat ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya terus berkembang, tetapi juga berkembang dengan cepat dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan manusia. Untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh revolusi digital, penting untuk terus mengelola perubahan ini dengan cermat, menjamin inklusi, dan mengembangkan literasi digital. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan belajar Generasi Z di era Revolusi Industri 5. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang melibatkan kajian pustaka sebagai sumber data utama. Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di era teknologi yang canggih. Proses belajar mereka juga bergantung pada teknologi. Mereka belajar dengan memanfaatkan Generasi Z sering mengambil bagian dalam pembelajaran online, yang mencakup kursus online, tutorial video, dan sumber daya pembelajaran digital. Abstract Corresponding Author Name : Maria Nesta Sabamba E-mail : marianesta326@gmail. ManuscriptAos History Submit : August 2024 Revision : September 2024 Accepted : October 2024 Published : November 2024 Keywords: Keyword 1 Generation z Keyword 2 Learning Competency Keyword 3 Society Era Copyright A 2024 STP- IPI Malang Generation Z is a group of people born between the mid-1990s and early 2010s, and they have unique learning characteristics. The fact that innovation and technological development continues and continues to develop rapidly to this day shows that technology not only continues to develop, but also develops quickly and has a broad impact on various aspects of human life. To harness the potential offered by the digital revolution, it is important to continue to manage these changes carefully, ensure inclusion and develop digital literacy. The aim of this research is to investigate Generation Z's learning abilities in the Industrial Revolution 5. 0 era. The method used in this research is a qualitative approach involving literature review as the main data source. Generation Z is a generation that grew and developed in an era of sophisticated technology. Their learning process also depends on They learn by utilizing technology. Generation Z often takes part in online learning, which includes online courses, video tutorials, and digital learning resources. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Maria Nesta Sabamb. Kompetensi Belajar Generasi Z Pendahuluan Generasi Z adalah kelompok orang yang lahir antara pertengahan tahun 1990-an dan awal tahun 2010-an, dan mereka memiliki ciri-ciri pembelajaran unik, (Bencsik. Jubasz. Hortvatb-Csikos,2. dalam (Lukum, 2. Kompetensi belajar generasi Z mencakup sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang memungkinkan mereka belajar dengan efektif dalam dunia yang berubah dengan cepat. Perubahan dunia yang bergitu cepat yang dimaksud adalah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi adalah perkembangan, peningkatan, atau inovasi teknologi yang memengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan berinteraksi. Kemajuan teknologi telah memainkan peran penting dalam mengubah dunia dan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan manusia. (Prensky, 2. dalam (Nadiasari & Palma, 2. menyebutkan bahwa siswa pada masa sekarang merupakan generasi pertama yang bertumbuh Bersama teknologi masa kini. Komputer, video game, email, internet, pemutaran musik digital, ponsel, pesan instan, dan alat digital lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari hidup mereka. Pernyataan ini menunjukkan perubahan besar dalam cara siswa melihat dan berinteraksi dengan dunia, serta bagaimana teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan dan identitas mereka. Kemajuan teknologi informasi sudah mulai akrab dan terbukti memudahkan pekerjaan manusia terutama di saat mengganasnya Pandemi Covid-19, (Ismail & Nugroho, 2. Covid-19 telah membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan manusia. Perkembangan teknologi mengalami peningkatan di era covid-19 dimana semua kehidupan manusia tidak bisa lepas dari teknologi. Walaupun pandemi telah berlalu, tetapi teknologi tetap berkembang pesat hingga sampai saat ini. Fakta bahwa inovasi dan perkembangan teknologi terus berlanjut dan terus berkembang dengan cepat hingga saat ini menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya terus berkembang, tetapi juga berkembang dengan cepat dan berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan manusia. Kemajuan teknologi memungkinkan terjadinya otomatisasi hampir di semua bidang, (Ghufron, 2. Proses otomatisasi sekarang dapat diterapkan di hampir semua bidang karena kemajuan teknologi, terutama dalam otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI). Tidak mengherankan bahwa otomatisasi memiliki banyak manfaat, tetapi harus diperhatikan dampak pada pekerjaan manusia, etika, dan keamanan data. Oleh karena itu, pengembangan dan penerapan otomatisasi harus dilakukan dengan hati-hati dan bertanggung jawab. Revolusi industru 5. 0 bisa juga disebut sebagai "Society 5. 0", yaitu sebuah konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan memanfaatkan inovasi dari Revolusi Industri 0 seperti Internet of Things (Internet untuk segala sesuat. Artificial Intelligence . ecerdasan buata. Big Data . ata dalam jumlah besa. , dan robot untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, (Kahar et al. , 2. Pendidikan di abad kedua puluh dan kedua puluh satu mengalami perubahan. Pada abad kedua puluh satu, pendidikan difokuskan pada anakanak yang mendapatkan informasi dari buku dan cenderung berfokus pada wilayah lokal dan Pesatnya perkembangan teknologi digital telah memberi pengaruh besar terhadap https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Maria Nesta Sabamb. Kompetensi Belajar Generasi Z dunia pendidikan,(Hidayat & Khotimah, 2. Pada abad kedua puluh satu, pendidikan difokuskan pada segala usia, setiap anak tergabung dalam komunitas pembelajar, dan pembelajaran diperoleh dari berbagai sumber, bukan hanya dari buku, tetapi juga dari internet dan berbagai sumber lainnya. Penelitian sebelumnya dari (Hadiapurwa et al. , 2. menunjukkan bahwa adanya keterkaitan erat antara kompetensi-kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sekolah menengah atas juga mahasiswa perguruan tinggi sebagai generasi penerus yang akan mengimplementasikan Society 5. 0 pada kehidupan sehari-hari agar dapat menyesuaikan dengan zaman yang terus memiliki inovasi yang berkembang. Merdeka belajar tidak hanya menjadi respons terhadap tantangan Society 5. 0, tetapi juga menjadi fondasi untuk maju dan berpartisipasi secara produktif dalam masyarakat yang semakin terhubung dan dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemampuan belajar Generasi Z di era Revolusi Industri 5. Perubahan besar dalam teknologi seperti Internet of Things (IoT). Artificial Intelligence (AI), big data, dan teknologi kuantum adalah tanda Revolusi Industri Revolusi ini menciptakan lingkungan yang sangat berbeda dari masa lalu dan memengaruhi cara Gen Z belajar dan berinteraksi dengan dunia. Studi ini akan melihat bagaimana pendekatan pembelajaran generasi Z dipengaruhi oleh kemajuan teknologi 5. Penelitian ini dapat memberikan wawasan penting tentang bagaimana Generasi Z beradaptasi dan belajar dalam Revolusi Industri 5. Ini juga dapat membantu pembuat kebijakan, institusi pendidikan, dan perusahaan dalam mengembangkan strategi yang relevan untuk mendukung perkembangan keterampilan belajar Generasi Z dalam dunia yang terus berubah dengan cepat. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang melibatkan kajian pustaka sebagai sumber data utama. Kajian pustaka digunakan untuk memperoleh hasil yang relevan mengenai kompetensi belajar gen Z di era Society 5. Penelitian in tidak mengumpulkan data primer karena berfokus pada literatur yang ada. Pengumpulan Sumber dengan mengidentifikasi sumber-sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Pembacaan dan Pemahaman dengan membaca sumber-sumber yang telah dipilih dengan cermat dan teliti. Pengorganisasian Data utntuk menyusun data ke dalam kategori-kategori atau tema-tema yang relevan. Evaluasi Sumber untuk mengidentifikasi kesenjangan dan perbedaan dalam penelitian yang dilakukan. Sintesis dan interpretasi infomasi yang telah dikumpulkan. Hasil dan Pembahasan Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran yang menyenangkan agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat, (Pristiwanti et al. , 2. Pendidikan bertujuan untuk memberi orang https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Maria Nesta Sabamb. Kompetensi Belajar Generasi Z pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap. Pendidikan dapat terjadi di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi dan pelatihan profesional. Baik individu maupun masyarakat sangat dibentuk oleh pendidikan. Teknologi pendidikan merupakan salah satu cabang dari disiplin ilmu pendidikan yang berkembang seiring dengan perkembangan teknologi. Sejak dimasukkannya unsur teknologi kedalam kajian dan praktek pendidikan, sejak itulah disiplin ilmu teknologi pendidikan lahir, (Akbar & Noviani, 2. Pendidikan terus berkembang untuk memenuhi tuntutan zaman seiring kemajuan teknologi dan sosial. Teknologi di bidang pendidikan terus berkembang. Dengan menggunakan perangkat lunak, aplikasi, dan platform daring, orang dapat mengakses sumber daya pendidikan dari mana saja dan kapan saja. Teknologi ini juga memungkinkan pembelajaran adaptif, yang memungkinkan materi dan metode pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan masingmasing siswa. Sistem pendidikan selalu berubah, dan perubahan sosial dan kemajuan teknologi sangat memengaruhi perkembangan ini. Pendidikan yang berkembang sejalan dengan tuntutan zaman tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendidik orang dengan mentalitas dan kemampuan yang tepat untuk menghadapi tantangan masa depan. Perubahan ini menciptakan landasan yang lebih kuat untuk pertumbuhan dan keberlanjutan masyarakat di seluruh dunia. Era Society 5. Revolusi digital mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia, (Predy et al. , 2. Transformasi mendalam dalam masyarakat dan ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan teknologi digital, terutama dalam bidang komunikasi dan komputasi. Teknologi Digital adalah sebuah teknologi informasi yang lebh mengutamakan kegiatan dilakukan secara komputer/digital dibandingkan menggunakan tenaga manusia, (Danuri, 2. Revolusi ini telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, belajar, berbelanja, dan menjalani kehidupan sehari-hari kita secara keseluruhan. Internet telah mengubah cara kita hidup, berkomunikasi, dan mengakses informasi. Ini karena memungkinkan pertukaran data di seluruh dunia dengan cepat dan efektif. Perangkat bergerak, seperti smartphone dan tablet, memiliki kemampuan untuk mengakses internet dan aplikasi secara instan di mana pun dan kapan pun. Dengan meningkatnya penggunaan AI, mesin dapat melakukan tugas-tugas yang sebelumnya membutuhkan kecerdasan manusia, seperti mengidentifikasi wajah, menerjemahkan bahasa, dan menganalisis data kompleks. Saat situasi berubah menjadi situasi yang lebih menitik beratkan pada pemanfaatan teknologi digital, maka transformasi digital / Digital Transformation (DT) merupakan sebuah fenomena yang tidak dapat dihindari, (Hadiono & Noor Santi, 2. Media sosial telah berkembang menjadi fenomena global yang memungkinkan orang untuk berkomunikasi dan berbagi informasi serta membentuk pendapat publik. Revolusi digital membawa banyak kesempatan dan masalah, seperti masalah keamanan siber, ketidaksetaraan dalam akses teknologi, dan pengaruh pada pekerjaan tradisional. Untuk memanfaatkan potensi yang ditawarkan oleh revolusi digital, https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Maria Nesta Sabamb. Kompetensi Belajar Generasi Z penting untuk terus mengelola perubahan ini dengan cermat, menjamin inklusi, dan mengembangkan literasi digital. Generasi Z Agung, dkk:2020 dalam, (Ismail & Nugroho, 2. menjelaskan generasi Z atau Gen Z atau iGen atau centennials, mengacu pada generasi yang lahir antara 1996-2010, setelah generasi milenium atau gen Y. Generasi Z telah dibesarkan oleh internet dan media sosial, sudah menjalani pendidikan tinggi di perguruan tinggi dan sebagian telah menyelesaikannya dan memasuki dunia kerja pada tahun 2020. Generasi Z tumbuh dengan teknologi digital yang sangat canggih, seperti internet, ponsel pintar, media sosial, dan aplikasi berbasis Mereka biasanya sangat akrab dan mahir menggunakan teknologi ini. Generasi Z biasanya digambarkan sebagai generasi yang terampil dalam multitasking dan memproses data dengan cepat. Generasi Z lebih cenderung menerima dan menganut prinsip keberagaman dan inklusi. Generasi Z menggunakan fasilitas multimedia dan berbagai bentuk teknologi di kehidupan sehari-hari, (Nawawi, 2. Generasi Z sering menggunakan media sosial, seperti Instagram. Snapchat, dan TikTok, untuk berkomunikasi dan berbagi pengalaman. Mereka lebih mungkin mendapatkan pendidikan online, dan banyak dari mereka menggunakan sumber daya online untuk mempelajari materi di luar kurikulum formal. Generasi Z sering realistis dan skeptis terhadap otoritas atau cerita. Mereka juga cenderung mencari informasi secara mandiri dan belajar memahami kritis. Kompetensi belajar Gaya belajar anak Ae anak generasi Z yaitu menyukai format audio visual, bergantung pada teknologi, mudah memahami contoh yang lebih akurat, konkret, fakta dan bermanfaat, aktif belajar sendiri atau mencari tahu, (Luhulima et al. , 2. Generasi Z, yang tumbuh di era teknologi, seringkali memiliki preferensi belajar yang berbeda dan cenderung mencari cara yang berbeda untuk memahami dan menyerap data. Generasi Z cenderung lebih tertarik untuk belajar melalui video dibandingkan dengan bacaan panjang. Video pendek dan materi pembelajaran visual juga dapat sangat bermanfaat. Guru hendaknya memberikan variasi dalam pembelajaran, agar siswa tidak bosan dan termotivasi untuk mengikuti pelajaran, (Inayah et al. , 2. Aplikasi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan meningkatkan motivasi mereka. Terdapat hubungan yang signifikan antara kompetensi informasi dengan prestasi belajar siswa yang diukur dari kemampuan siswa dalam melakukan pencarian informasi di internet dan mampu mempertanggung jawabkan informasi yang telah ia telusuri dan gunakan untuk kegiatan belajar siswa dimana penggunaan internet dalam pencarian informasi ini memotivasi mereka dalam belajar, (Giovanni & Komariah, 2. Beberapa aplikasi menawarkan materi pelajaran dalam bentuk permainan edukatif. Generasi Z dapat belajar kapan saja dengan kursus online, webinar, dan sumber daya pembelajaran online. https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Maria Nesta Sabamb. Kompetensi Belajar Generasi Z Keterampilan kerja sama merupakan hal penting dalam pembelajaran, (Hadiapurwa et , 2. Generasi Z lebih suka belajar yang melibatkan proyek dan kerja kelompok. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang terampil saat menggunakan teknologi tersebut,(Ambarwati et al. , 2. Dengan mengimplementasikan model pembelajaran inovatif secara efektif, guru dapat memperbaiki kualitas pembelajaran, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dan tuntutan dunia digital, serta menghasilkan generasi yang siap beradaptasi dan berinovasi dalam era yang terus berkembang, (Lestari & Kurnia, 2. Dalam pembelajaran, menggabungkan teks, gambar, audio, dan video dapat membantu memenuhi preferensi belajar yang berbeda. mengembangkan kebiasaan belajar mandiri dan memberikan siswa tanggung jawab untuk merencanakan dan mengevaluasi kemajuan mereka sendiri. sesuaikan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari Gen Z dan masalah yang mereka hadapi. Teknologi pembelajaran menyediakan beragam sumber daya interaktif, simulasi, permainan, dan alat evaluasi yang dirancang khusus untuk melibatkan siswa dalam aktivitas berpikir kritis dan pemecahan masalah yang autentik, (Said, 2. Dalam modul pembelajaran interaktif, animasi, simulasi, dan konten multimedia lainnya dapat digunakan untuk memungkinkan siswa terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran. Ini dapat membantu mereka memahami konsep-konsep yang sulit dengan cara yang lebih praktis. Simulasi, yang dapat berupa simulasi ilmiah, matematika, atau situasi kehidupan nyata lainnya, memungkinkan siswa untuk bereksperimen dalam lingkungan virtual yang aman dan kontrol. Ini dapat membantu mereka memahami konsep dengan lebih baik. Banyak sumber daya pendidikan yang gratis dan dapat diakses secara online termasuk e-book, video pembelajaran, dan kursus daring. Semua sumber daya ini dapat membantu siswa belajar lebih banyak di luar kelas. Simpulan Generasi Z adalah generasi yang tumbuh dan berkembang di era teknologi yang Proses belajar mereka juga bergantung pada teknologi. Mereka belajar dengan memanfaatkan teknologi. Generasi Z sering mengambil bagian dalam pembelajaran online, yang mencakup kursus online, tutorial video, dan sumber daya pembelajaran digital. Mereka cenderung lebih fleksibel dan lebih nyaman mengakses pendidikan online. Mereka berinteraksi, berbelanja, belajar, dan bermain menggunakan aplikasi. Generasi Z lebih suka belajar melalui gambar, grafik, dan video. Konten visual dan multimedia seperti infografis dan video pembelajaran dapat lebih menarik perhatian mereka. Ucapan Terima Kasih Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam menyelesaikan artikel ini. khususnya kepada bapak Lorentius Goa sebagai dosen pembimbing yang senantisa membimbing dan meberi masukan yang sangat berguna selama proses penulisan artikel ini. ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mengijinkan saya menggunakan karya tulis mereka sebagai sumber dalam penelitian ini. Ucapan terima kasih https://doi. org/10. 12568/sapa/v9i1. Maria Nesta Sabamb. Kompetensi Belajar Generasi Z kepada teman-teman sekalian yang senantiasa mendukung saya dan memberi masukanmasukan selama proses penulisan artikel ini. Referensi