Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Integritas Guru dalam Pelaksanaan Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Kristen Palangka Raya Sunmi1*. Silvia Rahmelia2, dan Della Gita Van Gobel3 Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya. Kota Palangka Raya Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya. Kota Palangka Raya Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya. Kota Palangka Raya Email: sunmisyu611@gmail. Abstrak Penelitian ini didasari oleh pentingnya integritas guru dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, karena integritas dapat mempengaruhi perilaku guru dalam menjalankan tugas mengajarnya. Integritas berkaitan dengan kepribadian seorang guru yang dapat dijadikan sebagai teladan dan juga berdampak bagi keberhasilan pembelajaran peserta didik. Integritas yang baik akan membawa dampak yang baik dan begitupun Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Berdasarkan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang penulis lakukan, maka diperoleh hasil sebagai Guru Pendidikan Agama Kristen yang berintegritas adalah guru yang mampu menunjukkan perilaku yang sesuai dengan kompetensi mengajar guru, diantaranya ialah mampu menjadikan Alkitab sebagai sumber belajar dan mampu menyampaikan materi pembelajaran dengan baik serta melakukan pengelolaan kelas dengan Adapun yang menjadi kesimpulan dari penelitian ini ialah integritas sangat penting untuk dimiliki seorang guru, karena integritas dapat mempengaruhi cara guru dalam mengajar dan untuk membuktikan bahwa guru mampu mengajar. Dengan adanya integritas, guru dapat menjalankan tugasnya dengan profesional. Sekolah perlu ikut berkontribusi dalam memperkuat integritas guru. Misalnya dengan mengikutsertakan guru untuk mengikuti pelatihan yang berkaitan dengan kompetensi keguruan. Kata kunci : Guru. Integritas. Pendidikan Agama Kristen Abstract This research is based on the importance of teacher integrity in the implementation of Christian Religious Education learning, because integrity can influence teacher behavior in carrying out their teaching duties. Integrity is related to the personality of a teacher who can be used as a role model and also has an impact on the success of students' learning. Good integrity will have a good impact and vice versa. This research method uses a qualitative approach with a case study type of research. Based on observations, interviews and documentation studies carried out by the author, the following results were obtained. A Christian Religious Education teacher with integrity is a teacher who is able to demonstrate behavior that is in accordance with the teacher's teaching competence, including being able to use the Bible as a learning resource and being able to convey learning material well and carrying out good classroom management. The conclusion from this research is that integrity is very important for a teacher to have, because integrity can influence the way the teacher teaches and proves that the teacher is capable of teaching. With integrity, teachers can carry out their duties professionally. Schools need to contribute to strengthening teacher integrity. For example, by involving teachers in training related to teacher competency. Keywords: Christian Religious Education. Integrity. Teacher PENDAHULUAN Guru merupakan komponen utama pendidikan yang menentukan keberhasilan peserta didik dalam Sebagai tenaga profesional, guru bertanggung jawab atas tercapainya tujuan pembelajaran di sekolah. Oleh karena itu, tugas sebagai guru harus dijalankan dengan tekun. Untuk menjadi guru yang profesional, maka seorang guru perlu menguasai kompetensi keguruan seperti ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial. Selain itu, seorang guru juga perlu memiliki integritas dalam mengajar, karena integritas dapat mempengaruhi cara guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pendidik. Integritas adalah konsistensi antara perkataan dan perbuatan seseorang yang dapat dijadikan sebagai Integritas seorang guru merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam Pendidikan Agama Kristen. Sebagai seorang pendidik, guru Pendidikan Agama Kristen bertanggung jawab memberikan teladan yang baik bagi peserta didik, serta memberikan pengajaran moral dan spritual yang sesuai dengan ajaran Kekristenan. Oleh karena itu, seorang guru Pendidikan Agama Kristen perlu memiliki integritas dalam mengajar supaya peserta didik bisa mendapatkan pembelajaran yang tepat dan Integritas guru ditunjukkan dalam prinsip dan praktik yang mencerminkan kejujuran, keadilan, konsistensi, dan tanggung jawab dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Namun terkadang dalam praktiknya masih terdapat guru yang kurang mempersiapkan dan menguasai materi dengan baik. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan Sirait dalam artikel Bimo Setyo Utomo yang mengatakan bahwa masih banyak produktivitas kerja guru Pendidikan Agama Kristen tergolong rendah, yang ditunjukkan dalam bentuk mengajar yang asal-asalan, sering terlambat masuk kelas, dan kurang memiliki persiapan dalam mengajar. Hal ini diharapkan dapat dijadikan sebagai refleksi bagi guru Pendidikan Agama Kristen dalam menyampaikan ajaran agama Kristen kepada peserta didik dengan kebenaran yang akurat. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru Pendidikan Agama Kristen memperhatikan integritas dan menjaganya supaya perilakunya sesuai dengan ajaran nilai-nilai moral dan spritual yang diajarkan dalam Pendidikan Agama Kristen. Terdapat beberapa penelitian sebelumnya yang membahas mengenai integritas Mengajar guru Pendidikan Agama Kristen seperti yang dilakukan oleh Solida Situmorang. Namun, dalam penelitian ini terbatas dalam mendeskripsikan integritas guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengajar dan tidak terdapat lokasi penelitiannya. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan oleh penulis kali ini bertujuan membahas dari sisi yang berbeda dengan lokasi penelitian yang spesifik dan untuk melengkapi penelitian sebelumnya dengan mendeskripsikan dan memberikan gambaran mengenai integritas guru dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Kristen Palangka Raya. METODE Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan terhitung dari januari 2024 Ae juni 2024 yang dilakukan di SMA Kristen Palangka Raya dengan subjek penelitian yaitu guru Pendidikan Agama Kristen. Kepala Sekolah, dan Peserta Didik. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Adapun teknik analisis data pada penelitian ini ialah menggunakan teknik analisis data Milles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Jenis Penelitian Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus. Penulis menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan alasan untuk memperoleh data, informasi, serta gambaran yang mendalam dan detail tentang situasi atau objek yang sedang diteliti. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan dalam waktu 5 bulan terhitung dari bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Mei 2024 yang dilakukan di SMA Kristen Palangka Raya yang bertempat di Jalan Diponegoro No. Langkai. Kecamatan Pahandut. Kota Palangka Raya. Kalimantan Tengah. Kode Pos 74874. Target/Subjek Penelitian Target/subjek penelitian pada penelitian ini ialah guru Pendidikan Agama Kristen di SMA Kristen Palangka Raya. Kepala Sekolah SMA Kristen Palangka Raya, dan Peserta Didik SMA Kristen Palangka Raya. Data. Instrumen, dan Teknik Pengumpulan Data Instrumen yang digunakan ialah wawancara. Pertanyaan wawancara dirancang untuk menggali lebih lanjut mengenai integritas guru dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Kristen Palangka Raya. Kemudian untuk teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik Analisis Data Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis data model Miles and Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Pada tahap pengumpulan data, penulis melakukan pengamatan terlebih dahulu mengenai situasi atau obyek yang ingin diteliti kemudian melakukan pengumpulan data. Setelah melakukan pengumpulan data, penulis melakukan reduksi data yaitu penulis merangkum, memilih, dan memfokuskan data yang diperoleh di lapangan dengan tujuan untuk menemukan gambaran yang jelas mengenai topik yang sedang diteliti. Kemudian setelah mereduksi data, penulis melakukan penyajian data yaitu menyajikannya dalam bentuk uraian singkat berupa teks yang bersifat naratif. Penyajian data dilakukan dengan tujuan mempermudah penulis memahami kondisi atau masalah yang sedang terjadi di lapangan dan membantu penulis merencanakan analisis data selanjutnya. Tahap terakhir ialah verifikasi data yaitu untuk menemukan kesimpulan yang kredibel atau dapat dipercaya dan mendeskripsikan gambaran mengenai topik yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Integritas guru dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen sangatlah penting, karena integritas berkaitan dengan harga diri seorang guru dan untuk membuktikan bahwa guru itu mampu mengajar. Adapun integritas guru dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di SMA Kristen Palangka Raya diuraikan berikut ini: Menjadikan Alkitab sebagai Sumber Belajar Alkitab menjadi dasar atau batasan materi yang akan dipelajari dan juga sebagai suatu strategi dalam pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen karena Alkitab mampu memberikan pengajaran yang berdampak positif bagi peserta didik. Melalui pembacaan Alkitab yang dikaitkan dengan materi pembelajaran, peserta didik diajak untuk dapat memahami dengan benar isi akan Firman Tuhan dan ajaran Iman Kristen dengan harapan dapat membawa peserta didik memiliki pengenalan akan ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Kristus dan mengalami pertumbuhan iman dan kedewasaan secara rohani. Hal ini sesuai dengan teori Hendrik Legi yang mengatakan bahwa melalui Alkitab, guru Pendidikan Agama Kristen dapat mengajarkan kepada peserta didik tentang pokok-pokok ajaran Iman Kristen yang telah dinyatakan Allah melalui Alkitab yang menentukan, mengarahkan, dan membimbing siswa supaya bertumbuh dalam iman. Memiliki Perkataan yang Membangun Seorang guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan dapat menjadi teladan dalam perkataan. Menjadi teladan dalam perkataan berarti mampu menguasai diri terhadap ucapannya. Contohnya tidak menggunakan kata-kata yang dapat menyakiti orang lain, melainkan menggunakan kata-kata yang membangun dan dapat memberikan semangat kepada orang lain seperti yang sudah dilakukan oleh Ibu CC ketika mengajar di kelas. Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat dipahami bahwa seorang guru Pendidikan Agama Kristen perlu menjaga perkataannya dan menggunakan perkataan-perkataan yang membangun supaya mampu dijadikan sebagai teladan. Merefleksikan Buah Roh Kudus Seorang guru diharapkan dapat merefleksikan buah Roh Kudus dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Kristen dengan tujuan untuk memotivasi guru dalam menjalankan tugas mengajarnya dengan sungguh-sungguh dan memperoleh keberhasilan dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan teori Alon Mandimpu Nainggolan dan Yanice Janis yang juga mengatakan bahwa seorang guru dikatakan berhasil ketika mampu merefleksikan nilai-nilai yang terdapat dalam Kitab Galatia 5:2223 di dalam kehidupannya sehari-hari dan menghasilkan buah-buah Roh Kudus. Jujur dan Dapat Dipercaya Seorang guru perlu memiliki kejujuran dalam mengerjakan pekerjaannya, jujur dalam memberikan penilaian kepada peserta didik, maupun dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Berdasarkan Teori Darmadi dikatakan bahwa kejujuran dijadikan sebagai tolak ukur bagi seorang guru dalam menjalankan tugas profesinya sehingga nilai kejujuran yang ada pada pribadinya dapat tertanamkan dalam diri peserta didik. Melalui kejujuran seorang guru dikatakan dapat dipercaya. Kejujuran merupakan faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan seseorang. Adil dalam Memperlakukan Peserta Didik Perilaku adil guru dapat dilihat ketika guru memberikan materi, fasilitas, dan media pembelajaran yang sama kepada peserta didik. Hal tersebut sesuai dengan teori Jeny Florentina Br Ginting. , et all yang menyatakan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen dikatakan adil dapat dilihat berdasarkan kemampuannya dalam memberikan hak yang diterima peserta didiknya secara merata, tidak melebihi dan tidak mengurangi hak tersebut contohnya pada saat memberikan materi pembelajaran, memberikan fasilitas yang mendukung pembelajaran seperti buku paket, dan memberikan penilaian terkait tugas yang dikerjakan oleh peserta didik. Berdasarkan teori tersebut, dapat diketahui bahwa seorang guru harus memberikan perlakuan yang sama kepada peserta didik supaya peserta didik memperoleh hak yang Bertanggung Jawab Guru Pendidikan Agama Kristen memiliki empat tanggung jawab dalam mengajar diantaranya ialah tanggung jawab rohani, moral, sosial, dan spritual. Tanggung Jawab Rohani Guru Pendidikan Agama Kristen bertanggung jawab atas kerohanian peserta didik. Melani Hotmaida Napitupulu & Dorlan Naibaho juga menyatakan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen dalam pelaksanaan pembelajaran haruslah mengajarkan peserta didik untuk menerapkan ibadah, berdoa, membaca dan merenungkan firman Tuhan di dalam kehidupannya sehari-hari serta memberikan pengajaran yang mampu membawa peserta didik mendekatkan diri kepada Tuhan agar kepribadian ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay kerohanian mereka dapat terbentuk. Kompetensi kepribadian, perlu dimiliki oleh guru Pendidikan Agama Kristen dalam membina kerohanian peserta didik, karena kepribadian yang baik akan membawa pengaruh positif bagi peserta didik yang sedang dibina. Tanggung Jawab Moral Guru Pendidikan Agama Kristen dalam pelaksanaan pembelajaran, memiliki tanggung jawab untuk memberikan pengajaran moral kepada peserta didik, karena pembelajaran Pendidikan Agama Kristen tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan peserta didik supaya bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa tetapi juga berbudi pekerti luhur. Guru berperan penting dalam mengajarkan prinsip moral dan etika yang sesuai dengan ajaran agama Kristen kepada peserta didik. Misalnya seperti mengajarkan nilai-nilai kasih, kejujuran, kesetiaan, menghormati sesama, mengampuni, bertanggung jawab, dan menjaga integritas. Dengan demikian, pelajaran Pendidikan Agama Kristen, tidak hanya sebagai sarana transfer pengetahuan saja, melainkan menjadi suatu wadah dalam membentuk kepribadian peserta Tanggung Jawab Sosial Tanggung Jawab sosial diwujudkan melalui kompetensi guru dari lingkungan sosial serta memiliki kemampuan interaktif yang efektif. Guru Pendidikan Agama Kristen berperan dalam mengembangkan keterampilan sosial peserta didik, seperti kemampuan berkomunikasi dan Guru Pendidikan Agama Kristen perlu memberikan dukungan sosial kepada peserta didik supaya peserta didik merasa lebih diterima, dihargai, dicintai, dan diperhatikan sehingga terbentuklah sikap positif dalam diri peserta didik. Tanggung Jawab Spritual Tanggung Jawab Intelektual diwujudkan melalui kompetensi pedagogik dan profesional seorang Kompetensi pedagogik guru adalah kemampuan guru dalam melakukan pengelolaan Kompetensi Pedagogik guru meliputi pemahaman akan landasan pendidikan, pemahaman terhadap peserta didik, pengembangan kurikulum, rancangan pembelajaran, pembelajaran yang mendidik, evaluasi terhadap hasil belajar peserta didik, dan membantu peserta didik mengembangkan kompetensi yang dimiliki, sedangkan kompetensi profesional guru adalah kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam serta dapat membimbing peserta didik untuk memahami materi yang dipelajari sehingga mencapai standar kompetensi yang telah Setia Terhadap Pekerjaan Guru yang setia terhadap pekerjaannya adalah seorang yang dapat dipercaya, karena dengan kesetiaan melahirkan suatu kepercayaan. Teori Paulus Bambang mengatakan bahwa tanpa kesetiaan, suatu kepercayaan tidak dapat terbentuk. Jadi, seorang guru harus memiliki kesetiaan dalam melakukan pekerjaannya supaya mendapatkan kepercayaan dari orang lain, baik itu dari kepala sekolah, rekan kerja, peserta didik, maupun orangtua/wali murid. Kesetiaan guru Pendidikan Agama Kristen sangat diperlukan dalam pembelajaran. Agar kesetiaan guru Pendidikan Agama Kristen semakin nampak. Maka ia harus beriman kepada Tuhan Yesus Kristus. Disiplin dan Konsisten Guru dikatakan disiplin dan konsisten ketika datang ke sekolah tepat waktu, mengajar tepat waktu, dan pulang tepat waktu. Berintegritas berarti mendisiplinkan diri. Selain disiplin, seorang guru Pendidikan Agama Kristen juga harus konsisten. Sikap konsisten dapat dilihat berdasarkan kesesuaian antara perkataan yang diucapkan dengan tindakan yang dilakukan. Teori Pebrina Br. Ginting Munthe & Dorlan Naibaho menyatakan bahwa guru Pendidikan Agama Kristen yang memiliki integritas adalah pribadi yang konsisten dalam menerapkan ajaran agama yang diajarkan. ISSN Prosiding Seminar Nasional PPG FKIP UPR AuTransfromasi Pendidikan di Era Society 5. 0Ay Berkomitmen Komitmen sangat diperlukan dan dimiliki oleh seorang guru Pendidikan Agama Kristen. Dengan adanya komitmen dapat membantu seseorang dalam menjalankan suatu pekerjaan dengan sungguhsungguh. Komitmen seseorang guru dapat dilihat berdasarkan kemampuannya dalam melakukan penyesuaian terhadap situasi dan kondisi di lingkungan sekolah serta mematuhi peraturan dan ketentuan sekolah, menunjukkan kesetiaan terhadap pekerjaan, mendukung secara aktif visi dan misi sekolah, serta rela berkorban demi kebaikan sekolah. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa integritas guru sangat penting bagi seorang guru dalam menjalankan tugas mengajarnya, karena integritas berkaitan dengan harga diri seorang guru dan untuk membuktikan bahwa guru mampu mengajar dengan profesional yang didasari dengan empat kompetensi guru seperti kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. Sekolah memiliki peranan penting dalam meningkatkan integritas guru dalam mengajar, diantaranya dengan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kinerja guru serta memfasilitasi guru untuk mengikuti seminar maupun pelatihan dalam mengembangkan kompetensi guru mempersiapkan pembelajaran yang baik dan berkualitas. DAFTAR PUSTAKA