Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa I Kadek Yogi Mayudanaa,*. I Komang Sukendrab,* Pendidikan Matematika. Universitas Mahadewa Indonesia *Pos-el: yogimayun@gmail. hendra_putra500@yahoo. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif yang dirancang dengan dua siklus, setiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 39 orang siswa, dan objek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan hasil belajar. Metode pengumpulan data adalah metode tes, metode observasi, dan metode Hasil penelitian pada siklus I dengan skor rata-rata hasil belajar siswa 74,80 dan daya serap siswa 74,80%. Pada siklus II rata-rata hasil belajar siswa 81,92 dan daya serap siswa 81,92%. Rata-rata persentase aktivitas aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 11,88%. Ada peningkatan hasil belajar matematika dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Kata-Kata Kunci: model pembelajaran. STAD, aktivitas, hasil belajar Abstract. This study aims to determine the increase in mathematics learning outcomes by applying the STAD (Student Teams Achievement Divisio. cooperative learning model. This type of research is collaborative classroom action research (CAR) designed with two cycles, each cycle consisting of: planning, action, observation, and reflection. The subjects of this study were 39 students of class XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar 2017/2018 academic year, and the object of this research was the application of the STAD type cooperative learning model and learning outcomes. The data collection methods are test methods, observation methods, and documentation methods. The results of the research in the first cycle with an average score of student learning outcomes 80 and student absorption of 74. In the second cycle the average student learning outcomes 92 and 81. 92% student absorption. The average percentage of student activities increased by There is an increase in mathematics learning outcomes by applying the STAD cooperative learning model. Key Words: learning model. STAD, activities, learning outcomes dengan terencana untuk mewujudkan pembelajaran, suasana belajar dan proses belajar, agar dapat membantu siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya Demi mendukung tercapainya tujuan Pendidikan Nasional, pemerintah melalui PENDAHULUAN Pada hakekatnya pendidikan merupakan proses untuk membangun manusia dalam mengembangkan dirinya agar dapat menghadapi segala perubahan dan permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya, selain itu pendidikan dilakukan Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Depdiknas Pendidikan Nasional, seperti dengan cara penyempurnaan kurikulum, peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, penyelenggaraan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), seminar, peraturan, dan pelatihan guru tentang proses belajar perbaikan metode Sekolah merupakan suatu instansi atau lembaga pendidikan yang mampu berperan dalam mengarahkan siswa sehingga memperoleh tujuan belajar sesuai dengan apa yang diharapkan dengan menekankan kegiatan mendidik dan Sehingga pembelajaran dapat mengubah siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, maka pendidikan tidak terlepas dari peran serta masyarakat . , masyarakat pada umumnya. Ada tiga hal yang perlu diperhatikan agar pendidikan yang berkualitas dapat tercapai yaitu: . Pada tingkat kalangan siswa, dalam hal ini mestinya pendidikan tidak hanya mampu memberikan kematangan pengetahuan, tetapi juga kematangan dalam berhadapan dengan realitas persoalan yang kompleks dalam kehidupan nyata. Pada tingkatan pelaku pendidikan, dalam hal ini pemerintah harus mampu memberikan apresiasi yang cukup memadai bagi pendidik atau guru, seperti gaji dan perlindungan sosial. Pada tingkatan infrastruktur pendidikan dalam hal ini, lebih ditingkatkan dan Sebab pendidikan yang berkualitas adalah pendidikan yang mampu mengakomodasi heterogenitas dikalangan siswa. Perlu meningkatkan kualitas hasil belajar siswa menjadi tugas dan tanggung jawab praktisi pendidikan terutama peran guru. Guru dituntut dapat berperan aktif sebagai fasilitator, mediator dalam menuntun dan mengarahkan siswa dalam pembelajaran, sehingga dapat tercapai tujuan yang Selain itu, guru merupakan tenaga pendidik yang secara langsung terlibat dalam proses belajar mengajar di kellas, dan guru sebagai pendidik yang memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagai ujung tombak dalam meningkatkan mutu pendidikan, sehingga guru dituntut untuk memiliki berbagai kompetensi yang diperlukan agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan Berdasarkan data terhadap kemampuan siswa atau hasil belajar siswa dalam mata pelajaran matematika di kelas XII IIS sebanyak 3 kelas di SMA N 7 Denpasar, ada yang belum sepenuhnya memenuhi standar kriteria ketuntasan minimal, dimana kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang ditetapkan oleh sekolah adalah 75 dan Daya Serap Siswa (DSS) adalah 75%. Dari seluruh kelas siswa kelas XII IIS yang memperoleh nilai hasil belajar paling rendah adalah kelas XII IIS Hasil belajar siswa menunjukkan bahwa dari 39 siswa di kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar hanya 18 siswa atau 46,15% yang dinyatakan tuntas dan 21 siswa atau 53,86% dinyatakan belum tuntas dengan rata-rata kelas yang dicapai adalah 70,88%. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Dari hasil Pengalaman mengajar di kelas XII IIS 3 pada mata pelajaran matematika terungkap bahwa : . Penguasaan siswa terhadap materi yang diajarkan lemah, . Tugas yang diberikan tidak selesai tepat waktu, . Proses pembelajaran kurang menarik perhatian Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa penguasaan materi pada memenuhi KKM, maka perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Berdasarkan pengalaman mengajar yang dilakukan oleh peneliti pada bidang studi matematika di SMA N 7 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018, dimana dalam proses pembelajaran pada pelajaran matematika wajib, model pembelajaran yang diterapkan oleh guru pelajaran matematika kurang variatif dan inovatif bagi siswa. Pelaksanaanya dalam model pembelajaran yang kurang variatif dan inovatif yang diterapkan oleh guru, hanya beberapa siswa yang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran, sisanya tidak aktif mengikuti pembelajaran yang sedang berlangsung di kelas, kebanyakan siswa mengalami kebosanan dikarenakan model pembelajaran yang diterapkan hanya berpusat pada guru, dan beberapa faktor lainnya seperti lingkungan yang kurang kondusif yang diakibatkan oleh kebisingan orang diluar kelas karena jarak ruangan dengan parkiran sangat dekat, perpustakaan yang keberadaannya jauh untuk dijangkau oleh siswa. Hal tersebut mengakibatkan siswa kurang minat dalam mengikuti proses pembelajaran yang sedang berlangsung, yang berdampak terhadap menurunnya hasil belajar siswa di kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar. Bila kondisi ini dibiarkan maka sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi yang diajarkan oleh guru. Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep materi pembelajaran. Dalam pembelajaran hanya beberapa siswa yang cukup aktif menjawab pertanyaan dari guru dan sebagian besar masih kurang aktif dalam menjawab, bertanya maupun Masih sedikitnya siswa yang aktif dalam pembelajaran dikarenakan siswa masih pembelajaran, siswa masih kurang terlibat secara aktif dalam belajar baik secara mental, fisik dan emosional, sehingga siswa menjadi pasif dan malu bertanya mengenai materi yang kurang dipahami. Dengan melihat hasil belajar yang kurang memuaskan pada mata pelajaran matematika, peneliti ingin mencoba menggunakan model pembelajaran dengan kooperatif di kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar, dengan model pembelajaran yang lebih menarik untuk siswa dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas, pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. , peneliti berharap dengan menerapkan model pembelajaran tersebut, siswa akan menjadi lebih aktif didalam mengikuti meningkatkan hasil belajar siswa. Alasan memilih model pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai model pembelajaran dalam proses pembelajaran bidang studi matematika, karena dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat memberikan manfaat kepada siswa yaitu. Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. siswa mendapatkan kesempatan untuk lebih intensif mengadakan penyelidikan mengenai suatu masalah, selain itu juga dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan rasa saling menghormati, dan menghargai pendapat pembelajaran siswa dapat menjadi lebih aktif, karena dalam proses pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pembelajaran tidak hanya berpusat pada guru saja. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan kelas (PKT) pada siswa kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018 dengan topik Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. matematika siswa. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar karena adanya masalah yang dirasakan oleh guru dalam proses pembelajaran di kelas merupakan awal di mulainya PTK. Masalah tersebut adalah masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh sekolah dan hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan perilaku belajar siswa. Waktu penelitian dilaksanakan pada Semester 2 . yakni bulan Januari sampai dengan Februari 2018. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar 2017/2018, berjumlah 39 orang siswa, yang terdiri dari 17 orang siswa laki-laki dan 22 orang siswa perempuan. Objek penelitian adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Division, dan hasil belajar. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas dilakukan dengan berbagai macam model penelitian, dalam setiap siklus atau putaran PTK dilakukan empat kegiatan pokok, yakni . perencanaan PTK, . tindakan, . observasi, dan . METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan secara kolaboratif melalui kolaborasi penelitian tindakan kelas yang dilakukan dapat lebih obyektif serta memanfaatkan saran-saran orang lain/ahli. Dalam melaksanakan penelitian ini disesuaikan dengan situasi Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Gambar 1. Rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Dalam pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah sebagai berikut : . Metode tes. Metode tes digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui hasil belajar siswa. Alat yang digunakan berupa perangkat tes hasil belajar yang dirancang peneliti disesuaikan dengan indikator dan kompetensi dasar. Metode observasi. Observasi pembelajaran dan hal-hal yang diobservasi berupa segala peristiwa dan kegiatan yang terjadi selama pembelajaran berlangsung. Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang aktivitas belajar siswa. Metode dokumentasi. Metode dokumentasi adalah teknik pengumpulan data penelitian dengan mengadakan pencatatan-pencatatan yang dilakukan secara sistematis hasil evaluasi baik dari siklus I sampai dengan siklus II. Penelitian ini dikatakan berhasil apabila peserta didik mendapat nilai di bawah 75 maka siswa dinyatakan tidak tuntas, bila siswa mendapatkan nilai diatas atau sama dengan 75 maka siswa tersebut dinyatakan Serta nilai rata-rata minimal 75 dan Daya serap minimal 75%. HASIL PENELITIAN Klasifikasi dan persentase hasil belajar awal siswa menunjukkan bahwa tidak ada siswa . %) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 21 orang siswa . ,84%) dikategorikan pada tingkat baik, 9 orang Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. siswa 23,08%) dikategorikan pada tingkat cukup, 9 orang siswa . ,08%) dikategorikan pada tingkat kurang, dan tidak ada siswa . %) dikategorikan pada Hal menunjukkan bahwa kemampuan siswa kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar dalam pelajaran matematika kurang memuaskan. Tabel 1. Data Ketuntasan Siswa Kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar Awal Siklus I Siklus II Jumlah Siswa Keterangan Jumlah Siswa Keterangan Jumlah Siswa Keterangan Tuntas Tuntas Tuntas . ,85%) . ,89%) . %) Tidak tuntas Tidak tuntas . ,15%) . ,11%) Jumlah skor nilai pelajaran matematika siswa kelas XII IIS 3 adalah 2. dengan rata-rata 70,56 dan daya serap 70,56%. KKM yang ditentukan oleh sekolah adalah 75. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa hanya 21 orang . ,85%) yang mampu mencapai KKM, serta 18 orang siswa . ,15%) yang belum mencapai KKM. Jumlah nilai pelajaran matematika siswa kelas XII IIS 3 adalah 150, dengan rata-rata 80,77 dan daya serap 80,77%. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan oleh sekolah adalah 75. Hasil tersebut menunjukkan bahwa hanya 39 orang siswa . %) yang mampu mencapai KKM, maka penelitian ini dituntaskan sampai pada siklus II. Tabel 2 Rekapitulasi Aktivitas Siswa Kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar Siklus I Siklus II Aktivitas Jumlah (%) Jumlah (%) Siswa mengerjakan tugas 63,00% 74,00% Siswa mengajukan pertanyaan 55,00% 66,00% Siswa menjawab pertanyaan 44,00% 55,00% Interaksi antar teman dalam 66,00% 77,00% pemecahan masalah Mengajukan pendapat kepada guru 33,00% 37,00% Dapat memecahkan masalah 59,00% 70,00% dengan tepat Dapat memperbaiki pekerjaannya 70,00% 81,00% Dapat membuat kesimpulan 19,00% 44,00% sendiri tentang materi Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. Tabel 3 Rekapitulasi Hasil Belajar Matematika Siswa Nilai Siklus Nama Nilai Siklus I Jumlah Rata-Rata 71,28 80,77 Berdasarkan tabel 2. di atas dapat dilihat terjadi peningkatan dalam jumlah dan persentase aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. Pada siklus I diperoleh rata-rata aktivitas peserta didik 51,12%. Berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan maka aktivitas siswa pada siklus I tergolong cukup aktif. Pada siklus II, rata-rata persentase aktivitas siswa mengalami peningkatan sebesar 11,88% yaitu dari 51,12% pada siklus I menjadi 63,00% pada siklus II. Berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka aktivitas siswa pada siklus II tergolong Terjadi peningkatan persentase aktivitas siswa menunjukkan bahwa pada setiap tahapan siklus sudah mampu membuat siswa menjadi aktif dengan kooperatif tipe STAD. Keterangan Meningkat Meningkat Achievement Divisio. Selain menyajikan pembahasan ini juga akan disajikan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. Hasil yang diperoleh dapat dilihat sebagai Hasil aktivitas yang diperoleh dapat dilihat dari perbandingan jumlah dan persentase siswa dalam setiap indikator aktivitas pada siklus I dan II. Hasil ini menggambarkan persentase aktivitas siswa selalu meningkat setiap siklus. Berikut ini adalah hasil perbandingan aktivitas siswa pada siklus I dan II. Pada siklus I, skor rata-rata siswa adalah 71,28 dengan daya serap 71,28%. Hal ini menunjukkan terjadinya peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 0,72 yakni dari 70,56 pada refleksi awal menjadi 71,28 pada siklus I. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I adalah 14 orang siswa . ,89%) dan 25 orang siswa . ,11%) tidak tuntas. Apabila nilai tersebut diklasifikasikan dan dipresentasikan maka dapat dilihat bahwa 2 orang siswa . ,13%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 12 orang siswa . ,77%) dikategorikan pada tingkat baik, 18 orang siswa . ,15%) dikategorikan pada tingkat cukup, 7 siswa . ,95%) dikategorikan pada tingkat kurang , dan PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah menunjukkan peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar. Pembahasan ini bertujuan komponen satu dengan komponen yang Pada pembahasan ini akan disajikan hasil belajar matematika siswa setelah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. tidak ada siswa . %) dikategorikan pada tingkat sangat kurang. Pada siklus II, skor rata-rata siswa adalah 80,77 dengan daya serap 80,77%. Hal ini menunjukkan terjadi peningkatan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 9,49 yakni dari 71,28 pada siklus I menjadi 80,77 pada siklus II. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus II adalah 39 orang siswa . %). Apabila diklasifikasikan dan dipresentasikan maka dapat dilihat bahwa 17 orang peserta didik . ,59%) dikategorikan pada tingkat sangat baik, 22 orang siswa . ,41%) dikategorikan pada tingkat baik, tidak ada siswa . %) dikategorikan pada tingkat cukup, tidak ada siswa . %) dikategorikan pada tingkat kurang, dan tidak ada siswa . %) dikategorikan pada tingkat sangat Hasil kajian manyatakan bahwa keberhasilan pencapaian KKM siswa SMA N 7 Denpasar tidak lepas dari keterkaitan karakteristik mata pelajaran, faktor lingkungan sekolah, dan karakteristik Pelajaran matematika memiliki karakteristik menciptakan sesuatu yang baru dalam pemecahan masalah kehidupan nyata yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain serta sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarya, dan berusaha yang cocok dengan karakteristik model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisio. dengan cara kerja kelompok dan kerjasama siswa dapat menggunakan lembar kegiatan dan saling membantu untuk menuntaskan materi belajarnya, serta juga saling bertukar hal-hal Selain itu faktor sekolah sebagai pendukung ketuntasan belajar siswa mengenai sarana dan prasarana pada SMA N 7 Denpasar adalah sekolah yang cukup efektif, yang memfasilitasi siswa belajar sehingga efektivitas berkorelasi dengan tingkat keunggulan pencapaian hasil belajar siswa, di tunjang dengan karakteristik siswa SMA N 7 Denpasar kelas XII IIS 3 yang mengerjakan dengan tekun tugas yang diberikan, ulet menghadapi pertanyaan yang sulit dari temannya, tidak memerlukan dorongan dari luar untuk motivasi belajar, ingin mendalami bahan atau bidang pengetahuan mempertahankan pendapat-pendapatnya kalau di yakini itu benar. Berdasarkan penjabaran hasil siklus I dan II serta faktor-faktor diatas maka dapat diketahui bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievement Divisio. matematika siswa kelas XII IIS 3 SMA Negeri 7 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dilakukan telah dipaparkan selama dua siklus, dimana masing-masing siklus terjadi perubahan yang signifikan terhadap hasil belajar, hal ini ditandai dengan peningkatan hasil belajar peserta didik sebagai berikut : . Pada refleksi awal pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) siswa kelas XII IIS 3 SMA Negeri 7 Denpasar sebanyak 21 siswa yang tuntas dan 18 siswa yang belum tuntas, dengan hasil rata-rata Hasil belajar siswa 70,56 dan daya serap 70,56%. Pada siklus I pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal Jurnal Emasains: Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume IX Nomor 2 September Tahun 2020 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 5281/zenodo. (KKM) kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar sebanyak 14 orang siswa yang tuntas dan 25 orang siswa belum tuntas, dengan hasil rata-rata hasil belajar siswa 71,28 daya serap 71,28%, dan persentase aktivitas siswa sebesar 51,12% yang tergolong cukup aktif. Pada siklus II pencapaian KKM kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar sebanyak 39 orang yang sudah tuntas, dengan hasil rata-rata hasil belajar siswa 80,77 daya serap 80,77%, dan persentase aktivitas siswa sebesar 63% yang tergolong aktif. Dengan demikian penerapan model pembelajaran STAD dapat meningkatkan hasil matematika siswa kelas XII IIS 3 SMA N 7 Denpasar tahun pelajaran 2017/2018. administrasi (Studi kasus siswa kelas X APK SMK Wisnuwardhana Malang. Artikel. Diambil pada tanggal 25 Hakim Thursan. Belajar Secara Efektif. Jakarta : Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara. Harmianto. Sri dkk. Model-model Pembelajaran Inovatif. Bandung: Alfabeta. Hendrawan. Spiritual Management. Bandung : PT. Misan Pustaka. Ika Meysiswati. Implementasi model pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Divisio. sebagai upaya meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas Vi D SMP Negeri 1 Boyolangu Tulungagung. Artikel. Diambil pada tanggal 25 januari 2015. Noordiyah. Tingkat Kesukaran Tes dan Daya Pembeda Soal. Artikel. Diambil dari pada tanggal 27 januari 2015, dari https: //noordyah. com/ 2012/01 /07 /tes -uraian-dananalisis-tes-uraian Rusman. Model-model Pembelajaran. Jakarta PT. Grafindo Persada. Sanjaya Wina. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Kencana Prenada Media Group. Suryani. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta : Ombak. Suyadi. Panduan Guru Profesional. Bandung : Andi Publisher. DAFTAR RUJUKAN Arikunto,. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Chail Achjar dan Latuconsina Hudaya. Pembelajaran Berbasis Fitrah. Jakarta : PT. Balai Pustaka (Perser. Dyah Rahmawati. Penerapan model STAD (Student Teams Achievement Divisio. untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi kelas X AK SMK Muhammadiyah 2 Jombang. Artikel. Diambil pada tanggal 25 Januari 2015. Erna Fitria Novianti H. Pelaksanaan STAD untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata