Journal of Physical Activity and Sports (JPAS) E-ISSN. Volume 6. Nomor 1, 2025, 15-21 DOI: https://doi. org/10. 53869/jpas. PENGARUH PENDEKATAN CRT (CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING) TERHADAP HASIL BELAJAR SOFTBALL SISWA SMA 8 SEMARANG Handryca Taufik ShaputraA. Donny Anhar Fahmi2 Universitas PGRI Semarang. Semarang. Indonesia handrycataufik17@gmail. Pgsdikipdonny@gmail. * Coressponding Author. E-mail: handrycataufik17@gmail. Abstract The purpose of this research is to determine how the implementation of the culturally responsive teaching (CRT) approach affects the softball learning outcomes of students at SMA 8 Semarang. This research was conducted using a pretest-posttest design with an experimental group. Data were collected through cognitive and psychomotor tests. Data analysis shows that, compared to the pretest results which had an average score of 77,50, the posttest results had a better average score of 90,80. The learning outcomes of students taught using the CRT method have significantly improved, as seen from the analysis results which show an increase of 13,03. This indicates that the CRT approach, which takes into account the cultural background of the students, is effective in improving their softball learning outcomes. Keywords: Culturally Responsive Teaching (CRT), learning outcomes, softball, high school students, cultural Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan pendekatan pembelajaran yang bertanggung jawab secara kultural (CRT) berdampak pada hasil belajar softball peserta didik SMA 8 Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan desain pretest postest design dengan kelompok eksperimen. Data dikumpulkan melalui tes kognitif dan psikomotor. Analisis data menunjukkan bahwa, dibandingkan dengan hasil pretest yang mendapatkan nilai rata rata 77,50, hasil posttest mendapat nilaii rata rata lebih baik yaitu 90,80, hasil belajar peserta didik yang diajar dengan metode CRT telah meningkat secara signifikan dilihat dari hasil analisis menghasilkan selisih peningkatan sebesar 13,03. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan CRT, yang mempertimbangkan latar belakang budaya peserta didik, efektif dalam meningkatkan hasil belajar softball Kata kunci: Culturally Responsive Teaching (CRT), hasil belajar, softball, siswa SMA, latar belakang budaya Received: 2024-12-05 Accepted: 2025-01-06 Published: 2025-04-19 PENDAHULUAN Pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah salah satu pembelajaran yang diberikan di sekolah menengah pertama sebagai pelengkap dari proses pembelajaran yang ada. Dengan menggunakan pembelajaran PJOK peserta didik diharapkan memiliki proses belajar dan dapat mengalami perubahan perilaku. Menurut Friskawati G. F . pembelajaran pendidikan jasmani diharapkan bisa memberikan tambahan terhadap peserta didik agar menjadi manusia yang bugar secara Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan mengembangkan kemampuan fisik peserta didik. Proses pembelajaran Penjasorkes di tekankan pada pengembangan individu secara menyeluruh dalam arti pengembangan moral spiritual, kebugaran jasmani, dan aktivitas gerak fisik sebagai sarana untuk merealisasikan tujuan pembelajaran (Syabana et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran di sekolah menengah atas, olahraga softball telah menjadi salah satu materi pembelajaran yang menarik perhatian karena karakteristiknya yang unik dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya (Della et al. , 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa masih terdapat kesenjangan dalam pencapaian hasil belajar softball, khususnya di SMA 8 Semarang, yang dapat dikaitkan dengan kurangnya pendekatan pembelajaran yang mempertimbangkan latar belakang budaya peserta didik. Keberagaman latar belakang budaya siswa di Indonesia, khususnya di kota Semarang, menciptakan tantangan tersendiri dalam proses pembelajaran pendidikan jasmani. Setiap siswa membawa nilai-nilai budaya, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda terhadap aktivitas fisik dan olahraga (Hidayat, 2. Hal ini seringkali menyebabkan kesenjangan dalam pemahaman dan partisipasi dalam pembelajaran softball, yang pada akhirnya berdampak pada hasil belajar mereka. Menurut Rahmawati . pendekatan pembelajaran yang konvensional seringkali tidak mampu mengakomodasi keberagaman ini secara optimal. Culturally Responsive Teaching (CRT) hadir sebagai sebuah pendekatan pembelajaran yang menjanjikan untuk mengatasi kesenjangan tersebut (Shahnaz Surayya et al. , 2. Menurut Enjelina . CRT merupakan pendekatan pedagogis yang mengakui, menghargai, dan mengintegrasikan latar belakang budaya siswa ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya mempertimbangkan aspek kognitif dan psikomotor, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dan pengalaman hidup siswa sebagai fondasi dalam membangun pemahaman dan keterampilan baru (Hendra et al. Penerapan pendekatan CRT dalam pembelajaran telah ditemukan dalam banyak penelitian. Pendekatan CRT dapat membantu peserta didik dalam memenuhi hasil belajar yang diharapkan dengan mengatasi hubungan rendahnya motivasi dan partisipasi aktif peserta didik saat melakukan aktivitas belajar terhadap hasil belajarnya (Diah Fitriani Maula Ischaq. Nafiah, 2. Hasil penelitian (Putri et , 2. menyatakan bahwa peserta didik dapat terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran ketika diberikan peluang untuk berbagi pengalaman yang terhubung pada materi Menurut Mahatmasari & Suhartini . Dalam konteks pembelajaran softball, implementasi CRT dapat memberikan perspektif baru dalam cara mengajar dan memahami olahraga ini. Meskipun softball merupakan olahraga yang berasal dari budaya Barat, pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal dan pengalaman siswa dapat membantu menciptakan jembatan pemahaman yang lebih baik. Misalnya. Pengaruh Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teachin. Terhadap Hasil Belajar Softball Siswa SMA 8 Semarang Handryca Taufik Shaputra. Donny Anhar Fahmi dengan mengaitkan prinsip-prinsip permainan softball dengan permainan tradisional yang familiar bagi siswa, atau menghubungkan nilai-nilai sportivitas dalam softball dengan nilai-nilai kearifan lokal. Menurut hasil penelitian Sembodo . telah menunjukkan bahwa pendekatan CRT memiliki potensi untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam berbagai mata pelajaran. Namun, masih terdapat keterbatasan penelitian yang secara khusus mengkaji efektivitas CRT dalam pembelajaran pendidikan jasmani, khususnya dalam materi softball. Kesenjangan penelitian ini menjadi landasan penting untuk melakukan kajian lebih lanjut tentang pengaruh pendekatan CRT terhadap hasil belajar softball. SMA 8 Semarang, sebagai salah satu sekolah menengah atas terkemuka di Kota Semarang, memiliki populasi siswa yang beragam dari segi latar belakang budaya dan sosial ekonomi. Kondisi ini menjadikan sekolah tersebut sebagai lokasi yang ideal untuk mengimplementasikan dan menguji efektivitas pendekatan CRT dalam pembelajaran softball (Ghifari & Hartati, 2. Melalui pendekatan one group pretest-posttest, penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah implementasi pendekatan CRT. Penggunaan instrumen tes kognitif dalam penelitian ini ditujukan untuk mengukur pemahaman siswa terhadap konsep, aturan, dan strategi dalam permainan softball. Sementara itu, instrumen tes psikomotor dirancang untuk mengevaluasi keterampilan teknis dan kemampuan motorik siswa dalam melakukan berbagai gerakan fundamental dalam softball. Kombinasi kedua instrumen ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif tentang pengaruh pendekatan CRT terhadap hasil belajar softball (Wijaya, 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan metode pembelajaran pendidikan jasmani yang lebih responsif terhadap keberagaman budaya. Temuan penelitian juga dapat menjadi referensi bagi para guru pendidikan jasmani dalam merancang dan mengimplementasikan pembelajaran softball yang lebih efektif dan inklusif. Lebih jauh lagi, penelitian ini dapat menjadi landasan untuk pengembangan kebijakan pendidikan yang mempertimbangkan aspek budaya dalam pembelajaran pendidikan jasmani. Urgensi penelitian ini semakin relevan mengingat tuntutan dunia pendidikan modern yang semakin menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang inklusif dan mempertimbangkan keberagaman budaya. Dalam konteks Indonesia yang multikultur, pengembangan model pembelajaran yang responsif terhadap budaya menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda (Kurniawan, 2. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan bukti empiris tentang efektivitas pendekatan CRT dalam meningkatkan hasil belajar softball, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani di Indonesia. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-experimental design dalam bentuk one group pretest-posttest design. Populas dalam penelitian ini berjumlah 120 peserta didik dengan subjek penelitian adalah 30 siswa kelas X IPA 2 SMA 8 Semarang tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Perlakuan berupa implementasi pendekatan CRT dalam pembelajaran softball dilaksanakan selama 3 kali pertemuan dengan durasi 3 x 45 menit setiap Pengumpulan data menggunakan instrumen tes kognitif dan psikomotor. Tes kognitif terdiri dari 25 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang mencakup materi sejarah, peraturan, teknik dasar, strategi, dan aspek keselamatan dalam softball. Validitas instrumen diuji menggunakan expert judgment dan reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach. Tes psikomotor menggunakan rubrik penilaian keterampilan dengan skala 1-4 untuk lima komponen teknik dasar softball: melempar, menangkap, memukul, berlari antar base, dan sliding. Inter-rater reliability diuji menggunakan Cohen's Kappa. Analisis data meliputi statistik deskriptif untuk menghitung mean, median, modus, dan standar Uji prasyarat analisis menggunakan uji hipotesis untuk normalitas dan uji deskriptif untuk Uji hipotesis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat signifikansi = 0,05, hasil tes kognitif dan psikomotor akan dihitung menggunakan SPSS versi 26. Kerangka CRT mempertimbangkan empat dimensi utama: . integrasi nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran, yaitu dengan menerapkan aturan dan cara bermain kasti untuk mempermudah adaptasi peserta didik, . penggunaan analogi dan contoh yang relevan dengan pengalaman budaya siswa, yaitu dengan mengenalkan pebedaan dan persamaan olahraga softball, dengan permainan kasti yang lebih peserta didik pahami . modifikasi aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik budaya, yaitu dengan memodifikasi aturan permainan, serta sarana dan prasarana dalam olahraga softball, dan . pengembangan strategi komunikasi yang Culturally responsive, yaitu selalu menggunakan penjelasan yang mendasar pada permainan kasti. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pendekatan CRT terhadap hasil belajar softball pada siswa kelas XI IPA 2 SMA 8 Semarang tahun ajaran 2024/2025 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling Berikut adalah penyajian data perbandingan nilai yang dimiliki oleh setiap kelas XI IPA 2 SMA 8 Semarang. Tabel 1. Descriptive Statistics PreTest Minimum Maximum Mean Std. Deviation PostTest Valid N . Berdasarkan tabel yang diperoleh keterangan rata-rata hasil sebelumnya sebesar 77. 50 dengan simpangan baku atau std deviation sebesar 4,237, nilai maksimal 85 dan nilai minimal 65. Rata-rata Pengaruh Pendekatan CRT (Culturally Responsive Teachin. Terhadap Hasil Belajar Softball Siswa SMA 8 Semarang Handryca Taufik Shaputra. Donny Anhar Fahmi hasil setelahnya adalah 90,80 dengan simpangan baku atau std deviation sebesar 5,766, nilai maksimal 100 dan nilai minimal 85. Tabel 2. Paired Samples Test Paired Differences Pai PreTest PostTest Mea Std. Deviatio Std. Error Mean 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper Sig. Hasil pada Tabel 2 didapatkan hasil bahwa sig . -taile. 000 < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, dengan demikian maka dapat diperoleh hasil bahwa pendekatan CRT dapat meningkatkan hasil belajar softball peserta didik. Selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Jannah et al. , . mendapatkan hasil yaitu pendekatan CRT telah mampu meningkatkan keterampilan dalam berfikir kritis peserta didik, serta hasil belajarnya pun mengalami peningkatan terus menerus dari mulai hasil pembelajaran pra siklus, kemudian naik lagi pada siklus I hingga kenaikan hasil pada siklus II. Rata-rata PreTest Rata-rata PostTest Gambar 1. Grafik hasil belajar softball peserta didik melalui pendekatan CRT Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam softball di SMA 8 Semarang efektif dalam meningkatkan hasib belajar peserta didik. Hasil diagram memperlihatkan peningkatan segnifikan pada presentase peserta didik yang mencapai ketuntasan serta pada nilai rata-rata peserta didik. KESIMPULAN Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh dari pendekatan CRT (Culturally Responsive Teachin. terhadap peningkatan hasil belajar softball peserta didik di SMA 8 Semarang yang awalnya rata-rata hasil sebelum diberi pendekatan CRT hanya sebesar 77,50 dengan nilai maksimal 85 dan nilai minimal 65 meningkat menjadi 90,80 dengan nilai maksimal 100 dan nilai minimal 85 dengan selisih peningkatan yaitu 13,03. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang cukup segnifikan dari pendekatan CRT terhadap hasil belajar softball peserta didik di SMA 8 Semarang dan semoga dari penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai refrensi untuk penelitian selanjutnya terkait dengan metode pendekatan CRT. DAFTAR PUSTAKA