Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia Volume 1. Mei 2024, hlm. e-ISSN: x-x. DOI:https://doi. org/10. 15294/snkpti. OPTIMALISASI LAYANAN DAN HILIRISASI PRODUK RISET UNTUK MENDUKUNG PEMERINGKATAN UNIVERSITAS Auliya A. Suwantika1*. Aliya N. Hasanah1. Ajeng Diantini1 Fakultas Farmasi. Universitas Padjadjaran. Jl. Ir. Soekarno KM. 21 Jatinangor. Sumedang *auliya@unpad. Abstrak Berdasarkan hasil evaluasi capaian kinerja pada tahun 2023. Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpa. memiliki tantangan utama terkait upaya meningkatkan reputasi akademik dan memenuhi target Oleh karena itu. Fakultas Farmasi Unpad berinisiatif untuk menjawab permasalahan tersebut melalui upaya optimalisasi layanan dan hilirisasi produk riset untuk mendukung pemeringkatan Unpad dalam bidang pharmacy and pharmacology berdasarkan QS World University Ranking (WUR). Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis manfaat-biaya . ost-beneAt analysi. Berdasarkan problem-solution-At hypothesis, terdapat dua permasalahan utama yang dapat diidentiAkasi yaitu layanan laboratorium yang belum terintegrasi dan masih terbatasnya produk komersial yang dihasilkan. Solusi berupa program untuk menjawab masalah tersebut yaitu akreditasi laboratorium layanan, website layanan laboratorium terintegrasi dan hilirisasi produk riset. Dengan menggunakan pendekatan activity-based costing, total biaya yang diperlukan untuk implementasi ketiga program adalah sebesar Rp 484 juta. Nilai manfaat langsung dan tidak langsung yang dapat dikonversikan masing-masing sebesar Rp 700 juta dan Rp 500 juta. Dengan mempertimbangkan total manfaat sebesar Rp 1,2 Milyar, maka nilai rasio manfaat-biaya (RMB) yang diperoleh adalah sebesar 2,48. Dapat disimpulkan bahwa program tersebut beneAcial dan direkomendasikan untuk diimplementasikan karena nilai RMB >1 yang menunjukkan bahwa manfaat yang akan diperoleh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan. Kata kunci: QS WUR by subject. analisis manfaat-biaya. problem-solution-fit hypothesis. activity-based costing. rasio manfaat-biaya. Cara mengutip: Suwantika. Hasanah. , & Diantini. Optimalisasi Layanan dan Hilirisasi Produk Riset untuk Mendukung Pemeringkatan Universitas. Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesia . 1, pp. STIE Malangkucecwara Press. DOI: x/simnaskpti. Log artikel: Diterima 2 Mei 2024. Direvisi 15 Juni 2024. Diterima 1 Agutus 2024 PENDAHULUAN Pendidikan tinggi yang berkualitas akan berkontribusi terhadap perkembangan suatu Universitas berperan sebagai kekuatan penting bagi inovasi teknologi dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang di masyarakat (Zhu et al. , 2. Pendidikan tinggi dapat juga dianggap sebagai jembatan antara penawaran dan permintaan sumber daya manusia (SDM). Universitas dalam hal ini dapat berperan sebagai penghasil SDM untuk pasar tenaga kerja. Perguruan tinggi juga dapat berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan hijau . reen growt. dengan mengubah cara hidup, produksi, dan konsumsi. Selain itu. SDM yang berkualitas dan terampil yang dihasilkan perguruan tinggi akan dapat membantu model pertumbuhan ekonomi negara menuju pembangunan ekonomi berkelanjutan . ustainable economic developmen. (Trinh, 2. Untuk mencapai tujuan tersebut, pendidikan tinggi perlu menyadari perannya dan merencanakan solusi positif untuk meningkatkan peran dalam menciptakan SDM berkualitas yang akan memenuhi kondisi pembangunan negara yang komprehensif (Trinh, 2. Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 2Simposium n n Kebutuhan universitas untuk mencapai status universitas kelas dunia telah menjadi tujuan bagi beberapa universitas di Indonesia. Universitas dapat memperoleh manfaat dari internasionalisasi melalui beberapa cara, termasuk peningkatan pengakuan reputasi akademik di tingkat internasional, pembentukan kerjasama strategis, pertumbuhan jaringan akademik, generasi pengetahuan, peningkatan hasil pembelajaran, peningkatan kualitas luaran penelitian, dan terbukanya peluang pendanaan kerjasama internasional. Selain itu, internasionalisasi juga mempunyai potensi untuk menciptakan SDM dengan kompetensi multikultural dan perspektif global, meningkatkan pertukaran staf dan mahasiswa lintas negara, dan menciptakan kemitraan dunia dengan mengintegrasikan institusi pendidikan tinggi supaya lebih memberikan dampak bagi masyarakat global (Lambey et al. , 2. Universitas Padjadjaran (Unpa. melalui Rencana Strategis Unpad 2020-2024, memiliki visi untuk menjadi universitas bereputasi dunia dan berdampak pada masyarakat. Sejalan dengan visi ini. Fakultas Farmasi Unpad secara spesifik memiliki target untuk masuk ke dalam 350 perguruan terbaik dalam bidang pharmacy and pharmacology berdasarkan QS World University Ranking (WUR). Terdapat beberapa parameter yang dipertimbangkan dalam penetapan ranking universitas menurut QS WUR, yaitu reputasi akademik . cademic reputatio. , rasio stafmahasiswa . aculty-student rati. , reputasi employer . mployer reputatio. , keberlanjutan . , luaran SDM . mployment outcome. dan jejaring penelitian internasional . nternational research networ. (Craig OCallaghan, 2. Berdasarkan hasil QS WUR tahun 2023. Unpad berhasil menduduki rangking 497 dalam bidang pharmacy and pharmacology, sehingga masih terdapat gap sebesar 147 peringkat di atasnya untuk dapat masuk ke dalam kategori top universities di dunia dalam bidang tersebut. Dengan mempertimbangkan beberapa parameter dalam penetapan ranking QS WUR, reputasi akademik merupakan salah satu parameter kunci dengan bobot hingga mencapai 35%. Oleh karena itu, strategi utama yang dapat dijadikan prioritas adalah dengan fokus pada kriteria kunci Hal lainnya yang menjadi tantangan bagi Fakultas Farmasi Unpad adalah adanya target peningkatan pendapatan sebesar 20% per tahun baik dari pendapatan tuition fee maupun non-tuition fee. Berdasarkan hasil evaluasi capaian kinerja pada tahun 2023. Fakultas Farmasi Unpad memiliki tantangan utama terkait upaya meningkatkan reputasi akademik dan memenuhi target Oleh karena itu. Fakultas Farmasi Unpad berinisiatif untuk menjawab permasalahan tersebut melalui upaya optimalisasi layanan dan hilirisasi produk riset untuk mendukung pemeringkatan Unpad dalam bidang pharmacy and pharmacology berdasarkan QS WUR. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah evaluasi ekonomi dari suatu program dengan menggunakan tipe analisis manfaat-biaya . ost-beneAt analysi. Secara garis besar, pendekatan utama yang digunakan dalam analisis ini adalah menghitung perkiraan biaya implementasi sebuah program atau intervensi beserta potensi manfaat atau peluang sebagai konsekuensi adanya program tersebut (Birch et al. , 1. Dalam studi ini, terdapat beberapa tahapan yang dilakukan untuk melakukan cost-beneAt analysis upaya optimalisasi layanan dan hilirisasi produk riset untuk mendukung pemeringkatan Unpad dalam bidang pharmacy and pharmacology berdasarkan QS WUR dari sudut pandang pengelola di Fakultas Farmasi Unpad. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut: Pemetaan . permasalahan dan solusi atau alternatif yang ditawarkan dengan pendekatan problem-solution-At hypothesis melalui tahapan focus group discussion (FGD) dengan melibatkan stakeholder di level fakultas dan perwakilan yang ditunjuk oleh universitas. Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 3Simposium n n Tahapan ini hanya fokus pada kesesuaian solusi masalah terkait dengan upaya Fakultas Farmasi Unpad untuk meningkatkan reputasi akademik dan memenuhi target Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 4Simposium n n Menurut konsep teori problem-solution-At, terdapat tiga hal utama yang perlu dilakukan, yaitu mendefinisikan permasalahan utama yang dihadapi, mengidentifikasi solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut dan memvalidasi atau menguji alternatif yang akan dijadikan dasar penyelesaian (Naratama et al. , 2. Tabel 1. Problem-Solution-Fit Hypothesis Problem Solution Fit Apa permasalah utama Apa strategi terbaik yang Apa langkah kolaboratif yang dihadapi oleh dapat dilakukan oleh antar fakultas dan universitas Fakultas Farmasi Unpad Fakultas Farmasi Unpad yang paling At untuk terkait dengan upaya terkait dengan upaya mengakselerasi upaya meningkatkan reputasi meningkatkan reputasi meningkatkan reputasi akademik dan memenuhi akademik dan memenuhi akademik dan memenuhi target pendapatan? target pendapatan? target pendapatan? Identifikasi biaya implementasi program, meliputi biaya langsung . irect cos. maupun biaya tidak langsung . ndirect cos. , dengan menggunakan perhitungan biaya berbasis aktivitas . ctivity-based costin. Pendekatan activity-based costing (ABC) adalah salah satu metode dalam akuntansi yang dapat digunakan untuk menghitung total biaya aktivitas yang diperlukan untuk membuat suatu produk. Sistem ini menetapkan biaya untuk setiap aktivitas yang terlibat dengan mempertimbangkan biaya langsung dan overhead untuk membuat setiap Proses penetapan biaya ABC ini dapat menunjukkan biaya overhead mana yang mungkin dapat dikurangi (Niyerola et al. , 2. IdentiAkasi manfaat, meliputi manfaat langsung . irect beneA. maupun manfaat tidak langsung . ndirect beneA. , dengan menggunakan pendekatan penelusuran . terhadap dokumen atau regulasi di level universitas maupun fakultas. Dengan menggunakan cost-benefit analysis, manfaat program dalam hal ini dikonversikan dalam bentuk uang untuk memungkinkan perbandingan langsung dengan biaya program. Tujuan konversi ini adalah untuk mengukur tukaran . rade-of. yang pemangku kepentingan . bersedia keluarkan untuk membiaya suatu program atas manfaat yang akan dihasilkan dari program tersebut (Harrison et al. , 2. Perhitungan rasio manfaat-biaya (RMB) sebagai luaran dari cost-beneAt analysis yang dihitung dengan rumus sebagai berikut: Rasio manfaat biaya (RMB) = Totalmanfaat Total biaya Sebuah program dapat dikategorikan menguntungkan . eneAcia. jika nilai RMB >1. Hal tersebut menunjukkan bahwa total manfaat > total biaya (Avanzini, 2. Perhitungan RMB dalam studi ini akan dilakukan dalam dua skenario, baik dengan hanya mempertimbangkan manfaat langsung . irect beneA. saja maupun mempertimbangkan manfaat keseluruhan . otal beneA. , untuk kemudian dapat disimpulkan apakah program tersebut menguntungkan atau tidak. HASIL DAN PEMBAHASAN Pemetaan Permasalahan dan Solusi Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 5Simposium n n Berdasarkan hasil FGD yang dilakukan, terdapat dua permasalahan utama yang dapat diidentiAkasi. Pertama, layanan penelitian dan laboratorium yang belum terintegrasi. Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 6Simposium n n Fakultas Farmasi memiliki sembilan laboratorium, yaitu: . Laboratorium Farmasetika, . Laboratorium Teknologi Farmasi, . Laboratorium Analisis Dasar-Fisikokimia, . Laboratorium Sintesis dan Kimia Medisinal, . Laboratorium Farmakologi, . Laboratorium Farmasi Klinik, . Laboratorium Farmasi Bahan Alam, . Laboratorium Mikrobiologi/Bioteknologi, dan . Laboratorium Penelitian. Meskipun demikian, layanan yang dapat diakses oleh pihak eksternal belum sepenuhnya ditampilkan dalam sebuah platform yang mudah diakses. Selain itu, diperlukan laboratorium yang terstandar oleh sebuah lembaga akreditasi supaya lebih mendapatkan kepercayaan dari calon mitra potensial. Berdasarkan hal tersebut, solusi yang ditawarkan hasil diskusi dalam FGD adalah Fakultas Farmasi diharapkan memiliki laboratorium layanan yang terakreditasi ISO dan website layanan laboratorium Kedua, masih terbatasnya produk komersial yang dihasilkan oleh para dosen dan peneliti di Fakultas Farmasi. Meskipun jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan baik di jurnal nasional maupun jurnal internasional bereputasi sudah sangat baik, namun produk komersial yang diharapkan menjadi luaran lainnya dari sebuah proses riset masih sangat terbatas. Solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah tersebut adalah melalui hilirisasi produk riset dengan pendekatan demand-readiness level (DRL). Selama ini, fokus pendekatan yang digunakan oleh dosen dan peneliti dalam melakukan sebuah penelitian adalah technology readiness level (TRL) yang telah dikembangkan sejak tahun 1970 sebagai alat penilaian kematangan teknologi standar untuk digunakan dalam pengembangan sistem yang kompleks dari suatu hasil penelitian. Dalam beberapa hal, pendekatan ini mengalami keterbatasan utama yaitu terkait dengan kendala untuk mendapatkan mitra dari industri dalam hal komersialisasi produk riset yang dihasilkan. Dengan menggunakan pendekatan DRL, keterlibatan industri sejak awal penelitian direncanakan lebih dijadikan fokus utama untuk memastikan bahwa hasil penelitian akan memiliki potential demand yang jelas sehingga peluang untuk dikomersialisasi menjadi lebih besar (Paun, 2. Kesimpulan dari hasil FGD terkait dengan identifikasi permasalahan dan solusi dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil IdentiAkasi Permasalahan dan Solusi Permasalahan Solusi Validasi dari Solusi yang Ditawarkan Layanan penelitian dan Memiliki laboratorium Memiliki laboratorium layanan yang laboratorium yang yang terstandar dan terakreditasi ISO dan website layanan belum terintegrasi laboratorium terintegrasi Masih terbatasnya Hilirisasi produk riset Hilirisasi produk riset dengan produk komersial yang pendekatan demand-readiness level (DRL) IdentiAkasi Biaya Berdasarkan dua permasalahan yang telah diidentiAkasi, maka dapat ditentukan beberapa program yang akan diimplementasikan yaitu akreditasi laboratorium layanan, website layanan laboratorium terintegrasi dan akselerasi untuk hilirisasi produk riset. Hasil analisis ABC mengidentiAkasi beberapa komponen biaya untuk mendukung program tersebut. Total biaya yang diperlukan untuk implementasi ketiga program adalah sebesar Rp 484 juta. Proporsi terbesar dialokasikan untuk mendukung akreditasi laboratorium yaitu sebesar 84,5% (Tabel . Tabel 3. Komponen Biaya Langsung dan Tidak Langsung Program Akreditasi laboratorium layanan Deskripsi Biaya pendaftaran akreditasi Biaya Rp 5. 1,03% Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 7Simposium n n Biaya iuran tahunan Rp 22. 4,65% Biaya asesor Rp 157. 32,54% 84,50% Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 8Simposium n n Biaya pendampingan akreditasi Rp 60. 12,40% Biaya uji banding Rp 40. 8,26% Alat dan bahan untuk pelatihan Rp 10. 2,07% Kalibrasi alat Rp 100. 20,66% Akomodasi. ATK dan lain-lain Rp 14. 2,89% Website layanan laboratorium terintegrasi Biaya pembuatan website Rp 25. 5,17% Hilirisasi produk riset Benchmarking Rp 10. 2,07% Penjajakan mitra strategis Rp 40. 8,26% Rp 484. 100,00% 5,17% 10,33% Total biaya 100,00% Terkait dengan akselerasi untuk hilirisasi produk riset, secara garis besar terdapat dua tahapan yang akan dilakukan, yaitu benchmarking dan penjajakan mitra strategis. Kegiatan benchmarking akan dilakukan dengan fokus pada Fakultas atau Sekolah Farmasi di Indonesia yang berdasarkan data memiliki jumlah produk komersial terbanyak. Sedangkan penjajakan mitra strategis penting dilakukan untuk mendukung perubahan pendekatan dari TRL menjadi DRL. IdentiAkasi Manfaat Berdasarkan hasil desk review yang dilakukan, nilai manfaat langsung yang dapat diidentiAkasi dan dikonversikan ke dalam unit moneter dalam satu tahun time horizon yaitu 2024 adalah sebesar Rp 700 juta. Beberapa indikator keberhasilan yang dipertimbangkan adalah terakreditasinya laboratorium layanan, website dapat beroperasi dengan baik dan hingga akhir tahun 2024 diharapkan Fakultas Farmasi Unpad akan memiliki setidaknya tiga produk komersial hasil riset. Strategi kunci yang dilakukan untuk dapat mengakselerasi upaya hilirisasi produk riset adalah dengan fokus pada komoditas non-obat, seperti diagnostic kit, produk herbal dan Manfaat tidak langsung dari program ini difokuskan pada meningkatnya reputasi akademik sehingga berhasil masuk QS WUR by subject dalam bidang pharmacy and Estimasi potensi nilai manfaat tidak langsung yang dihasilkan adalah sebesar Rp 500 juta dengan mempertimbangkan beberapa indikator keberhasilan, antara lain mitra kelimuan bertambah menjadi 50 orang, mahasiswa asing bertambah menjadi 5 orang dan dosen asing bertambah menjadi 25 orang. Jika mempertimbangkan manfaat langsung dan tidak langsung, maka total manfaat yang diharapkan dapat diperoleh adalah sebesar Rp 1,2 Milyar (Tabel . Tabel 4. Potensi Manfaat Langsung dan Tidak Langsung Manfaat Langsung (Direct Benefi. Deskripsi Indikator keberhasilan Target 2024 Capaian Nilai manfaat* Akreditasi laboratorium Lab layanan terakreditasi Terakreditasi Rp 500. Website layanan lab terintegrasi Website beroperasi dengan baik Beroperasi Hilirisasi produk riset 3 produk komersial hasil riset 3 produk Rp 200. Estimasi manfaat langsung mengacu pada target penerimaan layanan lab dan dokumen MoU dengan mitra hilirisasi produk Manfaat Tidak Langsung (Indirect Benefi. Deskripsi Reputasi akademik meningkat sehingga berhasil masuk QS Indikator keberhasilan Target 2024 Capaian Nilai manfaat** Mitra keilmuan asing bertambah 50 orang Rp 500. Mahasiswa asing bertambah 5 orang Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x 9Simposium n n WUR by subject bidang Dosen asing bertambah 25 orang and pharmacology Estimasi manfaat tidak langsung mengacu pada target penerimaan pendapatan non-tuition fee dari kerjasama internasional Simposium Nasional Kepemimpinan Tinggi 1. Mei Judul tidakPerguruan lebih dari 10 kata:Indonesia. Times Newvol. Roman 10 Right 2024, x-x Pertama. Kedua, & Ketiga Simposium Nasional Kepemimpinan Perguruan Tinggi Indonesiae-ISSN: x-x n n Perhitungan RMB Dengan mempertimbangkan dua skenario, baik dengan hanya mempertimbangkan direct beneAt saja maupun mempertimbangkan total beneAt, hasil perhitungan menunjukkan nilai RMB masing-masing sebesar 1,45 dan 2,48, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa program ini beneAcial dan direkomendasikan karena nilai RMB >1 yang menunjukkan bahwa manfaat yang akan diperoleh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan (Tabel . Tabel 5. Hasil Perhitungan Nilai RMB Interpretas Skenario Nilai RMB Direct benefit 1,45 Beneficial* Total benefit 2,48 Beneficial* RMB >1 KESIMPULAN DAN SARAN Dengan mempertimbangkan dua skenario, baik dengan hanya mempertimbangkan direct beneAt saja maupun mempertimbangkan total beneAt, hasil perhitungan menunjukkan nilai RMB masing-masing sebesar 1,45 dan 2,48, sehingga dapat diinterpretasikan bahwa program ini beneAcial dan direkomendasikan karena nilai RMB >1 yang menunjukkan bahwa manfaat yang akan diperoleh lebih besar dibandingkan biaya yang harus dikeluarkan. Meskipun RMB menunjukkan nilai yang favourable, keberlanjutan dari program ini masih harus menjadi perhatian. Oleh karena itu, diperlukan langkah yang inovatif dari pimpinan fakultas maupun universitas untuk menjamin hal tersebut. UCAPAN TERIMA KASIH