Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Hubungan Kualitas Tidur dengan Prevalensi Anemia pada Remaja Putri di Desa Medong Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten The Relationship Between Sleep Quality and The Prevalence of Anemia among Adolescent Girls in Medong Village Pandeglang Regency Banten Province Anandra Julitiana1. Elita Donanti2. Endah Purnamasari3. Firman Arifandi4 1Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 2Departemen Parasitologi Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 3Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia 4Departemen Agama Fakultas Kedokteran. Universitas YARSI. Jakarta. Indonesia Email : julitianandra@gmail. KATA KUNCI Kualitas Tidur. Anemia. Remaja Putri ABSTRAK Latar Belakang: Masa remaja dengan rentang usia 10-19 tahun adalah fase penting untuk membangun kualitas tidur yang baik. Tidur berkualitas mendukung regenerasi sel, metabolisme, serta pembentukan hemoglobin, protein penting pengangkut oksigen dalam darah. Data menunjukkan prevalensi gangguan tidur di Indonesia adalah 10% dari jumlah penduduk, yaitu sekitar 28 juta Anemia merupakan kondisi rendahnya kadar hemoglobin, umum terjadi pada remaja putri akibat faktor seperti menstruasi dan kurangnya asupan zat besi. Data menunjukkan prevalensi anemia meningkat dari 21,7% pada 2013 menjadi 32% pada 2018% di Indonesia. Penelitian sebelumnya membuktikan hubungan antara kualitas tidur buruk dengan anemia. Oleh karena itu, studi ini mengkaji hubungan kualitas tidur dengan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Responden dalam penelitian ini adalah 30 remaja putri desa Medong, kabupaten Pandeglang yang berusia 12-18 tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan data primer melalui kuesioner dan pemeriksaan hb menggunakan alat ukur yang mencakup variabel kualitas tidur dan status anemia. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur yang buruk dengan prevalensi anemia . <0,. Faktor lingkungan dan aktivitas sehari-hari, serta pola tidur yang tidak teratur, seperti tidur larut malam dan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 durasi tidur yang kurang, menjadi faktor utama yang mempengaruhi risiko anemia. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas tidur yang buruk berkontribusi pada tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang, provinsi Banten. Implementasi nilai-nilai Islam terkait pola tidur dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan kualitas tidur dan mencegah anemia. KEYWORDS Sleep Quality. Anemia. Adolescent Girls ABSTRACT Background: Adolescence, spanning the ages of 10-19 years, is a critical phase for establishing good sleep quality. Quality of sleep supports cell regeneration, metabolism, and the formation of haemoglobin, an essential protein that transports oxygen in the blood. Data indicates that the prevalence of sleep disorders in Indonesia is 10% of the population, approximately 28 million people. Anemia, characterized by low haemoglobin levels, is common among adolescent girls due to factors such as menstruation and inadequate iron intake. The prevalence of anemia in Indonesia increased from 21,7% in 2013 to 32% in 2018. Previous research has established a link between poor sleep quality and Therefore, this study examines the relationship between sleep quality and anemia prevalence among adolescent girls in Medong village. Pandeglang regency. Banten province. Methods: This study utilized a quantitative approach with a crosectional design. The population consisted of adolescent girls in Medong village. Pandeglang regency. The respondents were 30 adolescent girls aged 12-18 years from Medong village. Data were collected through primary sources using questionnaires and haemoglobin testing instruments, encompassing variables of sleep quality and anemia status. Results: The study results showed a significant relationship between poor sleep quality and anemia prevalence . <0,. Environmental factors, daily activities, and irregular sleep patterns, such as late-night sleeping and insufficient sleep duration, were the primary factors influencing anemia risk. Conclusion: The study concludes that poor sleep quality contributes to the high prevalence of anemia among adolescent girls in Medong village. Pandeglang regency. Banten province. The implementation of Islamic values related to sleep patterns can serve as an effective preventive strategy to improve sleep quality and prevent anemia. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 PENDAHULUAN Menurut WHO . , remaja adalah individu berusia 10-19 tahun yang berada dalam fase perkembangan penting untuk kesehatan. Selama periode ini, pola perilaku seperti kualitas tidur dapat memengaruhi kesehatan saat ini dan masa depan. Tidur merupakan kebutuhan vital yang berperan dalam pembentukan dan perbaikan sel tubuh, serta memberikan waktu istirahat bagi organ. Kualitas tidur yang baik menjaga kesehatan, biokimia tubuh (Pentiannisa, 2. Remaja memiliki kebutuhan tidur sekitar 810 jam per hari (National Sleep Foundation. Namun, mereka termasuk kelompok berisiko tinggi mengalami gangguan tidur (National Institutes of Health, 2. Prevalensi mencapai 30%, sedangkan di Indonesia sebesar 10% atau sekitar 28 juta jiwa (Zahara et al. , 2. Kualitas tidur yang buruk mengganggu proses biologis, protein kompleks yang mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan tubuh (Sarjono et al. , 2. Memahami konsep kebersihan tidur yang baik sangat penting untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Dalam membentuk rutinitas tidur yang baik, perlu mencontoh seseorang yang menjadi inspirasi bagi seluruh umat muslim, yaitu Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW tidur lebih awal pada malam hari dan bangun pagi untuk beribadah, serta mengajarkan umatnya untuk tidur siang sebentar . Hal keseimbangan energi dan meningkatkan produktivitas pada siang hari (Riad, 2. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Abu Dauwud. AOEA a ACOEaO au acI EacOaA a AIO aE aCA AuTidurlah sejenak di siang hari . , karena setan tidak melakukan tidur siang. Ay (HR. Abu Dawu. Mengatur pola tidur dengan tidur lebih awal pada malam hari, bangun pagi, dan tidur siang sebentar . seperti yang dianjurkan Rasulullah SAW, memiliki manfaat Menurut studi oleh Almojali et al. , tidur siang singkat . Ae30 meni. meningkatkan kewaspadaan, memperbaiki suasana hati, dan mendukung produktivitas di siang Sebaliknya, tidur terlalu malam atau kurang tidur berdampak negatif pada sistem imun tubuh sehingga akan mempengaruhi kualitas tidur. Anemia merupakan kondisi di mana kadar hemoglobin dalam tubuh rendah, dengan ambang normal hemoglobin pada remaja putri adalah Ou12 g/dl (Kemenkes, 2. Prevalensi anemia global mencapai 30%, terutama di negara berkembang (Mawo et al. Di Indonesia, prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun meningkat dari 18,4% . menjadi 32% . Di provinsi Banten, prevalensi anemia pada remaja putri tahun 2018 mencapai 23% (Dinkes Banten. Beberapa penyebab anemia meliputi kehilangan darah saat menstruasi, kekurangan nutrisi seperti zat besi, vitamin B12, dan asam folat (National Heart. Lung, and Blood Institute, 2. Islam, dengan ajarannya yang menyeluruh, memberikan panduan bagaimana setiap faktor penyebab komprehensif untuk mencegah anemia Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 dan mendukung kesehatan secara Prinsip islam yang mendukung langkah preventif terhadap anemia salah satunya, yaitu pada remaja, pola tidur yang kurang optimal dapat termasuk produksi sel darah merah. Istirahat menghambat metabolisme tubuh, yang berperan penting dalam penyerapan nutrisi, seperti zat besi. Islam menganjurkan pola tidur yang teratur, seperti memanfaatkan malam untuk istirahat dan bangun pagi untuk shalat Subuh (Putri, 2. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah SWT dalam ayat Al-quran surat Al-Furqan: 47, yang a a AA U aA acOEIAacOaI aA U aOaN aO EacO a a aE EaA aE aI EacO aE EA AacN a Ia a OUA a AacO a a aE EIAA Artinya: AuDialah yang menjadikan malam untukmu . pakaian dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangkit berusahaAy (QS. Al-Furqan: Ayat tersebut menyebutkan Dengan tidur yang cukup pada malam hari, tubuh memiliki waktu untuk regenerasi sel sehingga dapat mencegah anemia (Putri, 2. Penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur tidak baik berkorelasi dengan kadar hemoglobin rendah. Sari . dan Fitria . menemukan hubungan yang signifikan antara kualitas tidur tidak baik dengan anemia pada remaja putri. Berdasarkan mengidentifikasi hubungan kualitas tidur dengan prevalensi anemia pada remaja putri di Desa Medong. Kabupaten Pandeglang. METODOLOGI Penelitian ini menggunakan jenis penelitian analitik kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong. Pandeglang. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan cross-sectional, di mana data faktor risiko dan efek yang diakibatkan dikumpulkan secara bersamaan pada satu waktu melalui observasi atau pengumpulan data variabel yang diteliti (Notoatmodjo, 2. Populasi remaja putri berusia 12-18 tahun yang tinggal di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Sampel menggunakan metode quota sampling penelitian, dengan jumlah sampel sebanyak 30 remaja putri. Subjek penelitian harus memenuhi kriteria responden, mengisi informed consent, melengkapi kuesioner, dan bersedia pemeriksaan kadar hemoglobin (H. Data penelitian meliputi data primer, seperti karakteristik responden, kualitas tidur, dan kadar Hb, serta data sekunder yang diperoleh dari pihak kelurahan terkait jumlah remaja putri di wilayah penelitian. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, serta alat pemeriksaan Hb untuk menentukan status anemia. Pengumpulan data dimulai dengan pengenalan peneliti dan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 penjelasan tujuan penelitian kepada Setelah persetujuan melalui informed consent, responden mengisi kuesioner. Data anemia kemudian diperoleh melalui pemeriksaan kadar Hb. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan responden dan analisis bivariat dengan uji chi-square untuk mengidentifikasi hubungan antara kualitas tidur . ariabel independe. dan prevalensi anemia . ariabel depende. Analisis dilakukan menggunakan program Software Statistical Package for Social Science (SPSS). HASIL Usia Pada responden diklasifikasikan menjadi pra remaja . -13 tahu. , remaja . -17 tahu. , dan remaja akhir . -21 tahu. sebagaimana terlihat dalam tabel 1. Tabel 1. Distribusi Usia Responden Usia Pra Remaja Remaja Remaja Akhir . -21 Total Frekuensi Presentase Berdasarkan tabel di sebagian besar responden penelitian ini memiliki rentang usia pada kategori remaja . -17 tahu. yaitu sebanyak 15 responden . 5%), pra remaja . -13 tahu. yaitu sebanyak 14 responden . 4%), dan remaja akhir . -21 tahu. yaitu sebanyak . ,1%). Tingkat Pendidikan Tingkat penelitian ini dibedakan menjadi SD. SMP. SMA, dan tidak sekolah, sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Distribusi Tingkat Pendidikan Responden Pendidika SMP SMA Tidak Sekolah Total Frekuens Presentas Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar responden pada penelitian ini berada di tingkat pendidikan SMP yaitu sebanyak 18 responden . 5%). SD sebanyak 9 responden . 3%), dan SMA serta tidak sekolah memiliki frekuensi yang sama yaitu 3 responden . 1%). Kualitas Tidur Kualitas tidur dalam penelitian ini adalah suatu ukuran seberapa baik komponen, yaitu kualitas tidur secara subjektif, durasi tidur, latensi tidur, efisiensi tidur, gangguan tidur, penggunaan obat tidur, dan disfungsi siang hari yang diukur dengan menggunakan kuesioner. Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 Tabel 3. Distribusi Frekuensi Kualitas Tidur Kualitas Tidur Baik Tidak Baik Total desa Medong, kabupaten Pandeglang. Berikut ini adalah tabulasi silang dari kedua variabel observasi yang telah Frekuensi Presentase Tabel 5. Tabulasi Silang Kualitas Tidur Berdasarkan Hb Anemia Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar responden pada penelitian ini memiliki kualitas tidur pada kategori baik yaitu sebanyak 31 responden . 9%) dan tidak baik yaitu sebanyak 2 responden . 1%). Kadar Hb Status anemia pada penelitian ini adalah variabel Hb atau eritrosit yang mengikat senyawa porfirin besi . diukur dengan menggunakan alat ukur Hb meter. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Hb/Status Anemia Frekuensi Presentase Anemia Tidak Anemia Total Berdasarkan tabel di atas, sebagian besar responden pada penelitian ini memiliki Hb pada kategori anemia yaitu sebanyak 4 responden . 1%) tidak anemia yaitu sebanyak . ,9%). Deskripsi Bivariat Data Penelitian Analisis penelitan ini dilakukan untuk melihat hubungan antara kualitas tidur dengan kadar haemoglobin dari remaja putri di Kualitas Tidur Tidak Baik Baik Variabel Penelitian Tidak Anemia Total Total Berdasarkan tabel tabulasi silang di atas, terlihat bahwa terdapat masingmasing 2 responden . 1%) yang mempunyai kualitas tidur baik maupun tidak baik. Pada kualitas tidur baik didapatkan responden tidak anemia sebanyak 29 responden . dan pada responden dengan kualitas tidur tidak baik, tidak didapatkan responden tidak anemia. Berdasarkan statistik yang dilakukan dengan menggunakan analisis N2 . hi kuadra. didapatkan p-value sebesar 0. <0. sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan antara kualitas tidur degan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang. PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan kualitas tidur yang baik pada mayoritas responden . ,9%), dengan hanya 6,1% berdasarkan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Faktor lingkungan, seperti suhu ruangan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 ideal, dan kebiasaan tidur teratur tanpa mendukung peningkatan kualitas Tidur nyenyak membantu tubuh menjalani siklus tidur tanpa gangguan, mengurangi kemungkinan terbangun di malam hari, dan memastikan waktu tidur konsisten selama 7-8 jam. Hasil kadar hemoglobin (H. menunjukkan 87,9% responden tidak mengalami anemia, sementara 12,1% tergolong anemia. Tingginya jumlah edukasi oleh posyandu mengenai makanan bergizi, dan program tablet tambah darah yang rutin. Peran aktif memastikan konsumsi tablet tambah kesehatan remaja putri. Analisis bivariat menunjukkan kualitas tidur baik maupun buruk memiliki frekuensi anemia masingmasing sebanyak 6,1%, sementara seluruh responden tanpa anemia memiliki kualitas tidur baik. Uji chi-square menghasilkan P-value sebesar 0,001 (<0,. , hubungan signifikan antara kualitas tidur dengan prevalensi anemia. Kurangnya tidur atau kualitas tidur buruk dapat memengaruhi fungsi tubuh, termasuk memicu peningkatan hormon kortisol yang menyebabkan stres oksidatif. Stres ini berpotensi merusak eritrosit dan menurunkan kadar Hb. Penelitian ini mendukung studi sebelumnya oleh Syarifah dan Saputra . di Pondok Pesantren Darul Salam. Singkawang, yang menemukan hubungan signifikan antara kualitas tidur dan Hb . =0,. Penelitian lain oleh Rosyidah . pada mahasiswa Poltekkes Bhakti Setya Indonesia juga menunjukkan hasil serupa, dengan nilai signifikansi p=0,032. Namun, penelitian Astuti et al. di SMA Kabupaten Bantul menunjukkan hasil berbeda, tanpa hubungan signifikan antara pola tidur dan kejadian anemia . =0,. Perbedaan hasil ini mungkin disebabkan oleh variasi jumlah responden, metode, atau faktor Penelitian menggarisbawahi pentingnya kualitas tidur dalam menjaga kadar Hb dan kesehatan remaja putri, serta peran penting edukasi dan intervensi kesehatan dalam mencegah anemia. SIMPULAN Penelitian di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Banten, pada 1 Juni 2024, menemukan bahwa masingmasing sebanyak 6,1% responden dengan kualitas tidur baik dan kualitas tidur buruk mengalami anemia. Sebanyak 87,9% responden dengan kualitas tidur baik tidak mengalami anemia, sementara tidak ada responden dengan kualitas tidur buruk yang Analisis chi-square menunjukkan P-value 0,001 (<0,. , mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong, kabupaten Pandeglang. Menurut pandangan Islam, menjaga kualitas tidur bukan hanya kebutuhan fisiologis tetapi juga bagian dari ibadah. Kebiasaan tidur sehat yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti tidur miring ke kanan, berdoa sebelum tidur, berwudhu, tidur lebih awal, bangun pagi untuk beribadah, dan Junior Medical Journal. Volume 3. No. December 2025 E-ISSN-2964-4968 tidur siang singkat . , memiliki manfaat spiritual serta mendukung kesehatan fisik dan mental. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kualitas tidur, mengurangi stres, dan menjadi strategi efektif dalam mencegah anemia pada remaja putri. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih yang sebesarbesarnya disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan dukungan kepada penulis selama membuat jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA