MASIP: Jurnal Manajemen Administrasi Bisnis dan Publik Terapan Volume. 4 Nomor. 1 Maret 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59061/masip. Tersedia: https://e-journal. poltek-kampar. id/index. php/MASIP Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 Lokot Muda Harahap1*. Patricia Wanda Sianturi2. Siti Fauziah3 Fakultas Ekonomi. Universitas Negeri Medan. Indonesia Email: lokotmudahrp@unimed. id1, patriciawanda21@gmail. com2, sitifauziah3567@gmail. *Penulis Korespondensi: lokotmudahrp@unimed. Abstract. Gross Domestic Product (GDP) is widely used as an indicator to describe a countryAos economic condition and development. Through GDP, the value added generated by various sectors and their roles in economic activity can be measured. In IndonesiaAos economic structure, the manufacturing industry is a key sector contributing significantly to national output. This study aims to examine the contribution of the manufacturing sector to IndonesiaAos GDP during the period 2020Ae2024. The research applies a quantitative approach using a descriptive method. The data analyzed are secondary data obtained from official publications of Statistics Indonesia (BPS) and relevant literature sources. The analysis was conducted by comparing annual data on the contribution of the manufacturing sector to IndonesiaAos GDP throughout the study period. The findings indicate that the manufacturing sector remains one of the primary contributors to national GDP. In 2020, the sector 87 percent of total GDP. Although its contribution slightly declined in subsequent years, it continued to rank among the largest sectors in the economy. In 2023, its share was recorded at 18. 67 percent, and in 2024 it increased again to approximately 18. 98 percent. These results demonstrate that the manufacturing industry continues to play a crucial role in supporting IndonesiaAos economic growth. Therefore, sustained efforts to develop and strengthen this sector are essential to enhance its contribution and ensure long term economic stability and growth. Keywords: Economic Growth. Economic Structure. Gross Domestic Product. Indonesia. Manufacturing Industry. Abstrak. Produk Domestik Bruto (PDB) banyak digunakan sebagai indikator untuk menggambarkan kondisi dan perkembangan ekonomi suatu negara. Melalui PDB, nilai tambah yang dihasilkan oleh berbagai sektor dan peran mereka dalam aktivitas ekonomi dapat diukur. Dalam struktur ekonomi Indonesia, industri manufaktur merupakan sektor kunci yang memberikan kontribusi signifikan terhadap output nasional. Studi ini bertujuan untuk meneliti kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia selama periode 2020Ae2024. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang dianalisis adalah data sekunder yang diperoleh dari publikasi resmi Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber literatur yang relevan. Analisis dilakukan dengan membandingkan data tahunan tentang kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia sepanjang periode Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi salah satu kontributor utama PDB nasional. Pada tahun 2020, sektor ini menyumbang 19,87 persen dari total PDB. Meskipun kontribusinya sedikit menurun pada tahun-tahun berikutnya, sektor ini tetap berada di antara sektor terbesar dalam Pada tahun 2023, pangsa sektor manufaktur tercatat sebesar 18,67 persen, dan pada tahun 2024 meningkat lagi menjadi sekitar 18,98 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa industri manufaktur terus memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, upaya berkelanjutan untuk mengembangkan dan memperkuat sektor ini sangat penting untuk meningkatkan kontribusinya dan memastikan stabilitas serta pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Kata kunci: Industri Manufaktur. Indonesia. Pertumbuhan Ekonomi. Produk Domestik Bruto. Struktur Ekonomi. LATAR BELAKANG Dalam studi makroekonomi, perekonomian nasional dianggap sebagai salah satu acuan utama yang digunakan guna menilai situasi dan perkembangan ekonomi suatu negara dalam kurun waktu tertentu. PDB menunjukkan total nilai tambah yang berasal dari kegiatan produksi barang dan jasa yang terjadi di dalam suatu wilayah ekonomi. Melalui indikator ini, aktivitas ekonomi suatu negara dapat dipahami secara lebih komprehensif karena PDB mencerminkan Naskah Masuk: 11 Februari 2026. Revisi: 28 Februari 2026. Diterima: 15 Maret 2026. Terbit: 17 Maret 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 kinerja berbagai sektor ekonomi yang terlibat dalam aktivitas ekonomi (Adriansyah, 2. PDB Indonesia sendiri terbentuk dari peran berbagai sektor ekonomi, seperti sektor pertanian, industri, perdagangan, dan jasa, yang bersama-sama membentuk struktur ekonomi nasional. antara sektor-sektor tersebut, industri manufaktur menjadi salah satu yang memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini tidak terlepas dari kemampuannya untuk menciptakan nilai tambah melalui proses pengolahan bahan baku menjadi produk yang mempunyai nilai ekonomi yang lebih besar Selain itu, aktivitas produksi di sektor manufaktur juga terhubung dengan berbagai sektor ekonomi lainnya, sehingga perkembangan di sektor ini dapat memiliki dampak yang luas terhadap dinamika ekonomi (Januarta & Yasin, 2. Industri manufaktur yaitu sektor yang melakukan kegiatan pengolahan bahan baku menjadi produk setengah jadi dan produk akhir, yang pada akhirnya mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian (Masruri, 2. Melalui proses pengolahan ini, bahan baku dapat diubah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dalam kegiatan Oleh karena itu, perkembangan sektor manufaktur sering dikaitkan dengan peningkatan produktivitas ekonomi serta perluasan kesempatan kerja bagi masyarakat. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sektor manufaktur merupakan salah satu kontributor penting dalam pembentukan Produk Domestik Bruto Indonesia. Peningkatan aktivitas produksi dalam sektor ini cenderung diikuti oleh peningkatan nilai tambah ekonomi yang dihasilkan dalam perekonomian nasional (Pratnyaloka & Khusaini, 2. Selain berkontribusi terhadap PDB, sektor manufaktur juga berperan dalam membuka lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan sektor ekonomi lainnya melalui keterkaitan kegiatan produksi (Rinaldi et al. , 2. Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, penelitian mengenai peranan sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) perlu dilakukan. Studi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai pentingnya sektor manufaktur dalam menunjang perkembangan perekonomian Indonesia. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. KAJIAN TEORITIS Produk Domestik Bruto (PDB) Produk Domestik Bruto (PDB) termasuk salah satu ukuran yang banyak digunakan dalam kajian makroekonomi untuk menilai tingkat kegiatan ekonomi suatu negara. Secara umum. PDB menggambarkan keseluruhan nilai tambah yang berasal dari kegiatan produksi MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. barang dan jasa dalam suatu perekonomian selama kurun waktu tertentu yang dilakukan oleh seluruh pelaku ekonomi di wilayah tersebut. Oleh karena itu. PDB dapat digunakan untuk menggambarkan skala aktivitas produksi yang berlangsung dalam suatu perekonomian (Fahruddin & Aji, 2. Selain mengukur aktivitas ekonomi. PDB juga sering digunakan sebagai indikator tidak langsung untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Semakin besar nilai barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara, semakin tinggi tingkat aktivitas ekonomi di negara tersebut (Saputra et al. , 2. Dalam praktiknya, terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung PDB, salah satunya melalui pendekatan produksi. Pendekatan ini menghitung nilai tambah yang dihasilkan oleh setiap sektor ekonomi dalam proses produksi barang dan jasa. Melalui pendekatan tersebut, kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan PDB dapat dianalisis sehingga dapat diketahui sektor mana yang memiliki peran dominan dalam struktur perekonomian suatu negara (Yanuar, 2. Industri Manufaktur Industri manufaktur adalah sektor ekonomi yang berfokus pada pengolahan bahan baku menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dalam proses produksinya, sektor ini melibatkan berbagai faktor produksi, seperti tenaga kerja, teknologi, mesin produksi, serta sistem manajemen yang terorganisasi untuk menghasilkan barang yang dapat digunakan oleh konsumen maupun oleh sektor industri lainnya (Arzia, 2. Secara umum, kegiatan produksi pada industri manufaktur meliputi beberapa tahapan, mulai dari pengolahan bahan mentah, proses perakitan komponen, hingga tahap penyempurnaan produk sebelum dipasarkan kepada Melalui proses tersebut, bahan baku yang awalnya memiliki nilai ekonomi relatif rendah dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi (Iskandar et al. Sektor manufaktur memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi suatu negara. Aktivitas produksi di sektor ini dapat menciptakan peluang kerja, meningkatkan produktivitas ekonomi, dan memperkuat struktur ekonomi nasional. Selain itu, peningkatan investasi di sektor manufaktur dapat memperluas kapasitas produksi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas (Sholihah et al. , 2. Perkembangan sektor manufaktur juga erat kaitannya dengan proses industrialisasi yang terjadi di suatu negara. Semakin berkembang sektor ini, semakin besar kontribusinya dalam menciptakan nilai tambah bagi ekonomi. Oleh karena itu, industri manufaktur sering dianggap sebagai sektor strategis dalam pembangunan ekonomi karena memiliki hubungan yang kuat dengan berbagai sektor ekonomi lainnya (Prabowo, 2. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Perekonomian Dalam struktur ekonomi suatu negara, sektor manufaktur memainkan peran yang signifikan karena mampu menciptakan nilai tambah dengan mengolah bahan baku menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Aktivitas produksi di sektor ini tidak hanya menghasilkan barang jadi tetapi juga meningkatkan output ekonomi total, yang pada akhirnya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional (Prabowo, 2. Peran sektor manufaktur dalam perekonomian dapat dilihat dari besarnya kontribusi sektor ini dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB). Industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang secara konsisten memberikan kontribusi signifikan dalam penciptaan nilai tambah dalam Hal ini terjadi karena proses produksi di sektor manufaktur melibatkan berbagai tahap pengolahan yang dapat meningkatkan nilai ekonomi suatu produk dibandingkan dengan kondisi bahan baku awalnya. Peningkatan aktivitas produksi di sektor manufaktur umumnya diikuti oleh peningkatan output nasional. Kondisi ini pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena nilai tambah yang dihasilkan dari proses produksi akan tercermin dalam peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB). Di samping kontribusinya terhadap PDB, sektor industri manufaktur juga berperan dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Proses produksi dalam industri ini membutuhkan tenaga kerja pada berbagai bidang, mulai dari proses pengolahan bahan baku, kegiatan produksi, hingga distribusi dan pemasaran produk. Oleh karena itu, perkembangan sektor manufaktur dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta membantu menurunkan tingkat pengangguran dalam perekonomian (Anwar & Anas, 2. Selain menciptakan kesempatan kerja, sektor manufaktur juga memiliki peran dalam meningkatkan investasi dan aktivitas perdagangan internasional. Perkembangan industri manufaktur sering menarik minat investor karena sektor ini memiliki potensi besar dalam menghasilkan produk yang dapat dipasarkan baik di pasar domestik maupun di pasar global. Masuknya investasi tersebut dapat memperbesar kapasitas produksi industri sehingga kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi menjadi semakin besar (Diana et al. , 2. Dengan berbagai peran tersebut, sektor industri manufaktur dapat dikatakan memiliki kontribusi yang signifikan dalam perekonomian. Kontribusi tersebut tidak hanya terlihat dari peningkatan nilai tambah dan pembentukan PDB, tetapi juga dari kemampuannya dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta memperkuat struktur ekonomi nasional. Peran Industri Manufaktur dalam Struktur Ekonomi Indonesia Industri manufaktur termasuk salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Sektor ini memberikan sumbangan yang cukup besar MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional serta memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai sektor ekonomi lainnya. Dalam berbagai kajian pembangunan ekonomi, sektor manufaktur sering dipandang sebagai salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan ekonomi karena kemampuannya dalam menghasilkan nilai tambah sekaligus meningkatkan kegiatan produksi. Selain berkontribusi terhadap pembentukan PDB, sektor manufaktur juga berperan dalam penciptaan lapangan kerja dan mendukung aktivitas ekspor. Tingginya tingkat aktivitas produksi di industri ini membuatnya menjadi salah satu sektor yang mampu menyerap jumlah pekerja yang besar. Selain itu, berbagai produk yang dihasilkan oleh industri manufaktur juga merupakan komoditas penting dalam perdagangan internasional. Hal ini memungkinkan sektor manufaktur untuk berkontribusi terhadap pendapatan devisa negara melalui aktivitas ekspor (Saputra et al. , 2. Perubahan struktur perekonomian suatu negara biasanya ditunjukkan oleh adanya peralihan kontribusi dari sektor pertanian menuju sektor industri dan sektor jasa. Dalam perekonomian Indonesia, industri manufaktur memiliki peranan penting dalam mendukung proses transformasi tersebut. Pergeseran ini menunjukkan bahwa nilai tambah dalam ekonomi semakin banyak dihasilkan oleh sektor industri, memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi apabila dibandingkan dengan sektor primer (Hendarmin & Wahyudi. Secara struktural, sektor manufaktur juga memiliki hubungan yang erat dengan berbagai sektor ekonomi lainnya melalui hubungan hulu dan hilir. Keterkaitan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas produksi dalam industri manufaktur dapat mendorong pertumbuhan sektor hilir seperti perdagangan dan jasa distribusi. Pada saat yang sama, sektor ini juga meningkatkan permintaan terhadap input produksi dari sektor hulu seperti pertanian dan pertambangan sebagai penyedia bahan baku (Yunarwanto & Hastiadi, 2. Hubungan timbal balik antar sektor tersebut menunjukkan bahwa pengembangan industri manufaktur dapat memberikan dampak yang luas bagi perekonomian. Selain meningkatkan nilai tambah ekonomi, sektor ini juga berperan dalam memperkuat struktur ekonomi nasional serta mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain dalam perekonomian. Dengan demikian, peran industri manufaktur dalam struktur ekonomi Indonesia tidak hanya terlihat dari kontribusinya terhadap pembentukan PDB, tetapi juga dari kemampuannya dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong ekspor produk bernilai tambah tinggi. Penelitian Terdahulu Beberapa studi sebelumnya telah membahas peran industri manufaktur dalam perekonomian, khususnya terkait kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Penelitian yang dilakukan oleh (Saputra et al. , 2. menunjukkan bahwa industri manufaktur MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa peningkatan aktivitas produksi di sektor manufaktur dapat menambah nilai bagi perekonomian, sehingga berkontribusi pada pembentukan Produk Domestik Bruto nasional. Studi lain yang dilakukan oleh (Prabowo, 2. juga menunjukkan bahwa sektor industri, terutama industri manufaktur, memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini tidak hanya mampu menciptakan nilai tambah dari aktivitas produksi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan aktivitas ekspor dan menciptakan peluang kerja bagi masyarakat. Selain itu, aktivitas produksi di industri manufaktur juga memiliki efek multiplier yang dapat berdampak pada perkembangan berbagai sektor ekonomi lainnya. Selanjutnya, penelitian yang dilakukan oleh (R et al. , 2. menganalisis kontribusi berbagai sektor ekonomi terhadap pertumbuhan PDB Indonesia selama periode 2014-2023. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur menjadi salah satu sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam sektor industri manufaktur memberikan kontribusi yang besar dalam pembentukan Kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia juga cukup signifikan jika dibandingkan dengan beberapa sektor lain, seperti pertanian dan perdagangan. Selain perannya dalam pembentukan PDB, sektor manufaktur juga memainkan peran penting dalam penciptaan lapangan kerja. Hal ini sejalan dengan hasil studi yang dilakukan oleh (Anwar & Anas, 2. yang menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas produksi di sektor manufaktur dapat mendorong perkembangan sektor industri dan meningkatkan jumlah pekerja yang terampil di sektor tersebut. Studi tersebut menggunakan regresi data panel dan menemukan bahwa pertumbuhan industri manufaktur memiliki dampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja di Indonesia. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Masruri, 2. juga menunjukkan bahwa perkembangan sektor industri manufaktur berkaitan erat dengan peningkatan kesempatan kerja serta pembangunan manusia. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan sektor manufaktur dapat meningkatkan nilai tambah produksi, memperluas kesempatan kerja, serta mendukung pembangunan ekonomi secara lebih luas. Berdasarkan berbagai studi sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa industri manufaktur memainkan peran yang signifikan dalam perekonomian Indonesia. Sektor ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja, mendorong investasi, dan memperkuat struktur ekonomi nasional. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Kajian ini dilakukan untuk mengkaji kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada perkembangan peran sektor industri manufaktur dalam pembentukan PDB nasional selama kurun waktu 2020-2024. Dengan mengamati data pada periode tersebut, dapat ditentukan bagaimana kontribusi sektor manufaktur terhadap perekonomian Indonesia telah berubah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari sumber resmi, terutama laporan yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai Produk Domestik Bruto Indonesia. Selain itu, beberapa jurnal ilmiah dan literatur terkait industri manufaktur dan pertumbuhan ekonomi juga digunakan sebagai referensi tambahan. Proses pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, yaitu dengan menghimpun serta mencatat berbagai data statistik yang berkaitan dengan topik penelitian. Selanjutnya, data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan cara membandingkan kontribusi sektor industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada setiap tahun selama periode penelitian. Data selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel dan dijelaskan menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar informasi yang disampaikan lebih jelas. Melalui analisis ini, kita dapat melihat perkembangan kontribusi sektor manufaktur dan perannya dalam perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun HASIL DAN PEMBAHASAN Perkembangan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 Produk Domestik Bruto (PDB) termasuk salah satu indikator yang banyak digunakan untuk menilai perkembangan kegiatan ekonomi suatu negara. Perubahan PDB dari waktu ke waktu dapat menggambarkan kondisi ekonomi karena indikator ini menunjukkan total nilai tambah yang dihasilkan dari kegiatan produksi barang maupun jasa dalam suatu perekonomian. Oleh karena itu, pertumbuhan PDB sering digunakan sebagai ukuran kinerja ekonomi suatu Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi perekonomian Indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan, khususnya pada masa pandemi COVID-19. Pada tahun 2020, aktivitas ekonomi menghadapi tekanan akibat pembatasan aktivitas masyarakat, yang menyebabkan penurunan produksi dan melemahnya aktivitas perdagangan. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi pada tahun tersebut. Memasuki tahun-tahun berikutnya, ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 Seiring dengan pengendalian pandemi yang semakin baik, berbagai aktivitas ekonomi secara bertahap meningkat, sehingga mendorong perbaikan perekonomian nasional. Menurut data yang dipublikasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai sekitar 5,05 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional kembali mengalami peningkatan setelah mengalami tekanan pada masa pandemi (Badan Pusat Statistik, 2024. Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya aktivitas produksi pada berbagai sektor ekonomi, seperti industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, serta beberapa sektor jasa lainnya. Selain itu, data BPS juga menunjukkan bahwa pada tahun 2024 pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada pada kisaran sekitar 5 persen. Hal ini menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia relatif mampu mempertahankan stabilitas pertumbuhan meskipun di tengah berbagai tantangan ekonomi global (Badan Pusat Statistik, 2. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional mulai pulih setelah periode pandemi dan secara bertahap kembali berada pada kondisi yang lebih stabil. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dapat dianalisis melalui peran setiap sektor ekonomi dalam menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Dalam struktur ekonomi Indonesia, industri manufaktur termasuk salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap pembentukan PDB. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada tahun 2023 sektor manufaktur menyumbang sekitar 18,67 persen terhadap total PDB Indonesia sehingga menjadi salah satu sektor dengan kontribusi terbesar bagi perekonomian nasional (Nurdifa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan produksi pada sektor manufaktur memiliki peranan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gambar 1. Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2020-2024. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. Berdasarkan Gambar 1, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2020-2024 menunjukkan kecenderungan yang berfluktuasi. Pada tahun 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar -2,07 persen sebagai dampak pandemi COVID-19 yang mengakibatkan menurunnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor. Memasuki tahun 2021, kondisi perekonomian mulai memperlihatkan proses pemulihan dengan pertumbuhan sebesar 3,69 persen, kemudian meningkat menjadi 5,31 persen pada tahun 2022. Selanjutnya, pada periode 2023 hingga 2024, pertumbuhan ekonomi Indonesia cenderung berada pada tingkat yang relatif stabil, yaitu sekitar 5 persen. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi nasional secara bertahap telah pulih dan kembali berada pada kondisi yang lebih stabil (Badan Pusat Statistik, 2024. Kontribusi Sektor Industri Manufaktur terhadap PDB Indonesia Tahun 2020-2024 Sektor industri manufaktur merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam pembentukan Produk Domestik Bruto Indonesia. Aktivitas produksi dalam sektor ini menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi dibandingkan dengan bahan baku awalnya. Melalui proses ini, sektor manufaktur mampu menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi dalam kegiatan produksi, sehingga berkontribusi pada pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Berdasarkan data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik, sektor manufaktur secara konsisten menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya (Badan Pusat Statistik, 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa kegiatan produksi di sektor manufaktur masih memainkan peran yang sangat penting dalam mendukung kegiatan ekonomi nasional. Kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga dapat dilihat dari persentase nilai tambah yang dihasilkannya dalam struktur ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor industri pengolahan tetap menjadi salah satu penyumbang utama dalam pembentukan PDB jika dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya seperti pertanian, perdagangan, maupun konstruksi (Badan Pusat Statistik, 2. Besarnya kontribusi tersebut menunjukkan bahwa aktivitas produksi pada sektor manufaktur masih memiliki peran strategis dalam meningkatkan output perekonomian nasional. Selain itu, sektor ini juga memiliki hubungan yang erat dengan berbagai sektor ekonomi lainnya, sehingga keberadaannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Kegiatan produksi dalam industri manufaktur membutuhkan bahan baku dari sektor lain seperti pertanian dan pertambangan. Di sisi lain, produk yang dihasilkan kemudian didistribusikan melalui sektor perdagangan dan transportasi. Hubungan antar sektor ini MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 menciptakan efek multiplier yang dapat mendorong pertumbuhan di berbagai sektor ekonomi lainnya dalam perekonomian nasional. Hal ini menunjukkan bahwa industri manufaktur tidak hanya berperan dalam pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas ekonomi pada sektor-sektor lain. Dengan demikian, perkembangan sektor manufaktur dapat memberikan pengaruh yang cukup luas terhadap perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Tabel 1. Kontribusi Sektor Industri Pengolahan terhadap PDB Indonesia Tahun 2020-2024. Tahun Kontribusi Terhadap PDB (%) Berdasarkan Tabel 1, dapat dilihat bahwa sektor manufaktur telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, sektor ini menyumbang 19,87 persen dari total PDB nasional. Meskipun mengalami penurunan pada periode 2021 hingga 2022, sektor industri manufaktur tetap menjadi salah satu kontributor utama dalam struktur ekonomi Indonesia. Selain itu, pada tahun 2023 dan 2024, kontribusi sektor industri manufaktur diperkirakan akan meningkat kembali, masing-masing sebesar 18,67 persen dan 18,98 persen dari total PDB nasional. Data ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur tetap menjadi salah satu kontributor utama terhadap PDB Indonesia. Besarnya kontribusi ini menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur terus memainkan peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Peran Industri Manufaktur dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Dalam banyak kajian ekonomi pembangunan, industri manufaktur sering dipandang sebagai salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi karena mampu menghasilkan nilai tambah yang cukup besar. Hal ini berkaitan dengan kemampuannya dalam menghasilkan nilai tambah yang relatif besar melalui proses pengolahan bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Aktivitas produksi dalam sektor ini tidak hanya meningkatkan jumlah output barang yang dihasilkan, tetapi juga memperkuat keterkaitan dengan berbagai sektor ekonomi lainnya seperti perdagangan, transportasi, dan jasa distribusi (Nasir & Suripto, 2. Peningkatan kegiatan produksi dalam sektor manufaktur dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan Produk Domestik Bruto. Nilai tambah yang dihasilkan selama proses produksi akan tercermin dalam peningkatan total output MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. Oleh karena itu, semakin besar aktivitas produksi yang terjadi dalam sektor ini, semakin besar pula kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara. Selain memberikan kontribusi dalam meningkatkan output perekonomian, industri manufaktur juga memiliki peranan penting dalam menyediakan peluang kerja bagi masyarakat. Aktivitas produksi pada sektor ini melibatkan tenaga kerja pada berbagai tahapan proses Oleh karena itu, perkembangan industri manufaktur mampu mendorong peningkatan penyerapan tenaga kerja. Dampak selanjutnya dari kondisi tersebut adalah meningkatnya kesejahteraan masyarakat karena kesempatan kerja yang tersedia menjadi semakin luas (Pratnyaloka & Khusaini, 2. Di samping itu, sektor manufaktur juga memiliki peran dalam meningkatkan investasi serta aktivitas ekspor. Berbagai produk manufaktur seperti makanan dan minuman, tekstil, kendaraan bermotor, serta produk elektronik merupakan komoditas yang cukup penting dalam perdagangan internasional. Peningkatan ekspor produk manufaktur dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perdagangan global. Dengan demikian, perkembangan sektor manufaktur dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. Dampak Industri Manufaktur terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Investasi Perkembangan sektor industri manufaktur memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja di dalam perekonomian. Aktivitas produksi dalam sektor ini membutuhkan tenaga kerja pada berbagai tahapan kegiatan produksi, mulai dari pengolahan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi produk kepada Karena itu, pertumbuhan sektor manufaktur sering dikaitkan dengan meningkatnya kesempatan kerja bagi masyarakat (Febriani et al. , 2. Selain membuka lapangan pekerjaan, perkembangan sektor manufaktur juga memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan Sektor industri manufaktur kerap dipandang memiliki kemampuan besar dalam menghasilkan nilai tambah bagi perekonomian, sehingga mampu menarik perhatian para investor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Penanaman modal yang masuk ke sektor ini pada umumnya dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas skala kegiatan usaha, serta mendorong pengembangan teknologi produksi yang lebih efektif dan efisien. Peningkatan investasi di sektor manufaktur berpotensi memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal ini karena investasi dapat mendorong peningkatan produksi dan memperluas aktivitas industri dalam perekonomian. Selain itu, investasi juga MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 meningkatkan produktivitas dan daya saing industri baik di pasar domestik maupun internasional (Badan Pusat Statistik, 2024. Dengan peningkatan investasi dan produktivitas di sektor manufaktur, kontribusi sektor ini terhadap perekonomian nasional juga berpotensi Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor manufaktur tidak hanya berperan dalam meningkatkan output ekonomi, tetapi juga berkontribusi dalam memperluas peluang kerja bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan industri yang berkelanjutan. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi sektor manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama periode 2020-2024. Berdasarkan hasil analisis, sektor industri manufaktur tetap menjadi salah satu kontributor utama dalam pembentukan PDB nasional. Meskipun terjadi penurunan aktivitas ekonomi selama pandemi, sektor manufaktur tetap memberikan kontribusi yang signifikan, mencapai sekitar 18 hingga 19 persen dari total PDB Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur masih memainkan peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi di Indonesia. Selain memberikan sumbangan terhadap PDB, sektor manufaktur juga berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja serta mendorong aktivitas ekonomi pada sektor lainnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan tambahan dalam penelitian yang membahas peran sektor industri dalam perekonomian. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan agar menggunakan periode data yang lebih panjang serta menambahkan beberapa variabel lain seperti investasi industri, ekspor produk manufaktur, maupun penyerapan tenaga kerja sehingga pembahasannya dapat menjadi lebih luas dan mendalam. DAFTAR REFERENSI Adriansyah. Analisis pertumbuhan PDB, penerimaan pajak, dan insentif pajak bagi industri manufaktur. Kajian Ekonomi dan Keuangan, 18. , 69Ae84. https://doi. org/10. 31685/kek. Anwar. , & Anas. Factors determining labor absorption in the industrial sector in Indonesia. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 6. , 2859Ae2869. Arzia. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi industri manufaktur di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 1. , 365Ae374. https://doi. org/10. 24036/jkep. Badan Pusat Statistik. Produk domestik bruto Indonesia triwulanan 2018Ae2022. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 e-ISSN : 2987-8004 p-ISSN : 2987-8012. Hal. Badan Pusat Statistik. Produk domestik bruto Indonesia menurut pengeluaran 2018Ae Badan Pusat Statistik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2023 (Issue . Badan Pusat Statistik. Produk domestik bruto Indonesia triwulanan 2020Ae2024. Badan Pusat Statistik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan IV-2024 (Issue . Diana. Asnawi. Usman. , & Roni. Pengaruh jumlah industri manufaktur, investasi dalam negeri dan luar negeri terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Jurnal Aplikasi Ilmu Ekonomi, 3. , 13Ae25. Fahruddin. , & Aji. Pengaruh remitansi, pengeluaran pemerintah, dan FDI terhadap PDB per kapita Indonesia. Independent: Journal of Economics, 1. , 85Ae104. https://doi. org/10. 26740/independent. Febriani. Satrianto. , & Nelonda. Analisis penyerapan tenaga kerja sektor industri manufaktur besar dan sedang di Indonesia. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan, 4. , 93Ae100. https://doi. org/10. 24036/jkep. Hendarmin, & Wahyudi. Structural transformation patterns and factors that influenced: The case in Indonesia. Jurnal Economia, 19. , 112Ae126. https://doi. org/10. 21831/economia. Iskandar. Subandi. Pasaribu. , & Wikansari. Penurunan industri manufaktur terhadap turunnya ekspor impor. Investama: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 10. https://doi. org/10. 56997/investamajurnalekonomidanbisnis. Januarta. , & Yasin. Kontribusi industri nasional terhadap pembangunan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 2. , 47Ae55. https://doi. org/10. 61132/jepi. Masruri. Pengaruh kinerja industri manufaktur terhadap penyerapan tenaga kerja dan indeks pembangunan manusia di Provinsi Banten. Jurnal Ekonomi, 24. Nasir. , & Suripto. Analysis of the impact of value added in the manufacturing industry on economic growth in Indonesia. Balance: Economic. Business. Management. Accounting Journal, 22. , 1Ae14. https://doi. org/10. 30651/blc. Nurdifa. Industri pengolahan kontributor terbesar PDB RI 2023, sumbang 18,67%. Bisnis Indonesia Economy. Prabowo. Kontribusi industri terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Factory: Jurnal Industri. Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri, 3. , 2023Ae2025. https://doi. org/10. 56211/factory. Pratnyaloka. , & Khusaini. Analysis of industry sector growth impact on labor absorption in Indonesia . 3Ae2. Journal of Development Economic and Social Studies, 4. , 542Ae548. https://doi. org/10. 21776/jdess. , & Anisa. Contribution of economic sectors based on business fields to Indonesia's GDP growth 2014Ae2023. Journal Management and Leadership, 8. , 20Ae31. https://doi. org/10. 47970/jml. Rinaldi. Erfit. , & Rosmeli. Transformasi struktural perekonomian Indonesia. Jurnal Ekonomi Aktual, 1. , 117Ae126. https://doi. org/10. 53867/jea. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026 Analisis Kontribusi Industri Manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Tahun 2020-2024 Saputra. Aryani. Salsabilla. Zalva. Maharani. , & Yanuardi. The role of the manufacturing on the Indonesian economy. Indonesian Journal of Multidisciplinary Sciences (IJoMS), 2. , 157Ae166. https://doi. org/10. 59066/ijoms. Sholihah. Syaparuddin. , & Nurhayani. Analisis investasi sektor industri manufaktur, pengaruhnya terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Paradigma Ekonomika, 12. , 11Ae24. https://doi. org/10. 22437/paradigma. Yanuar. PDB, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi di Indonesia. Jurnal Ekonomi, 15. , 204Ae214. https://doi. org/10. 24912/je. Yunarwanto, & Hastiadi. Meninjau peran sektor manufaktur dan komunikasi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kajian Ekonomi & Keuangan, 4. https://doi. org/10. 31685/kek. MASIP Ae VOLUME. 4 NOMOR. 1 MARET 2026