Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENDAMPINGAN PENYUSUNAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPS INTEGRASI KEARIFAN LOKAL SASAK POLA LESSON STUDY Hairil Wadi*. Suud. Masyhuri. Jepri Utomo. Ahmad Naufal Akbar Pendidikan Sosiologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univeritas Mataram Jalan Majapahit No. 62 Mataram Nusa Tenggara Barat Korespondensi : hairil_wadi@unram. Artikel history : Received Revised Published : 12 Agustus 2025 : 03 September 2025 : 30 September 2025 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Program Pengabdian Karya Dosen ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru IPS dalam merancang perangkat pembelajaran IPS integrasi Kearifan lokal Sasak pola Lesson study di Kecamatan Pujut Lombok tengah. Kegiatan pada tahun pertama dengan metode ekpositori, tanya jawab, dan diskusi, serta melibatkan langsung guru-guru IPS SMP di wilayah tersebut. Hasil kegiatan diantaranya, . Tim pengabdian menyampaikan materi tentang konsep rancangan pembelajaran berbasis Kearifan lokal pola Lesson study, . Guru-guru IPS mampu mengidentifikasi kearifan lokal Sasak yang masih ada dan dilaksanakan oleh masyarakat untuk diintegrasi dalam perangkat pembelajaran, . peserta memberikan refleksi dari kegiatan yang telah dilaksankan. Luaran dari kegiatan ini berupa artikel pengabdian karya dosen yang dimanfaatkan masyarakat untuk tahun Kata Kunci: IPS, perangkat pembelajaran, kerarifan lokal, sasak ABSTRACT This Lecturer Community Service Program aims to improve the skills of social studies teachers in designing social studies learning materials integrating Sasak local wisdom using the Lesson Study method in Pujut District. Central Lombok. The first year of activities used expository methods, question-and-answer sessions, and discussions, and directly involved social studies teachers from junior high schools in the area. The results of the activities included: . The community service team delivered material on the concept of designing learning materials based on local wisdom using the Lesson Study method. Social studies teachers were able to identify existing Sasak local wisdom that is still practiced by the community and integrated into learning materials. participants provided reflections on the activities. The output of this activity was a lecturer community service article, which was utilized by the community for the first year. Keywords: social studies, learning materials, local wisdom. Sasak PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang semakin cepat, guru-guru di sekolah harus dapat Tidak terkecuali guru-guru IPS yang dituntut memiliki kompetensi profesional, dalam menyusun suatu rancangan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Walaupun pembelajaran tuntutannya dengan teknologi, guru IPS juga harus mampu memasukkan nilainilai lokal yang berkembang di masyarakat yang disebut dengan kearifan lokal. Namun kenyataannya guru masih belum memiliki keberanian untuk mencoba mengintegrasikan kearifan lokal pada materi yang diajarkan. Guru hanya mengandalkan materi contoh-contoh yang sudah ada dalam buku ajar yang tersedia, tanpa ada inisiatif mengangkat kearifan lokal Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index yang ada di sekitar peserta didik. Hal ini mengakibatkan siswa kurang akrab atau tertanam pada dirinya kelokalan yang ada di sekitar mereka. Sebut saja kelokalan atau kearifan lokal pada masyarakat suku Sasak. Kita ketahui bahwasanya suku Sasak yang ada di Pulau Lombok memiliki beragam kearifan lokal seperti nilai-nilai kebaikan, norma atau aturan, seni, budaya, tradisi, permainan tradisional, dan masih banyak lagi (Muzakir & Suastra, 2. Namun dalam realita khususnya di pembelajaran IPS kurang mendapatkan perhatikan oleh guru IPS. Hasil wawancara dengan guru-guru IPS khususnya di Lombok tengah dari beberapa sekolah yang dicoba kunjungi oleh mahasiswa dalam pendalaman masalah di penugasan Mata kuliah pengembangan bahan dan TIK IPS Sosiologi ditemukan guru IPS belum sama sekali mengintegrasikan Kearifan lokal Sasak Pada rancangan pembelajaran IPS. Selain itu dicoba juga klarifikasi pada dokumen modul ajar IPS tidak ada sama sekali contoh menghubungkan Kearifan Lokal Sasak. Merefleksi permasalahan yang dihadapi oleh guru-guru IPS khususnya di Lombok tengah, maka perlu solusi. Inisiatif dari dosen Pendidikan IPS Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP Unram mencoba untuk pendampingan dalam merancang perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan Kearifan lokal Sasak. Semestinya apabila guru ingin melibatkan siswa secara langsung dalam pembelajaran baik fisik, mental mupaun emosional hendaknya dimulai dari perencanaan pembelajaran, yaitu menyusun perangkat pembelajaran (Uno & Mohammad,2014:. Hal tersebut menunjukkan hendaknya guru ada inisiatif melakukan perubahan dalam menyusun perangkat pembelajaran yang mampu mendorong kolaborasi, keaktifan, serta menghidupkan dunia nyata lokal siswa, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna melalui pola Lesson Study. Lesson Study ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu Plan. Do. See (Saito. Imansyah, dan Ibrahim, 2. yang dilakukan sebagai kemunitas belajar. Hasil penelitian Wadi, dkk . menunjukkan: Lesson Study mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter mahasiswa pada perkuliahan Pendidikan Ilmu Sosial di Semester 3 Prodi Pendidikan Sosiologi FKIP UnramAy. Demikikian pula komunitas belajar guru IPS penting dibentuk sebagai sarana pengembangan diri setiap guru IPS untuk meuwujudkan solidaritas dan tanggung jawab Jadi Pada prinsipnya Lesson Study bukan suatu metode pembelajaran atau strategi pembelajaran, namun guru IPS dalam kegiatan berkolaborasi merencanakan strategi, metode atau pun model serta media pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, potensi, dan permasalahan yang dihadapi. Kegiatan Pengabdian karya dosen yang dimanfaatkan masyarakat ini, tim pengabdian telah melakukan penyampaian materi pada tahun pertama sebagai bagian dari pendampingan bagi guru-guru IPS di Kecamatan Pujut Lombok tengah. Pendampingan ini difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran IPS berbasis Kearifan lokal Sasak pola Lesson study agar siswa semakin dekat dengan beragamnya budaya lokal yang ada di sekitar mereka. Program pengabdian karya dosen yang dimanfaatkan masyarakat ini, ditujukan untuk Memperkuat kemitraan dan kerja sama antara LPTK dengan sekolah. Mendorong kolaborasi antara dosen sesuai bidang ilmu dengan kebutuhan mata pelajaran di sekolah. Memanfaatkan serta memperkaya hasil temuan sebelumnya baik di sekolah dan di program studi. Menyediakan contoh baik yang dapat dijadikan acuan oleh guru dalam menyusun rancangan pembelajaran IPS integrasi Kearifan lokal Sasak melalui pola Lesson study. Sedangkan manfaat dari pengabdian karya dosen yang dimanfaatkan masyarakat ini. Memberikan pengetahuan, pemahaman dan pengalaman praktis kepada guru-guru IPS dalam menyusun rancangan perangkat pembelajaran IPS integrasi Kearifan lokal Sasak. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Meningkatkan kualitas profesionalitas dan pembelajaran melalui kerjasama dan kolaborasi antara dinas pendidikan, perguruan tinggi, maupun sekolah. Memperkuat hubungan kerja sama atau kolaborasi guru-guru yang masih dalam satu bidang mata pelajaran yaitu IPS. METODE KEGIATAN Pengabdian pada masyarakat karya dosen pada tahun pertama ini, kegiatan difokuskan pada penyampaian materi konsep penyusunan rancangan perangkat pembelajaran IPS integrasi Kearifan lokal Sasak pola Lesson study dengan pendekatan andragogis metode ekpsitori, tanya jawab dan diskusi. Pendekatan ini dianggap sebagai cara yang efektif dengan harapan dapat meningkatkan pengetahaun, pemahaman guru IPS untuk menuju tahapan praktik langung merancang pembelajaran IPS integrasi Kearifan Lokal Sasak melalui Pola Lesson study. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelakasanaan program Pengabdian pada masyarakat karya dosen yang berjudul AuPendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran IPS integrasi kearifan lokal Sasak Pola Lesson StudyAy telah dilaksanakan sesuai dengan jadwal. Pada tahun 2025, tahap pertama kegiatan PNBP fokus pada pemberian materi konseptual kepada guru-gu IPS di kecamatan Pujut. Sedangkan untuk tahap berikutnya pada tahun 2026 akan dicoba praktik langsung menyusun rancangan perangkat pembelajaran IPS integrasi Kearifan lokal Sasak melalui pola Lesson study. Adapun hasil dari kegiatan tersebut meliputi: Kegiatan dimulai dari pembukaan dan sambutan kepala sekolah SMP 1 Pujut selaku perwakilan tempat lokasi kegiatan, yang dikuti sambutan dari perwakilan Tim Pengabdian Masyarakat sebagai bagian dari ditandainya kegiatan pengabdian. Pada sesi kedua tim pengabdian karya dosen yang dimanfaatkan masyarakat, menyampaikan materi secara bergantian berdasarkan pembagian topik yang sudah ditentukan sebelumnya terdiri dari Konsep IPS. Rancangan pembelajaran IPS sesuai kurikulum. Kearifan lokal Sasak, dan Lesson study. Sesi ketiga kegiatan tanya jawab dari materi yang telah disampaikan oleh tim. Pada sesi yang keempat peserta melakukan kegiatan identifikasi Kearifan lokal masyarakat sasak yang akan diintegrasikan pada capaian pembelajaran atau materi IPS seperti tradisi merak api, tradisi bau nyale, tradisi sunatan, tradisi begawe, tradisi menyaring minyak, tradisi ngorek, tradisi nyesek, tradisi begibung, tradisi presean Sesi kelima refleksi dari kegiatan yang telah diikuti oleh para peserta. Gambar 1. Sambutan Kepala sekolah dan Perwakilan Tim Pengabdian Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 2. Pemberian materi &Pendampingan Gambar 3. Sesi Tanya Jawab dan refleksi kegiatan Kegiatan pengabdian kemitraan yang sudah dilaksanakan pada tahun pertama 2025 ini memberikan materi berupa Konsep rancangan pembelajaran. Kearifan lokal Sasak, dan Lesson Hal ini dilakukan sebagai tahapan pertama sebelum dilakukan pendampingan langsung menyusun rancangan perangkat pembelajaran IPS Integrasi Kearifan lokal Sasak Pola Lesson study bagi guru-guru IPS di Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Pelaksanaan Kegiatan ini tidak lepas dari kelebihan dan kekurangan. Adapun kelebihan antara lain : Komitmen semangat guru-guru IPS dari berbagai sekolah yang ada di Kecamatan Pujut untuk mengikuti kegiatan penyampain materi Kekompakan guru-guru IPS walau berasal dari berbagai sekolah yang ada di Kecamatan Pujut. Hal ini terlihat selama mengikuti kegiatan saling berbaur. Antusias yang ditunjukkan oleh para guru selama mengikuti kegiatan. Hal ini dibuktikan dengan fokusnya para guru menyimak penyampaian materi oleh tim pengabdian sekaligus mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan seriusnya guru IPS mengkuti Pihak sekolah dalam hal ini wakil kepala sekolah selaku yang mewakili kepala sekolah berharap program seperti pendampingan bagi guru-guru IPS dan guru-guru yang lain untuk terus diadakan agar guru dapat menambah wawasan dari hal-hal yang belum diketahui dan mengembangkan diri pula sesuai kurikulum yang sedang berlaku seperti kurikulum merdeka saat ini, dan juga menghidupkan suasana kelokalan yang ada di Lombok tengah agar tidak hilang apalagi saat ini siswa dihadang oleh informasi teknologi . Kekurangan selama pelaksanaan pengabdian, yaitu Masih adanya guru-guru yang datang terlambat dengan alasan masih mengkondisikan siswa dan jarak tempat sekolah dengan lokasi kegiatan cukup jauh. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. September 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Masih kurangnya guru dalam mengupdate informasi yang terbaru sehingga guru merasa masih kurang dalam mengembangkan diri. Dari tim pengabdian tidak semua datang dikarenakan kesibukan dan ada bagian tertentu dari materi belum secara maksimal tersampaikan yang mengakibatkan pada tidak sesuainya waktu pelaksanaan yang telah dijadwalkan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan pengabdian Kepada Masyarakat Kemitraan yang berjudul AuPendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran IPS Integrasi Kearifan Lokal Sasak Pola Lesson StudyAy pada tahun pertama telah dilaksanakan sesuai rencana. Kegiatan ini menghasilkan penyampaian materi konsep merancang pembelajaran IPS yang mengintegrasikan Kearifan lokal Sasak melalui pola Lesson study. Saran Diharapkan guru-guru IPS SMP Negeri di Kecamatan Pujut untuk tetap semangat dalam belajar dan terus melatih kemampun merancang pembelajaran yang sesuai kurikulum IPS dan mampu pula mengintegrasikan Kearifan lokal Sasak. Pendekatan ini penting untuk mempertahankan budaya kelokalan daerah agar tidak punah dan terus dipelihara oleh generasi muda di tengah pesatnya teknologi digital. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada pimpinan FKIP Universitas Mataram yang telah memberikan support dan rekomendasi izin Pengabdian Karya Dosen yang dimanfaatkan masyarakat di Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Terima kasih kepada Kepala sekolah SMP Negeri 1 Pujut yang telah mengizinkan untuk melakukan Pengabdian Karya Dosen yang dimanfaatkan masyarakat. Terima kasih kepada Bapak/Ibu Kepala sekolah yang telah memberikan izin kepada Bapak/Ibu guru IPS untuk ikut serta dalam kegiatan Pengabdian Karya Dosen yang dimanfaatkan masyarakat di SMP Negeri 1 Pujut. Terima kasih Bapak/Ibu Guru IPS di Kecamatan Pujut Lombok Tengah yang telah berkesempatan hadir dalam kegiatan Pengabdian Karya Dosen yang dimanfaatkan masyarakat oleh Jurusan IPS Program Studi Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Mataram . DAFTAR PUSTAKA