34 Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Vol. 9 No. Juni 2024 . THE EFFECT OF GOVERNMENT SHARE OWNERSHIP. FOREIGN SHARE OWNERSHIP AND MEDIA DISCLOSURE ON THE DISCLOSURE OF CSR Rona Naula Oktaviani1. Debby Pusparini2. Oscar Yenas3. Siska4 1,2,3,&4 Universitas Islam Riau Email : ronanaulaoktaviani@eco. ABSTRACT This research aims to determine the influence of Government Share Ownership. Foreign Share Ownership, and Media Disclosure on Corporate Social Responsibility Disclosure (Empirical Study of Food and Beverage Companies Listed on the IDX in 2019-2. This research determines the sample using a purposive sampling technique to obtain a sample that meets the research criteria. The samples used were 25 companies with a total of 3 years of observation, so the number of samples studied was 75. The total population for this study was 43 companies in the 2019-2021 period. The results of research using the partial t test show that government share ownership and media disclosure have a positive and significant effect on corporate social responsibility disclosure, while foreign share ownership has no effect on corporate social responsibility disclosure. Keywords: Government Share Ownership. Foreign Share Ownership. Media Disclosure. Corporate Social Responsibility Disclosure. PENGARUH KEPEMILIKAN SAHAM PEMERINTAH. KEPEMILIKAN SAHAM ASING. DAN PENGUNGKAPAN MEDIA TERHADAP PENGUNGKAPAN CSR ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Empiris Pada Perusahaan Food and Beverage yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2. Penelitian ini menentukan sampel menggunakan teknik purposive sampling untuk mendapatkan sampel yang sesuai dengan kriteria penelitian. Sampel yang digunakan sebanyak 25 perusahaan dengan total 3 tahun pengamatan, sehingga jumlah sampel yang diteliti sebanyak 75. Jumlah populasi penelitian ini sebanyak 43 perusahaan pada periode 2019-2021. Hasil penelitian dengan uji parsial t, menunjukkan bahwa kepemilikan saham pemerintah dan pengungkapan media berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility sedangkan kepemilikan saham asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Kata Kunci: Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing. Pengungkapan Media. Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. http://w. id/ojs32/index. php/KURS/index Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 PENDAHULUAN Perusahaan memiliki hubungan yang erat dengan pihak-pihak luar seperti investor, kreditor, supplier, pemerintah, dan masyarakat sebagai lingkungan eksternalnya, yang merupakan kunci untuk menjaga keunggulan dan Keterkaitan antara perusahaan dan masyarakat sangat penting karena keduanya saling bergantung dan membutuhkan satu sama lain. Untuk tetap bersaing di pasar global yang kompetitif, perusahaan perlu melakukan aktivitas yang tidak hanya fokus pada keuntungan internal, tetapi juga memberikan manfaat dan menciptakan citra positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Secara ekonomi, perusahaan harus fokus untuk mencari keuntungan, sedangkan secara sosial, perusahaan harus dapat berpartisipasi dan memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat. Perusahaan tidak hanya bertanggung jawab untuk menghasilkan laba, tetapi juga harus memperhatikan dan memikul tanggung jawab sosial dan lingkungan (Fahrizqi, 2. Maka dari itu, perusahaan harus bisa memberikan dampak dan pandangan yang positif kepada masyarakat dan lingkungan. Salah satu bentuk dalam memberikan dampak yang positif adalah dengan melakukan kegiatan Corporate Social Responsibility atau biasa disebut dengan CSR. Komitmen perusahaan untuk berkontribusi dan berpartisipasi dalam pembangunan bangsa dengan memperhatikan dan mempedulikan aspek finansial atau ekonomi, sosial, dan lingkungan itulah yang menjadi isu utama dari konsep Corporate Social Responsibility atau tanggung jawab sosial perusahaan (Fahrizqi, 2. Pengungkapan Corporate Social Responsibility atau yang sering dikenal dengan CSR adalah proses menginformasikan pemangku kepentingan tertentu dan masyarakat secara umum tentang dampak dari segi sosial dan lingkungan yang timbul dari kegiatan ekonomi perusahaan (Indika, 2. Corporate Social Responsibility dapat meningkatkan nama baik dari perusahaan itu sendiri karena ketika perusahaan melaksanakan usahanya dengan baik dan mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah, maka pemerintah dan masyarakat akan memberikan kelonggaran bagi perusahaan tersebut untuk beroperasi di wilayah mereka (Bawono & Haryanto. Menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 pasal 74 ayat . yaitu Peraturam pemerintah Nomor 47 tahun 2012 yang diterbitkan pada bulan April 2012 terkait Corporate Social Responsibility (CSR) pada pasal 6 sendiri dijelaskan bahwa pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan dimuat dalam laporan tahunan perseroan dan dipertanggungjawabkan kepada RUPS. Penegakan peraturan perusahaan tentang tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak memadai mengakibatkan praktik yang terjadi di perusahaan tersebut hanya diungkapkan secara sukarela (Rahayu & Anisyukurlillah, 2. Beberapa perusahaan besar di sektor industri makanan dan minuman di Indonesia, seperti PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk. PT Indofood Sukses Makmur Tbk, dan PT Wings Surya, menghadapi gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya atas dugaan perbuatan melawan hukum yang menyebabkan kerusakan lingkungan (Idn Financials, 2. Fenomena kedua pada PT Mayora Indah Tbk, perusahaan raksasa dalam Food and Beverage, juga terlibat dalam kasus pencemaran lingkungan di Kali Kunir, tanpa memberikan kompensasi kepada warga terdampak (Monitor Tangerang, 2. Fenomena ketiga pada PT. Kimu Sukses Abadi dan PT. Rayon Utama Makmur yang dianggap melanggar regulasi lingkungan dan menyebabkan pencemaran air, udara, dan tanah (Bekasikab, 2. Fenomena keempat pada PT. Rayon Utama Makmur (RUM) di Kecamatan Nguter. Kabupaten Sukoharjo, yang telah menyebabkan pencemaran udara dan air sungai sejak 2017. Sehingga limbah cair yang dibuang ke Sungai Bengawan Solo mencemari sawah dan irigasi pertanian (Walhi, 2. Fenomena-fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan masih kurang memperhatikan tanggung jawab sosial dan dampak lingkungan dari operasional mereka di Indonesia. Beberapa faktor dapat meningkatkan pengungkapan Corporate Social Responsibility sebagai bentuk perluasan pengungkapan laporan tahunan perusahaan, faktor yang pertama adalah kepemilikan saham pemerintah, yaitu situasi di mana pemerintah memiliki saham perusahaan (Cornett, 2. dalam (Hunardy & Tarigan, 2. Pemilihan variabel kepemilikan pemerintah dalam penelitian ini didasari oleh kepemilikan pemerintah akan membantu dalam penyatuan kepentingan antara manajer dan pemegang saham (Hunardy & Tarigan, 2. Sedangkan, dengan kepemilikan saham pemerintah diperkirakan dapat mengakibatkan pengungkapan yang lebih besar tanggung jawab sosial perusahaan, karena pemerintah harus mempromosikan transparansi diantara perusahaan publik (Nugroho, 2. Kepemilikan saham pemerintah ini menggunakan teori stakeholder primer. Sesuai dengan definisinya stakeholder memegang peranan penting terhadap keberlangsungan perusahaan. Hal ini dikarenakan stakeholder memiliki kemampuan dalam mengendalikan sumber daya yang diperlukan dalam keberlangsungan hidup perusahaan (Hyrisch et al. , 2. Stakeholder primer adalah seseorang atau kelompok yang tanpanya perusahaan tidak dapat bertahan untuk going concern, meliputi: shareholder dan investor, karyawan, konsumen, dan pemasok, bersama dengan yang didefinisikan sebagai kelompok stakeholder publik, yaitu: pemerintah dan komunitas (Rokhlinasari, 2. Faktor kedua, yaitu kepemilikan saham asing yang merupakan porsi outstanding share yang dimiliki oleh investor atau pemodal asing yakni perusahaan yang dimiliki oleh perorangan, badan hukum, pemerintah yang berstatus berada di luar negeri terhadap seluruh jumlah modal saham yang beredar (Yoantha et al. , 2. Kepemilikan saham asing dalam perusahaan merupakan pihak yang dianggap mempunyai perhatian terhadap Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 pengungkapan corporate social responsibility, hal ini disebabkan kepemilikan saham asing mempunyai tingkat pengawasan manajemen yang tinggi dalam mengawasi perusahaan untuk melakukan kegiatan atau aktivitas sosial perusahaan (Aminah & Udhma, 2. Faktor yang ketiga, yaitu pengungkapan media, media menyediakan informasi bagi perusahaan dan dapat pula sebagai alat publikasi serta sosialisasi yang digunakan oleh perusahaan (Andryany et al. , 2. Media telah banyak digunakan oleh perusahaan pada saat ini untuk menyediakan informasi. Bentuk-bentuk informasi yang bisa dikomunikasikan perusahaan melalui media salah satunya adalah kegiatan corporate social responsibility yang dilakukan perusahaan. Pengkomunikasian CSR melalui media akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat (Darma et al. , 2. Beberapa penelitian yang telah dilakukan untuk menganalisis pengaruh kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing, dan pengungkapan media terhadap pengungkapan corporate social responsibility, namun belum ada yang menunjukkan hasil yang konsisten. Penelitian yang dilakukan oleh Zulfi . menyatakan bahwa kepemilikan saham pemerintah tidak berpengaruh signifikan positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Salsabilla et al, . dan Karina & Yuyetta . menyatakan bahwa kepemilikan saham pemerintah berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Menurut Sumilat & Destriana, . menyatakan bahwa kepemilikan asing berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Sama halnya dengan penelitian yang dilakukan Aminah & Udhma . menyatakan kepemilikan asing bepengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan corporate social Berbeda dengan Darma et al, . yang menyatakan bahwa kepemilikan asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Penelitian yang dilakukan oleh Darma et al, . yang menyatakan bahwa, pengungkapan media berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social Sama halnya dengan penelitian Respati & Hadiprajitno . yang menyatakan bahwa, pengungkapan media berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Andryany et al, . menyatakan bahwa pengungkapan media tidak berpengaruh terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Darma et al, . Perbedaan penelitian ini dengan penelitian Darma et al, . yaitu peneliti mengganti variabel kinerja lingkungan menjadi variabel kepemilikan saham pemerintah, selain itu penelitian sebelumnya menggunakan objek perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2017, sedangkan pada penelitian ini menggunakan objek perusahaan food and beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Alasan kenapa meneliti di perusahaan food and beverage dikarenakan produksi makanan dan minuman mengalami perkembangan yang sangat pesat saat ini, dimana kebutuhan masyarakat akan konsumsi yang semakin besar dari tahun ke tahun dan terdapat banyak kasus yang terjadi pada perusahaan tersebut yang dimana mengakibatkan terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan. Teori stakeholder menyatakan bahwa organisasi akan memilih secara sukarela mengungkapkan informasi tentang kinerja lingkungan, sosial dan intelektual mereka, melebihi dan di atas permintaan wajibnya, untuk memenuhi ekspektasi sesungguhnya atau yang diharapkan oleh stakeholder (Deegan, 2. dalam (Fatchan & Trisnawati, 2. Menurut Ulum . teori legitimasi berkaitan dengan teori stakeholder tetapi pengungkapannya berbeda, dimana pada teori stakeholder yang menyarankan perusahaan dan manajemennya bertindak dan melaporkan sesuai dengan kebutuhan serta kekuatan kelompok, yaitu stakeholders itu sendiri. Tata kelola perusahaan juga digunakan untuk mengelola kepentingan dari tiga kelompok yang disebut sebagai dewan komisaris . oard of commissione. yang mengawasi tugas dari manajemen puncak . op managemen. atau dewan direksi . oard of directo. dengan persetujuan dari pemegang saham . (Ramli & Kartini, 2. Pengungkapan CSR merupakan bagian dari akuntansi pertanggung jawaban sosial yang mengkomunikasikan informasi sosial kepada stakeholder. Sayekti dan Ludovicus . dalam Rosidah et al. pengungkapan informasi CSR dalam laporan tahunan merupakan salah satu cara perusahaan untuk membangun, mempertahankan, dan melegitimasi kontribusi perusahaan dari sisi ekonomis dan politis. Kajian dan penilaian juga digunakan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan, serta untuk memantau dan mengevaluasi keberhasilan program CSR (Siska et al. , 2. Perusahaan yang memiliki hubungan kontrak dengan foreign stakeholders baik dalam ownership maupun trade akan didukung penuh untuk melakukan praktek CSR di lingkungannya (Sissandhy, 2. Pengkomunikasian CSR melalui media internet akan memudahkan masyarakat dan para pemegang kepentingan untuk mengakses informasi dan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan, karena seiring berjalannya waktu teknologi semakin canggih dan akan lebih efektif dan mudah untuk mendapatkan informasi (Tidar, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing, dan pengungkapan media berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Diharapkan penelitian ini memberikan pemahaman dan kontribusi terhadap literatur akademis di bidang tata kelola perusahaan. CSR, dan hubungan perusahaan dengan pihak eksternal, sehingga terciptanya kepercayaan lebih dari investor dan masyarakat luas. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 TINJAUAN PUSTAKA Teori Pemangku Kepentingan Teori pemangku kepentingan merupakan teori yang menjelaskan bagaimana manajemen perusahaan memenuhi atau mengelola harapan pemangku kepentingan. Teori pemangku kepentingan menekankan pentingnya akuntabilitas organisasi jauh melampaui kinerja keuangan atau ekonomi. Teori ini menyatakan bahwa organisasi akan memilih untuk secara sukarela mengungkapkan informasi tentang kinerja lingkungan, sosial dan intelektual mereka, melebihi permintaan wajib mereka, untuk memenuhi harapan aktual atau yang diharapkan oleh pemangku kepentingan (Deegan, 2. dalam (Fatchan & Trisnawati, 2. Teori Legitimasi Ulum . mendefinisikan teori legitimasi bahwa organisasi terus mencari cara untuk memastikan operasinya berada dalam batas norma yang berlaku di masyarakat. Dalam perspektif ini, suatu perusahaan akan secara sukarela melaporkan kegiatannya jika manajemen mempertimbangkan hal tersebut. Hal inilah yang diharapkan oleh masyarakat, tergantung pada premis bahwa terdapat Aukontrak sosialAy antara perusahaan dan masyarakat dimana perusahaan beroperasi. Tata Kelola Perusahaan Tata kelola perusahaan atau tata kelola perusahaan dipahami sebagai seperangkat proses, aturan, dan pedoman strategis yang mempengaruhi operasional suatu perusahaan atau organisasi. Tujuan tata kelola perusahaan adalah untuk menjamin pengelolaan perusahaan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, akuntabel, dan transparan untuk melindungi kepentingan pemegang saham. Tata kelola perusahaan juga digunakan untuk mengelola kepentingan tiga kelompok yang dikenal dengan nama dewan komisaris . oard of commissioner. yang mengawasi tugas manajemen puncak . op manajeme. atau dewan direksi . oard of direks. dengan persetujuan pemegang saham. (Ramli & Kartini, 2. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan sebuah konsep bahwa organisasi, khususnya . etapi tidak hany. perusahaan, mempunyai berbagai bentuk tanggung jawab terhadap seluruh pemangku kepentingannya, yang mencakup konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan hidup dalam seluruh aspek operasional perusahaan. yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. CSR merupakan suatu gagasan yang membuat perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang bertumpu pada satu hal, yaitu nilai perusahaan yang tercermin pada kondisi keuangannya saja (Rosidah et al. , 2018: . Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan komitmen suatu bisnis atau perusahaan untuk berperilaku etis dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, komunitas lokal, dan masyarakat luas. Kajian dan penilaian juga digunakan untuk merencanakan dan melaksanakan kegiatan, serta memantau dan mengevaluasi keberhasilan program CSR (Siska et al. , 2. Kepemilikan Saham Pemerintah Kepemilikan pemerintah merupakan keadaan dimana pemerintah memiliki saham perusahaan (Cornett, 2. dalam (Hunardy & Tarigan, 2. Pemilihan kepemilikan pemerintah dalam penelitian ini didasarkan pada kepemilikan pemerintah yang akan membantu dalam penyatuan kepentingan antara manajer dan pemegang saham (Hunardy & Tarigan, 2. Kepemilikan saham oleh pemerintah memungkinkan dunia usaha dapat beroperasi sesuai dengan kepentingan pemerintah (Salsabilla et al. , 2. Menurut Ghazali . dalam (Salsabilla et al. perusahaan yang terdapat kepemilikan pemerintah akan lebih banyak memberikan informasi CSR dalam laporan tahunan perusahaannya. Pada variabel ini kepemilikan saham pemerintah menggunakan teori pemangku kepentingan primer. Sesuai dengan definisinya, pemangku kepentingan memegang peranan penting dalam keberlangsungan Hal ini dikarenakan pemangku kepentingan mempunyai kemampuan untuk mengendalikan sumber daya yang dibutuhkan untuk kelangsungan hidup perusahaan (Hyrisch et al. , 2. Pemangku kepentingan primer adalah seseorang atau kelompok yang tanpanya suatu perusahaan tidak dapat bertahan untuk kelangsungan hidupnya, antara lain: pemegang saham dan investor, karyawan, konsumen, dan pemasok, serta yang didefinisikan sebagai kelompok pemangku kepentingan publik, yaitu: pemerintah dan masyarakat (Rokhlinasari, 2. Kepemilikan Asing Kepemilikan saham asing merupakan persentase kepemilikan saham perusahaan oleh investor asing. Kepemilikan asing dinilai sebagai pihak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Misalnya saja negara-negara Eropa dan Amerika yang sangat peduli terhadap permasalahan lingkungan dan sosial yang ada di masyarakat. Permasalahan sosial seperti pelanggaran HAM, pendidikan, ketenagakerjaan, dan permasalahan lingkungan hidup seperti efek rumah kaca, pembalakan liar, dan pencemaran air (Daniri, 2. dalam (Sissandhy, 2. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Berdasarkan klasifikasi pemangku kepentingan di bawah ini, kepemilikan asing termasuk dalam kelompok pemangku kepentingan primer karena kepemilikan asing merupakan salah satu bentuk kepemilikan selain kepemilikan institusional dan kepemilikan manajerial. Perusahaan yang mempunyai hubungan kontraktual dengan pemangku kepentingan asing baik dalam kepemilikan maupun perdagangan akan mendapat dukungan penuh untuk menjalankan praktik CSR di lingkungannya (Sissandhy, 2. Pengungkapan Media Menurut Respati & Hadiprajitno . menyatakan bahwa pengungkapan media adalah bagaimana perusahaan memanfaatkan media yang tersedia untuk mengkomunikasikan dan mempublikasikan identitas dan informasi perusahaan terkait dengan aktivitas yang dilakukan perusahaan. Perusahaan dapat mengkomunikasikan kegiatan perusahaannya dengan memanfaatkan media yang ada, salah satunya adalah internet . ebsite resmi perusahaa. Pengungkapan media yang dilakukan dalam penelitian ini adalah media internet yaitu website resmi Mengkomunikasikan CSR melalui media internet akan memudahkan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam mengakses informasi dan kegiatan yang dilakukan perusahaan, karena seiring berjalannya waktu teknologi semakin canggih dan semakin efektif serta mudah memperoleh informasi (Tidar, 2. Hubungan pengungkapan media dengan pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) didasarkan pada teori legitimasi yaitu motivasi perusahaan untuk melakukan pengungkapan CSR dalam meningkatkan reputasi perusahaan. Mengkomunikasikan dan mempublikasikan CSR yang dikeluarkan perusahaan melalui website akan memudahkan pemangku kepentingan dalam mencari laporan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dan diharapkan masyarakat mengetahui kegiatan sosial yang dilakukan perusahaan. Semakin tinggi pengungkapan media perusahaan menunjukkan peningkatan reputasi perusahaan di mata pemangku kepentingan, sehingga pengungkapan CSR juga akan semakin tinggi. Pemanfaatan pengungkapan CSR melalui situs resmi perusahaan akan mampu meningkatkan reputasi perusahaan di mata pemangku kepentingan (Tidar, 2. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Kepemilikan saham pemerintah merupakan keadaan dimana pemerintah memiliki saham perusahaan (Cornett, 2. dalam (Hunardy & Tarigan, 2. Pemilihan kepemilikan pemerintah dalam penelitian ini didasarkan pada kepemilikan pemerintah yang akan membantu dalam penyatuan kepentingan antara manajer dan pemegang saham (Hunardy & Tarigan, 2. Kepemilikan saham pemerintah memungkinkan bisnis beroperasi dengan cara yang sesuai dengan kepentingan pemerintah (Salsabilla et al. , 2. Menurut Ghazali . dalam (Salsabilla et al. , 2. perusahaan yang terdapat kepemilikan pemerintah akan lebih banyak memberikan informasi Corporate Social Responsibility (CSR) dalam laporan tahunan perusahaannya. Menurut Nugroho . kepemilikan saham pemerintah diharapkan menghasilkan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih besar, karena pemerintah harus mengedepankan transparansi di kalangan perusahaan publik. Berdasarkan uraian tersebut maka dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H1: Diduga Kepemilikan Saham Pemerintah berpengaruh terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021. Pengaruh Kepemilikan Saham Asing terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Kepemilikan saham asing adalah banyaknya saham yang dimiliki oleh pihak asing . rang asin. baik perorangan maupun lembaga terhadap saham perusahaan di Indonesia (Darma et al. , 2. Kepemilikan asing dapat dianggap sebagai pihak yang menentukan dan memiliki kesadaran terhadap pelaksanaan CSR. Hal ini dipicu oleh adanya anggapan bahwa kepemilikan asing lebih fokus pada pengawasan manajemen dalam mengawasi perusahaan untuk melakukan aktivitas sosial di perusahaan. Perusahaan dengan kepemilikan asing akan didukung penuh dalam menjalankan kegiatan lingkungan dan sosial untuk menarik pemangku kepentingan sehingga dapat memberikan kehadiran yang tinggi dalam jangka panjang bagi perusahaan tersebut (Kardiyanti & Dwirandra, 2. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H2: Diduga kepemilikan saham asing berpengaruh terhadap pengungkapan Corporate Social Responsibility pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021. Pengaruh Pengungkapan Media terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pengungkapan media adalah keterbukaan informasi yang berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan oleh suatu perusahaan melalui suatu media, salah satu media yang dapat digunakan adalah website resmi perusahaan. Mengkomunikasikan kegiatan Corporate Social Responsibility melalui media akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat dan dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat dan pemangku kepentingan (Tidar, 2. Media merupakan pusat perhatian masyarakat mengenai suatu perusahaan. Mengkomunikasikan kegiatan Corporate Social Responsibility melalui media perusahaan akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 masyarakat, hal ini sesuai dengan teori legitimasi yang menjelaskan bahwa perusahaan beroperasi dalam lingkungan eksternal yang terus berubah dan perusahaan berusaha memastikan bahwa perilakunya sesuai dengan batasan dan norma masyarakat (Darma et al. , 2. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H3: Diduga pengungkapan media berpengaruh terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Secara Bersama-sama Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Menurut Nugroho . kepemilikan saham pemerintah diharapkan menghasilkan pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih besar, karena pemerintah harus mengedepankan transparansi di kalangan perusahaan publik. Sementara perusahaan dengan kepemilikan asing akan didukung penuh dalam menjalankan kegiatan lingkungan dan sosial untuk menarik pemangku kepentingan sehingga dapat memberikan kehadiran yang tinggi dalam jangka panjang bagi perusahaan tersebut (Kardiyanti & Dwirandra, 2. Dan mengkomunikasikan kegiatan Corporate Social Responsibility melalui media perusahaan akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata masyarakat (Darma et al. , 2. Menurut Asrida . kepemilikan saham pemerintah dan kepemilikan saham asing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di BEI. Sedangkan media exposure berpengaruh positif terhadap CSR Disclosure (Pangestika & Harjanti, 2. Berdasarkan uraian tersebut maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut: H4: Diduga kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing, dan pengungkapan media secara bersama-sama berpengaruh terhadap pengungkapan CSR pada perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di BEI tahun 2019-2021. Kepemilikan Saham Pemerintah (X. Kepemilikan Saham Asing (X. Pengungkapan CSR (Y) Pengungkapan Media (X. Sumber: Data Olahan . Gambar 1. Model Penelitian METODOLOGI PENELITIAN Desain Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu penelitian Deskriptif Kuantitatif. Menurut Hamdi & Baharuddin . Penelitian Deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau pada saat yang lampau. Pengertian kuantitatif menurut Sugiyono . merupakan metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, alat penelitian digunakan dalam pengumpulan data, dan analisis data bersifat kuantitatif/statistik, tujuannya adalah untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Corporate Social Responsibility CSR dalam penelitian ini diproksi menggunakan rasio pengungkapan CSR atau pengungkapan CSR. Penelitian ini menggunakan tabel checklist dengan indikator pengungkapan CSR yang dikeluarkan oleh Global Reporting Initiative (GRI). Indikator pengungkapan CSR yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks GRI G4 yang dibuat oleh GRI. Pedoman standar G4 mencakup 6 dimensi pelaporan yaitu kinerja ekonomi, lingkungan hidup, ketenagakerjaan, hak asasi manusia, kinerja sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab produk dengan total 91 indikator (GRI, 2. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Tabel 1. Indikator Indeks GRI G4 Indikator Ekonomi Lingkungan Buruh dan Kenyamanan Kerja Hak asasi Manusia Masyarakat Sosial Tanggung Jawab Produk Jumlah Item Jumlah Item Sumber: GRI G4, w. Pengukuran pengungkapan CSR ini menggunakan variabel dummy. Caranya dengan mencocokkan pengungkapan yang dilakukan perusahaan dengan tabel checklist. Jika item pada tabel checklist diungkapkan oleh perusahaan diberi nilai 1, jika tidak diungkapkan diberi nilai 0. Kemudian semua item yang bernilai 1 dijumlahkan dan dibandingkan dengan item yang ada pada tabel checklist tersebut. jumlah total item dalam tabel daftar periksa. Rumus pengukuran rasio pengungkapan CSR adalah sebagai berikut: yayaya CSRDI = Oc ya y yayaya% Keterangan: CSRDI = Pengungkapan CSR Perusahaan Oc Xyi = Banyaknya item bernilai satu di perusahaan n . = . = Jumlah total item indikator pengungkapan CSR Kepemilikan Saham Pemerintah Kepemilikan saham pemerintah merupakan keadaan dimana pemerintah memiliki saham perusahaan (Cornett, 2. dalam (Hunardy & Tarigan, 2. Kepemilikan tersebut dapat dilihat pada laporan tahunan perseroan tahun Pengukuran kepemilikan pemerintah yang digunakan dalam penelitian ini sebelumnya digunakan oleh beberapa penelitian terdahulu yaitu penelitian (Nugroho, 2. dan (Hunardy & Tarigan, 2. ycyeayeyeIyeeyeayeayeIyeayei ycyeOyeCyeeyeI ycyeoyeayeIyeeyeiyeOyeOyec = ycyeayeiyeCyes ycyeayeyeIyeeyeayeayeIyeayei ycyeOyeCyeeyeI ycyeoyeayeIyeeyeiyeOyeOyec y yayaya% ycAyenyeayeEyeIyee yeayeN ycyeOyeCyeeyeIyei ycyenyeiyeiyeiyeCyeayeIyeOyeayeO Kepemilikan Asing Kepemilikan saham asing adalah banyaknya saham yang dimiliki oleh pihak asing . uar neger. baik perorangan maupun lembaga terhadap saham perusahaan di Indonesia (Darma et al. , 2. Kepemilikan asing di suatu perusahaan juga demikian dapat menjadi alat monitoring perusahaan sehingga seluruh dapat memperoleh informasi perusahaan secara menyeluruh (Aminah & Udhma, 2. Kepemilikan ini terlihat pada laporan tahunan perseroan tahun 2019-2021. Menurut (Sissandhy, 2. pengukuran kepemilikan saham asing dapat dirumuskan sebagai berikut: ycyeayeeyeIyeOyeOyea ycyeoyeayeIyeeyeiyeOyeOyec = ycyeayeayenyeayei yeayeN ycyeayeeyeIyeOyeOyea ycyeOyeCyeeyeI ycyeoyeayeIyeeyeiyeOyeOyec y yayaya% ycAyenyeayeEyeIyee yeayeN ycyeOyeCyeeyeIyei ycyenyeiyeiyeiyeCyeayeIyeOyeayeO Pengungkapan Media Pengungkapan media adalah bagaimana perusahaan menggunakan media yang tersedia untuk mengkomunikasikan dan mempublikasikan identitas dan informasi perusahaan terkait dengan aktivitas yang dilakukan perusahaan. Penelitian ini mengukur pengungkapan media dengan variabel dummy yaitu dengan memberikan nilai 1 bagi perusahaan yang mengungkapkan kegiatan CSR di situs resmi perusahaan dan 0 bagi perusahaan yang tidak mengungkapkan kegiatan CSR di situs resmi perusahaan (Respati & Hadiprajitno, 2. Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan Food and Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019Ae2021, yaitu sebanyak 43 . mpat puluh tig. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling. Total perusahaan yang memenuhi kriteria 25y3 tahun menjadi 75 sampel dalam penelitian ini. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi Statistical Package for the Social Science (SPSS) 25th edition. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis statistik deskriptif, uji koefisien determinasi, uji asumsi klasik . ji normalitas data, uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelas. serta uji hipotesis . nalisis regresi linear berganda, uji parsial, dan uji simulta. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 2. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Kepemilikan Saham Pemerintah Kepemilikan Saham Asing Pengungkapan Media CSR Valid N . Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Berdasarkan tabel di atas, hasil mengenai analisis statistik dapat dijelaskan sebagai berikut: Kepemilikan Saham Pemerintah Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif di atas terlihat bahwa kepemilikan saham pemerintah memiliki nilai minimum sebesar 0,00 dan nilai maksimum sebesar 0,26. Nilai rata-rata . sebesar 0,0269 dan nilai standar deviasi sebesar 0,07016. Nilai mean tersebut lebih kecil dari nilai standar deviasinya, artinya data variabel kepemilikan saham pemerintah bervariasi dan tersebar jauh dari nilai meannya. Kepemilikan Saham Asing Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif di atas terlihat bahwa kepemilikan saham asing memiliki nilai minimum sebesar 0,00 dan nilai maksimum sebesar 0,94. Nilai rata-rata . sebesar 0,2184 dan nilai standar deviasi sebesar 0,28728. Nilai mean tersebut lebih kecil dari nilai standar deviasinya, artinya data variabel kepemilikan saham asing bervariasi dan tersebar jauh dari nilai mean. Pengungkapan Media Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif di atas menunjukkan bahwa perusahaan mengungkapkan tanggung jawab sosialnya pada situs resmi perusahaan. Variabel pengungkapan media diukur menggunakan variabel dummy. Pada tabel di atas nilai maksimumnya adalah 1, sedangkan nilai minimumnya adalah 0. Nilai rata-rata . adalah 0,6800 dan nilai standar deviasinya adalah 0,46962. Nilai mean lebih besar dari nilai standar deviasi, artinya data pada variabel pengungkapan media ini menunjukkan variasi yang lebih sedikit atau deviasi data yang rendah sehingga data terpusat pada nilai mean. Pada variabel pengungkapan media dari 25 perusahaan ini menunjukkan terdapat 17 perusahaan yang mengungkapkan CSR pada situs resmi perusahaan, sedangkan sisanya sebanyak 8 perusahaan tidak mengungkapkan CSR pada situs resmi perusahaan. Pengungkapan CSR Berdasarkan hasil uji statistik deskriptif di atas menunjukkan bahwa variabel pengungkapan CSR mempunyai nilai minimum sebesar 0,02 dan nilai maksimum sebesar 0,58. Nilai mean pengungkapan CSR sebesar 0,2561 dan nilai standar deviasi sebesar 0,21122, nilai mean tersebut lebih besar dari nilai standar deviasi, artinya data variabel pengungkapan CSR menunjukkan variasi yang kurang atau rendah. data sehingga data terpusat dari nilai Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 3. Hasil Analisis Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Predictors: (Constan. Pengungkapan Media. Kepemilikan Saham Asing. Kepemilikan Saham Pemerintah Dependent Variable: CSR Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Berdasarkan tabel diatas disebutkan bahwa gain dari nilai Adjusted R Square sebesar 0,233. Artinya pengungkapan CSR dapat dijelaskan oleh variabel-variabel dalam penelitian ini yaitu Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media sebesar 23,3%, sedangkan sisanya sebesar 76,7% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Uji Normalitas Data Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters a, b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Exact Sig. -taile. Point Probability Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Pengujian normalitas pada penelitian ini dilakukan sebanyak 2 . Pasalnya pada uji normalitas pertama dengan menggunakan Asymptotic Test diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 . ,001 < 0,. yang berarti data variabel tidak berdistribusi normal. Maka peneliti melakukan uji normalitas yang kedua, dalam menentukan nilai signifikansinya menggunakan pilihan Exact pada kotak dialog Exact Test. Penyebabnya adalah nilai data variabelnya kecil. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,099 . ,099 > 0,. yang berarti data variabel berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Tabel 5. Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF (Constan. Kepemilikan Saham Pemerintah Kepemilikan Saham Asing Pengungkapan Media Dependent Variable: CSR Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Berdasarkan tabel diatas terlihat nilai VIF pada variabel Kepemilikan Saham Pemerintah sebesar 1,452, variabel Kepemilikan Saham Asing sebesar 1,134, dan Pengungkapan Media sebesar 1,432 yang berarti ketiga variabel independen mempunyai nilai VIF dibawah 10, sehingga data dinyatakan memenuhi salah satu asumsi uji multikolinearitas, namun untuk melihat bahwa data tersebut benar-benar terbebas dari multikolinearitas maka perlu diperhatikan juga nilai toleransinya, yaitu masing-masing ketiga variabel tersebut menunjukkan adanya nilainya di atas 0,10 yang berarti data tersebut tidak terjadi multikolinearitas antar variabel independen sehingga dapat dilanjutkan dengan pengujian lebih lanjut yaitu uji heteroskedastisitas. Uji Heterosedastisitas Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Berdasarkan gambar di atas terlihat grafik scatterplot antara nilai prediksi variabel dependen ZPRED dengan sisa SRESID yang terlihat jelas bahwa hasil data tidak membentuk pola dan titik-titik tersebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi dapat dinyatakan bahwa model regresi tidak mengandung asumsi Uji Autokorelasi Tabel 6. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Adjusted R Std. Error of the Model R Square Durbin-Watson Square Estimate Predictors: (Constan. Pengungkapan Media. Kepemilikan Saham Asing. Kepemilikan Saham Pemerintah Dependent Variable: CSR Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Pada tabel diatas hasil uji autokorelasi menunjukkan nilai yang diperoleh Durbin-Watson sebesar 0,807. Sesuai dengan keputusan yang telah dijelaskan pada penelitian ini maka nilai DW pada model regresi dapat dikatakan tidak terjadi autokorelasi, karena nilai -2 < 0,807 < 2 dan dapat dikatakan model regresi tidak terjadi Uji Hipotesis Tabel 7. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Beta Model Std. Error (Constan. Kepemilikan Saham Pemerintah Kepemilikan Saham Asing Pengungkapan Media Dependent Variable: CSR Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Berdasarkan hasil uji regresi pada tabel di atas, diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai Y = 0,052 0,8131 0,0882 0,2403 e Nilai konstanta sebesar 0,052 mempunyai arti jika variabel Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing dan Pengungkapan Media bernilai 0, maka variabel CSR bernilai 0,052. Variabel Kepemilikan Saham Pemerintah (X. mempunyai pengaruh positif sebesar 0,813 artinya jika Kepemilikan Saham Pemerintah bertambah 1 satuan maka pengungkapan CSR akan meningkat sebesar 0,813 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Variabel Kepemilikan Saham Asing (X. berpengaruh positif sebesar 0,088 artinya jika Kepemilikan Saham Asing bertambah 1 satuan maka pengungkapan CSR akan meningkat sebesar 0,088 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Variabel Pengungkapan Media (X. berpengaruh positif sebesar 0,240 artinya apabila Pengungkapan Media meningkat sebesar 1 satuan maka pengungkapan CSR akan meningkat sebesar 0,240 dengan asumsi variabel independen lainnya tetap. Uji Parsial Tabel 8. Hasil Uji-t Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Error Beta Sig. Model (Constan. Kepemilikan Saham Pemerintah Kepemilikan Saham Asing Pengungkapan Media Dependent Variable: CSR Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa signifikansi setiap variabel mempunyai nilai signifikansi yang berbeda-beda, yaitu bahwa: Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Kepemilikan saham pemerintah mempunyai nilai signifikan sebesar 0,031 < 0,05 artinya kepemilikan saham pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR sehingga hipotesis pertama yang menyatakan kepemilikan saham pemerintah berpengaruh terhadap pengungkapan CSR diterima. Kepemilikan saham asing mempunyai nilai signifikansi sebesar 0,273 > 0,05 artinya kepemilikan saham asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR sehingga hipotesis kedua yang menyatakan kepemilikan saham asing berpengaruh terhadap pengungkapan CSR ditolak. Pengungkapan media mempunyai nilai signifikansi 0,000 < 0,05 artinya pengungkapan media berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan pengungkapan media berpengaruh terhadap pengungkapan CSR diterima. Uji Simultan Tabel 9. Hasil Uji-F Model ANOVAa Sum of Squares Mean Square Sig. Regression Residual Total Dependent Variable: CSR Predictors: (Constan. Pengungkapan Media. Kepemilikan Saham Asing. Kepemilikan Saham Pemerintah Sumber: Data Olahan SPSS versi 25 . Untuk menginterpretasikan data pada tabel diatas, yaitu dengan mengambil keputusan berdasarkan probabilitas dengan melihat nilai signifikan < 0,05. Artinya, dapat dinyatakan bahwa variabel kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing dan pengungkapan media secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pengungkapan CSR. Hasil output SPSS di atas menunjukkan angka F hitung sebesar 8,505 dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Karena tingkat probabilitas signifikan 0,000 < 0,05 maka hipotesis keempat diterima. Artinya, kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing, dan pengungkapan media secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR. Pembahasan Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Tabel 8, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kepemilikan saham pemerintah berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR sehingga hipotesis pertama (H. Hasil ini mendukung penelitian Karina & Yuyetta . yang menyatakan bahwa semakin besar tingkat persentase kepemilikan saham pemerintah, maka semakin luas pula pengungkapan aktivitas corporate social responsibility pada laporan tahunan perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Karina & Yuyetta . dan Salsabilla et al. , . menyatakan bahwa terdapat pengaruh kepemilikan saham pemerintah terhadap pengungkapan CSR. Menurut Karina & Yuyetta . pemerintah mengawasi dan memperhatikan kinerja perusahaan. Kinerja ini tercermin dalam laporan tahunan perusahaan, termasuk didalamnya pelaporan aktivias atau tanggung jawab sosial Pemerintah menekan perusahaan untuk mengungkapkan corporate social responsibility dalam laporan tahunan perusahaan sebagai bentuk pelaksanaan good corporate governance. Pengaruh Kepemilikan Saham Asing Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Tabel 8, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Kepemilikan Saham Asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR sehingga hipotesis kedua (H. Hasil ini mendukung penelitian Darma et al. yang menyatakan bahwa pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan tidak dipengaruhi oleh jumlah saham yang dimiliki asing dalam perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Darma et al. , . dan Kardiyanti & Dwirandra . yang menyatakan kepemilikan asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Hal ini dikarenakan kemungkinan kepemilikan asing pada perusahaan di Indonesia secara umum belum mempedulikan masalah lingkungan dan sosial sebagai isu kritis yang harus secara luas untuk diungkapkan dalam laporan tahunan dan laporan berkelanjutan, maka dari itu dapat dinyatakan bahwa besar atau kecilnya persentase kepemilikan asing pada suatu perusahaan tidak mempengaruhi pengungkapan CSR yang dilakukan perusahaan tersebut (Darma et , 2. Pengaruh Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Tabel 8, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Pengungkapan Media berpengaruh positif terhadap pengungkapan CSR sehingga hipotesis ketiga (H. Hasil ini mendukung penelitian Darma et al. , . yang menyatakan bahwa perusahaan yang menyajikan informasi kegiatan corporate social responsibility dalam website resminya akan cenderung mengungkapkan corporate social responsibility secara lebih luas dalam laporan tahunan dan laporan keberlanjutan perusahaan. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Darma et al. , . Respati & Hadiprajitno . , dan Trijaya & Riswandari . yang menyatakan bahwa pengungkapan media berpengaruh positif terhadap pengungkapan corporate social responsibility. Hal ini dikarenakan perusahaan yang mengungkapkan kegiatan sosialnya pada website resmi perusahaan dinilai terbuka terhadap masyarakat luas karena dapat diakses oleh masyarakat secara umum untuk legitimasi perusahaan. Penyajian kegiatan sosial mampu memberikan informasi yang cukup dan jelas kepada masyarakat umum yang masih awam, jika dibandingkan dengan pemahaman laporan tahunan perusahaan. Sedangkan laporan tahunan perusahaan akan mampu memberikan informasi yang lebih detail terkait kegiatan sosial yang dilakukan selama periode tersebut yang sifatnya lebih spesifik untuk para pemangku kepentingan di perusahaan (Darma et al. , 2. Perusahaan yang secara sukarela mengungkapkan informasi kegiatan perusahaannya di website resmi perusahaan dinilai peduli terhadap citra perusahaan dan dapat memberikan pandangan positif masyarakat terhadap perusahaan itu sendiri, terlebih lagi media website mudah untuk dicari dan dipahami oleh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Secara Bersama-sama Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Berdasarkan Tabel 9, hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing, dan pengungkapan media secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR, sehingga hipotesis keempat (H. Hasil ini mendukung penelitian Asrida . yang mengatakan bahwa kepemilikan saham pemerintah dan kepemilikan saham asing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan tanggung jawab sosial perusahaan. Dan menurut Pangestika & Harjanti . media exposure berpengaruh positif terhadap CSR Disclosure. Perusahaan yang menggabungkan kepentingan pemerintah untuk kesejahteraan umum, standar tinggi yang dibawa oleh investor asing, dan pengawasan publik melalui media menciptakan lingkungan yang mendukung peningkatan pengungkapan CSR. Perusahaan yang berada dalam kondisi ini cenderung lebih proaktif dan transparan dalam melaporkan aktivitas CSR mereka, sehingga meningkatkan reputasi dan keberlanjutan mereka di mata pemangku kepentingan dan masyarakat luas. PENUTUP Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: Hasil pengujian secara parsial: Kepemilikan saham pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR. Kepemilikan saham asing tidak berpengaruh terhadap pengungkapan CSR. Pengungkapan media berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengungkapan CSR. Hasil pengujian secara simultan diketahui tingkat signifikansinya, yaitu variabel independen antara lain kepemilikan saham pemerintah, kepemilikan saham asing, dan pengungkapan media secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan CSR. DAFTAR RUJUKAN Agoes. Sukrisno & Ardana. Etika Bisnis dan Profesi (Edisi Revis. Jakarta: Salemba Empat. Aminah. , & Udhma. Pengaruh Kepemilikan Asing. Leverage dan Status Perusahaan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR). Jurnal Akuntansi Dan Teknologi Keuangan, 1. , 1Ae10. https://doi. org/10. 56854/atk. Andryany. Yuliandari. , & Zutilisna. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Leverage dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi pada Perusahaan BUMN di Indonesia tahun 2014-2. Asrida. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah Dan Kepemilikan Saham Asing Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dengan Ukuran Perusahaan Dan Profitabilitas Sebagai Variabel Kontrol (Studi Empiris Pada Perusahaan Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesi. Jumal Akuntansi Riset. Prodi Akuntansi UPI. Vol. No. 2, 652-668. Bawono. , & Haryanto. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Leverage. Profitabilitas. Cakupan Operasional Perusahaan, dan Sertifikasi ISO 14001 Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2012-2. Diponegoro Journal of Accounting, 4. , 1Ae12. http://ejournal-s1. id/index. php/accounting Darma. Arza. , & Halmawati. Pengaruh Pengungkapan Media. Kinerja Lingkungan Dan Kepemilikan Asing Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsbility: Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 1. , 78Ae89. https://doi. org/10. 24036/jea. Fahrizqi. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Luas Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Cs. Dalam Laporan Tahunan Perusahaan. Disability and Rehabilitation, 20. , 87Ae108. https://doi. org/10. 1016/j. 002http://onlinelibrary. com/doi/10. 1002/msc. bstracthttp://w. uk/media/liverpoolhope/contentassets/documents/learningandteachingre sources/media,12787,en. pdf#page=115http://pxjournal. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024 ISSN 2527-8223 Fatchan. , & Trisnawati. Pengaruh Good Corporate Governance pada Hubungan antara Sustainability Report dan Nilai Perusahaan (Studi Empiris Perusahaan Go Public di Indonesia Periode 2014-2. Riset Akuntansi Dan Keuangan Indonesia, 1. , 25Ae34. https://doi. org/10. 23917/reaksi. Financials. Garudafood. Indofood, dan Wings digugat Rp4 miliar karena dinilai merusak lingkungan. Idn Financials. https://w. com/id/news/36290/garudafood-indofood-wings-facinglawsuit-surabaya Ghozali. Aplikasi Analisis Multivarite dengan SPSS (Edisi Keempa. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivarite dengan Program IBM SPSS 22. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali. Aplikasi Analisis Multivarite dengan Program IBM SPSS 25 (IX). Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. GRI. G4 Sustainability Reporting Guidelines - Part 1: Reporting Principles and Standard Disclosures. Global Reporting Initiative. Hamdi. , & Baharuddin. Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan. CV BUDI UTAMA. Hyrisch. Freeman. , & Schaltegger. Applying Stakeholder Theory in Sustainability Management: Links. Similarities. Dissimilarities, and a Conceptual Framework. Organization and Environment, 27. , 328Ae346. https://doi. org/10. 1177/1086026614535786 Hunardy. , & Tarigan. Pengaruh Kepemilikan Pemerintah Terhadap Kinerja Keuangan Melalui Dewan Komisaris Independen Sebagai Variabel Intervening. Business Accounting Review, 5. , 602Ae Indika. Pengaruh Struktur Kepemilikan dan Leverage Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility pada Perusahaan Manufaktur Yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. 2007, 103Ae120. Indraswari. , & Astika. Pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, dan kepemilikan saham publik terhadap pengungkapan CSR. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana 11. : 289-302, 1, 289Ae302. Kardi. Direktur PT di Riau Jadi Tersangka Pencemaran Lingkungan Bengkalis. CNN Indonesia. https://w. com/nasional/20220927163329-12-853324/direktur-pt-di-riau-jaditersangka-pencemaran-lingkungan-bengkalis Kardiyanti. , & Dwirandra. Pengaruh Profitabilitas. Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Asing pada Pengungkapan CSR. E-Jurnal Akuntansi, 30. , 3066Ae3080. Karina. , & Yuyetta. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan CSR. Diponegoro Journal of Accounting, 2. , 1Ae12. Lindawati. , & Puspita. Corporate Social Responsibility: Implikasi Stakeholder dan Legitimacy Gap dalam Peningkatan Kinerja Perusahaan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma JAMAL, 6, 1Ae174. Mardikanto. Corporate Social Responsibility (Tanggung Jawab Sosial Korporas. Bandung: Alfabeta. Nayenggita. Raharjo. , & Resnawaty. Praktik Corporate Social Responsibility (CSR) di Indonesia. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 2. , 61Ae66. https://doi. org/10. 28918/jupe. Nugraha. Pengaruh Corporate Social Responsibility. Ukuran Perusahaan. Profitabilitas. Leverage dan Capital Intensity Terhadap Agresivitas Pajak. Diponegoro Journal of Accounting. Vol. 4 No 1Ae14. http://ejournal-s1. id/index. php/accounting Nugroho. Analisis Hubungan Antara Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Karakteristik Tata Kelola. Universitas Diponegoro. Pangemanan. Pengertian Corporate Social Responsibility (CSR). Jenis, dan Tujuan. Media Indonesia. https://mediaindonesia. com/ekonomi/533713/pengertian-corporate-social-responsibility-csrjenis-dan-tujuan Pangestika. dan Harjanti W. Pengaruh Media Exposure dan Kepemilikan Asing Terhadap Corporate Social Responsibility Expenditure dan Corporate Social Responsibility Disclosure (Studi Empiris pada Seluruh Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2. Reviu Akuntansi dan Bisnis Indonesia. Vol. 1 No. Hlm: 78-89. Juli. Website: http://journal. id/index. php/rab Puspitoningrum. Pencemaran Lingkungan PT Pajitex Pekalongan. Dari Gangguan Kesehatan hingga Kriminalisasi Warga. Idn Times Jateng. https://jateng. com/news/jateng/anggunpuspitoningrum-1/pencemaran-lingkungan-pt-pajitex-pekalongan-dari-gangguan-kesehatan-hinggakriminalisasi-warga?page=all Rahayu. , & Anisyukurlillah. Pengaruh Kepemilikan Saham Publik. Profitabilitas dan Media Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial. Accounting Analysis Journal, 4. , 1Ae9. http://journal. id/sju/index. php/aaj Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Kepemilikan Saham Asing, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan CSR (Rona Naula Oktaviani. Debby Pusparini. Oscar Yenas. Sisk. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis ISSN 2527-8223 Ramli. , & Kartini. Manajemen Strategik & Bisnis (Cetakan P. Jakarta: Bumi Aksara. Respati. Rheza Dwi & Hadiprajitno. Analisis Pengaruh Profitabilitas. Leverage. Ukuran Perusahaan. Tipe Industri, dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2. Diponegoro Journal of Accounting, 4. , 338 - 348. Rilis Prokopim Setda Kabupaten Bekasi. Ini Pelanggaran Pencemaran Lingkungan Oleh PT KSA di Cikarang Barat. Bekasikab. Go. Id. https://bekasikab. id/ini-pelanggaran-pencemaran-lingkungan-olehpt-ksa-di-cikarang-barat Rokhlinasari. Teori - Teori dalam Pengungkapan Informasi Corporate Social Responsibility Perbankan. Rosidah. Almunawwaroh. , & Marliana. Ri. Akuntansi Manajemen . Cetakan ed. Mujahid Press. http://repository. id/id/eprint/3771 Safitri & Muid. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Profitabilitas. Leverage. Capital Intensity dan Ukuran Perusahaan terhadap Tax Avoidance (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2. Diponegoro Journal of Accounting, 9. , 1Ae http://ejournal-s1. id/index. php/accounting Salsabilla. Alvi Ikhsanyah. Eni Indriani, & Nungki Kartikasari. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Bumn. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 2. , 394Ae406. https://doi. org/10. 29303/risma. Siska. Halimahtussakdiah, & Harahap. Pengaruh Corporate Social Responsibility. Tingkat Utang Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Agresivitas Pajak Perusahaan Sektor Industri Barang Konsumsi Yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2018 - 2020. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 3. , 569Ae594. http://journal. com/index. php/msej Sissandhy A. K, and Sudarno. Pengaruh Kepemilikan Asing Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Intervening. Diponegoro Journal of Accounting, vol. 3, no. 2, pp. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Sumilat. Hillary & Destriana. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengungkapan Corporate Social Responsibility. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 19. , 129Ae140. Syairozi. Pengungkapan CSR Pada Perusahaan Manufaktur dan Perbankan. Magelang: Tidar Media. Tangerang. Warga Keluhkan Limbah Pabrik PT. Mayora ke Sungai Kunir. Monitor Tangerang. https://monitortangerang. com/warga-keluhkan-limbah-pabrik-pt-mayora-ke-sungai-kunir/ Tidar. Pengaruh Media Disclosure dan Kinerja Keuangan Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2013-2. Trijaya. , & Riswandari. Pengaruh Ukuran Perusahaan. Umur Perusahaan Dan Pengungkapan Media Terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSRD). A Ekonomi. Manajemen Dan A, 20. , 28Ae37. http://jurnalwahana. id/wahana/article/view/127 Ulum. Intellectual Capital Model Pengukuran. Framework Pengungkapan, dan Kinerja Organisasi. Malang: UMM Press. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Walhi. Bertahun-tahun Menjadi Korban Pencemaran Lingkungan. Warga Sukoharjo dan Pekalongan Laporkan PT Rum dan PT Pajitex sebagai Korporasi Pencemar Lingkungan Kepada KLHK. Komnas HAM, dan Komnas Perempuan. Walhi. https://w. id/bertahun-tahun-menjadi-korbanpencemaran-lingkungan-warga-sukoharjo-dan-pekalongan-laporkan-pt-rum-dan-pt-pajitex-sebagaikorporasi-pencemar-lingkungan-kepada-klhk-komnas-ham-dan-komnas-perempuan Yani. , & Suputra. Pengaruh Kepemilikan Asing. Kepemilikan Institusional dan Leverage terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility. E-Jurnal Akuntansi, 30. , 1196. https://doi. org/10. 24843/eja. Yoantha. Ginting. Suhaidi, & Siregar. Akibat Hukum Pembelian Saham Perusahaan Bukan Penanaman Modal Asing oleh Warga Negara Asing atau Badan Hukum Asing. USU Law Journal, 3, 156Ae166. Yuliati. Analisis Hukum Tentang Pemilikan Saham Pada Perusahaan Penanaman Modal Asing. Tesis, 77, 1Ae168. Zulfi. Pengaruh Kepemilikan Saham Pemerintah. Tipe Industri. Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas terhadap Pengungkapan Corporate Social Responsibility Pada Perusahaan Go Publik di Indonesia (Studi Empiris Perusahaan yang Terdaftar di BEI tahun 2008-2012. Kurs : Jurnal Akuntansi. Kewirausahaan dan Bisnis--- Vol. 9 No. Juni 2024