SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. : 1-24 Copyright @ SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi pISSN: 20888236. eISSN: 27220079 DOI: 10. 46495/sdjt. Submitted: April 1, 2025 / Accepted: August 4, 2025 Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl dan Narasi Kitab Ayub: Analisis Komparatif dan Sintesis Yosep Belay Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia belay@gmail. Abstract This article examines the meaning of suffering from the perspectives of Viktor Frankl and the story of Job. The aim is to broaden the perspective on the meaning of and response to suffering through two perspectivesAitheological and psychotherapeutic. The research method uses descriptive and comparative analysis to examine and compare data. The research data uses primary and secondary sources, both Frankl's works and other relevant sources. The research results show that there are differences between Viktor Frankl's view and Job's theology in interpreting and responding to suffering. Frankl adopts an existentialist perspective, viewing suffering as Aosuch is lifeAo and emphasising the logotherapy response . he will to meanin. to positively drive counselees in facing their suffering. Frankl's orientation focuses on the strength of the soul or the AospiritualityAo of meaning . sychology /psychotherap. Meanwhile. Job interprets suffering as part of life that is a gift from God, even though it is bad (Job 2:. Job responds to suffering with the principle of faith therapy . he will to fait. , which is oriented toward reflecting on faith in God's will and plan . Though different, these two perspectives are complementary and can be applied as pastoral reflections characterised by theologically-psychotherapeutic approaches in efforts to interpret and respond to suffering. Keywords: Theology of Suffering. Job. Viktor Emil Frankl. Logotherapy Abstrak Artikel ini mengkaji pemaknaan penderitaan perspektif Viktor Frankl dan kisah Ayub. Tujuannya memperluas cara pandang akan makna serta respons terhadap penderitaan melalui dua perspektifAiteologis dan psikoterapis. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif dan komparatif untuk mengkaji serta mengkomparasikan data. Data penelitian menggunakan sumber primer dan sekunder, baik karya Frankl maupun sumber lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada perbedaan antara pandangan Viktor Frankl dan teologi Ayub dalam memaknai serta meresponi penderitaan. Frankl bertolak dari cara pandang eksistensialisme dengan memandang penderitaan sebagai Audemikianlah hidupAy serta menekankan respons logotherapy . he will to meanin. untuk secara positif mendorong konseli dalam menghadapi penderitaannya. Orientasi Frankl berfokus pada kekuatan jiwa atau AuspiritualitasAy makna . sikologi/psikoterap. Sementara Ayub memaknai penderitaan sebagai bagian dari kehidupan yang merupakan pemberian Allah meskipun buruk (Ayb. Ayub meresponi penderitaan dengan prinsip faith-therapy . he will to fait. yang berorientasi pada refleksi iman kepada kehendak dan rencana Allah . Meski berbeda, kedua perspektif ini bersifat komplementer dan dapat diterapkan sebagai refleksi 2 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. pastoral bercirikan teologi-psikoterapis dalam usaha memaknai dan meresponi penderitaan. Kata Kunci: Teologi Penderitaan. Ayub. Viktor Emil Frankl. Logoterapi sama halnya dengan kebahagiaan. PENDAHULUAN Tema merupakan salah satu isu sentral yang muncul dalam diskusi-diskusi teologis Penderitaan bersifat universal yang dialami sebagai realitas dalam kehidupan semua manusia. Meminjam Renye Jeffery. AuSuffering is most commonly associated with pain of the mental, physical, or spiritual varieties. Ay2 Karena melibatkan rasa sakit pada mental/batin, dipandang sebagai realitas yang tidak ideal, dihindari dan sulit untuk dimaknai. Kajian krusial karena bukan hanya menyinggung ide-ide teologi-filosofis mengenai persoalan praksis kehidupan manusia itu sendiri dalam hal bagaimana Realitas prinsipnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, 1 Fransius Kusmanto. Benny Makalmai, and Christina Adelia Manullang. AuStudi Teologis Penderitaan Orang Benar Ditinjau Dari Perspektif Kitab Ayub,Ay Jurnal Semper Reformanda Vol. No. 2 Renye Jeffery. Evil and International Relations: Human Suffering in an Age of Terror (New York: Palgrave Macmillan, 2. , 20. Determinasi dialami manusia membawa konsekuensi pada rasa sakit, baik fisik maupun mental. Dominasi rasa sakit yang berkepanjangan umumnya mendestruksi manusia pada perasaan putus asa, depresi, frustasi, dan kehilangan orientasi hidupnya,4 atau yang Secara filosofis, penderitaan dibatasi dalam ruang gerak material dimana manusia sebagai makhluk hidup yang memiliki dimensi material secara logis berkonsekuensi pada penderitaan dan kematian. 5 Lebih jauh. Richard S. Sharf menjelaskan bahwa satu Kita bagaimana kita akan mati atau berapa lama kita akan hidup, tetapi kesadaran akan kematian tidak dapat dihindari. Meskipun kesadaran akan penderitaan dan kematian Ronald Schleifer. Pain and Suffering (New York: Routledge, 2. , 15. 4 Yoga Febriano. AuBencana. Penderitaan. Dan Kebahagiaan (Suatu Refleksi Filosofis Atas Penderitaan Manusia Di Tengah Bencana Dalam Perspektif Etika Eudaimonia Aristotele. ,Ay FORUM: Filsafat dan Teologi Vol. 51, no. : 28. 5 Valentinus Saeng. AuHakikat Penderitaan: Sebuah Tinjauan Filosofis,Ay in Di Mana Letak Kebahagiaan?: Penderitaan. Harta. Paradoksnya (Tinjauan Filosofis Teologi. , ed. Edison R. Tinambunan dan Kristoforus Bala (Malang: STFT Widya Sasana, 2. , 129. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl dan Narasi Kitab Ayub: Analisis Komparatif dan Sintesis . individu, realitas tersebut juga dapat mengarah pada pengembangan kehidupan terutama mengenai penderitaan. yang kreatif. 6 Fakta ini memaksa kita Dalam penderitaan juga merupakan salah satu memaknai penderitaan maupun kematian tantangan paling signifikan bagi iman dengan serius karena realitas itu sementara setiap orang percaya. Ketika rasa sakit, menghampiri kita. kesedihan, penganiayaan, atau bentuk- Pergumulan masa-masa penderitaan dalam eksistensi kehidupan kehidupan orang percaya, kita mendapati manusia merupakan salah satu fokus dari diri kita begitu rapuh, bingung, dan penuh penelitian dan pengembangan psikoterapi dengan pertanyaan. Penderitaan memang Viktor E. Frankl. Frankl mengamati dapat menguji iman hingga batasnya,8 fenomena tersebut dengan mengemukakan namun bagaimana seharusnya umat Tuhan tiga serangkai pengalamanan tragis dalam menempatkan dan memaknai penderitaan kehidupan manusia yang diwakili oleh fakta-fakta primordial, yaitu: penderitaan, pergumulan yang tidak mudah dijawab. rasa bersalah, dan kefanaan. 7 Pada konteks Pergumulan akan penderitaan demikian Frankl juga yang secara eksplisit muncul dan Ayub. Meski berbeda dengan Frankl dalam penderitaan yang menjadi bagian terberi memaknai dan meresponi penderitaan. Kitab Frankl namun Ayub mampu merepresentasikan pandangan Alkitab mengenai relasi antara memaknai penderitaan karena penderitaan eksistensi penderitaan yang hadir dalam juga merupakan bagian dari kehidupan. kehidupan umat Tuhan dan bagaimana Dengan pemaknaan serta respons yang seharusnya mereka memaknainya dan benar. Frankl berhasil mengembangkan metode logoterapi, yang secara khusus ia Dalam perjumpaan pada tema ini, gunakan sebagai pendekatan terapi makna fokus Viktor Frankl dan Kitab Ayub menggumuli tema yang sama mengenai Richard S. Sharf. Theories of Psychotherapy and Counseling: Concepts and Cases (California: Brooks/Cole, 2. , 171. 7 Viktor E. Frankl. AuLogotherapy and the Challenge of Suffering,Ay Pastoral Psychology Vol. : 26. penderitaan dengan memberikan ciri yang 8 R. Sproul. Surprised by Suffering: The Role of Pain and Death I the Christian Life (Virginia: Reformation Trust, 2. , 13. 4 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. masing-masing mengenai penderitaan dalam perspektif sehingga menarik untuk diteliti. Konsep dari Viktor Frankl dan Kitab Ayub yang Beberapa penelitian terdahulu mengenai tema penderitaan dalam perspektif kitab Ayub dan juga logoterapi sudah cukup mengenai bagaimana manusia bergumul banyak, namun dikaji secara terpisah. Pada dan meresponi penderitaan. Pemilihan tema mengenai penderitaan dan Kitab kedua tokoh tersebut didasarkan atas Ayub. Pertama, tulisan dari Yonatan Alex . sikoterapiAiFrankl dan teologiAiAyu. Arifianto. AuReflektif Penderitaan Ayub yang bukan hanya melibatkan wacana Sebagai teoretis namun juga pengalaman hidup Membangun Pondasi KekristenanAy yang terbit pada tahun 2023,10 merupakan kajian penderitaannya pada masa-masa kelam di reflektif mengenai penderitaan Ayub dan dalam kamp konsentrasi Nazi,9 sementara relevansinya bagi umat Tuhan. Kedua. Ayub tulisan dari Fransius Kusmanto. Benny Frankl Resiliensi Makalmai orang tercinta, harta kekayaan, penyakit Manullang. AuStudi Teologis Penderitaan yang menggerogoti tubuh serta pertanyaan Orang Benar Ditinjau Dari Perspektif mengenai keadilan dan providensi Tuhan Kitab AyubAy yang terbit tahun 2023. (Ayb. Meski berbeda dalam Artikel ini berfokus pada usaha menjawab pertanyaan mengenai penderitaan yang terhadap realitas namun tema pada lokus menimpa orang percaya melalui kisah keduanya sama maka perjumpaan ini Ayub. Ketiga. Jean Tris Zalukhu. Iwan memungkinkan untuk dilakukan perluasan Setiawan Tarigan, dan Ratna Saragih, wacana teoretis. AuIman dalam Penderitaan: Kajian Biblika Tujuan Christina Kristen: keterpurukan hidup atas kehilangan orang- Iman Adelia Kitab Ayub 1-2 Sebagai Upaya Peneguhan Iman KristianiAy yang terbit tahun 2024. respons serta pendekatan Frankl dan Ayub 9 Pada bagian pengantar bukunya. Frankl mengatakan: AuThis book does not claim to be an account of facts and events but of personal experiences, experiences which millions of prisoners have suffered time and again. Ay (Viktor E. Frankl. ManAos Search for Meaning (Boston: Beacon Press, 2. , 13. 10 Yonatan Alex Arifianto. AuReflektif Penderitaan Ayub Sebagai Resiliensi Iman Kristen: Membangun Pondasi Kekristenan,Ay ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. No . : 21. 11 Kusmanto. Makalmai, and Manullang. AuStudi Teologis Penderitaan Orang Benar Ditinjau Dari Perspektif Kitab Ayub,Ay 9. 12 Jean Tris Zalukhu. Iwan Setiawan Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl dan Narasi Kitab Ayub: Analisis Komparatif dan Sintesis . Fokus artikel pada prinsipnya sama dengan 14 Artikel jurnal ini mengkaji artikel lainnya, namun lokus kajiannya pendekatan konseling dan pendampingan yang dipersempit pada analisis biblika pastoral bagi penderita lupus dengan pada pasal 1 dan 2. Secara substansial, pendekatan terapi makna . Dan ketiga artikel ini berbeda dengan kajian yang ketiga, penelitian dari Yosep Belay, penulis yang mengkaji secara spesifik AuAnalisis Komparatif Konseling Pastoral mengenai makna, pemaknaan penderitaan dan Logoterapi Frankl: Teologis. Filosofis serta metode pendekatan Ayub dalam dan MetodologisAy15 yang baru terbit pada melalui masa penderitaan. bulan juni 2025 lalu. Artikel ini mengkaji Sementara pada tema logoterapi, beberapa penelitian dalam konteks teologi pastoral juga telah ada namun masih mencakup tiga bidangAiteologis, filosofis Setidaknya terdapat tiga penelitian: dan metodologis. Dua artikel logoterapi Pertama, artikel dari Irianto Putra Lengkey . rtikel satu dan du. merupakan usaha dan Jacob Daan Engel. AuKajian Makna integratif dan aplikatif dalam bidang Hidup Terhadap Pandangan Paramedis dan konseling pastoral bagi kasus tertentu Tokoh Agama Tentang Pasien Kanker dengan pendekatan logoterapi. Sementara Dari Perspektif Logoterapi FranklAy yang artikel ketiga berfokus pada analisis terbit tahun 2022. 13 Penelitian ini berfokus komparatif antara konseling pastoral dan pada usaha rehabilitasi pasien kanker logoterapi secara teologi-filosofis. Masing- melalui peran paramedis dan rohaniawan masing artikel ini memang bersinggungan. Kedua, terutama pada tema sentral logoterapi, penelitian dari Natal Ria dan Yanto Paulus namun pada perluasan teori ada spesifikasi Hermanto. AuPelayanan Konseling Pastoral yang berbeda. Secara khusus pada artikel dengan Logoterapi: Sebuah Pendekatan penulis, perbedaan jelas terlihat karena pada Makna Hidup Penderita Systemic penulis membandingkan natur dari makna Lupus Erithematosus (SLE)Ay yang terbit Tarigan, and Ratna Saragih. AuIman Dalam Penderitaan: Kajian Biblika Kitab Ayub 1-2 Sebagai Upaya Peneguhan Iman Kristiani,Ay Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Agama Vol. 2, no. No. : 1. 13 Irianto Putra Lengkey and Jacob Daan Engel. AuKajian Makna Hidup Terhadap Pandangan Paramedis Dan Tokoh Agama Tentang Pasien Kanker Dari Perspektif Logoterapi Frankl,Ay POIMEN: Jurnal Pastoral Konseling Vol. 3, no. No. : 13. Frankl (Ayub 14 Natal Ria dan Yanto Paulus Hermanto. AuPelayanan Konseling Pastoral Dengan Logoterapi:Sebuah Pendekatan Pada Makna Hidup Penderita Systemic Lupus Erithematosus (SLE),Ay Jurnal Teruna Bhakti Vol. 6, no. : 43. 15 Yosep Belay. AuAnalisis Komparatif Konseling Pastoral Dan Logoterapi Frankl: Teologis. Filosofis Dan Metodologis,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol. 8, no. No. : 54. 6 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Frank. dan kredibilitas yang signifikan meskipun semacam sintesis yang komplementer berfungsi sebagai dasar untuk kerangka sebagai perluasan teori dan aplikasi bagi pelayanan pastoral serta refleksi pribadi. Analisisnya dapat berkisar dari faktual. Dari latar belakang tersebut maka konseptual, hingga interpretatif. Analisis tujuan dari penelitian ini hendak menjawab juga dapat berkisar dari deskripsi lugas, dua rumusan masalah: Pertama, bagaimana teori dasar yang dibangun, hingga cerita konsep makna dan respons terhadap pendek yang menggugah. Hasil sebuah penderitaan menurut Viktor Frankl dan proyek penelitian kualitatif deskriptif dapat Ayub? berkisar dari jawaban yang mendalam dan mengkomparasikan kedua pandangan dan terukur hingga pertanyaan terbuka yang hasil sintesis yang memungkian untuk dari detail deskriptif yang kaya hingga daftar tema yang ringkas. Kedua. Melalui metode tersebut gagasan pokok METODE PENELITIAN Frankl dan kitab Ayub mengenai tema Mengingat luasnya tema mengenai penderitaan dalam dua perspektif yang serta instrumen dalam usaha menghadapi penderitaan sesuai variabel pada judul dan Penelitian menggunakan metode analisis deskriptif Metode merupakan bagian dari penelitian kualitatif yang berfokus pada pengkodean data dan sebagai Auanalisis tematik. Ay Pendekatan ini memberikan gambaran umum mengenai konsep dasar dari kedua pandangan. dikaji maka penulis membatasi lingkup kajian pada persoalan makna penderitaan Sementara dapat dipahami sebagai evaluasi terhadap kesamaan, perbedaan, dan asosiasi antara berbagai entitas, yang dapat mencakup pernyataan dari wawancara, simbol, studi geografis atau politik, serta perbandingan Penelitian diterapkan dalam berbagai pendekatan berdasarkan kategori emik inti dalam studi menekankan kedekatan dengan data dan Metode ini menyajikan temuan secara informasi ke dalam tema, memiliki nilai 16 John W. Creswell and J. David Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches (Los Angeles: SAGE Publications, 2. , 278. 17 Patricia Leavy. The Oxford Handbook of Qualitative Research (Oxford: Oxford University Press, 2. , 584. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl dan Narasi Kitab Ayub: Analisis Komparatif dan Sintesis . HASIL DAN PEMBAHASAN fenomenologi, perbandingan studi kasus, politik komparatif, dan analisis naratif serta wacana. Tujuan dari penelitian ini menguraikan tujuan penelitian komparatif, memberikan contoh dari bidang tersebut, serta membahas isu-isu dan masalah sentral dalam penelitian kualitatif, yang mencakup pemilihan kasus, unit, tingkat, dan skala analisis. kesetaraan konstruk. orientasi kasus atau karakteristik. serta isu Setelah dengan mengkomparasikan kedua gagasan. Hasil kemudian disintesiskan pada bagian akhir perluasan gagasan mengenai cara pandang dimensi teo-psikoterapis bagi pelayanan Data penelitian ini menggunakan sumber primer dan sekunder, baik karya-karya Frankl maupun sumber-sumber lainnya yang direduksi dan dinilai relevan. Lisa M. Given. The SAGE Encyclopedia of Qualitative Research Methods (Los Angeles: SAGE Publications, 2. , 100. Penderitaan Perspektif Viktor Frankl Makna Penderitaan Menurut Viktor Emil Frankl Sebagai seorang ahli neurolog psikiater dan filsuf. Frankl mendekati realitas penderitaan dengan cara pandang naturalis . erdasarkan perspektif psikologi moder. dan eksistensialis . erdasarkan Menurut Frankl, kehidupan secara inheren mencakup semua bentuk penderitaan yang juga muncul dalam berbagai bentuk. Cepat atau lambat, masing-masing dari kita akan mengalami masa-masa penderitaan yang berada di luar kendali kita, baik yang terkait dengan kehilangan hal-hal yang kita cintai, penyakit, atau kematian orang yang kita kasihi. 19 Penderitaan adalah bagian dari hidup yang termanifestasikan dalam berbagai bentuk. Refleksinya terhadap makna penderitaan muncul saat ia berada di kamp. Menyaksikan keadaan yang mengerikan. Frankl mengatakan. Keinginan untuk bunuh diri terbersit dalam benak hampir semua orang, meskipun hanya untuk sejenak. Keinginan itu muncul akibat situasi yang tanpa harapan, karena kematian yang selalu mengintai kami setiap hari dan setiap jam. Kedekatan dengan maut dirasakan oleh banyak tawanan 19 Viktor E. Frankl. Embracing Hope: On Freedom. Responsibility & the Meaning of Life (Boston: Beacon Press, 2. , 9. 8 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Berdasarkan pribadi yang akan saya bahas kemudian, saya berjanji kepada diri sendiri, sejak malam pertama saya tiba di kamp, bahwa saya tidak akan Auberlari ke arah kawat berduri. Ay Metode bunuh diri ini sangat populer di kampAimenyentuh kawat berduri yang dialiri aliran listrik. Penderitaan yang tiada akhir mendorong sebagian besar rekan Frankl untuk bunuh diri, namun Frankl memutuskan untuk tidak melakukan hal demikian. Suatu keputusan yang selanjutnya akan menjadi bagian penting dari salah satu komponen 21 Pada pengantar buku Frankl. Harold S. Kushner meringkas pandangan Frankl AuPenderitaan itu sejatinya tidak memiliki kitalah yang memberi makna pada Ay22 Frankl secara khusus melihat penderitaan sebagai bagian dari hidup yang perlu dimaknai secara positif. Dia mengatakan. AuJika hidup benar-benar Viktor E. Frankl. ManAos Search For Meaning (Jakarta: Noura Books, 2. , 24. 21 Frankl mengatakan. AuManusia bukan satu dari sekian banyak benda. benda-benda saling mempengaruhi, tetapi manusia benar-benar mampu membuat keputusan sendiri. Apa yang terjadi pada dirinyaAidengan dibatasi oleh semua anugerah dan lingkunganAiditentukan oleh dirinya sendiri. Contohnya di kamp konsentrasi. Di laboratorium kehidupan dan lahan uji coba ini, kami mengamati dan menyaksikan bagaimana sebagian rekan kami berperilaku seperti babi, sementara sebagian lain berperilaku seperti nabi. Manusia memiliki kedua potensi itu di dalam dirinya. potensi mana yang akan diwujudkan, tergantung dari keputusannya, bukan dari kondisinya. Ay(Viktor E. Frankl. ManAos Search Mean. , 191. 22 Harold S. Kushner. AuMencari Makna Hidup: Sebuah Pengantar,Ay in ManAos Search For Meaning (Jakarta: Noura Books, 2. , xi. memiliki makna, maka harus ada makna di dalam penderitaan. Karena penderitaan merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia, meskipun penderitaan itu merupakan nasib dan dalam bentuk Tanpa Ay23 Penderitaan memang tidak dapat dihindari namun Frankl juga dengan tegas mengatakan. AuCara kita menanggapi kesulitan benar-benar menunjukkan siapa kita, dan karenanya, juga memungkinkan kita hidup secara lebih bermakna. Ay24 Bahkan ketika menghadapi kematian yang secara tragis tidak dapat dihindari . aik oleh penyakit, bencana maupun sebagai korban perang dan kekejaman Nazi dalam Frank. Frankl mengancam, justru sebagai saksi bahwa kebebasan terakhir, yaitu kebebasan batin seseorang, tidak pernah dapat dirampas oleh situasi dan kondisi yang dideritanya. Bisa dikatakan, orang-orang seperti itu layak untuk penderitaan mereka dan cara Frankl 23 Viktor E. Frankl. ManAos Search Mean. 24 Viktor E. Frankl. Yes to Life: Katakan Ya Pada Kehidupan. Apapun Yang Terjadi (Jakarta: Noura Books, 2. , 61. 25 Viktor E. Frankl. ManAos Search Mean. 95Ae96. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl dan Narasi Kitab Ayub: Analisis Komparatif dan Sintesis . agar berjuang menemukan dan memaknai penderitaan dengan kepala tegak. Dari psikologi ilmiah yang menarik, dan ia kesadaran tersebut penderitaan dipandang sendiri berperan sebagai penelitinya. secara berbeda oleh Frankl. Bagi Frankl Dengan menemukan makna dan penderitaan merupakan instrumen yang tujuan di tengah penderitaan kamp, hidup melengkapi kehidupan manusia mengenai Frankl berubah dan bersemangat dalam makna hidupnya. Melalui penderitaan manusia dibentuk menuju manusia sejati penderitaan belum berakhir. Pengalaman karena. AuEntah kita berusaha mengubah pentingnya saat berada di dalam kamp nasib kita, jika mungkin, atau kita konsentrasi telah memberikan pemahaman kepada Frankl tentang pentingnya mencari Keduanya sama-sama makna dalam hidup. Ia melihat penderitaan pengalaman pengembangan diri melalui dan kematian sebagai pendorong untuk setiap kesulitan atau kemalangan yang kita hidup yang lebih berarti dan melakukan Ay26 hal-hal yang bermakna. Dalam kasus Frankl hari-harinya menemukan makna dalam penderitaannya dengan cara merefleksikan dan menjalani melihatnya sebagai situasi batas yang profesinya sebagai seorang ilmuwan dan memaksa individu untuk menghadapinya Ia kemudian menemukan makna dan tujuan dari penderitaan itu kematian menjadi situasi batas yang paling sendiri justru saat ia mulai menikmati profesi sebagai psikoterapis pada dirinya sendiri dan bagi rekan-rekan tahanannya. Situasi batas memberikan pemahaman Frankl mengatakan bahwa segala sesuatu yang mendalam dan penting bagi setiap yang membuat ia tertekan pada saat itu Penderitaan Frankl Bagi Frankl, makna penderitaan itu dijelaskan dari perspektif ilmiah. Dengan AucairAy dan masing-masing individu dapat pendekatan ini, ia berhasil mengatasi memberikan makna serta tujuannya sendiri situasi dan penderitaan yang dihadapi, tanpa harus menjadi putus asa, apalagi serta mengamati semua kesulitan itu sampai bunuh diri. Karena masing-masing seolah-olah semuanya terjadi di masa lalu. Frankl melihat semua tantangan yang 27 Viktor E. Frankl. ManAos Search Mean. Richard S. Sharf. Theories of Psychotherapy and Counseling: Concepts and Cases, 171. 26 Viktor E. Frankl. Yes to Life: Katakan Ya Pada Kehidupan. Apapun Yang Terjadi, 61. 10 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. individu itu unik dengan eksistensinya Frankl ada pada sisi psiko-eksistensialis yang unik pula, maka pemaknaan akan dan moralis. Frankl mendorong kesadaran penderitaan dapat dilihat berkaitan dengan dan tanggung jawab eksistensial manusia masing-masing. untuk memaknai penderitaan, menerima Dalam hal ini, setiap individu perlu nasib dan menjalaninya dengan penuh menyadari bahwa ia terhubung dengan kehormatan sebagai seorang manusia yang AusesuatuAy memiliki prinsip hidup yang kuat dan Frankl . elf- self-transcendence Aumanusia selalu menunjuk, dan diarahkan. Instrumen Metode Terapis Frankl Menghadapi Penderitaan: Logotherapy kepada sesuatu selain dirinya sendiri. Frankl secara ringkas menjelaskan lebih tepatnya, terhadap sesuatu atau terhadap makna yang harus dipenuhi, atau terhadap manusia lain untuk ditemui dengan penuh kasih. Ay29 Sesuatu itu dapat merujuk kepada seseorang yang dikasihi, hobi, seni, pekerjaan atau juga Tuhan. Dan melalui relasi emosional yang mendalam dengan AusesuatuAy itu, seseorang mampu meskipun kemungkinan terburuknya ia Namun setidaknya ia tidak mati dan dikenang sebagai manusia tidak bermoral . tetapi sebagai seorang yang mulia . karena nilai-nilai eksistensial yang Penekanan AulogoterapiAisesuai namanya sendiri merupakan psikoterapi yang berpusat pada makna. Ay31 Teori ini bukan sekadar gagasan teoritis, karena Frankl secara langsung menerapkan pada pengalaman hidupnya ketika ia berada di dalam kamp konsentrasi. AuMemang, kamp konsentrasi yang saya alami berfungsi mengonfirmasi salah satu prinsip utama logoterapi, yaitu teori yang menyatakan bahwa orientasi makna dasar seorang individuAiatau, seperti yang biasa saya "keinginan Secara makna"Ai berbasis makna. Pendekatan analisisnya 29 Viktor E. Frankl. The Doctor and The Soul: From Psychotherapy to Logotherapy (New York: Vintage Books, 1. , 271. 30 H. Bastaman. Logoterapi: Psikologi Untuk Menemukan Makna Hidup Dan Meraih Hidup Bermakna (Jakarta: Rajawali Press, 2. , 31 Viktor E. Frankl. The Doctor and The Soul: From Psychotherapy to Logotherapy, 9. 32 Viktor E. Frankl. The Doctor and The Soul: From Psychotherapy to Logotherapy, 6. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl d a n N a r a s i K i t a b A y u b : A n a l i s i s K o m p a r a t i f d a n S i n t e s i s | 11 filsafat eksistensialisme dengan model jawab, maka analisis eksistensial adalah dialogis antara konselor dan konseli psikoterapi yang titik awalnya adalah sebagaimana model dialog Socrates. kesadaran akan tanggung jawab. Logoterapi Frankl pada pendekatan Tesis mendasar dari logoterapi psikoterapi umumnya dikategorikan pada kelompok psikoterapi eksistensial. Model ini merupakan pendekatan terapis yang menekankan pandangan filosofis terhadap Seperti yang telah disinggung, kehidupan dan manusia. Secara khusus pada logoterapi, metode Frankl ini berbeda dengan mazhab psikoterapi lainnya dengan eksistensialAy yang dapat berakhir pada berpusat pada eksistensi manusia yang Logoterapi berusaha membuka melibatkan tiga unsur penting: spiritualitas potensi makna bagi orang-orang untuk . esadaran jiwa manusia yang mampu diaktualisasikan sebagai usaha mengatasi mengabstraksi realitas seperti makna, seni, kekosongan eksistensial. Reuven P. Bulka keindahan, humor, dl. , kebebasan dan menjelaskan pandangan Frankl ini bahwa motivasi utama dalam diri Aukekosongan Frankl prinsip utama logoterapi adalah setiap menjelaskan bahwa psikoterapi berusaha orang pada akhirnya memiliki kebebasan untuk memilih dan mengejar makna fakta-fakta kedalam kesadaran. Logoterapi, di sisi (Freu. (Nietzsch. Bahwa Sebagai analisis eksistensial, manusia selalu memiliki makna tanpa analisis ini secara khusus berkaitan dengan syarat dalam segala situasi, termasuk penderitaan dan kematian. Logoterapi adalah salah satu dasar esensial dari eksistensi manusia. Jika menjadi manusia nilai-nilai, termasuk nilai-nilai AusikapAy, adalah menjadi sadar dan bertanggung Kematian dipandang sebagai 33 James M. DuBois. AuUnderstanding Viktor FranklAos Theory and Therapy of Mental Disorders,Ay in On the Theory and Therapy of Mental Disorders: An Introduction to Logotherapy and Existential Analysis (New York: BrunnerRoutledge, 2. , xii. 34 Viktor E. Frankl. The Doctor and The Soul: From Psychotherapy to Logotherapy, 18. Tanpa 35 Viktor E. Frankl. The Doctor and The Soul: From Psychotherapy to Logotherapy, 42. 12 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. kematian, segala sesuatu dapat ditunda sehingga semua spektrum yang berpotensi memiliki makna hidup bisa disadari dan Dalam menghadapi penderitaan, logoterapi Frankl pemaknaan mengenai penderitaan dan hendak membuka pemahaman seorang konseli mengenai nilai-nilai serta makna logoterapis Frankl dan kliennya yang penderitaan yang tidak hanya terbatas pada dikutip oleh DuBois, hal-hal negatif dari penderitaan itu sendiri. kehidupan itu sendiri. Manusia ditantang untuk memaknainya melalui upaya kreatif, pekerjaan/hobi, serta relasi kasih dan Masalah bukanlah hal utama yang menyebabkan seseorang putus asa, masalahnya ada pada individu dalam memaknai penderitaan 37 Dalam hal ini, peranan logoterapis, seperti penjelasan Frankl, menyerupai peran seorang dokter ahli mata daripada seorang pelukis. Seorang pelukis berupaya menyodorkan kepada kita gambaran dunia dari kacamatanya. sebaliknya seorang dokter ahli mata berusaha membuat kita melihat dunia seperti apa adanya. Seorang Reuven P. Bulka. AuLogotherapy,Ay in Encyclopedia of Psychology: 8 Volume Set (Washington: American Psychological Association, 2. , 71. 37 Viktor E. Frankl. The Feeling of Meaninglessness: A Challenge to Psychotherapy and Philosophy (Milwaukee. Wisconsin: Marquette University Press, 2. , 198. Kami bertanya kepada pasien yang mengalami depresi berat tersebut . asca kematian sang istri, pen. apakah ia pernah memikirkan apa yang akan terjadi seandainya ia yang meninggal lebih dulu daripada AuSungguh pikiran yang tak tertahankan,Ay jawabnya. Ayistri saya akan putus asa. Ay Kami hanya menjawab. AuLihatlah, istrimu telah terhindar dari hal ini, dan kamu telah terhindar dari hal ini, meskipun dengan harga yang harus kamu tanggung karena kepergiannya. Ay Pada saat itu, penderitaannya memiliki makna: makna sebuah pengorbanan. Karena penderitaan adalah bagian dari Berikut Percakapan memungkinkan dialog dua arah (Socratic Dialogu. Pertanyaan yang diajukan Frankl disetting dengan analisis yang cermat dan tepat sasaran sehingga memungkinkan konseli melihat situasinya dalam sudut pandang yang baru, untuk kemudian menemukan makna yang tidak pernah menghadapi situasi yang tragis tersebut. Dengan menemukan makna dalam 38 Viktor E. Frankl. ManAos Search Mean. James M. DuBois. AuUnderstanding Viktor FranklAos Theory and Therapy of Mental Disorders,Ay xiv. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl d a n N a r a s i K i t a b A y u b : A n a l i s i s K o m p a r a t i f d a n S i n t e s i s | 13 keadaan penderitaan yang parah, di mana penderitaan, seorang konseli menyadari tidak ada aktivitas atau kreativitas yang bahwa ia memiliki suatu kekuatan yang dapat memberikan nilai pada hidup, masih mampu menstimulasi hidupnya untuk mungkin untuk memberikan makna pada berjuang demi makna dan tujuan tertentu hidup melalui sikap yang diambil terhadap melampaui penderitaannya. Frankl bahkan penderitaan itu sendiri. Ini memberikan kasus-kasus mewujudkan nilai-nilai. Dalam hal ini, somatogenik yang bahkan tidak dapat tindakan penderitaan tersebut juga dapat disembuhkan secara medis. 40 Dalam hal ini diberikan kepada manusia. Dalam kasus kehendak untuk bermakna . he will to ini, kita dapat memahami kebijaksanaan meanin. dan keputusan eksistensial yang Goethe bahwa tidak ada kondisi yang tidak dapat dimuliakan baik melalui tindakan Bahkan penderitaan dengan memaknai realitas itu manusia terpaksa meninggalkan realisasi secara berbeda. Dengan demikian ia nilai-nilai kreatif dan pengalaman, dia mampu mengembangkan sikap positif masih dapat mencapai sesuatu melalui yang mendorongnya tetap produktif sesuai makna dan tujuan hidup yang diambil. Dengan demikian, hidup Logoterapi mendorong Frankl . an memiliki makna hingga saat nafas terakhir. juga konsel. untuk bertanggung jawab Semua ini menunjukkan pentingnya sikap atas hidup mereka sendiri dan secara dan pendekatan yang diambil terhadap mandiri mencari makna konkret dari kehidupan, terlepas dari keadaan dan keberadaan mereka. Frankl menjelaskan kondisi yang sementara dihadapi. bahwa kita memiliki kemampuan untuk memberi makna pada kehidupan bahkan bagi penderitaan sekalipun. Ketika kita tidak lagi dapat mengubah takdir kita terhadap nasib menjadi penting. Dalam Viktor E. Frankl. On the Theory and Therapy of Mental Disorders: An Introduction to Logotherapy and Existential Analysis (New York: Brunner-Routledge, 2. , 237. Penderitaan Perspektif Kitab Ayub Makna Penderitaan Perspektif Teologi Kitab Ayub Seperti definisinya, maka secara ringkas penderitaan secara umum meliputi 41 Viktor E. Frankl. AuOn Logotherapy and Existential Analysis,Ay The American Journal of Psychoanalysis Vol. : 32. 14 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. tiga aspek, yaitu: batin/jiwa, jasmani, dan Ay44 42 Jika ketiga dimensi ini diterapkan Sementara pada pasal ketiga, juga pada kasus Ayub, maka secara ringkas, pada pasal kedua puluh delapan hingga Alkitab memberikan konfirmasi demikian. pasal ketiga puluh satu yang merupakan Beberapa data berikut dapat dirujuk untuk bentuk soliloquy Ayub, sebagian besar penderitaan yang dialami oleh Ayub. Pertama. Ayub menerangkan penderitaan batinnya. Secara batin/jiwa khusus pada pasal ketiga. David J. :20-21. Pada pasal 1:20, frasa Clines mengatakan. AuBegitu kita beralih ke Aumengoyak jubahnyaAy sebagai tindakan pidato-pidatonya yang puitis, dari pasal 3 yang melambangkan kehancuran hati dan seterusnya, kita menjumpai pikiran yang kacau, rasa pahit dan marah, keterasingan kehilangan atau kesusahan yang mendalam dari Tuhan dan bahkan penganiayaan oleh . Kej. 37:34. 2 Sam. dan Tuhan. Ay45 Seperti yang juga disampaikan Aumencukur oleh Lawson. AuDia segera menginginkan berkabung dan kerendahan hati sekaligus kematian itu sendiri atas pengalaman yang menemukan Ayub dalam pasal 3 saat ia kepalanyaAy kelemahan manusia di hadapan Tuhan runtuh di bawah beban keputusasaan. Ay46 . Yes. 15:2. Yer. , menerangkan Kedua, penderitaan secara jasmani respons dukacita mendalam Ayub yang . :7-. Selain penderitaan batin/jiwa, umum dalam budaya Ibrani kuno dan Ayub juga mengalami penderitaan jasmani Timur Dekat Kuno saat terjadi musibah dalam bentuk penyakit yang Tuhan ijinkan Lawson melalui tangan Iblis. Penderitaan Ayub AuSetelah mendengar kehilangan semua harta benda dan anak-anaknya. Ayub Gelombang bangkit dan mengoyakkan jubahnya . menghilangkan apa yang positif dalam Kej. 44:13. Hak. dan menggunduli kepalanya . Yes. 15:2. Yeh. Ini AyubAiyaitu adalah ekspresi lahiriah dari kesedihan, dukacita, dan kekacauan batinnya yang Renye Jeffery. Evil and International Relations: Human Suffering in an Age of Terror. AuStudy Bible,Ay https://biblehub. com/job/1-20. Steven J. Lawson. Holman Old Testament Commentary: Job (Nashville. Tennessee: B&H Publishing Group, 2. , 34. 45 David J. Clines. Word Biblical Commentary: Job 1Ae20. Volume 17. (Dallas: Word Books, 1. , 20. Steven J. Lawson. Holman Old Testament Commentary: Job, 53. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl d a n N a r a s i K i t a b A y u b : A n a l i s i s K o m p a r a t i f d a n S i n t e s i s | 15 terbuka . alam istilah medis disebut menyebabkan penderitaan fisik. Putaran ulku. , maka ini pastilah menimbulkan pertama membawa penderitaan mental rasa sakit yang menyiksa. Ditambah lagi yang berhubungan dengan kehilangan, bisul-bisul itu timbul di seluruh bagian tubuh Ayub dari telapak kaki sampai masalah fisik yang berhubungan dengan rasa sakit. 47 Kata AubarahAy dalam bahasa konteksnya, akibat luka demikian Ayub Ibrani A( oAbiAuy. dengan kata dasar juga terkena pengasingan secara sosial. A( oAshechi. , berarti Inflammation, an John H. Walton menjelaskan bahwa, ulcer . eradangan, bisul, ulku. 48 Kata Penyakit yang sama digunakan sebagai salah satu Meskipun ada praktik umum di kalangan penghukuman bagi Mesir (Kel. 9:8-. pelayat yang menaburkan debu dan abu di Dalam "shechin" kepala mereka sebagai tanda kesedihan, merujuk pada suatu penyakit fisik yang Ayub justru duduk di atas tumpukan abu. ditandai dengan luka atau bisul yang Tumpukan abu ini terletak di luar kota, menyakitkan dan meradang. Istilah ini mirip dengan tempat pembuangan sampah sering digunakan dalam konteks hukuman yang sering dibakar. Terjemahan LXX ilahi atau ujian, di mana penyakit semacam menunjukkan bahwa kotoran adalah salah itu dianggap sebagai manifestasi dari satu jenis sampah yang sering dibawa ke ketidakpuasan Tuhan atau sebagai ujian tempat tersebut. lokasi ini menegaskan 49 Charles R. Swindoll, ada berbagai pendapat mengenai jenis sakit tersebut, salah satunya adalah melanoma, bentuk mempertegas keadaan Ayub yang sangat kanker kulit yang agresif. 50 Namun apapun Bukan hanya fisik dan mental jenisnya, jika penyakit Ayub itu didekati tetapi juga dalam konteks relasi sosialnya. dengan arti literal sebagai semacam bisul Ia terbuang dari lingkungan sosialnya dan yang meradang dan menghasilkan luka dipandang/disamakan sebagai sampah oleh . ulah Istilah John H. Walton. The NIV Application Commentary: Job (Grand Rapids: Zondervan, 2. , 107. Au7822. AoA (Shechi. ,Ay https://biblehub. com/hebrew/strongs_7822. 49 Au7822. AoA (Shechi. Ay 50 Charles R. Swindoll. Job: A Man Of Heroic Endurance (Nashville. Tennessee: Thomas Nelson, 2. , 51. Ayub Penjelasan Ayub Lawson karena penyakitnya . Ayub benar-benar berada dalam situasi yang Melalui konteks penderitaan ini kita dapat memaklumi ketika pada pasal John H. Walton. The NIV Application Commentary: Job, 108. 16 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Ayub tiada akhir mengenai persoalan teodisi terhadap hari kelahiran dan kehidupannya. yang dipertanyakan Ayub. Jadi meskipun Ketiga, penderitaan secara rohani. Ayub menderita secara jasmani juga Menarik batin/jiwa akibat kehilangan orang-orang pergumulan Ayub dalam keluhan-keluhan terkasih, harta bendanya serta penyakit yang ia gumuli, keluhan mengenai sakit yang dideritanya. Ayub nampaknya lebih fisik, kehilangan harta benda, maupun menderita secara rohani karena Tuhan ketakutan akan kematian, sangat sedikit seolah-olah sewenang-wenang dan hanya berdiam diri. keluhan-keluhan dalam dialognya yang Ada Sebaliknya, panjang lebar, semuanya justru mengarah disampaikan dalam dialog dan memang pada pergumulan rohani dalam konteks dapat mewakili gambaran realitas terhadap penyebab umum penderitaan, namun pada hidupnya dan kehendak Tuhan yang seolah-olah Ausemena-menaAy Ayub. Penderitaan terhadap dirinya. Baik pada dua bagian dalam kitab Ayub mempresentasikan suatu besar soliloquy Ayub pada pasal 3 dan misteri Allah yang tidak terjawab secara pasal 28 hingga 31, maupun jawaban- Pesan Kitab ini pada prinsipnya tidak mendiskusikan suatu pola yang baku perihal mengapa penderitaan itu terjadi menghubungkan penderitaannya tersebut pada orang-orang saleh . eskipun ada dalam konteks teologis. AuAyDemi Allah yang hidup, yang tidak memberi keadilan penderitaan Ayub di pasal kedu. , namun kepadaku, dan demi Yang Mahakuasa yang memedihkan hatiku. Ay (Ayb. Dia bahkan tetap membela posisinya terhadap tuduhan sepihak dari teman- menempatkan dirinya dalam menghadapi temannya bahwa. Ausampai binasa aku tetap misteri penderitaan yang diijinkan Allah. Lawson menjelaskan hal ini demikian, bersalahAy (Ayb. Sikap demikian Orang yang benar mungkin akan bertanya juga dipertahankan Ayub dengan tegas mengapa hal ini terjadi, tetapi Allah tidak pada bagian awal pasal 31 dengan gaya memiliki kewajiban untuk menjelaskan Ayub teman-temannya. Ayub Ayub kritik retoris kepada Allah (Lihat: 31:1-4 dan 31:35-. Sebuah pergumulan yang David J. Clines. Word Biblical Commentary: Job 1Ae20, 19. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl d a n N a r a s i K i t a b A y u b : A n a l i s i s K o m p a r a t i f d a n S i n t e s i s | 17 rencana-Nya makhluk-Nya. Ayub Sebenarnya, cara-cara Allah jauh lebih tinggi daripada cara kita. Namun. Dia selalu memiliki tujuan di balik setiap sekaligus mengajukan ekskursus dengan penderitaan, meskipun sering kali tujuan beberapa alasan: Ini Pertama. Ayub Ayub Ayub tidak pernah mengetahui seorang yang beriman. Ia seorang yang alasan di balik penderitaannya. Jawaban Tuhan terhadap pertanyaan Ayub yang menjauhi kejahatan . ia sensitif akan mendalam adalah untuk menerima nasihat- dosa dan pelanggaran sehingga responsif Nya yang berdaulat dan penuh hikmat, dengan cara mempersembahkan korban yang melampaui pemahaman manusia. takut akan Tuhan dan Allah keluarganya . Kedua, ia meresponi Instrumen Metode Ayub Menghadapi Penderitaan: Faith-therapy bencana dan penderitaan dalam hidupnya sebagai seorang yang beriman. Ini terlihat Jika gagasan Friedrich Nietzsche terkenal dengan frasa the will to power. Sigmund Freud dengan the will to pleasure, dan Viktor Frankl dengan the will to meaning, maka penulis mengajukan the will to faith untuk Ayub. Pada bagian sebelumnya. Frankl menggunakan konsep logoterapi yang berpusat pada the will to memaknai penderitaan sekaligus sebagai pencarian dasar dan tujuan bagi konseli memperjuangkan hidupnya pada masa Berbeda dari pendekatan Frankl, faith-therapy Steven J. Lawson. Testament Commentary: Job, 24. Holman Old ketika Ayub dengan besar hati Aumenerima yang burukAy dari Tuhan . dengan dua cara yang luar biasa. pertama, melalui sikap tubuhnya dengan cara Ausujudlah ia dan menyembahAy . kedua, melalui AuTUHAN TUHAN TUHAN!Ay Respons . terutama bagi seseorang yang hidupnya saleh seperti Ayub. Ketiga. Ayub tidak pernah kehilangan imannya kepada Tuhan. Ini terlihat dari dua kali penegasan narator mengenai respons Ayub bahwa. AuDalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dan tidak menuduh Allah berbuat yang kurang patutAy . AuDalam kesemuanya itu Ayub tidak berbuat dosa dengan 18 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Ay . Ayub tidak mengutuk karena percaya, bukan karena melihatAy . Allah, meskipun hal itu diusulkan oleh Kor. 5:7. Rm. Karakter iman Istrinya . Meskipun bergumul serta yang juga digemakan dalam kehidupan Abraham saat dipanggil dan diutus (Kej. 12:1-5. Ibr. Di sini letak perbedaan penderitaan. Ayub tidak menjadi seorang antara the will to meaning dari Viktor agnostic atau ateis. Dia bahkan dengan Frankl dan the will to faith dari Ayub. Allah . Tuhan. Allah Frankl . dan pragmatis menggugah dimensi psikis konseli untuk hikmat-Nya, yang mampu berjuang menghadapi penderitaan hidup, pengetahuan-Nya yang ajaib . :1-. Ayub tidak pernah kehilangan imannya. Prinsip penderitaan yang berat dan ia pun tidak bertumpu pada transendensi, misteri serta Selain alasan-alasan tersebut, rencana kekal Allah. salah satu alasan penting lainnya adalah Secara implisit, prinsip the will to bahwa the will to faith secara keseluruhan faith ingin menegaskan bahwa dalam merupakan prinsip dasar Alkitab sehingga menghadapi penderitaan, orang percaya sangat alkitabiah. tidak selalu membutuhkan alasan perihal Ketiga Aumengapa?Ay Ayub keyakinan penuh pada rancangan kekal membingkai karakter dari faith-therapy Allah yang menuntut sikap self-dependent, meskipun kita tidak/belum melihat dalam AuKehendak untuk berimanAy realitas mengenai maksud dan tujuan yang . he will to fait. menempatkan Ayub pada sementara Ia kerjakan. Prinsip ini juga presuposisi ultimat dimana penundukan tidak mengusulkan semacam sikap pasif diri secara mutlak pada kehendak dan yang pasrah tanpa usaha. Sebaliknya, rencana Allah menjadi alasan yang cukup penderitaan batin, jasmani dan rohani terus Ayub Fakta Ayub bahwa Allah tidak menjawab pertanyaan Ayub Tuhan menggemakan karakteristik the will to membuktikan bahwa Ayub memiliki daya faith bahwa. Auhidup kami ini adalah hidup Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl d a n N a r a s i K i t a b A y u b : A n a l i s i s K o m p a r a t i f d a n S i n t e s i s | 19 Itu berarti prinsip the will to metode serta kesimpulan yang berbeda faith mendorong kita untuk menghadapi meskipun tidak saling kontradiktif. Dalam penderitaan dengan iman yang teguh, sekaligus dengan semangat juang yang tiada henti. Nasehat dari Clines mewakili sebagai pendorong untuk menemukan bagian ini. AuHendaklah Ayub sang sabar makna dan tujuan hidup dalam menjalani menjadi teladanmu selama hal itu mungkin Ayub tetapi ketika keseimbangan batin faith-therapy gagal, biarlah kesedihan dan amarah Ayub menggumuli penderitaan dalam pencarian sang sabar mengarahkan dirinya dan dan penantian jawaban Tuhan yang tanpa dirimu kepada Tuhan, karena hanya Frankl menggumuli penderitaan melalui the will to meaning dan self- dengan-Nya. Ay54 Frankl transcendence sementara Ayub melalui the will to faith dan self-dependent. Komparasi ringkas ini membingkai ANALISIS KOMPARATIF DAN WACANA SINTESIS dua perspektif yang melaluinya kita dapat melihat penderitaan dalam dua dimensi Secara Ringkas, bahwa baik Frankl dan Ayub sama-sama memahami realitas penderitaan sebagai bagian terberi yang hadir dalam kehidupan manusia yang perlu diterima dan dijalani. Ayub melihatnya dari perspektif kedaulatan Allah . dan Frankl dari . Perbedaan lainnya juga dijumpai pada cara mereka meresponi penderitaan. Frankl naturalistic dan eksistensial sementara Ayub dari perspektif teologis. Perbedaan ini yang menuntun keduanya sampai pada David J. Clines. Word Biblical Commentary: Job 1Ae20, 20. komplementaris antara pandangan Frankl . sikoterapis serta filosofi. dan Ayub . Sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa Tuhan memiliki rencana di balik suatu momen peristiwa dan Dia tetap bekerja di dalamnya untuk suatu tujuan yang baik (Rm. Namun karena area itu bekerja dalam dimensi supranatural yang misteri maka kita tidak dapat menyelami maksud Allah dari awal sampai akhir (Pkh. sehingga dalam konteks ini, penderitaan dimaknai sebagai suatu proses yang menuntut untuk beriman . he will of fait. dengan sikap penyerahan diri secara total pada Allah . elf-dependen. seperti Ayub. 20 | SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi, vol. 15, no. Di sisi lain, sebagai manusia yang mengasihi istri/suaminya, rela berkorban bereksistensi dalam menjalani realitas menanggung penderitaan dengan dasar kasih dan cintanya yang kuat. Orang tua Auapa?Ay dapat menanggung penderitaan, juga rela sehingga terdorong untuk tetap berjuang menggantikan anaknya dalam posisi krisis dalam menjalani realitas penderitaan yang Allah ijinkan. Dalam hal ini, kita dapat Lebih jauh, sebagai orang- menggunakan cara pandang logoterapi Frankl, dipanggil untuk memandang penderitaan sebagai bagian dari Aupersembahan yang Kita dapat menemukan alasan hidupAy bagi Allah. Dengan demikian, akan makna Auapa?Ay dalam dua perspektif: penderitaan memperoleh landasan untuk Perspektif pertama, alasan teologis. Gagasan ini yang Frankl sebut Alasan teologis membingkai kasih dan sebagai self-transcendent di mana manusia pengorbanan Allah yang dinyatakan di selalu terhubung dengan sesuatu di luar dalam Kristus bagi kita, sehingga kita dirinya yang dapat menjadi alasan baginya menanggung penderitaan bersama-sama anak-anaknya Tuhan, memaknai dan menjalani penderitaan dalam hidupnya. dengan Kristus karena kita mengasihi-Nya Dengan kedua alasan iniAikasih, (Fil. 1:29. Ibr. , sebagaimana yang juga secara eksplisit dinyatakan dalam terhubung dengan Allah . lasan teologi. Roma 8:35-37. Alasan teologis juga . lasan bahwa penderitaan di dunia ini sementara dan mengerjakan kemuliaan yang besar . Kor. 4:17. Rm. 8:18. 1 Ptr. sehingga penderitaan dan menghadapinya dengan umat Tuhan dapat tekun bergumul dengan berfokus pada Allah dan kekekalan. Dalam hal ini, pandangan Perspektif kedua, alasan psikologis (/logoterapi. Sebagai teologi kitab Ayub dan logoterapi Frankl memiliki alasan-alasan yang kuat dalam digunakan dalam pendekatan pelayanan membentuk keputusan dan tindakan kita, pastoral maupun refleksi pribadi saat termasuk dalam menghadapi penderitaan. Seorang benar-benar 55 Viktor E. Frankl. The Doctor and The Soul: From Psychotherapy to Logotherapy, 271. Menggumuli Makna Penderitaan dalam Perspektif Viktor Frankl d a n N a r a s i K i t a b A y u b : A n a l i s i s K o m p a r a t i f d a n S i n t e s i s | 21 menghadapi penderitaan hidup. pada logoterapi Frankl dapat digunakan sebagai pemaknaan elaboratif dari model KESIMPULAN the will to faith . aith-therap. Ayub. Dua kesimpulan dari penelitian ini: Pertama. Frankl Ayub mengenai penderitaan, dilihat sebagai merupakan bentuk realitas terberi dalam hidup manusia yang penuh misteri. Frankl adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Sementara Ayub melihatnya sebagai bentuk pemberian Allah yang terberi juga dalam kehidupan umat Tuhan. Realitas tersebut mendorong manusia memberikan respons yang tepat dalam menghadapinya. Dalam konteks ini. Frankl melihat penderitaan dan berjuang Dengan didorong oleh rasa cinta yang . Istri/suami/anak/orang tuaAitugas/profesi/ seniAiTuhan, dalam konteks konseling pastora. , makna penderitaan dapat diubah konseli sebagai . Sementara dengan didorong oleh iman dan pengharapan pada karya misteri Allah untuk suatu tujuan yang baik, penderitaan dapat dimaknai sebagai proses menuju pengenalan yang lebih mendalam akan Allah dan pendewasaan iman konseli . aith-therap. DAFTAR PUSTAKA