Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V Pada Pembelajaran IPS di SDS Amkur Bengkayang Mutiara Pendidikan Guru Sekolah Dasar Institut Shanti Bhuana Email : mutiara20327@shantibhuana. Submitted: 23-07-2. Reviewed: 24-07-2024 | Accepted: 06-08-2024 ABSTRAK Pendidikan sangat penting bagi setiap orang untuk berkembang secara mandiri, dengan mengembangkan keterampilan pengetahuan, sikap, dan kemampuan lainnya. Tujuan Pendidikan ini yaitu untuk mempersiapkan seseorang agar mampu menyelesaikan masalah kehidupan nyata dalam memajukan masyarakat, hal ini ditingkatkan melalui pembelajaran di sekolah, termasuk pembelajaran IPS yang berkaitan dengan peran manusia di masyarakat. Problem Based Learning (PBL) diterapkan, yakni pendekatan pembelajaran di mana siswa menghadapi dan memecahkan masalah dunia nyata sebagai bagian dari proses pembelajaran secara kolaboratif, serta dapat menambah pengalaman baru. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen yang melibatkan kelas kontrol dan eksperimen untuk menganalisis keberhasilan belajar siswa kelas V di SDS Amkur Bengkayang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai rata-rata hasil belajar pada kelas kontrol menggunakan pendekatan konvensional adalah 45,93 dengan standar deviasi 14,14, sedangkan pada kelas eksperimen dengan penerapan PBL memperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 48,33 dengan standar deviasi 15,69. Sementara kelas eksperimen dengan intervensi model pembelajaran PBL adalah posttest kelas kontrol 70,34 dengan standar deviasi sebesar 13,94 dan posttest eksperimen 80,23 dengan standar deviasi sebesar 8,26. Nilai effect size sebesar 0,71 menunjukkan bahwa penerapan PBL secara signifikan berkontribusi pada hasil belajar IPS dengan dampak yang besar. Kata Kunci: Hasil belajar. Model pembelajaran. Pendidikan. Problem Based Learning (PBL). ABSTRACT Education is very important for everyone to develop independently, by developing knowledge skills, attitudes and other abilities. This education aimed to prepare someone solving real life problems in advancing society, this is enhanced through learning at school, including social studies learning related to the role of humans in society. One of the educational approaches utilized is Problem-Based Learning (PBL) which allows students to solve real world problems collaboratively, and can add new experiences. This study employs a quantitative utilizing an experimental design involving a control class and an experimental class to analyze the learning success of class V students at SDS Amkur Bengkayang. The findings indicated that the average learning outcomes in the control class using the conventional model are the control pretest with an average of 45. 93, a standard deviation of 14. 14 and the experimental class pretest is 48. 33 with a standard deviation of 15. While, in the experimental class treated with PBL were the control class posttest 70. 34 with a standard deviation of 13. 94 and the experimental posttest 80. 23 with a SD of 8. The effect size is 71, this shows that learning using PBL model has a high influence on social studies learning Keywords: Education. Learning Models. Learning Outcomes. Problem Based Learning (PBL). JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 PENDAHULUAN Keberadaan pendidikan adalah suatu keperluan yang sangat mendasar bagi semua Dengan adanya pendidikan, seseorang dapat memperoleh pengetahuan secara efisien untuk berkembang secara mandiri. Dimana harapannya adalah agar peserta didik tidak hanya berhasil dalam mencapai keterampilan kognitif tetapi juga dalam mengembangkan sikap dan kemampuan keterampilan yang diinginkan sebagai hasil dari proses pembelajaran (Eka Mulyati Ningsih, 2. Pendidikan memiliki tujuan untuk mempersiapkan cikal bakal manusia yang mampu menyelesaikan permasalahan di kehidupan nyata. Dengan adanya pendidikan dapat membangun kehidupan bermasyarakat dan mengubah cara pikir masyarakat agar bangsa ini dapat maju. Dengan pendidikan juga kita dapat menghasilkan sumber daya manusia melalui pembelajaran disekolah agar semua tujuan dari pendidikan dapat tercapai. Salah satunya melalui pembelajaran IPS, dimana pembelajaran IPS termasuk dalam kurikulum sekolah yang berhubungan erat dengan peran manusia di masyarakat (Kristin. Selain itu. Pengajaran juga terpengaruh oleh seberapa kreatif guru dalam mengajar. Terutama dalam memilih model pembelajaran. Kemampuan guru untuk berinovasi dalam proses pengajaran memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian peserta didik karena tingkat inovasi guru dalam menyampaikan materi akan mendorong motivasi belajar peserta didik dan mempermudah pemahaman materi, yang pada akhirnya juga akan merangsang kreativitas belajar peserta didik. Oleh karena itu, keberadaan kreativitas sangat penting dalam mencapai tujuan Pendidika (Indah, 2. Pada pembelajaran peran guru menjadi faktor utama dan kunci keberhasilan siswa. Oleh karena itu, seorang guru memiliki tugas yang harus dilakukan yaitu memotivasi, mengarahkan, dan menyediakan lingkungan belajar yang optimal bagi murid agar mencapai target pembelajaran. Selain membimbing peserta didk di kelas guru memiliki tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi di kelas ataupun yang terjadi pada peserta didik demi perkembangannya. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan dalam konteks ini yakni Problem Based Learning (PBL), yang memungkinkan siswa untuk memecahkan permasalahan dunia nyata secara kolaboratif serta menambah pengalaman baru bagi peserta didik. PBL ini diyakini mampu menunjang adanya perbedaan karakteristik peserta didik, yang dapat JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 mengungkapkan sebuah pemikiran yang abstrak dalam bentuk yang konkret dan realistis (Ejin, 2. Sejalan dengan itu, (Maya Kartika Sari, 2. mengemukakan bahwa PBL ialah metode yang efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Sedangkan (Hotimah,2. menyatakan PBL merupakan pendekatan belajar yang diciptakan untuk menyelesaikan masalah kehidupan sehari-hari yang diberikan pada awal pembelajaran. Duch . juga menyatakan bahwa model pembelajaran PBL adalah metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar, bekerja secara bersama-sama dalam kelompok untuk menyelesaikan masalah praktis. Pendekatan pembelajaran ini merangsang keterlibatan siswa dan mengasah keterampilan pemecahan masalah mereka melalui beberapa tahapan pembelajaran. (Ariyani and Kristin, 2. PBL dapat membangun siswa untuk menambah pengetahuan baru dengan mengaitkannya dengan pengalaman sebelumnya dan menerapkannya dalam konteks yang bermakna serta PBL dapat mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, yang sejalan dengan teori pembelajaran aktif yang mana PBL memiliki masalah yang autentik untuk memotivasi siswa agar belajar dan menerapkan pengetahuan mereka secara nyata. Hasil observasi di SDS Amkur Bengkayang, peneliti menemukan beberapa hal yang perlu di perbaiki terutama penggunaan model pembelajaran dalam proses mengajar serta Pembelajaran yang masih terfokus pada guru dan belum memberikan hasil yang diinginkan telah menimbulkan masalah di mana siswa cenderung bersikap pasif, hanya dapat menerima informasi tetapi tidak memberikan respon yang serius. Pada saat proses belajar mengajar peserta didik lebih cenderung berbicara dengan teman sebelahnya, dan seiring berjalannya proses pembelajaran juga peserta didik tidak bisa memberikan tanggapan ataupun respon serta tidak ada keinginan dalam diri untuk bertanya kepada guru. Guru wali kelas V di SDS Amkur Bengkayang menyimpulkan bahwa sebagian besar murid belum memahami materi yang diajarkan dengan baik. Masalah ini berpotensi menurunnya prestasi belajar murid yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Rata-rata sebelum PBL, banyak siswa mendapatkan nilai 40,50 dengan KKM 65 yang masih dibawah standar,terkhusus dalam pembelajaran IPS yang membutuhkan model yang tepat, karena berkaitan dengan situasi lingkungan sekitar yang memberikan pengalaman kepada siswa untuk berinteraksi secara Ketika siswa berinteraksi secara langsung, hal ini membuat siswa banyak JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 mendapatkan pengetahuan baru dan pastinya sangat bermakna. Namun, faktanya peneliti juga masih menemukan sebagian guru saat mengajar masih belum menerapkan metode pembelajaran yang tepat dan inovatif, sehingga hasil belajar siswa sebagian belum Oleh karena itu, para peneliti memutuskan untuk mengeksplorasi penggunaan pendekatan Problem Based Learning (PBL) dalam proses pengajaran sebagai solusi untuk menilai dampaknya pada prestasi belajar siswa kelas V di SDS Amkur Bengkayang. Dari analisis tersebut, peneliti tertarik melakukan penelitian mengenai AuPengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Hasil Belajar Siswa kelas V Pada Pembelajaran IPS di SDS Amkur BengkayangAy. Studi ini mampu membuka wawasan baru mengenai pengimplementasian model pembelajaran yang inovatif terutama di kelas V yang akan memberikan kontribusi baru bagaiamana model pembelajaran PBL mempengaruhi hasil belajar pada usia ini khususnya dalam pembelajaran IPS. Kebaruan ini terkait dengan bagaimana mengimplementasi model PBL pada tingkat SD terkhusus didaerah Bengkayang yang belum banyak diteliti. METODE PENELITIAN Studi ini menggunakan metode eksperimen yang termasuk jenis penelitian kuantitatif. Metode eksperimen merupakan cara guru dan siswa berkolaborasi mencoba dan mengamati hasil percobaan (Dewiana, 2. sedangakan (Syach, 2. mengemukakan eksperimen ialah pendekatan pembelajaran di mana siswa secara langsung terlibat dalam melakukan percobaan untuk mengamati proses dan hasilnya. Sesuai dengan pandangan tersebut. Roestiyah menjelaskan bahwa metode eksperimen merupakan metode pembelajaran di mana siswa terlibat dalam melakukan eksperimen, mengamati jalannya percobaan, serta hasil yang diperoleh, mencatat hasilnya, dan berbagi hasil pengamatannya dengan kelas serta dievaluasi oleh guru. Jenis studi ini eskperimen semu sebagaimana diungkapkan oleh (Firdaus, 2. Quasi-experimental digunakan untuk mengevaluasi efek dari suatu intervensi dengan membandingkan hasil antara kelompok yang mengalami perlakuan . dan kelompok yang tidak mengalami perlakuan . Dalam desain ini, kelompok-kelompok tersebut tidak ditentukan secara acak, melainkan dipilih berdasarkan kriteria tertentu atau kondisi yang ada di lapangan. Menurut (Irfan Abraham, 2. menyatakan ada enam macam JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 rancangan penelitian terkait penelitian eksperimen semu (Quasi Experimenta. pada studi ini non-equivalent control group design, yang melibatkan dua kelompok yang dibandingkan: satu kelompok menerima intervensi PBL dan kelompok lainnya menggunakan metode pembelajaran konvensional. Kedua kelompok diukur sebelum dan sesudah intervensi untuk mengevaluasi perubahan dalam hasil belajar, dengan instrumen lembar pengamatan dan tes. Dengan melakukan penelitian ini selama 2 bulan berlangsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan studi ini untuk mengevaluasi dampak penggunaan metode PBL terhadap prestasi belajar mata pelajaran IPS di kelas V SDS Amkur Bengkayang. 85 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, dengan 43 siswa di kelas kontrol dan 42 siswa di kelas Hasil uji sebelum dan sesudah menggunakan metode konvensional untuk kelas kontrol serta model PBL untuk kelas eksperimen tertera dalam tabel: Tabel 1. Perolehan nilai pretest dan postest Keterangan Rata-rata ( I ) Standar Deviasi (SD) Uji Normalitas ( ) Uji Homogenitas (F) Uji Hipotesis . Pembahasan Kelas Kontrol Kelas Eksperimen Pre-test Post-test Pre-test Post-test 45,93 70,34 48,33 80,23 14,14 13,94 15,69 8,26 0,200 0,100 0,192 0,200 Pre-test dan Post-test 0,000 Rata -Rata Nilai Pre-Test Ae Post-Test Kelas Kontrol Dan Kelas Eksperimen Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui: Peserta di kelas kontrol memiliki nilai pre-test rata-rata sebesar 45,93, sementara peserta di kelas eksperimen memiliki nilai pre-test rata-rata sebesar 48,33. Rata-rata nilai post-test peserta di kelas kontrol adalah 70,34, sedangkan peserta di kelas eksperimen memiliki rata-rata post-test sebesar 80,23. Menurut data yang tertera, terlihat bahwa prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran IPS lebih tinggi ketika mereka mengikuti pembelajaran PBL dibandingkan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 dengan metode konvensional. Secara keseluruhan, terjadi peningkatan prestasi belajar bagi siswa baik di kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen. Perhitungan Standar Deviasi (SD) Menggunakan perhitungan SD dapat memberikan informasi yang berguna dalam mengevaluasi sebaran data antara dua kelompok, baik dalam kelompok kontrol maupun kelompok eksperimen, dengan mempertimbangkan standar deviasi pada hasil tes sebelum dan sesudah intervensi. Berikut adalah hasilnya. SD pre-test lebih tinggi di kelas eksperimen . daripada di kelas kontrol . , menunjukkan bahwa skor pre-test cenderung lebih tersebar secara merata dalam kelas kontrol daripada eksperimen. Nilai SD post-test pada kelas eksperimen adalah 8,26, sedangkan pada kelas kontrol adalah 13,94. Artinya, distribusi hasil post-test di kelas eksperimen lebih homogen dibanding kontrol. Analisis Data Pre-test dan postes Kelas Kontrol Dalam rangka memantau kemajuan belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol, langkah-langkah yang diperlukan termasuk menguji normalitas data, memeriksa homogenitas varians, dan merumuskan hipotesis untuk pengujian T. Uji normalitas data Uji normalitas digunakan untuk menentukan apakah sampel yang diambil berasal dari populasi yang memiliki distribusi data yang mirip dengan distribusi Menurut (Pramono. Tama and Waluyo, 2. menyatakan untuk mengevaluasi normalitas data dalam penelitian ini, digunakan uji KolmogorovSmirnov. Kriteria keputusan dalam uji ini adalah apabila nilai signifikansi (Si. > 05, maka data dianggap berdistribusi normal. Sebaliknya, jika nilai Sig < 0. maka data dianggap tidak berdistribusi normal Tabel 2. Uji Normalitas Kolmogorov Smirnov Shapiro Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretes Kontrol Postes Kontrol Menurut tabel, ditemukan bahwa nilai signifikansi pre-test dan post-test kelas kontrol adalah 0,200 dan 0,100 secara berturut-turut. Hal ini menyiratkan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 bahwa data dari kelas kontrol menunjukkan distribusi normal, dikarenakan nilai signifikansi melebihi 0,05. Uji Homogenitas varians Pengujian homogenitas ini digunakan untuk menentukan apakah dua set data yang berasal dari populasi yang berbeda memiliki homogenitas. Proses pengujian homogenitas dapat dilakukan melalui metode Levene's Test, dimana jika nilai Signifikansi (Si. lebih besar dari 0,05, maka dikatakan bahwa varians dari data penelitian tersebut homogen atau berasal dari populasi yang seragam. Berdasarkan hasil perhitungan uji homogenitas dari data Pre-test dan Post-test: Tabel 2. Hasil Uji Homogenitas Data Pre-Test Dan Pos-Test Levene Statistic Hasil Nilai Sig. Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Berdasarkan data dalam Tabel 3, nilai Sig sebesar 0,170 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test kelas Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa nilai pre-test dan post-test kelas kontrol relatif homogen karena nilai signifikansi dari seluruh data melebihi 0,05. Uji Hipotesis Setelah memastikan data yang digunakan memiliki distribusi normal dan homogen, langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah hipotesis alternatif (H. dalam penelitian diterima atau ditolak. Dalam pengujian hipotesis ini. Uji Paired Sample T-Test digunakan dengan tingkat signifikansi 0,05. Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol (H. diterima, namun jika nilai signifikansi kurang dari 0,05, maka hipotesis alternatif (H. Tabel 3. Hasil pengujian Uji Hipotesis Kelas Kontrol Kontrol Sumber Data Data SPSS Kesimpulan Pre-test 0,000 Ha diterima Post-test 0,000 Ha diterima Berdasar analisis uji hipotesis, nilai signifikansi . -taile. yang diperoleh adalah 0,000, yang kurang dari level signifikansi 0,05. Oleh karena itu, hipotesis JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 alternatif (H. Ini menunjukkan bahwa model PBL memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Analisis Data Pre-test dan Post- test Kelas Eksperimen Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengevaluasi apakah sampel yang dipakai berasal dari distribusi yang berbentuk normal. Dalam studi ini, normalitas data diuji menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov. Keputusan terkait normalitas dibuat dengan mengacu pada nilai Sig. jika Sig > 0. 05, dapat disimpulkan bahwa data itu berdistribusi normal. Sebaliknya, jika Sig < 0. 05, data tersebut dianggap tidak berdistribusi secara normal. Tabel 4. Hasil Uji Normalitas kelas eksperimen Kolmogorov Smirnov Shapiro Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretes Eksperimen Postest Eksperimen Dari tabel, nilai signifikansi kelas eksperimen sebesar 0,192 untuk pre-test dan 0,200 untuk post-test. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data dari kelas eksperimen tersebut menunjukkan distribusi yang normal sebab signifikansinya melebihi 0,05. Uji Homogenitas Pengujian homogenitas ini digunakan untuk menentukan apakah dua set data yang berasal dari populasi yang berbeda memiliki keseragaman. Proses pengujian homogenitas dapat dilakukan menggunakan metode uji Levene, di mana jika nilai Signifikansi (Si. lebih besar dari 0,05, maka diasumsikan varians data tersebut homogen atau berasal dari populasi yang seragam (Nasar et al. , 2. dengan hasil perhitungan: Tabel 5. Uji Homogenitas Kelas Eksperimen Hasil Nilai Based on Mean Based on Median Based on Median and with adjusted df Based on trimmed mean Levene Statistic Sig. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Dari tabel dapat dilihat nilai Sig data sebesar 0,663. Dengan demikian, nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen memiliki tingkat keseragaman yang tinggi . sebab signifikansi semua data melebihi 0,05. Uji Hipotesis Setelah memastikan bahwa data yang digunakan memiliki distribusi normal dan homogen, langkah selanjutnya adalah melakukan uji hipotesis untuk menentukan apakah hipotesis alternatif (H. dalam penelitian ini dapat diterima atau ditolak. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Paired Sample TTest dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Jika nilai signifikansi > 0,05, maka hipotesis nol (H. sedangkan jika nilai signifikansi < 0,05, maka hipotesis alternatif (H. diterima (Putri et al. , 2. Tabel 6. Hasil pengujian Uji Hipotesis Kelas Sumber data Data SPSS Kesimpulan Eksperimen Pre-test 0,000 Ha diterima Eksperimen Post-test 0,000 Ha diterima Hasil analisis uji hipotesis, ditemukan nilai signifikansi . -tai. sebesar 0,000, yang menunjukkan tingkat signifikansi yang lebih rendah dari ambang 0,05. Oleh karena itu, hipotesis alternatif (H. dapat diterima. Hal ini mengindikasikan bahwa PBL memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pencapaian belajar siswa dalam mata Pelajaran IPS. Effect Size Dampak PBL didapat dengan formula Effect Size: ES = ES = 0,71 Dengan effect size sebesar 0,71, dapat dikatakan bahwa PBL memiliki dampak signifikan yang cukup besar terhadap prestasi belajar dalam mata pelajaran IPS di SDS Amkur Bengkayang. Pembahasan Data analisis menunjukkan bahwa nilai postest belajar IPS siswa dari kelas eksperimen dan kelas kontrol memiliki distribusi yang normal serta homogen, sehingga uji JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 hipotesis dalam studi ini menggunakan uji T. Sebelum peneliti melakukan uji hipotesis peneliti melakukan tiga kali pertemuan dengan mengajar di masing-masing kelas, satu kali untuk pretest guna menilai pengetahuan awal siswa sebelum perlakuan diberikan, serta satu kali postest untuk kedua kelas guna melihat hasil belajar setelah perlakuan diberikan kepada Hasil pretest yang dilakukan dengan tes pilihan ganda . menunjukkan bahwa di kelas eksperimen terdapat tujuh siswa yang telah mencapai KKM, sementara di kelas kontrol terdapat lima siswa yang telah mencapai KKM. Hal ini menunjukkan mayoritas siswa dari kedua kelompok belum sepenuhnya memahami materi yang akan diajarkan, dengan demikian hasil tersebut menunjukkan tingkat pengetahuan awal yang rendah di kedua Perubahan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa sebelum dan setelah PBL. Perbedaan yang mencolok muncul pada hasil akhir kedua kelas, dimana kelas eksperimen mencapai tingkat pencapaian yang lebih tinggi daripada kelas kontrol. Faktor penyebabnya adalah implementasi PBL pada kelas eksperimen, yang melibatkan partisipasi aktif siswa dalam pemecahan masalah secara praktis sebagai bagian dari proses pembelajaran sebagaimana menurut (Surya, 2. mengemukakan PBL mendorong siswa untuk berpikir secara mendalam dalam konteks situasi dunia nyata, sehingga memicu pengembangan kemampuan berpikir kritis mereka. Dengan menerapkan PBL, siswa didorong untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran, memperoleh pengetahuan yang mendalam, dan mencapai hasil belajar yang baik. Hipotesis pada studi ini. Ha yang di uji kebenarannya. Adapun hipotesis Ha tersebut adalah AuTerdapat pengaruh dari model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS di kelas V SDS Amkur Bengkayang. Uji prasyarat berikutnya bertujuan untuk mengevaluasi apakah data yang digunakan dalam tes tersebut mengikuti distribusi normal atau tidak menggunakan program aplikasi SPSS Ver. Rata-rata nilai siswa IPS kelas kontrol adalah 70,34, sedangkan kelas eksperimen mencapai 80,23, menunjukkan peningkatan belajar yang signifikan di kelas eksperimen. Perbedaan ini disebabkan oleh penerapan PBL pada kelas eksperimen, sementara kelas kontrol tetap menggunakan metode konvensional. Dengan demikian. Pengaruh PBL terhadap pencapaian belajar siswa dalam mata pelajaran IPS menunjukkan dampak yang signifikan JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 dengan nilai effect size sebesar 0,71, yang termasuk dalam kategori pengaruh yang cukup besar menurut uji Effect Size. Analisis data dalam studi ini, kesimpulannya model PBL memiliki dampak signifikan terhadap pencapaian hasil belajar siswa dalam pelajaran IPS di kelas V di SDS Amkur Bengkayang. Ini senada dengan (Hasanah, 2. yang mengemukakan implementasi PBL memiliki dampak positif pada prestasi akademik siswa, sehingga dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam memperbaiki kualitas proses belajar mengajar. Keterbatasan penliti dalam penelitian ini adalah Para siswa di kelas eksperimen belum familiar dengan pembelajaran kooperatif, menyebabkan peneliti menemui sedikit kesulitan dalam mengendalikan kelas selama pembelajaran. Di samping itu, selama sesi pembelajaran, beberapa siswa mengganggu teman-temannya, sehingga memancing keributan dikelas, selain itu yang ribut juga bukan hanya yang didalam kelas, namun peserta didik dari kelas lain juga ribut sehingga menggangu suasana belajar dan peneliti belum hapal nama dan sifat anak didik, baik yang berada di kelas kontrol dan eksperimen, meskipun sebelumnya peneliti sudah pernah masuk di kelas tersebut. Hal ini juga memiliki pengaruh pada penguasaan kelas. KESIMPULAN Ada pengaruh signifikan penggunaan PBL terhadap hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPS. Analisis uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai signifikansi adalah 0,000, yang lebih kecil dari nilai ambang yakni 0,05, sehingga hipotesis alternatif Ha dapat diterima. Effect size sebesar 0,71 mengindikasikan bahwa implementasi Problem Based Learning (PBL) memiliki pengaruh signifikan dengan tingkat kekuatan sedang terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Implikasi penelitian ini terutama dalam pendidikan yaitu pengembangan kurikulum dimana temuan ini mengindikasikan jika model PBL meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPS. Oleh karena itu, kurikulum IPS di SDS Amkur Bengkayang dan mungkin di sekolah-sekolah lain sebaiknya mempertimbangkan integrasi PBL sebagai metode pembelajaran utama. Ini dapat melibatkan pelatihan untuk guru dalam merancang dan menerapkan kegiatan PBL yang efektif, selain itu untuk guru di kelas V dapat mengimplementasikan PBL guna peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa. Dengan menggunakan masalah autentik dan mendekati materi dari perspektif yang lebih aplikatif, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan relevan tentang IPS. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available Online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 2 . , 2023. Page 29-41 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Diharapkan adanya PBL dapat menjadi pilihan yang memberikan kontribusi dalam peningkatan belajar siswa pada pelajaran IPS. Untuk peneliti berikutnya, disarankan untuk lebih memperluas pengembangan model PBL ini guna mencapai tingkat keefektifan pembelajaran yang optimal. DAFTAR PUSTAKA