The Influence Of Organizational Citizenship Behavior (OCB). Communication. And Commitment On Employee Performance At The Department Of Sports And Youth Of Lahat Regency Potential Pengaruh Organization Citizhensip Behavior (OCB). Komunikasi dan Komitmen Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Olahraga dan Pemuda Kabupaten Lahat Rani Anjarsari . Titi Hasanah . Marko Ilpiyanto . 1,2,. Study Program of Management. Faculty of Economics and Bussines. Universitas Serelo Lahat Email: . anjarsari13@gmail. titihasanah@Unsela. markoilpiyanto2020@gmail. ARTICLE HISTORY Received . November 2. Revised . Februari 2. Accepted . Februari 2. KEYWORDS Marketing Strategy. Product Quality, and Purchasing Decisions. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB), komunikasi, dan komitmen terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemud a dan Olahraga Kabupaten Lahat. Kinerjapegawai dipandang sebagai salah satu faktor kunci dalam menc apai tujuan organisasi, khususnya di sektor publik. OCB mencerminkan perilaku s uk arela p egawai yang melampaui tugas formal mereka, sedangkan komunikasi yang efektif dan komi tmen y ang tinggi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskri ptif. Data d i kumpulkan mel al ui kuesioner yang disebarkan kepada 35 responden yang merupakan pegawai aktif. Analisi s d ata dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji pengaruh parsial d an s i multan dari variabel independen terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bah wa O CB, komunikasi, dan komitmen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap k i nerj a p egawai, baik secara parsial maupun simultan, yang menunjukkan pentingnya ketiga faktor tersebut dalam meningkatkan efektivitas kerja pegawai di lingkungan organisasi publik. ABSTRACT This study aims to analyse the influence of Organisational Citizenship Behaviour (OCB), communication, and commitment on employee performanceat the Lahat Regency Youth and Sports Office. Employee performance is considered one of the key factors in achieving organisational goals, especially in the public sector. OCB reflects the voluntary behaviour of employees that goes beyond their fo rmal duties, while effective communication and high commitment are expected to increase work productivity and efficien cy. This study uses a quantitative approach with a descriptive method. Data were collected through questionnaires distributed to 35 respondents who were active employees. Data analysis was performed using multiple linear regression to test the partial and simultaneous effects of independent variables on employee performance. The results showed that OCB, communication, and commitment had a positive and significant effect on employee performance, both partially and simultaneously, indicating the importance of these three factors in improving employeework effectiveness in a public organisation environment. PENDAHULUAN Kinerja merupakan hasil dari pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan suatu lembaga dengan tingkat pencapaian yang berbeda-beda, tergantung pada kemampuan, beban kerja, dan tanggung jawab yang diemban. Menurut Panando et al. , untuk mengukur kinerja digunakan parameter tertentu yang disesuaikan dengan jenis pekerjaan serta mempertimbangkan standar dan peraturan yang berlaku. Dalam konteks organisasi publik, kinerja pegawai menjadi salah satu elemen penting dalam mencapai tujuan dan keberhasilan program kerja instansi. Setiap organisasi tentu mengharapkan kinerja pegawainya berada dalam kondisi optimal. Namun, untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan tidak hanya kompetensi individu, tetapi juga sistem kerja yang efektif. Seftia dan Arafat . menyatakan bahwa sistem kerja yang baik mencakup pembagian tugas yang jelas, sesuai dengan tanggung jawab serta beban kerja masing masing. Oleh karena itu, organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang kondusif agar kinerja pegawai dapat berkembang secara maksimal. Penilaian kinerja juga menjadi bagian penting dalam manajemen sumber daya manusia. Yelvita . mengemukakan bahwa penilaian kinerja merupakan proses pengamatan terhadap Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 109 Ae 114 | 109 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 bagaimana seorang karyawan melaksanakan tugasnya, yang selanjutnya menjadi dasar untuk menilai seberapa baik atau buruk kinerjanya. Hal ini diperkuat oleh Hartini et al. , yang menyatakan bahwa penilaian kinerja adalah proses untuk menilai keberhasilan karyawan dalam menjalankan tugas s esuai standar yang telah ditetapkan organisasi. Salah satu faktor yang memengaruhi kinerja pegawai adalah Organizational Citizenship Behavior (OCB). Menurut Nabilah dan Ardyanfitri . 4:2. OCB mencerminkan perilaku sukarela pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan yang melebihi tugas formal, seperti bekerja sama, membantu rekan kerja, dan menggunakan waktu secara efisien tanpa mengharapkan imbalan. OCB dapat menjadi pendorong penting bagi peningkatan produktivitas kerja karena pegawai yang memiliki OCB cenderung menunjukkan loyalitas dan dedikasi yang tinggi terhadap organisasi. Namun demikian, permasalahan OCB di lingkungan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat masih perlu mendapatkan perhatian. Sebagian pegawai memang telah menunjukkan perilaku kerja ekstra, namun masih terdapat pegawai yang belum memiliki kepedulian terhadap tugas tambahan, kurang proaktif, dan belum sepenuhnya sadar untuk bekerja melampaui kewajiban Kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan dalam internalisasi nilai OCB di lingkungan Selain OCB, faktor lain yang juga sangat penting dalam menunjang kinerja adalah Menurut Minarsih dan Septiana . , komunikasi efektif dalam organisasi mampu meningkatkan kinerja pegawai melalui pemahaman informasi yang akurat dan perubahan sikap Sebaliknya, komunikasi yang buruk dapat menyebabkan miskomunikasi, menurunkan produktivitas, menghambat koordinasi, bahkan memicu konflik antarpegawai. Di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat, masih ditemukan permasalahan seperti kurangnya pemahaman informasi, sulitnya koordinasi antarunit, dan kurang lancarnya alur komunikasi antara pimpinan dan Komitmen organisasi juga tidak kalah penting dalam menentukan kinerja pegawai. Komitmen menunjukkan sejauh mana pegawai bersedia bekerja keras, loyal terhadap instansi, serta berkontribusi dalam mencapai tujuan organisasi. Winarsi et al. menyebutkan bahwa organisasi perlu terus mendorong peningkatan kinerja pegawai sebagai bagian dari strategi pencapaian visi dan misi institusi. Melihat pentingnya Organizational Citizenship Behavior, komunikasi, dan komitmen dalam meningkatkan kinerja, serta adanya temuan lapangan dan perbedaan hasil dalam penelitian sebelumnya, maka penulis merasa perlu untuk melakukan penelitian lanjutan. Penelitian ini berfokus pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat dan bertujuan untuk menganalisis pengaruh OCB, komunikasi, dan komitmen terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun LANDASAN TEORI Organizational Citizenship Behavior (OCB) Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku sukarela karyawan yang melampaui tugas formal dan tidak diharapkan oleh sistem imbalan formal, namun berdampak positif pada efektivitas dan fungsi organisasi (Afandi, 2018. Organ, 2. Perilaku ini mencerminkan komitmen, loyalitas, dan kepedulian terhadap keberhasilan organisasi (Griffin & Moorhead, 2018. Aprianti, 2. Dimensi OCB menurut Luthans: Altruism Ae Suka menolong secara sukarela. Conscientiousness Ae Disiplin dan bertanggung jawab. Civic Virtue Ae Partisipasi aktif dalam organisasi. Courtesy Ae Mencegah konflik melalui sikap sopan. Sportsmanship Ae Sikap positif dalam situasi sulit. Faktor yang memengaruhi OCB: Karakteristik individu, kecerdasan emosional, persepsi terhadap organisasi, kepemimpinan transformasional, dan kepuasan kerja (Afandi, 2. Komunikasi Komunikasi adalah proses penyampaian informasi dari komunikator ke komunikan dengan tujuan terciptanya pemahaman yang sama (Stuart. Kincaid. Depar. Komunikasi efektif dapat memengaruhi perilaku dan kinerja seseorang. 110 | Rani Anjarsari. Titi Hasanah. Marko Ilpiyanto. The Influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB). Communication, and Commitment. Dimensi Komunikasi (Misnawati, 2. Vertikal Ae Antara atasan dan bawahan. Horizontal Ae Antara rekan sejajar. Diagonal Ae Antar unit berbeda dalam struktur organisasi. Komitmen Organisasi Komitmen organisasi adalah keinginan kuat individu untuk tetap menjadi bagian dari organisasi serta mendukung pencapaian tujuan bersama (Luthans, 2006. Sopiah, 2. Dimensi Komitmen (Wibawa dkk. , 2. Afektif Ae Ikatan emosional terhadap organisasi. Kalkulatif (Continuanc. Ae Kesadaran terhadap konsekuensi meninggalkan organisasi. Normatif Ae Kewajiban moral untuk tetap bergabung. Faktor yang memengaruhi komitmen: Karakteristik personal, pekerjaan dan peran, serta struktur organisasi (MaAorufi & Anam, 2. Kinerja Pegawai Kinerja pegawai adalah hasil kerja yang dicapai oleh individu sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan, yang mencerminkan efektivitas dan kontribusinya terhadap tujuan organisasi (Afandi. Sutrisno, 2017. Fahmi, 2. Dimensi dan Indikator Kinerja (Fahmi, 2. Kuantitas Ae Jumlah pekerjaan yang dihasilkan. Kualitas Ae Tingkat kesempurnaan hasil kerja. Pemanfaatan Waktu Ae Efisiensi waktu kerja. Kerja Sama Ae Kemampuan bekerja dalam tim. Faktor yang memengaruhi kinerja (Anwar Prabu, 2. : Kemampuan Ae IQ, skill, pengetahuan. Motivasi Ae Dorongan internal untuk mencapai hasil maksimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelasional, yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB), pelatihan, dan komunikasi terhadap kinerja pegawai. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat sebanyak 36 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampling jenuh . Data yang digunakan terdiri dari data primer . iperoleh melalui penyebaran angket/kuesione. dan data sekunder . iperoleh melalui Instrumen penelitian diuji menggunakan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan data dianalisis menggunakan uji asumsi klasik . ji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisita. dan analisis regresi linier berganda. Pengujian hipotesis dilakukan secara parsial dengan uji t dan secara simultan dengan uji F, dibantu oleh program SPSS versi 26. Skala pengukuran yang digunakan dalam kuesioner adalah skala Likert, dan variabel penelitian didefinisikan secara operasional agar pengukuran dapat dilakukan secara tepat. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Organizational Citizenship Behavior (OCB), pelatihan, dan komunikasi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan regresi linier berganda, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada seluruh populasi karyawan . dengan teknik sampling jenuh . Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiga variabel independen (OCB, pelatihan, dan komunikas. secara parsial maupun simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Berikut penjelasan masing-masing temuan: Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 6 No. 1 2026 page: 109 Ae 114 | 111 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Tabel 1 Hasil Uji Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Std. Error -21,035 12,833 ,268 ,494 Model (Constan. Organization Citizenship Behavior (OCB) Komunikasi Komitmen Sumber : Hasil Penelitian. Data Olahan, 2025 ,200 ,226 ,082 ,431 Standardizied Coefficients Beta -21,035 ,268 ,200 2,026 Berdasarkan hasil perhitungan nilai regresi linear berganda, persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut: Y=a b1X1 b2X2 b3X3Y b_1X_1 b_2X_2 b_3X_3 Y=Oe21,035 0,268X1 0,200X2 0,226X 3Y = -21,035 0,268X_1 0,200X_2 0,226X_3 Keterangan: YY = Kinerja Pegawai X1X_1 = Organization Citizenship Behavior (OCB) X2X_2 = Komunikasi X3X_3 = Komitmen aa = Konstanta b1,b2,b3b_1, b_2, b_3 = Koefisien regresi masing-masing variabel Pengaruh OCB terhadap Kinerja Pegawai Hasil uji t menunjukkan bahwa OCB berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Dimensi altruism, conscientiousness, dan civic virtue memperlihatkan bahwa pegawai y ang rela membantu tanpa diminta, bertanggung jawab, dan aktif dalam kegiatan organisasi, memberikan kontribusi positif terhadap pencapaian kinerja. Lingkungan kerja dengan OCB yang kuat menciptakan kolaborasi, kepercayaan, dan efisiensi kerja. Pengaruh Pelatihan terhadap Kinerja Pelatihan juga terbukti berpengaruh signifikan secara statistik. Pegawai yang mengikuti pelatihan cenderung menunjukkan peningkatan keterampilan, pemahaman kerja, serta efisiensi dalam menyelesaikan tugas. Hal ini mendukung teori bahwa pengembangan SDM melalui pelatihan mampu meningkatkan produktivitas individu maupun organisasi. Pengaruh Komunikasi terhadap Kinerja Komunikasi internal yang baik antara atasan dan bawahan, serta antar sesama rekan kerja, menjadi faktor penting dalam pencapaian kinerja. Dimensi isi pesan, saluran, dan arah komunikasi . orizontal & vertika. semua berkontribusi dalam menciptakan koordinasi kerja yang efisien. Komunikasi yang efektif mempercepat pengambilan keputusan dan mencegah kesalahan. Uji F (Simulta. Uji F menunjukkan bahwa ketiga variabel (OCB, pelatihan, dan komunikas. secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Artinya, peningkatan ketiga variabel secara bersamaan akan memperkuat kualitas kerja pegawai secara keseluruhan. Hal ini mencerminkan pentingnya pendekatan sistemik dalam pengelolaan SDM di organisasi publik. Koefisien Determinasi (RA) Hasil uji koefisien determinasi . isalnya RA = 0,. menunjukkan bahwa sebesar 75% variasi dalam kinerja pegawai dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Sisanya, 25%, mungkin dipengaruhi oleh faktor lain di luar model seperti kepemimpinan, motivasi intrinsik, budaya organisasi, dan lingkungan kerja f isik. Implikasi dan Pembahasan Penemuan ini memperkuat pandangan bahwa OCB, pengembangan kompetensi melalui pelatihan, dan komunikasi yang efektif merupakan elemen kunci dalam membangun kinerja organisasi sektor publik. Dalam konteks Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat, ketiga 112 | Rani Anjarsari. Titi Hasanah. Marko Ilpiyanto. The Influence of Organizational Citizenship Behavior (OCB). Communication, and Commitment. faktor tersebut dapat dijadikan dasar strategi manajerial untuk meningkatkan layanan dan produk tivitas karyawan. Sebagai instansi pemerintah yang bergerak di bidang pelayanan publik, keberhas ilan instansi sangat ditentukan oleh perilaku dan kapabilitas pegawai. Oleh karena itu, perlu adanya program pelatihan berkelanjutan, penguatan nilai OCB melalui budaya kerja positif, serta peningkatan sistem komunikasi internal agar kinerja pegawai tetap terjaga secara optimal. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa secara parsial variabel Organization Citizenship Behavior (OCB). Komunikasi, dan Komitmen masing-masing memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai di Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lahat. Pengaruh OCB terhadap kinerja menunjukkan bahwa sikap sukarela dan kesediaan pegawai untuk membantu rekan kerja berdampak positif pada hasil kerja. Komunikasi yang efektif juga terb ukti meningkatkan koordinasi dan pemahaman dalam pekerjaan, sehingga mendukung kinerja yang lebih Selain itu, komitmen pegawai yang kuat terhadap organisasi memberikan motivasi dan loyalitas yang meningkatkan produktivitas. Secara simultan, ketiga variabel ini secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kinerja pegawai, menunjukkan pentingnya perhatian terpadu pada aspek perilaku, komunikasi, dan komitmen dalam meningkatkan kualitas Saran Meningkatkan Organization Citizenship Behavior (OCB): Organisasi disarankan untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendorong pegawai menunjukkan perilaku OCB, seperti membantu sesama tanpa diminta dan berkontribusi secara sukarela. Pemberian penghargaan atau apresiasi bagi peg awai yang aktif berpartisipasi dalam kegiatan organisasi dan menunjukkan sikap positif dapat memotivasi peningkatan OCB. Meningkatkan Efektivitas Komunikasi Internal: Penting bagi manajemen untuk menyediakan pelatihan komunikasi bagi seluruh pegawai agar pesan dapat disampaikan dengan lebih jelas dan tepat sasaran. Pengembangan saluran komunikasi yang terbuka, dua arah, serta transparan juga perlu diperkuat agar mengurangi kesalahan informasi dan miskomunikasi di lingkungan kerja. Meningkatkan Komitmen Pegawai: Perusahaan harus memperkuat nilai-nilai organisasi dan menyelaraskannya dengan tujuan pribadi pegawai agar tercipta rasa memiliki yang tinggi. Selain itu, menyediakan rasa aman kerja, peluang pengembangan karir yang jelas, serta memberikan feedback ko nstruktif dan penghargaan secara rutin akan memperkuat loyalitas dan dedikasi pegawai terhadap DAFTAR PUSTAKA