Volume 5 No 2 July 2024 EISSN 2722-2861 Progress in Social Development ANALYSIS OF THE PT PERTAMINA EP SANGATTA FIELD COMMUNITY DEVELOPMENT MODEL IN PENGEMBANGAN TANI HUTAN KELULUT SANGATTA (PROLEKTA) PROGRAM ANALISIS MODEL PENGEMBANGAN MASYARAKAT PT PERTAMINA EP SANGATTA FIELD DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN TANI HUTAN KELULUT SANGATTA PROLEKTA Elis Fauziah1. Naomi Shinta Pasila2. Oscar Mudha Kusuma3 Head of Comrel & CID Zona 9 Officer Comrel & CID Zona 9 Community Development Officer PT Pertamina EP Sangatta Email Correspondance: elis. fauziyah@pertamina. ABSTRACT: The concept of Corporate Social Responsibility has been implemented by various companies as a strategy to play an active role in improving the quality of life of the community around the company. Pertamina EP Sangatta Field through the Sangatta Kelulut Forest Farming Development Program (PROLEKTA) has contributed to improving the economy and forest conservation in the South Sangatta area which targets the Trigona Reborn Kelulut Forest Farmer Group in South Sangatta Village. East Kutai Regency. East Kalimantan Province. The purpose of this research is to analyze the community development model in detail and in depth in PROLEKTA which seeks environmental conservation and improving the economy of the kelulut forest farmer group in the South Sangatta Village area. This research uses a descriptive qualitative approach. Data collection was carried out using observation techniques, interviews, literature studies, and documentation of the Trigona Reborn Kelulut Forest Farmer Group. The results of this study are the Sangatta Kelulut Forest Farming Development Program (PROLEKTA) by Pertamina EP Sangatta has implemented three approach models, namely through local communities, social planning, and social action which are realized in the Advance EduWisata Agrosilvopastura breakthrough which focuses on economic and environmental impacts in South Sangatta Village. The Sangatta Kelulut Forest Farming Development Program (PROLEKTA) by Pertamina EP Sangatta can be used as a reference for a good Edu-Wisata development model for companies and other farmer groups to improve the economy of the community who participate in protecting and maintaining the environment Keywords: Corporate Social Responsibility. Community Development. Kelulut Bee Cultivation ABSTRAK: Konsep Corporate Social Responsibility telah diterapkan oleh berbagai perusahaan sebagai strategi dalam berperan aktif untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar perusahaan. Pertamina EP Sangatta Field melalui Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) ikut memberikan andil dalam peningkatan ekonomi dan pelestarian hutan di wilayah Sangatta Selatan yang menyasar kepada Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn di Desa Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Provinsi Kalimantan Timur. Tujuan riset ini untuk menganalisa model pengembangan masyarakat secara detail dan mendalam pada PROLEKTA yang mengupayakan pelestarian lingkungan dan peningkatan ekonomi kelompok tani hutan kelulut di wilayah Desa Sangatta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi terhadap Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn. Hasil dari penelitian ini adalah Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) oleh Pertamina EP Sangatta telah mengimplementasikan tiga model pendekatan yaitu melalui masyarakat lokal, perencanaan sosial, dan aksi sosial yang diwujudkan dalam terobosan Advance Edu-Wisata Agrosilvopastura yang berfokus pada dampak ekonomi dan lingkungan di Desa Sangatta Selatan. Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) oleh Pertamina EP Sangatta dapat dijadikan referensi model pengembangan Edu-Wisata yang baik bagi perusahaan maupun kelompok tani lain untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang ikut serta melindungi dan menjaga lingkungan Kata Kunci : Corporate Social Responsibility. Pengembangan Masyarakat. Budidaya Lebah Kelulut Article Info Received Januari 2024 Accepted July 2024 Journal homepage: psd. fisip-unmul. id/index. php/psd Published DOI July 2024 Copyright and License Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. PENDAHULUAN Pemerintah saat ini telah menetapkan Tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2025 dengan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi tersebut, pemerintah akan fokus pada beberapa sektor utama, yaitu industri pengolahan, pertanian, pertambangan, dan sektor jasa. Dalam mendukung rencana kerja tersebut tentunya peran berbagai stakeholders dalam mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi sangat penting. Berdasarkan informasi Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UMKM) UMKM telah berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07% atau Rp 8. 573,89 triliun dan mampu menyerap hingga 97% dari total angkatan kerja dan mampu menghimpun hingga 60,42% dari total investasi di Indonesia. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dalam distribusi energi. Pertamina EP Sangatta Field ikut serta dalam upaya mendorong masyarakat khususnya di wilayah Ring I perusahaan dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui program CSR. Program Corporate Social Responsibility (CSR) menurut Kotler & Nancy . merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui praktik bisnis yang baik dan memberikan sebagian dari sumber daya perusahaan kepada masyarakat sekitar. Mengacu pada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusi dan berkelanjutan, program CSR beradaptasi menjadi program yang tidak hanya menyasar pertumbuhan ekonomi masyarakat tetapi juga menjadi program ramah lingkungan dan Praktik ini tidak hanya tentang filantropi tetapi melibatkan komitmen terhadap perilaku etis, pembangunan berkelanjutan, dan penciptaan nilai bagi bisnis dan masyarakat. Hal ini sesuai dengan Misi CSR Pertamina EP Sangatta Field untuk terus peduli terhadap lingkungan yaitu AuMenjalankan Kegiatan Sektor Hulu Minyak dan Gas untuk Memberikan Nilai Tambah pada Pemangku Kepentingan melalui Pelaksanaan Operasi yang Unggul dan Berorientasi Komersial dengan Menekankan Aspek Kesehatan. Keselamatan. Keamanan dan LingkunganAy. Pertamina EP Sangatta Field yang berlokasi di Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai perusahaan yang menjunjung tinggi tanggung jawab sosial perusahaan. Pertamina EP Sangatta Field menjalankan program-program CSR bersama dengan berbagai stakeholders termasuk dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi berbagai program CSR. Berdasar data yang telah dikumpulkan. Pertamina EP Sangatta Field secara terintegrasi telah memiliki programprogram CSR dengan rencana kerja tahunan dan rencana strategis untuk kurun waktu 5 tahun mendatang yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Salah satu program pemberdayaan masyarakat yang saat ini dikembangkan oleh Pertamina EP Sangatta yaitu Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut sangatta (PROLEKTA). Program ini menyasar para petani hutan di Desa Sangatta Selatan sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat dan juga pelestarian lingkungan wilayah Sangatta Selatan. Apabila membahas tentang pemberdayaan, perlu dipahami bahwasannya secara etimologi pemberdayaan memiliki makna dasar AudayaAy yang artinya kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan bertindak (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1. Beberapa ahli mengemukakan bahwa pemberdayaan dapat dimaknai dari tujuan, proses, dan cara-cara pemberdayaan (Suharto, 1997:210-. pemberdayaan bertujuan untuk meningkatkan kekuasaan orang-orang lemah atau tidak beruntung (Ife,1. Selain itu. Payne . juga mengemukakan bahwa suatu pemberdayaan . pada intinya ditujukan guna. AuTo help clients power of decision and action over their own lives by reducing the effect of social or personal blocks to exercising existing power, by increasing capacity and selfconfidence to use power and by transferring power from the environment too clients. Ay . embantu klien memperoleh daya untuk mengambil keputusan dan menentukan tindakan yang akan ia lakukan terkait dengan diri mereka termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan sosial dalam melakukan tindakan. Hal ini dilakukan melalui peningkatan kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliki antara lain melalui transfer daya dari lingkunganny. Dalam konteks menciptakan kesejahteraan sosial, pemberdayaan juga terkait bagaimana masyarakat berupaya meningkatkan taraf hidup dari suatu tingkatan ke tingkatan lain yang lebih baik. Hal ini dapat dianalisis dengan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan suatu masyarakat atau kelompok masyarakat menjadi berdaya atau mampu menciptakan pengembangan masyarakat yang positif melalui strategi dasar dalam perubahan. Pengembangan masyarakat . ommunity developmen. merupakan salah satu pendekatan pembangunan yang bersifat bottom up approach yang melibatkan peran aktif masyarakat beserta sumber daya lokal yang ada sebagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai modal sosial. Menurut Twelvetrees . , pengembangan masyarakat adalah Authe process of assisting ordinary people to improve their own communities by undertaking collective actionsAy yang secara khusus pengembangan masyarakat erat kaitannya dengan upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat yang kurang beruntung, yang saling bekerjasama satu sama lainnya untuk berupaya meningkatkan taraf kehidupan masyarakat bersama. Pengembangan masyarakat menekankan kepada penerapan community-based, local resources-based, and sustainable. Terdapat tiga model intervensi dalam praktik pengembangan masyarakat diantaranya, yaitu locally development, social planning, dan social action (Jack Rothman, 1. Gambar 1. Community Organizing Models Social Planning Locally Development Social Action Sumber: Marie Weil & Dorothy Gamble, 2015 Pada konteks penelitian ini, kerangka model pengembangan masyarakat Jack Rothman dapat dijadikan acuan dalam mempelajari bagaimana PROLEKTA yang saat ini dikembangkan oleh Pertamina EP Sangatta Field mampu menggerakkan masyarakat untuk menciptakan program yang bermanfaat masyarakat maupun lingkungan di wilayah Sangatta Selatan. Lebih dalam, peneliatian memaparkan bagaimana Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta oleh Pertamina EP Sangatta Field yang sifatnya community based ini mampu berjalan dan sustainable memberikan manfaat dan menjadi solusi menjawab permasalahanpermasalahan yang melatarbelakangi inisiasi Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta. Partisipasi dan gerakan masyarakat menjadi hal yang krusial demi keberlangsungan program. Masyarakat sebagai motor penggerak program dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi baik dari permasalahan sosio-ekonomi masyarakat, permasalahan pendidikan dan juga permasalahan lingkungan yang sangat ini menjadi keresahan masyarakat secara luas. METODE Penelitian ini dilakukan di Desa Sangatta Selatan. Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Provinsi Kalimantan Timur. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang menghasilkan data-data berupa kata-kata atau lisan maupun gambar dari orang . maupun peristiwa yang sedang diamati (Moleong, 1988:. Peneliti mencari dan menjelaskan jawaban atas permasalahan yang ingin diketahui. Selain itu, penggunaan pendekatan ini juga untuk mencapai tujuan yang ingin diraih dalam penelitian ini. Unit analisis penelitian ini adalah Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn yang beranggotakan 25 Kepala Keluarga di desa Sangatta Selatan. Melalui unit analisis tersebut, peneliti dapat menentukan sumber informasi atau informan yang akan dituju. Penentuan unit analisis juga berguna dalam mencapai hasil penelitian yang tepat. Dalam menetapkan informan, penulis menggunakan teknik purposive sampling yang bertujuan untuk memilih informan yang dianggap memiliki informasi dan permasalahannya yang mantap (Sutopo, 2002:. Peneliti menggunakan empat teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Teknik observasi dilakukan peneliti selama peneliti mendampingi program sebagai Community Development Officer. Adapun teknik wawancara dilakukan peneliti dengan cara mewawancarai Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 informan yang berkaitan dengan Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut sangatta (PROLEKTA). Sedangkan teknik studi pustaka dan dokumentasi, peneliti menggunakan dokumen Pertamina EP HASIL DAN PEMBAHASAN Inisiasi Program sebagai Corporate Social Responsibility Perusahaan PT Pertamina melaksanakan aktivitas Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai salah satu komitmen dan keseriusan perusahaan dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem lingkungan dan alam melalui pengembangan bisnis atau usaha secara bertanggung jawab dan berkelanjutan (Tsamara et al. , 2. CSR menjadi aktivitas perusahaan yang dikenal masyarakat semenjak diberlakukannya hukum yang menaunginya, yakni Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Pasal 27 tentang Perseroan Terbatas. Adapun peraturan tersebut mengatur aktivitas yang dilakukan perusahaan yang erat hubungannya dengan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sebagai kewajiban yang harus dipatuhi perusahaan dengan merujuk pada perundang-undangan yang berlaku (Peraturan Perundang-Undangan, 2. Dalam pelaksanaannya, aktivitas CSR perlu dijadikan pertimbangan dalam mengembangkan dan memberdayakan masyarakat sekitar secara holistic. Dalam hal ini, pelaksanaan aktivitas CSR yang tepat dan sesuai dapat memberikan dampak serta kebermanfaatan yang relevan dengan kebutuhan perusahaan, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Adapun kebermanfaatan tersebut dapat berupa penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kapasitas masyarakat sekitar, perbaikan ekosistem lingkungan hidup di sekitar perusahaan, serta pemenuhan kebutuhan masyarakat baik secara fisik maupun sosial (Salinding & Akim, 2. Melalui aktivitas CSR, masyarakat yang berada di sekitar perusahaan dapat mencapai perbaikan kondisi dan peningkatan kualitas hidup menjadi lebih baik. Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan melalui aktivitas perusahaan. PT Pertamina EP Sangatta Field berupaya untuk mewujudkan perubahan sosial di masyarakat ke arah yang lebih baik melalui perbaikan ekosistem lingkungan hidup dan peningkatan kualitas hidup. Dalam implementasinya. Pertamina EP Sangatta Field secara intensif melakukan pendampingan masyarakat di Desa Sangatta Selatan dengan tajuk AuProgram Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) yang berfokus pada peningkatan ekonomi anggota kelompok tani di desa Sangatta Selatan serta upaya dalam melestarikan lingkungan wilayah Sangatta Selatan. Pelaksanaan Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta PROLEKTA dilatarbelakangi oleh adanya isu permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat di desa Sangatta Selatan. Secara administratif berada dalam wilayah Kecamatan Sangatta Selatan. Kabupaten Kutai Timur. Provinsi Kalimantan Timur. Desa Sangatta Selatan berada di wilayah operasional Ring I PT Pertamina EP Sangatta Field. Menjadi salah satu dari 5 desa di wilayah Kecamatan Sangatta Selatan yang luas secara keseluruhannya mencapai 91. 180 ha atau sekitar 94% wilayah merupakan Kawasan Taman Nasional Kutai (TNK). Beberapa masalah yang dihadapi oleh masyarakat diantaranya, yaitu. permasalahan tingkat penghasilan dan pendapatan masyarakat sekitar yang masih rendah, keterbatasan vegetasi habitat Lebah Kelulut di hutan atau kebun di sekitar Desa Sangatta Selatan, dan di sisi lain banyaknya petani lebah namun masih memiliki etos kerja yang individual, yang mana hal ini dapat menjadi potensi yang besar apabila terbentuk kegiatan pertanian yang sifatnya Yang dimaksud dengan aksi kolektif adalah proses bekerja untuk memengaruhi perubahan, melalui pembentukan dan pemeliharaan organisasi secara sukarela dan sekaligus keputusan kelompok untuk bergerak secara kolektif (Pandolfelli. Meinzen-Dick & Dohrn 2. Hal tersebut mendorong Pertamina EP Sangatta Field untuk ikut serta terlibat dalam upaya pengembangan sektor budidaya lebah Trigona sp yang dilaksanakan dengan membentuk kelompok binaan AuKelompok Tani Hutan Kelulut Trigona RebornAy yang beranggotakan sebanyak 25 Kepala Keluarga dengan harapan untuk menciptakan perekonomian yang lebih kuat dan mampu memberikan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat maupun lingkungan. Program ini secara berkala telah membantu meningkatkan perekonomian dalam upaya memperbaiki taraf hidup kelompok tani hutan kelulut Trigona Reborn dan telah mampu memberikan edukasi budidaya kelulut kepada masyarakat umum 1500 orang di wilayah Sangatta Selatan. Berbasis pada dokumen perusahaan (Dokumen Implementasi Program, 2. PROLEKTA oleh Pertamina EP Sangatta Field bertujuan untuk mencapai beberapa poin penting diantaranya, yaitu: . Meningkatkan kapasitas usaha, pendapatan ekonomi, dan kemandirian masyarakat. Mendorong pelestarian lingkungan melalui penanaman vegetasi, inisiasi insektisida nabati/non-kimia, pupuk organik. Meningkatkan kemajuan teknologi/ sarana dan prasarana budidaya modern. Meminimalisir limbah rumah tangga dengan menerapkan konsep zero waste. Kegiatan budidaya lebah kelulut di area Sangatta yang meliputi Kecamatan Sangatta Selatan sebenarnya memiliki potensi yang bagus dan perawatan dari lebah kelulut ini tergolong mudah karena tidak menghabiskan banyak waktu, cukup sesekali mengawasi stup koloni lebah . otak sarang leba. Faktor inilah yang membuat para pembudidaya tertarik menghasilkan madu, selain perawatannya yang relatif mudah, hal ini memungkinkan para petani untuk memiliki waktu untuk mengembangkan potensi lainnya. Melalui budidaya kelulut ini, setiap anggota kelompok mampu menghasilkan madu mentah yang siap dipasarkan setiap bulannya. Kondisi ini sejalan dengan cita-cita Desa Sangatta Selatan menjadi desa penghasil madu kelulut. Salah satu tantangan dari budidaya lebah kelulut berada pada ekosistem dimana lebah tersebut tinggal dan mencari makan. Untuk itu, kelompok Trigona Reborn bersama dengan Pertamina EP Sangatta Field melakukan inovasi-inovasi dalam merawat ekosistem di Desa Sangatta Selatan. Hingga saat ini Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn pada Program PROLEKTA memiliki beberapa kegiatan usaha diantaranya. UMKM Produsen Madu Kelulut. Eduwisata Budidaya Lebah Kelulut. Gerai Kreatifitas Produk Khas Kutai Timur. Cafetaria Zero Waste dan Bank Sampah Sederhana Trigona. Kegiatan usaha ini tidak lepas dari berbagai upaya yang terus dilakukan oleh Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn bersama dengan Pertamina EP Sangatta Field. Tabel 1 Kegiatan Pemberdayaan PROLEKTA Kelompok Trigona Reborn Karakteristik Pemberdayaan Pembuatan Mini Stage Peningkatan Pembuatan rombong Pembuatan Media program dengan produk madu kelulut. Informasi-Edukasi Sarana dan Penambahan Ruang Wisata Kebun Kelulut Sangatta Prasarana Sasana Budidaya Lebah Kelulut Penambahan Ruang Pembuatan Media Sasana Budidaya Informasi-Edukasi Lebah Kelulut Lingkungan Peningkatan kelompok dan Pelatihan pengelolaan kebun kelulut Pelatihan keamanan Budidaya dan panen madu Pelatihan produk olahan/turunan madu Pelatihan budidaya kelulut untuk masyarakat umum Uji lab kandungan madu kelulut sesuai SNI 8664:2018 Aktivasi Kelulut Learning Center Inovasi paten bee-sap alat panen madu Inovasi Paten Alat Pengurang Kadar Air Madu Technology in CSR: A Game Changer Pelatihan Pembuatan Sabun Madu Kelulut Budidaya Lebah Menghasilkan Madu Dan Produksi Produk Turunan Inovasi paten sederhana alat pengurang kadar air Promosi Pemasaran/Expo Kebun Kelulut Sangatta Pengembangan Gerai Oleholeh khas Kutai Timur. Pengembangan Cafetaria. Pembuatan Bank Sampah Sederhana Pemasangan Instalasi Penjernih Air Limbah. Pengembangan teknologi pencairan pemasangan Solar Panel Pembuatan Taman Aksi SARAH (Satu Orang Penambahan Vegetasi. Kelulut Satu Poho. Pengadaan koloni lebah kelulut . Sumber: Dokumen Evaluasi Perusahaan 2024 Program PROLEKTA mampu memberikan kontribusi dalam mencapai target SDGs pada Tujuan 1: Desa Tanpa Kemiskinan dengan mengentaskan 25 orang dari kemiskinan. Tujuan 7: Energi Bersih dengan mengimplementasikan Solar Panel. Tujuan 8: Pertumbuhan Ekonomi dengan meningkatkan pendapatan masing-masing anggota Kelompok Tani Hutan Trigona Reborn. Tujuan 12: Konsumsi dan Produksi Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat Lingkungan Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 Bertanggung Jawab dengan pemanfaatan limbah non-B3 dan Tujuan 13: Tanggap Perubahan Iklim dengan penanaman pohon rutin setiap tahunnya guna mengurangi emisi karbon dioksida. Dalam bersaing di dunia kreatif dan serba maju seperti sekarang, perusahaan bersama kelompok masyarakat dituntut untuk melakukan berbagai inovasi yang mampu mendorong perbaikan dan peningkatan program. Melalui berbagai diskusi dan evaluasi, kelompok Trigona Reborn bersama dengan Pertamina EP Sangatta Field mencetuskan inovasi Advance Edu-Wisata Agrosilvopastura, yang memunculkan sistem budidaya lebah kelulut yang modern yang dilengkapi dengan wisata edukasi bagi masyarakat umum. Sistem budidaya lebah kelulut modern yang diterapkan menggunakan berbagai inovasi yang diterapkan (Technology in CSR: A Game Change. Alat panen madu yang merupakan modifikasi alat oleh kelompok tani bersama perusahaan yang telah memiliki sertifikat paten sederhana dengan nomor IDS000004726 dari DJKI Kemenkumham RI 2022. Fitur inovasi yang tersedia yakni sensor ketinggian yang berfungsi untuk secara otomatis memutus arus listrik beesap ketika botol madu sudah terisi penuh dan filterisasi yang berfungsi menyaring kotoran madu yang masuk ke dalam botol bee-sap, sehingga madu jadi lebih higienis. Selanjutnya alat pengurang kadar air madu yang merupakan modifikasi alat mesin dehumidifier oleh kelompok tani dan perusahaan yang telah memiliki sertifikat paten sederhana dengan nomor IDS000006098 dari DJKI Kemenkumham RI pada 2023. Fitur inovasi yang tersedia berupa alarm sebagai informasi bahwa kelembaban udara pada madu terpenuhi dan sensor kelembaban yang berfungsi untuk memutus arus listrik ketika kelembaban udara madu terpenuhi. Sehingga mampu mencegah potensi penggunaan energi listrik berlebih. Menariknya lagi. Advance Edu-wisata Agrosilvopastura tidak hanya berfokus kepada pengembangan budidaya lebah kelulutnya sediri, namun lebih luas daripada itu, kelompok Trigona Reborn membawa Advance Edu-wisata Agrosilvopastura menjadi pelopor Wisata Edukasi Hutan Kelulut yang ditujukan untuk masyarakat luas seperti siswa TK. SD. SMP. SMA, mahasiswa, pekerja, dan masyarakat Dengan demikian, mampu memperluas nilai kebermanfaatan dari pemberdayaan PROLEKTA itu Sinergitas dari berbagai inovasi yang dilakukan kelompok Trigona Reborn mampu menciptakan pengalaman wisatawan yang unik dan berkesan. Salah satu yang menjadi daya tarik Advance Edu-wisata Agrosilvopastura yaitu dengan menghisap madu kelulut langsung dari sarangnya. Hal ini dibarengi dengan inovasi-inovasi lainnya seperti belajar teori budidaya lebah kelulut, fasilitas sarana bermain anak dan menjual aneka hasil produk budidaya lebah seperti raw honey, aneka olahan kukis serta olahan minuman madu Melalui Inovasi Advance Edu-Wisata Agrosilvopastura ini mampu menciptakan perubahan sistemik, sistem budidaya dari konvensional menjadi modern dan berkembang hingga ke wisata. Dan inovasi ini diaplikasikan dan dijadikan percontohan oleh kelompok tani hutan lainnya. Foto 2 Kegiatan Advance Edu-wisata Agrosilvopastura Sumber: Dokumentasi Perusahaan 2023 Dalam pelaksanaannya, pemberdayaan PROLEKTA mampu berkembang seperti saat ini bertransformasi menjadi Advance Edu-Wisata Agrosilvopastura didukung dengan kerja sama dengan Dinas Pertanian Kutai Timur. Dinas Koperasi dan UMKM Kutim. Balai Taman Nasional Kutai . Himpunan Pramuwisata Kutim. Komunitas Kita Berdikari (CSO). Pemerintah Desa Sangatta Selatan (Legal Make. Universitas Mulawarman (Academi. PT Pertamina EP Sangatta Field . dan Media Massa. Menjaga hubungan yang baik dengan para pemangku kepentingan . dapat meningkatkan implementasi program CSR secara signifikan. Untuk memahami korelasi ini, beberapa ahli telah menjabarkan bahwa Stakeholder menurut (Rokhlinasari, 2. adalah setiap kelompok atau individu yang dapat mempengaruhi atau dipengaruhi oleh pencapaian tujuan organisasi. Ghozali dan Chariri dalam (Lindawati & Puspita, 2. menyatakan bahwa dalam teori stakeholder, perusahaan beroperasi tidak hanya untuk kepentingan perusahaan tersebut ataupun berorientasi pada keuntungan belaka, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan yang terdiri dari pemegang saham, pelanggan, masyarakat, dan pihak-pihak lainnya. Carroll . mengatakan bahwa terdapat hubungan antara CSR dan stakeholder dalam suatu perusahaan. Stakeholder menentukan bagaimana perusahaan dapat membangun performa CSR-nya, dan stakeholder yang berbeda akan memiliki pandangan yang berbeda juga terhadap Kolaborasi dari para stakeholder ini menjadi penting dan merupakan hal yang terus perlu dijaga sehingga program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sejalan dengan harapan pemangku kepentingan, menumbuhkan manfaat bersama, meningkatkan reputasi perusahaan, dan memanfaatkan sumber daya yang Dengan mengintegrasikan kepentingan pemangku kepentingan ke dalam strategi CSR, perusahaan dapat menciptakan inisiatif tanggung jawab sosial yang lebih bermakna, berdampak dan kredibel. Untuk menganalisis lebih dalam pengembangan Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA), kita dapat melihat bagaimana Jack Rothman . menjelaskan tiga model pengembangan masyarakat, yaitu. locally development, social planning, dan social action. Teori ini dapat menjelaskan bagaimana strategi dan program kerja perusahaan yang diimplementasikan saat ini dapat mendorong partisipasi masyarakat yang memiliki karakter dan latar belakang yang berbeda-beda namun secara kolektif dapat menjaga keberlangsungan program secara efektif. Analisis ini mengungkap bagaimana strategi CSR dapat disusun dan dijalankan dengan lebih baik dengan menyelaraskan model-model pengorganisasian oleh Jack Rothman. Analisa Model Pengembangan Masayarakat Deskripsi Implementasi Program Dinamika Model Pengembangan Masyarakat Perubahan dalam PROLEKTA secara aktif Secara berkala dilakukan Pengembangan berbagai upaya monitoring program Masyarakat Lokal masyarakat akan melibatkan secara pemangku kepentingan yang melibatkan seluruh dengan (State. Private. Civil societ. anggota kelompok dan adanya pasrtisipasi dalam berbagai kegiatan CSR pihak-pihak terkait seperti aktif di semua baik Rencana Pemerintahan dan juga Strategis Program CSR, berbagai Stakeholder dari masyarakat tingkat monitoring program, evaluasi perusahaan lain. lokal baik dalam program, hingga kegiatan penentuan tujuan rutin tahunan program. PROLEKTA menyasar secara Beberapa langsung masyarakat Desa enggan untuk bergabung (Grassroot Sangatta Selatan dari dan karena bagi kepercayaan diri dan seluruh petani lebah untuk pengetahuan tergabung dalam program. program yang dijalankan. Setiap dusun memiliki warga Tugas dari pendamping yang tergabung sehingga sebagai pihak yang terus kelompok memberikan edukasi dan Trigona Reborn sendiri terdiri pendampingan. Progress in Social Development: Volume 5 No 2 July 2024 Perencanaan Sosial Aksi Sosial Menekankan perencanaan yang akhir yang rasional. (Formal procedures, policy Development. Institutional Framework. Kegiatan Tahunan Perencanaan Kinerja CSR Pertamina Sangatta dan Kelompok Masyarakat. Serta Pelibatan Pemerintah Desa pengukuhan Kelompok Tani Hutan Kelulut Trigona Reborn. Pertamina EP Sangatta berhubungan baik dengan Pemerintah daerah dalam rencana kerja tahunan dan terus mendorong adanya program-program yang inovatif Penyusunan organisasi kelompok. SK kelompok maupun Ad/ART kelompok merupakan hasil dari beberapa diskusi dan Focus Group Discussion (FGD) yang dijadikan acuan Aturan yang dibentuk oleh sebuah upaya pencegahan dan juga penyelesaian dari dihadapi langsung oleh kelompok selama program Pentingnya berbagai golongan Aksi menekankan pada sumber-sumbernya. Program CSR menjangkau Terdapat inklusif dengan melibatkan kelompok masyarakat rentan dan berkebutuhan khusus. Masyarakat cenderung menarik diri dan tidak ingin terlibat dalam program, namun dari CSR mendorong seluruh masyarakat agar perubahan yang lebih baik bersama CSR. Anggota kelompok Trigona Reborn merupakan para petani hutan kelulut asli dari Desa Sangatta Selatan yang berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda namun memiliki tujuan yang Terjadi banyak hal yang tidak selalu mulus, adanya Kerjasama namun dengan dukungan para pihak, kondisi ini tersesaikan kembali Sumber: Olah Data Evaluasi CSR 2024 Berdasarkan data yang telah dijabarkan diatas, dapat dipahami bahwasannya kerangka kerja model Jack Rothman dalam pengembangan masyarakat menyediakan pendekatan terstruktur untuk memahami bagaimana masyarakat dapat mengatasi kebutuhan dan tantangan mereka. Beberapa poin yang dapat disimpulkan: Model Pengembangan Lokalitas (Locality Development Mode. Berfokus pada pemberdayaan masyarakat dengan mempromosikan partisipasi dan mendorong kemandirian. Model ini menekankan pembangunan kapasitas lokal melalui tindakan kolektif, saling mendukung, dan pengambilan keputusan yang Idenya adalah untuk memungkinkan masyarakat mengidentifikasi kebutuhan mereka sendiri dan mengembangkan solusi secara kolaboratif. Model Perencanaan Sosial (Social Planning Mode. Melibatkan pendekatan yang lebih terstruktur dan profesional untuk mengatasi kebutuhan masyarakat. Model ini menekankan keahlian teknis dan strategi berbasis data untuk merencanakan dan menerapkan solusi. Model ini sering kali melibatkan pakar atau lembaga eksternal yang menganalisis masalah masyarakat dan menyusun rencana untuk mengatasinya, dengan fokus pada efisiensi dan efektivitas. Model Aksi Sosial (Social Action Mode. Berfokus pada penanganan ketidakseimbangan kekuasaan dan advokasi untuk perubahan sosial. Model ini melibatkan mobilisasi masyarakat untuk menantang ketidakadilan dan ketimpangan, sering kali melalui advokasi, protes, dan aktivisme. Model ini berupaya memberdayakan kelompok-kelompok yang terpinggirkan dan mendorong perubahan sistemik dengan mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi yang mendasarinya. Dengan mempertimbangkan model Jack Rothman. Pertamina EP Sangatta Field mengintegrasikan pendekatan dalam strategi keterlibatan masyarakat. Perusahaan mendukung pengembangan masyarakat dengan mendorong inisiatif dan kemitraan lokal. Ini dapat mencakup pendanaan proyek lokal, memfasilitasi pelatihan keterampilan, serta program yang mendukung pelestarian lingkungan. Melibatkan masyarakat dan dukungan dari kelompok lokal atau grass root community, perusahaan berkontribusi pada pemberdayaan lokal dan pembangunan berkelanjutan. Hingga saat ini Pertamina EP Sangatta Field menerapkan transfer of knowledge atau keahlian dan sumber daya teknis untuk mengatasi kebutuhan masyarakat melalui perencanaan strategis dan analisis data. Bersama dengan stakeholder. Pertamina EP Sangatta Field melakukan penilaian kebutuhan untuk mengidentifikasi isu-isu utama dalam masyarakat dan kemudian mengembangkan program CSR yang ditargetkan untuk mengatasi kebutuhan tersebut. Dalam hal ini. Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut sangatta (PROLEKTA) melalui inovasi Advance Edu-Wisata Agrosilvopastura. telah mewujudkan program CSR yang sifatnya inklusif dan mampu menjawab persoalan yang melatarbelakangi inisiasi program seperti yang telah dijelaskan dalam penelitian ini. PROLEKTA dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara holistik dan berdampak, dengan menyeimbangkan pemberdayaan lokal, perencanaan strategis, dan aksi sosial yang mengedepankan kebutuhan dan solusi permasalahan Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA) secara efektif telah mampu mendorong partisipasi stakeholders yang berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan program hingga saat ini. Menciptakan berbagai kolaborasi antar stakeholders tentunya menjadi hal penting yang perlu diperhatikan oleh Pertamina EP Sangatta Field dalam pemberdayaan masyarakat agar program yang dijalankan dapat berlangsung dan berkesinambungan. Kelompok Tani Trigona Reborn tergolong aktif dalam setiap kegiatan yang direncanakan bersama perusahaan. Mereka antusias dalam menjadikan Kebun Kelulut Sangatta sebagai destinasi Pusat Budidaya Lebah Kelulut di Kutai Timur. KESIMPULAN Tanggung Jawab Sosial Perusahaan merupakan aspek penting dari bisnis modern yang melampaui sekedar kepatuhan atau kegiatan amal. CSR yang efektif mengintegrasikan praktik etis ke dalam operasi inti perusahaan, yang menguntungkan semua pemangku kepentingan dan berkontribusi pada pembangunan Seiring berkembangnya lanskap global, bisnis harus terus menyesuaikan strategi CSR mereka untuk memenuhi tantangan dan harapan yang muncul, memastikan keberhasilan jangka panjang dan dampak sosial yang positif. Dukungan perusahaan terhadap infrastruktur lokal, usaha kecil, dan pemberdayaan masyarakat dapat mendorong pertumbuhan dan stabilitas ekonomi, membantu masyarakat untuk berkembang secara mandiri sesuai dengan Tema Rencana Kerja Pemerintah. Pertamina EP Sangatta Field telah mengimplementasikan program CSR dengan tiga model pengembangan masyarakat yang menjadi salah satu kunci pelaksanaan Program Pengembangan Tani Hutan Kelulut Sangatta (PROLEKTA). Strategi CSR yang paling efektif seringkali melibatkan integrasi yang seimbang dari ketiganya. Program dapat mencapai dampak yang lebih besar dengan menggabungkan inisiatif berbasis komunitas dengan dukungan kelembagaan dan partisipasi dari masyarakat. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa upaya CSR bersifat komprehensif, menangani berbagai tingkat kebutuhan dan memanfaatkan sumber daya yang beragam. Dengan menyelaraskan strategi CSR dengan model-model pengembangan masyarakat ini, perusahaan dapat memberikan solusi atas permasalahan yang ada di Desa Sangatta Selatan dari sisi ekonomi masyarakat sebagai pendongkrak ekonomi daerah maupun dari sisi penyelamatan lingkungan hidup dengan inovasi Advance Edu-Wisata. Lebih luas lagi. PROLEKTA mampu meningkatkan dampak sosial, membangun hubungan komunitas yang lebih baik dan mencapai Sustainable Development Goals (SDGAo. DAFTAR PUSTAKA