MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Integrasi Ilmu Agama dan Umum dalam Pembelajaran Al-QurAoan Hadits Oriza Alisya Putri Universitas Muhammadiyah Jakarta alisyaoriza@gmail. Yane Wulan Sari Universitas Muhammadiyah Jakarta yanew54@gmail. Azka Putra Prawira Universitas Muhammadiyah Jakarta azkastars16@gmail. Dihya Ahmad Yasin Universitas Muhammadiyah Jakarta 03@gmail. Hibrizi Adzin Universitas Muhammadiyah Jakarta hibriziadzin@gmail. Ummah Karimah Universitas Muhammadiyah Jakarta karimah@umj. Busahdiar Universitas Muhammadiyah Jakarta busahdiar@umj. Abstract: The advancement of globalization in today's millennial era is certainly a special concern for the role of educators to ensure that every student can understand knowledge according to the trajectory, and not get out of their religious boundaries. So the purpose of this study is to find out how the integration of religious science and general science in the learning of Al-Qur'an Hadith teachers. This research uses qualitative, data collection with primary data from Al-Qur'an Hadith teachers at MTs Darul Ma'arif Cipondoh Tangerang City. This research collects data through interviews and observations. The results of this study indicate that it is very important for every student to study general science in depth in order to shape themselves into human beings with character. In the scope of Islamic education, the character must stand on the principle of human being insan kamil. So to achieve this, it is necessary to integrate general science and religious science throughout the learning process to equip students to become graduates who have broad general knowledge insights balanced by strong spiritual values in accordance with the rules of Islamic teachings in the Qur'an Hadith. Keywords: Integration. Religious Science. General Science Abstrak: Kemajuan globalisasi di zaman milenial saat ini tentu menjadi perhatian khusus bagi peran pendidik untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat memahami pengetahuan sesuai dengan lintasan, dan tidak keluar dari batasan agamanya. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam pembelajaran guru Al-Qur'an Hadits. Penelitian ini menggunakan kualitatif, pengambilan datanya dengan data primer dari guru Al-Qur'an Hadits di MTs Darul Ma'arif Cipondoh Kota Tangerang. Penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap siswa sangat penting untuk mempelajari ilmu umum secara mendalam guna membentuk diri menjadi manusia yang berkarakter. Pada lingkup pendidikan Islam, karakter tersebut harus berdiri atas prinsip manusia insan kamil. Maka untuk mencapai hal tersebut, diperlukannya integrasi ilmu umum dan ilmu agama sepanjang proses pembelajaran guna membekali siswa menjadi lulusan yang memiliki wawasan pengetahuan MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. umum yang luas dengan diimbangi oleh nilai spiritualitas yang kuat sesuai dengan kaidah ajaran Islam dalam Al-Qur'an Hadits. Kata kunci: Integrasi. Ilmu Agama. Ilmu Umum. PENDAHULUAN Hidup di zaman era globalisasi saat ini, tentu akan menjadi tantangan bagi para generasi milenial untuk menyeimbangkan antara perkembangan teknologi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, sehingga mereka tidak hanya maju dan pandai dalam berinovasi secara global namun juga mampu mengembangkan gaya berpikir dengan nalar untuk dapat mengkritisi setiap persoalan perkembangan zaman sehingga dapat menjadi generasi penerus yang cerdas dan cerdik sehingga mampu menjawab tantangan baik dalam kemanusiaan dan keagamaan. Dalam dunia pendidikan Islam, pedoman agama akan menjadi peranan penting untuk membentuk generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia dan memiliki pengetahuan yang Hal tersebut, diperkuat oleh hasil penelitian Aiena Kamila2 yang menjelaskan bahwa tujuan pendidikan Islam bukan sekedar memenuhi kebutuhan intelektual, namun memberikan pemahaman nilai mendalam dari makna ajaran islam sebagai pegangan hidup. Sehingga nilainilai tersebut dapat tertanam dalam diri mereka sendiri melalui tingkah laku dan kepribadian mereka dalam kehidupan sehari-hari. Maka, peran pendekatan melalui integrasi dalam memadukan antara ilmu agama dan ilmu umum sangatlah dibutuhkan. Sebab keduanya saling memiliki relavansi, sehingga siswa tidak hanya berwawasan pengetahuan umum yang memadai, tetapi juga mampu menjadikan wawasan tersebut sebagai sebuah pendamping untuk menjadikan mereka sebagai insan kamil. Karena tujuan Pendidikan Islam adalah melahirkan generasi muslim Rabbani yang berakhlakul karimah. Dengan adanya Integrasi ilmu agama dan ilmu umum menjadikan siswa tidak hanya memahami litelatur keislaman secara tekstual saja, akan tetapi mereka mampu melihat keterkaitannya dengan realitas kehidupan sehari-hari. Sehingga, untuk mencapai hal tersebut diperlukannya kemampuan profesional guru dalam berbagai kapasitasnya sebagai pendidik. Guru dengan keprofesionalitasnya akan mampu memperbaiki proses pembelajaran, sehingga Fathul Mufid. AuIntegrasi Ilmu-Ilmu Islam,Ay Open Journal System 1 (June 2. Aiena Kamila. AuPentingnya Pendidikan Agama Islam Dan Pendidikan Moral Dalam Membina Karakter Anak Sekolah Dasar,Ay Al-Furqan : Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya 2 (September 2. Shofiyah Siti Et Al. AuGenerasi Sandwich Dalam Perspektif IslamAy. Proceeding International Seminar of Islamic Studie (March 19, 2. : 1586Ae1591. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. meningkatnya kualitas pendidikan dan terealisasikannya kesesuaiaan bentuk pengintergrasian antara ilmu agama dan umum. Kemampuan profesional guru diperlukan sebab saat ini pendidikan Islam memiliki dua tugas utama terhadap berubahan. Disatu sisi, mengembalikan image umat Islam yang terlanjur memiliki stigma yang negatif yang memiliki wajah konservatif, radikal, dan mengedepankan kekerasan. Disisi lain, pendidikan harus menyesuaikan perkembangan zaman, seiring dengan bergesernya pendidikan yang mengarah perkembangan teknologi yang berakselerasi dengan sangat cepat. Hal tersebut dapat mengembalikan ruh integrasi dan interkoneksi keilmuan sehingga pendidikan Islam mampu menjawab tantangan zaman. Maka dengan terealisasi keterkaitan antara ilmu agama dan umum, siswa dapat melihat bahwa keduanya saling melengkapi, memperkaya, dan memperkuat keimanan Sebab, implementasi pendidikan Islam mendapatkan porsi strategis dalam melengkapi kesenjangan pada pendidikan umum. Artinya, proses pembelajaran antara pendidikan umum dan agama menjadi poros utama dalam menciptakan sumber daya yang berwawasan imtak dan iptek, sehingga siswa dapat menerapkan pembelajaran yang berwawasan Islami dalam membentuk moral, akhlak, serta perilaku yang lebih baik. Jika ditinjau berdasarkan epistemologi yang menunjukkan bahwa ilmu bersumber dari Allah melalui petunjuknya baik di dalam Al-QurAoan dan Haditst maupun di alam semesta. Maka aspek aksiologi menggambarkan bahwa integrasi ilmu dimaksudkan untuk membentuk manusia yang peripurna . nsan kami. yang memiliki keluasan wawasan dan keagungan akhlak, integrasi ilmu juga sebagai upaya raumatan lil Aoalamin. Kemudian, mengingat tujuan pendidikan yang ditentukan oleh zaman dan kebudayaan di tempat kita hidup yang ditentukan oleh AuPandangan HidupAy manusia 7. Maka, dengan adanya integerasi tersebut dapat membantu siswa dalam menjembatani kesenjangan antara ilmu agama dan ilmu umum yang selama ini sering dipandang terpisah. Sebab integrasi ilmu agama dan umum dalam pembelajaran adalah sebuah kebutuhan modernisasi dalam megikuti perkembangan zaman yang sesuai dengan ajaran agama. Ummah Karimah Et Al. AuAoProsiding The 3 Nd Annual Conference on Islamic Religious Education Integrasi Keilmuan Dalam Bingkai Kurikulum Ptkin di Jakarta,AoAy Proceeding Annual Conference on Islamic Religious Education. No. 3 (December 19, 2. : 2023. Http://Acied. Pp-Paiindonesia. Org/Index. Php/Acied. Afiful Ikhwan. AuIntegrasi Pendidikan Islam (Nilai-Nilai Islami Dalam Pembelajara. ,Ay TaAoallum: Jurnal Pendidikan Islam 2 . Nursri Hayati And Dalimunthe Irwan Shaleh. AuAoIntegration of Science Based on Philosophy Review (Study Aspects of Ontology. Epistemology. And Axiolog. ,AoAy Itqan: Jurnal Ilmu Ilmu Kependidikan. (N. ): 169Ae170. Ummah Karimah. AuAoPesantren dan Pendidikan: Relevansinya dalam Tujuan Pendidikan,AoAy Misykat: Jurnal Ilmu-Ilmu Al-Quran. Hadist. SyariAoah Dan Tarbiyah 03 (June 27, 2. : 134. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Berdasarkan hal tersebut, maka ilmu menempati posisi penting dalam Islam. Oleh karenanya bentuk implementasi ilmu umum dan ilmu agama tidak boleh bertentangan, tetapi Seperti (Saumantri, 2. 8Menekankan bahwa perpaduan yang harmonis antara pendidikan umum dan pendidikan agama akan menghasilkan sumber daya ilmiah yang handal dengan dukungan spiritual yang kuat dalam pendekatannya terhadap kehidupan. Sehingga, integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam pembelajaran di lembaga pendidikan pada zaman modern saat ini, dapat menjadi kebermanfaatan dalam membantu siswa untuk menjadi generasi penerus yang tidak hanya beriman dan berilmu tetapi juga mampu berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa dengan menumbuh kembangkan karakter yang sesuai dengan perkembangan zaman, namun selaras dengan syariat islam. Namun, tentu akan ditemukan tantangan dalam melakukan integrasi ilmu agama dan Sebab tidak semua siswa mempunyai latar belakang yang sama, sehingga banyak dari mereka kesulitan dalam menerima pengintegrasian antara keduanya. Selain itu, kurikulum yang padat, kurangnya waktu belajar, dan kurang matangnya kemampuan guru juga menjadi Seperti, fokus guru yang hanya memperdalam ilmu pengetahuan modern yang kering dari nilai-nilai moralitas agama atau justru pendidikan yang hanya mendalami ilmu agama yang terpisahkan sama sekali dari perkembangan ilmu pengetahuan kontemporer. Maka integrasi ini harus dilakukan secara hati-hati dan metodis agar tidak mengurangi kualitas itu sendiri. 11 Dan hal tersebut, tentu menjadi evaluasi bagi para guru untuk memastikan apakah selama ini proses pembelajaran dilakukan secara monoton atau sudah dilakukan bervariasi antara keselarasan ilmu agama dengan mengikuti kemajuan era globalisasi . lmu pengetahua. Tujuanya, agar siswa tidak hanya memahami aspek keagamaannya saja, tetapi mereka juga mampu beradaptasi ketika berada dilingkup luar dan mampu menjawab berbagai tantangan zaman. Sebagaiamana tujuan pendidikan berdasarkan pemikiran Fazlur Rahman adalah untuk mengembangkan manusia sedemikian rupa sehingga semua pengetahuan yang diperolehnya akan menjadi organ pada keseluruhan pribadi yang kreatif, yang memungkin manusia untuk (Saumantri, 2. (Solichin Et Al. , 2. Muhammad Fahmi. AuTantangan Interkoneksi Sains Dan Agama di IAIN Sunan Ampel,Ay Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal Of Islamic Education Studie. Mukhsin Achmad. Integrasi Sains Dan Agama: Peluang Dan Tantangan Bagi Universitas Islam Indonesia. Abhats: Jurnal Islam Ulil Albab. Vol. 50, 2021. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kebaikan umat manusia dan untuk menciptakan keadilan, kemajuan, dan keteraturan dunia. Dan berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara dengan Ibu Situ Nurhasanah sebagai guru Al-QurAoan Hadits di sekolah MTs darul Ma'arif Cipondoh kota Tangerang, peneliti menemukan peluang yang menunjukkan bahwa adanya potensi besar untuk sekolah tersebut melakukan pengintegrasian antara ilmu agama dan ilmu umum dalam proses pembelajaran Al-QurAoan Hadits. Oleh karena itu, peneliti akan mengkaji tema yang berjudul AuIntegrasi Ilmu Agama dan Ilmu Umum Dalam Pembelajaran Guru Al-QurAoan HadistAy. Peneliti berharap bahwa penelitian ini akan memberikan sumbangsih yang besar bagi kemajuan pendidikan di Indonesia, khususnya dalam hal integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam pembelajaran. Sehingga lembaga pendidikan mampu melahirkan generasi penerus yang mampu menjawab segala tantangan dan perubahan zaman. METODE Di dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif, dan pendekatannya menggunakan metode deskriptif. Metode ini sering disebut sebagai metode penelitian naturalistik, hal itu dikarenakan karena kondisi yang tidak disetting atau alamiah ketika melakukan penelitian, serta disebut metode kualitatif karena analisis dan data yang terkumpul cenderung bersifat kualitatif. Metode kualitatif sendiri yaitu suatu penelitian yang ditujukan untuk memotret tentang suatu variabel atau suatu keadaan secara alami dan tidak dimaksudkan dalam hal mengujikan suatu hipotesis tertentu. Dari definisi lain penelitian kualitatif merupakan tata cara penelitian yang dimaksudkan untuk meneliti suatu permasalahan dengan kaidah merumuskan suatu permasalahan dan dilanjutkan dengan meneliti secara komprehensif, yaitu melalui pencatatan, wawancara, dan melibatkan diri dalam prosedur penelitian yang bertujuan menjumpai uraian suatu pola-pola, deskripsi dan mengurutkan indikator. Peneliti mendatangi langsung ke lokasi tersebut guna melakukan wawancara dan dokumentasi sebagai data fakta yang digunakan sebagai sumber-sumber penelitian ini. Adapun beberapa prosedur yang peneliti lakukan adalah peneliti melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu di sekolah tersebut. Peneliti melakukan pengamatan awal dengan memperhatikan bagaimana integrasi ilmu umum dan ilmu agama dalan pembelajaran Karimah Ummah And Husnul Khotimah. AuKonsep Filsafat Pendidikan Islam: AoStudi Pemikiran Pendidikan Islam Dalam Perspektif Fazlur Rahman,AoAy Ad-DaAowah (August 31, 2. : 59Ae72. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. guru Al-QurAoan Hadits. Maka dari itu dengan adanya konfirmasi dari salah satu guru pendidikan Al-QurAoan Hadits dalam wawancara peneliti dengan guru tersebut, ditemukan bahwa adanya kekurangan bentuk implementasi penyelarasan antara ilmu umum dan ilmu agama disekolah tersebut, yang pada dasarnya adalah sekolah berbasis Islam. Peneliti tertarik meneliti tentang peran sekolah dalam mengatasi penyelarasan ilmu umum dan ilmu agama disekolah tersebut. Selanjutnya memahami latar lapangan dan mempersiapkan diri dalam tahap ini peneliti harus memperhatikan dan memahami situasi dan kondisi di MTs Darul MaAoarif Cipondoh kota Tangerang. Dengan berpenampilan yang baik, berperilaku yang menyesuaikan aturan norma, nilai-nilai serta adat istiadat MTs Darul MaAoarif Cipondoh kota Tangerang. Data dan Sumber Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara yang dilakukan oleh beberapa siswa dan guru pendidikan agama Islam di MTs Darul MaAoarif Cipondoh kota Taggerang. Adapun sumber data utama dalam penelitian ini adalah orang . yang berhubungan dengan fokus penelitian yaitu guru Al-QurAoan Hadits. Sedangkan sumber data sekundernya yaitu jurnal, e-book, buku cetak dan sebagainya yang berkaitan langsung dengan pembahasan penelitian ini. Teknik dan prosedur pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara dan Studi dokumen merupakan bagian pelengkap dengan digunakannya metode wawancara dalam suatu penelitian. Adapun teknik analisis dengan proses penyusunan data secara terstruktur yang diperoleh dari hasil wawancara dan bahan lainnya dengan tujuan dapat mudah dipahami dan hasil temuan nantinya akan dipublikasikan pada orang lain. Adapun analisis data dalam penelitian ini dilakukan sejak tahap pra lapangan, tahap lapangan dan setelah tahap lapangan. Teknik ini berpedoman pada konsep yang dipaparkan Miles dan Huberman, yang mengemukakan bahwa kegiatan analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berkesinambungan pada setiap tahap penelitian. Proses analisis data kualitatif dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu: . Reduksi Data, . Penyajian Data, . Penarikan Kesimpulan. Validitas data untuk pemeriksaan keabsahan data, teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah kredibilitas, dalam penelitian ini peneliti melakukan ketekunan pengamatan dengan cara membaca referensi maupun hasil penelitian ataupun dokumendokumen yang terkait dengan temuan penelitian. Melalui triangulasi pada penelitian ini peneliti mendapat temuan dari hasil wawancara oleh beberapa siswa dan guru dalam rangka penerapan integrasi ilmu umum dan ilmu agama. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Karena sejatinya triangulasi ini merupakan teknik memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk pemeriksaan keabsahan dan juga sebagai pembanding terhadap suatu data. Pada triangulasi ini pemeriksaan menggunakan sumber lainnya menjadi teknik yang paling banyak digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Siti Nurhasanah sebagai guru Al-QurAoan Hadist menjelaskan bahwa adanya keselarasan antara mata pelajaran Al-QurAoan Hadits dan IPA. Sebab dalam materi Al-QurAoan hadits kelas IX mencakup masalah lingkungan, penciptaan langit dan bumi, serta penciptaan manusia. Dimana tema-tema tersebut berkolerasi dengan materi IPA. Oleh karena itu. Ibu Siti mengintegrasikan kedua mata pelajaran tersebut dengan tujuan untuk mengembangkan pembelajaran tematik dalam membantu siswa memahami hubungan ilmu agama yang dikaitkan dengan alam semesta dalam perspektif Al-QurAoan hadits. Analisis Hal ini, diperkuat dengan hasil penelitian 13 yang menjelaskan bahwa pemahaman integrasi nilai-nilai Al-QurAoan tidak mempertentangkan antara sains dan agama. Bahkan dalam banyak ayat-Nya ditekankan agar manusia senantiasa memikirkan kejadian di alam untuk memperteguh keyakinan agamanya {QS. Al-Anbiya: . Sains mengajarkan kepada manusia tentang bagaimana mengelola alam, melakukan berbagai proses, serta memproduksi sesuatu untuk kebutuhan hidup. Sementara itu agama mengajarkan manusia tentang nilai ketaqwaan terhadap Khaliq serta nilai kebaikan terhadap sesama. Sedangkan dalam tataran konseptual, integrasi nilai dalam pembelajaran IPA mengacu kepada pemahaman bahwa Ilmu pengetahuan apapun termasuk ilmu pengetahuan alam adalah sarana menuju Tuhan, jika manusia sejak dini menyadari bahwa kehidupan di dunia akan menuntutnya untuk pencapaian kehidupan akhirat14. Sebab Integrasi sains dan Islam adalah sebuah bentuk perbedaan, namun memiliki ketertkaitan. Yaitu, ilmu sains membicarakan fakta alamiah sedangkan agama membicarakan nilai-nilai ilahiah. Muspiroh Novianti. AuIntegrasi Nilai Islam Dalam Pembelajaran Ipa (Perspektif Pendidikan Isla. Ay. Jurnal Pendidikan Islam, . Novianti. Integrasi Nilai-Nilai Islam Dalam Pembelajaran Ipa Di Sekolah. Journal Of Empirical Research In Islamic Education, 2. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Dalam hasil penelitian Chanifudin 15 ilmu sains adalah sekumpulan fakta yang berasal dari ayat-ayat kauniyah yaitu ucapan atau perkataan yang dipaparkan melalui pembuktian . Hubungannya dengan ajaran islam ialah terdapat bentuk penyiratan aspek yang suci untuk mengejar pengetahuan ilmiah oleh umat Islam, karena alam sendiri dilihat dalam AlQurAoan sebagai kumpulan tanda-tanda akan kebesaran Tuhan. Umat islam membutuhkan suatu sistem sains untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan material dan spiritualnya. Ilmu ajaran Islam menjadi basis dari segala ilmu pengetahuan. Sebab ajarannya dapat dapat mewujudkan fakta yang terdapat dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits menjadi suatu Qaidah Fikriyah . andasan pemikira. , yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia. Sebagaimana dijelaskan dalam penelitian Ahmad Rudiana16 menegaskan bahwa materi pendidikan Islam harus mampu menstimulir fitrah manusia, baik fitrah ruhani, akal, maupun perasaan sehingga dapat melaksanakan perannya dengan baik, entah sebagai hamba Allah SWT ataupun sebagai khalifah dimuka bumi. Oleh karena itu, di dalam Islam tidak dikenal semboyan Auilmu untuk ilmuAy, atau ilmu yang bebas nilai, tetapi ilmu harus dapat menyingkap rahasia kebenaran Sang Pencipta melalui observasi terhadap alam nyata, yang kemudian dapat mengantarkan manusia kepada tingkat keimanan yang berkualitas dan ketundukan totalitas17 . Hal tersebut diperkuat oleh firman Allah Subhanahu wa Ta'ala: QS. Al-Fussilat : 53 a aACeeOA a AcOee aaEaIeeaIaNeaeCeaOaeOEA eeAEeaIaNeaue aEaOee aE aEA ea aeea a a aeeaI aA aNIee a aceeOa AaIa aO aNIeeaOeaIae aAea a OA a a a AOA e AaOee a aNA Artinya: AuKami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda . Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa (Al-QurAoa. itu adalah benar. Tidak cukupkah . agi kam. bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?Ay Chanifudin dan Tuti Nuriyati. AuIntegrasi Sains Dan Islam Dalam PembelajaranAy. Asatiza : Jurnal Pendidikan. Vol 1 . Ahmad Rudiana. AuIntegrasi Pendidikan Agama Islam Dengan Sains Dan TeknologiAy. Vol. Hanafi Muchlis. AuIntegrasi Ilmu dalam Perspektif Al-QurAoanAy. Jurnal Suhuf. Vol. 7, . MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. QS. Al-Hajj : 54 a a ea aAOEaO EaIea aOIeeaOaOeaEIeeaIaNeCee aIIe aA eeAeaNeaueCaEaOaaIe aOua aIee aceae aaEa aA a aAEeAaOaIIaOeeaNeea a a a a a aa AOIA e AOIeea aIIa OeOeeua ae aAeaeeIa aCA a eAEaA Artinya: AuAgar orang-orang yang telah diberi ilmu itu mengetahui bahwa ia (AlQurAoa. adalah kebenaran dari Tuhanmu sehingga mereka beriman dan hati mereka tunduk kepadanya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemberi petunjuk kepada orang-orang yang beriman ke jalan yang lurus. Ay (AuQurAoan Kemenag,Ay n. Ayat-ayat tersebut menjelaskan bahwa dengan mengintegrasikan anatara agama dan ilmu umum, manusia dapat mencapai keseimbangan antara dunia dan akhirat, dan hidup dengan penuh makna dan tujuan. Ilmu pengetahuan dapat membantu manusia untuk memahami ciptaan Allah dan menjalankan agamanya dengan lebih baik. Sedangkan agama dapat memberikan bimbingan moral dan spiritual kepada manusia dalam menggunakan ilmu Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa integrasi ilmu agama dan ilmu umum, keduanya berkorelasi untuk memajukan konsep pendidikan. Dengan tujuan, untuk mengembangkan pembelajaran tematik dalam membantu siswa memahami hubungan ilmu agama yang dikaitkan dengan alam semesta dalam perspektif Al-Qur'an dan Hadist. Sebab ilmu sains menyajikan fakta ilmiah sedangkan ilmu agama membicarakan nilai-nilai illahiyah, sehingga keduanya berintegrasi dan dapat menjadi konsep pendidikan yang berjalan dengan selaras guna tercapainya tujuan-tujuan berkembangnya sistem pendidikan. KESIMPULAN Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat diambil kesimpulan bahwa integrasi ilmu agama dan ilmu umum dalam menghadapi era globalisasi di MTs Darul Ma'arif Cipondoh Kota Tangerang saling berhubungan. Konsep integrasi ilmu agama dan ilmu umum di MTs Darul Ma'arif Cipondoh Kota Tangerang terlihat pada inovasi terbaru yaitu dengan mengintegrasikan pelajaran Al-QurAoan Hadits dan IPA sebagai sarana untuk mengembangkan pembelajaran tematik dalam membantu siswa memahami hubungan ilmu agama yang dikaitkan dengan alam semesta dalam perspektif Al-QurAoan Hadits. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Integrasi ilmu agama dan ilmu umum sangat penting diterapkan dalam mengembangkan pemahaman manusia tentang dunia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT. Sebab, integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum bukanlah tindakan yang saling merendahkan, justru sejatinya kedudukan masing-masing saling melengkapi dan menguatkan. Keterbatasan akal sebagai sumber ilmu umum mengharuskan adanya bimbingan rohani yang merupakan sumber ilmu agama Islam. Demikian juga keterbatasan bimbingan rohani memerlukan interprestasi akal. Oleh karena itu, di dalam Islam tidak dikenal semboyan Auilmu untuk ilmuAy, atau ilmu yang bebas nilai, tetapi ilmu harus dapat menyingkap rahasia kebenaran Sang Pencipta melalui observasi terhadap alam nyata, yang kemudian dapat mengantarkan manusia kepada tingkat keimanan yang berkualitas dan ketundukan totalitas. Sebab dengannya, dapat mewujudkan fakta yang terdapat dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits menjadi suatu Qaidah Fikriyah . andasan pemikira. , yaitu suatu asas yang di atasnya dibangun seluruh bangunan pemikiran dan ilmu pengetahuan manusia. DAFTAR PUSTAKA