Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) ARTIKEL RISET URL artikel: http://ejournal. poltekkes-denpasar. id/index. php/JIG/article/view/jig4284 Pengembangan Media Edukasi E-booklet terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap dalam Pencegahan Obesitas Siswa SMA Dinda Hermalia Putri 1. Susilo Wirawan1,K. Waluyo1. Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta email Penulis Korespondensi (K): susilo. wirawan@poltekkesjogja. ABSTRACT Adolescent obesity is a complex health issue characterized by excessive fat accumulation and is associated with various non-communicable diseases such as diabetes mellitus, hypertension, and cardiovascular disease. WHO reported that over 390 million children and adolescents aged 5Ae19 were overweight. In Indonesia, the prevalence is 3,3%, with higher rates in Yogyakarta . ,6%) and Sleman Regency . ,35%). Lack of nutritional knowledge and poor attitudes among adolescents are key risk factors. Digital educational media such as e-booklet are needed to raise awareness about early obesity prevention. The objective of this study is to determine the effect of developing e-booklet educational media on improving knowledge and attitudes in obesity prevention among high school students. This type of research is quasi-experimental design with a pretest-posttest and control group. The subjects were students at SMA Negeri 1 Godean, divided into an intervention group . ecture e-bookle. and a control group . ecture onl. Measurements were taken before and after the is intervention, with two posttests . n the same day and 7 days afte. Data were analyzed using univariate and bivariate tests. There was a significant increase in knowledge and attitudes in both groups . -value = 0,001. <0,. Nutrition education with lectures and ebooklet media was effective in improving knowledge . = 0,. oth media-assisted and non- media lectures were equally effective in improving attitudes . = 0,122. p>0,. Nutrition education using e-booklet media significantly influenced knowledge and attitudes. Lectures with e-booklet media were more effective in increasing studentsAo knowledge about obesity prevention. Keywords: Education. E-booklet. High School Students. Obesity PENDAHULUAN Latar Belakang Obesitas merupakan penyakit kompleks yang ditandai dengan penumpukan lemak berlebih akibat ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi . Kenaikan Indeks Massa Tubuh (IMT) secara signifikan dapat memicu obesitas yang bserisiko menyebabkan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan hipertensi . PTM menjadi tantangan besar di berbagai negara, baik berkembang maupun maju. Prevalensi obesitas terus meningkat, khususnya pada remaja, akibat gaya hidup tidak sehat seperti pola makan berlebih dan kebiasaan makan yang salah . Obesitas pada remaja berpotensi berlanjut hingga dewasa dan menyebabkan penyakit degeneratif . WHO . melaporkan lebih dari 390 juta anak dan remaja mengalami kelebihan berat badan . Di Indonesia, prevalensi obesitas remaja mencapai 3,3% . , bahkan lebih tinggi di Provinsi DIY . ,6%) dan Kabupaten Sleman . ,35%) . Di SMA Negeri 1 Godean, sebanyak 71 siswa tercatat mengalami overweight dan obesitas . 272 | Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science. Vol. No. Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) Pengetahuan gizi yang rendah menjadi salah satu faktor penyebab perilaku makan yang tidak sehat Pengetahuan yang baik dapat memengaruhi sikap positif terhadap pemilihan makanan, sehingga berdampak pada status gizi yang lebih baik . Sikap juga berperan penting dalam membentuk perilaku konsumsi makanan bergizi . Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan sikap gizi pada remaja menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan obesitas. Edukasi gizi merupakan pendekatan efektif yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pola makan sehat . Salah satu media edukatif yang dapat digunakan adalah e-booklet, yaitu buku digital bergambar yang mudah diakses dan menarik bagi remaja . E-booklet dinilai mampu menyampaikan informasi gizi secara lengkap, jelas, dan interaktif . Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk mengetahui pengaruh media edukasi e-booklet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pencegahan obesitas pada siswa SMA. METODE Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain quasi experimental menggunakan model pretest-posttest with control group design. Penelitian melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok intervensi yang diberikan edukasi gizi melalui ceramah dan media e-booklet, serta kelompok kontrol yang hanya diberikan ceramah. Sampel penelitian adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Godean dengan status gizi normal, yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Total sampel sebanyak 76 siswa, masing-masing 38 pada kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian ini dilaksanakan pada JanuariAeFebruari 2025 dan telah memperoleh persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta No. DP. 03/e-KEPK. 1/051/2025. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah edukasi gizi menggunakan media e-booklet dan ceramah, sedangkan variabel terikatnya adalah pengetahuan dan sikap siswa mengenai pencegahan obesitas. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan distribusi pengetahuan serta sikap, dan bivariat untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas dilakukan dengan Shapiro-Wilk, dilanjutkan dengan uji paired t-test untuk data berdistribusi normal dan uji Wilcoxon untuk data tidak normal, dengan tingkat signifikansi = 0,05. HASIL Karakteristik Responden Responden pada penelitian ini terdiri dari dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok Distribusi frekuensi dari karakteristik responden dapat dilihat pada Tabel 1. 273 | Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science. Vol. No. Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Variabel Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Usia 15 tahun 16 tahun Total Kelompok Intervensi Kelompok Kontrol Berdasarkan Tabel 1, karakteristik jenis kelamin pada kedua kelompok didominasi oleh responden perempuan, yaitu sebanyak 24 responden . ,6%) pada kelompok intervensi dan 27 responden . ,4%) pada kelompok kontrol. Sementara itu, berdasarkan usia, mayoritas responden pada kedua kelompok berusia 16 tahun, dengan 22 responden . ,7%) pada kelompok intervensi dan 20 responden . ,8%) pada kelompok Pengetahuan dan Sikap Siswa sebelum Edukasi Gizi Hasil uji statistik perbandingan skor pengetahuan antar kelompok dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Perbandingan Skor Pengetahuan Antar Kelompok Variabel Pretest Posttest 1 Posttest 2 *p-value <0,05 MeanASD Intervensi 75,59A5,87 65,50A6,02 96,32A4,65 p-value Kontrol 74,85A5,57 84,12A5,96 83,53A4,69 0,570 0,367 *0,001 Berdasarkan Tabel 2, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada rata- rata skor pretest dan posttest 1 antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, yang menunjukkan bahwa pengetahuan awal responden serta hasil awal setelah intervensi relatif sama. Namun, pada posttest 2 ditemukan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok, yang mengindikasikan bahwa intervensi yang diberikan mulai menunjukkan efektivitasnya dalam meningkatkan pengetahuan responden. Untuk mengetahui apakah hasil setiap kelompok memiliki perbedaan yang signifikan, dilakukan uji Independent T-test. Hasil uji statistik perbandingan skor sikap antar kelompok dapat dilihat pada Tabel 274 | Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science. Vol. No. Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) Tabel 3. Perbandingan Skor Sikap Antar Kelompok Variabel Pretest Posttest 1 Posttest 2 MeanASD Intervensi 57,35A4,43 65,50A6,02 72,85A4,49 p-value Kontrol 58,47A4,04 61,85A5,07 61,53A5,07 0,090 0,188 0,290 Perbandingan pretest kedua kelompok menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan pada ratarata skor pretest antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hal tersebut menunjukan bahwa sikap responden sebelum dilakukan edukasi sama, sehingga penelitian dapat dilanjutkan. Perbedaan Rata-Rata Skor Pengetahuan Kelompok Intervensi Perbedaan rata-rata skor pengetahuan edukasi gizi dapat dilihat dengan melakukan pengujian skor pengetahuan dengan uji Wilcoxon. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4 Perbedaan Rata-Rata Skor Pengetahuan Kelompok Intervensi Pretest Posttest 1 MeanASD MeanASD Pengetahuan 75,59A5,87 85,29A5,06 P value pretest vs posttest 1 *0,001 P value pretest vs posttest 2 *0,001 *p-value <0,05 Posttest 2 MeanASD 96,32A4,65 Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi gizi pada kelompok intervensi . -value <0,. Perbedaan Rata-Rata Skor Pengetahuan Kelompok Kontrol Perbedaan rata-rata skor pengetahuan edukasi gizi dapat dilihat dengan melakukan pengujian skor pengetahuan dengan uji Wilcoxon. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5 Perbedaan Rata-Rata Skor Pengetahuan Kelompok Kontrol Pretest Posttest 1 Posttest 2 MeanASD MeanASD MeanASD Pengetahuan 74,85A5,57 84,12A5,96 83,53A4,69 P value pretest vs posttest 1 *0,001 P value pretest vs posttest 2 *0,001 *p-value <0,05 Berdasarkan Tabel 5 dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi gizi pada kelompok kontrol . -value <0,. 275 | Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science. Vol. No. Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) Perbedaan Rata-Rata Skor Sikap Kelompok Intervensi Perbedaan rata-rata skor sikap edukasi gizi dapat dilihat dengan pengujian skor sikap menggunakan uji paired sample t-test. Tabel 6 Perbedaan Rata-Rata Skor Sikap Kelompok Intervensi Pretest Sikap P value pretest vs posttest 1 P value pretest vs posttest 2 *p-value <0,05 MeanASD 57,35A4,43 Posttest 1 MeanASD 65,50A6,02 *0,001 *0,001 Posttest 2 MeanASD 72,85A4,49 Berdasarkan Tabel 6 dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor sikap sebelum dan setelah dilakukan edukasi gizi pada kelompok intervensi . -value <0,. Perbedaan Rata-Rata Skor Sikap Kelompok Kontrol Perbedaan rata-rata skor sikap edukasi gizi dapat dilihat dengan pengujian skor sikap menggunakan uji paired sample t-test. Tabel 7 Perbedaan Rata-Rata Skor Sikap Kelompok Kontrol Pretest MeanASD Sikap 58,47A4,04 P value pretest vs posttest 1 P value pretest vs posttest 2 *p-value <0,05 Posttest 1 MeanASD 61,85A5,07 *0,001 *0,001 Posttest 2 MeanASD 61,53A5,07 Berdasarkan Tabel 7 dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor sikap sebelum dan setelah dilakukan edukasi gizi pada kelompok intervensi . -value <0,. PEMBAHASAN Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling, dengan responden yang merupakan siswa kelas X di SMAN 1 Godean, berusia antara 15Ae16 tahun. Jumlah sampel masing-masing kelompok, baik intervensi maupun kontrol, sebanyak 34 orang. Siswa SMA termasuk dalam kategori usia remaja, yaitu 10Ae18 tahun, yang merupakan fase transisi menuju dewasa dan ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, serta sosial . Pada masa ini, remaja sangat rentan mengalami perubahan gaya hidup, seperti meningkatnya konsumsi makanan tinggi gula dan lemak, yang berdampak terhadap kesehatan . Pertumbuhan yang pesat memerlukan asupan energi tinggi, namun apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang memadai, dapat memicu gaya hidup sedentari serta meningkatkan risiko obesitas. 276 | Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science. Vol. No. Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) Kurangnya pengetahuan gizi menyebabkan remaja lebih memilih makanan cepat saji dan tinggi kalori. Faktor-faktor utama yang memengaruhi status gizi remaja mencakup pola makan, aktivitas fisik, edukasi gizi, serta kondisi sosial ekonomi . Oleh karena itu, edukasi gizi menjadi penting sebagai pendekatan persuasif untuk membentuk perilaku hidup sehat, melalui ajakan, imbauan, dan informasi kesehatan. Edukasi mengenai pencegahan obesitas kepada siswa SMA tidak hanya memberikan dampak kesehatan saat ini, tetapi juga bermanfaat dalam jangka panjang. Selain itu, remaja memiliki potensi sebagai agent of change yang dapat memengaruhi perilaku orang-orang di sekitarnya . Hasil posttest 1 dan postest 2 kedua kelompok pada tabel 3 menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada rata-rata skor posttest 1 dan posttest 2 antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Hasil analisis menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada pretest pengetahuan maupun sikap antara kelompok intervensi dan kontrol, dengan selisih skor rata-rata pretest pengetahuan 0,74 lebih tinggi pada kelompok intervensi dan sikap 1,12 lebih tinggi pada kelompok kontrol. Ketidaksignifikanan ini menandakan bahwa kedua kelompok memiliki kondisi awal yang setara, sehingga kelompok kontrol dapat berfungsi sebagai pembanding yang valid dalam menilai efek intervensi. Desain pretest-posttest with control group memungkinkan pengukuran perubahan akibat intervensi, bukan karena perbedaan awal antar kelompok . Hasil penelitian pada tabel 4 menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan siswa SMA tentang pencegahan obesitas setelah diberikan edukasi gizi, baik melalui ceramah dengan media ebooklet maupun ceramah saja. Peningkatan skor mean terjadi pada posttest 1 sebesar 9,7 A 0,8 dan posttest 2 sebesar 20,73 A 1,2 dibandingkan pretest. Hasil ini sejalan dengan penelitian . yang menunjukkan bahwa edukasi gizi menggunakan media e-booklet secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa, dengan peningkatan skor rata-rata masing-masing sebesar 15,68 A 3,022 dan 22,67%. Media e-booklet dinilai efektif karena menyajikan informasi secara terstruktur, rinci, dan menarik secara visual, sehingga memudahkan pemahaman materi tanpa harus mencatat . Selain itu, bentuk digital memungkinkan akses fleksibel untuk pembelajaran mandiri. Edukasi gizi yang efektif berperan penting dalam membentuk pemahaman dan sikap positif siswa terhadap upaya pencegahan obesitas. Metode ceramah berdasarkan tabel 5 merupakan pendekatan edukatif yang efektif dalam menyampaikan informasi kesehatan secara lisan kepada berbagai tingkat pendidikan . Penelitian ini menunjukkan bahwa ceramah meningkatkan pengetahuan siswa SMA dengan perbedaan skor mean sebesar 9,27 A 0,3 pada posttest 1 dan 8,68 A 0,88 pada posttest 2 dibandingkan pretest. Hasil ini sejalan dengan temuan penelitian Rahmawati 2022 yang mencatat peningkatan skor pengetahuan sebesar 3,45 A 0,4 setelah diberikan edukasi gizi melalui ceramah . Penggunaan metode ceramah disertai tanya jawab terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan minat siswa dalam kegiatan edukasi, sehingga berdampak pada peningkatan pengetahuan. Menurut teori Skiner, stimulus yang diberikan selama proses edukasi dapat memengaruhi respons dan tingkat pemahaman seseorang, yang selanjutnya dapat membentuk sikap dan perilaku . Hasil uji pada tabel 6 menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara posttest dan pretest, dengan peningkatan skor sikap sebesar 8,15 A 1,59 pada posttest 1 dan 3,06 A 1,03 pada posttest 2. Hal ini menandakan bahwa edukasi gizi menggunakan media e-booklet efektif dalam merubah sikap remaja. Penelitian Violla R . juga mendukung temuan ini, di mana terjadi perbedaan signifikan pada sikap siswa sebelum dan sesudah edukasi gizi menggunakan booklet . < 0,. Peningkatan skor yang lebih besar pada kelompok intervensi menunjukkan bahwa ceramah dengan media e-booklet merupakan metode yang tepat untuk membentuk sikap positif. E-booklet yang menarik dan mudah dipahami dapat meningkatkan perhatian dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, sehingga 277 | Jurnal Ilmu Gizi: Journal of Nutrition Science. Vol. No. Dinda Hermalia Puteri. Susilo Wirawan. Waluyo. (Pengembangan Media Edukasi E-bookletA) berkontribusi terhadap perubahan sikap yang lebih baik . Hasil uji pada tabel 7 menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara posttest dan pretest, dengan peningkatan skor sikap siswa sebesar 3,38 A 1,03 pada posttest 1 dan 3,06 A 1,03 pada posttest 2. Perubahan ini menunjukkan pergeseran sikap siswa SMA ke arah yang lebih positif dalam pencegahan obesitas. Hasil ini sejalan dengan penelitian Nor dan Fuad . yang menunjukkan adanya perbedaan sikap bermakna sebelum dan sesudah penyuluhan kesehatan menggunakan metode ceramah . -value 0,. Metode ceramah dinilai efisien, ekonomis, sistematis, dan mampu menarik perhatian audiens . Keunggulan lainnya adalah adanya sesi tanya jawab di akhir ceramah, yang memungkinkan peserta untuk mengklarifikasi materi yang belum dipahami sekaligus menjadi sarana komunikasi dua arah. Interaksi ini mendukung pemahaman lebih mendalam dan memperkuat efek edukasi dalam membentuk sikap positif. SIMPULAN DAN SARAN Terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media e-booklet terhadap pengetahuan siswa SMA terkait pencegahan obesitas. Terdapat pengaruh edukasi gizi menggunakan media e-booklet terhadap sikap siswa SMA terkait pencegahan obesitas. Saran yang dapat diberikan bagi SMA Negeri 1 Godean, sekolah dapat memanfaatkan media ebooklet sebagai alat bantu atau media promosi kesehatan secara rutin tentang pencegahan obesitas maupun sebagai bahan pembelajaran. Bagi siswa SMA, siswa diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait penerapan gizi seimbang untuk pencegahan Sedangkan untuk peneliti selanjutnya, peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan need assessment sebelum pelaksanaan intervensi guna menyesuaikan materi edukasi dengan kebutuhan siswa secara spesifik. Penelitian juga dapat dikembangkan dengan menggunakan metode pembelajaran lain atau perbandingan antar media edukasi lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Dalam penyusunan naskah publikasi ini, penulis mendapat bantuan dari Kepala sekolah SMA Negeri Godean 1 dan seluruh jajaran serta berbagai pihak, untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jalannya penelitian, khususnya kepada semua responden yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA