JUIIM . Vol 7 No 2 Juli 01-09 e-ISSN: 2809-9419 . p-ISSN : 2809-9400 Received 16 Juni 2026 / Revised 19 Juni 2026 / Accepted 7 Juli 2026 Jurnal Ilmiah Ilmu Manajemen https://jurnal. id/index. php/JUIIM Pengaruh Promosi dan Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian Kopi Tomoro di Kota Bandung Dini Rofifah Aulia1*. Adi Utama2. Syifa fauziah Hamidah3 1,2,3 Universitas Langlangbuana. Jalan Karapitan 116. Bandung, 40261. Indonesia Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Kopi Tomoro pada mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Langlangbuana di Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 86 responden yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi berada pada kategori baik, kualitas produk berada pada kategori cukup baik, dan keputusan pembelian berada pada kategori baik. Selain itu, promosi dan kualitas produk terbukti memberikan pengaruh positif terhadap keputusan pembelian Kopi Tomoro. Di antara kedua faktor tersebut, kualitas produk memberikan pengaruh yang lebih besar dibandingkan promosi. Secara keseluruhan, promosi dan kualitas produk berperan penting dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen terhadap Kopi Tomoro. Keywords: Promosi. Kualitas produk. Keputusan pembelian. Pendahuluan Industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun Pada tahun 2024, produksi kopi nasional mencapai 807 ton, meningkat 6,4% dibanding tahun sebelumnya dan menjadi rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir (BPS. Pertumbuhan ini mendorong berkembangnya industri hilir, termasuk meningkatnya jumlah kedai kopi di seluruh Indonesia yang rata-rata tumbuh 15Ae20% per tahun (Kementerian Perindustrian RI, 2. Kota Bandung merupakan salah satu kota dengan ekosistem kedai kopi paling dinamis di Indonesia. Berdasarkan data Disperindag Kota Bandung . , jumlah usaha kedai kopi di Kota Bandung telah melampaui 1. 200 gerai pada tahun 2023. Kondisi ini menciptakan persaingan yang semakin ketat bagi para pelaku usaha kopi, sehingga strategi promosi dan kualitas produk menjadi penentu utama keputusan pembelian konsumen. Kopi Tomoro merupakan salah satu merek kopi lokal yang berkembang pesat, dengan lebih dari 600 gerai di seluruh Indonesia. Namun berdasarkan survei GoodStats . Kopi Tomoro hanya menempati peringkat ke-9 dengan tingkat popularitas 7%, jauh di bawah Kopi Kenangan . %). Fore Coffee . %), dan Starbucks . %). Survei awal pada 30 responden mahasiswa di Bandung juga menunjukkan masih rendahnya preferensi merek Kopi Tomoro . ata-rata skor 2,. dan penilaian kualitas produk yang masih perlu ditingkatkan . ata-rata 2,. Penelitian ini bertujuan untuk: . mendeskripsikan gambaran promosi, kualitas produk, dan keputusan pembelian Kopi Tomoro. menganalisis pengaruh parsial promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. menganalisis pengaruh simultan promosi dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian Kopi Tomoro di Kota Bandung. Promosi merupakan salah satu elemen dalam bauran pemasaran yang merujuk pada aktivitas atau strategi yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran, minat, dan penjualan produk atau layanan (Siwi et al. , 2025 dalam Mandey et al. , 2. Promosi bertujuan untuk menarik perhatian konsumen, membujuk mereka untuk membeli produk, dan menciptakan loyalitas pelanggan. Kegiatan promosi meliputi periklanan, hubungan masyarakat, promosi penjualan, pemasaran daring, advokasi pelanggan, publisitas, penjualan pribadi, pemasaran digital, dan pemasaran langsung (Sundari & Imam Hanafi. Kualitas produk adalah kemampuan dari sebuah produk dalam memperagakan fungsinya, termasuk keseluruhan durabilitas, reliabilitas, ketepatan, kemudahan pengoperasian, dan reparasi produk serta atribut produk lainnya (Riyanto & Satinah, 2023 dalam Dr. Pahmi, 2. Dimensi kualitas produk meliputi kinerja, keistimewaan tambahan, keandalan, kesesuaian dengan spesifikasi, daya tahan, estetika, kualitas yang dipersepsikan, dan kemudahan perbaikan (Dr. Pahmi, 2. Keputusan pembelian merupakan kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam pengambilan keputusan untuk melakukan pembelian terhadap produk yang ditawarkan penjual (Dr. Zainuddin Iba, 2. Dimensi keputusan pembelian mencakup pilihan produk, pilihan merek, pilihan penyalur, waktu pembelian, jumlah pembelian, dan metode Berdasarkan kerangka pemikiran di atas, hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: H1: Promosi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Kopi Tomoro. H2: Kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap keputusan pembelian Kopi Tomoro. H3: Promosi dan kualitas produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Kopi Tomoro. Methods Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif-verifikatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Langlangbuana yang pernah membeli Kopi Tomoro di Kota Bandung, 826 orang. Sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dengan tingkat toleransi kesalahan 10%, menghasilkan sampel sebesar 86 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert . Ae Variabel penelitian terdiri dari Promosi (X. diukur menggunakan 18 pernyataan dengan 9 dimensi mengacu pada Sundari & Imam Hanafi . Kualitas Produk (X. diukur menggunakan 16 pernyataan dengan 8 dimensi mengacu pada Dr. Pahmi . , dan Keputusan Pembelian (Y) diukur menggunakan 12 pernyataan dengan 6 dimensi mengacu pada Kotler & Armstrong. Teknik analisis data meliputi: uji validitas . earson correlatio. , uji reliabilitas (Cronbach's Alph. , uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinieritas, heteroskedastisita. , analisis regresi linier berganda, koefisien determinasi (R. , serta uji hipotesis parsial . dan simultan . ji F) menggunakan SPSS. Data ordinal terlebih dahulu ditransformasi ke skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Results and Discussion Profil Responden Dari 86 responden, sebagian besar berjenis kelamin perempuan . ,1%) dan laki-laki . ,9%). Mayoritas responden berusia 17Ae25 tahun . ,7%), sesuai dengan karakteristik mahasiswa aktif. Seluruh 86 responden . %) pernah membeli Kopi Tomoro di Kota Bandung, sehingga memenuhi kriteria sampel penelitian. Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Seluruh item pertanyaan pada ketiga variabel dinyatakan valid, dengan nilai r hitung masing-masing item melebihi r tabel 0,212. Pada variabel Promosi (X. , nilai r hitung berkisar antara 0,594Ae0,759. Pada variabel Kualitas Produk (X. , nilai r hitung berkisar antara 0,466Ae0,786. Pada variabel Keputusan Pembelian (Y), nilai r hitung berkisar antara 0,572Ae0,784. Hasil uji reliabilitas menunjukkan nilai Cronbach's Alpha masing-masing variabel berada di atas batas minimum 0,6, yakni: X1 = 0,933. X2 = 0,919. dan Y = 0,896. Dengan demikian, seluruh instrumen penelitian dinyatakan reliabel dengan tingkat keandalan yang tinggi. Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas Tabel 1. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach's Alpha Nilai Kritis Keterangan Promosi (X. 0,933 Reliabel Kualitas Produk (X. 0,919 Reliabel Keputusan Pembelian (Y) 0,896 Reliabel Sumber: Hasil Perhitungan SPSS, 2026 Uji Asumsi Klasik Uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov menghasilkan nilai Asymp. Sig. sebesar 0,200 (>0,. , sehingga residual berdistribusi normal. Uji multikolinieritas menunjukkan nilai Tolerance = 0,416 (>0,. dan VIF = 2,404 (<. untuk kedua variabel independen, sehingga tidak terjadi multikolinieritas. Uji heteroskedastisitas dengan metode Glejser menghasilkan nilai signifikansi X1 = 0,241 dan X2 = 0,807 . eduanya >0,. , sehingga tidak terjadi Seluruh asumsi klasik terpenuhi. Analisis Deskriptif Variabel Promosi (X. memperoleh total skor 5. 476 dengan rata-rata keseluruhan 3,54 dan persentase indeks 60,8%, termasuk kategori Baik. Dimensi tertinggi adalah Promosi Penjualan . ean 3,. , khususnya indikator diskon dan bundling . ean 3,. Dimensi terendah adalah Pemasaran Digital dan Pemasaran Langsung . asing-masing mean 3,39. Cukup Bai. Variabel Kualitas Produk (X. memperoleh total skor 4. 624 dengan rata-rata 3,44 dan persentase indeks 57,8%, termasuk kategori Cukup Baik. Dimensi tertinggi adalah Keandalan . ean 3,. , sedangkan dimensi terendah adalah Kemudahan Perbaikan . ean 3,34. Cukup Bai. dan Daya Tahan . ean 3,37. Cukup Bai. Variabel Keputusan Pembelian (Y) memperoleh total skor 3. 730 dengan rata-rata 3,62 dan persentase indeks 62,2%, termasuk kategori Baik. Dimensi tertinggi adalah Metode Pembayaran . ean 3,. , sedangkan dimensi terendah adalah Jumlah Pembelian . ean 3,37. Cukup Bai. Tabel 2. Rekapitulasi Rata-rata Variabel Variabel Total Rata- Persentase Skor Kategori Promosi (X. 3,54 60,8% Baik Kualitas Produk (X. 3,44 57,8% Cukup Baik Keputusan Pembelian (Y) 3,62 62,2% Baik Sumber: Hasil Kuesioner, 2026 Analisis Regresi Linier Berganda Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS, diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y = 3,869 0,207X1 0,443X2. Konstanta sebesar 3,869 berarti bahwa tanpa adanya Promosi maupun Kualitas Produk, nilai Keputusan Pembelian sudah berada pada angka 3,869. Koefisien regresi Promosi (X. sebesar 0,207 berarti setiap peningkatan satu satuan Promosi akan meningkatkan Keputusan Pembelian sebesar 0,207 satuan. Koefisien regresi Kualitas Produk (X. sebesar 0,443 berarti setiap peningkatan satu satuan Kualitas Produk akan meningkatkan Keputusan Pembelian sebesar 0,443 satuan. Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Model Std. (Unstd. ) Error Beta (Std. Sig. 1,478 0,143 Constant 3,869 2,617 Promosi (X. 0,207 0,060 0,310 3,456 <0,001 Kualitas Produk (X. 0,443 0,067 0,590 6,579 <0,001 Sumber: Hasil Perhitungan SPSS, 2026 Nilai koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,723 menunjukkan bahwa Promosi dan Kualitas Produk secara bersama-sama mampu menjelaskan 72,3% variasi yang terjadi pada Keputusan Pembelian Kopi Tomoro. Sisanya 27,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model, seperti harga, loyalitas merek, kepuasan pelanggan, dan faktor situasional. Uji Hipotesis Uji t parsial menunjukkan bahwa Promosi (X. memperoleh nilai t hitung = 3,456 dengan signifikansi 0,001 (<0,. , sehingga H1 diterima: Promosi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian. Kualitas Produk (X. memperoleh nilai t hitung = 6,579 dengan signifikansi <0,001 (<0,. , sehingga H2 diterima: Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian. Nilai t hitung Kualitas Produk yang lebih besar . ,579 > 3,. mengindikasikan bahwa Kualitas Produk memiliki pengaruh parsial yang lebih dominan. Uji F simultan menghasilkan nilai F hitung = 108,161 dengan signifikansi <0,001 (<0,. , sehingga H3 diterima: Promosi dan Kualitas Produk secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Nilai F hitung yang sangat besar . mengindikasikan kekuatan model yang sangat tinggi. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Simultan (Uji F) Model Sum of Squares Mean Square Sig. Regression 3675,559 1837,780 108,161 <0,001 Residual 1410,271 16,991 Total 5085,830 Sumber: Hasil Perhitungan SPSS, 2026 Pembahasan Berdasarkan hasil analisis deskriptif, variabel promosi (X. yang diukur melalui 18 pernyataan pada sembilan dimensi menunjukkan bahwa aktivitas promosi Kopi Tomoro secara umum dipersepsikan baik oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Langlangbuana. Hal ini tercermin dari total skor sebesar 5. 476 dengan rata-rata 3,54 dan persentase indeks 60,8%. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa berbagai aktivitas komunikasi pemasaran yang dilakukan Kopi Tomoro telah mampu menjangkau konsumen sasaran dan memberikan pengaruh positif terhadap persepsi mereka terhadap merek. Di antara seluruh dimensi yang diukur, promosi penjualan . ales promotio. memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 3,72. Daya tarik diskon dan penawaran bundling bahkan mencapai nilai rata-rata tertinggi dalam variabel promosi, yaitu sebesar 3,95. Hasil ini menunjukkan bahwa insentif ekonomi masih menjadi faktor yang sangat efektif dalam menarik minat beli konsumen, khususnya mahasiswa yang cenderung sensitif terhadap harga. Temuan ini sejalan dengan pandangan Siwi et al. dalam Mandey et . yang menyatakan bahwa promosi penjualan berupa diskon, kupon, maupun pengiriman gratis merupakan bentuk komunikasi pemasaran yang paling diminati konsumen karena mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung. Selain promosi penjualan, dimensi advokasi pelanggan juga menunjukkan kinerja yang relatif tinggi dengan rata-rata 3,63. Hal ini mengindikasikan bahwa rekomendasi dan testimoni pelanggan memiliki peran penting dalam membentuk kepercayaan calon Pada segmen mahasiswa, pengaruh rekomendasi dari teman, ulasan digital, dan media sosial sering kali menjadi dasar dalam menentukan pilihan merek. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa promosi tidak hanya berlangsung melalui aktivitas perusahaan, tetapi juga melalui komunikasi antar konsumen yang bersifat organik. Temuan ini sejalan dengan penelitian Anjellina et al. yang menegaskan bahwa komunitas sosial merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi perilaku konsumsi kopi pada generasi muda. Sementara itu, dimensi pemasaran daring . nline marketin. memperoleh nilai rata-rata 3,60 yang menunjukkan bahwa media digital yang digunakan Kopi Tomoro dinilai cukup efektif dan mudah diakses oleh konsumen. Demikian pula dengan dimensi periklanan, publisitas, dan hubungan masyarakat yang berada pada kategori baik dengan nilai rata-rata berkisar antara 3,54 hingga 3,58. Hasil tersebut menunjukkan bahwa berbagai saluran komunikasi pemasaran yang digunakan perusahaan telah mampu mendukung penyebaran informasi dan meningkatkan eksposur merek di kalangan Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu mendapatkan Dimensi pemasaran digital dan pemasaran langsung memperoleh nilai rata-rata terendah, yaitu masing-masing sebesar 3,39. Rendahnya skor pada aspek ketepatan segmentasi iklan berbayar . serta komunikasi personal melalui telepon atau pesan singkat . mengindikasikan bahwa strategi promosi yang lebih personal dan terarah belum sepenuhnya optimal. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan efektivitas pemasaran digital melalui segmentasi audiens yang lebih spesifik serta memperkuat komunikasi langsung yang sesuai dengan karakteristik konsumen mahasiswa. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi promosi Kopi Tomoro telah berjalan dengan baik dan mampu menciptakan persepsi positif di kalangan Namun, optimalisasi pada aspek pemasaran digital dan pemasaran langsung masih diperlukan agar efektivitas promosi dapat meningkat dan memberikan dampak yang lebih besar terhadap keputusan pembelian konsumen. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan: . Promosi Kopi Tomoro dipersepsikan Baik . ean 3,54. 60,8%) dengan dimensi Promosi Penjualan sebagai dimensi tertinggi, namun dimensi Pemasaran Digital dan Pemasaran Langsung masih perlu dioptimalkan. Kualitas Produk dipersepsikan Cukup Baik . ean 3,44. 57,8%) dengan dimensi Keandalan sebagai dimensi tertinggi, sedangkan Kemudahan Perbaikan dan Daya Tahan menjadi dimensi yang perlu mendapat perhatian lebih. Keputusan Pembelian berada pada kategori Baik . ean 3,62. 62,2%) dengan Metode Pembayaran sebagai dimensi tertinggi. Promosi berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap Keputusan Pembelian . =3,456. sig=0,. , sehingga H1 diterima. Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan secara parsial dengan pengaruh yang lebih dominan . =6,579. sig<0,. , sehingga H2 diterima. Secara simultan, keduanya berpengaruh positif dan signifikan (F=108,161. sig<0,. dengan R2=72,3%, sehingga H3 diterima. Persamaan regresi yang terbentuk adalah Y = 3,869 0,207X1 0,443X2. Kopi Tomoro disarankan untuk: . mempertahankan dan mengembangkan program diskon dan bundling. meningkatkan investasi pemasaran digital yang lebih . meningkatkan kualitas kemasan . aya taha. dan mempercepat penanganan keluhan konsumen. mengembangkan strategi upselling untuk meningkatkan volume pembelian per transaksi. References