p-ISSN 2723-245X e-ISSN 2723-0813 AL-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN FINGER PAINTING ANAK DENGAN PEWARNA ALAMI KELOMPOK B TK AoAISYIYAH BUSTANUL ATHFAL LEKOK *Hirfatul Jannah1. Lathifah2. Lisatus Sobah3. IndrianaWarih Windasari4 Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Probolinggo Email: hirfatulj@gmail. com,latifahmahrus7@gmail. com,lisatussobah20@gmail. indrianawarih@gmail. Abstract This study aims to improve children's fine motor skills through finger painting activities with natural dyes. This study used Classroom Action Research, as for the subjects in this study, namely Group B children of TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal Lekok. Based on the results of the analysis of children's evaluation of improving children's fine motor skills through sticking activities before using natural dyes in the pre-cycle was 15% as many as 3 children, then after using natural dyes the percentage achieved in cycle I was 70% as many as 14 children, and cycle II the percentage increased to 85% as many as 17 children. Therefore, it can be concluded that finger painting activities made from natural materials can improve the fine motor skills of group B children of kindergarten 'Aisyiyah Bustanul Athfal Lekok. Keywords : Fine Motor Skills. Natural Coloring. Finger Painting Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak melalui aktivitas finger painting dengan pewarna alami. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, adapun subyek dalam penelitian ini yaitu anak Kelompok B TK Aoaisyiyah bustanul athfal lekok. Berdasarkan hasil analisis evaluasi anak tentang peningkatan kemampuan motorik halus anak melalui aktifitas mewarnai sebelum menggunakan pewarna alami pada pra siklus adalah 15% sebanyak 3 anak, kemudian setelah menggunakan pewarna alami presentase yang di capai pada siklus I adalah 70% sebanyak 14 anak, dan siklus II presentase meningkat presentase meningkat menjadi 85% sebanyak 17 anak. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa aktifitas finger painting berbahan alami dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok. Kata kunci : Kemampuan Motorik halus. Mewarnai alami. Finger Painting PENDAHULUAN Masa usia dini merupakan masa dimana anak menghadapi perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat yang disebut dengan masa emas . olden ag. , yaitu masa yang sangat berharga bagi anak dibandingkan tahun-tahun berikutnya. Menurut Montessori dalam Sujiono . 0: . menyatakan bahwa Auusia keemasan merupakan masa di mana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak sengajaAy. Jenjang pendidikan formal yang ada di Indonesia banyak jenisnya, salah satunya adalah Taman Kanak-kanak (TK). (Windasari & Dheasari, 2. yang mempunyai AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 | 138 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. peran penting dalam menciptakan generasi emas sehingga anak usia dini sudah bisa belajar sambil bermain sesuai dengan kemampuannya. Bagi anak-anak, bermain adalah bisa menyenangkan. (Bidakti, 2. Pada dasarnya anak belajar dari situ bermain, karena tidak ada jalan lain bagi mereka. biarkan mereka memiliki segalanya mereka punya. Orang Tua harus memastikan usia tersebut Prasekolah anak-anak mereka penuh dengan kesenangan. Tujuannya adalah membantu anak-anak mencapai potensi penuh mereka. Perkembangan Keterampilan mengkoordinasikan kegiatan sistem saraf terpusat, otot dan otak (Nababan & Tesmanto, 2. Empat alasan Pentingnya keterampilan motorik halus harus dikembangkan sejak kanak-kanak psikologis/emosional. Keterampilan motorik halus untuk anak usia 5 tahun ke atas Usia 6 tahun tergantung pada tingkat perkembangan dan usia 5-6 tahun, yaitu imitasi sebuah model, digambar sebagai imajinasi, dianalisis dan diwarnai berbeda. Anda dapat mengembangkan keterampilan motorik halus dan mengatasi rasa lelah pada anak Motivasi berupa kegiatan yang menarik agar anak dapat semangat studi (Maghfuroh & Chayaning Putri, 2. kegiatan untuk mengembangkan keterampilan motorik dengan lembut untuk anak-anak, yaitu jari. Thumbing merupakan salah satu kegiatan yang dapat menarik perhatian anak-anak. Mengembangkan keterampilan motorik halus pada anak yang dilakukan pada anak Saya tidak punya pensil warna, tapi guru berinisiatif mengetuk warnanya warna alami. Para peneliti sangat percaya dengan penggunaan teknik sidik jari Menggunakan kreativitas dapat meningkatkan keterampilan keterampilan motorik halus pada anak (Wahyuni & Erdiyanti, 2. Finger painting ini tidak terlihat dan rata masyarakat umum belum memahaminya dengan baik. Oleh karena itu, peneliti menginginkannya melakukan penelitian untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui latihan melukis dengan jarimu. Seolah-olah karya menarik ini harus diciptakan anak senang dan bisa belajar. meningkatkan keterampilan motorik halus anak (Amanda, 2. Berdasarkan pengamatan terhadap pembelajaran anak kelompok B di TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok, masih rendah diperkembangan motorik halusnya. Anak masih meminta bantuan guru untuk menyelesaikannya. Saat mengerjakan sendiri hasilnya masih kurang bagus. Selama ini guru hanya memakai crayon dan cat untuk kegiatan finger painting. Dalam memberikan kegiatan finger painting hanya itu-itu saja kurang bervariatif dan kurang menarik bagi anak sehingga anak mudah bosan. Oleh karena itu peneliti memilih pewarna alami sebagai kegiatan finger painting untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Pewarna alami finger painting dapat merangsang imajinasi anak untuk bermain, belajar dan berekplorasi sesuai keinginannya dan bisa berekprerimen dalam pencampuran warna sehingga anak-anak bisa mencampur warna sesuai apa yang Pertimbangannya adalah menggunakan pewarna alami yaitu tidak adanya biaya yang mahal hanya memanfaatkan tanaman lingkungan sekitar dan meminimalkan tanaman agar tidak sia-sia dalam menanamnya dan menjadi sesuatu yang bermanfaat untuk proses belajar dan bermain. Lukisan jari Bahasa inggris. Doigt artinya jari, sedangkan Peinture artinya cat. menggambarnya dan jarimu berarti jari gambarmu. Magfuroh dan Putri . menjelaskan hal ini. Lukisan jari adalah teknik menggambar tanpa bantuan alat, anakanak bisa langsung mengganti rumputnya jari. Proses melukis disebut melukis . AL-ATHFAL. Volume 4Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. Dan jari Melalui menggambar, anak dapat mengekspresikan pikirannya secara bebas. Lukisan jari itu sederhana, tidak rumit dan tidak terstruktur standar untuk melakukan tugas-tugas ini. Sesuatu yang penting Yang dilakukan guru adalah menginspirasi dan mendorong anak untuk percaya diri. lakukan pekerjaan jari, yaitu Anda tidak takut tangan Anda kotor karena warna pulp. Melukis dengan jari dapat dijadikan sebagai suatu kegiatan satu lagi bagi guru untuk menggantikan pensil warna dalam kegiatan mewarnai lebih cantik dari anak-anak. Lukisan jari juga bisa membantu anak-anak mengembangkan keterampilan motorik halus. Oleh karena itu, peneliti memerlukan penelitian Bagaimana seni mobil anak-anak yang hebat berkembang dari lukisan jari? Pada anak-anak. (Nababan & Tesmanto, 2. Finger painting merupakan kegiatannya Teknik melukis yaitu meletakkan cat dalam wadah tanpa tumpah dan memasukkan jari pada selembar air cat yang dapat dilakukan anak adalah mengekspresikan idenya melalui gambar dibuat dengan jari anak-anak (Pamadhi, 2. Lukisan jari bisa dilakukan digunakan sebagai fungsi lain untuk menggantikan pensil warna untuk pemrograman lebih menyenangkan untuk anakanak (Maghfuroh & Putri, n. Saat mengumpulkan teka-teki ini melibatkan penyusunan gambar yang berbeda dan terbagi. Gambar-gambar ini mempunyai bentuk yang berbeda-beda. Kedua tipe tersebut Stimulasi ini meningkatkan perkembangan motorik halus pada anak. (Hayuningtyas, 2. Gambarlah dengan jari Anda adalah kombinasi warna cantik yang langsung Jadilah kreatif dan Jari, telapak tangan, dan pergelangan tangan Anda berfungsi atau bergambar. Acara Pelatihan finger painting ini dilengkapi dengan pelatihan bagi guru PAUD untuk berkreasi dan berkarya inovasi sehingga dengan menyalurkan potensi yang dimiliki peserta didik dapat membuat perkembangan orang lain menjadi lebih baik. Pelatihan ini akan dimulai pukul persiapan untuk tahap pelatihan moral ini. Tujuan dari pelajaran ini Guru PAUD saat ini sudah berkualitas, namun guru PAUD belum berkualitas dan Kami berharap hal ini dapat mengembangkan kreativitas mereka lebih baik. Sebelum pelatihan dimulai, diadakan proses sharing Pengalaman di antara para pelatih sulit untuk diambil sidik jarinya. Jika memungkinkan diterima dari sidik jari, hubungan respons pertama akan dibuat khususnya antara siswa dan guru (Sundari & Zahro, 2. Perkembangan motorik Anak harus melakukan sesuatu sejak usia dini, misalnya dalam permainan jari ini dalam melatih motorik halus khususnya finger painting . gerakan pergelangan tangan Dan di sini anak-anak bisa mengekspresikan minatnya baik dari segi warna, bentuk dan wujudnya. (Evivani & Oktaria, 2. METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan motorik anak usia 5 s/d 6 tahun di TK 'Aisyiyah Bustanul Athfal 2022/2023 melalui finger painting, dan melalui analisis atau metode Tindakan kolektif (PTK) dinilai tepat untuk penelitian ini (Nababan & Tesmanto, 2. Dan Penelitian tentang perilaku kelas ini diharapkan dapat diperbaiki dan ditingkatkan Anak-anak adalah motorik yang indah. Ada kegiatan yang bisa dilakukan anak-anak Penemuan ini merupakan lukisan jari berwarna-warni. Subyek penelitian kelas ini dilakukan pada anak kelompok B TK 'Aisyiyah Bustanul Atfhal Lekok tahun 2022-2023 yang berjumlah 20 anak. Penelitian kegiatan kelas meliputi empat langkah yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan secara siklus, dimulai dari pra siklus, siklus I dan siklus II. Dimulai dari pra kontemplasi dan meditasi, meditasi berlanjut di lingkaran saya dan 140 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. menunjukkan hal tersebut dan ini akan menentukan proses evaluasi langkah selanjutnya. Proses wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan metode pengumpulan data yang digunakan peneliti untuk melakukan penelitian ini. Aktivitas anak selama proses belajar mengajar menjadi data yang dikumpulkan oleh peneliti. Wawancara dapat dilakukan dalam format terstruktur atau tidak terstruktur dilakukan dengan pertemuan RPPH tatap muka, kegiatan anak, gambar kegiatan anak ketika mereka melakukan kerja motorik halus, mereka menjadi data kertas peneliti karena aktivitas anak-anak atau bukti dokumenter. Apa yang kamu lihat? didengar, pengalaman dan pemikiran peneliti dicatat dalam catatan tertulis untuk mengumpulkan data yang akan dijadikan data observasi bagi peneliti di lapangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Peneliti melaksanakan penelitian pada anak Kelompok B di TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok. Pada penelitian Pra Siklus hasil pengamatan data perkembangan kemampuan motorik halus anak dibuat dalam bentuk tabel. Kategori penilaian perkembangan keberhasilan anak pada saat kegiatan Finger Paintinguntuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak digunakan sebagai hasil dari Tabel 1. Hasil Pengamatan Kemampuan Motorik Halus pada Pra Siklus Lingkup Jumlah Hasil Penelitian Presentase Anak Kemampuan BB (Belum Berkemban. 15% Motorik halus anak pada kagiatan MB (Masih Finger Painting Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. Keterangan : BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik Penilaian pra siklus yang dicapai sebanyak 20 anak TK AoAisyisyah Bustanul Athfal Lekokberdasarkan Dari hasil evaluasi, nampaknya capaian di sektor tersebut masih belum tercapai. Tumbuh Besar (BB) hingga 3 orang anak persentase 15%, dan 5 anak mulai berkembang (MB). 25% persen. Perkembangan Harapan Hidup (BSH) dimiliki sebanyak 9 orang anak 45% dan 3 anak 15% mencapai perkembangan baik (BSB). Peneliti bekerja sama dengan pengamat mengevaluasi hasil belajar sebelum siklus berdasarkan hasil analisis keterampilan motorik halus dan anak terlibat dalam kegiatan melukis jari dan temukan rata-rata keterampilan mengemudi pada anak prasekolah kelompok B 'Aisyiyah Bustanul Athfal Lekok masih dalam tahap pengembangan awal. Tergantung pada memperoleh nilai anak pada lembar penilaian prestasi akademik, dan nilai rata-rata seluruh anak adalah nilai kelulusan yang diperoleh menggunakan kriteria presentasi tiga dimensi untuk sampai pada model untuk memulai. Anak-anak mengikuti tayangan yang diterima dengan baik, masih ada pelajar yang tidak . AL-ATHFAL. Volume 4Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. memenuhi standar yang telah di tentukan oleh guru yang dapat dikatakan sebagai kelemahan dalam proses pelaksanaan, sehingga peneliti ingin melakukan kegiatan finger painting dengan pewarna alami. Siklus I Adapun pada siklus I pelaksanaan terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan refleksi. Pelaksanaan kegiatan siklus I sedang berlangsung pada hari Senin 11 September 2023. Kegiatan pembelajaran utama dipahami di lingkaran saya pembelajaran topik Lingkungan sekitar anak. Dari hasil pengamatan kegiatan finger painting dengan pewarna alaim dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anakl dengan menggunakan tipe penilaian perkembangan kriteria keberhasilan. Tabel 2. Hasil Pengamatan Kemampuan Motorik Halus Pada Siklus I Lingkup Kemampuan Motorik halus anak Jumlah Anak Hasil Penelitian Presentase BB (Belum Berkemban. MB (Masih Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. Keterangan : BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik Dari tabel 2, kinerja penilaian pada siklus I adalah 20 anak kelompok B TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok, capaian yang diperoleh anak dengan kategori hasil capaian dengan kategori Belum Berkembang (BB ) sebanyak 0 anak dengan presentase 0, dengan capaian Mulai Berkembang (MB) sebanyak 2 anak dengan presentase 10%. Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 4 anak dengan presentase 20% dan 14 anak dengan presentase 70% capaian Berkembang Sangat Baik (BSB). Pada siklus I hasil kemampuan motorik halus anak kelompok B TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok belum memenuhi standart yang peneliti inginkan, sehingga peneliti melanjutkan studi ke siklus 2. Oleh karena itu, modifikasi atau penambahan aktifitas anak selanjutnya juga harus didasarkan pada pemenuhan harapan untuk meningkatkan kemampuan motoric halus anak dengan menemukan solusi yang tepatuntuk deficit yang ditemukan dan dapat meningkatkan kemampuan motoric anak. Siklus 2 Pelaksanaan pembelajaran siklus 2 selanjutnya pada tanggal 18 September Adapun inti pembelajaran pada siklus 2 ini mengambil topik pohon. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan ketika kegiatan finger painting dengan pewarna alami untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan kategori penialaian perkembangan kriteria keberhasilan. 142 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. Tabel 2. Hasil Pengamatan Kemampuan Motorik Halus Pada Siklus 2 Lingkup Jumlah Hasil Penelitian Presentase Anak Kemampuan BB (Belum Berkemban. Motorik halus anak MB (Masih Berkemban. BSH (Berkembang Sesuai Harapa. BSB (Berkembang Sangat Bai. Keterangan : BB : Belum Berkembang MB : Mulai Berkembang BSH : Berkembang Sesuai Harapan BSB : Berkembang Sangat Baik Dari tabel 2, kinerja penilaian pada siklus II adalah 20 anak kelompok B TK AoAisyiyah Bustanul Atfhal Lekok, capaian yang diperoleh anak dengan kategori hasil capaian dengan kategori Belum Berkembang (BB ) sebanyak 0 anak dengan presentase 0, dengan capaian Mulai Berkembang (MB) sebanyak 1 anak dengan presentase 5%. Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 2 anak dengan presentase 10% dan 17 anak dengan presentase 85% capaian Berkembang Sangat Baik (BSB). Pelaksanaan tindakan yang dilakukan pada tahap siklus 2 ini berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Setelah kekurangan pada siklus sebelumnya diperbaiki, anak2 lebih antusias dalam kegiatan finger painting menggunakan pewarna buatan. Melalui pembelajaran kegiatan finger painting menggunakan pewarna ini, tidak hanya meningkatkan kemampuan motoric halus anak, tetapi juga meningkatkan proses belajar saat pembelajaran berlangsung, anak tidak mudah bosan, dan anakbelajar dengan teratur dan lancer. Akhirnya, melihat hasil yang telah diperoleh, peneliti menghentikan poin pembelajaran tindakan kolektif dimana anak dapat bertahan dari aktivitas tersebut untuk jangka waktu tertentu. Berdasarkan pemaparan data penelitian yang telah dikemukakan pada kegiatan pra siklus, siklus I dan 2 dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak pada kelompok B TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok dapat memberikan kesempatan anak untuk mengembangkan kemampuan dan kreatifitas anak, menggunakan jari mereka untuk kegiatan finger painting berbahan alami, sehingga membuat anak percaya diri dengan meningkatnya kemampuan motorik halusnya. Lukisan jari adalah sebuah metode ekspresikan keterampilan ini dan berikan kesempatan kepada anak mengekspresikan ide-ide kreatif. Saya baru saja melihat karya itu tercipta, bukan proses anak menciptakan karya itu. Dari Pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas guru khususnya dalam bidang warna. Masa kanak-kanak selalu disebut masa keemasan kemampuan anak yang sedang melalui masa sulit untuk tumbuh dan berkembang secara khusus dan banyak uang. Mereka tidak dapat mengembangkan kemampuan yang ada. JADI Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pihak guru untuk mencapai peningkatan di seluruh bidang kompetensi. Guru yang terampil akan tahu bagaimana mendorong anak-anak, agar dia mengetahui hak-haknya sendiri, mengalami kemajuan pesat. Guru sebagai jumlah peserta tumbuh kembang anak, . AL-ATHFAL. Volume 4Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. mendukung dan melaksanakan pembelajaran bisa meningkatkan produktivitas anakanak Penurunan berat badan dan pelatihan melukis jari mengetahui bagaimana Dorong anak untuk mau beraktivitas tanpanya fleksibel dan penuh percaya diri. Anak-anak seharusnya bahagia antusias dan penuh keberanian. proyek lukisan jari mencampur warna dengan jari mereka. Setiap anak memilikinya karakter dan karakter. Guru juga harus menggunakan media dan teknik pekerjaan yang berbeda. Motivasi siswa dapat dikembangkan melalui tindakan sesuatu yang baru agar anak-anak tidak bosan. Gunakan periklanan, teknik dan Berbagai program akan membantu anak menjadi lebih semangat dan mau mencoba. Melakukan hal yang sama berulang kali dapat mengurangi rasa lelah motivasi siswa untuk belajar. Siswa yang bosan mengganggu proses tersebut Pendidikan. Mempelajari variabel yang berbeda akan memungkinkan siswa untuk berkonsentrasi terinspirasi. Terkadang gunakan metode ini untuk mencoba sesuatu yang berbeda pembelajaran yang berbeda. Mintalah siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Akan lebih baik jika proses pembelajaran yang dilakukan siswa mencakup banyak hal kreativitas, perjalanan untuk memecahkan masalah dan menciptakan sesuatu pengalaman baru dan menarik bagi siswa. Guru akan memberikan kesempatan siswa mencipta sendiri dan berkeinginan, mencipta karya sesuatu yang kuat, masuk akal dan pantas. Merevisi proses belajar siswa sesuai dengan minatnya, menarik perhatian siswa. Guru harus melakukan percakapan tujuan pembelajaran bagi siswa untuk meningkatkan rasa percaya diri. Guru harus menciptakan suasana positif di kelas sepertinya bagus. Suasana yang bagus harus dijaga secara berkala, agar tercipta rasa nyaman bagi guru dan siswa. Untuk melindungi Gambar-gambar tersebut ditulis sedemikian rupa sehingga pada saat diambil tidak tertukar. Ketika siswa adalah pendidikan dan latar belakangnya mereka didorong untuk terus memantau proses belajar Guru Anda juga akan memiliki keterampilan komunikasi yang baik. Ciptakan komunikasi yang baik dan pelajar, khususnya anak-anak. Hubungan dengan hal-hal baik berdampak besar pada kepercayaan diri, harga diri, kemandirian dan kepercayaan diri Mereka akan selalu mendapat manfaat dukungan, jangan belajar apa-apa, jangan minder, jangan takut melakukannya melakukan kesalahan, karena jika mereka melakukannya, jika mereka melakukan kesalahan, satu-satunya hal yang nyata adalah motivasi yang kita berikan kepada mereka berani, coba lagi dan belajar lagi, terutama untuk anak-anak. Hubungan dengan efek positif pada kepercayaan diri, harga diri, kemandirian, dan keberanian anak-anak. Mereka akan selalu mendapat dukungan jangan belajar apa-apa, jangan minder, jangan takut melakukan kesalahan, karena jika demikian Jika mereka berbuat dosa, hanya ada satu kami hanya mendorong mereka untuk berani, mencoba lagi dan belajar Lagi. Guru harus menciptakan pembelajaran, yaitu. menyenangkan, dilengkapi dengan permainan menyenangkan yang tercampur di dalamnya ada hubungannya dengan bahan Siswa akan memilih untuk mempelajarinya Sebuah permainan menyenangkan untuk anak-anak yang tumbuh dengan penuh semangat dengan antusias. Guru juga akan menciptakan lingkungan yang positif. Guru harus memberikan kelas desain dan warnawarna indah semangat antusiasme, kegembiraan dan warna. Mereka akan menyukai pekerjaan itu Terus belajar dan mengajar lebih menyenangkan. Ketika mereka santai saja, mereka akan fokus pada poin penting, itu dia harus belajar bekerja keras. Sediakan banyak mainan yang menunjang pembelajaran. Ada kombinasi kepribadian, preferensi belajar, gaya dan metode belajar. pemikiran dan perkembangan anak. Motivasi anak 144 | AL-ATHFAL. Volume 4 Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. akan terus tumbuh, dukungan kuat dan mempertimbangkan pentingnya keyakinan, minat, gaya dan metode belajar pemikiran dan perkembangan anak. Ketika anak tumbuh, minat pun dimulai berfungsi untuk meningkatkan motivasi. Minat anak dapat dilihat dari minatnya Aktivitas seorang anak, tenaganya dan seberapa sering ia menggunakan waktunya. Berbahagialah saat mengetahui anak Anda tertarik pada sesuatu, berikan padanya mereka mendorong dan menantang anak untuk meningkatkan membangun keberanian seorang anak. Dengan memberi inspirasi, tapi selalu Merangsang minat anak pada bidang lain memang benar jika kita melakukan contoh (Juliani, 2. Guru mempunyai tanggung jawab dan tugas melihat segalanya pada anak-anak, termasuk hak-hak siswa. Kami harap terima kasih kepada gurunya, mereka tidak hanya dapat menciptakan siswa intelektual, lebih emosional dan spiritual serta memiliki kecakapan hidup atau keterampilan hidup. Hal ini hanya dapat dilakukan jika guru bekerja keras sulit untuk meningkatkan kapasitasnya. Keterampilan pelatihan ini adalah keterampilan yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas terutama di jari. Untuk meningkatkan semangat siswa, hendaknya guru harus menunjukkan sifatnya sesuai dengan kekuatannya. Alam muncul sebagai bentuk meditasi pada kebaikan dan Guru yang kreatif harus mampu mengatur pembelajaran siswa, waktu belajar, pemecahan masalah, biaya konstruksi diri, meningkatkan keterampilan, rencana perilaku yang baik, memiliki anak periksa apakah daya menggunakan sumber daya yang tersedia publik. Menjadi guru yang kreatif tidaklah mudah dan segera, serta menghadapi tantangan berbeda yang menimpa guru dan siswa lebih baik di masa depan. Ketika seorang guru memiliki kreativitas dan Dalam proses belajar, anak akan mengalami banyak aspek kreativitas yaitu kemudahan anak dalam mengungkapkan pikiran-pikiran yang terlintas di benaknya baik dan dapat menghasilkan banyak ide mengenai permasalahan. Anak Anda harus memiliki fleksibilitas itu agar seorang anak dapat melakukannya menyarankan cara yang berbeda untuk memecahkan masalah sesuai dengan ide dia sedang berpikir. Anak-anak juga akan memiliki kebenaran yang berarti untuk menciptakan lapangan kerja yang sesuai dan apa yang terlintas dalam benaknya bahwa anak itu akan mempunyai harta benda penjelasan agar anak dapat mengembangkan pikirannya atau mengembangkan ide dalam pikiran Anda anak-anak (Abdullah, 2. Instruktur harus memiliki pengalaman pelatihan meningkatkan keterampilan, seiring berjalannya waktu menambah pengetahuan dan kemampuan. Pengalaman mengikuti pelatihan, baik pelatihan yang diberikan di sekolah dan nonakademik mendapat manfaat dari pengalaman praktis dan mempunyai pengaruh dan pemahaman yang besar untuk menjadi seorang ahli yang profesional (Mulyawan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan finger painting menggunakan pewarna alami mampu meningkatkan motorik anak kelompok B TK AoAisyiyah Bustanul Athfal Lekok. Penelitian dilaksanakan dengan melalui pra siklus, siklus I dan siklus 2. Pada pelaksanaan anak terlihat antusias sehingga motorik halus anak meningkat serta peningkatan kemampuan motorik halus anak setelah menggunakan pewarna alami di TK AoAiyiyah Bustanul Athfal Lekok mengalami peningkatan. Guru hendaknya kreatif dalam menciptakan potensi peserta didik karena guru mempunyai tanggung jawab perencanaan, salah satunya adalah mengajar dan . AL-ATHFAL. Volume 4Nomor 2. Desember 2023 Hirfatul Jannah, etc. ,meningkatkan kemampuan motorik halusA. mengembangkan keterampilan atau kemampuan pada anak. Kemajuan pendidikan dapat dilihat dari sejauh mana proses pembelajaran yang dilakukan guru, karena gurulah yang menentukan berhasil tidaknya proses pembelajaran, gurulah yang dapat melakukan proses pembelajaran dengan baik. memiliki hak. Tujuan peningkatan potensi kreatif guru, selain untuk menunjang mutu pendidikan, juga agar guru mampu menghadapi tantangan dalam segala situasi, karena di zaman kita ini kita sedang berada pada masa persaingan global yang global. Salah satu cara untuk meningkatkan kompetensi guru adalah dengan memberikan pelatihan secara berkala. Pelatihan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah finger painting khususnya bagi guru PAUD. Pelatihan praktik langsung ini merupakan salah satu metode untuk mengembangkan kreativitas guru dalam mengajar dan berlatih. Guru sebagai sejumlah orang yang ikut serta dalam tumbuh kembang anak harus mampu mendukung dan melaksanakan pendidikan dengan baik sehingga dapat meningkatkan kreativitas anak. Bagian terpenting dalam pelatihan finger painting adalah mendorong anak agar mau melakukan aktivitas tanpa penundaan dan cukup percaya diri memainkan jari dan media menggunakan jari sesuai ide siswa. Hasil dari pelatihan ini memberikan banyak keuntungan atau manfaat yang diperoleh para guru PAUD, sehingga dapat diterapkan secara efektif dalam proses pendidikan. DAFTAR PUSTAKA