Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 Jurnal Cakrawala Keperawatan e-ISSN: 3046-4536 http://ejurnal. id/index. php/jck https://doi. org/10. 35872/ /jck. ORIGINAL RESEARCH HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMBERIAN MAKANAN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 1-5 TAHUN POSYANDU PALUPI MUDA DESA SIDOREJO KECAMATAN JATISRONO KABUPATEN WONOGIRI Rismawati1. Siti Melati Indri Astuti2 1 Program Studi Sarjana Kebidanan STIKES Estu Utomo 2 Mahasiswa Program Studi Sarjana Kebidanan STIKES Estu Utomo Article Info Abstract Article History: Received: 19 Agustus 2025 Accepted: 19 Agustus 2025 Online: 20 Agustus 2025 Background: Mothers' knowledge of feeding toddlers aged 1 to 5 years in Sidorejo Village states that mothers do not know the appropriate feeding method for toddlers based on their age. Sidorejo Village, 20 toddlers are in the malnourished category and 115 toddlers are in the normal/good nutrition category. A mother's understanding of food and nutrition for toddlers is important to be able to meet the nutritional needs of toddlers. Purpose of the study: To determine the relationship between maternal knowledge about feeding with the nutritional status of toddlers aged 1 to 5 years at the Palupi Muda Posyandu. Sidorejo Village. Jatisrono District. Wonogiri Regency. Method: The design of this study is quantitative descriptive research with a cross sectional approach. The number of samples of mothers and toddlers aged 1 to 5 years in September 2023 at the Palupi Muda Posyandu. Sidorejo Village. Jatisrono District. Wonogiri Regency is 60 people using total sampling. Data collection techniques with questionnaires while data analysis techniques use Mann Whitney U. The Results of the study : . Knowledge about infant feeding to toddlers at the Palupi Muda Posyandu. Sidorejo Village. Jatisrono District, mostly included in the good category of 20 people . %). Nutritional status in toddlers at Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo. Jatisrono District, most of which are 38 toddlers . %) have good nutritional status. Test results with Mann Whitney you obtained a value of 51,000 . value = 0. 000 < 0. thus there is a relationship between the level of knowledge about infant feeding and nutritional status in toddlers at the Posyandu Palupi Muda Sidorejo Village. Jatisrono District. Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge about infant feeding and nutritional status in toddlers at the Palupi Muda Posyandu. Sidorejo Village. Jatisrono District Keywords: Pengetahuan. Pemberian Makan. Status Gizi. Balita Knowledge. Feeding. Nutritional Status. Toddler Cooresponding Author: Rismawati Email: eub@gmail. How to cite: Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 Pendahuluan / Introduction Analisis data dari 91 negara yang dipaparkan oleh UNICEF . menemukan bahwa hanya separuh anak dari kelompok usia 6-23 bulan yang mendapatkan makanan dalam jumlah yang sesuai dengan rekomendasi minimum. Sementara itu, hanya sepertiga anak yang mengonsumsi jumlah minimum makanan dari kelompok pangan mereka butuhkan untuk proses tumbuh kembang. Analisis lebih mendalam terhadap 50 negara yang memiliki data historis mengungkap bahwa pola pemberian makan yang tidak memadai ini telah berlangsung selama berpuluh-puluh tahun. Data UNICEF Indonesia menunjukkan lebih dari 40 persen bayi diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI terlalu dini . ebelum mencapai enam bula. , bahan makanan yang dikonsumsi 40 persen anak usia 6Ae24 bulan tidak beragam seperti seharusnya, dan 28 persen anak tidak mendapatkan makanan dalam frekuensi yang Dengan demikian, semua anak ini mendapatkan kualitas asupan makanan yang rendah serta mengalami kekurangan nutrien penting (UNICEF, 2. Penilaian status gizi underweight membandingkan berat badan dengan umur balita. Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) pada tahun 2022, prevalensi underweight di Indonesia meningkat 17,1% setelah sebelumnya di tahun 2019 sebesar 16,3% dan di tahun 2021 17%. Hasil SSGI 2022 di Jawa Tengah prevalensi underweight mencapai 17,6% sedangkan prevalensi Kabupaten Wonogiri 12,9% (Kemenkes RI, 2. Balita, anak usia di bawah lima tahun, merupakan usia penting dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik anak. Masa balita menjadi lebih penting lagi karena merupakan masa yang kritis dalam upaya menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dimasa yang akan datang. Terlebih lagi triwulan kedua dan ketiga masa kehamilan dan dua tahun pertama pasca kelahiran merupakan masa emas dimana sel-sel otak sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Disamping itu, pada usia balita, anak masih rawan terhadap berbagai gangguan kesehatan, baik jasmani maupun rohani. Adanya gangguan kesehatan akan membawa dampak terhadap laju tumbuh kembang tubuh anak sedangkan salah satu faktor yang dapat menentukan daya tahan tubuh seseorang anak adalah keadaan gizinya (Soetjiningsih, 2. Data status gizi balita di Puskesmas Jatisrono II data pada Maret 2023 menunjukkan jumlah balita yang masuk kategori gizi kurang sejumlah 47 balita, gizi normal sejumlah 812 balita, resiko gizi lebih sejumlah 73 balita, gizi lebih sejumlah 35 balita dan obesitas 15 balita. Sedangkan untuk Desa Sidorejo sejumlah 20 balita masuk dalam kategori gizi kurang dan 115 balita masuk dalam kategori gizi normal/ baik. Upaya mencapai status gizi anak balita yang baik tidak terlepas dari peran orang tua khususnya ibu sebagai pengasuh karena ibu sebagai seorang yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan makan keluarga termasuk untuk anak balita. Untuk itu pemahaman seorang ibu mengenai makanan dan gizi balita menjadi sangat penting. Asupan gizi yang baik pada anak sering tidak bisa dipenuhi seorang anak karena disebabkan beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut diantaranya adalah tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan, kondisi sosial ekonomi keluarga, ketersediaan bahan pangan, serta hubungan emosional anggota keluarga yang lain yang tercermin dalam suatu kebiasaan (Supariasa, 2. Pemberian makan untuk balita usia 1 sampai 5 tahun merupakan masa yang penting bagi perkembangan balita di tahap berikutnya dalam hidupnya. Kebutuhan zat gizi anak pada usia 1-5 tahun meningkat karena masih berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya semakin meningkat. Demikian juga anak sudah mempunyai Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 pilihan terhadap makanan yang disukai termasuk makanan jajanan. Oleh karena itu jumlah dan variasi makanan harus mendapatkan perhatian secara khusus dari ibu atau pengasuh anak, terutama dalam memenangkan pilihan anak agar memilih makanan yang bergizi seimbang. Di samping itu anak pada usia ini sering keluar rumah sehingga mudah terkena penyakit infeksi dan kecacingan, sehingga perilaku hidup bersih perlu dibiasakan untuk mencegahnya (Kemenkes, 2. Pemberian makan pada balita usia 1-5 tahun menurut pola gizi berimbang dengan . membiasakan makan 3 kali sehari . agi, siang dan mala. bersama keluarga, . memperbanyak mengonsumsi makanan kaya protein seperti ikan, telur, susu, tempe, dan tahu. memperbanyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. membatasi mengonsumsi makanan selingan yang terlalu manis, asin dan berlemak . Minum air putih sesuai kebutuhan dan . membiasakan bermain bersama dan melakukan aktivitas fisik setiap hari. Pengetahuan menurut Notoatmodjo . 8 dalam Puspita dan Puspita, 2. adalah hasil dari tahu yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu dan merupakan predisposisi munculnya perilaku kesehatan dalam hal ini adalah pemberian makan pada balita. Adanya faktor-faktor tersebut menjadikan perlu adanya suatu perhatian dalam memberikan makanan kepada anak karena perilaku dan sikap yang terpola dalam suatu kebiasaan memberi makan kepada anak dapat mempengaruhi asupan zat-zat gizi untuk anak. Berdasarkan hasil wawancara dengan 5 orang ibu balita di Desa Sidorejo pada tanggal 1-19 Mei 2023 tentang pengetahuan pemberian makan sejumlah 4 orang ibu balita menyatakan bahwa ibu belum mengetahui cara pemberian makan yang sesuai untuk balita berdasarkan umurnya sedangkan 1 orang ibu balita mengetahui cara pemberian makan karena aktif di kegiatan penyuluhan posyandu. Dalam pemilihan jenis makanan bergizi pada balitanya ibu belum memberikan makanan yang bervariasi. Ibu belum menyajikan hidangan yang menarik untuk balita untuk segi warna, rasa, cara pengolahan, bentuk makanan, serta alat makan belum menggunakan khusus balita. Mayoritas ibu memberikan makan sesuai dengan keinginan balita yaitu makan sambil Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti AuHubungan Pengetahuan Ibu tentang Pemberian Makan dengan Status Gizi Balita Usia 1 sampai 5 tahun di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono Kabupaten WonogiriAy. Metode / Methods Research design Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Menurut Sugiyono . penelitian deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional karena pengambilan data diambil pada waktu yang sama (Sugiyono, 2. Variabel yang diambil datanya adalah pengetahuan ibu tentang pemberian makan pada balita dan status gizi balita. Setting and samples Populasi dalam penelitian ini adalah ibu dan balita umur 1 sampai 5 tahun pada bulan September 2023 di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri yaitu sejumlah 60 orang. Sampel penelitian yang digunakan Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 adalah ibu dan balita usia 1-5 tahun di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono Kabupaten. Tehning sampling mengunakan purposive sampling. Measurement and data collection Variabel independen dalam penelitian ini adalah pengetahuan ibu tentang pemberian makan balita. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah status gizi Instrumen penelitian adalah alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah kuesioner . Data analysis Uji statistik dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariat. Analisis data univariat bertujuan untuk menjelaskan karakteristik setiap variabel penelitian. Analisis data univariat juga digunakan untuk mengetahui data yaitu pengetahuan pemberian makan tingkat pendidikan, dan pekerjaan, status gizi. Dalam penelitian ini, apabila data memiliki pola distribusi normal maka akan dilanjutkan dengan uji beda menggunakan statistika parametrik yakni chi square namun jika hasil uji normalitas menunjukkan sebaliknya maka akan digunakan uji statistik non-parametrik yakni Mann-Whitney U Test. Hasil / Results Karakteristik Responden Tabel berikut menunjukkan karakteristik responden dalam penelitian ini Tabel 1. Distribusi responden berdasarkan karakteristik (N=. Umur Ibu 20 - 35 tahun > 35 tahun Total Pekerjaan Ibu Ibu Rumah Tangga Karyawan Wiraswasta Total Paritas Primipara Multipara Grandemultipara Total Tingkat Pendidikan Ibu SMP SMA Diploma atau Perguruan Tinggi Total Frekuensi Frekuensi Frekuensi Frekuensi Persentase Persentase Persentase Persentase Sumber : data primer, 2023 Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan umur bahwa paling banyak yaitu 41 orang . %) berusia 20-35 tahun, pekerjaan ibu sebagian besar Ibu Rumah Tangga yaitu 28 orang . %), paritas sebagian besar primipara yaitu 28 orang . %) sedangkan pendidikan ibu paling banyak tamat SMA yaitu 27 orang . %). Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 Pengetahuan tentang Pemberian Makan Balita Data berikut adalah hasil dari kuesioner penelitian tentang pengetahuan tentang pemberian makan balita pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono. Tabel 2. Pengetahuan tentang pemberian makan balita (N=. Pengetahuan tentang Pemberian Makan Balita pengetahuan kurang pengetahuan cukup pengetahuan baik Total Frekuensi Persentase Sumber : data primer, 2023 Tabel 2. menunjukkan ibu balita yang mempunyai pengetahuan baik sejumlah 20 orang . %), pengetahuan cukup sejumlah 17 orang . %) dan pengetahuan kurang sejumlah 13 orang . %). Status gizi Data berikut adalah status gizi pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono. Tabel 3. Status gizi (N=. Status Gizi gizi kurang gizi baik Total Frekuensi Persentase Sumber : data primer, 2023 Tabel 3. menunjukkan dari 50 balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono sejumlah 38 balita . %) memiliki status gizi baik sedangkan 12 orang balita . %) memiliki status gizi kurang. Analisis Bivariat Hasil berikut adalah crosstabulation pengetahuan tentang pemberian makan balita dan status gizi di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono. Tabel 4. Crosstabulation Pengetahuan Tentang Pemberian Makan Balita Dan Status Gizi Status Gizi gizi kurang gizi baik Total pengetahuan kurang Jumlah % dari Total 18,0% 8,0% 26,0% pengetahuan cukup Jumlah % dari Total 6,0% 28,0% 34,0% pengetahuan baik Jumlah % dari Total 0,0% 40,0% 40,0% Jumlah % dari Total 24,0% 76,0% 100,0% Variabel Penelitian Pengetahuan Pemberian Makan Balita Total Sumber : data primer . Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 Berdasarkan tabel 4. diketahui bahwa paling banyak responden penelitian yang mempunyai pengetahuan baik dan gizi balita juga baik sejumlah 20 orang . %), ibu balita yang mempunyai pengetahuan cukup dan gizi balitanya baik sejumlah 14 orang . %), sedangkan ibu balita yang mempunyai pengetahuan kurang dan gizi balitanya kurang sejumlah 9 orang . %). Hasil uji statistik dapat diketahui bahwa nilai Mann-Whitney U sebesar 51. value = 0,000 <0,. Dengan demikian Ho yaitu AuTidak ada hubungan tingkat pengetahuan tentang pemberian makan balita dengan status gizi pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan JatisronoAy ditolak sedangkan Ha yaitu AuAda hubungan tingkat pengetahuan tentang pemberian makan balita dengan status gizi pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan JatisronoAy Pembahasan / Discussion 1 Pengetahuan tentang pemberian makan balita Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan tentang pemberian makan balita pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono sebagian besar termasuk dalam kategori baik sejumlah 20 orang . %) namun sebagian besar responden yaitu 30 orang . %0 mempunyai pengetahuan tentang pemberian makan dalam kategori cukup dan tidak baik. Pengetahuan tentang pemberian makan balita dalam kategori baik dapat dipengaruhi oleh tingkat pendidikan responden yang sebagian besar SMA sehingga dapat menerima informasi tentang pemberian makan balita yang disampaikan di posyandu ataupun media elektronik. Dilihat dari pekerjaannya, sebagian besar responden adalah Ibu Rumah Tangga yang mempunyai lingkungan terbatas di Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi kurangnya pengetahuan yang didapatkan oleh para ibu. Sedangkan dari segi usia ibu yang sebagian besar berusia antara 20 Ae 35 tahun dengan paritas primipara mempengaruhi pengetahuan ibu. Usia yang muda dan belum mempunyai pengalaman dalam mengasuh anak menyebabkan pengetahuannya tentang pemberian makan masih kurang memadai. Seperti yang dijelaskan Notoatmodjo . alam Puspita dan Puspita, 2. bahwa pengetahuan dapat diperoleh dari teman, media massa, atau juga dari pengalaman. 2 Status gizi Status gizi balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono sebagian besar yaitu 38 balita . %) memiliki status gizi baik sedangkan 12 orang balita termasuk kategori gizi kurang. Status gizi balita yang kurang ini dapat disebabkan kurangnya kualitas asupan makanan serta mengalami kekurangan nutrien penting (UNICEF, 2. Kebutuhan zat gizi anak pada usia 1-5 tahun meningkat karena masih berada pada masa pertumbuhan cepat dan aktivitasnya semakin meningkat (Kemenkes. Adanya kebutuhan yang tinggi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemenuhan gizi balita. Menurut pengamatan peneliti, balita yang mempunyai gizi yang kurang merupakan keluarga yang tidak mampu secara ekonomi. Pemberian makanan tambahan dari posyandu yang selama ini telah dijalankan efektif dalam mengatasi status gizi balita yang masih kurang. Anak merupakan konsumen pasif, artinya anak menerima makanan dari apa yang disediakan ibunya (Proverawati, 2009 dalam Nurmaliza, 2. Dijelaskan lebih Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 lanjut bahwa asupan gizi yang baik pada anak sering tidak bisa dipenuhi seorang anak karena disebabkan beberapa faktor termasuk diantaranya adalah tingkat pendidikan ibu, pengetahuan ibu tentang gizi dan kesehatan, kondisi sosial ekonomi keluarga, ketersediaan bahan pangan, serta hubungan emosional anggota keluarga yang lain yang tercermin dalam suatu kebiasaan. 3 Analisis Bivariat Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan tentang pemberian makan balita dengan status gizi pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono (Nilai statistik Mann-Whitney U =51. p value = 0,000 < 0,. Hasil penelitian juga menunjukkan ada ibu yang pengetahuan tentang pemberian gizinya kurang namun status gizinya balitanya baik. Hal ini dikarenakan ibu mengikuti arahan dari kader posyandu dan kebiasaan ibu setiap hari memberikan makanan pada balitanya 4 sehat 5 sempurna seperti sayur, buah dan susu. Beberapa ibu balita awalnya memiliki balita dengan status gizi kurang dan mendapatkan penanganan melalui program Pemberian Makan Tambahan serta penyuluhan sehingga meningkat status gizinya. Sedangkan semua ibu yang memiliki pengetahuan tentang pemberian makan dengan kategori baik juga memiliki status gizi yang baik pula. Pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan balita dapat mempengaruhi status gizi balita. Hal ini sesuai yang dinyatakan oleh Notoatmodjo bahwa pengetahuan dapat mempengaruh perilaku. Kurangnya pengetahuan tentang pemberian makan yang tepat pada balita berdampak pada perilaku pemberian makan yang tidak sesuai, baik dalam hal frekuensi, jumlah, jenis maupun asupan gizinya. Seperti pada umumnya masyarakat memberikan makanan pada anak umur 6-24 bulan berupa makanan yang rendah lemak, sehingga nilai energi anak menjadi rendah. Supariasa . juga menyatakan bahwa pengetahuan gizi memegang peranan yang sangat penting dalam penggunaan dan pemilihan bahan makanan dengan baik sehingga dapat mencapai keadaan gizi yang seimbang. Dengan pengetahuan tentang pemberian makanan balita yang baik maka ibu akan lebih dapat menggunakan dan memilih bahan makanan yang bergizi seimbang sehingga status gizi anak pun baik. Tingkat pengetahuan ibu tentang pemberian makan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap status gizi balita. Seperti yang dipaparkan oleh Puspita dan Puspita . bahwa perilaku dan sikap yang terpola dalam suatu kebiasaan memberi makan kepada anak dapat mempengaruhi asupan zat-zat gizi untuk anak. Tingkat pengetahuan ibu mempengaruhi bagaimana seorang ibu memiliki infomasi khususnya pada konsumsi makanan yang baik. Hal tersebut menjadi pengambilan keputusan ibu dan tindakan ibu pada pemilihan bahan makanan yang akan dikonsumi anak. Ibu mampu mengetahui jenis-jenis bahan makanan dan jumlah porsi yang dibutuhkan anak untuk memenuhi kecukupan gizi mereka. Ibu juga mampu menentukan aturan maupun larangan yang berkaitan dengan konsumsi makan anak, sehingga hal tersebut dapat meningkatkan kualitas kebiasaan makan anak. Ibu yang memiliki pengetahuan tentang pemberian makan akan menyadari betapa pentingnya kecukupan gizi anak akan mengajarkan kebiasaan makan yang baik pada anak dengan kebiasaan makan yang teratur dan selalu memperhatikan kandungan gizinya yang mengacu pada pedoman gizi seimbang. Ibu akan terus melakukan dorongan kepada anak untuk mencoba makan-makan baru yang beragam. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 Kesimpulan/Conclusion Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang pemberian makan balita pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono sebagian besar termasuk dalam kategori baik sejumlah 20 orang . %). Selain itu status gizi pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono sebagian besar yaitu 38 balita . %) memiliki status gizi baik. Hasil uji dengan Mann Whitney U didapatkan nilai 51. value = 0,000 < 0,. dengan demikian ada hubungan tingkat pengetahuan tentang pemberian makan balita dengan status gizi pada balita di Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono. Dari penelitian diatas dapat memberikan Saran-saran yang pertama bagi ibu Selain itu saran bagi Ibu Balita hendaknya menjaga gizi balita dengan menerapkan pemberian makanan balita yang memperhatikan jumlah, jenis, frekuensi serta keseimbangan gizi. Serta bagi Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono. Bagi Posyandu Palupi Muda Desa Sidorejo Kecamatan Jatisrono hendaknya meningkatkan kerjasama dengan puskesmas dan pihak desa agar balita yang mengalami gizi yang kurang selain mendapatkan pendidikan kesehatan juga memperoleh makanan tambahan. Bagi Puskesmas Jatisrono. Hendaknya meningkatkan upaya pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita tentang pemberian makan balita yang sehat dan bergizi. Daftar Pustaka / Referens Adriani M. Wirjatmadi B. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta: Kencana. Arisman. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC. Almatsier. Soetarjo. Soekarti. M . Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. PT. Gramedia Pustaka Utama : Jakarta. Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta. Dayuningsih. Tria Astika Endah Permatasari. Nana Supriyatna. Pengaruh pola asuh pemberian makan terhadap kejadian stunting pada balita Kemenkes RI. Pedoman Umum Gizi Seimbang. Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Jakarta. Hidayat. Metode penelitian keperawatan dan teknis analisis data. Jakarta : Salemba Medika. Herlina. S dan Nurmaliza. Pola Asuh dalam Pemberian Makanan terhadap Status Gizi Balita di Kota Pekanbaru Tahun 2017. JOMIS (Journal Of Midwifery Scienc. Kemenkes RI. SSGI 2022. Jakarta: Kemenkes RI. Notoatmodjo. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta. __________. Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta Nursalam. Konsep dan penerapan metodologi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Pratiwi. Ni Ketut Martini. Made Nyandra. Peran Ibu dalam Pemberian Makanan Bergizi pada Balita Status Gizi Baik yang Kesulitan Makan. Bali : Departemen Kesehatan Masyarakat Universitas Dhyana Pura. Saryono. Metodologi Penelitian Kesehatan Penuntun Praktis Bagi Pemula. Yogyakarta : Mitra Cendikia Press. Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung : Alfabeta. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536. Jurnal Cakrawala Keperawatan Vol. 02 No. 02 Juli 2025. Hal. 81 - 89 Sediaoetama AD. Ilmu Gizi. Jakarta : Dian Rakyat. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC Soekirman, 2019. Ilmu Gizi dan Aplikasinya. Jakarta : Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional. Supariasa. Bakrie. Fajar, 2019. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC. Unicef. Pola makan anak-anak balita tidak membaik dalam sepuluh tahun terakhir dan dapat memburuk pada masa COVID-19. Jakarta: UNICEF Unicef Indonesia. Situasi Anak di Indonesia. Jakarta: UNICEF Indonesia. Yustianingrum dan Andriani, 2017. Perbedaan Status Gizi dan Penyakit Infeksi pada Anak Baduta yang Diberi ASI Eksklusif dan Non ASI Eksklusif Wawan dan Dewi. Teori dan Pengukuran Pengetahuan. Sikap dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika. Copyright A 2024. JCK, e-ISSN 3046-4536.