Minat Remaja Dalam Mengikuti Kajian Keagamaan Syamsul Rizal STAI Diniyah Pekanbaru Email: syamsul@diniyah. Abstrak Tulisan ini membahas tentang Minat Remaja Dalam Mengikuti Kajian Keagamaan di Masjid Khairul Bariyyah. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, metode wawancara, dan metode dokumentasi. Pembahan ini menceritakan minat remaja dalam mengikuti kegiatan keagamaan ini sangat sangat berkurang bahwkan daya minta sudah tidak ada. Kajian ini diperlukan untuk menjadikan remaja sebagai pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, semua ini harus ada kerja sama semua remaja dan elemen masyarakat setempat. Hasil penelitian ini Menyarankan agar remaja mampu mengikuti serta berpartisipasi kearah yang lebih baik terutama dalam kegiatan keagamaan. Kata Kunci: Minat remaja, kajian keagamaan Pendahuluan Masa remaja adalah masa yang sangat produktif dalam mengembangkan bakat dan minatnya dari segala hal, karena masa remaja pengaruh dan beban hidupnya belum tinggi sehingga sangat mudah untuk mengembangkan dirinya menjadi orang yang terpandang atau sebaliknya orang yang buruk dimata masyarakat. Remaja dalam padangan banyak disebutkan dalam Al-QurAoan Hadits, dalam Al QurAoan diantaranya misalnya terdapat dalam surat alKahfi yang menceritakan tentang 7 pemuda di dalam gua, bagaimana para sahabat ali bin Abi Thalib seorang pemuda yang cerdas, bagaimana Usamah bin Zaid Pemimpin perang termuda zaman Nabi. Mereka pemuda-pemuda shaleh yang membela Islam karena kecintaan dan keimananya kepada Rasul dan Agama yang dibawanya. Lalu, bagaimana dengan pemuda zaman sekrang, apakah mereka memiliki semangat dan kecerdasan Agama yang tinggi. Banyak kita melihat pemuda saat ini sangat mudah terpengaruh dengan hal-hal luar, lihat saja para pejuang jihad yang salah kaprah, perdangan orang, pengaruh narkoba, pembunuhan dan bahkan pemerkosaan, semua itu kebanyakan dilakukan olah anak-anak muda. Mengapa demikian terjadi, karena salah satu penyebabnya adalah masa remaja murapakan masa yang memilki jiwa yang labil. Menurut dr Fransiska Kaligis. SpKJ. Division of Child and Adolescent Psychiatry Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ada tiga faktor utama yang yang berkontribusi terhadap masalah yang dialami seseorang: biologis, psikologis, dan sosial. Maka masalah yang terkait dengan remaja adalah psikologis, dimana Faktor biologis bisa berupa genetik dan perubahan Vol. No. Juni 2021 . S y a m s u l R i z a l hormonal pada usia remaja. Misalnya temperamen atau kepribadian seseorang, cara seseorang memandang suatu kejadian yang terjadi pada dirinya, bersifat positif atau cenderung negatif. Serta faktor sosial, yang muncul dari lingkungan sekitar: teman-teman sebaya, keluarga, masyarakat, budaya, kondisi negara yang dapat mempengaruhi seseorang sehingga muncul masalah atau gangguan kejiwaan. Kelabilan remaja tersbut yang membuat mereka terjerumus kepada hal-hal yang siasia duniawi semata, sehingga mereka tidak acuhlagi dengan hal-hal keagamaan, terlebih lagi teknologi yang semakin berkembang dan menjadi-jadi membuat remaja terlena dengan dengal teknologi tersebut. Hal ini terlihat dari berbagai Maasjid di Pekanbaru yang sepi dengan jamaah kajian-kajian Islami, misalnya saja di Masjid Khairul Bariyyah. Di Masjid Khairul Bariyyah telah banyak kajian-kajian Islami yang di isi oleh para Guru /asatidz yang berkompten, namun sangat minim sekali bahkan tidak ada para remaja yang ikut dalam kajian Hal ini diungkap salah satu jamaah dan juga pengurus Masjid Khairul Bariyyah Bapak Juanda Aumemang dalam setiap kajian dan shalat jamaah sangat kurang bahkan tidak ada jamaah remaja, padahal kalau setiap momen kemerdekaan ramai bermunculan, mungkin saja ini kerena pengaruh teknologiAy. Dari keterangan tersebut, tentu kita bertanya mengapa ini bisa terjadi, kemana remaja-remaja tersebut. Apa yang menyebabkan mereka cendrung main diluar daripada Masjid. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penulis tertarik untuk menulis dengan judul AuMinat Remaja Dalam Mengikuti Kegiatan Keagamaan Masjid Khairul BariyyahKelurahan Tangkerang Labuai Bukit Raya PekanbaruAy Metode Penelititan ini dilakukan pada bulan Juni 2021 di Masjid Khairul Bariyyah dengan pertimbangan bahwa remaja di sekitaran Masjid yang berada di RT. 04 RW. 06 Kelurahan Tangkerang Labuai ini ramai namun tidak ada daya minat ke Masjid untuk dibina sedangkan pengurus sudah membuat pengajian-pengajian tiap pekannya. Jumlah populasi remaja disekitaran Masjid Khairul Bariyyah saat ini sekitar 50 orang diambil sampel 30 % dari jumlah populasi. Sehingga sampel berjumlah 15 orang. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah proportional random sampling. Alasan penelitia menggunakan teknik proportional random sampling disebabkan keterbatasan peneliti dari waktu, dana dan tenaga. Jurnal Dakwatul Islam M i n a t R e m a j a D a l a m M e n g i k u t i K a j i a n K e a g a m a a n | 123 Pengertian Minat Secara sederhana Minat . berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. (Muhibbin Syah, 1999, hal. Dari pengertian diatas dijelaskan bahwa minat adalah suatu hal yang menarik perhatian dan rasa ingin tahu terhadap suatu benda tertentu atau situasi tertentu yang didahului dengan perasaan senang terhadap obyek tertentu. Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterkaitan pada suatu hal atau aktifitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan sesuatu hubungan antara diri sendiri, semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat (Slameto 2010, hal. Secara sederhana minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, aktivitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. Dalam batasan tersebut terkandung suatu pengertian bahwa didalam minat ada pemusatan perhatian subjek, ada usaha ( untuk: mendekati/ mengetahui/ memiliki/ menguasai/ berhubungan ) dari subjek yang dilakukan dengan perasaan senang, ada daya penarik dari objek. (Abdul R dan Muhbib A, 2004. Hal ) Minat merupakan faktor perangsang yang kuat untuk melakukan aktivitas yang timbul karena perasaan senang, bakat, cita-cita dan perhatian. Semua itu bermula dari adanya suatu Suatu yang menarik minat menimbulkan dorongan kuat untuk melakukan aktivitas sungguh-sungguh. Oleh karena itu minat timbul bukan secara spontan, melainkan timbul atas dorongan sadar dengan perasaan senang karena adanya perhatian, misalnya belajar atau bekerja. (Djaali,2008. Dari beberapa pengertian dan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa minat berarti keinginan yang seseorang dalam suatu hak yang mengandung unsur-unsur perasaan didalamnya, perasaan yang dimaksud adalah perasaan senang dimana seseorang tersebut tidak tertekan dalam melakukannya. Pengertian Remaja Remaja diartikan sebagai orang dewasa atau yang cukup umur untuk kawin 1. Remaja dalam padangan masyarakat biasanya ketika anak-anak berumur 15 Ae 20/25 tahun. Sebenarnya masa remaja adalah masa peralihan, yang ditempuh oleh seseorang dari kanakkaank menuju dewasa. Atau dapat dikatakan masa remaja adalah pepanjangan masa kanakkanak sebelum mencapai masa dewasa. Anak-anak jelas kesusukannya, yaity yang belum Kamus Besar Bahasa Indonesia Vol. No. Juni 2021 . S y a m s u l R i z a l dapat hidup sendiri, belum matang dari segala segi, tumbuh masih kecil, organ-organ belum dapat menjalankan fungsinya secara sempurna, kecerdasan, emosi dan hubungan sosial belum selesai pertumbuhannya. Hidupnya masih bergantung pada orang dewasa, belum dapat di berikan tanggung jawab atas segala hal. Dan mereka menerima kedudukan seperti itu. (Zakiah Darajat, 1976, hal. Masa remaja adalah masa peralihan diantara masa anak-anak dan masa dewasa, dimana anak-anak mengalami pertumbuhan cepat segala bidang. Mereka bukan lagi anakanak, baik bentuk badan, sikap, cara berpikir dan bertindak, tetapi bukan pula orang dewasa yang telah matang. Masa ini mulai kira-kira pada umur 13 tahun dan berakhir kira-kira umur 21 tahun. Masa 9 tahun . yang dilalui oleh anak-anak itu, tidak ubahnya sebagai suatu jembatan perhubungan anataea masa tenang yang selalu bergantung kepada pertolongan dan perlindungan orangtua, dengan masa berdiri sendiri, bertanggung jawab dan berpikir Dalam melalui masa ini, tidak sedikit anak-anak yang mengalami kesukarankesukaran atau problem-problem yang kadang-kadang menyebabkan kesehatannya terganggu, jiwanya gelisah dan cemas, pemikirannya terhalang menjalankan fungsinya dan kadang-kadang kelakuannya bermacam-macam. Masa ini adalah masa terakhir dari pembinaan kepribadian, dan setelah masa itu terlewati, anak-anak telah berpindah ke dalam Jika kesukaran-kesukaran dan problem-problem yang dihadapinya tidak sesuai dan masih menggelisahkan sebelum meningkat dewasa, maka usia dewasa akan dilalui dengan kegelisahan dan kecemasan pula. (Zakiah Derajat, 2001. Hal. Sarlito Wirawan Sarwono mendefenisikan remaja sebagai salah individu yang tengah mengalami perkembangan fisik dan mental. Batasan usia remaja ini antara lain 11-24 tahun dengan pertimbangan sebagai berikut: Usia 11 tahun adalah usia dimana pada umumnya tanda-tanda seksual sekunder mulai nampak. riteria fisi. Dibanyak masyarakat Indonesia, usia 11 sudah dianggap akil baliqh baik menurut adat maupu agama. Sehingga masyarakat tidak lagi memperlakukan mereka sebagai anak-anak. riteria sosia. Jurnal Dakwatul Islam M i n a t R e m a j a D a l a m M e n g i k u t i K a j i a n K e a g a m a a n | 125 Ciri-ciri Remaja . Pertumbuhan fisik Pertumbuhan fisik mereka jelas terlihat pada tungkai dan tangan, tulang kaki dan tangan, otot-otot tubuh berkembang pesat, sehingga anak kelihatan bertumbuh tinggi, tetapi kepalanya masih mirip dengan anak-anak. Perkembangan seksual Tanda-tanda perkembangan seksual pada anak laki-laki diantaranya alat produksi sperma mulai berproduksi, ia mengalami masa mimpi yang pertama, yang tanpa sadar mengeluarkan sperma. Sedangkan pada anak perempuan bila rahimnya sudah dibuahi karena sudah mendapatkan menstruasi yang pertama. Cara berfikir kausalitas Ciri ketiga ia berfikir kausalitas, yaitu menyangkut hubungan sebab dan akibat. Remaja sudah mulai berfikir kritis sehingga ia akan melawan bila orang tua, furu dan lingkungan masih menganggapnya sebagai anak kecil. Bila guru dan orang tua tidak memahami cara berfikir, akibatnya timbullah kenakalan remaja berupa perkelahian antara pelajar yang sering terjasi di kota-kota besar. Emosi yang meluap-luap Keadaan emosi remaja masih labil karena erat hubungannya dengan kaeadaan hormon. Suatu saat ia bisa sedih, dilain waktu ia bisa marah sekali. Mulai tertarik kepada lawan jenisnya Dalam kehidupan sosial emaja, mereka mulai tertarik kepada lawan jenisnya dan mulai Jika dalam hal ini orang tua kurang mengerti, kemudian melarangnya, akan menimbulkan masalah dan remaja akan bersikap tertutup terhadap orang tuanya. Menarik perhatian lingkungan Pada masa ini remaja mulai mencari perhatian dari lingkungannya, berusaha mendapatkan suatu dan peranan seperti kegiatan-kegiatan emaja di kampung-kampung yang diberi peranan. Misalnya mengumpulkan dana atau sumbangan kampung, pasti ia akan melaksanakannya dengan baik. Tertarik dengan kelompok Remaja dalam kehidupan sosial sangat tertarik pada kelompok sebayanya sehingga tidak jarang orang tua dinomor-duakan sedangkan kelompok dinomor-satukan. (Zulkifli. Hal . Vol. No. Juni 2021 . S y a m s u l R i z a l Adapun ciri-ciri khusus remaja awal dapat dikelompokkan sebagai berikut: Perasaan dan emodi remaja tidak stabil\ Mengenai status remaja masih sangat sulit ditentukan Kemampuan mental dan daya pikir mulai agak sempurna Hal sikap moral, menonjol pada menjelang akhir remaja awal. Perkembangan Agama pada Remaja Sejalan dengan perkembangan jasmani rohani dan teknologi, maka agama pada para remaja turut mempengaruhi perkembangan itu. Maksudnya penghayatan para remaja terhadap ajaran agana dan tindak keagamaan yang tampak pada para remaja banyak berkaitan dengan faktor perkembangan tersebut. (Jalaluddin, 2007, hal. Perkembangan agama pada para remaja ditandai oleh beberapa faktor perkembangan rohani dan jasmaninya. Perkembangan itu antara lain menurut W. Starbuck adalah : Pertumbuhan pikiran dan mental Ide dan dasar keyakinan beragama yang diterima remaja dari masa kanak-kanaknya sudah tidak begitu menarik bagi remaja. Sifat kritis terhadap ajaran agama mulai Selain masalah agama mereka pun sudah tertarik pada masalah kebudayaan, sosial, ekonomi, dan norma-norma kehidupan lainnya. Perkembangan perasaan Berbagai perasan telah berkembangan pada masa remaja. Perasaan sosial, etis, dan estetis mendorong remaja untuk menghayati perikehidupan yang terbiasa dalam Kehidupan religius akan cenderung mendorong dirinya lebih dekat ke arah hidup yang religius pula. Sebaliknya, bagi remaja yang kurang mendapat pendidikan dan siraman ajaran agama akan lebih mudah didominasi dorongan Masa remaja merupakan masa kematangan seksual. Didorong oleh perasaan ingin tau dan perasaan super, remaja lebih mudah terperosol kearah tindakan seksual yang negatif. Perkembangan sosial Corak keagamaan para remaja juha ditandai oleh adanya pertimbangan sosial. Dalam kehidupan keagamaan mereka timbul konflik antara pertimbangan moral dan Remaja sangat bungung menentukan pilihan itu. Karena kehidupan duniawi lebih dipengaruhi kepentingan akan materi, maka para remaja lebih cenderung jiwanya untuk bersikap materialis. Jurnal Dakwatul Islam M i n a t R e m a j a D a l a m M e n g i k u t i K a j i a n K e a g a m a a n | 127 Perkembangan moral perkembangan moral para remaja bertitik tolak dari rasa berdosa dan usaha untuk mencari proteksi. Kegitan Keagamaan Pengertian Kegiatan Keagamaan Kegiatan berasal dari kata AugiatAy yang mendapat awalan AukeAy dan akhiran AuanAy yang berarti aktifitas, usaha dan pekerjaan. Maka kegiatan adalah aktifitas, usaha dan pekerjaan yang dilakukan seseorang dalam rangka memenuhi kegiatan. im penyusun kamus pusat pembinaan dan pengembangan bahasa indonesia. Hal. Kata keagamaan berasal dari kata dasar agama yang pendapat awalan AukeAy dan akhiran AuanAy yang mengandung arti dan pengertian banyak sekali. Secara etimologi agama berasal dari kata Sanskrit, kata din dalam bahasa arab dan religi dalam bahasa eropa. (Harun Nasution, 1985. Kata keagamaan merupakam istilah yang mengalami imbuhan dari kata dasar AuagamaAy yang mendapat awalan AukeAy dan AuanAy yang menunjukkan kata sifat yaitu kata sifat keagamaan dengan pengertian sebagai berikut: Agama adalah teks atau kitab suci yang mengandyngg ajaran-ajaran yang menjadi tuntunan hiduo bagi para penganutnya. Agama adalah dustur atau undang-undang Ilahi yang didatangkan Allah untuk menjadi pedoman hidup dalam kehidupan dialam dunia untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata agama berarti suatu sistem, prinsip kepercayaan terhadap Tuhan dengan ajaran kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan itu. Dengan defenisi diatas disimpulkan bahwa agama adalah peraturan Tuhan yang diberikan kepada manusia, untuk mencapai kebahagiaan hidup di dunia dandi akhirat kelak. Hal ini diperkat dengan pernyataan Allah dalam al-QurAoan suratAr-Rum ayat 30: Artinya: Aumaka hidupkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah: . etaplah ata. fitrah Allah yang telah menciptakan manusoa menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah . agama yang lurus. tetapi kebanyakan manusia tidak ketahui. Ay(Q. S Ar-Rum Ayat . Dari pengertian diatas penulis dapat membuat penilaian bahwa yang dimaksud dengan kegiatan keagamaan adalah segala perbuatan, perkataan, lahir dan batin seseorang atau Vol. No. Juni 2021 . S y a m s u l R i z a l individu yang didasarkan pada nilai-nilai atau norma-norma yang berpangkal pada ajaranajaran agama, yang telah menjadi kebiasaan hidup sehari-hari. Dari kata Sanskrit agama tersusun dua kata, a: tidak ada gam: pergi, jadi agama tidak pergi, tetap di tempat, diwarisi turun temurun. Agama memang mempunyai sifat yang Ada lagi pendapat mengatakan bahwa agama berarti teks atau kitab suci. Dan agama-agama memang mempunyai kitab suci, selanjutnya dikatakan bahwa agama berarti Memang mengandung ajaran-ajaran yang menjdi tuntunan hidup penganutnya. Sedangkan kata din dalam bahsa arab mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, balasan dan kebiasaan. Dan religi dalam bahasa lain, menurut mendapat asalnya adalah relegere yang mengandung arti mengumpulkan, membaca. Agama memang merupakan kumpuan cara-cara mengabi kepada Tuhan. Ini terkumpul dari kitab suci yang harus dibaca. Dan menurut pendapat lain kata itu berasal dari religare yang berasal dari mengikut. Ajaranajaran agama memang mempunyai sifat-sifat mengingat bagi manusia. ( Harun nasution, hal Dari pengertian diatas, inti sari yang terkandung didalamnya ialah ikatan agama mengandung arti ikatan-ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan ini mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari dan ikatan itu berasal dari kekuatan yang lebih tinggi dari manusia. Macam-macam Kegiatan Keagamaan Banyak macam-macam kegiatan keagaman seperti shalat, puasa, mengaji, dan lembaga organisasi keagamaan lainya. Namun penulid hanya mengambil beberapa saja, . Majlis Taklim Majlis taklim menurut kamus besar bahasa indonesia adalah lembaga atau organisasi sebagai wadah pengajian. Sedangkan kata taklim menurut kamus yang sama adalah pengajian agama (Isla. atau bisa juga sebagai pengajian. Maka majlis taklim adalah suatu lembaga atau organisasi masyarakat sebagai wadah yang didalamnya terdapat pengajian agama, ceramah agama dan doa-doa yang bertujuan untuk menjalin silaturahmi memohon doa kepada Allah. pengajian Jurnal Dakwatul Islam M i n a t R e m a j a D a l a m M e n g i k u t i K a j i a n K e a g a m a a n | 129 Pengajian adakah suatu kegiatan dimana sekelompok orang membaca Al-QurAoan, wirid serta tahlil dengan tujuan mendapatkan rahmat dan ridho Allah. Dalam pengajiannya terdapat doa-doa untuk dikirimkan kepada ahli kubur agar diampuni dosa-dosanya. Peringatan hari-hari besar Kegiatan ini merupakan suatu kegiatan tahunan yang dilakukan untuk memperingati atau mensyukuri atas datangnya hari tersebut. Kegiatan inti biasanya diisi dengan ceramahceramah agama yang diberikan oleh penceramah dan acara-acara lainnya. Sedangkan hari besarnya seperti Maulid Nabi. Isra MiAoraj, 1 Muharram dan sebagainya. Rohis Rohis adalah suatu organisasi yang terdapat disekolah yang didalmnya membahas permasalahan agama. Kegiatan rohis biasanya dilaksanakan oleh sekolah. Anggotanya juga berasal dari kalangan siswia-siswi sekolah tersebut. Lembaga dan kegiatan diatas tersebut merupakan wadah dimana remaja dapat melakukan dan mengapresiasikan kegiatan keagamaannya seoptimal mungkin. Kegiatan Majlis Taklim di Masjid Khairul Bariyyah Salah satu kegitan keagamaan yang dilakukan oleh pegurus Masjid Khairul Bariyyah adalah Majlis TaAolim . ajian Umu. yang dilakukan setiap 1 pekan sekali. Kegiatan sudah lama dilakukan bahkan sejak berdinya Masjid tersebut hingga sekarang. Namun hal tersebut mengalami penurunan minat bagi remaja, terlebih sejak berkembangnya teknologi saat ini. Seperti yang diungkapkan salah satu jamaah. Bapak Buyus Siswanto: AuMemang sangat miris sekali dengan kondisi saat ini dengan remaja kita, lebih senang berkumpul bersamanya ketinbangberkumpul di MasjidAy Kesimpulan Pada kesimpulan ini disampaikan bahwa menceritakan minat remaja dalam mengikuti kegiatan keagamaan ini sangat sangat berkurang bahkan daya minta sudah tidak ada. Kajian ini diperlukan untuk menjadikan remaja sebagai pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, semua ini harus ada kerja sama semua remaja dan elemen masyarakat setempat. Dan menyarankan kepada segenap remaja agar terus mampu mengikuti serta berpartisipasi dalam kajian keIslaman agar menjadi pribadi yang lebih baik terutama dalam pemahaman Vol. No. Juni 2021 S y a m s u l R i z a l Daftar Pustaka