Journal Evaluation in Education (JEE) Vol. No. April 2022, pp. ISSN: 2716-4160. DOI: 10. 37251/jee. Analisis Hubungan Minat Belajar dan Hasil Belajar Siswa pada Materi Hukum Hooke di SMAN 10 Kota Jambi Putri Ramadhani Safitri1 Pendidikan Fisika. Universitas Jambi. Jambi. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Tujuan penelitian: Penilitian ini berfokus pada analisis hubungan minat belajar dengan hasil belajar. Tujuan dalam penilitian ini adalah untuk . mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap pokok bahasan hukum hooke, . mendeskripsikan hasil belajar kognitif siswa pada pokok bahasan hukum hooke, dan mendeskripsikan hubungan minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada pokok bahasan hukum hooke Received Jan 30, 2022 Revised Mar 19, 2022 Accepted Apr 26, 2022 Keywords: Minat Belajar Hasil Belajar Hukum Hook Metodologi: Jenis penilitian ini adalah penelitian korelasional yang dilakukan di SMAN 10 Kota Jambi pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan Temuan utama: Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : . minat belajar siswa terhadap pokok bahasan hukum hooke termasuk dalam kategori cukup, dengan kata lain siswa cukup berminat untuk belajar hukum hooke, . hasil belajar siswa pada pokok bahasan hukum hooke termasuk dalam kategori tuntas atau memenuhi KKM yang ditetapkan sekolah, dan . ada hubungan yang kuat antara minat belajar dengan hasil belajar pada pokok bahasan hukum hooke di kelas XI MIPA1 dan kelas XI MIPA 3, sedangkan pada kelas XI MIPA 2 minat belajar memiliki hubungan yang rendah dengan hasil belajar. Keterbaruan penelitian: Penelitian ini memperkuat adanya pengaruh yang signifikan antara minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA materi hukum hook. This is an open access article under the CC BY-NC license Corresponding Author: Putri Ramadhani Safitri Pendidikan Fisika. Universitas Jambi. Jambi Email: ramadhaniputri15@gmail. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan pembelajaran yang diselenggrakan di sekolah dimana sekolah merupakan lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang baik dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas sosial mereka . Pendidikan merupakan sesuatu yang tidak terlepas dan bersifat sangat penting dalam kehidupan manusia, karena melalui pendidikan akan terbentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Salah satu bentuk pendidikan formal adalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah . Salah satu jenjang pendidikan yang memperoleh sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi yaitu SMA . Siswa SMA memiliki pola pikir yang sedang berkembang dan rasa ingin tahu yang kuat untuk megetahui banyak hal termasuk dalam hal ilmu. Maka dari itu salah satu mata pelajaran yang dapat Journal homepage: http://cahaya-ic. com/index. php/JEE A ISSN: 2716 - 4160 menunjang potensi siswa dan wajib diajarkan di SMA yaitu fisika. Fisika merupakan pelajaran yang menjelaskan pengetahuan tentang alam semesta yang membutuhkan kemampuan untuk terus dilatih agar dapat bertambah daya pikir dan kemampuan nalar . Meski demikian, tidak semua siswa dapat mempelajari konsep fisika dengan baik dan benar . Segala hal yang dipelajari dalam fisika merupakan hasil pengamatan terhadap gelala-gejala alam. Untuk itu, pembelajaran fisika tidak hanya mengajarkan konsep-konsep, tetapi yang lebih penting ialah keterkaitan konsep tersebut dengan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari yang dapat membuat siswa lebih berminat untuk mempelajari fisika. Fisika merupakan bagian dari ilmu alam . maka sebagian besar temuan fisika diperoleh dari eksperimen. Ilmu fisika merupakan suatu ilmu yang empiris. Pernyataan-pernyataan dalam fisika harus didukung oleh hasil-hasil eksperimen yang sudah terbukti kejelasannya. Hasil eksperimen juga digunakan untuk mengeksplorasi hal-hal yang diperlukan untuk membentuk teori selanjutnya. Menurut . Minat berarti kecenderungan dan keinginan yang tinggi/besar terhadap sesuatu. Minat dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Minat pada dasarnya merupakan perhatian yang bersifat khusus. Siswa yang mempunyai minat pada suatu mata pelajaran, maka perhatiannya akan tinggi dan minat yang ada pada diri siswa tersebut berfungsi sebagai pendorong atau niat yang kuat untuk terlibat secara aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil obvervasi yang dilakukan oleh peneliti dengan melakukan beberapa wawancara terhadap siswa, didapatkan bahwa ada beberapa siswa yang kurang tertarik terhadap pelajaran fisika. Hal tersebut dikarenakan mereka merasa bahwa pelajaran fisika merupakan pelajaran yang sulit dipelajari karena mempunyai banyak rumus. Selain itu mereka menganggap bahwa pelajaran fisika tidak ada kaitannya terhadap kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh . mengungkapkan bahwa minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, maka ia tidak akan belajar dengan baik karena tidak ada daya tarik baginya. Beberapa hal tersebut menjadi salah satu factor rendahnya hasil belajar siswa karena kurangnya minat siswa untuk mempelajari fisika . Minat belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar. Adanya peningkatan minat belajar maka akan diikuti oleh peningkatan hasil belajar. Artinya semakin baik minat belajar siswa, maka berdampak kepada hasil belajar siswa yang semakin baik. Materi yang diujikan pada penilitian ialah hukum hooke. Hukum Hooke pertama ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1655. Bunyi hukum hooke Gaya yang diberikan oleh pegas adalah sebanding dengan perubahan panjangnya ketika pegas tersebut diregangkanAy9. Jika diberikan gaya sebesar F akan mengakibatkan pegas bertambah panjang sebesar iX. Besar gaya M F berbanding lurus dengan iX . Hukum Hooke adalah gagasan yang diperkenalkan oleh Robert Hooke yang menyelidiki hubungan antar gaya yang bekerja pada sebuah pegas/benda elastis lainnya supaya benda tersebut dapat kembali ke bentuk semua atau tidak melampaui batas elastisitasnya. Hukum Hooke mengkaji jumlah gaya maksimum yang dapat diberikan pada sebuah benda yang sifatnya elastis . eringnya pega. agar tidak melwati batas elastisnya dan menghilangkan sifat elastis benda tersebut. Tujuan penilitian ini adalah : . mendeskripsikan minat belajar siswa terhadap bahasan hukum hooke, . mendeskripsikan hasil belajar siswa pada pokok bahasan hukum hooke, . mendeskrisikan hubungan minat belajar siswa dengan hasil belajar kognitif siswa pada pokok bahasan hukum hooke METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan metode purposive sampling Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 10 Kota Jambi. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA di SMA 10 Kota Jambi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan angket. Teknik analisis data untuk mendeskripsikan minat belajar siswa dalam penelitian ini dengan menghitung presentase skor minat belajar pada tiap indicator menggunakan persamaan berikut : Presentase = Dengan kategori preentase menurut Riduwan . seperti pada tabel berikut Tabel 1. Kategori presentase tiap indicator Presentase Kategori 81%- 100% Sangat Tinggi 61% - 80% Tinggi 41% - 60% Cukup 21% - 40% Rendah 0% - 20% Sangat Rendah JEE. Vol. No. April 2022: 45 - 48 Journal Evaluation In Education ISSN: 2716-4160 Untuk mengetahui data mengenai hasil belajar, peneliti melakukan observasi dengan memberikan siswa beberapa soal mengenai hukum hooke. Data hasil siswa diklasifikasikan berdasarkan ketuntasan siswa mencapai KKM yang ditetapkan oleh pihak sekolah yaitu 75. Selanjutnya untuk mengetahui hubungan minat beljar dengan hasil belajar dihitung dengan menggunakan uji korelasi pearson pada SPSS 25. Adapun hipotesis statistic adalah sebagai berikut Ho : tidak ada hubungan antaara minat belajar dengan hasil belajar Ha : ada hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 10 Kota Jambi pada semester ganjil tahun ajaran 2020/2021 pada tanggal 13 oktober 2020. Berdasarkan hasil uji normalitas, data yang diperoleh terdistribusi normal. Subjek pada penelitian ini adalah kelas XI MIPA 1. XI MIPA 2, dan XI MIPA3. Data minat belajar siswa diperoleh dari skor angket yang disebar pada siswa. Menurut . menyatakan bahwa Minat merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh siswa secara tetap dan terus menerus dalam melakukan proses belajar. Lebih lanjut dijelaskan minat adalah suatu rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh serta siswa tidak merasa terbebani dengan proses belajar. Seseorang yang memiliki minat terhadap kegiatan tertentu cenderung memberikan perhatian yang besar terhadap kegiatan tersebut. Minat siswa terhadap pelajaran fisika dalam penelitian ini dibagi berdasarkan empat aspek yaitu : . Kesukaan. Kepuasan. Keterlibatan. Perhatian . Tujuan pertama dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan minat belajar siswa mata pelajaran fisika pokok bahasan hukum Hooke. Berdasarka hasil analisis skor siswa pada tiap indicator diperoleh masing-masing indicator minat belajar berkontribusi dalam menunjukkan adanya minat belajar siswa. Indicator kesukaan memiliki kontribusi paling tinggi dalam menunjukkan adanya minat pada siswa yaitu 30. 2%, indicator perhatian sebesar 28. 7%, indicator keterlibatan sebesar 28. 1%, sedangkan indicator kepuasan memiliki kontribusi terendah yaitu sebesar 27. pada indicator kepuasan kelas XI MIPA 1 memiliki presentase paling tinggi diantara dua kelas yang lain namun pada indicator kesukaan memiliki presentase terendah. Tujuan kedua penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika pokok bahasan hukum hooke. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh seorang siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Hasil belajar adalah suatu proses yang dilakuakan dengan cara mengalami, berdasarkan pengalaman serta hasil dan buktinya dengan adanya perubahan tingkah laku dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti . Hasil belajar dalam penelitian ini didapatkan dari hasil observasi berupa angket soal yang diberikan pada siswa. Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh kelas XI MIPA 1 memiliki nilai rata-rata tertinggi yaitu 79. 87, kelas XI MIPA 2 memiliki rata-rata 77. 65 dan kelas XI MIPA 3 memiliki nilai rata-rata 78. ditinjau dari ketuntasan hasil belajar siswa, pada kelas XI MIPA 1 8% siswa tuntas dan sebanyak 19. 2%% siswa tidak tuntas. Pada XI MIPA 2 74. 1% siswa tuntas dan sebanyak 25. 9% siswa tidak tuntas. sedangkan pada XI MIPA 3 sebanyak 77. 8% siswa tuntas dan 2% siswa tidak tuntas. Secara keseluruhan 77. 5% siswa tuntas, artinya hasil belajar siswa memenuhi KKM yang di tetapkan sekolah. Tujuan ketiga penelitian ini adalah mendeskripsikan hubungan minat belajar siswa dengan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fisika pada pokok bahasan hukum hooke. Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik setelah menerima pengalaman pembelajaran sejumlah pengalaman yang diperoleh peserta didik mencakup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor . Menurut slameto . mengungkapkan factor-faktor yang mempengaruhi belajar, diantaranya adalah minat. Minat belajar mempunyai pengaruh yang besar terhadap belajar, karena jika siswa tidak mempunyai minat pada suatu pelajaran maka ia tidak akan belajar dengan baik karena tidak ada daya tarik baginya. Pada penelitian ini hubungan minat belajar dengan hasil belajar dianalisis menggunakan uji korelasi pearson dengan bantuan SPSS 25. Sebelum dilakukan uji korelasi pearson, dilakukan uji normalitas terlebih dahulu untuk membuktikan bahwa data terdistribusi normal sehingga sehingga uji korelasi pearson layak digunakan untuk menunjukkan hubungan antara minat belajar dengan hasil belajar. Hasil analisis hubungan minat belajar dengan hasil belajar siswa pada pokok bahasan hukum hooke menggunakan uji korelasi pearson berbantuan SPSS 25, diperoleh pada kelas XI MIPA 1 minat belajar siswa memiliki hubungan . yang kuat dengan hasil belajar siswa, artinya semakin tinggi minat belajar maka semakin tinggi pula hasil belajar dan sebaliknya. Pada kelas XI MIPA 2, minat belajar siswa memiliki hubungan . yang rendah dengann hasil belajar siswa, artinya semakin tinggi minat belajar maka semakin tinggi pula hasil belajar dan sebaliknya. Pada kelas XI MIPA 3, minat belajar siswa memiliki hubungan . yang kuat dengan hasil belajar siswa, artinya semakin tinggi minat belajar maka semakin tinggi pula hasil belajar dan sebaliknya. Analisis Hubungan Minat Belajar dan Hasil Belajar Materi Hukum A (Putri Rahmadhani Safitr. A ISSN: 2716 - 4160 KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: . minat belajar siswa terhadap pokok bahasan hukum hooke termasuk dalam kategori cukup, yaitu siswa sudah termasuk memiliki cukup minat untuk melakukan pembelajaran pada materi hukum hooke, . hasil belajar siswa pada pokok materi hukum hooke termasuk dalam kategori tuntas, artinya siswa telah memenuhi KKM yang ditetapkan sekolah, yaitu 75, dan . terdapat hubungan yang kuat antara minat belajar dengan hasil belajar pada pokok bahasan hukum hooke di kelas XI MIPA1 dan kelas XI MIPA 3, sedangkan pada kelas XI MIPA 2 minat belajar memiliki hubungan yang rendah dengan hasil belajar. Saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut : . kepada peserta didik, hendaknya belajar dengan baik serta meningkatkan hasil belajar dengan focus dalam kegiatan pembelajaran dikelas, . kepada guru, alangkah baiknya dalam proses pembelajaran hukum hooke dibarengi dengan praktikum sederhana agar siswa tidak mudah bosan, . kepda lembaga pendidikan, khususnya SMAN 10 Kota Jambi agar dapat menyediakan sarana dan prasarana yang baik untuk menunjang pembelajaran yang baik pula, dan . kepada peneliti yang berminat untuk melakukan penelitian mengenai minat dan hasil belajar siswa di masa mendatang hendaknya mempertimbangkan saran berikut, yaitu variable bebas dalam penelitian ini tidak ditentukan oleh minat saja, tetapi juga di pengaruhi oleh factor lain. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada SMAN 10 Kota Jambi, yaitu kepada Kepala Sekolah dan Guru/wali kelas, kelas XI MIPA, yang telah mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian. Serta penulis juga mengucapkan terimakasih kepada siswa/siswi kelas XI MIPA 1. XI MIPA 2, dan XI MIPA 3 yang telah bersedia menjadi responden. REFERENSI