JURNAL Al-Manaj Volume 4. Nomor 2 Desember 2024 P-ISSN: 27752062 E-ISSN: 27758729 MANAJEMEN EVENT DAKWAH PADA MASYARAKAT PERKOTAAN (Studi Peringatan 1 Muharram di Kampung Klampis Semalang Surabay. Muhammad Naufal Al HanifA. Airlangga BramayudhaA A,AUniversitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Email: 04020421042@uinsa. id1*, bram@uinsa. Kata kunci Abstrak Manajemen Event. Event Dakwah. Peringatan 1Muharram. Masyarakat Perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen event dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 1 Muharram di Musholla Imanan Billah. Kampung Klampis Semalang. Surabaya. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan empat tahap manajemen event menurut teori Goldblatt, yaitu Research. Design. Planning, dan Coordination, guna menciptakan acara dakwah yang efektif bagi masyarakat perkotaan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam event. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen event yang efektif berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat perkotaan yang cenderung sibuk dan kurang terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan. Pendekatan yang fleksibel, pemilihan tema yang relevan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi strategi kunci dalam menarik minat masyarakat. Selain itu, keterlibatan komunitas lokal dan kontribusi aktif dari masyarakat setempat berperan signifikan dalam kesuksesan acara ini. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen event yang terstruktur dan adaptif dalam kegiatan dakwah di lingkungan perkotaan. Keywords Abstract This study aims to analyze event management in organizing the Commemoration of Islamic Holidays (PHBI) 1 Muharram at the Imanan Billah Mosque. Klampis Village. Semalang. Surabaya. The focus of this study is on the application of four stages of event management according to Goldblatt's theory, namely research, design, planning, and coordination, in order to create an effective da'wah event for urban The research method used is a descriptive qualitative approach with data collection techniques through in-depth interviews with parties involved in the event. The results of the study indicate that effective event management has succeeded in increasing the participation of urban communities who tend to be busy and less involved in socioreligious activities. A flexible approach, selection of relevant themes, and utilization of digital technology are key strategies in attracting public In addition, the involvement of local communities and active contributions from local communities play a significant role in the success of this event. The findings of this study emphasize the importance of structured and adaptive event management in da'wah activities in urban Event Management. Da'wah Events. Commemoration of 1 Muharram. Urban Communities. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 Pendahuluan Dakwah merupakan kegiatan untuk mengajak ke arah kebaikan sesuai ajaran Islam. Dakwah dari segi berasal dari bahasa Arab yang berarti menyeru, memanggil, mengajak. Kegiatan dakwah pada umumnya memiliki beberapa cara diantaranya dakwah bil-lisan, dakwah bil-hal, dakwah bil-qolam, dakwah fardiyah, dakwah ammah, dakwah bil-hikmah, dan tabligh. Dalam melakukan kegiatan dakwah, diharuskan mengerti materi yang akan disampaikan serta audiens yang dituju, maka dari itu dalam menyelenggarakan kegiatan dakwah harus berdasarkan manajemen. Melaksanakan kegiatan dakwah akan lebih efisien jika melibatkan asas manajemen dalam kegiatan yang dilaksanakan. Rosyad Shaleh menyebutkan bahwa manajemen dakwah proses penyusun rencana tugas, membagi tugas-tugas ke dalam kelompok, mengumpulkan serta menempatkan tenaga pelaksana dalam tim-tim yang sesuai, dan kemudian mendorong mereka menuju pencapaian tujuan dakwah. 3 Tujuan manajemen dalam proses dakwah ialah memberikan sebagai pedoman kegiatan dakwah, kerangka ini akan memudahkan para da'i dalam menjalankan tugas dakwah sesuai dengan alur yang terstruktur, sehingga tujuan dakwah dapat dicapai dengan lebih efektif dan kendala yang Manajemen dakwah dirasa sangat penting, terlebih dakwah dengan target masyarakat perkotaan. Masyarakat Perkotaan lebih dikenal dengan orang yang memiliki kehidupan yang lebih modern. Hal ini menunjukan bahwa adanya dorongan yang memberdakan masyarakat yang tinggal di perdesaan dan perkotaan. Pada umumnya masyarakat perkotaan cenderung memilki kehidupan sosial yang agak kurang, hal ini dikarenakan kebanyakan masyarakat perkotaan memilih menghabiskan waktu dengan bekerja dibandingkan melakukan kegiatanAe kegiatan yang bersifat sosial. Keidentikan itu pula yang menyebabkan sebagian masyarakat perkotaan jarang tersetuh kegiatan keagamaan. Di sinilah peran manajemen dakwah memiliki Manajemen dakwah di masyarakat perkotaan memerlukan pendekatan yang strategis, mengingat karakteristik sebagian warga kota yang cenderung memiliki kesibukan tinggi dan jarang terlibat dalam kegiatan sosial keagamaan. 4 Dakwah yang efektif di lingkungan ini perlu memperhatikan fleksibilitas waktu, kemasan materi yang relevan dan menarik, serta pemanfaatan teknologi digital untuk menjangkau mereka. Selain itu, keterlibatan komunitas lokal dan kolaborasi dengan berbagai lembaga terkait dapat membantu dalam menciptakan suasana dakwah yang lebih inklusif dan mendekatkan nilai-nilai agama dengan kehidupan sehari-hari. Diharapkan pendekatan ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat perkotaan dalam kegiatan keagamaan secara berkelanjutan. Event dapat merupakan sebuah kegiatan yang diadakan sebuah kelompok untuk memperingati suatu hal yang melibatkan lingkungan sekitar. 5 Dalam pengertian lain menyebutkan bahwa event adalah suatu kegiatan atau peristiwa yang direncanakan dan dilaksanakan dengan tujuan tertentu, biasanya melibatkan orang-orang atau kelompok, dan Afidatul Asmar. AuEkspresi Keberagaman Online: Media Baru Dan Dakwah,Ay Jurnal Ilmu Dakwah 40, no. : 54Ae64, https://doi. org/10. 21580/jid. Mardan Mahmuda et al. AuDakwah Pada Masyarakat Marginal Perkotaan (Studi Kasus Kota Padan. ,Ay Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa 2, no. : 183Ae205. Khairan Muhammad Arif. Ahmad Luthfi. Ahmad SujaAoi. AuUrgensi Manajemen Dalam Dakwah,Ay Tahdzib AlAkhlaq: Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 37Ae50, https://doi. org/10. 34005/tahdzib. Ida Afidah. AuSpiritualitas Masyarakat Perkotaan the Spirituality of Urban Society,Ay HIKMAH | Jurnal Dakwah & Sosial 1, no. : 1--33. Lise Asnur and Yuliana Yuliana. AuAnalisis Manajemen Event Di Kriyad Hotel Bumiminang Padang Ditinjau Dari Fungsi Pengawasan,Ay International Journal of Social Science and Business 4, no. : 102Ae7, https://doi. org/10. 23887/ijssb. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 dapat bersifat publik maupun privat. Event dapat beragam bentuknya, seperti seminar, konferensi, festival, perayaan keagamaan, atau kegiatan sosial, yang sering kali diselenggarakan untuk merayakan, memperingati, mengedukasi, atau mengumpulkan orangorang dengan minat yang sama. Event akan terlaksana dengan sumber daya manusia yang terampil dan mampu untuk menjalankan kegiatan tersebut untuk mencapai tujuan utama. Penyelenggaraan event perlu ada manajemen event yang memiliki arti kegiatan profesional yang melibatkan pengumpulan dan pertemuan sekelompok orang dengan tujuan perayaan, edukasi, pemasaran, atau reuni, serta bertanggung jawab melakukan riset, merancang acara, merencanakan, dan mengoordinasi serta mengawasi pelaksanaan kegiatan agar dapat terlaksana dengan sukses sesuai dengan tujuan. Indonesia memiliki beberapa event besar di antaranya peringatan hari kemerdekaan, hari pahlawan dan sebagainya, namun selain Event Nasional. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah penganut agama Islam terbesar di dunia. tentunya memiliki peringatan hari besar Islam. Dengan cara dan tradisi masing - masing. Salah satu peringatan dalam agama Islam yakni peringatan bulan Muharram yang menandakan bahwa telah masuk tahun baru dalam hitungan kalender Hijriyah. Muharram sendiri memiliki arti yang terlarang karena disucikan, hal ini didasarkan kepada peristiwa dimana terlarangnya untuk terjadi sebuah peperangan. 7 Peringatan Muharram ini, dilaksanakan dengan berbagai cara sesuai dengan daerah masingAemasing. Mayoritas muslim di Indonesia memperingati dengan acara seperti doa bersama, tabligh akbar dan sejenisnya. Hal ini diharapkan sebagai awal pembuka di tahun baru agar diberi kelancaran hingga akhir tahun hijriyah. Penyelenggaraan sebuah event Muharram yang merupakan salah satu perayaan besar dalam Islam harus dibersamai dengan manajemen event yang baik agar memberi kesan baik bagi penyelenggara atau pun peserta. Dalam menyelenggarakan event, harus memenuhi empat kriteria yang diungkapkan oleh Goldblatt . dalam teorinya yakni dalam menentukan sebuah event yang baik terdapat empat tahap yang harus dilalui diantaranya Research. Design. Planning dan Coordination. 8 Langkah awal yang harus dilakukan ialah tahap Research, di mana dilakukan pengumpulan data dan analisis terkait kebutuhan acara, serta memahami audiens dan tujuan utama event, maka berlanjut ke tahap Design. Pada tahap ini, konsep acara mulai dibentuk secara detail, mencakup pemilihan tema, pengaturan alur acara, hingga perencanaan visual dan estetika. Desain yang baik akan mencerminkan esensi dari perayaan Muharram, serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta. Tahap selanjutnya adalah Planning, yang merupakan inti dari manajemen operasional. Pada tahap ini, dibuat rencana detail mengenai anggaran, timeline, lokasi, perizinan, vendor, dan sumber daya manusia yang akan dilibatkan. Semua aspek teknis dan logistik diatur dengan cermat untuk memastikan acara dapat berjalan sesuai rencana. Akhirnya, tahap Coordination menjadi fase kritis di mana seluruh persiapan diintegrasikan. Semua elemen acara dikoordinasikan secara tepat, dari pengaturan teknis, pengawasan alur acara, hingga memastikan setiap anggota tim melaksanakan tugas sesuai dengan peran yang telah ditetapkan. Dengan koordinasi yang baik, event Muharram tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak positif yang kuat bagi peserta dan penyelenggara. Juliana. AuLaporan Kerja Praktek Tentang: Pelaksanaan Manajemen Event Di Pt Srikandi Media Kreatif,Ay 2022. Gilang Risky Maulana et al. AuTradisi Pawai Obor Dalam Memperingati Tahun Baru Islam Di Kabupaten Purwakarta,Ay SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial. Ekonomi. Budaya. Teknologi. Dan Pendidikan 1, no. : 2467Ae74, https://doi. org/10. 54443/sibatik. Risky Maulana et al. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 Setiap langkah penting untuk menjamin bahwa acara berjalan lancar dan berhasil. Tahap penelitian bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang apa yang dibutuhkan peserta, sumber daya yang tersedia, dan masalah yang mungkin akan terjadi. Selanjutnya, tahap desain mencakup membuat ide untuk acara yang menarik dan sesuai dengan tujuan perayaan Muharram. Ini termasuk menentukan tema, kegiatan, dan pengaturan ruang. Selanjutnya, tahap persiapan menjadi dasar untuk membuat rencana komprehensif yang mencakup anggaran, jadwal, logistik, dan penugasan tugas kepada tim yang terlibat. Tahap koordinasi memastikan bahwa semua komponen yang telah disusun berjalan sesuai dengan , serta mengatasi masalah yang mungkin muncul selama acara berlangsung. Dengan menikuti empat langkah tersebut maka akan dipastikan acara akan berkesan dan berjalan dengan baik. Metode Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan kualitatif Pendekatan ini dipilih untuk menggambarkan secara mendalam penerapan manajemen event dalam penyelenggaraan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) 1 Muharram di Musholla Imanan Billah. Musholla yang berlokasi di Jl. Klampis Semalang Gang 6 No. Kelurahan Klampis Ngasem. Kecamatan Sukolilo. Surabaya. Fokus penelitian ini adalah menganalisis penerapan empat tahap manajemen event menurut teori Goldblatt, yaitu Research. Design. Planning, dan Coordination, guna menciptakan acara dakwah yang efektif bagi masyarakat perkotaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, di mana informan dipilih secara sengaja berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka terhadap event yang diteliti. Informan yang dipilih meliputi ketua panitia acara, anggota panitia yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan event, tokoh masyarakat yang berperan dalam kegiatan dakwah, serta peserta yang hadir dalam acara untuk mendapatkan perspektif dari Pemilihan informan ini diharapkan dapat memberikan data yang kaya dan relevan untuk memahami penerapan manajemen event secara komprehensif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tiga teknik utama, yaitu wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Wawancara mendalam dilakukan terhadap informan yang dipilih untuk menggali informasi mengenai proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi event. Observasi partisipatif dilakukan dengan mengamati langsung jalannya acara untuk memahami dinamika interaksi dan penerapan manajemen event di lapangan. Selain itu, dokumentasi juga digunakan dengan mengumpulkan data dari berbagai dokumen acara seperti susunan panitia, jadwal kegiatan, foto, dan video yang mendokumentasikan kegiatan peringatan 1 Muharram. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi tiga tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan Pada tahap reduksi data, peneliti merangkum dan menyaring data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan fokus pada aspek-aspek manajemen event yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, data yang telah dirangkum disajikan dalam bentuk deskripsi naratif yang terstruktur untuk menggambarkan proses penerapan manajemen event secara jelas dan sistematis. Tahap akhir adalah penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan menginterpretasikan data yang telah disajikan, kemudian diverifikasi untuk memastikan validitas hasil penelitian. Pendekatan ini dipilih untuk memberikan gambaran yang mendalam dan holistik mengenai penerapan manajemen event dalam peringatan Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan. Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif. R&D (Alfabeta, 2. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 Muharram, sehingga dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai strategi yang efektif dalam kegiatan dakwah di lingkungan masyarakat perkotaan. Hasil dan Pembahasan Dakwah merupakan kegiatan yang memiliki tujuan untuk mengajak ke arah kebaikan. Dakwah merupakan salah satu kegiatan yang langsung dicontohkan oleh Rasullulah S. hal ini karena tujuan Rasullulah S. W diutus di muka bumi ini adalah untuk berdakwah. Sebagaimana hal ini dapat dilihat dalam Al Ae QurAoan surat Al Ae Hijr ayat 94 yang berbunyi 11 : e a a aNa eE aI e a aEONA e a aIaae I aaO aeA e a "Maka sampaikanlah (Nabi Muhamma. secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang musyrik". Dakwah pada secara garis besar terdapat dua yakni dakwah bil-hal dan dakwah bil-lisan. 12 Dakwah bil-hal adalah metode dakwah menggunakan perbuatan atau seorang daAoi mencotohkan melalui perbuatan yang akan dapat dijadikan panutan oleh orang lain. Sedangkan, dakwah bil-lisan adalah metode dakwah menggunkan perkataan, seperti tabligh akbar dan sebagainya. Di indonesia pada umumnya lebih memilih dakwah bil-lisan, yakni dengan melaksanakan kegiatan seperti tabligh akbar, pengajian umum dan sejenisnya. Hal ini jelas membutuhkan usaha yang lebih banyak daripada melakukan dakwah bil-hal. Melakukan kegiatan dakwah, juga diperlukan kegiatan manajemen, lebih tepatnya manajemen dakwah. Allah S. T telah memerintahkan melalui Rasulullah mengenai manajemen pada Al-QurAoan surat As-Sajadah ayat 5 yang aA euNa eEAaIsa a cI acIacOIA a a a acIaO e a aa auE eO aOaOaO eO sIaEIA ca AOa ac aaeE eIaa aINaEA a AaI eCA a AI e a auEOaeE eA AuDia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian . itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmuAy. Kata yudabbiru dalam ayat tersebut diartikan sebagai mengatur. Hal ini jelas bahwa manajemen telah diatur dalam AlQurAoan. Manajemen dalam hal dakwah diperlukan untuk memastikan bahwa proses penyampaian pesan dakwah berjalan secara efektif, efisien, dan terarah, sehingga nilai-nilai agama dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Manajemen dakwah membantu dalam merancang program, mengelola sumber daya, dan mengatur strategi dakwah agar sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik audiens, karena pada dasarnya setiap audiens memilki karakteristik dan kebutuhan dalam hal apapun tak terkecuali spiritual. Karakteristik audiens dalam penelitian ini adalah karakteristik yang identik dengan masyarakat perkotaan. Karakteristik masyakat desa tentunya memiliki perbedaan, adapun karakteristik masyarakat perkotaan diantaranya bersifat individualis, memiliki batas untuk hidup sosial, dan ketertarikan mengenai kegamaan yang kurang. 14 Hal ini lah yang menjadikan sulitnya menarik perhatian masyarakat perkotaan untuk berpartisipasi dalam Hanton. AuVisi Misi Dan Tujuan Diutusnya Rasulullah Saw,Ay El-Rusyd 1, no. : 29Ae47. Tafsir web. Tersedia dari . https://tafsirweb. com/4244-surat-al-hijr-ayat-94. Nabila F. Hayah and Umi Halwati. AuPotret Dakwah Rasulullah Potret Dakwah Rasulullah (Dakwah Bil Hal. Bil Lisan Dan Bil Qola. ,Ay Al-Hikmah Jurnal Dakwah Dan Komunikasi 2, no. : 69Ae77. Tafsir web. Tersedia dari : https://tafsirweb. com/7557-surat-as-sajdah-ayat-5. Arini Teduh Alam Iskandar Arini Teduh Alam Iskandar et al. AuKarakteristik Masyarakat Perkotaan Di Komplek Depag Kota Serang Banten,Ay Jurnal Riset Sosial Humaniora Dan Pendidikan 1, no. : 43Ae54, https://doi. org/10. 56444/soshumdik. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 penyelenggaraan event. Selain hal Ae hal tersebut, masyarakat perkotaan cenderung menghabiskan waktu untuk bekerja, hal ini pun menjadi alasan yang menjadikan terkadang event yang diselenggarakan jarang didatangi oleh masyarakat. Hal ini menjadikan sebuat event yang diselenggarakan harus memiliki konsep acara yang dikemas dengan kegiatan Ae kegiatan yang cocok dengan karakteristik Ae karakteristik tersebut. Karakteristik masyarakat perkotaan itu dapat diatasi dengan menyelenggarakan event dengan manajemen event. Event yang diselenggarakan dengan audiens masyarakat perkotaan. Hal ini menjadikan adanya perlakuan khusus dalam penyelenggaraan event seperti performa jamaah, model kajian, lokasi, serta berbagai aspeknya memiliki karakteristik yang sangat Dalam konteks tersebut, fungsi dan peran majelis taklim tidak dapat dipisahkan dari kedudukannya sebagai sarana sekaligus media untuk membina kesadaran beragama. 15 Dalam penyelengaraan event islami di Indonesia memiliki berbagai macam diantaranya MuharramARamadlan. Idul adha dan masih banyak lagi. Muharram merupakan tahun baru dalam kalender hijriyah atau kalender islam. Penetapan bulan Muharram sebagai awal tahun baru islam, pada mulanya ditentukan oleh Khalifah Umar Bin Khattab yang didukung oleh Sahabat Utsman Bin Affan. Pada bulan Muharram ini umat Islam dianjurkan melakukan hal Ae hal yang baik, karena dianjurkan memulai sebuah tahun dengan kegiatan Ae kegiatan yang baik. Salah satu hal yang bisa dilakukan ialah menyelenggarakan event. Salah satunya mengadakan acara tabligh akbar, hal ini ditujukan untuk mengingatkan untuk selalu mengintropeksi diri selalu menjadi pribadi yang baik. Dalam penyelenggaraan event pada bulan Muharram, selain tabligh akbar, berbagai kegiatan positif lainnya juga dapat dilakukan, seperti pengajian, karnaval, atau santunan bagi kaum dhuafa. Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah Dengan melibatkan berbagai elemen, seperti tokoh agama, generasi muda, dan masyarakat umum, event Muharram dapat menjadi momentum kebersamaan untuk mengawali tahun baru dengan semangat perubahan menuju kebaikan. Selain itu, pelaksanaan kegiatan ini juga menjadi media dakwah yang efektif, mengingat beragam program yang disusun dapat menyentuh berbagai kalangan. Misalnya, melalui karnaval, nilai-nilai keislaman dapat disampaikan secara kreatif dan menyenangkan, sehingga menarik minat masyarakat luas untuk turut serta. Penyelenggaraan event ini juga dapat dijadikan kesempatan untuk memperkuat solidaritas, dengan partisipasi masyarakat dalam bentuk donasi atau kontribusi tenaga, sebagaimana yang sering terlihat pada peringatan Muharram di berbagai tempat, termasuk Musholla Imanan Billah, yang mengandalkan kerja sama aktif dari jamaah untuk menyukseskan acara. Penyelenggaraan event merupakan sebuah cara untuk merayakan sebuah momen baik secara individu ataupun secara berkelompok. Dalam konteks keagamaan, seperti perayaan Muharram, event menjadi lebih dari sekadar momen selebrasi, tetapi juga sebagai sarana memperdalam pemahaman spiritual dan memperkuat hubungan sosial antar anggota Penyelenggaraan yang baik membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari penentuan tujuan acara, pengelolaan sumber daya, hingga eksekusi yang tepat waktu dan Dengan demikian, event tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memberikan kesan yang mendalam serta manfaat positif bagi semua peserta, baik dari segi rohani maupun sosial. Selain itu, pelaksanaan event Muharram juga berfungsi sebagai platform untuk mendidik generasi muda mengenai nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Alim Puspianto. AuStrategi Dakwah Masyarakat Kota,Ay An-NidaAo: Jurnal Prodi Komunikasi Dan Penyiaran Islam IX, no. : 42Ae64. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 peristiwa tersebut. Dengan mengintegrasikan kegiatan edukatif, seperti ceramah, diskusi interaktif, dan lomba kreativitas, anak-anak dan remaja dapat memahami makna hijrah serta keberanian yang dicontohkan oleh tokoh-tokoh Islam. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan mereka, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan rasa kepemilikan terhadap tradisi agama. Lebih jauh lagi, event ini memiliki potensi untuk menciptakan rasa solidaritas di antara masyarakat sekitar. Melalui partisipasi aktif dalam persiapan dan pelaksanaan, setiap individu berkontribusi untuk mencapai tujuan bersama, sehingga meningkatkan rasa kebersamaan dan kepedulian sosial. Dengan demikian, keberhasilan penyelenggaraan event Muharram yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan kenangan berharga dan memperkuat identitas komunitas, menjadikannya sebagai momentum untuk terus beraktivitas positif di masa mendatang kami gunakan pada artikel ini ialah penyelenggaraan event Muharram di Musholla Imanan Billah. Studi kasus ini akan membahas bagaimana penyelenggaraan event Muharram di Musholla Imanan Billah dikelola, dimulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga tahap evaluasi. Penelitian ini akan menyoroti peran aktif masyarakat dalam mendukung acara, baik dari segi partisipasi maupun kontribusi dana, mengingat setengah dari dana operasional didapatkan dari swadaya Selain itu, akan dikaji juga bagaimana penerapan manajemen acara yang efektif dan efisien, termasuk aspek desain acara, koordinasi tim, serta dampaknya terhadap hubungan sosial dan spiritual para peserta. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya manajemen acara dalam menyukseskan perayaan keagamaan seperti Muharram. Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Muharram 1445 H di Lingkungan Musholla Imanan Billah dilaksanakan pada 30 Juli 2023. Sebelum terlaksananya kegiatan, penyelenggara mengadakan rapat sebagai tindakan awal untuk mengadakan event Muharram. Mulai dari pembentukan panitia, pengadaan dana, hingga penyusunan acara. Setelah melakukan rapat, panitia yang sudah terbentuk segera menyiapkan hal Ae hal yang diperlukan saat acara. Panitia kemudian melakukan pembagian tugas kepada masing-masing anggota untuk memastikan semua aspek acara dapat berjalan dengan lancar. Tugas tersebut mencakup penyediaan tempat, pengaturan konsumsi, penyewaan perlengkapan, serta promosi acara kepada masyarakat. Selain itu, panitia juga menjalin komunikasi dengan tokoh agama dan masyarakat setempat untuk mengundang mereka sebagai pembicara dan peserta. Dengan melibatkan berbagai pihak, panitia berusaha untuk menciptakan suasana yang inklusif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Pada hari pelaksanaan, semua persiapan yang telah dilakukan mulai menunjukkan hasil, dan antusiasme warga terlihat jelas saat mereka berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan peringatan yang telah direncanakan. Hal ini mencerminkan keberhasilan manajemen acara dalam menciptakan pengalaman bermakna bagi seluruh peserta. Penyelenggaraan event Muharram pada tahun 2023 dilaksanakan dengan dua kegiatan yakni karnaval untuk anak dan pengajian umum. Masyarakat di Lingkungan Musholla Imanan Billah memilki minat yang sangat kuat terhadap sebuah acara keagamaan khususnya pengajian, karnaval dan sejenisnya. Hal ini lah yang mendasari terlaksananya pengajian umum sebagai acara inti dalam peringatan Muharram 1445 Hijriyah. Hal ini ditujukan untuk memperkuat nilai Ae nilai spiritual menghadapi segala hal dalam jangka waktu satu tahun kedepan dalam kalender hijriyah. Selain pengajian umum penyelenggara juga mengadakan acara doa bersama sebagai penutup rangkaian tabligh akbar pada malam itu. Selain acara inti yang dilaksanakan pada malam hari tersebut penyelenggara juga mengadakan karnaval anak Ae anak. Penyelenggaraan karnaval ini selain ditujukan untuk memeriahkan peringatan Muharram, karnaval ini ditujukan untuk menanamkan keislaman Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 sejak dini dengan berpakaian sesuai dengan nilai keslaman dan keindonesiaan. Banyak diantara anak Ae anak berpakaian seperti kyai, ustad, pahlawan atau memakai beragam jenis pakaian adat terdapat di seluruh wilayah Indonesia. Penyelenggaraan kedua kegiatan tersebut, sangat terbantu dengan partisipasi masyarakat sekitar Musholla Imanan Billah. Hal ini dapat dilihat dengan setengah dari jumlah dana yang digunakan untuk oprasional kegiatan berasal dari masyarakat sekitar. Hal ini menandakan bahwa masyarakat sekitar sangat mendukung kegiatan tersebut. Selain dalam hal dana, masyarakat juga memiliki andil ketika menyiapkan peralatan dan ketika pelaksanaan. Penerapan Manajemen Event Manajemen event yang baik akan menjadikan sebuah acara berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan memenuhi empat langkah yakni research,design, planning dan coordination. Dalam penyelenggaraan event Muharram. Pantia telah melengkapi empat langkah diantaranya: Pertama, research. Research memiliki arti AureAy yang berarti kembali dan AusearchAy yang berari mencari, sehingga, research bisa diartikan proses mencari kembali, dengan kata lain research merupakan berusaha menemukan jawaban dari sesuatu yang belum jelas. 16 Reaserch dalam hal manajemen event memiliki pengertian yakni proses pengumpulan, analisis untuk memahami aspek yang memiliki keterkaitan dengan penyelenggaraan event. Panitia dalam hal penyelenggaraan event muharram ini melakukan research dengan mengumpulkan beberapa tokoh yang bisa mewakili suara dari masyarakat lingkungan sekitar musholla imanan billah. Dalam hal ini panitia berdiskusi mengenai acara yang dinginkan oleh masyarakat sekitar yang mayoritas memiliki karakteristik masyarakat kota, dengan kesibukan dan waktu yang terbatas. Dalam pertemuan tersebut yang dihasilkan ialah acara pengajian umum dan karnaval untuk anak Ae anak sekitar musholla imanan billah. Dalam kegiatan pengajian, pada umumnya masyarakat kota tertarik kepada type pengajian yang tidak terlalu kaku. Maka dari itu, panitia memilih penceramah yang memiliki watak jenaka dan interaktif dengan jamaah. Kedua, design. Astuti berpendapt bahwa desgin atau desain merupakan sebuah proses perancangan dimulai dari ide, gagasan, atau masalah tertentu, kemudian dalam pelaksanaannya mempertimbangkan berbagai faktor yang didapatkan dari hasil riset dan pemikiran manusia. 17 Desain dalam manajemen event merujuk pada proses perencanaan visual, konseptual, dan struktural untuk menciptakan pengalaman yang menarik, fungsional, dan memorable bagi peserta acara. Manajemen event dalam perihal desgin memiliki beberapa elemen diantaranya tema acara, target audiens, konsep visual, jenis acara dan sponsorship. Perencanaan Event Muharram di Musholla Imanan Billah juga meliputi beberapa elemen tersebut, yaitu: Pertama, tema acara, adapun tema acaranya adalah AuMembentuk Masyarakat Yang Islami Dengan Muharram Sebagai Inspirasi PerubahanAy. Kedua, target audiensi, yaitu acara ini ditargetkan kepada masyarakat di lingkungan sekitar Musholla Imanan Billah. Ketiga, konsep visual. Konsep visual berdesain moderen tapi tetap bernuansa Keempat, jenis acara, jenis acara yang digunakan ialah pengajian dan pentas seni. Kelima, sponsorship, keberlangsungan acara ini dibantu oleh warga lingkungan sekitar. Lijan Poltak Sinambela. AuPenelitian Kuantitatif : Suatu Pengantar,Ay Prismakom 17, no. : 21Ae36, https://doi. org/10. 1093/benz/9780199773787. Stefanie Juliana Tjandra and Elisabeth Christine Yuwono. AuPerbandingan Teori Dan Praktik Perancangan Desain Grafis Pada Proyek Internship Di Studio Grafis,Ay Jurnal DKV Adiwarna 1, no. : 11. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 Beberapa hal diatas menjadi pedoman bagi panitia penyelenggara event Muharram yang dilakukan hal ini dimaksudkan agar acara yang diselenggarakan sesuai dengan tujuan awal yang ditentukan. Roger A. Kauffman perencanaan adalah proses menetapkan sasaran yang ingin dicapai, merancang langkah-langkah strategis, serta mengalokasikan sumber daya secara tepat agar tujuan dapat tercapai dengan efektif dan efisien. 18 penegertian lain menyebutkan bahwa perencanaan smerupakan proses intelektual yang dengan sengaja menentukan tindakan yang akan diambil, didasarkan pada tujuan yang ingin dicapai, menggunakan informasi yang akurat dan terpercaya, serta mempertimbangkan perkiraan kondisi di masa depan. 19 Planning dalam acara ini terdapat beberapa point diantaranya sebagai berikut : Penganggaran waktu : Acara ini dilaksanakan pada tanggal 30 Juli 2024 . Pemilihan lokasi : Lokasi acara dipilih di lapangan dan sekitar lingkungan Musholla Imanan Billah. Penentuan tim kerja : Pembagian tim ini terdapat berbagai divisi, divisi acara, divisi konsumsi, divisi humas, divisi perlengkapan dan Badan Pengurus Harian (BPH) . Penentuan pengisi acara : Dalam kegiatan ini terdapat dua kegiatan yakni ceramah dan karnaval anak Ae anak. Sementara coordination berasal dari bahas inggris yang berarti memerintah bersama. Dalam pengertian lain yang dikatakan oleh Henry Fayol bahwa koordinasi merupakan salah satu fungsi dalam administrasi dan manajemen, selain fungsi-fungsi lainnya seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, serta pengawasan atau pengendalian. Pelaksanaan sebuah event tidak terlepas dari koordinasi, jika pada suatu event koordinasi berjalan dengan baik maka event yang dihasilkan akan sama baiknya. 21 Dalam melaksanakan acara Muharram yang dilaksanakan di Musholla Imanan Billah, juga melibatkan koordinasi dalam pelaksanaannya, hal ini dimulai dengan berkoordinasi dengan masyarakat sekitar serta orang yang berwenang memberikan izin, berikutnya membentuk struktur kepanitiaan beserta melakukan rapat koordinasi. Hal ini berlanjut pada pelaksanaan kegiatan panitia selalu menjaga koordinasinya, hal ini ditujukan untuk menjaga acara agar tetap kondusif sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Setelah pelaksanaan panitia juga melakukan evaluasi pasca Simpulan Sebuah kegiatan membutuhkan manajemen event yang baik, kegiatan yang menggunakan manajemen event yang baik akan memberikan hasil yang berkesan bagi peserta maupun panitia. Penelitian ini menganalisis manajemen event pada event Muharram di Musholla Imanan Billah Klampis Semalang. Sukolilo. Surabaya. Penyelenggaraan event Muharram 1445 H di Musholla Imanan Billah menunjukkan pentingnya manajemen acara yang efektif dalam perayaan keagamaan. Dengan perencanaan matang, pembagian tugas, serta pelibatan tokoh agama dan masyarakat, acara seperti pengajian umum dan karnaval anak Arif Shaifudin. AuMakna Perencanaan Dalam Manajemen Pendidikan Islam,Ay Moderasi : Journal of Islamic Studies 1, no. : 28Ae45, https://doi. org/10. 54471/moderasi. Amini et al. AuImplementasi Perencanaan (Plannin. Manajemen Dalam Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus SDIT MaAohad Muhammad Saman Sungga. ,Ay Jurnal Pendidikan Dan Konseling 5, no. : 1546Ae53. Waraney Randy Tololiu. Salmin Dengo, and Very Y. Londa. AuKoordinasi Pemanfaatan Dana Desa Di Desa Kaayuran Bawah Kecamatan Langowan Selatan Kabupaten Minahasa,Ay Jurnal Administrasi Publik 8, no. : 48Ae55. Ayub Dwi Anggoro et al. AuManajemen Event Budaya Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kabupaten Ponorogo,Ay JISIP (Jurnal Ilmu Sosial Dan Pendidika. 7, no. : 570Ae80, https://doi. org/10. 58258/jisip. Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Manajemen Event Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan Muhammad Naufal Al Hanif. Airlangga Bramayudha Jurnal Al-Manaj Vol. 04 No. 02 Desember 2024 : Hal 42-52 terlaksana dengan baik. Partisipasi aktif masyarakat, baik dari segi kontribusi dana maupun keterlibatan langsung, menjadi faktor penting dalam keberhasilan acara ini. Event tersebut tidak hanya menjadi ajang perayaan tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan solidaritas sosial, serta menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda. Keberhasilan penyelenggaraan event ini tidak terlepas dari adanya manajemen event yang baik. Referensi