IKHLAS Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa Vol. No. April 2025 ISSN: 2985-5187 Implementasi dan Peningkatan Program Moderasi Beragama Berbasis Digital di Pondok Pesantren Ittihadul Asna Kota Salatiga Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Muchammad Zaim1. Saifudin2 Prodi Ekonomi Syariah UIN Salatiga. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Salatiga. Indonesia zaimzaimmuchammad@gmail. Abstract This research aims to analyze the effectiveness of the "Digital-Based Religious Moderation" program implemented at Islamic Boarding School Ittihadul Asna Salatiga. Using a qualitative approach, data were collected through focus group discussions (FGD), observations, in-depth interviews. Kata Kunci: Moderasi Beragama Teknologi Digital Toleransi and documentation. The results indicate that this program significantly enhances children's understanding of the values of religious moderation and facilitates the use of technology in the learning process. Children exhibit increased attitudes of tolerance and mutual respect, as well as a high interest in the material presented through digital media. Support from the Islamic Boarding School management and village government plays a crucial role in the success of this program. These findings suggest the importance of synergy between educational institutions and the community in creating an environment that supports character education amid social diversity. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program "Moderasi Beragama Berbasis Digital" yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ittihadul Asna Kota Salatiga. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui metode diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini secara signifikan meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai nilai-nilai moderasi beragama serta memfasilitasi penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran. Anak-anak menunjukkan peningkatan sikap toleransi dan saling menghargai, serta menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap materi yang disampaikan melalui media digital. Dukungan dari pengurus Pondok pesantren dan pemerintah desa memainkan peranan penting dalam keberhasilan program ini. Temuan ini menyiratkan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran karakter di tengah keragaman IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Corresponding Author: Muchammad Zaim Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Salatiga zaimzaimmuchammad@gmail. PENDAHULUAN Moderasi beragama merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama di Indonesia yang multikultural. Dalam konteks ini, peran pendidikan menjadi sangat krusial untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan saling menghormati sejak usia dini. Oleh karena itu, kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Ittihadul Asna Kota Salatiga melalui Program Pemberdayaan Masyarakat hadir sebagai suatu inisiatif strategis untuk memperkenalkan dan mengimplementasikan konsep moderasi beragama kepada generasi muda. Implementasi dan pengenalan program moderasi beragama berbasis digital di pondok pesantren ittihadul asna kota salatiga, merupakan langkah strategis dalam membangun karakter generasi muda yang toleran dan Pentingnya moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk tidak dapat dipandang sebelah Moderasi beragama berfungsi sebagai pilar untuk menciptakan harmoni dan kerukunan antarumat Melalui pendekatan digital, materi tentang moderasi beragama dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan interaktif bagi anak-anak. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme sejak dini, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya memahami keberagaman, tetapi juga mencintai tanah airnya (Murtadho & Hidayah, 2. Penggunaan teknologi digital diharapkan dapat mempermudah penyampaian informasi dan edukasi tentang pentingnya toleransi dan saling menghargai di antara sesama, yang merupakan fondasi dalam membangun masyarakat yang inklusif. Melalui program Pengabdian Masyarakat ini, diharapkan mahasiswa dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran anak-anak terhadap moderasi beragama dan Berbagai metode pengajaran yang inovatif dan interaktif akan digunakan untuk memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh anak-anak. Dengan demikian, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali anak-anak dengan sikap positif yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang beragam dan harmonis (Hasan, 2. METODE PENELITIAN Dalam pelaksanaan program Auimplementasi dan peningkatan program moderasi beragama berbasis digital di pondok pesantren ittihadul asna kota salatiga melalui program pemberdayaan masyarakat,Ay metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Metode ini dipilih karena dapat memberikan pemahaman yang mendalam mengenai fenomena yang terjadi di lapangan, khususnya dalam konteks moderasi beragama dan penggunaan teknologi digital di kalangan anak-anak. Proses pengumpulan data dilakukan melalui beberapa langkah, antara lain: Diskusi dengan Anak-Anak dan Pengurus: Diskusi kelompok terfokus (FGD) akan dilakukan dengan anak-anak yang terlibat di pondok pesantren. Diskusi ini bertujuan untuk menggali pemahaman mereka mengenai materi beragama dan pentingnya teknologi dalam pendidikan. Menurut Sidiq . , diskusi kelompok dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan mendalam tentang pandangan peserta terhadap topik yang dibahas. Observasi Interaksi: Peneliti akan mengamati interaksi anak-anak selama kegiatan Observasi ini bertujuan untuk memahami bagaimana anak-anak berinteraksi satu sama lain dan bagaimana mereka menerapkan nilai-nilai moderasi beragama dalam praktik sehari-hari. Observasi partisipatif memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang lebih akurat mengenai perilaku dan sikap anak-anak (Virli Susanti, 2. Wawancara Mendalam: Wawancara akan dilakukan dengan anak-anak untuk mendapatkan perspektif yang lebih dalam mengenai materi beragama dan penggunaan teknologi. Wawancara ini akan membantu peneliti memahami pandangan dan pengalaman individu terkait dengan moderasi beragama dan teknologi dalam pendidikan (Hasan, 2. Dokumentasi: Selama proses penelitian, dokumentasi kegiatan juga akan dilakukan untuk mendukung analisis data yang diperoleh. Dokumentasi ini mencakup foto, video kegiatan yang dapat memberikan konteks tambahan terhadap data yang dikumpulkan. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 Dengan menggunakan metode kualitatif ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai pemahaman dan penerimaan anak-anak terhadap nilai-nilai moderasi beragama serta dampak penggunaan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Melalui pendekatan ini, program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membekali anak-anak dengan sikap positif yang diperlukan untuk hidup dalam masyarakat yang beragam. PEMBAHASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program " implementasi dan peningkatan program moderasi beragama berbasis digital di pondok pesantren ittihadul asna kota salatiga melalui program pemberdayaan masyarakat " Data diperoleh melalui berbagai metode pengumpulan data, termasuk diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi interaksi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian disajikan sebagai berikut: Diskusi Kelompok Terfokus (FGD) Diskusi kelompok terfokus dilakukan dengan anak-anak peserta program. Hasil diskusi menunjukkan bahwa anak-anak memiliki pemahaman dasar mengenai moderasi beragama. Sebagian besar anak sepakat bahwa toleransi dan saling menghargai perbedaan antarumat beragama sangat penting. Beberapa kutipan dari anak-anak selama FGD mencerminkan pandangan mereka: C "Kita harus saling menghargai meskipun berbeda agama apabila sudah diluar. " (Anak A) C "Moderasi beragama itu penting supaya kita tidak bertengkar. " (Anak B) Observasi Interaksi Observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran untuk memahami interaksi anak-anak. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak aktif terlibat dalam diskusi dan saling berbagi Antusiasme mereka terlihat saat menggunakan teknologi digital dalam pembelajaran, seperti video edukasi dan permainan interaktif. Interaksi positif antara anak-anak dan pengurus pondok pesantren juga terlihat, di mana pengurus memberikan dukungan yang signifikan dalam memahami materi moderasi beragama. Wawancara Mendalam Wawancara mendalam dilakukan dengan pengurus pondok pesantren. Hasil wawancara menunjukkan dukungan yang kuat terhadap program ini. Pengurus pondok pesantren menyatakan bahwa teknologi digital telah memberikan cara yang lebih menarik dalam menyampaikan materi: AuDengan menggunakan teknologi, anak-anak lebih antusias belajar tentang moderasi Ay (Pengurus pondo. Dokumentasi Dokumentasi kegiatan, termasuk foto dan video, menunjukkan antusiasme anak-anak selama program berlangsung. Aktivitas yang dilakukan, seperti permainan edukasi mengenai moderasi beragama dan penggunaan aplikasi pembelajaran digital, berhasil menarik perhatian anakanak. Dokumentasi ini mendukung analisis bahwa pendekatan berbasis digital efektif dalam menyampaikan pesan-pesan moderasi beragama. IKHLAS: Jurnal Pengabdian Dosen dan Mahasiswa ISSN: 2985-5187 KESIMPULAN DAN SARAN/REKOMENDASI 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa program Auimplementasi dan peningkatan program moderasi beragama berbasis digital di pondok pesantren ittihadul asna kota salatiga melalui program pemberdayaan masyarakat tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai nilai-nilai moderasi beragama, tetapi juga berperan signifikan dalam memfasilitasi penerapan teknologi digital sebagai alat pembelajaran yang efektif. Dengan melalui berbagai metode pengumpulan data, seperti diskusi kelompok terfokus, observasi interaksi, dan wawancara mendalam, terungkap bahwa anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Mereka mulai menyadari pentingnya toleransi dan sikap saling menghargai, yang merupakan fondasi dalam membangun masyarakat yang harmonis dan inklusif. Dukungan yang kuat dari pengurus pondok pesantren yang berkontribusi penting dalam keberhasilan program ini, menunjukkan bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan komunitas lokal dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pengembangan karakter anak. Dengan demikian, program ini tidak hanya diharapkan memberikan dampak positif jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi model berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang peka terhadap perbedaan dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan program ini menjadi indikator bahwa penerapan pendidikan berbasis moderasi beragama, dengan dukungan teknologi, dapat menjadi strategi yang efektif untuk menghadapi tantangan keragaman di masyarakat yang semakin kompleks. Diharapkan, hasil dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan program-program serupa di wilayah lain, demi terwujudnya masyarakat yang lebih toleran dan saling menghormati. REFERENSI