Tersedia di https://jurnal. id/index. php/JPMK/ Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Volume 7 No 1, 2025, 20-25 OPTIMALISASI KESEHATAN REPRODUKSI BAGI WUS (WANITA USIA SUBUR) YANG BEKERJA MELALUI EDUKASI DAN PELAYANAN KESEHATAN DI CV ENTERNA OPTIMIZATION OF REPRODUCTIVE HEALTH FOR WUS (WOMEN OF CHILDBEARING AGE) WHO WORK THROUGH EDUCATION AND HEALTH SERVICES AT CV ENTERNA Novita Nining Anggraini1. Indri Astuti Purwanti2 Program Studi Kebidanan. Universitas Muhammadiyah Semarang Email: novitanovi@unimus. ABSTRAK Kesehatan reproduksi adalah aspek penting dalam kesehatan umum, terutama bagi wanita usia subur (WUS) yang bekerja di sektor industri, seperti UKM garmen. Lingkungan kerja yang menuntut, kurangnya edukasi kesehatan, serta akses terbatas ke layanan kesehatan reproduksi merupakan tantangan yang signifikan bagi wanita pekerja. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kesehatan reproduksi bagi WUS melalui peningkatkan pengetahuan dan kesadaran WUS tentang kesehatan reproduksi melalui sesi edukasi rutin, menyediakan layanan kesehatan reproduksi yang mudah diakses di UKM garmen, mengembangkan program jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan reproduksi dan kesejahteraan wanita pekerja. Program ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan karyawan dan manajemen UKM garmen. Kegiatan yang dilakukan meliputi Sesi edukasi dan penyuluhan rutin tentang kesehatan reproduksi, metode kontrasepsi, dan pentingnya pemeriksaan rutin. Penyediaan layanan kesehatan reproduksi, termasuk pemeriksaan rutin dan konseling di lokasi kerja. Penyebaran informasi melalui poster dan media sosial untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi. Pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan di UKM Garmen yang ada di berlokasi di Pucangading Batursari. Kec. Mranggen. Kabupaten Demak. Semarang Jawa Tengah dengan memberikan edukasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi dengan sasaran karyawan wanita Usia Subur yang berjumlah 21 orang. Kata Kunci: Kespro. WUS. Wanita Pekerja ABSTRACT Reproductive health is an important aspect of general health, especially for women of childbearing age (WUS) who work in the industrial sector, such as garment SMEs. A demanding work environment, lack of health education, and limited access to reproductive health services are significant challenges for working women. This community service program aims to optimize reproductive health for WUS by increasing knowledge and awareness of WUS about reproductive health through regular educational sessions, providing easily accessible reproductive health services in garment SMEs, developing long-term programs to improve reproductive health and welfare of working women. Program It uses a participatory approach by involving employees and management of garment SMEs. Activities carried out include routine education and counseling sessions about reproductive health, contraceptive methods, and the importance of routine check-ups. Provision of reproductive health services, including routine check-ups and counseling at work sites. Dissemination of information through posters and social media to increase awareness and participation. Community service will be carried out at Garment UKM located in Pucangading Batursari. Kec. Mranggen. Demak Regency. Semarang. Central Java by providing education and counseling about reproductive health targeting 21 female employees of childbearing Keywords: Kespro. WUS. Working Women Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 21 Volume 7 No 1, 2025 PENDAHULUAN Kata reproduksi terdiri atas: AureAy berarti AuproduksiAy Jika digabungkan, kata reproduksi merupakan proses dalam kehidupan individu untuk menghasilkan keturunan . irenviona, 2. Di indonesia saat ini kondisi kesehatan reproduksi masih belum sesuai dengan yang diharapkan dibandingkan dengan keadaan negara Ae negara ASEAN lain. Kesehatan reproduksi khususnya pada Selain target angka kematian ibu pada Milineum Development Goals 2015 yang tidak tercapai, masalah kesehtan reproduksi wanita di indonesia semakin hari semakin kompleks, seperti kanker serviks ganas, kanker payudara, infeksi HIV/AIDS, kasus Ae kasus kekerasan terhadap perempuan/ KDRT, serta permasalahan keluarga berencana yang selama bertahun Ae tahun selalu menjadikan wanita sebagai sasaran utama . Masalah kesehatan reproduksi adalah masalah umum dan juga individu, karena dampaknya yang luas pada berbagai aspek memberikan perawatan kesehatan kepada Oleh karena itu, kesehatan reproduksi erat kaitannya dengan kematian ibu (AKI) dan kematian bayi (AKA) (Pulungan, dkk. Wanita usia subur menghadapi berbagai tantangan dalam kesehatan reproduksi, termasuk kesehatan menstruasi, kehamilan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang . , terdapat peningkatan angka partisipasi dalam program kesehatan reproduksi, namun masih terdapat kesenjangan signifikan dalam akses dan kualitas pelayanan. Hal ini dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, serta budaya dan stigma yang masih kuat. Penelitian pengetahuan yang kurang mengenai kesehatan reproduksi dapat menyebabkan perilaku yang tidak sehat, seperti rendahnya tingkat partisipasi dalam pemeriksaan kontrasepsi yang tidak efektif (BKKBN. Akses yang terbatas ke layanan kesehatan berkualitas juga menjadi masalah utama, terutama bagi wanita dari kelompok ekonomi lemah. Hal ini diperparah oleh biaya pelayanan kesehatan yang dianggap tinggi dan kurangnya fasilitas yang memadai (Kemenkes RI, 2. Pemerintah Kota Semarang telah menginisiasi berbagai program untuk meningkatkan kesehatan reproduksi WUS, termasuk program edukasi dan layanan kesehatan reproduksi. Namun, efektivitas program-program tersebut masih perlu ditingkatkan melalui pendekatan yang lebih Pendekatan berbasis komunitas yang pemberdayaan wanita menjadi sangat penting dalam mengatasi masalah ini (UNFPA, 2. Penelitian WUS Semarang, faktor-faktor mempengaruhi, serta mengembangkan strategi yang efektif untuk meningkatkan kesehatan reproduksi mereka. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai dinamika dan tantangan yang dihadapi oleh WUS di Semarang, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka. Kesehatan reproduksi wanita usia subur (WUS) memiliki peran signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup, khususnya bagi mereka yang bekerja di sektor formal maupun informal. Di Indonesia, isu kesehatan reproduksi terus menjadi tantangan, terutama karena berbagai faktor, seperti kurangnya edukasi kesehatan, akses Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 22 Volume 7 No 1, 2025 terbatas ke layanan medis, dan pengaruh Berdasarkan data BKKBN dan Kemenkes RI, wanita usia subur kerap menghadapi risiko kesehatan seperti anemia, komplikasi kehamilan, dan rendahnya kesadaran terhadap pemeriksaan kesehatan rutin. Dalam konteks Kota Semarang dan wilayah sekitarnya, seperti Kecamatan Mranggen. UKM yang mempekerjakan banyak WUS menjadi sasaran penting untuk program pemberdayaan kesehatan Lingkungan kerja yang menuntut dengan penghasilan yang terbatas sering kali menjadi hambatan bagi WUS dalam menjaga kesehatan reproduksinya. Program edukasi dan pelayanan kesehatan di lokasi kerja menjadi langkah strategis untuk mengatasi tantangan ini. UKM Garmen AuCV INTERNAAy adalah sebuah unit usaha kecil menengah yang bergerak di bidang produksi pakaian. UKM ini berlokasi di Pucangading Batursari. Kec. Mranggen. Kabupaten Demak. Semarang Jawa Tengah. Berdiri sejak tahun 2015. UKM ini mempekerjakan sekitar 30 karyawan, dimana 70% dari mereka adalah wanita usia subur (WUS). Gambaran kondisi eksisting UKM AuCV INTERNAAy serta permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait kesehatan reproduksi bagi karyawati yang bekerja di Kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi masih rendah, yang dipengaruhi oleh kurangnya edukasi dan akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. UKM Garmen AuCV INTERNAAy memproduksi berbagai jenis pakaian dengan bahan baku yang sebagian besar didapat dari pemasok lokal. Produk utama meliputi pakaian sehari-hari seperti kaos, kemeja, dan pakaian anak-anak. Dalam sehari, produksi mencapai sekitar 150 potong pakaian. Data Total Karyawan: 50 orang Wanita Usia Subur (WUS): 35 orang . %) Pendidikan: SMP . %). SMA . %). Diploma/Sarjana . %) Rata-rata Penghasilan: Rp 1. 000,-/bulan Tujuan utama dari kegiatan optimalisasi kesehatan reproduksi bagi WUS yang bekerja di UKM Garmen melalui edukasi dan pelayanan kesehatan adalah Meningkatkan Kesadaran dan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi yaitu Meningkatkan Akses Terhadap Layanan Kesehatan Reproduksi . Meningkatkan Kesejahteraan Karyawati. Meningkatkan Produktivitas dan Kualitas Kerja. METODE Potensi Wilayah Kecamatan Mrangen, tempat UKM Garmen AuCV INTERNAAy beroperasi, merupakan kawasan dengan perkembangan ekonomi yang cukup pesat. Wilayah ini memiliki akses transportasi yang baik, dekat dengan pusat-pusat perdagangan dan industri. Infrastruktur yang memadai seperti jalan raya, listrik, dan air bersih mendukung kegiatan usaha di wilayah ini. Masyarakat di Kecamatan Mrangen mayoritas bekerja di sektor industri dan perdagangan. Tingkat menengah, dengan banyak wanita yang bekerja di sektor formal maupun informal. Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 23 Volume 7 No 1, 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN Infeksi kelenjar bartholini Kegiatan pengabdian masyarakat ini yakni pemaparan tentang kesehatan reproduksi bagi wus . anita usia subu. yang bekerja melalui edukasi dan pelayanan kesehatan diikuti oleh karyawati. Kondiloma akuminata Pemaparan Kesehatan Reproduksi diketahui oleh WUS: Trikomoniasis . Sifilis HPK . Nutrisi yang adekuat bagi wus . anita usia subu. Perawatan payudara Pengertian Wanita Usia Subur . Kebersihan (WUS) Wanita usia subur ( WUS ) adalah wanita yang memasuki . Perwatan gigi . Senam hamil Perawatan Prakontrasepsi Perawatan prakontrasepsi adalah reproduksi yang masih berfungsi dengan baik antara umur 20-45 sasaran mempermudah seorang Usia subur pada wanita berlangsung lebih cepat daripada kesehatan yang optimal sebelum Puncak kesuburan ada pada Wanita Masalah Keseburun pada Wanita . Siklus mestruasi yang tidak . Konseling prakonsepsi . Faktor resiko medis Dari . Poli dalam prakonsepsi: Skrining genetik teratur atau terlambat Cycstic Syndrome (PCOS) Hal-hal yang harus diperhatikan rentang usia 20-29 tahun. Berat Ovary Kecamatan Mranggen. Materi edukasi berhasil meningkatkan Endrometriosis . Rokok pengetahuan mereka tentang kesehatan . Efeksamping obat Jenis-jenis Penyakit pada Wanita Usia Subur Kelamin metode kontrasepsi yang sesuai. Layanan pemeriksaan kesehatan langsung di lokasi Copyright A 2025. JPMK, e-ISSN: 2654-7996 Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan 24 Volume 7 No 1, 2025 kerja juga mempermudah akses para peserta terhadap fasilitas medis. Program ini menunjukkan bahwa dengan DAFTAR PUSTAKA