Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya PENGEMBANGAN MEDIA WEBSITE INFORMASI PEMINATAN DAN STUDI LANJUT LAYANAN BIMBINGAN KLASIKAL BAGI PESERTA DIDIK SMPN 2 SURABAYA Nur Mayni Haniyah Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: nur. 20039@mhs. Budi Purwoko Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Surabaya Email: budipurwoko@unesa. Abstrak Penelitian ini mengambil fokus masalah dan kebutuhan peserta didik terhadap informasi peminatan dan studi lanjut melalui media bimbingan klasikal yang praktis dan menarik sesuai dengan perkembangan peserta didik. Tujuan penelitian untuk menghasilkan produk berupa media website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal yang memenuhi kriteria akseptabilitas dari para ahli yang terdiri dari aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Peneliti menggunakan penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan adaptasi model Borg & Gall . yang dilaksanakan hanya sampai tahap kelima yaitu revisi produk utama. Metode pengumpulan data dengan wawancara dan uji validasi produk. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif dari hasil penskoran dan saran ahli. Subjek penelitian terdiri dari 3, yaitu 1 ahli materi, 1 ahli media, dan 1 calon pengguna. Hasil uji validasi pada aspek kegunaan termasuk kategori sangat baik dan tidak revisi dengan persentase sebesar 94%, aspek kelayakan termasuk kategori sangat baik dan tidak revisi dengan persentase 87%, aspek ketepatan termasuk kategori sangat baik dan tidak revisi dengan persentase sebesar 84%, dan aspek kepatutan termasuk kategori sangat baik dan tidak revisi dengan persentase sebesar Dengan demikian, media website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal telah memenuhi seluruh aspek kriteria akseptabilitas. Kata Kunci: Pengembangan. Website. Peminatan. Studi Lanjut. Abstract This research focuses on students' problems and needs for information on specialization and further education through practical and interesting classical guidance media in accordance with students' The aim of the research is to produce a product in the form of a media website information of specialization and further education classical guidance services that meet the acceptability criteria from experts consisting aspects of utility, feasibility, accuracy, and propriety. Researcher used a type of research and development (R&D) with an adaptation of the Borg & Gall . model which was carried out until the fifth stage, namely revision of the main product. Data collection methods are interviews and product validation tests. The data analysis technique used is quantitative and qualitative descriptive analysis of the scoring results and experts advice. The research subjects consisted of 3, namely 1 material expert, 1 media expert, and 1 prospective user. Validation test results on the utility aspect are in the very good category and not revised with a percentage of 94%, the feasibility aspect is in the very good category and not revised with a percentage of 87%, the accuracy aspect is in the very good category and not revised with a percentage of 84%, and the propriety is included in the very good category and not revised with a percentage of 98%. Therefore, the media website information of specialization and further education classical guidance services has met all the aspects of acceptability criteria. Keywords: Development. Website. Specialization. Further Education. mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam mempersiapkan karier dan mengenal arah kecenderungan Bakat, minat, arah kecenderungan karier, dan apresiasi seni sudah dapat dikenal oleh individu saat menginjak usia SMP sehingga peserta didik diekspektasikan sudah mengetahui jenis program pendidikan yang akan dijalani (Farida, dkk. , 2. Dalam memenuhi tuntutan tersebut, guru bimbingan dan PENDAHULUAN Rentang usia peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai masa transisi dari anak-anak menuju dewasa adalah 14 - 16 tahun sehingga individu pada usia tersebut termasuk dalam kategori awal remaja (Diananda, 2. Tugas perkembangan yang perlu dicapai peserta didik SMP salah satunya adalah Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya konseling berperan untuk memfasilitasi kebutuhan dan penanganan berbagai masalah peserta didik termasuk masalah karier. Masalah karier yang mungkin dihadapi oleh peserta didik SMP, yaitu kurangnya pemahaman dalam memilih karier yang seimbang dengan dirinya, kurangnya informasi tentang sekolah yang ingin dituju, serta kebingungan untuk memasuki studi lanjutan yang akan dipilih (Jannah, 2. Kebingungan peserta didik dalam memilih studi lanjutan SMA atau SMK beserta jurusannya menyebabkan pilihan sekolah cenderung mengikuti pilihan temannya (Eliyanti & Naqiyah, 2. Minimnya pengetahuan tentang jenis-jenis sekolah lanjutan juga merupakan masalah karier yang ditemui oleh peserta didik (Kusri, 2. Masalah-masalah tersebut menunjukkan bahwa kebingungan peserta didik dan sedikitnya ketersediaan informasi yang dibutuhkan mempengaruhi keputusan karier peserta didik. Peserta didik yang duduk di bangku SMP sudah memiliki kemampuan untuk memilih dan mencari informasi tentang karier sesuai dengan keinginan mereka (Rosmana, dkk. , 2. Sejalan dengan teori fase perkembangan karier menurut Super dan Savickas . alam Hidayat, et al. , 2. yang mengkategorikan umur 15 - 25 tahun sebagai tahap eksplorasi dimana individu mulai mengeksplorasi rencana pendidikan lanjut. Kurangnya informasi dapat mendorong konseli untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang berbagai informasi karier yang memungkinkan peserta didik bergerak lebih maju (Muttaqin, dkk. , 2. Dalam hal ini, informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) berkaitan dengan informasi studi lanjut. Kemampuan memahami studi lanjut dengan mengenal sekolah satu tingkat di atas jenjang yang saat ini ditempuh menunjukkan seorang individu memiliki pemahaman studi lanjut (Kusri, 2. Kemampuan tersebut dapat mempengaruhi keputusan dan pilihan karier peserta didik SMP. Peran bimbingan dan konseling di bidang karier dapat mendukung upaya pemberian informasi dengan tujuan memfasilitasi pertumbuhan, perkembangan, eksplorasi, aspirasi, dan pengambilan keputusan karier peserta didik sehingga mencapai kesuksesan dalam hidupnya (POP BK SMP. Adanya informasi yang tepat tentang dunia karier yang akan ditempuh peserta didik di jenjang selanjutnya mendorong perencanaan karier dapat disusun dengan baik oleh peserta didik (Rosmana, dkk. , 2. Guru BK dapat membantu peserta didik dalam perencanaan kariernya melalui pengenalan potensi diri, penilaian informasi karier, dan pembuatan keputusan karier (Nursalim, et al. Sehingga, peran informasi karier merupakan awal persiapan dari suatu perencanaan karier. Melalui bimbingan klasikal, peserta didik dapat mencari informasi yang berkenaan dengan kariernya (Afriana, dkk. , 2. Pemahaman studi lanjut sebagai bagian karier juga dapat ditingkatkan melalui pemberian bimbingan klasikal (Suwito, dkk. , 2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan pengembangan media yang mendukung kegiatan bimbingan dan konseling menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Media dapat didefiniskan sebagai alat yang dimanfaatkan dalam penyampaian pesan, informasi dan pengetahuan yang bermanfaat bagi peserta didik dalam dalam proses belajar mengajar (Fandini & Purwoko, 2. Sehingga, adanya media dalam pemberian informasi karier untuk mendukung suatu layanan dapat lebih efisien dan terjangkau oleh seluruh peserta didik. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan, masalah pemahaman tentang peminatan setelah lulus SMP merupakan masalah yang dihadapi peserta didik. Hal ini terlihat dari hasil AKPD peserta didik kelas IX SMPN 2 Surabaya menunjukkan permasalahan peserta didik di bidang karier menduduki posisi kedua tertinggi setelah permasalahan di bidang pribadi. Sejalan dengan hasil wawancara dengan guru BK pada tanggal 4 April 2024 yang menyatakan hasil AKPD tertinggi kelas 9 lebih mengarah pada karier, yaitu terkait perencanaan karier sekolah lanjutan. Posisi permasalahan karier yang tinggi ini didukung dengan hasil AKPD yang menunjukkan butir angket masalah di bidang karier berada di prioritas tinggi, peminatan/jurusan di SMA/MA/SMK/MAK. Hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan guru BK diketahui bahwa peserta didik menunjukkan minat tinggi dalam membahas kariernya terkait sekolah lanjutan setelah SMA atau SMK, kuliah, sampai kerja. Berangkat dari topik yang diminati peserta didik, topik informasi karier yang diberikan kepada peserta didik adalah seputar hal tersebut. Namun demikian, guru BK menyampaikan bahwa pembagian topik layanan mengikuti hasil AKPD sehingga kuota setiap bidang layanan tidak dapat ditentukan secara pasti meskipun pelaksanaan layanan bimbingan klasikal terjadwal. Pelaksanaan layanan bimbingan klasikal di SMPN 2 Surabaya guru BK memanfaatkan media power point. Meski begitu, di dalam ruang BK terdapat media bimbingan dan konseling berupa pohon jabatan dan pohon Menurut hasil wawancara dengan guru BK, keantusiasan peserta didik lebih terlihat saat ada penggunaan media pendukung layanan. Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang mudah diakses oleh peserta didik disarankan sebagai Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya pendukung layanan bimbingan dan konseling (Panduan BSKAP, 2. Website merupakan produk yang paling kreatif dan inovatif dengan tampilan yang menarik sehingga cocok untuk mendukung minat peserta didik dibutuhkannya (Tumanggor & Sunawan, 2. Informasi-informasi karier berdasarkan minat dan mudah dijangkau oleh peserta didik yang dikemas melalui media informasi dalam bentuk website dapat membantu pelaksanaan layanan informasi karier agar berjalan lebih optimal (Tumanggor & Sunawan, 2. Melalui media informasi yang dikembangkan dalam bentuk website, peserta didik dapat berselancar di internet untuk menemukan informasi-informasi karier yang Kemajuan teknologi tersebut mendorong kemudahan akses internet sehingga sudah akrab untuk dimanfaatkan oleh golongan usia remaja (Munirah, dkk. Berdasarkan pendahuluan yang dilakukan di SMPN 2 Surabaya, maka peneliti ingin mengembangkan suatu inovasi yang menarik dalam sistem pemberian layanan bimbingan dan konseling pada informasi karier melalui website. Harapannya inovasi tersebut dapat menjadi media memfasilitasi informasi peminatan dan studi lanjut sesuai kebutuhan peserta didik SMPN 2 Surabaya yang dikemas dengan menarik melalui website. Pekembangan Karier Peserta Didik SMP Seseorang yang sedang berada di masa menuju kedewasaan sebagai peralihan dari masa kanak-kanak dapat disebut sebagai remaja. Dalam fase peralihan tersebut, proses perkembangan dalam diri individu terjadi pada usia 10 - 13 sampai remaja akhir . ebelum umur 20 tahu. (Santrock, 2. Santrock . menjelaskan bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh proses biologis, kognitif, dan sosio-emosional. Salah satu perkembangan kognitif remaja adalah pola berpikir lebih abstrak, idealis, logis, lebih cepat dalam memproses informasi, dan dapat mempertahankan perhatian. Perkembangan kognitif yang cukup matang dengan pola berpikir yang logis dan kecepatan dalam memproses suatu informasi menjadikan individu pada usia ini memiliki tuntutan untuk mulai mengambil tanggung jawab atas Tugas perkembangan masa remaja mengarah pada persiapan menghadapi tuntutan dan peran orang dewasa. Sehingga, individu sudah dihadapkan dengan pilihan dan persiapan keputusan kariernya (Sitompul, 2. Selain itu, dalam POP BK SMP . juga disebutkan aspek-aspek perkembangan peserta didik dalam bidang karier yang mencakup pemahaman diri, pengetahuan dan informasi karier, sikap positif terhadap masa depan, relevansi kemampuan menguasai pelajaran, dan kemampuan serta kematangan dalam mengambil keputusan karier. Berdasarkan penjelasan fase dan tugas perkembangan karier di atas, peserta didik pada usia remaja di jenjang sekolah menengah pertama (SMP) mulai menyesuaikan kemampuannya pada suatu pekerjaan disamping minat dan kesukaan, sehingga pada masa ini tugas perkembangan di bidang karier bagi remaja adalah untuk mulai melakukan eksplorasi agar memiliki wawasan dan kesiapan karier. Informasi dalam Bimbingan dan Konseling Prayitno & Amti . menyebutkan salah satu jenis informasi dalam bimbingan dan konseling adalah informasi pendidikan. Identifikasi informasi pendidikan berkaitan erat dengan kebutuhan peserta didik pada setiap Bahan pelajaran dan bahan tambahan, persyaratan pendaftaran pendidikan tertentu, dan potensi masalah merupakan informasi penting untuk disampaikan kepada peserta didik. Di sekolah menengah, informasi seperti mata pelajaran dan bidang jurusan atau program serta hubungan jurusan atau program tersebut dengan pekerjaan di masyarakat luas diperlukan sebelum transisi ke sekolah menengah atas (SLTA). Informasi yang disampaikan dalam layanan bimbingan dan konseling kepada peserta didik berkaitan dengan halhal dekat dengan kehidupannya termasuk persiapan masa depan, misalnya dengan pemberian informasi jurusan, studi lanjut, atau pengenalan jenis-jenis pekerjaan. Adanya informasi tersebut mendorong penerimaan dan pemahaman informasi yang menunjang pengambilan keputusan yang berkaitan dengan hidupnya (Fahyuni. Sejalan dengan pernyataan Syafaruddin, et al. bahwa dengan adanya layanan informasi, setiap individu yang membutuhkan dan mendapatkan informasi tersebut akan memiliki berbagai gambaran kondisi suatu hal, sehingga dapat menambah wawasan dan pemahaman yang lebih mantap akan sesuatu. Peminatan. Pendidikan Menengah, dan Studi Lanjut Peminatan merupakan proses pengambilan pilihan dan keputusan oleh peserta didik berdasarkan pemahaman potensi diri dan peluang yang ada (POP BK SMP, 2. BPSDMPK-PMP . menyebutkan tujuan umum peminatan peserta didik adalah untuk membantu tertanamnya minat mata pelajaran, kemantapan minat mata pelajaran, serta memilih dan menetapkan minat kelompok mata pelajaran, lintas mata pelajaran dan pendalaman mata pelajaran yang diikuti peserta didik pada jenjang yang saat ini sedang ditempuh. Peminatan bagi peserta didik juga bertujuan untuk memilih dan menetapkan pilihan karier dan/atau pilihan studi lanjutan sampai ke perguruan tinggi. Peserta didik SMP perlu dipersiapkan untuk memperoleh informasi pilihan Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya kelompok mata pelajaran dan peminatan mata pelajaran di SMA/MA/SMK untuk dapat menentukan pilihannya. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menguraikan bahwa pendidikan menengah merupakan jenjang pendidikan formal yang menjadi lanjutan dari pendidikan dasar dari hasil belajar yang diakui sama atau setara SMP atau MTs. Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) lebih menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan yang bersifat teoritis sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi, sedangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) lebih mengutamakan pengembangan keterampilan peserta didik untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu sehingga porsi pelajaran praktek lebih besar daripada pelajaran teori (Farwitawati & Masirun. Studi lanjut merupakan sekolah lanjutan ke pendidikan yang lebih tinggi sebagai sambungan dari tamatnya peserta didik dari sekolah atau pendidikannya saat ini (Endriani, dkk. , 2. Salah satu komponen seleksi akademik dalam SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestas. adalah nilai rapor mata pelajaran pendukung program studi yang dipilih. Sehingga, peserta didik SMP yang akan memilih peminatan di SMA/SMK/sederajat dapat menyusun rencananya berdasarkan informasi pilihan kelompok mata pelajaran dan peminatan di SMA/SMK/sederajat. Media Layanan Dalam Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek . dijelaskan bahwa media layanan untuk menunjang kegiatan bimbingan konseling dapat dikembangkan secara kreatif dan inovatif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, serta mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Tujuan adanya suatu media yang mendukung layanan bimbingan dan konseling adalah agar penyajian informasi dapat lebih informasi/keluhan/kebutuhan bantuan lebih cepat, serta penjangkauan terhadap peserta didik lebih banyak. Media Website Layanan Bimbingan Klasikal Kegiatan bimbingan klasikal merupakan pembelajaran yang melayani peserta didik dengan materi yang sesuai dengan kebutuhan informasi di bidang pribadi, sosial, belajar, dan karier. Informasi dapat disalurkan dengan cara efisien melalui bimbingan kelas . lassroom guidanc. (Akos, dkk. , 2. Pemberian layanan orientasi dan informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kebermanfaatan bagi peserta didik juga merupakan bagian dari kegiatan layanan bimbingan klasikal (Nasution & Abdillah, 2. Sejalan dengan pendapat tersebut. Masdudi . menyebutkan bahwa bimbingan klasikal dapat menjadi kegiatan layanan bagi pemberian informasi karier peserta didik. Salah satu media yang dapat digunakan sebagai pendukung layanan bimbingan dan konseling adalah website. Website dapat diartikan sebagai suatu halaman yang terhubung dengan internet berisi berbagai jenis informasi sehingga dapat diakses di seluruh dunia tanpa batas (Arlena & Prasetya, 2. Sejalan dengan pendapat Susilawati, dkk. , halaman-halaman berisi informasi yang dapat dijangkau secara global melalui akses internet merupakan definisi dari website. Website sebagai halaman berisi informasi dalam bentuk digital tersedia secara global bagi siapapun yang memiliki internet untuk mengakses berbagai informasi yang dikemas dalam bentuk teks, gambar, animasi, audio, video, atau kombinasinya (Sari, dkk. , 2. Hal ini menunjukkan bahwa website sebagai laman informasi digital yang kreatif dan menarik dapat diakses dengan mudah oleh seluruh dunia tanpa batas dengan bantuan Media tanpa batas dapat dikembangkan oleh guru bimbingan dan konseling untuk mewujudkan kreativitas dalam bentuk pengembangan alat peraga, media cetak, alat elektronik, film dan komputer. Pengembangan media untuk menunjang penyediaan informasi dapat terjadi secara langsung maupun melalui media elektronik, termasuk media website. Media web dapat dimanfaatkan untuk media informasi sebagai wujud perkembangan teknologi informasi (Samsudin, dkk. , 2. Latar belakang dan berbagai kajian di atas menjadi dasar alternatif solusi yang akan dilakukan peneliti yaitu AuPengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 SurabayaAy sebagai pendukung layanan bimbingan klasikal yang memenuhi kriteria akseptabilitas meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan METODE Penelitian dirancang menggunakan jenis penelitian pengembangan dengan model pengembangan menurut Borg & Gall . Merujuk pada pernyataan Borg & Gall . bahwa penelitian pengembangan di bidang pendidikan memerlukan staf profesional yang besar dan kompeten serta dukungan keuangan jangka panjang yang Mahasiswa strata 1 akan sulit menemukan dukungan finansial dan tenaga kerja besar untuk menyelesaikan projek yang besar sehingga dimungkinkan untuk membatasi penelitian dalam skala kecil, termasuk membatasi langkah penelitian . alam Emzir, 2. Maka, menyederhanakan tahap pengembangan menjadi lima langkah, yaitu . Penelitian dan pengumpulan informasi, . Perencanaan, . Pengembangan produk awal, . Uji coba pendahuluan, . Revisi produk utama. Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya Pengumpulan data awal dilakukan melalui hasil analisis kebutuhan peserta didik (AKPD), wawancara dengan guru BK SMPN 2 Surabaya, dan studi Produk yang dirancang akan dinilai dengan merujuk pada aspek standar evaluasi atau akseptabilitas yang dikembangkan oleh Joint Committee . alam Wingate, 2. meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Instrumen penilaian diadopsi dari angket yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Budi Purwoko. Pd. Pd. (Purwoko, 2. Penilaian produk akan dilaksanakan oleh ahli materi, ahli media, dan calon pengguna. Hasil penilaian akseptabilitas tersebut akan dianalisis dengan teknik deskriptif data kuantitatif dan data Pedoman penskoran validasi menggunakan skala likert dengan rentang 1 Ae 4, sebagai berikut. Tabel 1. Pedoman Skor Jawaban Kategori Sangat Sesuai (SS) Sesuai (S) Tidak Sesuai (TS) Sangat Tidak Sesuai (STS) bimbingan klasikal berdasarkan tahapan penelitian yang Tahap pertama, peneliti melakukan studi pendahuluan untuk mengumpulkan data awal yang mengarahkan pada pengembangan produk. Studi pendahuluan dilakukan dengan menganalisis hasil AKPD dan wawancara bersama guru bimbingan dan konseling SMP Negeri 2 Surabaya untuk menggali informasi terkait pelaksanaan layanan bimbingan klasikal dan media yang dimanfaatkan di sekolah yang sesuai dengan POP BK SMP . Dari hasil AKPD ditemukan bahwa permasalahan peserta didik kelas IX SMPN 2 Surabaya di bidang karier menduduki posisi kedua tertinggi setelah permasalahan di bidang Butir angket masalah di bidang karier berada di prioritas tinggi, yaitu pada pernyataan seputar pemahaman peminatan/jurusan di SMA/MA/SMK/MAK. Sejalan dengan hasil wawancara dengan guru BK pada tanggal 4 April 2024 yang menyatakan kelas IX hasil AKPD tertinggi lebih mengarah pada karier, terkait perencanaan karier sekolah lanjutan. Guru BK melaksanakan layanan bimbingan klasikal sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan informasi karier peserta didik dengan media yang digunakan yaitu berbentuk power Menurut guru BK, peserta didik cenderung lebih antusias mengikuti layanan jika terdapat media Selain itu, peneliti juga melakukan studi Sehingga pengembangan media website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik SMPN 2 Surabaya dapat memaksimalkan ketersediaan media layanan bimbingan klasikal bagi guru BK. Tahap kedua, peneliti melakukan perencanaan untuk merumuskan tujuan pengembangan produk yang sesuai kriteria akesptabilitas. Media yang dipilih peneliti untuk dikembangkan adalah website bernama InfoKarierku yang direncanakan untuk dapat digunakan pada tahap awal pelaksanaan bimbingan klasikal untuk pengenalan topik atau pada tahap inti layanan untuk mendukung pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Rencana pelaksanaan layanan (RPL) dan panduan pengoperasian website merupakan produk lain yang disusun untuk mendukung penggunaan website InfoKarierku sebagai media layanan bimbingan klasikal. Media berbasis teknologi dan internet dapat efektif digunakan di SMPN 2 Surabaya karena adanya penunjang berupa lab komputer yang terpelihara dan dimanfaatkan dengan baik, serta peraturan sekolah yang memperbolehkan peserta didik menggunakan gawai . alam pengawasan gur. untuk keperluan pembelajaran. Selain itu, peneliti menyusun angket uji validasi materi, media, dan calon pengguna yang adopsi dari angket yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Budi Purwoko. Pd. Pd. untuk menilai kelayakan produk berdasarkan Kemudian, dari skala tersebut digunakan rumus perhitungan untuk analisis deskriptif kuantitatif (Arikunto. Keterangan: = Persentase yang dicari = Jumlah nilai jawaban responden = Jumlah nilai ideal Kualitas produk dijabarkan dalam bentuk persentase dengan kriteria penilaian kevalidan produk menurut Arikunto . sebagai berikut: Tabel 2. Kriteria Penilaian Produk Persentase Kategori 81% - 100% Sangat Baik (Tidak Revis. 61% - 80% Baik (Tidak Revis. 41% - 60% Kurang Baik (Perlu Revis. 21% - 40% Tidak Baik (Revis. 0 Ae 20% Sangat Tidak Baik (Revis. Kolom saran dalam angket merupakan data kualitatif yang dianalisis untuk menggali kelemahan, hambatan, atau hal lain yang bersifat positif untuk perbaikan dan penyempurnaan produk (Arikunto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berikut rincian hasil penelitian pengembangan media website informasi peminatan dan studi lanjut layanan Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya Ahli Validasi kriteria akseptabilitas meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Tahap ketiga, peneliti merancang produk berdasarkan hasil studi pendahuluan agar sesuai dengan tujuan pengembangan produk. Produk utama yang akan dikembangkan yaitu website InfoKarierku. Website InfoKarierku dikembangkan menggunakan bantuan aplikasi Wix Website Builder dengan memanfaatkan fiturfiturnya secara maksimal untuk menghasilkan produk yang sesuai dengan rancangan. Produk utama yaitu website berisi perbedaan singkat antara pendidikan di SMA/MA dan SMK/MAK, informasi peminatan dan kelompok mata pelajaran di SMA/MA, informasi kejuruan dan kelompok mata pelajaran di SMK/MAK, informasi studi lanjut terkait jalur masuk ke perguruan tinggi dan daftar program studi yang dapat diambil berdasarkan mata pelajaran pendukung untuk jalur SNBP, serta memuat tentang tujuan dan manfaat pengembangan produk. Rencana pelaksanaan layanan (RPL) memuat materi informasi peminatan dan studi lanjut, serta langkahlangkah pemanfaatan media website dalam layanan bimbingan klasikal. Sedangkan, dalam panduan pengoperasian website berisi tentang langkah-langkah mengakses website InfoKarierku dan fungsi dari fitur-fitur dalam website. RPL dan panduan tersebut berbentuk soft file yang dapat diarsip oleh guru BK. Tahap keempat, peneliti melakukan uji coba tahap awal dengan melakukan penilaian terhadap website InfoKarierku. Penilaian berupa uji validasi yang dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan calon pengguna. Penilaian ini bertujuan untuk menilai kelayakan produk yang dikembangkan. Hasil penilaian validasi tersebut akan menjadi pertimbangan peniliti dalam melakukan revisi produk awal di tahap pengembangan selanjutnya. Validasi dilakukan mulai tanggal 14 - 19 Juni 2024 kepada satu validator materi, satu validator media, dan satu calon pengguna dengan hasil rekapitulasi uji validasi data kuantitatif sebagai berikut. Tabel 3. Rekapitulasi Hasil Uji Validasi Aspek Ahli Materi Ahli Media Calon Pengguna RataRata Kegunaan Kelayakan Ketepatan Kepatutan Ahli Media Calon Pengguna Ahli Materi Saran Perbaikan Penambahan pembahasan studi lanjut Penggunaan bahasa yang perlu disesuaikan dengan gen Z Penyesuaian paduan atau kombinasi warna agar tampilan website tidak terlihat datar dan lebih . idak memberikan sara. Produk yang telah diuji validasinya oleh ahli materi, media, dan calon pengguna dilanjutkan pada tahap revisi produk awal berdasarkan masukan atau saran dari para Perbaikan produk dilaksanakan agar website sesuai dengan harapan dan tujuan pengembangan. Pembahasan Model pengembangan media website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik SMPN 2 Surabaya adalah penelitian pengembangan Borg & Gall . yang diadaptasi dan disederhanakan oleh peneliti menjadi lima langkah tahapan, yaitu penelitian dan pengumpulan data awal, perencanaan produk, pengembangan produk awal, uji coba tahap awal, dan revisi produk awal. Model pengembangan dipilih karena selain untuk mengembangkan produk, dapat ditemukan pengetahuan atau jawaban atas permasalahan praktis melalui tahapan yang terperinci yang menghasilkan produk dengan nilai validasi yang tinggi (Maydiantoro, 2. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian dan pengembangan adalah untuk menemukan, mengembangkan, dan memvalidasi suatu produk (Wiantisa, dkk. , 2. Hal ini sesuai menghasilkan produk yang memenuhi akseptabilitas berdasarkan uji validasi. Penelitian ini mengambil fokus permasalahan pada masalah peserta didik di bidang karier dan media layanan. Hasil AKPD menunjukkan butir masalah pemahaman peminatan/jurusan di SMA/MA/SMK/MAK. Peserta didik SMP membutuhkan informasi mata pelajaran dan pembidangannya, jurusan atau program-program yang disediakan, serta hubungan suatu jurusan atau program dengan pekerjaan di masyarakat yang lebih luas, dimana informasi tersebut perlu diberikan sebelum memasuki pendidikan menengah (Prayitno & Amti, 2. Kebutuhan informasi peminatan bagi peserta didik SMP kelas IX yaitu salah satunya adalah aspek peminatan di SMA/SMK/Keagamaan lainnya (POP BK SMP, 2. Adanya informasi yang relevan dapat membantu mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan peserta didik karena pemberian informasi tersebut memungkinkan peserta didik untuk menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dan pengambilan keputusan (Fahyuni. Melalui angket uji, peneliti juga mendapatkan data kualitatif berupa saran atau kritik perbaikan dari para validator, yaitu: Tabel 4. Data Kualitatif Saran Validator Ahli Validasi Saran Perbaikan Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya Berdasarkan hasil wawancara, layanan bimbingan klasikal dilaksanakan sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan informasi karier peserta didik dengan media yang digunakan yaitu berbentuk power point. Menurut guru BK, peserta didik cenderung lebih antusias mengikuti layanan jika terdapat media pendukung. Penggunaan media sebagai alat bantu dalam pembelajaran dapat mendorong meningkatnya ketertarikan dan minat belajar peserta didik (Kustiawan, 2. Sehingga, dikembangkan media website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal. Website merupakan produk yang paling kreatif dan inovatif dengan tampilan yang menarik sehingga cocok untuk mendukung minat peserta didik dalam mendapatkan informasi lengkap yang dibutuhkannya (Tumanggor & Sunawan, 2. Pemilihan website didasarkan pada kebutuhan media yang sesuai dengan perkembangan peserta didik pada usia Inovasi yang dibuat yaitu pengembangan media website sebagai media pendukung lain selain power point yang digunakan oleh guru BK dalam layanan. Website InfoKarierku dapat diakses kapanpun dan dimanapun dengan bantuan internet yang aktif. Adanya kemajuan teknologi mendorong kemudahan akses internet yang membuat golongan usia remaja akrab untuk memanfaatkan akses tersebut (Munirah, dkk. , 2. Sehingga, internet sebagai tempat yang sering dikunjungi pelajar . dapat digunakan sebagai sistem informasi yang produktif (Abisoye, dkk. , 2. Pengembangan website InfoKarierku sesuai dengan penjelasan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek . bahwa media layanan untuk menunjang kegiatan bimbingan konseling dapat dikembangkan secara kreatif dan inovatif sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, serta mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Sehingga, media web dapat dimanfaatkan sebagai media informasi sebagai wujud perkembangan teknologi informasi (Samsudin, dkk. , 2. Media informasi berupa website dapat diterapkan dalam kegiatan layanan bimbingan klasikal. Informasi yang diberikan dalam bimbingan klasikal mencakup informasi karier (Masdudi, 2. Layanan tersebut dapat dilakukan secara langsung tatap muka dengan metode diskusi, bermain peran, dan ekspositori (POP BK SMP. Pelaksanaan metode dalam bimbingan klasikal ditunjang dengan adanya media pendukung. Media website InfoKarierku dapat digunakan sebagai penunjang layanan bimbingan klasikal pada tahap awal pelaksanaan untuk pengenalan topik atau pada tahap inti layanan untuk mendukung pengerjaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Website Infokarierku merupakan media penyaluran informasi, dimana suatu informasi secara efisien dapat disalurkan melalui bimbingan klasikal (Akos, dkk. , 2. Website InfoKarierku menyajikan informasi yang berisi gambaran pendidikan menengah secara umum dan pengenalan kelompok mata pelajaran, serta daftar konsentrasi keahlian di SMK. Sedangkan, informasi studi lanjut berfokus pada pengenalan program studi berdasarkan kelompok mata pelajaran pendukung Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). BPSDMPK-PMP menyatakan tujuan khusus peminatan bagi peserta didik SMP/MTs salah satunya adalah untuk memperoleh informasi pilihan kelompok mata pelajaran dan peminatan mata pelajaran di SMA/MA/SMK agar dapat menentukan Hal ini menjadikan informasi studi lanjut sebagai informasi tambahan bagi peserta didik SMP meskipun tetap relevan dengan kebutuhan peminatan yaitu untuk mengetahui informasi pilihan kelompok mata pelajaran untuk menentukan pilihannya. Media website InfoKarierku kemudian melewati uji validasi oleh ahli materi, ahli, media, dan calon pengguna. Pada aspek kegunaan, persentase dari masing-masing ahli, yaitu sebesar 100%, 83%, dan 100% dengan kategori ketiganya sangat baik dan tidak revisi. Aspek kegunaan meliputi kebermanfaatan suatu produk yang sesuai dengan Kebutuhan untuk memberikan informasi peminatan dan studi lanjut menjadikan guru BK dan peserta didik sebagai sasaran pengembangan website InfoKarierku. Dalam website InfoKarierku disediakan informasi peminatan dan kelompok mata pelajaran, bidang keahlian di SMK, dan studi lanjut berdasarkan mata pelajaran pendukung jalur SNBP. Informasiinformasi tersebut merupakan informasi yang dibutuhkan peserta didik SMP untuk menambah pemahaman terkait sekolah lanjutan setelah mereka lulus. Suatu informasi dapat berguna bagi seseorang apabila informasi tersebut tepat pada sasaran. Maka dari itu, informasi yang diberikan ditentukan oleh apakah informasi tersebut relevan sehingga bermanfaat bagi individu. Kesesuaian informasi dengan kebutuhan serta penyajian informasi yang mudah menunjukkan bahwa suatu informasi bermutu (Azizah, dkk. , 2. Sehingga, website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal yang membahas keberlanjutan pendidikan setelah SMP bagi para peserta didik tersebut dapat memiliki nilai kegunaan karena pengembangannya tepat pada sasaran (Dharmawan, 2. Selanjutnya, pada aspek kelayakan, produk yang dikembangkan haruslah praktis dan efektif dalam Persentase yang didapatkan dari aspek kelayakan oleh ahli materi, media, dan calon pengguna, yaitu masing-masing mendapat 93%, 88%, dan 81% dengan ketiganya masuk dalam kategori sangat baik dan tidak revisi. Website InfoKarierku berisi materi peminatan Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya dan studi lanjut bagi peserta didik SMP yang dikemas dengan praktis untuk digunakan sebagai media pendukung pemberian informasi. Media pendukung yang layak memiliki kesesuaian antara materi dan tujuan pembelajaran (Amrulloh, dkk. , 2. Butir pernyataan pada aspek kelayakan oleh ahli materi terkait kesesuaian topik dengan kebutuhan peserta didik dan bahasa keduanya menunjukkan persentase 75%. Butir pernyataan terkait kesesuaian topik dengan kebutuhan peserta didik tercermin pada saran ahli materi untuk penambahan kata ekstra pada informasi studi lanjut. Hal ini dikarenakan topik studi lanjut termasuk informasi yang dibutuhkan oleh peserta didik SMA/K meskipun tetap relevan untuk diberikan kepada peserta didik SMP (BPSDMPK-PMP, 2. Sedangkan butir pernyataan terkait penyesuaian bahasa dengan pertimbangan untuk menyesuaikan bahasa dengan generasi peserta didik yang akan mengakses media website yaitu generasi Z. Hal ini dikarenakan adanya anggapan menarik dan populer bagi para remaja yang cenderung menggunakan bahasa yang populer atau viral (Dewi, dkk. , 2. Aspek ketepatan mendapatkan hasil uji materi, media, dan calon pengguna dengan persentase masing-masing sebesar 100%, 78%, dan 75% dengan kategori sangat baik dari ahli materi, kategori baik dari ahli media dan calon Aspek ketepatan menilai tampilan desain yang Website InfoKarierku menampilkan halaman yang sederhana dan tersusun dengan baik sehingga dapat bekerja efektif dan mempengaruhi rasa penasaran pengunjung web (Hamzah, , 2. Meskipun demikian, butir pernyataan pada aspek ketepatan oleh ahli media mendapat persentase paling kecil yaitu terkait kemenarikan desain komposisi warna dengan persentase sebesar 50%. Hal ini tercermin juga pada saran revisi ahli media terkait paduan warna yang perlu dipertimbangkan agar tampilan dalam website tidak flat atau terlihat datar. Variasi warna website InfoKarierku menyesuaikan dengan warna dasar pendidikan menengah. Website InfoKarierku menggunakan perpaduan warna pastel abu-abu, kuning, dan biru. Suatu kata atau gambar yang mengandung elemen-elemen warna tertentu akan cenderung menarik perhatian mata terutama pada warna yang mencolok dan kontras dengan warna latar (Purnama. Sehingga, komposisi warna dalam website perlu dipertimbangkan agar lebih menarik. Kontras warna pada huruf bertujuan untuk mengoptimalkan keterbacaan suatu konten untuk membantu menyampaikan ide atau pesan yang ingin ditonjolkan (Patridina & Listyaputri, 2. Pengaturan huruf dalam website Infokarierku dibatasi maksimal lima ukuran untuk menunjang kenyamanan Semakin sedikit jumlah elemen akan lebih mudah bagi peserta didik untuk menangkap dan memahami pesan yang disajikan (Sabara, dkk. , 2. Aspek terakhir dalam kriteria akseptabilitas, yaitu aspek kepatutan yang berkaitan dengan keetisan isi Persentase kepatutan pada setiap uji validasi menunjukkan hasil uji materi, media, dan calon pengguna masing-masing sebesar 100%, 95%, dan 100% dengan kategori sangat baik dan tidak revisi. Gambar-gambar digunakan dalam website InfoKarier untuk mendukung dan memperindah laman. Gambar yang ditampilkan merupakan gambar yang bersumber dari google chrome seputar foto-foto kegiatan di SMA/K dan perkuliahan. Penggunaan mempertimbangkan target pembaca sehingga tetap dalam taraf dapat diterima atau etis (Patridina & Listyaputri. Selain gambar-gambar pendukung, website InfoKarier berisi materi yang diambil dari berita terpercaya, seperti peraturan pemerintah atau pedoman pelaksanaan kurikulum dan layanan bk sehingga mengandung berita yang akurat dan tidak mengandung SARA. Isi konten dalam media semestinya mengandung berita yang akurat, terlindung dari informasi yang berkaitan dengan SARA dan memancing kerusuhan sosial (Fabriar, 2. Penggunaan media harus mendukung pemberian pengalaman yang aman dan sehat bagi peserta didik sehingga perlu dijauhkan dari konten yang tidak pantas atau berbahaya. Sehingga, aspek kepatutan dalam website InfoKarierku dapat dikatakan sangat baik dan tidak revisi. Kriteria penilaian akseptabilitas mengategorikan persentase 81%-100% termasuk sangat baik . idak revis. Hasil rekapitulasi uji validasi pada tabel 3 menunjukkan rata-rata hasil validasi oleh ahli materi, media, dan calon pengguna pada masing-masing kriteria akseptabilitas. Persentase rata-rata aspek kegunaan sebesar 94%, ratarata aspek kelayakan sebesar 87%, rata-rata aspek ketepatan sebesar 84,3%, dan rata-rata aspek kepatutan sebesar 98% dengan keempat aspek tersebut berkategori sangat baik . idak revis. Sehingga, produk yang dikembangkan dalam penelitian ini telah memenuhi kriteria akseptabilitas dan dinyatakan layak sebagai media informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan Hal ini selaras dengan penelitian Sujana, dkk. dengan ketiga hasil ujinya termasuk kategori sangat baik. Arlena & Prasetya . dalam penelitiannya juga mendapatkan nilai rata-rata dengan kategori sangat baik. Kedua penelitian tersebut dan penelitian ini memiliki kesamaan hasil yaitu produk berupa website yang dinyatakan layak untuk digunakan karena telah memenuhi kriteria akseptabilitas yang mencakup aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan Pengembangan Media Website Informasi Peminatan dan Studi Lanjut Layanan Bimbingan Klasikal Bagi Peserta Didik SMPN 2 Surabaya Kelebihan yang dimiliki produk website InfoKarierku antara lain dapat dimanfaatkan oleh guru BK dalam memberikan informasi-informasi seputar peminatan di SMA/MA/SMK/MAK yang sesuai dengan kebutuhan informasi karier bagi peserta didik. Pada informasi studi lanjut juga terdapat informasi tambahan program studi berdasarkan mata pelajaran pendukung untuk SNBP, sehingga peserta didik memiliki gambaran lebih jauh terkait keputusannya dalam memilih peminatan atau Selain itu, media dalam bentuk website juga praktis digunakan sebagai media pendukung layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan perkembangan peserta didik sekaligus teknologi dan Sedangkan, kekurangan yang dimiliki oleh produk website InfoKarierku, yaitu hanya bisa digunakan di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas lab komputer atau kebijakan membawa gawai untuk keperluan pembelajaran karena website perlu diakses menggunakan perangkat dan jaringan internet. Keterbatasan yang ditemukan dalam penelitian ini terletak pada tahap pengembangan produk yang sampai pada uji validasi dan revisi produk utama. Langkah kelima yaitu revisi produk bertujuan untuk mendapatkan masukan yang membantu dalam mengembangkan dan meningkatkan produk yang dikembangkan. Hal ini sejalan dengan tujuan penelitian peneliti yaitu untuk menilai apakah media yang dikembangkan peneliti dikatakan layak digunakan sebagai produk informasi peminatan dan studi lanjut berdasarkan masukan dari para ahli uji. Kedepannya diharapkan peneliti lain dapat melanjutkan hingga kesepuluh tahap pengembangan sampai produk dapat disebarluaskan dan diterapkan di lapangan. Bagi Guru BK Website InfoKarierku yang telah memenuhi kriteria akseptabilitas dapat menjadi referensi untuk melakukan pengembangan media yang lebih inovatif. Materi informasi peminatan dan studi lanjut dalam website dapat menjadi sumber rujukan informasi dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling. Selain itu, website InfoKarierku dapat digunakan sebagai media pendukung dalam layanan klasikal atau kelompok dengan menyesuaikan ketersediaan gawai atau Bagi Peneliti Lain Pengembangan website InfoKarierku berisi informasi umum menggunakan website gratis. Maka, penggunaan website berbayar perlu menjadi pertimbangan besar apabila isi dalam website mengandung informasi pribadi agar keamanan data terjaga. Selain itu, penelitian pengembangan ini hanya sampai tahap revisi produk utama atau tahap ke-lima dari model pengembangan Borg & Gall. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat melaksanakan sepuluh model pengembangan Borg & Gall dengan melanjutkan pada tahap uji lapangan sampai produk dapat disebarkan dan diimplementasikan. DAFTAR PUSTAKA Abisoye. Alabi. Blessing. Ganiyu. , & Josiah. A Web Based Career Guidance Information System for Pre-Tertiary Institution Students in Nigeria. Journal Engineering and Technology, 1. Afriana. Yakub. , & Khadijah. Pengaruh Bimbingan Klasikal Terhadap Perencanaan Karir Siswa di SMA Negeri 1 Tambang. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4. , 804-809. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, pengembangan media dengan model Borg & Gall . yang dilaksanakan sampai tahap ke-lima . evisi produk utam. dapat disimpulkan bahwa website informasi peminatan dan studi lanjut layanan bimbingan klasikal bagi peserta didik SMPN 2 Surabaya yang telah diuji validitas berdasarkan aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan oleh ahli materi, ahli media, dan calon pengguna mendapat kategori sangat baik dan tidak Sehingga dapat dikatakan produk tersebut telah memenuhi kriteria akseptabilitas meliputi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan yang sesuai dengan tujuan penelitian pengembangan ini. Saran