COGNITIVE: JURNAL PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN http://ejournal. org/index. php/cognitive ISSN: 3026-1686 (Onlin. KEBERLANJUTAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH NON-PESANTREN Moh. Elman Institut Agama Negeri Islam Madura. Indonesia elman86@gmail. Keywords Sustainability. Islamic Religious Education. Interest Abstract This research aims to delve into the decline of students' interest and potential solutions to this phenomenon. The approach used in this research is qualitative with a case study literature type. The data sources include primary data sources such as students, teachers, and parents. Data collection techniques involve interviews and observations. The research results indicate that there is a decline in students' interest in learning Islamic education at school, caused by various internal and external factors. The solution to this decline in interest involves integrating a contextual approach through the development of the Islamic education curriculum, family support, and fostering additional skills to help students navigate future life challenges. Kata Kunci Keberlanjutan. Pendidikan Agama Islam. Minat Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menyelami penurunan minat siswa dan solusi terhadap fenomina tersebut. Pendekatan dari penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis pustaka studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah sumber data primer meliputi murid, guru dan wali murid. Tekhnik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwasanya terdapat penurunan minat belajar siswa terhadap pelajaran agama Islam di sekolah yang disebabkan oleh beberapa faktor baik internal maupun Sedangkan solusi terhadap penurunan minat tersebut dengan cara mengintegrasikan pendekatan kontekstual melalui pengembangan kurikulum pembalajaran agama Islam, dorongan keluarga dan pembinaan keterampilan penunjang siswa untuk mengarungi kehidupan di masa depan. A Cognitive: Jurnal Pendidikan dan Manajemen Pendidikan is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. PENDAHULUAN Pendidikan Agama Islam adalah bagian dari sistem pendidikan yang bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengajaran mengenai ajaran-ajaran agama Islam. Pendidikan agama Islam mencakup aspek-aspek seperti keyakinan, ibadah, etika, moralitas, dan norma-norma kehidupan yang sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan Agama Islam bertujuan untuk membentuk karakter dan akhlak yang baik sesuai dengan ajaran Islam. Hal ini mencakup nilai-nilai seperti kejujran, kesabaran, kasih sayang, dan keadilan (Al Ghani et al. , 2. 48 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Pendidikan Agama Islam juga memiliki beberapa fungsi dan peran penting dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari seperti memberikan pengetahuan tentang hukum-hukum Islam . yang mengatur aspek-aspek kehidupan sehari-hari, seperti pernikahan, ekonomi, dan sosial. Ini membantu individu memahami prinsipprinsip yang harus diikuti dalam menjalani kehidupan sehari-hari (Al Ghani et al. Lebih spesifik dalam ruang lingkup sekolah. Pendidikan Agama Islam berperan dalam membentuk karakter dan akhlak siswa sesuai dengan nilai-nilai Islam. Pembelajaran tentang moralitas, kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang dapat membantu membentuk pribadi yang baik dan bertanggung jawab. Artinya, pemahaman yang mendalam tentang ajaran Islam, termasuk keyakinan, ibadah, dan tata cara hidup yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Hal ini penting agar siswa dapat memahami dan menerapkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. (Noviani & Yanuarti, 2. Pendidikan Agama Islam telah diajarkan di berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi. Di banyak negara dengan mayoritas penduduk Muslim. Termasuk di Indonesia. Mata pelajaran ini menjadi bagian penting dari kurikulum sekolah untuk memastikan bahwa generasi muda memiliki pemahaman yang kuat tentang ajaran dan nilai-nilai Islam (Ulum, 2. Meskipun Demikian. Terdapat permasalahan serius yang semakin meresahkan. Indonesia sebagai Negara yang mayoritas muslim terbesar di dunia megalami fenomina penurunan ketertarikan siswa di sekolah terhadap pelajaran agama Islam. Hal ini dikarenakan Pergeseran pradigma siswa terhadap pelajaran agama yang disebabkan nilai-nilai dan gaya hidup yang berubah. Siswa lebih tertarik pada hal-hal lain yang dianggap lebih relevan atau populer dengan kebutuhan lingkungan. pelajaran agama tidak lagi diaggap sebagai bagian yang mendorong kehidupan berkelanjutan siswa di masa depan. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan pendidikan agama Islam dan dampaknya terhadap pemahaman dan praktik keagamaan generasi Berangkat dari problematikan di atas. Penelitian ini bertujuan untuk menyoroti dan menganalisis secara menyeluruh faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran agama Islam di lingkungan sekolah Serta alternative solusi terhadap fenomina tersebut untuk tetap menjaga keberlajutan Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 49 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. pendidikan agama Islam di lingkungan sekolah. Dengan pemahaman yang lebih baik terhadap akar masalah ini, diharapkan dapat diidentifikasi strategi dan metode pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran agama Islam. Dengan memberikan kontribusi pada pemahaman tentang faktor-faktor yang mempengaruhi menurunnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran agama Islam, diharapkan penelitian ini dapat memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih efektif dan membangun strategi pembelajaran yang menarik, relevan, dan berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama Islam di kalangan generasi muda. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Studi Pustaka. Pendekatan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis literatur atau sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian mereka. Tujuan utama dari penelitian pustaka adalah memahami kerangka teoretis yang mendukung penelitian dan mengidentifikasi gap pengetahuan yang dapat diisi oleh penelitian tersebut (Fadli, 2. Sumber data primer merujuk pada informasi yang dikumpulkan secara langsung oleh peneliti dari sumber aslinya untuk tujuan penelitian tertentu. Sumber data primer dapat memberikan data yang spesifik dan sesuai dengan kebutuhan penelitian. (Fadli. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah literature ilmiah berupa artikel yang telah terpublish pada jurnal ilmiah nasional terakreditasi. Metode pengumpulan data merujuk pada pendekatan atau teknik tertentu yang digunakan untuk mengumpulkan informasi atau data dalam suatu penelitian. Metode ini dapat berbeda-beda tergantung pada jenis penelitian (Darmalaksana, 2. Tekhnik pengumpulan data yang digunakan adalah tekhnik dokumentasi berupa dokumen tertulis dari berbagai naskah literature ilmiah. Analisis data merujuk pada proses penyelidikan, pemahaman, dan penafsiran data yang dikumpulkan dalam suatu penelitian atau studi. Tujuan utama dari analisis data adalah untuk mengidentifikasi pola, tren, hubungan, atau makna yang terkandung dalam dataset. Proses analisis data membantu peneliti untuk menyimpulkan temuan atau Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 50 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. membuat kesimpulan yang relevan dengan pertanyaan penelitian atau tujuan penelitian tertentu (Lisabella, 2. Pada penelitian ini menggunakan analisis konten. Analisis konten merupakan tekhnik analisis data bertujuan untuk memahami dan mengevaluasi isi suatu teks, dokumen, atau materi lainnya secara sistematis. Hal ini dapat diterapkan pada berbagai jenis konten, termasuk teks tertulis, gambar, audio, atau video. HASIL DAN PEMBAHASAN Mengenal Minat Siswa terhadap Pelajaran Agama Islam di Sekolah Terdapat Penurunan minat terhadap pelajaran agama Islam di sekolah baik ditingkat Sekolah dasar, tingkat Menengah Maupun tingkat Atas. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang meletarbelakangi seperti perubahan sudut pandang siswa atau wali siswa yang melihat pelajaran agama Islam tidak menyentuh langsung terhadap masa depan yang berkelanjutan. Minat dapat diartikan sebagai kecenderungan atau ketertarikan seseorang terhadap suatu aktivitas, bidang, atau objek tertentu. Minat mencerminkan sejauh mana seseorang merasa tertarik, senang, atau termotivasi untuk terlibat dalam suatu hal. Minat dapat berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang akademis, hobi, pekerjaan, atau kegiatan sosial. Minat cenderung bersumber dari kecenderungan atau preferensi pribadi seseorang. Setiap individu memiliki minat yang unik, yang dapat dipengaruhi oleh pengalaman hidup, nilai-nilai, dan kepribadian mereka (Ayu et al. Pengalaman pembentukan minat seseorang. Pengalaman positif atau pendidikan yang memberikan pemahaman mendalam tentang suatu bidang dapat meningkatkan minat terhadap bidang Selain itu. Lingkungan tempat seseorang tinggal, termasuk keluarga, teman sebaya, dan masyarakat, juga dapat memengaruhi minat. Interaksi dengan orang-orang di sekitar dan budaya lingkungan dapat membentuk persepsi dan minat seseorang. Minat bukanlah sesuatu yang tetap dan dapat berubah seiring waktu sejalan dengan perkembangan individu dan pengalaman hidup. Identifikasi dan pengembangan minat yang positif dapat berkontribusi pada kebahagiaan, kepuasan, dan pemenuhan diri seseorang dalam berbagai aspek kehidupan (Nurfatimah et al. , 2. Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 51 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Minat belajar memiliki urgensi yang besar dalam konteks pendidikan dan pengembangan individu. Minat belajar mencerminkan motivasi dan ketertarikan seseorang terhadap suatu subjek atau aktivitas pembelajaran. Minat belajar dapat menjadi sumber motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri individu. Seseorang yang memiliki minat yang tinggi cenderung memiliki dorongan internal untuk belajar dan eksplorasi lebih lanjut. Selain itu. Siswa yang memiliki minat terhadap subjek pelajaran lebih cenderung terlibat dalam proses pembelajaran. Mereka aktif dalam kelas, bertanya, dan berpartisipasi dalam diskusi, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang dinamis. Di sisi yang sama. Minat belajar dapat membantu siswa mengatasi tantangan atau kesulitan dalam pembelajaran. Ketertarikan yang kuat terhadap subjek pelajaran membuat siswa lebih gigih dan bersedia menghadapi hambatan (Lubis & Mavianti, 2. Munculnya hambatan dalam proses pembelajaran tidak lepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi minat belajar sendiri dapat dipahami sebagai hal yang merujuk pada berbagai unsur atau kondisi yang dapat memengaruhi sejauh mana seseorang tertarik atau termotivasi untuk belajar. Disisi lain. Minat belajar adalah dorongan internal yang mendorong seseorang untuk mengejar pengetahuan, keterampilan, atau informasi baru. Selama ini faktor tersebut dibagi menjadi dua macam yaitu internal dan Faktor internal merujuk pada aspek-aspek yang berasal dari dalam individu atau siswa yang tengah belajar. Faktor-faktor ini berkaitan dengan karakteristik, sikap, dan kondisi internal individu yang dapat memengaruhi proses pembelajaran. Faktor eksternal merujuk pada unsur-unsur atau kondisi-kondisi yang berasal dari luar individu atau situasi yang sedang dihadapi. Faktor ini dapat mempengaruhi suatu kejadian, situasi, atau kondisi tanpa terkait secara langsung dengan karakteristik internal individu atau elemen yang sedang diperhatikan. Pengertian faktor eksternal dapat bervariasi tergantung pada konteksnya, namun pada umumnya, faktor eksternal mencakup berbagai aspek di luar kendali individu atau sistem yang sedang dipelajari (Sudarmono et al. , 2. Berkaitan dengan minat dan pendidikan agama Islam. Penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam di sekolah Non-Pesantren di kabupaten pamekasan dapat menjadi fenomena kompleks karena dipengaruhi oleh berbagai faktor. Fenomena Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 52 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. ini dapat berbeda-beda di setiap konteks pendidikan dan dapat mencakup beberapa Beberapa fenomena yang mungkin terjadi dan menyebabkan penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam antara lain: Faktor Internal Faktor internal yang dapat menyebabkan penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam merujuk pada berbagai aspek-aspek yang berasal dari dalam diri siswa itu sendiri. Beberapa faktor internal yang berkontribusi langsung terhadap penurunan minat seperti Persepsi Pribadi. Kesulitan Pemahaman terhadap teori, motivasi dan hubungan tujuan hidup, keterlibatan aktif yang minim, dan tingkat stress yang berkepanjangan. Persepsi pribadi Persepsi pribadi merujuk pada cara individu melihat, menginterpretasi, dan memberikan makna terhadap informasi atau pengalaman berdasarkan sudut pandang, nilai-nilai, dan pengalaman pribadi mereka sendiri. Ini mencakup bagaimana seseorang mengartikan dunia di sekitarnya, orang lain, serta diri mereka Persepsi pribadi sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti latar belakang budaya, pendidikan, nilai-nilai, dan pengalaman hidup. (Sumartono & Astuti, 2. Dalam konteks penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam, siswa mempersepsikan diri bahwa materi pelajaran Agama Islam tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari atau tidak memberikan kontribusi nyata terhadap pemahaman dan penyelesaian masalah dalam kehidupan. Kesulitan dalam Memahami Teori Kesulitan dalam memahami teori agama Islam merujuk pada kondisi atau situasi di mana seseorang mengalami kesulitan atau hambatan dalam memahami konsep, prinsip, atau teori yang terkait dengan ajaran agama Islam. Kesulitan ini dapat muncul dari berbagai faktor dan bisa bersifat individual atau kontekstual. (Ulfiandi et al. , 2. Dalam konteks penurunan minat belajar siswa terhadap pelajaran agama Islam, teori dalam pelajaran agama Islam terkenal sangat kompleks sehingga memungkinkan siswa merasakan kesulitan dalam memahami. Pada akhirnya, siswa merasa overpowered atau kelelahan secara kognitif. Hal ini dapat menyebabkan penurunan minat karena siswa merasa kesulitan untuk terlibat dengan materi yang sulit. Lebih jauh lagi. Siswa kesulitan menghubungkan teori agama Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 53 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Islam dengan kehidupan sehari-hari, siswa menganggap materi tersebut tidak Motivasi dan Tujuan Hidup Motivasi merujuk pada dorongan internal atau eksternal yang mendorong seseorang untuk bertindak, mencapai tujuan, atau melakukan aktivitas tertentu. Ini merupakan kekuatan pendorong yang memotivasi individu untuk mencapai sesuatu yang dianggap penting atau bernilai. Disisi lain. Tujuan hidup merujuk pada hasil atau pencapaian yang diinginkan oleh individu selama perjalanan hidup mereka. Tujuan hidup memberikan arah dan makna dalam kehidupan seseorang. Mereka dapat melibatkan pencapaian dalam berbagai aspek, seperti pendidikan, karier, hubungan, kesehatan, spiritualitas dan lain sebagainya. (Lubis & Mavianti, 2. Dalam konteks penurunan minat belajar agama Islam, mayoritas tujuan hidup siswa saat ini berorientasi pada keberlangsungan hidup ke depan. Pelajaran agama Islam di sekolah dipandang tidak relevan dalam kehidupan sehari-hari sehingga karena pandangan tersebut menurunkan motivasi siswa untuk mendalami pelajaran agama Islam. Stress Stres merupakan respons fisiologis dan psikologis tubuh terhadap tekanan atau tuntutan yang melebihi kemampuan individu untuk mengatasi atau beradaptasi. Stres dapat muncul sebagai reaksi terhadap berbagai situasi atau peristiwa, baik positif maupun negatif, yang dianggap sebagai beban atau tantangan. Hal ini berasal dari berbagai sumber seperti pekerjaan, hubungan, masalah keuangan, atau perubahan hidup (Ambarwati et al. , 2. Dalam konteks penurunan minat belajar Stres menyebabkan penurunan minat karena siswa merasa terbebani atau tidak mampu mengatasi tekanan akademik karena merasa kesulitan dalam memahami konsep agama Islam atau menghadapi tuntutan kurikulum yang berat Faktor Eksternal Faktor Eksternal yang dapat berkontribusi pada penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam melibatkan pengaruh dari lingkungan atau kondisi di luar individu tersebut. Seperti, strategi pelajaran yang tidak menarik, kualitas materi pelajaran, dukungan keluarga, tantangan sosial dan budaya. Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 54 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Strategi Pelajaran yang tidak Menarik Strategi pembelajaran mengacu pada metode atau pendekatan yang digunakan oleh pendidik untuk mendesain dan menyampaikan materi pembelajaran agar dapat dicerna dan dimengerti dengan baik oleh siswa. Strategi pembelajaran melibatkan berbagai teknik, taktik, dan pendekatan untuk mencapai tujuan Ini tidak hanya mencakup metode pengajaran yang efektif tetapi juga berfokus pada menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung dan memotivasi siswa (Indriawati et al. , 2. Dalam konteks ini, strategi pelajaran guru PAI yang tidak mampu menarik Minat siswa berpotensi besar menurunkan antosias anak didik terhadap pelajaran agama Islam. Dan hal ini yang menjadi fenomina di lapangan, tidak sedikit guru pengajar agama Islam kurang memperhatikan penggunaan strategi yang baik. Sehingga semakin hari, pelajaran ini hanya menjadi pelengkap dari komposisi kurikulum di sekolah. Kualitas Materi Pelajaran Kualitas materi pelajaran merujuk pada sejauh mana materi pembelajaran yang disediakan untuk siswa memenuhi standar tinggi dalam hal relevansi, keakuratan, keberagaman, dan kejelasan. Materi pelajaran yang berkualitas adalah kunci untuk mendukung pemahaman yang baik dan memotivasi siswa untuk belajar (Basuki, 2. Dalam konteks penurunan minat siswa, materi pelajaran agama Islam selama ini masih kurang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa atau tidak dapat dihubungkan dengan pengalaman hidup, siswa kehilangan minat. Kualitas materi yang tidak mampu menggambarkan keterkaitan antara ajaran agama dengan realitas kehidupan dapat menjadi penyebab penurunan minat. Dukungan Keluarga Dukungan keluarga merujuk pada upaya dan interaksi positif yang diberikan oleh anggota keluarga satu sama lain untuk memberikan bantuan, dukungan emosional, dan sumber daya dalam berbagai aspek kehidupan. Dukungan keluarga melibatkan pengertian, kasih sayang, dukungan finansial, serta ketersediaan untuk saling mendukung dalam mengatasi tantangan dan merayakan prestasi (Maslikhah et , 2. Dalam koteks ini, keluarga tidak sepenuhnya memahami manfaat pembelajaran Agama Islam dan bagaimana hal itu dapat memengaruhi perkembangan holistik siswa, keluarga merasa bahwa pembelajaran Agama Islam Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 55 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. tidak relevan dengan kehidupan sehari-hari atau tidak memberikan pandangan yang praktis, sehingga menyebabkan siswa kehilangan minat karena tidak melihat keterkaitan antara ajaran agama dan konteks kehidupan nyata kedepan. Dengan demikian. Penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam selama ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor internal dan eksternal. Faktor-faktor ini saling berinteraksi dan dapat berkontribusi terhadap rendahnya motivasi siswa terhadap pembelajaran agama. Faktor internal melibatkan aspek yang berasal dari dalam diri Ketertarikan siswa terhadap pelajaran Agama Islam telah terpengaruh oleh tingkat pemahaman mereka terhadap ajaran agama, motivasi intrinsik, dan kepercayaan Siswa yang mengalami kesulitan memahami atau merasa tidak percaya diri dalam pelajaran ini. Faktor eksternal mencakup pengaruh dari luar siswa, termasuk lingkungan keluarga, metode pengajaran. Kurangnya dukungan keluarga serta pandangan negatif terhadap mata pelajaran Agama Islam. Dari dua faktor ini menjadi penyebab menurunnya minat siswa yang berujung pada ancaman terhadap keberlangsungan pendidikan agama Islam di sekolah pada masa yang akan datang. Solusi dalam Meningkatkan Minat Siswa Pada Pelajaran Agama Islam di Sekolah Meningkatkan minat siswa pada pelajaran Agama Islam di sekolah memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan berbagai faktor internal dan eksternal sebagai bahan pertimbangan. Seperti pengembangan materi, penggunaan tekhnologi, perubahan pendekatan dan lain sebagainya. Menggabungkan berbagai strategi ini dengan pendekatan yang holistik dan adaptif dapat membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran Agama Islam. Solusi dapat diartikan sebagai tindakan atau metode yang diambil untuk memecahkan atau mengatasi suatu masalah atau kondisi yang tidak diinginkan. Dalam konteks umum, solusi seringkali merujuk pada langkah-langkah atau tindakan yang direncanakan atau diimplementasikan untuk mencapai tujuan tertentu atau mengatasi Terdapat beberapa solusi dalam meningkatkan minat siswa pada pelajaran agama Islam di sekolah (Ilyas Nauval et al. , 2. , yaitu: Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 56 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Pengembangan Kurikulum Pengembangan kurikulum merujuk pada proses perencanaan, desain, dan implementasi struktur dan konten pembelajaran yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan. Ini melibatkan penentuan materi pelajaran, metode pengajaran, dan strategi evaluasi yang akan digunakan dalam suatu program pendidikan (Ilyas Nauval et al. , 2. Mengembangkan kurikulum yang menarik dan relevan dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi penurunan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam. Dalam hal ini mencakup beberapa hal seperti penyusunan kurikulum yang relevan dengan kehidupan sehari-hari bagi siswa. Integrasi ajaran agama Islam dengan konteks kehidupan mereka akan meningkatkan minat siswa karena mereka dapat melihat keterkaitan antara ajaran agama dan realitas Melalui cara ini, pengembangan kurikulum dapat menjadi alat yang kuat dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam, mengubahnya menjadi pengalaman pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan. Dukungan Keluarga dan Komunitas Dukungan keluarga dan komunitas memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam. Melalui dukungan yang kokoh dari keluarga dan komunitas, siswa dapat merasa didukung dan terhubung dengan pelajaran Agama Islam secara lebih mendalam. Ini menciptakan lingkungan yang positif dan merangsang minat siswa untuk belajar lebih lanjut tentang nilai-nilai agama dan menerapkan ajaran tersebut dalam kehidupan mereka. Pendekatan Kontekstual Pelajaran Pendekatan kontekstual dalam pelajaran Agama Islam dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi penurunan minat belajar siswa (Masalubu, 2. Pendekatan ini menempatkan ajaran agama dalam konteks kehidupan sehari-hari siswa, sehingga materi pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna. Pendekatan kontekstual menekankan penggunaan situasi dan konteks kehidupan siswa dalam penyajian materi. Hal ini membuat siswa dapat melihat keterkaitan antara ajaran agama Islam dengan realitas kehidupan mereka sendiri. Pendekatan kontekstual ini bertujuan untuk membuat pembelajaran Agama Islam lebih bermakna, relevan, dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata siswa. Dengan Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 57 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. demikian, diharapkan dapat meningkatkan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam. Pembinaan Keterampilan Hidup Pembinaan Keterampilan hidup sebagai solusi yang efektif untuk mengatasi penurunan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam (Al Qoyyimah. Fokus pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Keterampilan tersebut dapat melibatkan aspek-aspek seperti komunikasi efektif, penyelesaian masalah, dan manajemen waktu, yang secara langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa. Ditambah lgi, pemberian pelatihan soft skills, seperti keterampilan interpersonal, kepemimpinan, dan kerjasama tim. Ini tidak hanya meningkatkan keterampilan sosial siswa, tetapi juga dapat menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan. Pembinaan keterampilan hidup yang terintegrasi dengan ajaran agama Islam dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih holistik, memperkaya minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam, dan memberikan dampak positif dalam membentuk karakter dan perilaku siswa. Dengan demikian. Penurunan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam merupakan tantangan kompleks yang memerlukan solusi holistik. Beberapa solusi yang dapat diimplementasikan melibatkan pengembangan kurikulum yang relevan dan menarik, dukungan keluarga dan komunitas, pendekatan kontekstual dalam pembelajaran, serta pembinaan keterampilan hidup yang terintegrasi dengan ajaran agama Islam. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat meningkatkan minat, pemahaman, dan aplikasi nilai-nilai agama Islam dalam kehidupan siswa secara lebih bermakna. Dalam menghadapi penurunan minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam, perlu dilibatkan berbagai pihak, termasuk guru, keluarga, dan Kurikulum yang diarahkan pada kebutuhan dan realitas siswa, dukungan yang konsisten dari lingkungan keluarga, serta pembinaan keterampilan hidup yang mengintegrasikan nilai-nilai agama, dapat menjadi landasan untuk membangun kembali minat dan motivasi siswa terhadap pembelajaran agama. Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 58 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. KESIMPULAN Penurunan minat siswa terhadap pelajaran Agama Islam disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal melibatkan pemahaman terhadap ajaran agama, motivasi intrinsik, dan kepercayaan diri siswa. Kesulitan pemahaman dan kurangnya kepercayaan diri dapat mempengaruhi ketertarikan siswa. Faktor eksternal melibatkan pengaruh lingkungan keluarga, metode pengajaran, dan kurangnya dukungan keluarga. Pandangan negatif terhadap mata pelajaran Agama Islam juga dapat berkontribusi pada penurunan minat siswa. Kombinasi kedua faktor ini menimbulkan ancaman terhadap keberlanjutan pendidikan Agama Islam di sekolah di masa depan. Menurunnya minat belajar siswa terhadap pelajaran Agama Islam adalah tantangan yang kompleks dan memerlukan solusi holistik. Beberapa langkah yang dapat diambil mencakup pengembangan kurikulum yang relevan dan menarik, dukungan dari keluarga dan komunitas, penerapan pendekatan kontekstual dalam pembelajaran, serta pembinaan keterampilan hidup yang terintegrasi dengan ajaran Agama Islam. DAFTAR RUJUKAN Al Ghani. Susanto. , & Ikhwan. Pendidikan Agama Islam: Problematika dan Tantangan. In Katalog Buku STAI Muhammadiyah Tulungagung. Al Qoyyimah. Implementasi Higher Order Thinking Skills (HOTS) Dalam Mencapai Hasil Belajar PAI Kelas X SMKN 3 Cilegon. Banten. Skripsi. IIQ Jakarta. Ambarwati. Pinilih. , & Astuti. GAMBARAN TINGKAT STRES MAHASISWA. Jurnal Keperawatan Jiwa, 5. https://doi. org/10. 26714/jkj. Ayu. Kusumaningrum, & Maulidiningsih. Model Pembelajaran Kontekstual pada Materi Kimia Hijau dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa. Jurnal Tadris Kimia, 02. Basuki. Identifikasi Materi Pembelajaran PAI pada PAUD Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 7 Tahun 2022. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Darmalaksana. Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka dan Studi Lapangan. Pre-Print Digital Library UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Fadli. Memahami desain metode penelitian kualitatif. HUMANIKA, https://doi. org/10. 21831/hum. Ilyas Nauval. Wahidin. , & Yasyakur STAI Al-Hidayah Bogor. Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Kelas Iv Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Cendikia Muda Islam: Jurnal Ilmiah, 2. Indriawati. Buchori. Acip. Sirrulhaq. , & Solihutaufa. MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN. Al-Hasanah : Islamic Religious Education Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama. 59 COGNITIVE: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran. Vol. No. 1 (April, 2. Journal, 6. https://doi. org/10. 51729/6246 Lisabella. Model Analisis Interaktif Miles and Huberman. Universitas Bina Darma. Lubis. , & Mavianti. Penerapan Media Audio Visual Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Anak. JURNAL RAUDHAH, 10. https://doi. org/10. 30829/raudhah. Masalubu. Penerapan Pendekatan Kontekstual (CTL) Pada Pembelajaran PAI Dalam Meningkatkan Hasil Belajar di Kelas V SDN 01 Duhiadaa. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 4. https://doi. org/10. 37905/aksara. Maslikhah. Hidayat. , & Marjo. PENGARUH DUKUNGAN KELUARGA DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR SISWA SMK NEGERI. Jurnal Ilmu Dan Budaya, 43. https://doi. org/10. 47313/jib. Noviani. , & Yanuarti. Internalisasi Nilai-Nilai Moderasi Beragama Dalam Kurikulum Merdeka Belajar Pendidikan Agama Islam. Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3. Nurfatimah. Hasibuddin. Shamad. , & Hasibuddin. Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menumbuhkan Minat Belajar Siswa di SDN 24 Maros. Journal of Gurutta Education, 2. Sudarmono. Mu. Wahab. , & Azhar. UPAYA PENINGKATAN MINAT BELAJAR BACA TULIS Al-QURAoAN. Jurnal Ilmiah Islamic Resources, 17. https://doi. org/10. 33096/jiir. Sumartono. , & Astuti. ETIKA KOMUNIKASI WHATSAPP DAN JARAK SOSIAL PADA GENERASI MILENIAL. KOMUNIKOLOGI : Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 17. Ulfiandi. Al Masquri. Hurriyah. Putra. , & Jafar. Merancang Strategi Pembelajaran Agama Islam di SMP Negeri: Studi Kasus. Tarbawi: Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 9. https://doi. org/10. 32678/tarbawi. Ulum. Kebijakan Pendidikan Agama Islam di Indonesia Pasca Reformasi. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 11. https://doi. org/10. 26618/equilibrium. Elman - Keberlanjutan Pendidikan Agama.