LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 2. Nomor 1, . ISSN 3031-3635 (Onlin. https://journal. org/index. php/literaabdi/index DOI: 10. Evaluasi Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Putri Di MTS DDI Padang Lampe Muflihah Darwis1*. Siti Annisa Ramadhany2. Nur Fadila Safitri3. Febry Wijaya4. Nabilah Saffanah Utami Anwar5. Nur Ummu Utami S. David Chesar Srihadi Pamungkas7. Arwiny Budiarti. AUniversitas Hasasanuddin. Indonesia, email: amuflihah@unhas. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: annisarmdhnyy@gmail. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: safitridila234@gmail. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: febrywijaya92@gmail. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: nabsaf22@gmail. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: nurummu@gmail. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: srihadipamungkas@gmail. Universitas Hasasanuddin. Indonesia, email: arwinybudiarti@gmail. *Koresponden penulis Info Artikel Abstract Diajukan: 06 Agustus 2024 Diterima: 09 November 2024 Diterbitkan: 03 Desember 2024 Anemia is a condition where the hemoglobin level in the body is less than Hemoglobin is a parameter used to determine the prevalence of Hemoglobin levels in the body differ according to gender and age. In general, young women are susceptible to anemia due to lack of nutritional intake, physical activity and menstruation. The data obtained in PBL I is that there are still 48. 3% of young women who do not consume TTD and 93. who consume TTD less than 4 times a week at MTs DDI PadangLampe. Ma'rang District. Pangkajene and Islands Regency. Based on the results of the analysis of pre and post-test data provided, it was found that the average knowledge score of respondents before and after counseling increased. The evaluation results after six months of counseling showed that the knowledge score also experienced a significant increase and it was found that there were 35 TTD pocket books . 6%) that were still available and actively filled. Keyword: Anemia. Educational Video. Supplement Tablets. Mini Book. Kata Kunci: Anemia. Video Edukasi. Tablet Tambah Darah. Buku Saku Abstrak Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin dalam tubuh kurang dari normal. Hemoglobin menjadi parameter yang digunakan untuk menentukan prevalensi anemia. Kadar hemoglobin dalam tubuh berbeda sesuai dengan jenis kelamin dan usia. Pada umumnya remaja putri rentan terhadap anemia karena kurangnya asupan gizi, aktivitas fisik, dan Data yang diperoleh pada PBL I yaitu masih terdapat 48,3% remaja putri yang tidak mengkonsumsi TTD dan 93,3% yang kurang dari 4 kali seminggu konsumsi TTD di MTs DDI PadangLampe. Kecamatan MaAorang. Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Berdasarkan hasil analisis data pre dan post-test yang diberikan, didapatkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden sebelum dan sesudah penyuluhan meningkat. Adapun hasil evaluasi setelah enam bulan dilakukan penyuluhan menunjukkan skor pengetahuan juga mengalarni peningkatan yang signifikan dan didapatkan bahwa terdapat 35 buku saku TTD . ,6%) yang masih ada dan terisi secara aktif. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 1 A. Muflihah Dadrwis. Siti Annisa Ramadhany. Nur Fadila Safitri. Febry Wijaya. Nabilah Saffanah Utami Anwar. Nur Ummu Utami S. David Chesar Srihadi Pamungkas. Arwiny Budarti. PENDAHULUAN Anemia merupakan suatu keadaan kadar hemoglobin dalam tubuh kurang dari normal. Hemoglobin menjadi parameter yang digunakan untuk menentukan prevalensi anemia. Kadar hemoglobin dalam tubuh berbeda sesuai dengan jenis kelamin dan usia. Pada umumnya remaja putri rentan terhadap anemia karena kurangnya asupan gizi, aktivitas fisik, dan menstruasi. Kadar Hb normal pada remaja putri yaitu lebih dari 12 g/dL. Anemia defisiensi besi adalah masalah gizi utama di Indonesia, hal ini masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan karena prevalensinya lebih dari 20% dari standar nasional (Az-zahra & Kurniasari, 2. Saat remaja putri mengalami menstruasi, rata-rata darah yang keluar sebanyak 60 ml per bulan yang sama dengan 30 mg zat besi. Hal ini dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dalam tubuh dan dengan mengkonsumsi tablet tambah darah dapat meningkatkan kadar tersebut. Dengan konsumsi tablet tambah darah, remaja putri dapat terhindar dari risiko anemia. Oleh karena itu, dapat diasumsikan bahwa kadar Hb dapat dipengaruhi dengan kurangnya kesadaran dalam konsumsi TTD atau makanan yang mengandung zat besi (Savitri dkk. , 2. Remaja putri menjadi golongan yang rawan terkena anemia karena mereka mudah dipengaruhi oleh lingkungan, termasuk dalam pemilihan Para remaja putri memiliki persepsi yang salag mengenai bentuk tubuh sehingga mereka membatasi asupan makanan dan konsumsi sumber protein hewani yang kurang. Selain itu, strategi penanggulangan anemia pada ibu hamil juga akan lebih efektif jika dilakukan sejak remaja (Andani dkk. Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk memenuhi asupan zat besi. Pemberian TTD pada remaja putri dengan dosis yang tepat dapat mencegah terjadinya anemia yang dapat mempengaruhi prestasi akademik pada remaja putri serta meningkatkan penyimpanan zat besi tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan remaja dan dampak jangka panjang. Apabila terkena anemia maka dapat melahirkan bayi dengan berisiko stunting dan meningkatkan resiko melahirkan bayi dalam kondisi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) serta pendarahan sebelum dan saat melahirkan (Rosenda. Sriwiyanti & Siregar, 2. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah meliputi pengetahuan mereka tentang anemia dan dukungan dari keluarga. Remaja putri dengan pengetahuan rendah memiliki risiko 4,998 kali lebih tinggi untuk tidak meminum tablet tambah darah 1 tablet per minggu dibandingkan dengan remaja yang memiliki pengetahuan cukup atau Dukungan keluarga, terutama dari orang tua, sangat penting untuk kepatuhan ini, karena dukungan tersebut membantu membangun keyakinan dan 2 1. 2024, pp. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License Evaluasi Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di MTs DDI PadangLampe persepsi positif remaja putri tentang pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah untuk mencegah risiko anemia (Fitriana & Pramadika, 2. Menurut Lawrence Green, pengetahuan dan sikap berperan penting dalam pembentukan perilaku. Proses perubahan perilaku sering kali dimulai dengan perubahan dalam pengetahuan, yang kemudian diikuti oleh perubahan Sikap remaja putri terhadap pencegahan anemia merupakan tanggapan mereka terhadap informasi tentang anemia, termasuk gejala, tanda, penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya (Andani dkk. , 2. Perilaku mengkonsumsi (TTD) merupakan langkah seseorang dalam mencegah anemia dengan meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah. Proses pembentukan perilaku ini dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap yang bisa berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Pengetahuan dan sikap remaja terhadap mengkonsumsi TTD dipengaruhi oleh kurangnya minat untuk menggunakan TTD sebagai suplemen penambah darah. Hal ini disebabkan oleh persepsi individu bahwa mereka tidak membutuhkan suplemen tersebut, serta kekhawatiran akan efek samping yang mungkin timbul. Oleh karena itu, penyuluhan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri untuk mengetahui pentingnya konsumsi TTD (Laily dkk. Penyuluhan dan pembagian buku saku TTD merupakan kegiatan yang bertujuan untuk untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kepatuhan remaja khususnya remaja putri dalam mengkonsumsi TTD. Sesuai dengan data yang diperoleh pada PBL I yaitu masih terdapat 48,3% remaja putri yang tidak mengkonsumsi TTD dan 93,3% yang kurang dari 4 kali seminggu konsumsi TTD, sehingga penting untuk memberikan penyuluhan terkait Tablet Tambah Darah. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan pencegahan anemia melalui video edukasi dan pembagian Buku Saku Cemara (Cegah Anemia pada Remaj. Sasaran kegiatan ini adalah remaja putri kelas 8 di MTs DDI Padang Lampe dengan total peserta yang hadir sebanyak 37 siswa. Sebelum dilakukan penyuluhan, peserta diberikan pre-test terlebih dahulu dan setelah dilakukan edukasi peserta kemudian diberikan lembar post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan tentang materi. Adapun alur pelaksanaan evaluasi program dilakukan menggunakan metode pengisian post-test kepada para siswa kelas 8 di MTs DDI PadangLampe yang mengikuti penyuluhan pada PBL II sebelumnya dan pemberian lembar observasi untuk melihat apakah responden masih menyimpan buku saku. Kegiatan evaluasi ini dilakukan pada tanggal 28 Juni 2024. Analisis data diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Friedman dan hasil uji normalitas Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 3 A. Muflihah Dadrwis. Siti Annisa Ramadhany. Nur Fadila Safitri. Febry Wijaya. Nabilah Saffanah Utami Anwar. Nur Ummu Utami S. David Chesar Srihadi Pamungkas. Arwiny Budarti. menunjukkan bahwa data yang diuji tidak berdistribusi normal . <0,. Hasil evaluasi kemudian disajikan dalam bentuk tabel dan narasi hasil post-test dari peserta penyuluhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan evaluasi dilakukan dengan pemberian lembar observasi untuk melihat apakah responden masih menyimpan buku saku dan pemberian lembar post-test untuk melihat apakah terdapat peningkatan pengetahuan responden setelah pelaksanaan intervensi. Kegiatan evaluasi dilakukan pada tanggal 28 Juni 2024 di Kantor Desa Padang Lampe dan melalui via WhatsApp. Adapun jumlah responden yang terlibat dalam kegiatan evaluasi ini adalah sebanyak 37 orang. Tabel 1. Distribusi Skor Pengetahuan Responden Pre Test PBL II. Post Test PBL II dan Post Test PBL i Evaluasi Peyuluhan TTD di MTs DDI Padang Lampe Tahun 2024. Skor Pengetahuan Min Maks MeanASD p-value Pre-test PBL II 7,05A1,30 Post-test PBL II 8,14A1,32 0,001 Post-test PBL i 8,84A0,83 Berdasarkan tabel hasil analisis perbedaan pengetahuan pre-test PBL II, post test PBL II, dan post test PBL i terdapat perbedaan rata-rata pengetahuan sebleum dan sesudah pelaksanaan intervensi penyuluhan TTD yaitu dari pre-test dengan rata-rata 7,05 meningkat menjadi 8,14 pada post-test PBL II, kemudian pada PBL i juga mengalami peningkatan dengan rata-rata 8,84. Berdasarkan uji statistik didapatkan p-value 0,001 (<0,. yang artinya ada hubungan/perbedaan yang signifikan. Hasil ini sejalan dengan beberapa hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang memberikan penyuluhan mengenai TTD pada remaja putri. Penyuluhan yang dilakukan oleh Lestari dkk . mengenai TTD untuk mencegah anemia pada remaja putri meningkatkan pengetahuan remaja dari 50% berada pada kategori kurang menjadi 67% berada pada kategori baik. Tabel 1 menunjukkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan, nilai minimal adalah 4 poin dan nilai maksimal adalah 9 poin. Setelah diberikan penyuluhan, nilai minimal menjadi 5 poin dan nilai maksimal adalah 10 poin. Adapun ratarata skor pengetahuan sebelum pemberian edukasi adalah sebesar 7,05 Sedangkan setelah diberikan edukasi rata-rata pengetahuan mengalami peningkatan yaitu menjadi 8,14. Peningkatan skor yang terjadi selanjutnya di uji untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang bermakna sebelum dan setelah pemberian edukasi dengan uji statistik. Dan di temukan p-value adalah 0,001 yang berarti nilai p-value < 0,05. Sehingga Ho ditolak. 2024, pp. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License Evaluasi Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di MTs DDI PadangLampe Kegiatan evaluasi intervensi TTD bagi remaja putri merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan untuk menilai efektifitas intervensi terhadap anemia pada remaja putri di MTs DDI PadangLampe. Anemia defisiensi besi adalah masalah gizi utama di Indonesia, hal ini masih menjadi masalah kesehatan yang belum terselesaikan karena prevalensinya lebih dari 20% dari standar nasional Pemberian TTD ini umumnya dilakukan pada anak SMP/sederajat dan SMA/sederajat yang rentan mengalami anemia (Az-zahra & Kurniasar, 2. Kegiatan evaluasi dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Juni 2024 di kantor desa Padang Lampe dan melalui via WhatsApp. Pada kegiatan ini, jumlah responden yang dievaluasi adalah sebanyak 37 remaja putri kelas 8 MTs DDI PadangLampe yang telah mengikuti penyuluhan TTD pada saat PBL II. Berdasarkan hasil evaluasi menggunakan instrumen lembaran post-test, jawaban-jawaban dari responden diolah dan dianalisis dan ditemukan bahwa intervensi penyuluhan TTD pada remaja putri mengalami peningkatan yang Selain itu, dilakukan hasil observasi terkait buku saku TTD yang pernah dibagikan pada saat PBL II dan didapatkan bahwa terdapat 35 . ,6%) buku saku yang masih ada dan terisi secara aktif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait anemia. Selain itu, remaja putri diharapkan dapat merubah persepsi menjadi lebih baik tentang pentingnya TTD untuk mencegah anemia. Remaja putri juga diharapkan dapat mengimplementasikan pencegahan anemia dengan cara mengkonsumsi TTD (Fathony dkk. , 2. Gambar 1. Evaluasi Penyuluhan dan Observasi Buku Saku TTD Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 5 A. Muflihah Dadrwis. Siti Annisa Ramadhany. Nur Fadila Safitri. Febry Wijaya. Nabilah Saffanah Utami Anwar. Nur Ummu Utami S. David Chesar Srihadi Pamungkas. Arwiny Budarti. KESIMPULAN Bentuk evaluasi yang dilakukan melalui pemberian post-test mengenai penyuluhan TTD pada remaja putri menghasilkan nilai rata-rata pengetahuan responden yang meningkat setelah 6 bulan. Selain itu, hasil evaluasi buku saku TTD melalui pemberian lembar observasi didapatkan bahwa terdapat 35 buku saku . ,6%) yang masih ada dan terisi secara aktif. DAFTAR RUJUKAN Andani. Esmianti. , & Haryani. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Remaja Putri Terhadap Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di SMP Negeri I Kepahiang. Jurnal Kebidanan Besurek, 5. , 55-62. https://doi. org/10. 51851/jkb. Az-zahra. , & Kurniasari. Efektivitas Pemberian Media Edukasi Gizi yang Menarik dan Inovatif Terhadap Pencegahan Anemia Kepada Remaja Putri: Literature Review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), https://doi. org/10. 56338/mppki. Fathony. Amalia. , & Lestari. Edukasi Pencegahan Anemia Pada Remaja Disertai Cara Benar Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan, 4. , 49-53. https://doi. org/10. 26714/jpmk. Fitriana. , & Pramardika. Evaluasi Program Tablet Tambah Darah Pada Remaja Putri. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 2. , 200-207. https://doi. org/10. 56338/mppki. Laily. Cahyani. Abdullah. Mauliana. , & Patria. Kegiatan Pemberdayaan Remaja Melalui Penyuluhan dan Pembentukan Komunitas Remaja Sadar Anemia Terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 2. , 1055-1060. https://doi. org/10. 54082/jamsi. Lestari. Jayanti. Dewi. Wati. , & Sudarma. Penerapan Program Penanggulangan Stunting: Pemberian Edukasi Dan Tablet Tambah Darah (Tt. Untuk Mencegah Anemia Pada Remaja Putri. Aptekmas Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 6. , 7-12. https://doi. org/10. 36257/apts. Savitri. Tupitu. Iswah. & Safitri. Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri: A Systematic Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 2. , 43-49. https://doi. org/10. 31004/jkt. 2024, pp. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License Evaluasi Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di MTs DDI PadangLampe Rosenda. Wiyanti. , & Siregar. Gambaran Pengetahuan Gizi dan Sikap Remaja Putri terhadap Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah di SMA Negeri 6 Palembang. JGK: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 3. , 141-151. https://doi. org/10. 36086/jgk. Is licensed under a Creative Commons Attributions-Share Artikel 4. 0 International License LITERA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat 7