Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 ANALISIS MANAJEMEN SYARIAH PERAN APLIKASI MOBILE JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (JKN) DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL KESEHATAN (BPJS KESEHATAN) KANTOR CABANG KOTA BOGOR Saddam Hussein1. Hasbi Ash Shiddieqy2. Mohamad Kharis Mubarok3 1, 2, 3 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Sahid Bogor shusen254@gmail. com, 2hasbi. as@febi-inais. id, 3m. kharismubarok@febi-inais. ABSTRACT The Health Social Security Administration Agency (BPJS Kesehata. as the organizer of national health insurance for all Indonesian people, especially for Civil Servants. TNI/POLRI. Veterans and ordinary people, seeks to improve services to all BPJS Health participants. BPJS Health provides innovation in the development of the Mobile JKN application which is useful for facilitating the services of BPJS Health participants. The purpose of this research is to find out and analyze sharia management of the Mobile JKN application, the factors of strengths and weaknesses and whether it has been able to improve services by using the Mobile JKN application at the Health BPJS Bogor City Branch Office. This research is qualitative in nature and the data collection method is by conducting interviews, observation and documentation. This data collection method was carried out on respondents, namely the Head of the BPJS Health Membership Section. BPJS Health service staff and BPJS Health participants at the Bogor City Branch office. The analysis used in this study is descriptive qualitative and to strengthen and complement the research results the authors add the data provided by the Health BPJS. The results of the study show that the Mobile JKN application has improved the quality of BPJS Health services at the Bogor City Branch Office, in addition to that BPJS Health has provided services that are accepted and benefited by participants. This is in accordance with sharia management which manages the organization to obtain optimal results and obtain blessings from Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Key Words: Sharia Management. JKN Mobile Application. Bogor City Health BPJS Services. ABSTRAK Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehata. sebagai penyelenggara jaminan kesehatan nasional bagi seluruh rakyat Indonesia terutama untuk Pegawai Negri Sipil. TNI/POLRI. Veteran dan rakyat biasa, berupaya meningkatkan pelayanan kepada seluruh peserta BPJS Kesehatan. BPJS Kesehatan memberikan inovasi pengembangan aplikasi Mobile JKN yang berguna untuk mempermudah pelayanan peserta BPJS Kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis manajemen syariah terhadap aplikasi Mobile JKN, faktorfaktor keunggulan dan kelemahan dan apakah sudah dapat meningkatkan pelayanan dengan menggunakan aplikasi Mobile JKN di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Bogor. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan Metode pengumpulan data ini dilakukan pada responden yakni Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan, staf-staf pelayanan BPJS Kesehatan dan peserta BPJS Kesehatan kantor Cabang Kota Bogor. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 kualitatif dan untuk memperkuat dan melengkapi hasil penelitian penulis menambahkan data-data yang diberikan oleh pihak BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi Mobile JKN telah meningkatkan kualitas pelayanan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Bogor, selain itu BPJS Kesehatan telah memberikan pelayanan yang diterima dan dirasakan manfaatnya oleh Hal tersebut sesuai dengan manajemen syariah yang mengelola organisasi untuk memperoleh hasil yang optimal dan mendapatkan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa TaAoala. Kata-kata Kunci: Manajemen Syariah. Aplikasi Mobile JKN. Pelayanan BPJS Kesehatan Kota Bogor. PENDAHULUAN. Manusia pada dasarnya berhak mendapatkan jaminan sosial untuk dapat memenuhi kebutuhan dasar hidup yang layak dan meningkatkan martabatnya menuju terwujudnya masyarakar Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtara. Oleh karenanya pemerintah menerbitkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang di dalam pasal 2 menyebutkan bahwa Sistem Jaminan Sosisal Nasioanl di seleggarakan berdasarkan asas kemanusiaan, asas manfaat, dan asas keadilan sosial bagi seleluruh rakyat Indonesia (Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional, 2. Kemudian dalam Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) disebutkan di dalam Pasal 1 bahwa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya di singkat BPJS adalah badan menyelengarakan program jaminan sosial. BPJS sebagaimana di maksud pada ayat 1 adalah BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan (Undang-Undang tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, 2. Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh Pemerintah. Ada tiga alasan utama menjadi peserta JKN-KIS, yaitu protection . , sharing . otong royon. dan compliance . (Buku Panduan BPJS Kesehatan, 2018:. Semua penduduk Indonesia wajib menjadi peserta JKN- KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan, yang dibagi atas jenis kepesertaan yaitu Penerima Bantuan IuranJaminan Kesehatan (PBI-JK). Penerima Bantuan Iuran-Jaminan Kesehatan (PBI-JK), merupakan program Jaminan Kesehatan fakir miskin dan orang tidak mampu yang dibayar oleh Pemerintah Pusat melalui APBN dan Pemerintah Daerah melalui APBD. Bukan Penerima Bantuan IuranAeJaminan Kesehatan (Non-PBI) yaitu peserta yang membayar iurannya tiap bulan (Buku panduan BPJS Kesehatan, 2018:. Peserta BPJS Kesehatan dapat diartikan juga sebagai konsumen jasa layanan Oleh karenanya berbicara mengenai peserta BPJS Kesehatan tidak akan lepas dengan pengertian konsumen, yakni konsumen jasa layanan kesehatan. Menurut Philip Kolter . dalam bukunya prinsiples of marketing, konsumen adalah semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh barang atau jasa untuk dikonsumsi pribadi, dan pada hakikatnya setiap peserta BPJS Kesehatan yang sudah menunaikan kewajiban sebagai peserta wajib mendapatkan jaminan jasa pelayanan dari BPJS Kesehatan. Perkembangan teknologi informasi diantaranya penggunaan perangkat telepon seluler yang saat ini sudah dimiliki sebagian Jumlah pengguna telepon seluler di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 355,5 juta orang, karena satu orang terkadang menggunakan 2-3 telepon seluler. Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Selain itu, trend teknologi saat ini mengarah ke penggunaan mobile application. Mobile application yang banyak digunakan seperti media sosial saja mencapai 150 juta pengguna atau sekitar 56% dari populasi. Populasi penduduk Indonesia saat ini didominasi oleh generasi muda yang mengikuti perkembangan teknologi, oleh karenanya penting untuk menyesuaikan diridengan trend teknologi saat ini . id 8 Februari 2. Melihat semakin banyak masyarakat yang menggunakan perangkat tersebut, maka BPJS Kesehatan memanfaakan peluang tersebut dengan meluncurkan aplikasi Mobile JKN. Aplikasi mobile tersebut diluncurkan guna meningkatkan pelayanan terhadap peserta JKN KIS. Menurut Fandy Tjiptono . 5: . , pelayanan merupakan tingkat pengendalian atas keunggulan tersebut untuk mememnuhi keinginan pelanggan. Dari pelayanan yang unggul sangat diharapkan agar pelanggan merasakan puas atas teknologi informasi saat ini BPJS Kesehatan meluncurkan kanal pelayanan berbasis aplikasi yaitu Mobile JKN yang bertujuan peserta mudah mendapatkan layananan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aplikasi Mobile JKN merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif dilakukan di kantor ditransformasi ke dalam bentuk aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja kapanpun tanpa batasan waktu. Diharapkan dengan inovasi ini, masyarakat semakin dimudahkan dengan penerapan teknologi pada bidang pelayanan kesehatan melalui layanan dalam satu genggaman. Dengan inovasi ini, masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor BPJS untuk mendapatkan informasi dan pelayanan administrasi. Masyarakat dapat melakukan registrasi kepesertaan serta mendaftarkan anggota keluarganya tanpa perlu datang ke kantor Semua kebutuhan administrasi dan informasi bisa didapatkan dengan aplikasi Bagi peserta BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat (KIS), inovasi ini dapat menghemat waktu dan biaya. Aplikasi Mobile JKN juga meningkatkan kepuasan peserta yang berobat di fasilitas kesehatan yakni dalam hal memberikan kepastian kepada peserta untuk mendapatkan nomor antrean yang dapat diakses dan dipantau secara online tanpa harus menunggu lama di fasilitas kesehatan. Dari data BPJS kesehatan diketahui bahwa kepuasan peserta dalam periode 3 tahun sejak 2014 secara konsisten menurun. Pada tahun 2014 sebesar 81,0%, pada tahun 2015 menurun menjadi sebesar 78,90%, dan pada tahun 2016 kembali turun menjadi 78,60%. Namun, setelah implementasi Mobile JKN, tingkat kepuasan peserta pada tahun 2017 meningkat dibandingkan pada tahun 2016, dari 78,60% menjadi 79,50%. Selain menurunkan angka antrean. Mobile JKN juga meningkatkan efisiensi operasional dan produktifitas layanan di kantor cabang sampai Rp 20,2 miliar per tahun. Efisiensi mempertimbangkan aspek seperti efisiensi SDM, sarana prasarana ruang tunggu, biaya ATK, biaya cetak kartu dan lain-lain akibat dari pengurangan kunjungan peserta ke kantor cabang. Ada beberapa aktivitas yang dilakukan untuk keberlangsungan inovasi ini. Pertama adalah sosialisasi Mobile JKN secara masif dan berkesinambungan. Kemudian kedua. BPJS juga mengembangkan fitur JKN-pay untuk kemudahan pembayaran, dan fitur rujukan Online untuk kepastian pelayanan dan akan dikembangkan juga fitur konsultasi online dengan dokter. Saat ini tercatat pengguna aplikasi Mobile JKN se Indonesia versi android sebanyak >1. 000 user dan aplikasi Mobile JKN versi iOS sebanyak > 2. 000 user. Angka tersebut diprediksi akan meningkat, melihat potensi ekonomi digital Indonesia dan komitmen Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pembangunan jaringan Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 dan infrastruktur di wilayah Indonesia melalui program-program seperti Desa Broadband. Program Palapa Ring. Refarming 4G. Aplikasi Mobile JKN dapat dimanfaatkan oleh seluruh penduduk Indonesia sehingga kemudahan mendapatkan layanan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bukan hanya milik penduduk di perkotaan saja namun milik penduduk di seluruh pelosok wilayah Indonesia. Program JKN-KIS melalui Mobile JKN telah disosialisasikan dimedia masa cetak maupun online, dan juga para petugas BPJS kesehatan ditiap kantor cabang juga kemasyarakat luas. Perbaikan pelayanan BPJS Kesehatan dari yang awalnya konvensional ditransformasikan menjadi virtual atau digital merupakan salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk mencapai targer AuUniversal Helth Coverage pada tahun 2019Ay. Dari target yang telah ditetapkan, maka kantor cabang BPJS Kesehatan setiap daerah dituntut untuk meningkatkan jumlah kepersertaan BPJS Kesehatan karena jumlah kepesertaan setiap daerah yang masih rendah. Begitu pula dengan Provinsi Jawa Barat, sampai dengan November 2017, jumlah kepesertaan JKNKIS Provinsi Jawa Barat baru mencapai 433 jiwa atau 70% dari keseluruhan jumlah penduduk 33. 389 jiwa di Provinsi Jawa Barat. Untuk itu pihaknya terus melakukan upaya untuk mencapai Universal Health Converage di 2019 mendatang. ttps://jabarprov. id/ di akses pada tanggal 04/12/17 (Parn. BPJS Kota Bogor merupakan salah satu Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang terletak di Jl. Jenderal A yani II No. 62E Tanah Sareal. Kecamatan Tanah Sareal. Kota Bogor. Dengan kondisi jumlah penduduk Kota Bogor sebanyak 009, jumlah tersebut lebih kecil dibanding jumlah penduduk Kabupaten Bogor sebanyak 5. 009 jiwa, di samping jumlah penduduk yang lebih sedikit dengan Kabupaten Bogor. Kota Bogor hanya memiliki enam kecamatan. adan pusat satistik Kabupaten dan Kota Bogo. Pada bulan Desember 2017, untuk wilayah peserta BPJS Kesehatan Kota Bogor dari jumlah penduduk 1. 009 jiwa, baru sekitar % atau sejumlah 782. 550 jiwa penduduk Kota Bogor yang telah terdaftar di BPJS Kesehatan. Berdasarkan data BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Bogor, kepesertaanya yang berkelompok PBI APBN 623 peserta. PBI APBD 680 peserta, pekerja penerima upah (PNS/TNI/Badan Usah. sebanyak 577 peserta, peserta bukan penerima upah sebanyak 202. 544 peserta, bukan pekerja/pensiun sebnayak 30. 513 peserta. Total keseluruhan peserta BPJS Kesehatan Kota Bogor 782. 550 peserta yaitu 72% dari jumlah penduduk Kota Bogor 1. Data tersebut masih belum mencapai target BPJS dengan jumlah kepesertaan 95% dari jumlah penduduk Kota Bogor. Dengan hadirnya aplikasi Mobile JKN di harapkan dapat membantu mencapai target kepesertaan 95%, dimana Mobile JKN dinilai dapat memudahkan, efektif dan efesien dalam mendapatkan pelayanan bagi peserta BPJS namun pada kenyataannya tetap saja angka kepesertaan masih rendah. Selain itu tingkat kunjungan peserta BPJS Kesehatan cabang Kota Bogor masih ramai (Betty Ully Indria Sari P. Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Bogo. Selain itu dalam praktiknya masih terdapat beberapa kendala yang dikeluhkan kekurangan Mobile JKN, contohnya BPJS Laporan terbanyak mengenai aplikasi Mobile JKN antara lain . proses pendaftaran online yang lambat dan klaim BPJS, . data tidak real time seperti jumlah tagihan yang tidak sesuai antara milik pengguna dengan riwayat pembayaran yang secara online tercantum pada aplikasi, dan . tindak lanjut pengaduan keluhan yang tidak . ttp://w. iakses tanggal 23 November 2. Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Dalam keadaan yang demikian diuraikan di atas, hal yang diharapkan dengan keberadaan aplikasi tersebut di atas, dapat dihubungkan dengan analisisnya secara manajemen syariah. Berdasarkan uraian di atas, maka pelayanan BPJS kesehatan melalui aplikasi tersebut dianalisis secara manajemen syariah. II. setempat salah satunya yakni di kegiatan kegiatan masyarakat. Program MCS ini untuk mendekatkan layanan Program JKN KIS secara langsung ditengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat memahami tentang Program JKN Ae KIS. Selain itu Mobile JKN masyarakat semakin terlayani dengan baik. II. Aplikasi SIPP. SIPP adalah aplikasi yang digunakan oleh petugas informasi dan penanganan pengaduan rumah sakit untuk dapat meningkatkan pelayanan kepada peserta dimana dengan mengunakan aplikasi tersebut permintaan informasi dan pengaduan peserta bisa tercatat secara detail dan rinci dan juga terkomuterisasi sehingga akan lebih bagus dalam hal pencatatan permintaan informasi dan pengaduan peserta. Apabila ada kendala mengenai kepesertaan, iuran dan denda petugas dapat melihat data pada aplikasi Aplikasi Mobile JKN BPJS Kesehatan di-launching pada tanggal 15 November 2017 (BPJS Kesehatan, 2. Aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Aplikasi Mobile JKN juga merupakan bentuk transformasi digital model bisnis BPJS Kesehatan yang semula berupa kegiatan administratif dilakukan di Kantor Cabang Fasilitas Kesehatan, ditransformasi kedalam bentuk Aplikasi yang dapat digunakan oleh peserta dimana saja kapanpun tanpa batasan waktu . elf servic. Saat ini tercatat pengguna aplikasi Mobile JKN versi Android sebanyak lebih 000 user dan Aplikasi Mobile JKN versi iOS sebanyak lebih dari 2. 000 user (BPJS Kesehatan, 2. Penggunaan aplikasi Mobile JKN dapat dengan cara mengunduh aplikasi melalui Google Play Store dan Apple Store. Setelah aplikasi itu terunduh, peserta melakukan registrasi pada menu yang tersedia di aplikasi Mobile JKN. Setelah berhasil, peserta dapat masuk dalam aplikasi dan memanfaatkan semua fitur yang TINJAUAN PUSTAKA. II. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diselenggarakan dengan menggunakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat wajib . berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar kesehatan masyarakat yang layak yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan adalah badan yang ditunjuk untuk menyelenggarakan JKN. II. Mobile Customer Service. Dalam upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, berbagai inovasi dilakukan oleh BPJS Kesehatan melalui berbagai cara sehingga masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait program JKN-KIS BPJS Kesehatan tanpa harus pergi ke Kantor Cabang BPJS Kesehatan setempat dikarenakan kesibukan rutinitas sehari-hari. Salah satu inovasi yang dilakukan adalah melalui mengunjungi langsung masyarakat di tempat-tempat yang dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Gambar merupakan tampilan pertama kali saat membuka aplikasi Mobile JKN. Setelah mengunduh aplikasi Mobile JKN dan terpasang di telepon seluler, hal pertama yang perlu dilakukan yakni melakukan registrasi atau pendaftaran. Pilih menu registrasi, kemudian isi setiap kolom yang tersedia sesuai dengan data anda. Pastikan anda punya satu surel . aktif karena setelah semua kolom diisi, sistem secara otomatis akan mengirim nomor verifikasi ke email tersebut. Setelah menerima nomor verifikasi melalui surel, aplikasi akan meminta anda menulis nomor verifikasi tersebut. Kemudian, akan muncul keterangan apakah berhasil atau tidak dalam melakukan verifikasi. Jika tidak berhasil, peserta dapat meminta aplikasi untuk mengirim kembali nomor verifikasi. Jika berhasil, hanya perlu mengisi alamat surel atau nomor kartu BPJS Kesehatan dan kata sandi setiap kali masuk ke aplikasi. Setelah berhasil masuk . og i. , pada halaman pertama akan ditunjukan empat menu utama dalam aplikasi, antara lain: Menu Peserta yang terdiri dari: Fitur Peserta, menjelaskan tentang data kepesertaan seperti nama, nomor kartu JKN-KIS, kelas perawatan, tanggal lahir dan fasilitas kesehatan tingkat pertama serta data orang yang tertanggung oleh peserta seperti anak juga akan Fitur Kartu Peserta, fitur ini akan menampilkan gambar kartu peserta JKNKIS. Fitur Ubah Data Peserta, dimana peserta bisa melihat dan melakukan pengubahan data seperti melakukan pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pengubahan data kepesertaan seperti nomor kartu BPJS Kesehatan, nomor telepon genggam, alamat email, dan alamat surat. Fitur Pendaftaran Peserta, fitur ini digunakan bagi mendaftarkan peserta baru. Menu Tagihan yang terdiri dari: Fitur Premi, informasi ini hanya bisa digunakan untuk mandiri yakni Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP), dan fitur ini akan memaparkan tagihan iuran JKN-KIS yang harus Fitur Catatan Pembayaran, dalam fitur ini peserta bisa pembayaran premi dan denda. Fitur Pembayaran, peserta yang butuh informasi tentang pembayaran iuran. Pembayaran pembayaran iuran melalui jaringan pembayaran yang telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan seperti bank Mandiri. BRI. BNI. BTN dan Fitur Cek VA (Virtual Accoun. , dalam fitur ini peserta bisa mengetahui nomor VA, namun VA dapat dilihat bagi peserta PBPU (Peserta Bukan Penerima Upa. dan BP (Bukan Pekerj. Menu Pelayanan yang terdiri dari: Fitur Riwayat Pelayanan, disini peserta bisa mengetahui catatan/riwayat kesehatan yang telah diterima oleh peserta JKN-KIS baik di FKTP maupun Fasilitas Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). Fitur Pendaftaran Pelayanan, melalui fitur ini peserta dapat mendaftarkan diri apabila ingin mendapatkan pelayanan kesehatan ke FKTP di mana peserta tersebut terdaftar. Namun, fitur ini bisa dilakukan apabila FKTP tersebut sudah menyiapkan perangkat yang terkoneksi dengan Mobile JKN. Fitur Skrining, fitur ini tak kalah penting dengan fitur lainnya yang ada di dalam aplikasi Mobile JKN yang bertujuan untuk mendeteksi gejala penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, ginjal kronik dan jantung Untuk mengetahui potensi resiko kesehatan, peserta terlebih dulu harus menjawab 47 pertanyaan yang ada di fitur tersebut. Menu Umum yang terdiri dari: Fitur Info JKN, isinya bagaimana cara pendataran dan apa saja hak dan penerima bantuan iuran (PBI) dan non-PBI. Kemudian menjelaskan tentang fasilitas dan manfaat yang dapat diterima peserta, sanksi dan alamat kantor serta nomor BPJS Kesehatan. Fitur Lokasi, isinya untuk memudahkan peserta mencari kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Fitur itu juga bisa digunakan untuk mencari fasilitas kesehatan terdekat. Sebelum masuk ke fitur ini, sebaiknya perangkat GPS yang ada di telepon seluler Jika peserta masuk dalam fitur itu sebelum GPS aktif, secara otomatis aplikasi akan meminta anda untuk mengaktifkan GPS. Fitur Pengaduan Keluhan, dalam fitur ini peserta dapat disambungkan dengan BPJS Kesehatan Care Center 1500400. Fitur Pengaturan, fungsinya mengubah kata sandi dan keluar dari aplikasi. II. Manajemen Syariah. Secara berasal dari bahasa latin AumanusAy yang berarti AutanganAy, dalam bahasa Italia AumaneggiareAy yang mempunyai arti Dari sudut manajemen pengertiannya adalah proses perencanaan, pengawasan terhadap usaha karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Manajemen memiliki beberapa fungsi yang harus dijalankan untuk mencapai manajemen yang baik, yaitu: Fungsi Perencanaan (Plannin. , fungsi ini merupakan suatu proses dalam menentukan tujuan perusahaan atau tujuan organisasi. Fungsi (Organizin. , fungsi ini merupakan proses penentuan penempatan jabatan karyawan pada suatu tempat sesuai dengan keahliannya masing-masing. Fungsi pengarah (Directin. , fungsi ini merupakan proses dimana karyawan diberikan pengarahan dan komunikasi yang baik agar tidak lari dari tujuan yang telah ditentukan. Fungsi pengendalian (Controllin. , fungsi ini merupakan suatu proses dimana pengawasan dilakukan agar semua kegiatan organisasi berjalan sesuai dengan yang dibutuhkan. Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Fungsi manajemen organisasi adalah sekelompok orang atau organisasi yang secara terus menerus berinteraksi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Fungsi manajemen organisasi laba adalah proses pengaturan kegiatan organisasi yang bertujuan untuk memperoleh hasil bagi dan memiliki pendanaan yang jelas. misalnya: bank, perusahaan swasta, dan lain-lain. Fungsi manajemen organisasi nirlaba . on-profi. adalah proses pengaturan kegiatan suatu organisasi atau lembaga yang tidak mengutamakan keuntungan dalam menjalankan suatu usaha atau kegiatan. Manajemen manajemen yang mengatur organisasi untuk memperoleh hasil yang optimal dan mengarah pada pencarian keridhaan Allah Subhanahu wa TaAoala. Hal yang sama dalam manajemen konvensional dalam manajemen syariah juga terdapat beberapa fungsi Urgensi manajemen syariah adalah menginginkan kegiatan yang halal, baik produk yang menjadi objek, cara pemanfaatannya (M. MaAoruf Abdullah. Perbedaan antara manajemen syariah dan konvensional adalah dalam cara pengambilan keputusan manajer, dalam menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan tindakan yang diambil di masa lalu, sehingga selalu mendasar pada tradisi, sedangkan manajer syariah langkah-langkah yang diambil oleh seorang manajer. mengambil keputusan atas suatu masalah harus berlandaskan pada kaidah-kaidah Allah Subhanahu Wa TaAoala yang tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadist serta teladan para Perbedaan antara manajemen syariah dan konvensional adalah dalam cara pengambilan keputusan manajer, dalam menghadapi masalah dan menyelesaikannya dengan tindakan yang diambil di masa lalu, sehingga selalu mendasar pada tradisi, sedangkan manajer syariah langkah-langkah yang diambil oleh seorang manajer dalam mengambil keputusan atas suatu masalah harus berlandaskan pada kaidah-kaidah Allah Subhanahu Wa TaAoala yang tertuang dalam Al-Qur'an dan Hadits serta teladan para i. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2019 dengan bertempat di BPJS KC Kota Bogor terletak di Jl. Jenderal A yani II No. 62E Tanah Sareal. Kecamatan Tanah Sereal. Kota Bogor. Jawa Barat 16161. Penelitian ini bersifat kualitatif dan metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan Data/Informasi dalam penelitian ini adalah data primer sebagai data utama dan sekunder sebagai data penunjang atau sebagai pelengkap data primer. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan Observasi merupakan tahap pertama dan penting dalam sebuah penelitian, pengamatan yang dilakukan sebelum data yang lebih mendalam didapatkan. Dengan melakukan pengamatan diharapkan peneliti dapat melihat dan mengamati secara langsung pada keadaan yang sebenarnya sesuai obyek yang diteliti. Wawancara merupakan pertemuan untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksi makna dalam suatu topik tertentu. Wawancara digunakan untuk menemukan permasalahan yang diteliti, disamping mengetahui hal-hal dari responden yang lebih Metode wawancara yang dilakukan dengan pihak-pihak yang berperan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini, khususnya dengan pihak bagian kepesertaan dan peserta JKN KIS. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 Untuk itu digunakan beberapa dokumen yang menceritakan terkait masalah yang akan Dalam penelitian ini penulis melakukan pengolahan dan analisis data menggunakan reduksi data, penyajiah data, menarik kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemutasan pengabstrakan transformasi kata kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan. Penyajian sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Menarik merupakan usaha untuk mencari atau memahami makna/arti, keteraturan, polapola alur sebab akibat atau proporsi. data, pindah faskes, pindah kelas, mengubah data peserta, kemudahan pembayaran, mengecek tagihan, skrining kesehatan, riwayat pelayanan, kontak pengaduan dan lain-lain. Tujuan dengan adanya aplikasi ini agar dapat menurunkan jumlah antrian di kantor kantor cabang BPJS Kesehatan dalam hal ini BPJS Kesehatan kantor cabang Kota Bogor dengan adanya kanal layanan Mobile JKN jumlah antrian dalam tiap tahun menurun, yang biasanya sampai 600-700 bahkan 1000 pada tiap harinya dengan adanya aplikasi Mobile JKN anjungan peserta bisa mencapai dengan rata rata 300, . jar Indro Saputra dan Hesti staf pelayanan BPJS Kesehatan kantor cabang Kota Bogo. Berikut rincian jumlah antrian berdasarkan jenis antrian, tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 diragukan memenuhi kriteria antara lain: Jumlah antrian peserta BPJS Kesehatan kantor cabang Kota Bogor di lihat dari tiap tahunnya, rata rata jumlah antrian menurun pada tiap tahunnya, pada tahun 2016 rata rata antrian total 759, tahun 2017 dengan rata rata total antrian 762, tahun 2018 rata-rata total antrian 377, dan pada tahun 2019 rata-rata total antrian 282, selain itu jumlah peserta BPJS kesehatan Kota Bogor sampai bulan Juli 2019 sudah mencapai 986. jiwa yang telah terdaftar di BPJS Kesehatan kota Bogor, hal ini telah meningkat dari tahun ke tahun, 2017 bulan Desember peserta BPJS Kesahatan Kota Bogor yang terdaftar 550 jiwa, tahun 2018 bulan desember peserta BPJS Kesehatan Kota Bogor yang terdaftar hanya 978,925 jiwa. Berikut rincian jumlah peserta berdasarkan jenis kepesertaan sampai dengan bulan Desember 2017,2018 sampai bulan Juli 2019. Aplikasi Mobile JKN meningkatkan kualitas pelayanan di BPJS Kesehatan kantor cabang kota Bogor dengan adanya kanal layanan IV. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN. Jaminan pemeliharaan kesehatan di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dan setelah kemerdekaan, pada tahun 1949, setelah pengakuan kedaulatan oleh Pemerintah Belanda, upaya untuk menjamin kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya pegawai negeri sipil beserta keluarga, tetap Prof. Siwabessy, selaku Menteri Kesehatan yang menjabat pada saat itu, mengajukan sebuah gagasan untuk perlu segera menyelenggarakan program asuransi kesehatan semesta . niversal health insuranc. yang saat itu mulai diterapkan di banyak negara maju dan tengah berkembang Berdasarkan hasil penelitian bahwa peran Mobile JKN di Kantor Cabang kota Bogor telah membantu layanan peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS). Mobile JKN adalah salah satu kanal layanan BPJS kesehatan untuk mempermudah layanan peserta di era digital saat ini, dengan adanya inovasi Mobile JKN peserta dengan mudah mendapatkan layanan diantaranya, peserta mudah untuk mengubah Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 aplikasi ini telah menurunkan tingkat anjungan peserta, meningkatkan jumlah peserta BPJS dan membantu pelayanan, hal ini telah sesuai dengan salah satu tujuan di luncurkannya aplikasi Mobile JKN. (Betty Ully Indria Sari P. Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Bogo. Walaupun belum semua sesuai dengan apa yang di inginkan peserta BPJS kesehatan, masih adanya kekurangan dan kelemahan pada aplikasi Mobile JKN seperti belum bisanya semua akses bank bisa membayar di aplikasi ini, belum lengkapnya layanan yang tersedia di aplikasi, cara regitrasi yang rumit, dan kurangnya pemahaman peserta penggunaan aplikasi Mobile JKN khususnya pada usia 40 tahun, akan tetapi peran aplikasi Mobile JKN sudah membantu peserta BPJS Kesehatan. (Ujar. Anton salim dan Heni peserta BPJS Kesehatan Bogo. Kesehatan Kantor Cabang Kota Bogor berbasis teknologi dalam aplikasi Mobile JKN telah meningkatkan kualitas pelayanan bagaimana yang diungkapkan Kepala Bagian Kepesertaan BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Bogor Mobile JKN adalah salah satu kanal pelayanan untuk mempermudah calon peserta maupun peserta JKN KIS dalam memanfaatkan teknologi di era digital ini dan dengan adanya Mobile JKN untuk mengurangi tingkat anjungan peserta supaya tidak terjadi penumpukan di kantor Cabang Kota Bogor. Dengan adanya Aplikasi Mobile JKN tingkat antrian pun menurun yang sebelumnya bisa mencapai 700 lebih bahkan 1000 dengan adaanya Mobile JKN anjungan peserta bisa mencapai dengan rata rata 300, dan jumlah peserta BPJS kota Bogor sudah meningkat dari tiap tahunnya. Menurut Pasuraman dalam Nasution . 4: . apabila jasa yang diterima atau dirasakan pelanggan sesuai dengan harapan maka kualitas jasa dipersepsikan baik dan Jadi dapat disimpulkan bahwa peran aplikasi Mobile JKN sudah berhasil dilihat dari dua faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan menurut Pasuraman: Perceived Service. Peran Mobile JKN telah memberikan manfaat dan sudah sangat dirasakan bagi pengguna aplikasi ini yang dapat di temukan dalam fitur-fitur yang ada pada aplikasi Mobile JKN di antaranya: kemudahan pindah faskes, pindah kelas, mengubah data peserta, kemudahan pembayaran, mengecek tagihan, skrining kesehatan, riwayat pelayanan, kontak pengaduan dan lain-lain. Expected Service. Aplikasi Mobile JKN telah di terima oleh masyarakat pengguna aplikasi ini kemudahan dalam menggunakan aplikasi Mobile JKN dan manfaat yang di terima masyarakat sangat masyarakat sangat dibantu tidak perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan SIMPULAN. Dari analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa. Aplikasi Mobile JKN telah meningkatkan kualitas pelayanan di BPJS Kesehatan Kota Bogor hal ini terbukti dengan meningkatnya kepesertaan BPJS Kesehatan Kota Bogor pada tiap tahunnya, pada bulan Desember tahun 2017 jumlah peserta 782. 550 jiwa, tahun 2018 pada bulan Desember 978,925 jiwa, dan sampai bulan Juli 2019 jumlah peserta Kota Bogor 986. 017 jiwa, selain itu jumlah antrian pada tiap tahun pun menurun, pada tahun 2016 jumlah rata-rata per tahun total antrian 759, tahun 2017 jumlah rata-rata per tahun total antrian 762, tahun 2018 jumlah rata-rata per tahun total antrian 377, dan pada tahun 2019 jumlah rata-rata per tahun total antrian Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, penilaian keberhasilan dalam peran meningkatkan kualitas pelayanan BPJS Sahid Business Journal Volume II Nomor 1 (Oktober 2. https://jurnal. febi-inais. id/index. php/SahidBusinessJ E-ISSN: 2808-7429 P-ISSN: 2808-4373 untuk memperoleh pelayanan BPJS Kesehatan. Berdasarkan uraian ada beberapa faktor kelemahan dan keunggulan peran aplikasi Mobile JKN dalam meningkatkan pelayanan di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kota Bogor antara lain: Faktor Keunggulan. Peserta JKN KIS mudah untuk mengubah data peserta, pindah faskes, pindah kelas, mengecek tagihan, skrining kesehatan, riwayat pelayanan, kontak pengaduan. Pelayan terhadap peserta lebih Memberikan kepada peserta JKN KIS tidak perlu datang ke kantor untuk memperoleh pelayanan. Adanya dukungan masyarakat terlihat dari respon yang baik menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk memperoleh Faktor Kelemahan. Belum lengkapnya layanan yang tersedia dalam aplikasi Mobile JKN. Tidak semua peserta JKN KIS bisa menggunakan aplikasi Mobile JKN. Kurangnya masyarakat dalam menyerap penggunaan aplikasi Mobile JKN khususnya bagi yang berusia lebih dari 40 tahun. Belum bisa semua Bank dan kartu kredit melakukan sistem pembayaran BPJS di aplikasi Mobile JKN. Adanya permasalahan sinyal internet atau koneksi internet yang tidak stabil dan permasalaan penggunaan aplikasi Mobile JKN. Dalam tinjauan manajemen syariah, memudahkan sebagaimana tersebut di atas, menandakan bahwa terdapat kesesuaian dengan manajemen syariah yang juga menekankan pemanfaatan suatu cara sebagai bagian dari manajemen dengan cara yang Dengan Mobile JKN, pemanfaatan suatu teknologi dan pengaturan manajemen yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, menunjukkan pengutamaan pemanfaatan . asil yang bermanfaa. dengan cara yang halal. DAFTAR PUSTAKA.