STRATEGI PRENCANAAN PENGEMBANGAN PENDISTRIBUSIAN UMKM PRODUKAIR MINERAL KEMASAN DI WILAYAH RANTING DAN CABANG MUHAMMADIYAH LOMBOK Oleh: Nur aini1,Reni Anggriani2 Salmin3 aininingrum77@gmail. 1,2,3Universitas Muhammadiyah Mataram Received: 2023-11-15 Revise: 2023-11-30 Aproved: 2023-12-01 Abstract (Englis. This research was motivated by the emergence of problems developing the distribution of glass bottled water products by UPT. Muhammadiyah University of Mataram's business is not yet running fully This problem is reflected in several phenomena, including. identification of existence is not yet optimal, there is still weak synergy between the Bureaucracy and Human Resources and there is not yet optimal support from internal and external factors in carrying out superior product development programs for Muhammadiyah business This research aims to analyze the product distribution development strategy implemented by UPT. UMMAT Business and Water Distributor Business in their implementation, understand the obstacles and obstacles faced in product development planning and analyze the efforts made to overcome these obstacles and obstacles. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. Meanwhile, the data collection techniques used are observation, interviews and The results of the research show that the planning for the glass and bottled mineral water product development program at Muhammadiyah has not been fully effective, so it requires the right strategy to optimize development in accordance with the plans that have been determined. The strategies that can be implemented include. strategies for strengthening regulatory synergy, strategies for identifying internal and external resources, strategies for winning market competition, strategies for strengthening business permits, and strategies for developing partnerships found in Muhammadiyah business charities. Keywords: Planning. Product Development. Bottled water Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian Abstrak (Indonesi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh munculnya masalah pengembangan pendistribusian produk air kemasan gelas oleh UPT. Bisnis Universitas Muhammadiyah Mataram belum sepenuhnya berjalan dengan efektif. Permasalahan tersebut, tercermin dari beberapa fenomena antara lain. belum optimalnya identifikasi terhadap eksistensi masih lemahnya sinergitas antara Birokrasi dan Sumber daya Manusia dan belum optimalnya dukungan faktor internal dan eksternal dalam menjalankan program pengembangan produk unggulan amal usaha Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan pendistribusian produk yang dilaksanakan UPT. Bisnis UMMAT dan Usaha Distributor Air dalam pelaksanaanya, mengetahui hambatan dan kendala yang dihadapi dalam perencanaan pengembangan produk serta menganalisis upaya yang dilakukan untuk mengatasi hambatan dan kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan terhadap program pengembangan produk Air mineral kemasan gelas dan botol di Muhammadiyah belum sepenuhnya berjalan dengan efektif, sehingga membutuhkan adanya strategi yang tepat agar dapat mengoptimalkan pengembangan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Adapun strategi yang bisa dilakukan antara lain. strategi penguatan sinergitas peraturan, strategi identifikasi sumber daya internal dan eksternal, strategi pemenangan persaingan pasar. Strategi penguatan izin usaha, dan strategi pengembangan kemitraan yang terdapat pada amal usaha muhammadiyah. Kata Kunci: Perencanaan. Pengembangan Produk. Air kemasan Pendahuluan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sector strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pengembangan usaha mikro kecil dan menengah Hal ini dapat dimengerti mengingat keberadaan usaha kecil dan menengah secara empiric telah mampu menopang perekonomian nasional, termasuk dimasa pendemik saat itu. Hasil pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), menjadi sangat strategis karena potensinya yang besar dalam menggerakan Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian kegiatan ekonomi masyarakat dan sekaligus dalam meningkatkan Hal senada juga dikemukakan oleh hasil penelitian Chairil M. Noor & Gartika Rahmasari . yang menyatakan bahwa keberadaan usaha mikro kecil dan menengah sangat penting dalam mengisi beberapa kebutuhan belanja ekonomi masyarakat dan diperhitungkan dalam mengatur anggaran dan belanja rumah tangganya. Adapun kriteria Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dibandingkan dengan usaha yang berskala besar dapat dilihat berdasarkan asset dan omzet. Sedangkan gambaran perbedaan tersebut, dapat dilihat pada table di bawah ini: Tabel 1: Kriteria UMKM dan Usaha Besar Berdasarkan Aset dan Omzet Kriteria Ukuran Usaha Aset Omset 1 Usaha Mikro Maksimal Rp 50 juta Maksimal Rp 300 juta 2 Usaha Kecil Rp50 juta Ae Rp500 juta Rp300 juta AeRp2,5 miliar 3 Usaha Menengah Rp500 juta Ae Rp10 miliar Rp2,5 miliarAe Rp50 miliar 4 Usaha Besar Rp10 miliar Rp50 miliar Sumber: UU No. 20/2008 tentang Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah Pada sisi lain, keberadaan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) harus tetap terjaga eksistensinya. Dalam konteks ini, pemerintah khususnya pemerintah daerah memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam menjaga keberlangsungan siklus ekonomi yang digerakan oleh usaha mikro kecil dan menengah ini. Salah satu upaya yang bisa diupayakan antara lain dengan melakukan pembinaan, fasilitasi dan dukungan dari sticholder yang ada di lingkungan Muhammadiyah, ranting,cabang dan wilayah muhammadiyah agar air kemasan merk UMMAT mengembangkan usahanya ditengah kompleksitas persaingan yang Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian sangat ketat. Memang tidak dipungkiri bahwa keberadaan sector usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kalangan masyarakat Lombok saat ini sedang mengalami kendala yang cukup serius, antara lain. optimalnya identifikasi terhadap eksistensi usaha mikro kecil dan menengah secara komprehensif, lemahnya permodalan, lemahnya daya saing, masih lemahnya sinergitas dalam menterjemahkan berbagai peraturan dan belum optimalnya dukungan factor internal dan pendistribusian produk air kemasan merk UMMAT harus menjadi unggulan di amal usaha muhammadiyah yang ada di kampus universitas muhammadiyah di karenakan kontribusi muhammadiyah yang ada di Lombok sangat dinanti oleh masyarakat yang ada diwilayah mataram,ranting dan cabang dalam mengemban amal usaha yang baru di rintis dalam segi Usaha air kemasan merk UMMAT. unggulan amal usaha muhammadiyah wilayah Mataram. Namun ada beberapa yang menjadi batu sandungan dalam mengembangkan suatu produk baru dalam sebuah wadah organisasi internal yang dikelola oleh UPt. Bisnis beserta TIM. , antara lain. lemahnya sector permodalan, keterbatasan bahan baku, terbatasnya peralatan, masih lemahnya kualitas sumber daya manusia dan terbatasnya lahan atau tempat. Hasil observasi pada tinjauan dan pengawasan yang cukup panjang dalam hal melonchingkan produk unggulan air kemasan merk UMMAT ini menunjukan bahwa berbagai kendala yang dihadapi dalam pengembangan usaha produksi air kemasan tersebut nampaknya terkait dengan belum efektifnya perencanaan yang dilakukan oleh pihak muhammadiyah dengan pihak harga,lebel. ,keuntungan dan lain-lain. Oleh sebab itu, penelitian ini akan difokuskan pada Strategi Perencanaan Pengembangan pendistribusian Produk UMKM berupa Air Mineral Kemasan ditingkat Wilayah Ranting dan Cabang Muhammadiyah yang ada di seputan Lombok. Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian Pembahasan Mengungkap beberapa strategi yang perlu dilakukan oleh Pihak Kampus Muhammadiyah dalam mengembangkan produk usaha mikro kecil dan menengah dalam brand UMMAT sehingga bisa menjadi air yang siap di hidangkan dalam bentuk kemasan melalui penguatan perencanaan, antara lain: Strategi penguatan sinergitas peraturan. Strategi ini muncul karena fakta empiris menunjukan, belum efektifnya sinergitas pemerintah terkait dalam hal izin produksi,halal produk dan Nomer izin berusaha. Hal ini tercermin dari adanya perbedaan persepsi diantara pemangku kepentingan, baik di birokrasi daerah maupun internal dalam menterjemahkan peraturan yang terkait dengan fasilitasi berbagai kebutuhan usaha kecil, seperti akses modal, peralatan, rencana pengembangan, penggunaan teknologi dan pemasaran. Senada dengan hal tersebut, temuan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Hamid & Susilo . menyatakan lemahnya daya saing UMKM disebabkan oleh beberapa masalah yang dihadapi, anatara lain. Pemasaran, . Modal dan Pendanaan, . Inovasi dan Pemanfaatan Teknologi Informasi, . Pemakaian Bahan Baku, . Peralatan Produksi, . Penyerapan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja, . Rencana Pengembangan Usaha, dan . Kesiapan Menghadapi Tantangan Lingkungan Eksternal. Strategi identifikasi sumber daya internal dan eksternal. Lemahnya pemetaan sumber daya baik, internal maupun eksternal dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menengah, secara UMKM mengembangkan usahanya. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya strategi yang mampu mengungkap identifikasi sumber daya Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian internal dan eksternal. Hasil penelitian, mengungkap identifikasi sumber daya internal antara lain menyangkut. kekuatan dan kelemahan yang dihadapi Oleh amal usaha muhammadiyah skala mikro, kecil dan menengah dalam mengembangkan usahanya. Faktor kekuatan, antara lain meliputi: . Legalitas produk dan ijin produk diakui oleh masyarakat umum, . Harga produk yang masih mampu bersaing dengan produk sejenis, . Bahan baku yang relative mudah didapat. Sedangkan dari sisi kelemahan, antara lain meliputi: . Terbatasnya modal yang dimiliki oleh pelaku amal usaha muhammadiyah dalam hal membuat alur produksi,. Kurangnya pemahaman dari pelaku UMKM tentang manajemen usaha, strategi, system dan proses pemasaran bagi hasil produksinya. Lemahnya jaringan pemasaran dan teknologi informasi penunjang pengembangan bagi UMKM, dan . Terbatasnya sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan Kemudian identifikasi faktor eksternal, terkait dengan peluang dan ancaman. Faktor peluang terdiri dari . Kecenderungan konsumsi masyarakat yang cukup besar terhadap hasil produk local, . Rendahnya tingkat gangguan keamanan pada amal usaha UMKM muhammadiyah, . adanya dukungan pemerintah terhadap peningkatan potensi UMKM, dan . Ketersediaan infrastruktur. Sedangkan identifikasi factor ancaman . Kondisi perekonomian secara umum dirasakan berat dan mempengaruhi biaya-biaya yang timbul dikarenakan belum memahami alur penditribusiannya, . Tingkat inflasi yang cenderung berfluktuasi, . Masih kurangnya perlindungan usaha, baik dari monopoli maupun dari ekspansi eksternal dari Strategi pemenangan persaingan pasar global. Strategi ini dilakukan agar pelaku usaha mikro kecil dan menengah dapat memenangkan persaingan di pasar global. Dalam konteks ini pihak kampus muhammadiyah telah mendesain suatu strategi Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian perencanaan yang komprehensif terkait dengan pengembangan produk yang akan dihasilkan oleh sector amal usaha skala kecil dan menengah. Sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan, maka pengembangan produk yang dilakukan yakni dengan memperluas akses penjualan produk air kemasan, baik melalui model offline maupun online. Fakta empiris menunjukan bahwa pengembangan produk secara offline diterjemahkan oleh Pihak Kampus Muhammadiyah melalui fasilitasi tempat yang ramai, dengan harapan agar kegiatan amal usaha bisa lebih banyak dikunjungi oleh masyarakat /pembeli. Banyaknya pengunjung yang datang diharapkan dapat memberikan implikasi terhadap penjualan produk, khususnya produkunggulan yaitu air kemasan merk UMMAT yang dipasarkan oleh UMKM . Sedangkan pengembangan produk secara online, diarahkan pada model pembinaan UMKM, misalnya dalam bentuk pengemasan produk yang baik dan benar, sehingga menarik daya minat di marketplace. Dalam konteks ini pihak kampus muhammadiyah mataram melakukan fasilitasi terhadap para pelaku UMKM dengan pelayanan dan pengantaran tepat waktu yang diwujudkan melalui alat transfortasi yang tersedia oleh divisi perlengkapan melalui persetujuan pimpinan. Adapun marketplace atau tempat berjualan segala jenis produk ada di ruko dan diberi nama AuUD. Surya UMMATAy Melalui Ruko UD. Surya UMMAT ini, para pelanggan diharapkan dapat memasarkan produknya ke segala penjuru bahkan ke mancanegara dibantu oleh UPT. Bisnis dalam Strategi penguatan izin usaha. Strategi ini dilakukan untuk memberikan pembinaan terhadap pelaku usaha agar mereka melakukan sertifikasi usaha atau izin usaha terhadap para pelaku usaha kecil memengah. Secara empirik masalah perizinan Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian merupakan salah satu kendala yang dihadapi oleh sector usaha Dalam langkah-langkah mengatasi kendala yang dihadapi oleh amal usaha UMKM Salah satu upaya yang telah dilakukan, antara lain memberikan pembinaan dan fasilitasi serta pendampingan terhadap UMKM muhammdiyah yang ada di Lombok dalam menyelesaikan masalah perizinan. Masalah perizinan ini dinilai cukup penting, karena disamping memberikan kepastian kepada pelaku Usaha, juga menjadi salah satu sumber pendapatan bagi Selain itu, pelaku usaha juga diharuskan memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Paja. , yang nantinya menjadi salah satu syarat untuk membayar pajak dari hasil penjualan produknya. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh gambaran bahwa dari 48091 UMKM yang ada di pulau Lombok, baru 533 UKM yang dinilai unggul dan sudah memenuhi persyaratan. Hal ini juga dinilai sangat penting, karena menyangkut identitas produk UKM yang dijual sebagai hak cipta atau mereknya. Pembinaan dan fasilitasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM tersebut, secara teknis dibantu oleh pemerintah setempat. terutama dalam hal pendataan serta mengarahkan pelaku UKM untuk melakukan izin usaha. Strategi pengembangan pendistribusian air kemasan merk Strategi ini dilakukan untuk mengembangkan skill . para pelaku amal usaha untuk lebih memperkenalkan produk unggulanya di harapkan pengelolah seperti UPT. Bisnis diminta intens dalam memasarkan produknya ke bebrapa wilayah yang ada di wilayah, cabang dan ranting muhammadiyah tanpa Pergerakan amal usaha muhammadiyah yang ada di pulau Lombok termasuk yang disebut PDM yaitu PWM. PCM, antara lain di ranting Kabupaten Lombok Utara. Ranting Lombok Barat. Ranting Lombok Timur. Ranting Lombok Tengah dan kota Mataram pengembangan skill terhadap tiap ranting tetap kita bina Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian di dalam bersenergi untuk amal usaha Muhammadiyah. Tujuan dari pengembangan pendistribusian produk ke masing-masing ranting untuk membuka Rieseller dan diberikan pengarahan Muhammadiyah sehingga produk air minum yang di produksi muhammadiyah dapat bersaing dengan produk yang sama dalam brand yang berbeda melalui pendekatan emosional pada masingmasing ranting di bawah Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) agar dapat berdaya saing baik lokal, regional, hingga gointernasional. Salah satunya seperti pelatihan dan pembinaan berupa pemasaran offline maupun di marketplace. Dan jika sudah dilakukan pelatihan dan pembinaan, kemudian ada peningkatan skill pelaku Usaha yang berwadah pada UKM muhammadiyah baik secara umum dan secara substansif, substansif itu dari sisi bagaimana caranya memproses produk air kemasan brand UMMAT agar menarik minat pembeli, ini berlaku bagi UKM yang menjual produk berupa pakaian, makanan, pertanian seperti apa pakaian yang baik dan makanan yang cocok untuk dijual ke pasaran, dan kualitas seperti apa hasil pertanian yang baik dari olahan kampus Muhammadiyah Mataram. Strategi penguatan produk inovasi amal usaha muhammadiyah. Pengembangan produk amal usaha mikro kecil dan menengah, dirancang oleh Pihak Kampus muhammadiyah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan pelaku Usaha di Wilayah. Cabang dan ranting muhammadiyah khususnya. Oleh karena itu, salah satu perencanaan strategi yang dilakukan dalam upaya penguatan produk unggulan kampus Muhammadiyah ini, melonchingkan produknya terhadap produk unggulan yang dihasilkan oleh amal usaha itu sendiri. Inovasi yang dilakukan terhadap produk unggulan tersebut, dirancang mulai dari perencanaan produk, proses pembuatan produk, inovasi teknologi yang digunakan, hingga pemasaran produk. Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian Strategi pengembangan kemitraan. Hasil penelitian menunjukan bahwa keberadaan amal Usaha muhammadiyah yang ada di Lombok telah memiliki banyak mitra usaha Mikro Kecil dan Menengah secara empiric tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Oleh sebab itu, andil koperasi UMMAt. Kantin-kantin. Para karyawan dan Dosen yang ada di muhammadiyah adalah merupakan pemasar atau public speking yang tepat dalam mengembangkan strategi kemitraan dengan berbagai pihak dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan amal usaha muhammadiyah. Berbagai program kemitraan yang telah dibangun, antara lain dengan pihak perbankan, asosiasi, dan enterpraniur yang ada di Lombok. Metode Penelitian Sesuai judul penelitian yang mengungkap Strategi perencanaan pengembangan pendistribusian Produk UMKM berupa Air Mineral Kemasan ditingkat Wilayah Ranting dan Cabang Muhammadiyah Lombok, maka pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan Metode Deskriptif. Penggunaan didasarkan pada pertimbangan bahwa metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi/gejala, sistem, peristiwa saat ini berdasarkan data dan informasi yang tersedia (Satibi, 2. Sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan dengan dept interview, observasi dan dokumentasi, kemudian analisis data dilakukan dengan menggunakan model triangulasi dari Miles dan Huberman. Secara yuridis strategi perencanaan terhadap pengembangan produk usaha mikro kecil dan menengah oleh pihak muhammadiyah yang ada di Lombok didasarkan pada oleh Undang-undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sejalan dengan konteks tersebut, pihak kampus muhammadiyah mataram berupaya untuk mendorong keberlangsungan kegiatan para Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian pelaku usaha mikro kecil dan menengah dalam hal produksi air kemasan yang di beri merk UMMAT, agar mereka tetap mampu meningkatkan kualitas dan amal usaha muhammadiyah bisa berkembang lebih merakyat dalam segala sektor usaha yang di gerakkan oleh unit-unit yang ada di Universitas Muhammadiyah Mataram Lombok. Dengan demikian, diharapkan dapat terbangun sebuah ekosistem yang tangguh di lingkungan amal Usaha Muhammadiyah, yang kemudian dapat memberikan dampak positip terhadap kesejahtraan pelaku UMKM dan masyarakat Umum dan Khususnya amal usaha Muhammadiyah yang ada di wilayah Lombok. Fakta empiris menunjukan bahwa keberadaan amal usaha muhamamdiyah skala mikro kecil dan menengah di pulau Lombok tidak bisa berdiri sendiri. Artinya, kegiatan yang dilakukan oleh mereka membutuhkan adanya sinergitas dengan pelaku yang lain . , baik dengan pengusaha, sektor perbankan maupun sektor lainnya. Hal ini sangat penting untuk dilakukan, agar terjalin adanya suatu kerjasama yang baik diantara semua pemangku Muhammadiyah dalam waktu mendatang bisa lebih bervariasi lagi. Oleh sebab itulah kemudian Pihak pemangku kebijakan yang ada di perencanaan yang tepat, agar sinergitas para pemangku kepentingan dalam pengembangan produk air kemasan merk UMMAT dapat di katagorikan dalam UMKM dapat terwujud dengan baik sehingga dapat menyentuh pasar secara global. Namun semua itu tidak akan terwujud jika hanya UPT. Bisnis dan TIM yang melakukan pendistribusian tersebut tanpa dibantu andil oleh civitas akademika muhammadiyah yang ada di wilayah Cabang maupun ranting. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan pendistribusian produk air mineral kemasan merk Nur Aini,Reni Anggriani. Salmin/ Strategi Prencanaan Pengembangan Pendistribusian UMMAT ini bisa menjdi UMKM yang cemerlang lebih ke depannya. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya strategi yang tepat untuk lebih produk, khususnya produk unggulan berupa air kemasan merk ummat ini yang dikembangkan oleh pelaku usaha kecil dan UPT. Bisnis Universitas muhammadiyah Mataram. Ada beberapa gagasan atau pemikiran yang mungkin bisa menjadi rekomendasi sekaligus solusi dalam mengembangkan produk unggulan yang dihasilkan oleh sector usaha kecil dan menengah, antara lain. lebih mengoptimalkan fasilitasi dan pembinaan terhadap UMKM muhammadiyah dan umkm lainnya, lebih mengoptimalkan model inovasi produk unggulan, meningkatkan daya saing UMKM melalui penguatan akses pemasaran yang berbasis pasar global, dan membuka ruang yang lebih luas kepada pelaku UMKM untuk mendapatkan akses pendanaan yang lebih besar. DAFTAR PUSTAKA