e-ISSN 2747-2612 Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics Vol. 6 No. 2, 2025, 342-360 Pengaruh Laba Bersih. Arus Kas Operasional Dan Net Profit Margin Terhadap Return Saham Syariah Pada Perusahaan Otomotif Yang Terdaftar Dalam Issi Fitriyani1. Novi Mubyarto2 1,2 Akuntansi Syariah. Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi E-mail : fitrifitriyani85320@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin terhadap return saham pada perusahaan otomotif yang terdaftar dalam Indeks Saham Syariah Indonesia tahun 2019-2023. Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor otomotif yang terdaftar dalam indeks saham Syariah Indonesia tahun Dengan menggunakan teknik purposive sampling, 60 data terpilih sebagai sampel Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi laporan tahunan perusahaan sektor otomotif. Alat analisis data menggunakan eviews 12. Sedangkan metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laba bersih tidak berpengaruh terhadap return saham. Arus kas operasional tidak berpengaruh terhadap return saham. Net profit margin berpengaruh terhadap return Sedangkan secara simultan laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin berpengaruh signifikan terhadap return saham. Hasil dari nilai koefisien determinasi adjusted r-squared adalah sebesar 0. 181695, hal ini menunjukan bahwa kontribusi seluruh variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 18. Kata kunci : Laba Bersih. Arus Kas Operasional. Net Profit Margin. Return Saham Pendahuluan Berinvestasi di pasar modal telah menjadi salah satu pilihan paling populer bagi individu dan institusi untuk memaksimalkan keuntungan mereka. Salah satu instrumen investasi yang umum digunakan adalah saham, yaitu jenis obligasi yang mewakili mayoritas suatu perusahaan. Dua bentuk keuntungan utama bagi investor adalah dividen dan keuntungan modal . apital gai. dari saham. Return saham, yaitu perubahan hasil investasi ekuitas selama periode waktu tertentu, merupakan indikator utama kinerja investasi ekuitas. Berbagai faktor dapat mempengaruhi laba atas investasi, termasuk kondisi makro ekonomi, operasi bisnis, kinerja pasar saham, inflasi, kebijakan pemerintah, dan sentimen pasar. Faktor-faktor ini berpotensi mempengaruhi permintaan investor dan harga saham, yang pada akhirnya mempengaruhi harga dan return saham (Tandelilin. ,2. Saat ini, investasi di pasar keuangan syariah semakin mendapat perhatian dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk investor individu dan institusi. Sebab, tidak hanya menawarkan potensi imbal hasil yang menarik, namun juga sejalan dengan prinsip Islam. Pasar keuangan Islam, yang berfokus pada riba . , maisir . , dan gharar . ehilangan moda. , menawarkan beragam instrumen investasi, yang paling Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 342 Fitriyani. Novi menonjol adalah obligasi Islam. Saham syariah mengacu pada saham perusahaan yang menyelaraskan operasi dan praktik bisnisnya dengan prinsip syariah. Pengembalian investasi sesuai syariah adalah keuntungan atau keuntungan yang diperoleh dari investasi yang dilakukan pada sekuritas yang mematuhi prinsip-prinsip hukum Islam. Dalam hal berinvestasi, investor memiliki banyak pilihan subsektor untuk Salah satu subsektor tersebut adalah industri otomotif, dimana Indonesia merupakan negara terdepan. Namun pada tahun 2019 dan 2020, harga stok dan komponen otomotif turun akibat permintaan konsumen yang menurun, padahal produksi tetap berjalan tanpa gangguan. Laba disebut juga laba adalah selisih positif antara seluruh pendapatan yang diterima perusahaan dengan total biaya yang dikeluarkan selama periode tertentu (Subramanyam. , 2. Laba adalah indikator utama keberhasilan bisnis dan dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta kemampuan organisasi untuk menghasilkan keuntungan (Harahap. ,2. Dengan menggunakan informasi laba dari laporan keuangan, seseorang juga dapat menilai produktivitas kinerja perusahaan dan memperkirakan potensi penghasilan mereka untuk menentukan keadaan laba di masa depan. Dengan menggunakan informasi laba dari laporan keuangan, seseorang juga dapat menilai produktivitas kinerja perusahaan dan memperkirakan potensi penghasilan mereka untuk menentukan keadaan laba di masa depan. Konsep laba mempunyai pengertian sendiri, berdasarkan kerangka dasar penyusunan dan penilaian laporan keuangan definisi laba-penghasilan . adalah kenaikan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aset atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan peningkatan ekuitas yang tidak berasalah kontribusi penanam modal (Ikatan Akuntan Indonesia, 2. PSAK No 2 paragraf 12 menyatakan bahwa jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menetukan yang menentukan apakah dari operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan luar. Kemampuan suatu perusahaan dalam mencapai tujuannya, yaitu bergantung pada seberapa baik manajernya dapat memaksimalkan pendapatan harian yang dimiliki perusahaan dengan cara yang efisien. Hal ini dijelaskan oleh pernyataan bahwa kemampuan suatu bisnis dalam mengumpulkan laba secara efisien merupakan indikator utama keberhasilannya (Brealey. Myers. , & Allen. ,2. Dengan kata lain, manajer perusahaan tertentu dapat menciptakan pendapatan dan penjualan yang berarti dan, dalam jangka waktu yang sama, dapat meminimalkan biaya. Mengingat bahwa laba adalah jumlah perbedaan antara pendapatan dan pengeluaran, efisiensi laba dapat dilihat dengan membandingkan pengeluarannya dengan pembayaran. Istilah NPM . argin laba bersi. mengacu pada rasio ini, di mana NPM menunjukkan kemampuan manajer untuk meminimalkan biaya sambil mempertahankan kualitas. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 343 Fitriyani. Novi Table 1. Data Perusahaan Otomotif Dengan Rata Rata Return Geometri Nama Perusahaan Tahun PT. Astra Otoparts Tbk PT. Garuda Metalindo Tbk PT. Indo kordosa Tbk PT. Gajah Tunggal Tbk PT. Indospring Tbk PT. Multi Prima Sejahtera Tbk PT. Multistrada Ara Sarana Tbk PT. Mitra Pinasthika Mustika Tbk PT. Astra Internasional Tbk PT. Good Year Indonesia Tbk PT. United Tractor Tbk PT. Selamat Sempurna Tbk Return Laba Bersih Arus Kas Operasional Net Profit Margin -5% -17% -18% -7% 000 12% -6% 000 10% -1% Berdasarkan tabel 1. 1 rata rata return geometri suatu perusahaan yang baik dalam jangka waktu 5 tahun dari pasar saham AS S&P 500 berkisar 7-10% setelah disesuaikan dengan inflasi (Cory Mitchell,https://tradethatswing. Artinya perusahaan yang memiliki nilai rata rata return dibawah standar memiliki return kurang baik. Dari data yang diolah pada tahun 2024 terdapat 7 dari 12 perusahaan sub sektor otomotif yang terdaftar di ISSI yang memiliki rata rata return saham dibawah rata rata. perusahaan tersebut yakni PT. Garuda Metalindo Tbk. PT. Indo kordosa Tbk. PT. Indospring Tbk. PT. Multi Prima Sejahtera Tbk. PT. Mitra Pinasthika Mustika Tbk. PT. Astra Internasional Tbk, dan PT. Good Year Indonesia Tbk. Dari table diatas juga menujukan terdapat 4 perusahaan yang memiliki return saham yang baik tetapi NPM dibawah rata rata yaitu, pada PT. Astra Otoparts Tbk dengan rata rata NPM yang dihasilkan perusahaan selama periode 2019-2023 yakni sebesar 6% jika dibandingkan dengan rata rata industri yang baik menurut kasmir sebesar 20 % (Dr. Kasmir. ,2. maka rasio yang dihasilkan masih berada dibawah rata rata industri sehingga NPM dinilai kurang baik. Namun return saham rata rata selama periode 2019-2023 berada pada return yang baik yaitu 10%. Pada PT. Gajah Tunggal Tbk , rata- rata NPM yang dihasilkan Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 344 Fitriyani. Novi perusahaan selama periode 2019-2023 yakni sebesar 2%, namun return saham rata rata selama periode 2019-2023 berada pada return yang baik yaitu 10%. Pada PT. Multistrada Ara Sarana Tbk , rata- rata NPM yang dihasilkan perusahaan selama periode 2019-2023 yakni sebesar 10%, namun return saham rata rata selama periode 2019-2023 berada pada return yang baik yaitu 140%. Pada PT. United Tractor Tbk, rata- rata NPM yang dihasilkan perusahaan selama periode 2019-2023 yakni sebesar 10%, namun return saham rata rata selama periode 2019-2023 berada pada return yang baik yaitu 96%. Penelitian yang dilakukan oleh Linda A. Razak, dan Rahmi Syafitri . mengungkapkan bahwa, secara keseluruhan, selama periode 2013-2016, laba akuntansi tidak memiliki dampak yang signifikan pada pengembalian investasi, dan total aset tidak memiliki Dampak signifikan pada pengembalian investasi. Net Profit Margin (NPM), memiliki korelasi negatif yang signifikan secara statistik dengan return saham. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Tina Novianti Sitanggang. Hendrico Sipatura, dan Tina Hastrina Wau . menunjukkan bahwa, dengan cara yang parsial. Laba Akuntansi Berdampak Positif signifikan Terhadap Return Saham, sementara total arus kas, net profit margin, dan laverage mempunyai dampak ataupun Pengaruh Terhadap Return Saham. Namun, secara bersamaan, total aset, margin laba bersih, leverage, dan total arus kas tidak berdampak pada pengembalian saham. Untuk variabel dependen yang sedang diperiksa, yang mencakup pengembalian investasi, laba akuntansi, margin laba bersih, dan laverage, itu dipengaruhi oleh variabel lain yang juga dipengaruhi oleh return saham di luar studi. Penelitian yang dilakukan oleh Eka Tridesnal L. Henry Tamboto, dan Cecilia L. Kewo . menunjukkan bahwa dampak operasi Arus tidak signifikan atau merugikan terhadap return saham subsektor manufaktur makanan dan minuman di bursa Indonesia. Potensi investor jarang menggunakan informasi tentang margin operasi karena adanya korelasi antara margin operasi dan laba akuntansi. Meskipun terdapat korelasi positif, namun secara statistik tidak signifikan terhadap return saham sektor manufaktur industri makanan dan minuman di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan temuan penelitian yang dipublikasikan sebelumnya, jelas bahwa masih ada penelitian yang harus dilakukan mengenai informasi yang terkandung dalam laba bersih, arus kas operasional, dan net profit margin sehubungan dengan return saham. Namun, studi saat ini hanya sebagian menangani temuan penelitian yang tidak konsisten, menunjukkan kebutuhan untuk penelitian lebih lanjut tentang laba bersih, arus kas operasional, dan margin keuntungan bersih pada return saham. Dengan demikian, untuk memahami apakah laba bersih, arus kas operasional dan margin keuntungan bersih memiliki dampak pada return saham dan karenanya merupakan topik penting untuk diselidiki lebih lanjut. Dan dalam penelitian ini, variabel laba bersih, arus kas operasi dan NPM untuk mengurangi ketidakpastian tentang return saham. Berdasarkan garis besar yang telah diuraikan di atas, penulis berkeinginan untuk mulai menyusun judul tentang Au Pengaruh Laba Bersih. Arus Kas operasional , dan NPM Terhadap Return Saham Syariah Pada Perusahaan Otomotif Dalam ISSI. Ay Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 345 Fitriyani. Novi Metode Penelitian Metode penelitian merupakan metodologi penelitian yang berfungsi sebagai pedoman dalam melakukan penelitian. Tujuannya adalah untuk memberikan pedoman yang jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitian. Berdasarkan karya Roger Bougie dan Uma Sekaran Penelitian ini bersifat kuantitatif dan dikenal juga dengan investigasi Dalam studi kausal, peneliti bertujuan untuk mengkarakterisasi satu atau lebih faktor yang berkontribusi terhadap suatu masalah. Tujuan dari desain kausal adalah untuk menjalin hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya, atau bagaimana suatu variabel mempengaruhi variabel lainnya. Studi ini menilai hubungan antara laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis panel data regresi. Analisis regresi data panel merupakan hubungan antara data runtut waktu . ata runtu. dan data cross section. Data runtut waktu . ime serie. adalah data yang didasarkan pada satu atau lebih variabel yang akan diamati pada suatu satuan pengamatan dalam kurun waktu tertentu. Sedangkan data cross section terdiri dari data observasi dari beberapa observasi dalam satu titik. Metode analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan program bernama eviews 12 yang digunakan untuk menganalisis data statistik. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Analisis Statistik Deskriptif Berdasarkan hasil analisis deskripsi statistik, maka table berikut akan menyajikan karakteristik sampel yang di gunakan dalam penelitian yang meliputi: jumblah sampel (N), rata-rata sampel . , nilai maksimum, minimum serta standar devaiasi untuk masing-masing variabel. Hasil analisis deskripsi dapat di lihat pada Table 2. Analisis statistik deskriptif Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis 11E 12 48E 11 45E 13 91E 11 75E 12 06E 12 10E 11 83E 13 11E 11 09E 13 Jarque-Bera Probability Sum Sum Sq. Dev. 46E 14 61E 27 04E 14 03E 27 Observations Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 346 Fitriyani. Novi Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif yang telah disajikan pada tabel 2 di atas, maka dapat diketahui gambaran dari masing-masing deskriptif dalam penelitian ini sebagai berikut: Return (Y). Berdasarkan pada tabel 4. 1 diatas, diketahui nilai dari return saham (Y) yaitu nilai minimum sebesar -0,724620, nilai maximum sebesar 4,904523 mean . ata-rat. sebesar 0,169323 dan std. tandar devisias. sebesar 0,889751 Laba bersih (X. Berdasarkan pada tabel 4. 1 diatas, diketahui nilai dari laba bersih (X. yaitu nilai minimum sebesar -1. 91E 11, nilai maximum sebesar 4,45E 13, mean . ata-rat. sebesar 4,41E 12 dan std. tandar devisias. sebesar 9,75E 12. Arus kas operasional (X. Berdasarkan pada tabel 4. 1 diatas, diketahui nilai dari arus kas operasi (X. yaitu nilai minimum sebesar - 4 , 1 1 E 1 1 , nilai maximum 83E 13, mean . ata-rat. sebesar 5,06E 112 dan std. tandar devisias. sebesar 1,09E 13. Net profit magin (X. Berdasarkan pada tabel 4. 1 diatas, diketahui nilai dari net profit margin (X. yaitu nilai minimum sebesar -0. 0727550, nilai maximum sebesar 338610, mean . ata-rat. 080312 dan std. tandar devisias. Pemilihan Penggunaan Model Estimasi Data Panel Uji Chow Uji Chow adalah pengujian untuk menentukan antara model Common Effect atau Fixed Effect yang lebih tepat digunakan dalam mengestimasi data panel (Iqbal M, 2. Berikut hipotesis dari uji Chow dalam penelitian ini : Apabila probability Chi-square < 0,05 maka yang dipilih adalah Fixed Effect. Apabila probability Chi-square > 0,05 maka yang dipilih adalah Common Effect. Apabila dari hasil uji tersebut ditentukan model yang Common Effect digunakan, maka tidak perlu melakukan Uji Hausman. Namun apabila dari hasil Uji Chow menentukan model Fixed Effect yang digunakan, maka perlu melakukan uji lanjutan yaitu Uji Hausman untuk menentukan model Fixed Effect atau Random Effect yang digunakan. Hasil uji spesifikasi model adalah sebagai berikut: Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 347 Fitriyani. Novi Tabel 3. Hasil Uji Chow Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled Test cross-section fixed effects Effects Test Statistic Cross-section F Cross-section Chi-square Prob. Cross-section fixed effects test equation: Dependent Variable: Y Method: Panel Least Squares Date: 07/26/24 Time: 01:02 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 12 Total panel . observations: 60 Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 90E-15 17E-14 01E-14 69E-14 R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat Berdasarkan Hasil Uji Chow pada tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa probabilitas Chi-square adalah 0. 6944 > 0,05 maka dapat disimpulkan Ho diterima dan model common Effect lebih baik dibandingkan dengan model fixed Effect. Karena pada Uji Chow model yang terpilih adalah common Effect. Uji Lagrange Multiplier Uji lagrange multiplier adalah pengujian yang digunakan untuk memilih pendekatan terbaik antara model pendekatan Common Effect Model (CEM) dengan Random Effect Model (REM) dalam mengitesmasi data panel. Random Effect Model dikembangkan oleh Breusch pagan yang digunakan untuk menguji signifikansi yang didasarkan pada nilai residual dari metode OLS. Dasar kriteria sebagai berikut : Apabila nilai cross section Breusch pagan > 0,05 maka H0 ditolak, artinya model yang terpilih adalah Common Effect Model Apabila nilai cross section Breusch pagan < 0,05 maka H0 ditolak, artinya model yang terpilih adalah Random Effect Model Gambar 4. Hasil Uji Lagrange Multiplier Lagrange Multiplier T ests for Random Effects Null hypotheses: No effects Alternative hypotheses: T wo-sided (Breusch-Paga. and one-sided . ll other. alternatives Cross-section T est Hypothesis T ime Both Breusch-Pagan . Honda . King-Wu . Standardized Honda . Standardized King-Wu . Gourieroux, et al. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 348 Fitriyani. Novi Berdasarkan hasil pada gambar 4 dari uji lagrange multiplier, common effect model vs random effect model diatas, diperoleh cross section Breusch-pangan > 0. 05 yaitu 2585 > 0. 05 maka Common effect model (CEM) lebih tepat digunakan. Uji Asumsi Klasik Sebelum melakukan pengujian hipotesis maka terlebih dahulu melakukan uji klasik yang bertujuan untuk memastikan bahwa hasil penelitian adalah valid, dengan data digunakan secara teori adalah tidak bias, konsisten dan penaksiran koefisien regresinya efisien (Ghozali. ,2. Terdapat beberapa jenis pengujian pada uji asumsi klasik, yaitu: Uji Normalitas. Hasil uji normalitas pada penelitian ini dapat dilihat pada table 5 sebagai berikut : Table 5. Hasil Uji Normalitas Series: Standardized Residuals Sample 2019 2023 Observations 60 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Berdasarkan hasil pengujian diatas memberikan hasil Jarque-Bera (JB) sebesar 4,309440 dan nilai probabilitas sebesar 0,115936 Hasil tersebut lebih dari nilai probabilitas 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Uji Multikoliniearitas Multikolinearitas adalah hubungan antara variabel prediktor atau independent terhadap variable predictor yang lain. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Jika variabel independen saling berkolarasi, maka variabel-variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel independen yang nilai korelasi antara sesama variabel independen sama dengan nol (Ghozali. ,2. Uji multikolinearitas dilakukan dengan cara melihat nilai variance inflation factor (VIF). Apabila nilai VIF kurang dari 10 atau nilai tolerance >0,10 maka model regresi berganda tidak terjadi multikolinearitas (Ghozali. ,2. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 349 Fitriyani. Novi Table 6. Hasil Uji Multikolinearitas Variance Inflation Factors Date: 07/26/24 Time: 01:22 Sample: 1 60 Included observations: 60 Variable Coefficient Variance Uncentered VIF Centered VIF 05E-28 23E-28 Dari hasil table 6, dapat diketahui bahwa semua variabel bebas mempunyai nilai VIF kurang dari 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam model penelitian ini. Uji Heteroskedastisits Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali. ,2. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Kebanyakan data crossection mengandung situasi heteroskedastisitas karena data ini menghimpun data yang mewakili berbagai ukuran . ecil, sedang, dan besa. Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas adalah dengan Uji Glejser. Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah sebuah model regresi memiliki indikasi heterokedastisitas dengan cara meregres absolut residual. Heterokedastisitas terjadi apabila hasil regresi nilai absolut residual terhadap variabel memiliki nilai signifikansi <0,05 (Ghozali. ,2. Uji heteroskedastisitas dapat ditunjukan pada table 7 berikut : Table 7. Uji Heteroskedatisitas Gejser Panel Cross-section Heteroskedasticity LR Test Equation: UNTITLED Specification: Y C X1 X2 X3 Null hypothesis: Residuals are homoskedastic Likelihood ratio Value Value Probability LR test summary: Restricted LogL Unrestricted LogL Unrestricted Test Equation: Variable: Bertuah : JournalDependent of Shariah and Islamic Economics Method: Panel EGLS (Cross-section weight. Date: 08/15/24 Time: 06:09 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 12 Total panel . observations: 60 | 350 Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags Fitriyani. Novi F-statistic Obs*R-squared Prob. Prob. Chi-Square. Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas glejser pada tabel 7 di atas, dapat Equation: diketahui Test nilai probability variabel independen dalam penelitian < 0,05 Dependent Variable: RESID sehingga dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas. Method: Least Squares Date: 07/26/24 Time: 01:27 Sample: 1 60 Uji Autokorelasi Included observations: 60 UjiPresample Autokorelasi untuk mengetahui ada tidaknya missingUji lagged residuals set to zero. korelasi sisa antara periode t dan periode t-1 . pada model regresi garis Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. (Ghozali. I, 2. Salah satu uji yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya 011953 atau autokorelasi adalahCuji Breusch-Godfrey Lagrange Multiplie. 50E-15 98E-14 apabila dw stat >X2 A 2 Dapat-4. 29E-15 68E-14 bebas autokorelasi. Uji Autokorelasi menunjukkan hasilX3sebagai berikut: RESID(-. Table 8. Uji Autokorelasi RESID(-. R-squared Adjusted R-squared of regression Sum squared resid Log likelihood F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Akaike info criterion Schwarz criterion Hannan-Quinn criter. Durbin-Watson stat 15E-16 Dari table diatas dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi karena Dw Star > A 2 yaitu 1,998971. Analisis Regresi Data Panel Analisis regresi linier data panel pada penelitian ini menggunakan metode common effect. Pemilihan metode common effect sebagai metode analisis data panel pada penelitian ini sebelumnya diuji melalui uji chow, uji Hausman. Uji Lagrange Multiplier terlebih dahulu, sehingga akhirnya metode common effect yang paling tepat untuk menguji data panel pada penelitian ini. Berdasarkan uji asumsi klasik mengalami heteroskedatisitas maka hasil estimasi dilakukan pembobotan dengan metode period sur. Hasil estimasi model regresi data panel sebagai berikut: Gambar 9. Hasil Uji Regresi Data Panel Metode Common Effect Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Period SUR) Date: 07/26/24 T ime: 00:56 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 12 T otal panel . observations: 60 Linear estimation after one-step weighting matrix Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 84E-15 05E-14 85E-15 56E-15 Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid Mean dependent var Durbin-Watson stat Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 351 Fitriyani. Novi Berdasarkan hasil pengolahan regresi data panel dengan menggunakan model common effect pada tabel 9 diatas, maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut: Y= - 0,101248 8,84E-15X1it -1,58E-14X2it 2. 292422X3it Keterangan: Yit = return (Y) = Konstanta 1, 2, 3 = Koefisien Regresi Variabel Independen X1it = Laba Bersih (X. X2it X3it Eit = Arus Kas Operasional (X. = Net Profit Margin (X. = Error Konstanta sebesar = -0,101248 artinya jika laba bersih arus kas operasional dan Net profit margin nilainya adalah 0, maka besarnya return nilainya sebesar -0,101248. Koefisien regresi variabel laba bersih (X. sebesar 8,84E-15 artinya setiap peningkatan laba bersih (X. sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan return (Y) sebesar 8,84E-15 satuan, dengan asumsi variabel independen lain nilainya tetap. Koefisien regresi variabel arus kas operasional (X. sebesar -1,58E-14 artinya setiap peningkatan arus kas operasional (X. sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan return (Y) sebesar -1,58E-14 satuan, dengan asumsi variabel independen lain nilainya Koefisien regresi variabel net profit margin (X. 292422 artinya setiap peningkatan arus kas operasional (X. sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan return (Y) sebesar 2. 292422 satuan, dengan asumsi variabel independen lain nilainya Pengujian Hipotesis Uji Secara Parsial (Uji . Uji parsial . digunakan mengetahui apakah variabel-variabel independen laba bersih, arus kas, dan net profit margin secara persial berpengaruh signifikan atau tidak terhadap variabel dependen return saham. Pengujian ini dilakukan dengan ketentuan: Bila thitung > ttabel dengan nilai signifikan < 0,05 maka hipotesis diterima. Bila thitung < ttabel dengan nilai signifikan > 0,05 maka hipotesis ditolak. Rumus. Pengambilan t tabel dengan nilai signifikan 5% adalah sebagai berikut: T tabel = n Ae k Ae 1 : alpha/2 = 60 Ae 3 Ae 1 : 0,05/2 = 66 : 0,025 = 2. Keterangan : Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 352 Fitriyani. Novi n : jumlah k : jumlah variabel bebas 1 : konstan Adapun hasil uji parsial . dalam penelitian ini dapat diliat pada tabel dibawah ini, sebagai berikut : Gambar 10. Hasil Uji Parsial (Uji . Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Period SUR) Date: 07/26/24 Time: 00:56 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 12 Total panel . observations: 60 Linear estimation after one-step weighting matrix Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob. 84E-15 05E-14 85E-15 56E-15 Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid Mean dependent var Durbin-Watson stat Berdasarkan pada tabel 10 diatas, dapat dilihat hasil uji parsial . dalam penelitian ini yang akan dijelaskan sebagai berikut: Pengujian Hipotesis Pertama Ho : i = 0 artinya, laba bersih tidak berpengaruh terhadap return. Ha : i O 0 artinya, laba bersih berpengaruh terhadap return. Hasil analisis pada tabel 4. 10, menunjukkan bahwa laba bersih memiliki thitung sebesar 0,997936 < ttabel 2,640 dan nilai probabilitas sebesar 0,3226 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel laba bersih secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Pengujian Hipotesis Kedua Ho : i = 0 artinya, arus kas operasi tidak berpengaruh terhadap return. Ha : i O 0 artinya, arus kas operasi berpengaruh terhadap return. Hasil analisis pada tabel 4. 10, menunjukkan bahwa arus kas operasional memiliki thitung sebesar -1,225773 < ttabel 2,640 dan nilai probabilitas sebesar 0,2254 > 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel arus kas operasional secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap return, sehingga Ho diterima dan Ha ditolak. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 353 Fitriyani. Novi . Pengujian Hipotesis Ketiga Ho : i = 0 artinya, net profit margin tidak berpengaruh terhadap return. Ha : i O 0 artinya, net profit margin berpengaruh terhadap return. Hasil analisis pada tabel10, menunjukkan bahwa net profit margin memiliki thitung sebesar 3,670714 > ttabel 2,640 dan nilai probabilitas sebesar 0,0005 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Variabel net profit margin secara parsial berpengaruh signifikan terhadap return, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima. Setiap 1% kenaikan net profit margin menginterprestasikan nilai coeficien meningkatan return saham sebesar 2,29%. Uji Secara Simultan (Uji F) Uji F digunakan untuk mengevaluasi kinerja masing-masing variabel independen secara konsisten dalam menjelaskan variabel dependen. Pengujian dapat diplomati sebagai kriteria berikut. membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel pada tingkat signifikan sebesar < 0,05 (Ghozali. Imam. ,2. Jika Fhitung > Ftabel dan p-value f-statistik kurang dari 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, hal ini menunjukkan bahwa variabel independen secara independen mempengaruhi variabel dependen dan saling memperkuat. Sebagai variabel independen secara bersama-sama tidak mempengaruhi variabelvariabel dependen, apabila Fhitung < Ftabel dan nilai p-value F-statistik > 0,05. Adapun uji simultan F pada penelitian ini sebagai berikut : Tabel 11. Hasil Uji Simultan (Uji F) F-statistic Prob(F-statisti. Durbin-Watson stat Berdasarkan hasil pada tabel 11 diatas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 366757 dengan probabilitas sebesar 0. 002555 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel return(Y). Uji Koefisien Determinasi Uji koefisien determinasi (R. digunakan untuk menyesuaikan ambang batas model dalam menangani variabel dependen. Koefisien determinasi adalah selisih antara nol dan satu . < R2 < . Nilai R2 yang kecil menunjukkan kemampuan variabelvariabel independen dalam menggambarkan variabel-variabel yang sangat bervariasi karena R2 mempunyai kelemahan terhadap jumlah variabel independen yang dimasukkan ke dalam model. Setiap kali ada satu variabel, maka R2 akan bertambah. Untuk mengetahui apakah variabel tersebut mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat, penelitian ini menggunakan Adjusted R2. Jika nilai Adjusted Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 354 Fitriyani. Novi R2 mendekati satu . , maka kemampuan model dalam menjelaskan variabel dependen juga mendekati satu (Ghozali. Imam. ,2. Tabel 12. Hasil Uji Koefisien Determinasi R-squared Mean dependent var Adjusted R-squared dependent var Berdasarkan hasil tabel 12 di atas, nilai adjusted r-squared sebesar 0. hal ini menunjukan bahwa kontribusi seluruh variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen adalah sebesar 18,16 % sedangkan sisanya sebesar 81,84% . Ae 18,. dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Pada umumnya korfisien determinasi untuk data panel relatif kecil. Menurut baltagi determinasi pada model data panel cenderung lebih rendah karena adanya efek tetap atau acak yang signifikan, yang tidak sepenuhnya dijelaskan oleh variabel dalam model (Badi H. Baltagi 2. Wooldridge juga menekankan bahwa rendahnya R2 dalam model panel tidak selalu menunjukan bahwa model tersebut kurang baik, melainkan lebih terikat dengan kompleksitas struktur data (Jeffrey M. Wooldridge, 2. Hsiao menambahkan bahwa vriasi antar individu dan dimensi waktu yang tidak terjelaskan oleh model sering kali menyebabkan rendahnya koefisien determinasi (Cheng Hsiao, 2. Pembahasan Hasil Penelitian Pengaruh Laba Bersih Terhadap Return Hipotesis pertama yang diajukan pada penelitian ini adalah laba bersih berpengaruh terhadap return . Berdasarkan hasil uji parsial . yakni hasil pengujian parsial antara variabel laba bersih dengan return menunjukan thitung sebesar 0,997936 < 2,640 dan nilai probabilitas sebesar 0,3226 > 0,05. Maka dari penelitian ini hipotesis yang diajukan ditolak. Dan disimpulkan bahwa laba bersih tidak berpengaruh terhadap return. Dengan demikian, pengaruh laba bersih terhadap return saham adalah tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa laba bersih mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham tidak terbukti. Pengaruh Arus Kas Operasi Terhadap Return Hipotesis kedua yang diajukan pada penelitian ini adalah arus kas operasional berpengaruh terhadap return . Berdasarkan hasil uji parsial . yakni hasil pengujian parsial antara variabel arus kas operasional dengan return menunjukan bahwa arus kas operasional memiliki thitung sebesar -1,225773 < ttabel 2,640 dan nilai probabilitas sebesar 0,2254 > 0,05. Dengan demikian, pengaruh arus kas operasional terhadap return saham adalah tidak berpengaruh signifikan secara statistik. Dengan demikian hipotesis kedua yang menyatakan bahwa total arus kas mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham tidak terbukti. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 355 Fitriyani. Novi Pengaruh Net Profit Magin Terhadap Return Hipotesis ketiga yang diajukan pada penelitian ini adalah net profit margin berpengaruh terhadap return. Berdasarkan hasil pengujian, secara keseluruhan diperoleh koefisien regresi net profit margin yang menunjukkan tanda positif. Ini berarti peningkatan pada net profit margin akan mengakibatkan meningkatnya Return Saham. Begitu pula sebaliknya, penurunan dalam Net Profit Margin (NPM) akan mendorong pada menurunnya return saham. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa net profit margin memiliki thitung sebesar 3. 670714 > ttabel 2,640 dan nilai probabilitas sebesar 0,0005 < 0,05 Dengan demikian, pengaruh Net Profit Margin terhadap return saham adalah berpengaruh signifikan secara statistik. Dengan demikian hipotesis ketiga yang menyatakan bahwa Net Profit Margin mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham terbukti benar. Pengaruh Laba Bersih. Arus Kas Operasional dan Net Profit Margin Terhadap Return Hipotesis keempat yang diajukan pada penelitian ini adalah laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin tidak berpengaruh terhadap return. Berdasarkan hasil pada Uji F (Simulta. , diperoleh nilai Fhitung sebesar 5. dengan probabilitas sebesar 0. 002555 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel return. penelitian ini didukung oleh penelitian yg dilakukan oleh Khoirunnisa Cahya Firdani dan Kunaidi . dengan hasil penelitian bahwa arus kas operasional tidak mempengaruhi terhadap return saham, dengan hasil tersebut maka dapat dimaknai bahwa investor mempunyai anggapan total arus kas tidak memiliki kandungan informasi untuk menjadi tolak ukur untuk memprediksi return saham. Arus kas dari aktivitas operasi merupakan cerminan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar, arus kas operasi tidak digunakan oleh pelaku pasar/investor sebagai alat pertimbangan keputusan investasi. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh Tina Novianti Sitanggang. Hendrico Sipatura, dan Tina Hastrina Wau . yang menyatakan total arus kas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap return saham. Sedangkan net profit margin dalam pengujian secara parsial disimpulkan bahwa net profit margin berpengaruh secara parsial terhadap return saham. Penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan Dorifati Gulo & Januardin . yang menyatakan bahwa semakin tinggi rasio net profit margin berarti laba yang dihasilkan perusahaan tersebut juga semakin besar setiap kali sahamnya dijual maka akan menarik minat para investor untuk melakukan transaksi dengan perusahaan yang bersangkutan. Menurut Diana . Net profit margin melaporkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba bersih dari tingkat penjualan tertentu. Rasio ini menginterpretasikan tingkat efisiensi perusahaan, yakni sejauh mana kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya yang ada di perusahaan pada periode tertentu. Hal ini meningkatkan Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 356 Fitriyani. Novi kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut sehingga permintaan akan saham perusahaan tersebut meningkat yang otomatis diikuti dengan naiknya harga saham tersebut. Dari penjelasan diatas maka semakin mendukung penelitian ini bahwa net profit margin adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap return saham dibandingkan dengan variabel lainnya yaitu laba bersih dan arus kas Kesimpulan Pada bagian akhir skripsi ini yang berjudul: Pengaruh laba bersih, arus kas operasional dan NPM terhadap return saham pada perusahaan otomotif yang terdaftar dalam ISSI periode 2019-2023, penulis akan memaparkan beberapa kesimpulan yang dapat diambil dan saran yang didasarkan pada temuan hasil penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh signifikan laba akuntansi, total arus kas, dan Net Profit Margin (NPM) terhadap return saham pada emiten otomotif dan juga mengetahui variabel manakah yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap return saham pada emiten otomotif. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut: Laba bersih tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham. Hal ini karena adanya peristiwa transitori dalam akuntansi yaitu pendapatan yang sudah diterima kas nya akan tetapi belum menjadi hak perusahaan dimana konsep ini banyak diterapkan pada industri yang secara khusus mengakibatkan angka laba . yang dilaporkan dalam laporan laba-rugi berfluktuasi. aik turu. arus kas tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham, dengan hasil tersebut maka dapat dimaknai bahwa investor mempunyai anggapan total arus kas tidak memiliki kandungan informasi untuk menjadi tolak ukur untuk memprediksi return Arus kas dari aktivitas operasi merupakan cerminan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan dari luar. Net profit margin mempunyai pengaruh signifikan terhadap return saham Semakin besar net profit margin menunjukkan kinerja perusahaan yang produktif untuk memperoleh laba yang tinggi melalui tingkat penjualan tertentu serta kemampuan perusahaan yang baik dalam menekan biaya biaya operasionalnya. Hal ini meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut sehingga permintaan akan saham perusahaan tersebut meningkat yang otomatis diikuti dengan naiknya harga saham tersebut. Hasil uji hipotesis simultan menunjukan bahwa laba bersih, arus kas operasional dan net profit margin berpengaruh signifikan terhadap return. Hal ini menunjukan semakin tingginya laba bersih, arus kas operasional dan NPM maka semakin tinggi return yang diperoleh. Bertuah : Journal of Shariah and Islamic Economics | 357 Fitriyani. Novi Daftar Pustaka