E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 DOI: https://doi. org/10. 31933/eej. Received: 20/06/2022. Revised: 30/06/2022. Publish: 23/07/2022 UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN METODE TUTOR SEBAYA SISWA KELAS V DI UPT. SD NEGERI 22 BARINGIN Eni Rosda UPT. SD Negeri 22 Baringin Email: eni. spdsd@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan metode tutor sebaya siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Pada mata pelajaran matematika siswa belum bisa mencapai KKM yang telah ditentukan oleh guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas berkolaborasi dengan guru kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin yang berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes evaluasi dan observasi selama proses pembelajaran berlangsung. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kwalitatif untuk memaparkan lembar observasi dan kuantitatif untuk memaparkan hasil nilai yang diperoleh siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan menerapkan pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Peningkatan hasil belajar siswa terjadi setelah melaksanakan metode tutor sebaya yaitu, siswa yang pandai membantu siswa yang kurang pandai untuk memahami pelajaran matematika. Hasil belajar matematika mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Presentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari 66,67% menjadi 90,91%. Siswa yang kurang berpartisipasi dalam kelompok didekati oleh guru dan diarahkan agar bertanya kepada tutor atau menanggapi pernyataan tutor sehingga seluruh siswa bisa memahami materinya. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V sekolah dasar. Kata kunci : Matematika. Tutor Sebaya PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang paling penting dalam kehidupan. Banyak hal yang diperoleh dari pendidikan. Baik tentang ketrampilan, kepribadian, nilai bersikap, pengetahuan dan lain sebagainya. Dalam bidang pendidikan yang berperan penting E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 khususnya proses pembelajaran oleh guru. Guru merupakan seorang yang bertugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Undang-undang Guru dan Dosen, 2005:. Pendidikan memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap kemajuan suatu Melalui pendidikan maka bangsa Indonesia bisa membebaskan diri dari kebodohan, keterbelakangan dan dapat mengembangkan sumber daya manusia sehingga dapat menambah percaya diri untuk bersaing dengan negara-negara lain. Pendidikan yang dikembangkan adalah pendidikan yang dapat mengembangkan potensi masyarakat, mampu menumbuhkan kemauan serta bisa membangkitkan motivasi untuk menggali potensi dan mengembangkannya secara optimal untuk membangun secara utuh dan menyeluruh. Pelaksanaan pendidikan, khususnya pendidikan formal terjadi di lingkungan sekolah. Pendidikan di sekolah merupakan salah satu dari tri pusat pendidikan. Hal ini hendaknya benar-benar diperhatikan oleh guru. Sehingga guru harus benar-benar melaksanakan tugasnya dengan sebaik mungkin. Dalam pelaksanaan tugasnya, guru hendaknya merencanakan pembelajaran dengan baik. Hal ini dapat menciptakan pembelajaran yang bermutu dan menghasilkan peserta didik yang berkualitas pula. Dalam praktik pembelajaran yang baik di sekolah, guru harus memilih metode pembelajaran yang dianggap paling tepat. Metode yang dipilih disesuaikan dengan hakikat pembelajaran, karakteristik peserta didik, jenis materi pelajaran, situasi dan kondisi lingkungan dan tujuan yang akan dicapai (Arif Rohman, 2009:. Salah satu mata pelajaran yang diberikan dari jenjang pendidikan dasar adalah Mata pelajaran ini berfungsi untuk mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, dan menggunakan rumus matematika sederhana yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi bilangan pengukuran dan geometri. Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang penting di dalam kehidupan sehari- hari. Pengetahuan yang diperoleh dari pelajaran ini barmanfaat untuk mengembangkan aktivitas kreatif yang melibatkan imajinasi, intuisi dan penemuan dengan mengembangkan pemikiran orisinil, rasa ingin tahu, membuat prediksi, dugaan, mencoba-coba dan mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Sekarang ini, matematika masih menjadi mata pelajaran yang dianggap sulit bagi sebagian besar siswa di Indonesia termasuk di dalamnya siswa Sekolah Dasar (SD). Matematika merupakan mata pelajaran yang bersifat abstrak, cenderung sulit diterima dan dipahami oleh peserta didik. Apabila peserta didik dihadapkan pada suatu materi tertentu sedangkan dia belum siap memahaminya, maka dia tidak saja akan gagal dalam belajar tetapi belajar menakuti, membenci dan menghindari pelajaran tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari guru kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum, pada mata pelajaran matematika belum semua siswa bisa mencapai kriteria ketuntasan minimal yang telah ditentukan oleh guru yaitu 75. Hasil belajar siswa terlihat bahwa dari 21 siswa, baru 10 siswa yang bisa mencapai nilai KKM. Sedangkan siswa lain kesulitan untuk mencapai kriteria ketuntasan minimal. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Tidak semua siswa bisa dengan mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh Ada sebagian siswa sudah memahami materi pelajaran dan sebagian lagi belum bisa Adanya perbedaan kepemahaman siswa ini maka terjadi jarak antara yang sudah paham dengan yang belum paham. Hal ini terjadi karena guru lebih sering melakukan pembelajaran secara konvensional yang bersifat monoton sehingga siswa cenderung bosan dengan cara guru mengajarkan berbagai materi pelajaran. Guru kurang melakukan variasi pembelajaran dalam mengajarakan siswa- siswanya. Ada siswa yang mudah menerima pelajaran dan ada siswa yang sulit menerima pelajaran dengan hanya ceramah saja yang dilakukan oleh guru. Saat peneliti melakukan pengamatan di kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum dalam proses belajar mengajar guru hanya melakukan metode ceramah dan kurang ada melibatkan siswa dalam pembelajaran. Siswa hanya mendengarkan ceramah dan mengerjakan soal yang diberikan oleh guru. Hal ini juga diperkuat dengan hasil wawancara terhadap guru mengatakan bahwa penyampaian materi pelajaran lebih sering menggunakan metode caramah dan jarang menggunakan alat peraga atau metode-metode agar siswa lebih aktif. Guru merasa repot harus menggunakan metodemetode dalam mengajarkan siswa-siswanya. Pada saat mengajar guru sangat jarang menggunakan alat peraga walaupun terdapat banyak KIT matematika di sekolah tersebut. Hasil wawancara terhadap beberapa siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum bahwa mereka mengatakan pelajaran yang paling sulit adalah Kesulitan yang mereka sampaikan yaitu pada memahami rumus dan Siswa sering mendengarkan penjelasan guru saja kemudian mengerjakan soal-soal. Mereka beranggapan matematika banyak rumus yang sulit dimengerti. Agar proses pembelajaran dapat mengakomodasikan ilmu pengetahuan keseluruh siswa dengan baik, maka dapat diterapkan metode Tutor Sebaya. Tutor mempunyai daya kreativitas yang cukup untuk memberikan bimbingan, yaitu dapat menerangkan pelajaran kepada kawan. Model tutorial merupakan cara penyampaian bahan pelajaran yang telah dikembangkan dalam bentuk modul untuk dipelajari siswa secara mandiri (Martinis, 2007: Menggunakan metode tutor sebaya dapat mengakomodasi siswa yang tidak berani bertanya kepada guru tentang materi yang belum dipahaminya. Adanya tutor ini siswa yang belum paham dapat leluasa bertanya kepada tutor yang merupakan temannya sendiri Berdasarkan uraian di atas, peneliti ingin mengadakan penelitian dengan judul AuUpaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Menggunakan Metode Tutor Sebaya Siswa Kelas V di UPT. SD Negeri 22 BaringinAy . Bertolak dari latar belakang permasalahan, maka muncul beberapa permasalahan yang dapat diindentifikasi sebagai berikut: Hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika masih rendah. Dalam proses pembelajaran guru kurang melibatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa pasif dalam pembelajaran matematika. Sebagian siswa beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sulit. Berdasarkan latar belakang masalah dan identifikasi masalah di atas, serta E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 keterbatasan dari peneliti, permasalahan yang ada dalam penelitian dibatasi pada rendahnya hasil belajar metematika siswa kelas V di UPT SD Negeri 22 Baringin. Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah penelitian, yaitu: bagaimana meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan metode tutor sebaya siswa kelas V di UPT. SD Negeri 22 Baringin. Berdasarkan rumusan masalah penelitian di atas maka tujuan penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar matematika menggunakan metode tutor sebaya siswa kelas V di UPT. SD Negeri 22 Baringin Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat: Membantu siswa dalam mencapai peningkatan hasil belajar khususnya mata pelajaran Sebagai salah satu sumber tambahan informasi bagi guru ataupun calon guru di SD dalam usaha untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Penelitian ini dapat memberikan sumbangan kepada sekolah dalam rangka perbaikan METODOLOGI PENELITIAN Suharsini Arikunto . 8: . PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan terhadap siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Penelitian tindakan ini termasuk dalam penelitian tindakan kelas yang berbentuk kolaboratif. Pada penelitian kolaborasi, guru bertindak sebagai subjek yang melakukan tindakan sedangkan teman sejawat sebagai pengamat . Sarwiji Suwandi . mengatakan bahwa jika seorang peneliti melakukan PTK di kelas yang tidak diampunya dan peneliti tersebut melibatkan guru kelas sebagai kolaborator, maka subjek penelitiannya meliputi siswa dan guru . uru kelas atau guru mata Dengan demikian maka subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar Datar. ajaran 2021/2022. Jumlah siswa 21, terdiri dari 9 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki. Objek penelitian ini adalah hasil belajaran matematika melalui metode tutor sebaya dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. tahun ajaran 2021/2022. Penelitian ini dilaksanakan di kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar, direncanakan dalam kurun waktu minggu ke-1 bulan Februari sampai minggu ke-4 tahun 2022. Penelitian ini digunakan dalam mata pelajaran Matematika kelas V semester II, dengan materi Memahami sifat-sifat bangun dan hubungan antar bangun. Siklus penelitian ini terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi yang dilakukan berulang-ulang sampai indikator pencapaian PTK ini dapat tercapai. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Penelitian ini menggunakan model spiral dari Kemmis dan Taggart yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robin Taggart (Zainal Aqib, 2006: . Penelitian ini dilaksanakan bersiklus dengan setiap siklusnya terdiri dari tahapan-tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan dan pengamatan, dan refleksi. Pada model Kemmis dan Taggart, sesudah siklus selesai diimplementasikan, khususnya sesudah adanya refleksi, kemudian diikuti dengan adanya perencanaan ulang yang dilaksanakan dalam bentuk siklus Demikian seterusnya atau beberapa kali siklus. Siklus dihentikan apabila 85% dari jumlah siswa minimal sudah mendapatkan nilai 75. Berdasarkan desain di atas, tahapan penelitian adalah sebagai berikut. Siklus I Perencanaan Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah sebagai berikut: Peneliti bersama guru kelas merancang pelaksanaan pembelajaran matematika menggunakan metode tutor sebaya . Menentukan pokok bahasan yang akan dilaksanakan pada proses pembelajaran mata pelajaran matematika semester 2 dan menentukan Kompetensi Dasar yang terdapat pada pokok bahasan tertentu. Selanjutnya menentukan indikator-indikator pada Kompetensi Dasar tersebut. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) tentang Kompetensi Dasar yag harus dicapai dengan menggunakan metode tutor sebaya. RPP disusun oleh peneliti dengan pertimbangan dari kepala sekolah. Mempersiapkan sumber dan alat peraga atau media pembelajaran yang akan dipergunakan dalam setiap kali pelaksanaan tindakan, diantaranya adalah buku paket yang relefan dan media yang dibutuhkan. Menyiapkan beberapa instrumen penelitian seperti lembar pengamatan. Tindakan dan Pengamatan Selama proses pembelajaran berlangsung guru melakukan pembelajaran dengan menggunakan RPP sesuai langkah-langkah dalam metode tutor sebaya. Sedangkan peneliti mengamati pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah disusun dan dipersiapkan sebelumnya. Adapun pelaksanaan adalah sebagai . Guru melaksanakan langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan RPP yang telah dibuat dengan menerapkan langkah-langkah dari tutor sebaya yaitu: Guru memilih materi yang memungkinkan dapat dipelajari siswa secara Materi tersebut dibagi kedalam beberapa sub-sub materi. Guru membagi para siswa menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen, sebanyak sub-sub materi yang akan disampaikan guru. Siswa-siswa yang pandai disebar dalam setiap kelompok dan bertindak sebagai tutor sebaya. Masing-masing kelompok diberi tugas mempelajari satu sub materi. Setiap kelompok dibantu oleh siswa yang pandai sebagai tutor sebaya. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 . Beri mereka waktu yang cukup untuk persiapan, baik di dalam kelas maupun di luar kelas . Setiap kelompok melalui wakilnya menyampaikan sub materi sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Guru bertindak sebagai nara sumber utama. Setelah semua kelompok menyampaikan tugasnya secara barurutan sesuai dengan urutan sub materi, beri kesimpulan dan klarifikasi seandainya ada pemahaman siswa yang perlu diluruskan. Selama proses pembelajaran berlangsung, observer melakukan pemantauan terhadap setiap langkah sesuai dengan pedoman dan rencana yang disusun. Observer melakukan pengamatan aktifitas yang dilakukan oleh siswa dalam proses pembelajara. Mencatat setiap kegiatan dan perubahan yang terjadi pada setiap langkah secara rinci dengan catatan lapangan. Melakukan tes hasil belajar sesuai dengan pedoman dan rencana yang dibahas dengan guru. Memonitoring dampak metode tutor sebaya yang berupa hasil belajar siswa menggunakan soal tes objektif. Refleksi Pelaksanaan refleksi berupa diskusi antara peneliti dan guru kelas yang bersangkutan. Diskusi tersebut bertujuan untuk mengkaji secara menyeluruh terhadap data dari lembar observasi. Hasil refleksi ini sebagai acuan untuk membuat rencana perbaikan pada siklus berikutnya. Siklus II dan seterusnya Siklus II dilaksanakan apabila pembelajaran yang dilakukan pada siklus I belum sesuai dengan indikator ketercapaian yang ditentukan, yaitu Siklus dihentikan apabila 85% dari jumlah siswa minimal sudah mendapatkan nilai 75. Apabila siklus II belum berhasil maka akan dilanjutkan dengan siklus berikutnya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut. Observasi Pada penelitian ini, observasi digunakan untuk mengobservasi pelaksanaan tindakan berupa pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap segala aktivitas guru dan siswa pada saat berlangsungnya pembelajaran dengan menggunakan metode tutor sebaya melalui lembar pengamatan yang disiapkan. Tes Menurut Wina Sanjaya . 1: . tes instrumen pengumpulan data untuk mengukur kemampuan siswa dalam aspek kognitif atau tingkat penguasaan materi pembelajaran. Jadi pada dasarnya tes merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan untuk mengetahui nilai belajar siswa. Bentuk tes pada penelitian ini adalah soal pilihan ganda. Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan untuk memperkuat data yang diperoleh. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Dokumentasi pada penelitian ini dilakukan peneliti dengan mengambil foto siswa dan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Penelitian tindakan kelas ini menggunakan tiga jenis instrumen, yaitu lembar pengamatan, tes dan dokumentasi. Lembar pengamatan Pengamatan pada penelitian ini adalah pengamatan secara langsung selama proses pembelajaran dari kegiatan awal sampai akhir di kelas V di UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Lembar pengamatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar pengamatan aktivitas siswa dan lembar pengamatan kegiatan guru. Tes Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar matematika siswa. Soal dalam instrumen ini berupa soal pilihan ganda dengan 4 alternatif jawaban yaitu jawaban a, b, c atau d. Dokumentasi Dokumentasi digunakan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan dan untuk memperkuat data yang diperoleh. Pada penelitian ini, dokumentasi berupa foto kegiatan pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). Data yang sudah diperoleh akan dianalisis secara diskriptif kuantitatif dan kualitatif deskriptif sesuai dengan hasil yang sudah diperoleh. Data-data yang diambil berupa aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru pada setiap pertemuan serta nilai hasil tes Untuk mengukur hasil belajar siswa maka pada akhir siklus dihitung nilai siswa dan dicari reratanya. Apabila rerata nilai siswa mengalami kenaikan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan maka dapat diasumsikan bahwa dengan menggunakan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar Matematika siswa. Metode pembelajaran tutor sebaya dikatakan dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar apabila 85% dari jumlah siswa minimal sudah mendapatkan nilai HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Kondisi awal dalam penelitian ini merupakan gambaran tentang Mengidentifikasi sifat bangun datar sebelum dilakukan suatu tindakan. Data awal yang digunakan sebagai landasan perlu tidaknya dilakukan penelitian di kelas tersebut adalah data hasil pretest. Pre test dilakukan dalam tahap pratindakan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa yang dilaksanakan pada Rabu, 26 Januari 2022. Hasil pratindakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Tabel 1. Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan Ketuntasan Nama Siswa KKM Nilai Tuntas Tidak 1 Aaliya Najwa Oo 2 Ahmad Kaarim Pratama Oo 3 Aisyah Aulia Putri Oo 4 Fajar Nurdiansyah Oo 5 Fathan Azzalef Oo 6 Fauzia Anastira Oo 7 Fauzia Sabrina Oo 8 Galang Dafa Al Farizzy Oo 9 Kanaya Andike Putri Oo 10 Muhammad Al Azzam Oo 11 Muhammad Najad Qordhowi Oo 12 Muhammad Rizky Oo 13 Muhammad Zaedan Zidnafann Oo 14 Naura Azura Putri Oo 15 Nazhifa Afifah Oo 16 Reski Haira Putri Oo 17 Rifaiz Ramadhan Oo 18 Rifanji Pratama Oo 19 Seno Heriadi Oo 20 Solehatul Fadila Oo 21 Surya Hasafat Oo Jumlah Nilai rata-rata 65,71 Prosentase 47,62% 52,38% Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pra tindakan yaitu 65,71 Nilai tertinggi adalah 90 dan nilai terendah 30. Pada tahap pra tindakan 10 orang siswa . ,62%) nilainya mencapai KKM, sedangkan 11 orang siswa . ,38%) nilainya masih berada di bawah KKM. Nilai rata-rata siswa masih dibawah KKM dan yang mendapat nilai tuntas sesuai kriteria ketuntasan minimal hanya 10 orang siswa. Padahal pembelajaran dikatakan tuntas dan dilanjutkan materi berikutnya jika 85% atau lebih dari jumlah siswa mendapatkan nilai ketuntasan minimal 75. Dari hasil pembelajaran pra tindakan, disimpulkan bahwa pembelajaran matematika masih perlu ditingkatkan, oleh karena itu peneliti dan teman sejawat sepakat untuk segera melakukan tindakan kelas. Siklus 1 Pembelajaran matematika dengan menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya sudah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V UPT SD Negeri 22 Baringin. Peningkatan pada siklus 1 sebesar 6,82 poin, dengan kondisi awal 60,91 meningkat menjadi 67,73 dan pencapaian KKM mengalami peningkatan sebesar 22,73%, dengan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 kondisi awal 45,45% meningkat menjadi 68,18% berikut tabel hasil belajar siklus 1. Tabel 2. Nilai Hasil Belajar Matematika Siswa Pada Siklus 1 Ketuntasan Nama Siswa KKM Nilai Tuntas Tidak 1 Aaliya Najwa Oo 2 Ahmad Kaarim Pratama Oo 3 Aisyah Aulia Putri Oo 4 Fajar Nurdiansyah Oo 5 Fathan Azzalef Oo 6 Fauzia Anastira Oo 7 Fauzia Sabrina Oo 8 Galang Dafa Al Farizzy Oo 9 Kanaya Andike Putri Oo 10 Muhammad Al Azzam Oo 11 Muhammad Najad Qordhowi Oo 12 Muhammad Rizky Oo 13 Muhammad Zaedan Zidnafann Oo 14 Naura Azura Putri Oo 15 Nazhifa Afifah Oo 16 Reski Haira Putri Oo 17 Rifaiz Ramadhan Oo 18 Rifanji Pratama Oo 19 Seno Heriadi Oo 20 Solehatul Fadila Oo 21 Surya Hasafat Oo Jumlah Nilai rata-rata 72,86 Prosentase 66,67% 33,33% Berdasarkan tabel di atas, dapat dijelaskan bahwa nilai rerata hasil belajar siswa pada siklus 1 telah mengalami peningkatan dari kondisi awal. Akan tetapi jumlah siswa yang mendapatkan nilai Ou75 belum mencapai 85% dari jumlah siswa keseluruhan sehingga perlu dilakukan siklus selanjutnya. Disamping itu, pembelajaran matematika dengan menerapkan pembelajaran tutor sebaya sudah dapat meningkatkan aktivitas siswa. Aktivitas siswa dapat dilihat dari keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan pembelajaran. Pada siklus 1 aktivitas siswa sudah meningkat bila dilihat dari siswa bersemangat mengikuti pembelajaran, perhatian siswa pada saat pembelajaran meningkat, siswa aktif berdiskusi. Selain itu tanggung jawab siswa pada saat pembelajaran telah muncul. Pada tahap refleksi siklus 1, guru dan peneliti berdiskusi untuk mencari tahu penyebab terjadinya kekurangan-kekurangan yang terjadi selama pembelajaran. Refleksi terhadap proses dan hasil pelaksanaan pembelajaran didasarkan dari hasil observasi pada siklus 1 dengan menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya pada mata pelajaran E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 matematika siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Selama pelaksanaan siklus 1 sudah meningkat dari kondisi sebelum diberi tindakan namun belum mencapai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan karena terdapat beberapa permasalahan antara Masih ada beberapa siswa yang belum bertanya kepada tutor. Siswa hanya diam saja tidak memperhatikan penjelasan dati tutor dan memilih main sendiri. Siswa juga tidak bertanya atau menanggapi pendapat dari anggota kelompoknya. Tutor terlihat kewalahan dalam mengatur anggota kelompoknya yang berjumlah 4 dan 5 Sehingga tidak semua anggotanya bisa diarahkan atau dibantu untuk memahami Siswa kurang memperhatikan presentasi temannya di depan kelas. Hanya sedikit siswa yang memperhatikan temannya yang presentasi. Sedangkan sebagian besar siswa yang lain memilih ngobrol dengan teman yang lainnya Saat presentasi siswa kurang dalam menanggapi teman yang didepan. Selesai presentasi siswa tidak ada yang member tanggapan atau bertanya hal ini karena dari awal presentasi siswa tidak memperhatikan. Berdasarkan hasil pengamatan tindakan yang telah dilaksanakan pada siklus I dan ditemukan beberapa permasalahan yang ditemukan saat observasi. maka peneliti dan teman sejawat . sepakat merevisi pelaksanaan tindakan dengan beberapa perbaikan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. perbaikan-perbaikan tersebut antara lain: Untuk mengatasi adanya anggota kelompok yang belum aktif bertanya atau menanggapi bimbingan masing-masing kelompok dan memperhatikan siswa yang diam saja untuk didekati dan diarahkan arahan agar bertanya yang belum dipahami atau memberikan tanggapan tentang pendapat temannya. Agar siswa lebih paham terhadap seluruh materi, lebih memperhatikan kelompok lain yang maju saat presentasi dan bertanya atau menanggapi presentasi dari kelompok lain maka. Setiap kelompok mendapatkan semua bangun untuk dipelajari dan Kemudian saat presentasi perwakilan kelompok maju presentasi dan kelompok lain memperhatikan sambil mencocokan hasil pekerjaannya. Sehingga siswa harus memperhatikan temannya yang didepan agar pekerjaan yang telah dikerjakanya diketahui benar atau tidak. Serta saat ada perbedaan jawaban siswa mampu mengemukakan pendapatnya. Siswa yang semua tidak tertarik dengan presentasi temannya didepan kelas maka diakhir presentasi guru mengadakan kuis yang soalnya dibuat sendiri oleh masing-masing Masing-masing kelompok diwajibkan membuat pertanyaan sesuai dengan materi yang dipelajari. Soal tersebut ditujukan untuk kelompok lain setelah presentasi. Hasil belajar siswa pada siklus 1 terjadi peningkatan dari hasil saat pre-test. Peningkatan pada siklus 1 sebesar 7,15 poin, dengan kondisi awal 65,71 meningkat menjadi 72,86 dan pencapaian KKM mengalami peningkatan sebesar 19,05%, dengan kondisi awal 47,62% meningkat menjadi 66,67% Namun, metode ini belum dikatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa karena siswa yang mencapai kriteria ketuntasan E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 minimum baru 66,67%. Penelitian dikatakan berhasil apabila 85% dari jumlah siswa minimal sudah mencapai nilai 75. Maka untuk lebih menguatkan data hasil penelitian ini peneliti bersama teman sejawat memutuskan bahwa penelitian ini akan dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II akan dilaksanakan perbaikan terhadap permasalahan yang ditemukan pada siklus I sesuai refleksi yang telah disepakati. Siklus II Pembelajaran matematika dengan menerapkan metode pembelajaran tutor sebaya sudah dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin berikut tabel hasil belajar siklus II. Tabel 3. Nilai Hasil Belajar Matematika Siswa pada Siklus 1I Ketuntasan Nama Peserta Didik KKM Nilai Tuntas Tidak 1 Aaliya Najwa Oo 2 Ahmad Kaarim Pratama Oo 3 Aisyah Aulia Putri Oo 4 Fajar Nurdiansyah Oo 5 Fathan Azzalef Oo 6 Fauzia Anastira Oo 7 Fauzia Sabrina Oo 8 Galang Dafa Al Farizzy Oo 9 Kanaya Andike Putri Oo 10 Muhammad Al Azzam Oo 11 Muhammad Najad Qordhowi Oo 12 Muhammad Rizky Oo 13 Muhammad Zaedan Zidnafann Oo 14 Naura Azura Putri Oo 15 Nazhifa Afifah Oo 16 Reski Haira Putri Oo 17 Rifaiz Ramadhan Oo 18 Rifanji Pratama Oo 19 Seno Heriadi Oo 20 Solehatul Fadila Oo 21 Surya Hasafat Oo Jumlah Nilai rata-rata 81,43 Prosentase 90,48% 9,52% Pembelajaran matematika dengan menerapkan pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin. Peningkatan pada siklus II sebesar 8,57 poin. Pada Siklus I sebesar 72,86 meningkat menjadi 81,43 pada siklus II dan pencapaian KKM mengalami peningkatan sebesar 23,81%, dengan kondisi siklus 1 sebesar 66,67% meningkat menjadi 90,48%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 tabel di bawah ini. Tabel 4. Nilai Rata-rata Hasil Belajar Siswa Siklus II Kelas Nilai Rerata Hasil belajar Matematika Siswa Kelas V UPT. Pra Tindakan Siklus 1 Siklus II Negeri 22 Baringin 65,71 72,86 81,43 Di samping hasil belajar siswa di atas, maka pembelajaran tutor sebaya dapat meningkatkan aktivitas siswa. Aktivitas siswa dapat dilihat dari keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan seperti diskusi, kerjasama kelompok, presentasi, dan kuis kelompok. Selain itu dengan adanya pembelajaran tutor sebaya ini pada siklus II juga terlihat siswa bersemangat dalam mengikuti pembelajaran. Siswa memperhatikan saat pembelajaran, aktivitas siswa dalam bertanya meningkat. Siswa juga aktif dalam berusaha untuk memahami materi yang telah dipresentasikan oleh kelompok lain selain itu dengan adanya pembelajarn ini, tanggung jawab siswa pada saat proses pembelajaran juga Hasil belajar pada siklus II menunjukan peningkatan yang siknifikan. Hal ini ditunjukan dengan presentasi kriteria ketuntasan minimal (KKM) nilai hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 66,67%. dan pada siklus II presentase siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 90,48%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa juga sudah mengalami peningkatan yang mulanya pada siklus I sebesar 72,86 mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 81,43. Dengan hasil tersebut maka siklus II disimpulkan bahwa kriteria keberhasilan telah tercapai yaitu Ou85% dari keseluruhan siswa mendapatkan nilai Ou75. Maka penelitian ini tidak perlu dilanjutkan. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan di atas, bahwa hasil belajar matematika yang diperoleh siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin terjadi peningkatan pada setiap siklus setelah diterapkan metode pembelajaran tutor sebaya dan akhirnya lebih dari 85% jumlah siswa mencapai KKM. Maka teori yang dikemukakan oleh Made Wena . 9: . terbukti bahwa pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran yang tepat dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil belajar yang optimal. Metode tutor sebaya dapat terlaksana dengan baik dan bisa menjapai tujuan yang diharapkan tergantung siswa yang menjadi tutornya. Tutor disini berperan sebagai pengganti guru dalam membantu temannya memahami pelajaran. Guru telah memilih siswa menjadi tutor dengan kriteria siswa tersebut menguasai materi yang diajarkan serta memiliki hubungan emosional yang baik dan bersahabat dengan siswa yang lain. Hal ini senada dengan pendapat Soekarwati . 5: . untuk menentukan siswa yang menjadi tutor perlu mempertimbangkan beberapa hal sebagai berikut menguasai bahan yang akan disampaikan atau ditutorkan, mengetahui cara mengajarkan bahan tersebut, memiliki hubungan emosional yang baik, bersahabat dan menjunjung situasi tutoring, siswa yang berprestasi E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 akan lebih menunjang pelajaran dengan metode ini karena siswa yang menjadi tutor tersebut lebih mempunyai kepercayaan diri. Setelah melaksanakan langkah-langkah dari tutor sebaya terlihat terjadi peningkatan dari nilai rata-rata siswa dan jumlah siswa yang telah mencapai ketuntasan semakin banyak. Hal ini sesuai dengan teori dari Sukmadinata . bahwa menggunakan metode tutor sebaya dapat membuat siswa yang kurang paham tentang materi pelajaran berani bercerita kepada temannya yang menjadi tutor sehingga kesulitan tersebut dapat diatasi pada akhirnya hasil belajar siswa dapat meningkat Pada siklus II terjadi peningkatan hasil belajar dari pra tindakan dan siklus 1. Terjadinya peningkatan hasil belajar pada siklus II ini dikarenakan ada sedikit modifikasi dalam langkah-langkah pembelajaran yaitu, guru mengamati seluruh siswa dan mengarahkan siswa yang hanya diam saja tidak memperhatikan tutor untuk ikut bertanya materi yang belum diketahui atau ikut menanggapi pernyataan dari teman kelompoknya. Siswa yang mulanya dibagi kedalam 4 kelompok dirubah menjadi 5 kelompok agar anggota tutor lebih sedikit sehingga tutor lebih mudah mengarahkan anggotanya. Oleh karena itu, pada penelitian ini siswa yang mendapatkan nilai Ou75 mencapai kriteria keberhasilan yaitu Ou85%, sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dan di hentikan pada siklus II. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V UPT. SD Negeri 22 Baringin Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar. Hasil belajar siswa meningkat setelah melakukan langkah-langkan metode tutor sebaya yaitu siswa yang pandai membantu siswa yang kurang pandai untuk memahami suatu pelajaran. Pemberian bantuan tutor terhadap anggotanya dilakukan pada saat diskusi kelompok yang pembagian kelompoknya ditentukan oleh guru. Terjadi peningkatan ini karena guru tepat dalam memilih siswa menjadi tutor yang memahami materi dan memiliki emosional yang baik terhadap teman-temannya. Saat siswa melakukan diskusi dalam kelompoknya, guru memantau setiap kelompok mengamati partisipasi anggota dalam berdiskusi. Siswa yang kurang berpartisipasi dalam kelompok didekati oleh guru dan diarahkan agar bertanya kepada tutor atau menanggapi pernyataan tutor sehingga seluruh siswa bisa memahami materi pelajaran. Hal ini ditunjukan dengan peningkatan nilai hasil belajar yang diperoleh siswa. Pada akhirnya, jumlah siswa yang mencapai nilai Ou70 semakin banyak dan mencapai kriteria keberhasilan yaitu 85%. Peningkatan presentase pencapaian KKM siswa pada siklus I sebesar 66,67% meningkat menjadi 90,48% pada siklus II. Peningkatan rata-rata hasil belajar matematika siswa pada siklus I sebesar 72,86 dan pada siklus II meningkat menjadi 81,43. Oleh karena itu, pada penelitian ini siswa yang mendapatkan nilai Ou75 mencapai kriteria keberhasilan yaitu Ou85%, sehingga penelitian ini dikatakan berhasil dan di hentikan pada siklus II. E-ISSN: 2774-5112. P-ISSN: 2774-5120 Volume 2. Issue 2. Juli 2022 Saran Berdasarkan kesimpulan yang telah diperoleh, maka dapat disampaikan beberapa saran sebagai berikut. Kepada Guru Guru matematika Sekolah Dasar disarankan untuk menggunakan berbagai metode untuk meningkatkan keaktifan siswa sehingga hasil belajar siswa bisa meningkat. Salah satunya bisa menggunakan metode tutor sebaya. Karena dengan metode ini siswa yang kurang berani bertanya kepada guru dapat bertanya kepada temannya tanpa ada rasa takut atau malu. Guru juga hendaknya memantau setiap kelompok dan mengarahkan siswa agar bertanya atau menanggapi anggota kelompoknya. Sehingga siswa menjadi lebih paham pada suatu materi. Bagi Peneliti Lebih Lanjut Peneliti hendaknya terus mengembangkan penelitian tindakan kelas sebagai model penelitian untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Variasi media dan kreativitas untuk menerapkan metode tutor sebaya pada pokok bahasan berbeda maupun tingkat satuan pendidikan yang lain dapat dikembangkan sesuai dengan keahlian bidang si peneliti. DAFTAR PUSTAKA