Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Pemanfaatan Sampah Botol Plastik Bekas Sebagai Media Tanaman Sawi Hijau Dengan Hidroponik Sistem Wick Di Kelurahan Bara-Baraya Selatan Arianto Passalli Sarjono1,*. Hijrah Amaliah Azis2. Ardiansa3. Rikardhus Naimnule4. Ita Puspita5 1,4,5 Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Teknologi Sulawesi. Jalan Talasalapang No. A Makassar, 90222 Program Studi Kimia. Fakultas Teknik. Universitas Teknologi Sulawesi. Jalan Talasalapang No. Makassar, 90222 Program Studi Teknik Elektro. Fakultas Teknik. Universitas Teknologi Sulawesi. Jalan Talasalapang No. Makassar, 90222 *ari. ps85@gmail. ABSTRAK Seiring berjalannya waktu masalah volume sampah botol plastik yang semakin meningkat, perlu ditangani dengan bijak agar pencemaran lingkungan bisa dihindari sehingga kebersihan lingkungan tetap terjaga. Plastik salah satu AomusuhAo terbesar lingkungan, botol plastik bekas minuman dalam kemasan salah satunya. Dengan melakukan Sosialisasi pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanaman sayur yaitu sawi hijau dengan hidroponik sistem wick yang bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat. Metode yang digunakan penyuluhan, diskusi dan demonstrasi praktik langsung di lapangan yang didasari oleh evaluasi awal sebagai landasan untuk menentukan posisi pengetahuan kelompok sasaran mengenai pemanfaatan lahan pekarangan melalui penerapan hidroponik sistem wick yang nyaman di hati dan lebih ekonomis. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran peserta pelatihan untuk menerapkan hidroponik sistem wick dengan menggunakan media tanam dari botol plastik bekas untuk meningkatkan pendapatan . dan produktivitas masyarakat serta menjaga kelestrian lingkungan. Hal ini terlihat dari antusias para peserta untuk mengaplikasikan hasil pelatihannya dan melanjutkan kegiatan tersebut setelah selesai Kata Kunci : botol plastik bekas. kelestarian lingkungan. hidroponik sistem wick. sawi hijau. ABSTRACT As time goes by, the problem of the increasing volume of plastic bottle waste needs to be handled wisely so that environmental pollution can be avoided so that environmental cleanliness is maintained. Plastic is one of the biggest 'enemies' of the environment, used plastic bottles for packaged drinks is one of By conducting outreach on the use of used plastic bottles as a medium for growing vegetables, namely green mustard greens with a hydroponic wick system, which aims to increase community productivity and have high economic value so that it can help the community's economy. The method used is counseling, discussion and direct practical demonstration in the field which is based on an initial evaluation as a basis for determining the target group's knowledge position regarding the use of yard land through the application of a hydroponic wick system which is comfortable and more The results of the implementation show that there has been an increase in the awareness of training participants to implement a hydroponic wick system using planting media from used plastic bottles to increase community income and productivity and maintain environmental sustainability. This DOI Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 can be seen from the enthusiasm of the participants to apply the results of their training and continue these activities after completing the program. Keywords: used plastic bottles. environmental sustainability. hydroponics wick system. mustard green. PENDAHULUAN Selama ini, khususnya di masyarakat perkotaan besar, limbah botol plastik bekas masih menjadi salah satu penyebab pencemaran alam. Limbah adalah material tak terpakai yang berasal dari makhluk hidup, manusia, atau tumbuhan dan dibuang ke alam dalam bentuk struktur kuat, cair, dan gas. Berdasarkan sifatnya, sampah dibedakan menjadi sampah alami . apat membusu. , sampah anorganik . idak terurai atau berpotensi rusak namun dikonsumsi hampir sepanjang har. dan sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Tidak Ama. Kita tidak pernah terbebas dari sampah plastik dan kita selalu membuang sampah plastik. Sampah dapat dihasilkan hampir dimana saja selama ada aktivitas, termasuk di rumah, di kantor, di kantin, dan terutama di supermarket dan tempat umum lainnya. Oleh karena itu, apabila kita tidak pandai dalam menangani sampah-sampah tersebut maka sampah-sampah tersebut akan terus kita temukan di sekitar kita dan jumlahnya akan semakin bertambah. Menurut Kodoatie . , peningkatan jumlah dan laju penduduk perkotaan telah menyebabkan sistem yang ada menjadi kurang memadai, karena tata kelolanya lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penduduk. Desentralisasi pemborosan yang menekankan bahwa penanganan permasalahan sampah tidak diserahkan kepada otoritas publik melalui gagasan TPA saja, namun tersebar ke seluruh sumbernya, khususnya di tingkat lokal (Sary, 2. Seperti diketahui, plastik berdampak buruk terhadap iklim karena anggapan plastik sulit memisahkan kotoran meski sudah lama tertutup. Sampah dapat menimbulkan permasalahan sekaligus bermanfaat bagi perekonomian masyarakat. Saat ini, kerjasama daerah secara keseluruhan baru sebatas pada pembuangan sampah dan belum sampai pada tahap pengelolaan sampah yang dapat bermanfaat bagi daerah setempat. Pemborosan para eksekutif adalah pengolahan limbah untuk membatasi masalah yang ditimbulkannya terhadap iklim. Oleh karena itu, pengelolaan sampah dapat berupa daur ulang sampah atau pembuangan sampah. Walaupun bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk sebagai media tanam, botol plastik bekas sering kali dianggap tidak berguna. Wadah plastik bekas merupakan salah satu jenis sampah anorganik yang sering ditemukan di iklim umum. Mayoritas botol plastik bekas tidak boleh digunakan berulang kali karena akan membahayakan kesehatan meski dalam jangka waktu singkat. Meski begitu, kendi plastik sebenarnya punya banyak keunggulan. Salah satunya sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai media tanam dengan sistem tank farming. Penggunaan wadah plastik bekas sebagai media tanam juga bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang mengurangi keindahan iklim. Botol plastik bekas merupakan salah satu jenis sampah anorganik yang banyak ditemukan di sekitar kita. Kebanyakan kendi plastik tidak disarankan untuk digunakan berulang kali, karena akan berdampak buruk terhadap kesehatan dalam jangka waktu yang cukup lama. Meski begitu, kendi plastik sebenarnya punya banyak keunggulan. Salah satunya cenderung dimanfaatkan sebagai media tanam. Hidroponik merupakan salah satu cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah. Sebagai gantinya. Anda menggunakan larutan mineral sehat atau bahan kaya nutrisi lainnya seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk gergaji, dan sebagainya. sebagai pengganti media tanah (Izzuddin, 2. Inovasi pembangunan pedesaan dengan menggunakan sistem tank-farming diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang mempunyai lahan atau pekarangan terbatas, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sesuatu yang bermanfaat (Roidah, 2. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Salah satu tata cara pengembangan sayuran yang dapat diterapkan oleh daerah setempat adalah strategi aqua-farming dengan kerangka sumbu. Tank-farming merupakan suatu cara untuk mengembangkan hasil tanpa menggunakan tanah, melainkan menggunakan bahan tambahan mineral atau bahan lain yang mengandung bahan tambahan seperti sabut kelapa, sabut mineral, pasir, pecahan balok, serbuk gergaji, dan lain sebagainya. sebagai pengganti tanah. Inovasi pengembangan budidaya dengan sistem tank-farming diharapkan dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan lahan atau pekarangan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sesuatu yang bermanfaat (Surahman, 2. Secara umum pelaksanaan 3R meliputi pengelolaan sampah yang khusus mengatur pekerjaan . euse, lessen, reus. , yaitu mendaur ulang sampah secara langsung, mengurangi segala yang menyebabkan munculnya sampah, menggunakan kembali sampah setelah melalui sistem penanganan. Salah satu cara dasar penanganan sampah yang dapat dilakukan adalah dengan penggunaan kembali secara khusus, yaitu dengan menggunakan wadah plastik bekas yang terdapat di iklim umum, misalnya botol air mineral, sebagai media tanam dengan menggunakan konsep sumbu atau sistem sumbu. Sistem Wick adalah sistem hidroponik yang paling mudah. Pada dasarnya, sistem sumbu ini hanya membutuhkan sebuah sumbu yang dapat menghubungkan susunan suplemen dalam repositori dengan media pembentuknya. Framework ini merupakan framework yang tidak aktif, artinya tidak ada bagian yang bergerak. Sumbu menarik larutan nutrisi dari reservoir ke media tanam. Dengan memanfaatkan kapilaritas pada poros Istirahat & Soetdjo bagian dalam, air dan unsur hara akan mampu mencapai akar tanaman (Nurwahyuni, 2. Dalam kebanyakan kasus, nutrisi hidroponik menggunakan kombinasi nutrisi A dan B, yang kami peroleh siap pakai dari toko hidroponik khusus. Menurut Sutiyoso . (Sutiyoso. Meramu Pupuk Hidroponik : tanaman sayuran, tanaman buah, tanaman bunga, 2. , unsur hara B mengandung kalium dihidro sulfat, amonium sulfat, magnesium sulfat, mangan sulfat, tembaga sulfat, seng sulfat, asam borat, dan amonium molibdat. Nutrisi A mengandung kalsium amonium nitrat, kalium nitrat, dan Fe-EDTA dan Fe. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk nutrisi pertumbuhan tanaman. Anda bisa memanfaatkan limbah rumah tangga dan memanfaatkan air cucian beras . sebagai nutrisi hidroponik untuk menghemat uang. Air cucian beras . adalah sisa air cucian beras yang pada umumnya cepat dibuang dan tidak dimanfaatkan. Menurut (Wulandari, 2. , air cucian beras mengandung 0,043% vitamin B1, 16,306% fosfor, 0,015% nitrogen, 0,02% kalium, 2,944% kalsium, 14,252% magnesium, 0,027 persen sulfur, dan 0,0427% zat besi, yang semuanya dapat dimanfaatkan sebagai unsur hara bagi pertumbuhan tanaman. Memanfaatkan sistem sumbu . ick fram. dengan menggunakan kendi air mineral bekas dan sekam arang sebagai media pembuatannya. Sehingga masyarakat tidak membutuhkan biaya yang besar untuk mengembangkan tanaman tank farming dan tidak berbahaya bagi ekosistem karena memanfaatkan limbah plastik bekas sebagai sarana pengembangan tanaman budidaya. Salah satu tanaman yang sesuai digunakan dalam kerangka budidaya perikanan sumbu adalah sawi hijau (Brassica juncea L. Sawi hijau (Brassica juncea L. ) merupakan sayuran yang memiliki nilai moneter yang sangat tinggi, dan mungkin merupakan salah satu produk sayuran paling terkenal di Indonesia (Wahid et al. Pembelinya berkisar dari kalangan bawah hingga kalangan atas, sehingga minat terhadap sawi semakin meningkat secara bertahap (Nurshanti, 2. Tingginya tingkat pemanfaatan dan minat pasar terhadap sawi tidak diimbangi dengan tingkat produksi sawi yang dilakukan oleh para peternak sayuran di Indonesia. Sawi hijau merupakan sayuran yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Rasanya yang manis dapat dijadikan bahan campuran berbagai masakan dan kandungan menyehatkannya yang tinggi itulah manfaatnya. Meskipun demikian, sawi rentan terhadap kondisi yang tidak sesuai untuk Oleh karena itu tanaman sawi memerlukan perawatan yang khusus, misalnya saja Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 budidaya di pembibitan atau tank farming yang cocok untuk dikembangkan guna mendapatkan hasil panen yang unggul (Telaubanau, 2. Berdasarkan penelitian Paputungan . , perkembangan tanaman sawi hijau pada berbagai media tanam menunjukkan bahwa pada umur 2 tahun panduan . inggu setelah tana. tingkat pertumbuhan tanaman sawi paling tinggi pada media serabut kelapa. pengobatan dengan biasa 16,30 Sebagian besar varietas makanan budidaya tangki menggunakan suplemen A dan B atau campuran penyempurnaan A dan B. Kami menyiapkan penyempurnaan ini untuk digunakan di toko hidroponik Menurut Sutiyoso . suplemen B mengandung kalium dihidro sulfat, amonium sulfat, magnesium sulfat, mangan sulfat, tembaga sulfat, seng sulfat, asam borat dan amonium molibdat. Suplemen A mengandung kalsium amonium nitrat, kalium nitrat, dan Fe-EDTA dan Fe. Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli suplemen pengembangan tanaman. Anda bisa memanfaatkan sampah keluarga dan memanfaatkan air cucian beras . sebagai nutrisi budidaya untuk menyisihkan uang. Air cucian beras . adalah sisa air cucian beras yang pada umumnya langsung dibuang dan tidak dimanfaatkan. Menurut Wulandari . , air cucian beras mengandung 0,043% vitamin B1, 16,306% fosfor, 0,015% nitrogen, 0,02% kalium, 2,944% kalsium, 14,252% magnesium, 0,027 persen sulfur, dan 0,0427% zat besi, semuanya dapat dimanfaatkan. suplemen untuk perkembangan tanaman. Maksud diadakannya Pemerintahan Daerah (PkM) di sub wilayah Bara-Baraya Selatan adalah untuk mengasah imajinasi daerah setempat dalam menangani dan membuat media baru dalam budidaya, dengan cara budidaya sayuran khususnya sawi hijau, memanfaatkan strategi budidaya perikanan, pengumpulannya akan lebih cepat, selain itu dapat mengurangi pemborosan. Kendi plastik bekas dan tanaman sayur yang dihasilkan mempunyai nilai jual yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan bagi daerah setempat, khususnya daerah setempat di sub wilayah Bara-Baraya Selatan yang mempunyai luas kurang lebih A 0,05 KmA dan terdiri dari 26 RT dan 4 RW (BPS, 2. MASALAH DAN TARGET LUARAN Masalah Berdasarkan analisis situasi yang telah dilakukan Tim PkM, permasalahan yang dihadapi mitra saat ini dalam hal budidaya sayuran dengan hidroponik sistem wick adalah : Keterbatasan pengetahuan mitra tentang intensifikasi pemanfaatan pekarangan Keterbatasan pengetahuan tentang Manfaat dari sampah botol plastik bekas. Keterbatasan pengetahuan tentang konsep dasar hidroponik sistem wick. Keterbatasan keterampilan mitra dalam perancangan dan pembuatan instalasi hidroponik sistem wick. Keterbatasan keterampilan mitra dalam budidaya sayuran dengan sistem hidroponik sistem wick untuk menambah income masyarakat. Target Luaran Target luaran yang dihasilkan dari kegiatan PkM adalah : Meningkatnya pengetahuan mitra tentang intensifikasi pemanfaatan pekarangan rumah. Meningkatnya pengetahuan mitra tentang manfaat dari pemanfaatan sampah botol plastik untuk menjaga kelastarian lingkungan. Meningkatnya pengetahuan mitra tentang konsep dasar hidroponik sistem wick. Meningkatnya keterampilan mitra dalam perancangan dan pembuatan instalasi hidroponik sistem wick. Meningkatnya keterampilan mitra dalam budidaya sayuran sawi hijau dengan hidroponik sistem wick dan memberikan wawasan kepada mitra dengan budidaya sawi hijau dapat mendapatkan tambahan income dari hasil panen sawi hijau tersebut. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Gambar 2. 1 Peta Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan kegiatan PkM yang dilakukan sebagai solusi terhadap permasalahan yang muncul adalah metode ceramah, diskusi interaktif, dan praktik lapangan. Metode-metode tersebut dipilih untuk memecahkan masalah karena sesuai dengan keadaan mitra. Secara umum, pelaksanaan kegiatan PkM dilakukan dengan metode-metode sebagai berikut : Tabel 1. Metode Pelaksanaan Kegiatan PkM No. Permasalahan Keterbatasan pengetahuan mitra tentang intensifikasi pemanfaatan pekarangan Keterbatasan tentang tentang manfaat dari pemanfaatan sampah botol plastik sebagai media tanaman sayuran jenis sawi hijau dengan metode hidroponik sistem wick Keterbatasan pengetahuan tentang konsep dasar hidroponik sistem wick. Metode/solusi Ceramah Diskusi Keterbatasan keterampilan mitra dalam perancangan dan pembuatan instalasi hidroponik sistem wick. Pelatihan Praktik Diskusi Keterbatasan keterampilan mitra dalam pengelolaan budidaya sayuran jenis sawi hijau dengan sistem hidroponik sistem wick untuk dijadikan salah satu komoditi yang bisa dijual Pelatihan Praktik Diskusi Ceramah Diskusi Ceramah Diskusi Partisipasi Mitra Menyediakan tempat dan sarana untuk kegiatan pengabdian. Mengikuti dan berperan aktif dalam penyuluhan Menyediakan tempat dan sarana untuk kegiatan pengabdian. Mengikuti dan berperan aktif dalam penyuluhan. Menyediakan tempat dan sarana untuk kegiatan pengabdian. Mengikuti dan berperan aktif dalam penyuluhan. Menyediakan tempat dan sarana dan sarana untuk kegiatan Mengikuti dan berperan aktif dalam pelatihan dan praktik Menyediakan tempat dan sarana dan sarana untuk kegiatan Mengikuti dan berperan aktif dalam pelatihan dan praktik Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 dipasar sehingga masyarakat bisa mendaptkan income Pelaksanaan kegiatan pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan selama satu bulan yaitu mulai : Koordinasi Tim PkM untuk Merencanakan Kegiatan Tim PkM melalukan koordinasi untuk merencanakan konsep kegiatan dari awal hingga akhir kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Konsep kegiatan yang direncanakan meliputi penyusunan jadwal kegiatan di lapangan, penentuan dan penyusunan materi penyuluhan materi pelatihan, perencanaan tempat pelaksanaan, konsep acara, perlengkapan, konsumsi, akomodasi, serta pembagian tugas untuk masing-masing anggota tim dan mahasiswa yang dilibatkan. Koordinasi dengan Mitra Tim PkM melakukan koordinasi dengan mitra PkM yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Hamdani Nur. Ag. ,M. Si selaku Kepala Kelurahan Bara-Baraya Selatan. Dalam koordinasi ini disepakati jadwal, tempat, peserta, konsep dan bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Pelaksanaan Kegiatan Pelaksanaan kegiatan PkM dilakukan sesuai dengan rencana dan kesepakatan yang telah dilakukan. Kegiatan dilaksanakan oleh Tim PkM beserta mahasiswa yang sudah ditunjuk untuk mendampingi peserta pelatihan dan membantu kelancaran program. Pelaksanaan program PkM ini menggunakan metode ceramah, diskusi, pelatihan, dan pendampingan. Tabel 2. Rincian Materi Program PkM Materi Intensifikasi pemanfaatan pekarangan rumah. Pentingnya Memanfaatkan sampah botol plastik bekas sebagai media tanaman hidroponik sistem wick Konsep-konsep dasar Hidroponik sistem wick. Perancangan dan pembuatan instalasi hidroponik sistem wick. Pengelolaan budidaya sayuran jenis sawi hijau dengan hidroponik sistem wick, yang nantinya hasil panen dari budidaya sayuran tersebut dapat dijual dipasar sehingga Metode Fasilitator Keterangan Ceramah. Diskusi Arianto Passalli Sarjono. ,M. Ceramah 50 % Diskusi 50 % Diskusi. Praktik Ardiansa. Pd. Diskusi 30 % Praktik 70 % Diskusi. Praktik Hijrah Amaliah Azis. Diskusi 30 % Praktik 70 % Tabel 3. Jadwal pelaksanaan PKM secara lengkap Materi Jadwal Penyuluhan I : Senin / 09 Januari 2023 A Tani pekarangan : intensivikasi pemanfaatan Pukul : 09. 00 Ae 12. 00 WITA pekarangan rumah Penyuluhan II : Senin / 16 Januari 2023 Pukul : 13. 00 Ae 15. 00 WITA Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Pentingnya memanfaatkan sampah botol plastik sebagai media tanaman hidroponik untuk kelastarian lingkungan. Penyuluhan i : A Konsep-konsep dasar hidroponik sistem wick Penyuluhan IV : A Manfaat dari budidaya sayuran jenis sawi hijau dengan mteode hidroponik sistem wick bagi ekonomi atau income masyarakat. Pelatihan I : A Perancangan dan pembuatan instalasi hidroponik sistem wick Pelatihan II : A Pengelolaan budidaya sayuran sawi hijau dengan sistem hidroponik sistem wick. Pendampingan pengelolaan budidaya sayuran dengan hidroponik sistem wick. Pendampingan pengelolaan budidaya sayuran dengan hidroponik sistem wick. Senin / 23 Januari 2023 Pukul : 09. 00 Ae 12. 00 WITA Senin / 28 Januari 2023 Pukul : 09. 00 Ae 12. 00 WITA Senin / 30 Januari 2023 Pukul : 09. 00 Ae 12. 00 WITA Rabu / 01 Februari 2023 Pukul : 16. 00 Ae 18. 00 WITA Senin / 06 Februari 2023 Pukul : 09. 00 Ae 12. 00 WITA Senin / 13 Februari 2023 Pukul : 09. 00 Ae 12. 00 WITA Berikut gambar-gambar yang menunjukan proses pelaksanaan kegiatan PkM dikelurahan Bara-Baraya Selatan : Gambar 3. Proses Penyuluhan Gambar 3. Masyarakat yang mengikuti penyuluhan Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Gambar 3. Proses pencampuran larutan nutrisi A dan nutrisi B yang dicampur dengan air sumur Gambar 3. Proses pomotongan sumbu Gambar 3. Proses Pemotongan botol plastik bekas Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Gambar 3. Proses memasukkan sumbu ke dalam botol plastik bekas Gambar 3. Proses memasukkan larutan nutrisi A dan nutrisi B yang telah dicampur dengan air kedalam botol plastik Gambar 3. Proses Memasukkan arang yang telah dihancurkan kedalam botol plastik bekas Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Gambar 3. Proses penanaman bibit sawi hijau kedalam wadah Hidroponik dengan sistem HASIL DAN PEMBAHASAN Secara umum kegiatan PkM Hidroponik Wick System di Kecamatan Bara-Baraya Selatan berjalan lancar dan sesuai agenda yang telah direncanakan semua pihak. Tahapan kegiatan mulai dari perencanaan hingga pembinaan dan penyiapan serta pendampingan dalam kegiatan budidaya sawi hijau dengan menggunakan sistem sumbu tank farming khususnya pemanfaatan kompartemen yang terbuat dari limbah wadah plastik dalam rangka menjaga kesejahteraan dan menjaga lingkungan dapat berupa selesai dan berjalan dengan baik. Warga atau perorangan Kecamatan Bara-Baraya Selatan secara keseluruhan mempunyai pilihan untuk mengikuti seluruh tahapan aksi dengan baik. Tindakan-tindakan ini telah membuahkan hasil sebagai berikut: Warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan mulai mengetahui lebih banyak tentang pemanfaatan pekarangan rumah. Peningkatan ini seharusnya terlihat dari reaksi warga saat berbincang. Berbagai pemikiran muncul terkait peningkatan pemanfaatan taman rumah yang disampaikan penghuni dalam perbincangan tersebut. Konsep tersebut antara lain model hidroponik sistem sumbu untuk menanam berbagai sayuran, termasuk sawi hijau. Sosialisasi kepada masyarakat Kecamatan Bara-Baraya Selatan tentang pentingnya pemanfaatan limbah kendi plastik bekas sebagai mekanisme budidaya tanaman sawi hijau dengan teknik sistem sistem sumbu tank farming guna menciptakan iklim yang terjaga dan terhindar dari limbah plastik Selain itu, warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan semakin paham dengan prinsip dasar hidroponik sistem sumbu. Penghuni dengan cepat membaca web saat percakapan berlangsung sehingga data baru tentang budidaya perairan dapat dengan cepat diperoleh. Keterampilan dan kapasitas penghuni dalam merencanakan dan membangun sistem pertanian tangki sumbu di pekarangan mereka mulai meningkat. Peningkatan ini harus terlihat dari cara warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan merencanakan dan membuat model instalasi Hidroponik. Kemampuan dan kapasitas masyarakat Kecamatan Bara-Baraya Selatan dalam mengembangkan tanaman sawi hijau dengan sistem sumbu tank farming pun semakin meningkat. Masyarakat pun sadar akan keuntungan tidak memiliki lahan yang luas karena tahapan budidaya sayuran dengan sistem hidroponik wick telah dikuasai dan dilakukan dengan cermat dan semuanya berjalan dengan Masyarakat dapat menanam sawi hijau, yang nantinya akan menimbulkan dampak lanjutan dari pengembangan tanaman sayuran tersebut di pasaran sehingga dapat menjadi penghasilan tambahan bagi daerah setempat. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 Namun demikian masih ada beberapa kendala yang berkaitan dengan peran serta warga Kelurahan Kalicari dalam mengikuti kegiatan ini. Beberapa hal yang harus menjadi perhatian dan perlu tindak lanjut adalah sebagai berikut : Pada awalnya, warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan terlihat kurang tertarik untuk meningkatkan pemanfaatan pekarangan sehingga terlihat kurang tertarik untuk mengikuti kegiatan tersebut. Tim PkM dengan sabar menghampiri warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan yang tidak termotivasi. Tata cara upayanya pun berbeda dengan menampilkan rekaman-rekaman terkait peningkatan pemanfaatan pekarangan secara menarik, sehingga pada akhirnya warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan menunjukkan reaksi positif terhadap dilakukannya Pengabdian ini. Selain itu, warga Kecamatan Bara-Baraya Selatan menilai jadwal kegiatan terlalu lama dan membuat mereka merasa bosan. Latihan yang terlalu lama juga dianggap menghambat latihannya Kondisi ini dapat diatasi dengan membuat jadwal dan jenis latihan bersama antara kelompok PkM dengan masyarakat Kecamatan Bara-Baraya Selatan. Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Bara-Baraya Selatan tidak merasa bosan dengan aktivitas masing-masing. Demikian hasil evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini secara menyeluruh. Semoga hasil evaluasi ini dapat menjadi dasar petimbangan dan perbaikan bagi kegiatan pengabdian berikutnya. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kegiatan PkM yang telah dilakukan berjalan dengan lancar, dan memberi kebermanfaatan terhadap masyarakat kecamatan Bara-Baraya Selatan tentang dasar-dasar hidroponik, perancangan dan konstruksi instalasi hidroponik sistem sumbu, budidaya, serta pentingnya daur ulang limbah botol plastik bekas untuk lingkungan dan tujuan layanan kesehatan. sayuran sawi hijau dengan kerangka sumbu tank farming yang nantinya dari pengembangan sayuran tersebut bisa dijual di pasar sehingga menjadi income bagi daerah setempat. Masyarakat setempat pun antusias dalam kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Saran Pelatihan terkait penguatan pemanfaatan pekarangan dan strategi pengembangan sayuran dengan memanfaatkan sistem sumbu budi daya perikanan masih banyak dibutuhkan oleh sebagian besar wilayah setempat, sehingga disarankan agar latihan serupa dilakukan kembali khusunya di daerah yang berbeda dengan sasaran yang berbeda pula. UCAPAN TERIMA KASIH Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan Universitas Teknologi Sulawesi melalui Lembaga Pengabdian Pada Masyarakat (LPPM) yang telah mendanai kegiatan pengabdian ini, juga turut berperan penting Bapak Lurah bersama seluruh sataf Kelurahan Bara-Baraya Selatan. Kecamatan Makassar. Kota Makassar. Philantropy : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Website: https://journal. id/index. php/JP E-ISSN: 2964-2167 DAFTAR PUSTAKA