Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PENULISAN TEKNIK PARAFRASE PADA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH MAHASISWA POLITEKNIK NEGERI LAMPUNG Dian Windriani1. Yusep Windhu Ari Wibowo2. Retno Anggraini3. Mc. Fulvia. Hy4. Dewi Suryanti5. Muhammad Fadli6. Rio Eka Nugraha7 Politeknik Negeri Lampung dianwindri@polinela. id, 2yusep. windu@polinela. retnoanggraini@polinela. id, 4mcfulvia@polinela. id, 5dewisuryanti@polinela. fadli@polinela. id, 7Arioekanugraha@polinela. Abstrak: Pelatihan penulisan teknik parafrase di Politeknik Negeri Lampung bertujuan untuk mengatasi permasalahan plagiarisme dalam karya tulis ilmiah mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada 9 November 2024, dengan melibatkan 13 mahasiswa dari Jurusan Ekonomi dan Bisnis serta 6 dosen pendamping. Pelatihan ini dibagi ke dalam tiga sesi utama, yaitu pemaparan konsep plagiarisme dan teknik parafrase, simulasi teknik parafrase, serta praktik langsung membuat parafrase dari artikel pilihan. Sebelum pelatihan, survei menunjukkan bahwa 53,8% peserta tidak mengetahui terkait konsep plagiarisme, seperti tindakan copy-paste tanpa mencantumkan sumber merupakan Hasil akhir pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa terhadap konsep plagiarisme dan keterampilan menerapkan teknik parafrase. Materi yang diajarkan mencakup memahami isi tulisan, menulis ulang dengan bahasa sendiri, dan mencantumkan sumber referensi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa diharapkan dapat menghasilkan karya tulis ilmiah yang orisinal, berkualitas, dan bebas dari unsur plagiarisme. Kata kunci: Karya tulis ilmiah, plagiarisme, paraphrase Abstract: The paraphrasing technique writing training at Politeknik Negeri Lampung aimed to address the issue of plagiarism in studentsAo scientific writing. This activity was conducted on November 9, 2024, attended by 13 students from the Department of Economics and Business, along with 6 lecturers. The training was divided into three main sessions: an explanation of the concepts of plagiarism and paraphrasing, a paraphrasing simulation, and hands-on practice in creating paraphrases from selected Before the training, a survey revealed that 53. 8% of participants were unaware of the concept of plagiarism, such as copying and pasting information without citing the source being classified as plagiarism. The final results of the training showed a significant improvement in students' understanding of plagiarism concepts and their skills in applying paraphrasing techniques. The material taught included understanding the content of a text, rewriting it in their own words, and citing the original source. Through this training, students were expected to produce original, high-quality scientific writing free from plagiarism. Keywords: Academic writing, plagiarism, paraphrase Pelatihan Penulisan Teknik Parafrase pada Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung PENDAHULUAN Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi kasus plagiasi di kalangan mahasiswa saat membuat karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah (KTI), atau sering disebut sebagai academic writing merupakan suatu bentuk tulisan yang didasarkan dari hasil pengamatan, analisa, atau penelitian ilmiah yang mendalam terhadap isu Berdasarkan Eko Susilo yang dikutip oleh Finoza. Karya ilmiah adalah salah satu karangan atau tulisan yang didapat sesuai sifat keilmuannya dan pemantauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu bersantun bahasa dan isinya dapat atau keilmiahannya (Finoza, 2. Kata AuilmiahAy terletak pada bahasa, isi, dan cara penyajiannya. Sebuah karya ilmiah harus menggunakan bahasa baku, sesuai dengan pedoman ejaan Bahasa Indonesia, bertujuan untuk memberikan ketepatan dan konsistensi dari ide penulis. Sebuah karya tulis berfokus pada topik tertentu, yang sesuai dengan keilmuan dari si penulis, dan penyajian isinya harus rasional dan objektif atau tidak memihak. Isi karya ilmiah bersifat rasional dan berdasarkan data yang sudah dianalisis, bukan dari perasaan atau pendapat pribadi si penulis. Karya tulis ilmiah biasanya struktur penulisan yang sistematis yang terdiri dari pendahuluan, tinjauan pustaka, metodologi, hasil, pembahassan, dan kesimpulan. Hal ini mengikuti alur pemikiran dari penulis. Untuk meningkatkan kredibilitas dan originalitas dari sebuah karya ilmiah, penulis harus menghindari tindakan plagiarisme, dalam hal ini penulis dapat menggunakan parafrase dan melakukan sitasi dan refensi dengan benar . esuai dengan format: APA. MLA. Chichago, atau Harvar. Hal ini sesuai dengan argumen yang dikemukakan oleh Windriani bahwa menggunakan gagasan dan pemikiran orang lain bukanlah hal terlarang jika kita mengakui penulis aslinya dengan cara pengutipan, penulisan referensi, dan parafrase (Windriani. Yang menjadi poin larangannya adalah banyak penulis yang dengan sadar atau tidak telah melakukan penyalinan atas sebagian atau keseluruhan gagasan, opini, atau hasil karya orang lain dan mengakuinya sebagai karya sendiri (Windriani, 2. Ay Dalam dunia pendidikan, baik dosen dan mahasiswa wajib membuat karya ilmiah yang tujuannya adalah untuk pengetahuan dalam bidang tertentu. Dalam konteks mahasiwa, karya tulis ilmiah merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan studi. Bentuk dari karya tulis ilmiah pun beragam, seperti skripsi, tesis, disertasi, laporan praktikum, atau Permasalahannya mahasiswa sering mengabaikan bahwa ada kaidah-kaidah penulisan karya ilmiah. Dalam hal ini, karya ilmiah yang ditulis oleh mahasiswa masih terdapat unsur Istilah plagiat sudah tertuang pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendikna. Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi. Berdasarkan Permendiknas tersebut, plagiat pada pasal 2 ayat . dijelaskan sebagai berkut: AuPlagiat meliputi tetapi tidak terbatas Mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa menyatakan sumber secara Mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber secara memadai. Dian Windriani. Yusep Windhu A W. Retno A. Mc. Fulvia. Hy. Dewi S. Muhammad F. Rio Eka N Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 169- 178 Menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan. Atau teori tanpa menyatakan sumber secara Merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri dari suatu sumber kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyartakan sumber secara memadai. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa Ay Cooper memaparkan ada 4 . jenis plagiarisme, yakni Intentional plagiarism . indakan sengaja menjiplak plagiarism . indakan dengan tidak sengaja menjiplak karya orang lai. , inadvertent plagarism . indakan plagiarisme yang dilakukan karena kelalaian dari penuli. , dan self-plagiarism . indakan menjiplak karya sendir. (Cooper, 2. Hampir setengah dari peserta pelatihan belum mengetahui apa yang mereka lakukan adalah tindak plagiarisme. Hal ini dibuktikan dari hasil survey sebelum diadakan pelatihan penulisan dengan teknik parafrase yang menunjukkan hasil 53,8%. Karya tulis ilmiah mahasiswa seharusnya original dan bebas dari unsur Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 Pasal 7. AuKarya mahasiswa . kripsi, tesis dan disertas. dilampiri dengan surat pernyataan bermaterai, yang menyatakan bahwa karya ilmiah tersebut tidak mengandung unsur plagiatAy. Langkah-langkah yang dapat diterapkan oleh mahasiswa untuk menghindari plagiarisme adalah dengan melakukan pengutipan . ara untuk menyebutkan dan menuliskan sumber dan daftar pustaka atas karya yang dirujuk dengan bena. dan parafrase . engungkapkan ide atau gagasan orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah maksud atau makna ide dan gagasan tersebu. Pada pelatihan ini, tim PKM hanya berfokus kepada masalah parafrase dan solusi akan isu tersebut. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia Aupengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertianAy (KBBI, 2. Istilah AoparafraseAo merujuk pada modifikasi katakata dari teks yang asli menjadi kata-kata yang dirumuskan oleh penulis sendiri (Keck, 2. Parafrase juga berfungsi sebagai metode untuk mencegah plagiasi dengan menyampaikan pemikiran dari penulis lain. Hal ini memungkinkan untuk digabungkan dan menciptakan karya baru oleh peneliti (Chatterjee, 2. Schmitt . mengemukakan bahwa jumlah kosa kata yang dikuasai oleh peneliti saat menjelajahi sumber-sumber materi akan berdampak pada seberapa banyak tulisan yang dapat dihasilkan oleh peneliti. Beberapa memperlihatkan bahwa saat penulis berusaha memakai kata-kata mereka sendiri, mereka menemui masalah karena terbatasnya jumlah kosa-kata yang mereka miliki (McGowan, 2. Permasalahan inilah yang sering dijumpai oleh mahasiswa di kampus. Oleh sebab itu, tim pengabdian kepada masyarakat perlu melakukan pelatihan terkait dengan penulisan karya ilmiah dengan teknik METODE Pelatihan penulisan dengan teknik parafrase dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 November 2024 di Politeknik Negeri Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh 13 mahasiswa dari jurusan Ekonomi dan Bisnis. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum dilaksanakan kegiatan pelatihan yaitu: . Melakukan studi pustakan terkait panduan penulisan karya tulis ilmiah mahasiwa dan teknik penulisan parafrase untuk karya ilmiah. Pelatihan Penulisan Teknik Parafrase pada Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung . Koordinasi dan konsultasi dengan rekan sejawat terkait dengan rencana . Penyusunan, penulisan, dan validasi materi pelatihan. Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui tiga sesi yang terstruktur. Sesi pertama adalah pemaparan tentang konsep plagiarisme dan parafrase. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang konsep plagiarisme, contoh plagiarisme yang sering dijumpai pada tulisan, konsep parafrase, serta teknik-teknik Sebelum dilanjutkan ke sesi berikutnya, peserta pelatihan diajak untuk memberikan pengalaman dan wawasan mereka tentang plagiarisme dan parafrase. Dalam sesi ini, peserta sangat antusias dalam membagikan pengalaman mereka. Sesi kedua dan ketiga merupakan simulasi cara penulisan dengan teknik parfrase dan dilanjutkan dengan praktik mengaplikasikan teknik-teknik parafrase dalam karya tulis ilmiah. Dalam sesi ini peserta sangat serius dalam melakukan praktik langsung membuat parafrase dari artikel yang mereka pilih. Sesi ini dirancang guna memberikan kesempatan mengaplikasikan pemahaman teoritis mereka ke dalam praktik penulisan dengan teknik parafrase. Persiapan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang pengebdian masyarakat yaitu: Melakukan studi pustakan terkait panduan penulisan karya tulis ilmiah mahasiwa dan teknik penulisan parafrase untuk karya Koordinasi dan konsultasi dengan rekan sejawat terkait dengan rencana penulisan ebook yang berjudul Parafrase: Cara Cerdas Anti-Plagiarisme Penyusunan, verifikasi draf ebook Produksi ebook, dalam hal ini draf buku yang sudah final diunggah pada https://fliphtml5. com/ supaya dapat diakses mahasiswa dengan Melakukan uji coba desain materi yang akan disampaikan Menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya waktu pengabdian Menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 November 2024 pukul 14. 00selesai Adapun susunan acara kegiatan adalah sebagai beikut: Persiapan. Peserta pelatihan memasuki ruangan kelas pelatihan . oom meetin. Pembukaan Penyampaian Materi oleh Tim Pengabdian Kepada Masyarakat. Metode Pelatihan penulisan teknik parafrase pada karya ilmiah mahasiswa bersifat ceramah dan Pemateri bagaimana menggunakan teknikteknik parafrase. Pada tahap ini, peserta pelatihan menyimak dan menirukan pemateri dan dilanjutkan dengan praktek oleh mahasiswa. Dokumentasi kegiatan. Akhir kegiatan ditutup oleh Khalayak Sasaran Kegiatan ini diikuti oleh 13 peserta yang merupakan mahasiswa jurusan ekonomi dan bisnis. Politeknik Negeri Lampung. Dian Windriani. Yusep Windhu A W. Retno A. Mc. Fulvia. Hy. Dewi S. Muhammad F. Rio Eka N Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 169- 178 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelatihan penulisan teknik parafrase pada mahasiswa politeknik negeri lampung merupakan program yang dirancang untuk merespon permasalahan yang sangat mendesak dalam dunia pendidikan, yaitu plagiarisme dalam karya tulis. Hal ini dapat disebabkan oleh kesengajaan dan ketidaksengajaan dari mahasiswa dalam menuliskan karya ilmiah, atau disebut sebagai intentional dan unintentional Ada menghindari plagairisme, namun dalam pelatihan ini penulis hanya berfokus pada satu cara yaitu dengan melakukan Parafrase berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah Aupengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertianAy (KBBI, 2. Pelatihan ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 November 2024 dan terbagi dalam tiga sesi, diikuti oleh 13 peserta dan melibatkan 6 dosen. Sesi pertama adalah pemaparan tentang konsep plagiarisme, contoh plagiarisme yang sering dijumpai pada tulisan, konsep parafrase, serta teknik-teknik parafrase. Pada kondisi sebelumnya, peserta pelatihan belum terlalu mengetahui akan konsep dan pengaplikasian teknik parafrase pada penulisan karya ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan tingginya indek similarity dan hasil survey yang menunjukkan bahwa masih banyak peserta pelatihan yang belum mengetahui mengambil informasi tanpa mencantumkan sumbernya atau tanpa mengolah lagi informasi tersebut . merupakan tindakan plagiarisme. Berikut merupakan hasil survey sebelum Gambar 1. Survey tentang Plagiarisme dan Parafrase sebelum Pelatihan Hasil survei pada gambar 1 menunjukkan bahwa mayoritas peserta pelatihan memiliki tingkat pengetahuan dan pengalaman yang rendah terkait teknik parafrase dan konsep plagiarisme. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk memberikan pelatihan yang lebih intensif mengenai parafrase sebagai salah satu cara untuk menghindari plagiarisme, khususnya dalam konteks penulisan karya Sesi kedua dan ketiga merupakan simulasi cara penulisan dengan teknik parfrase dan dilanjutkan dengan praktik mengaplikasikan teknik-teknik parafrase dalam karya tulis ilmiah. Tidak lupa peserta diajak langsung untuk berdiskusi tentang materi guna memperdalam pemahaman peserta pada materi. Dalam sesi ini peserta sangat serius dalam melakukan praktik langsung membuat parafrase dari artikel yang mereka pilih. Berikut merupakan hasil dari tulisan Pelatihan Penulisan Teknik Parafrase pada Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung Gambar 2 Lembar Latihan Peserta dalam Membuat Parafrase Gambar 4. E-Book (Materi Pelatiha. Setelah dilaksanakan, mahasiswa diarahkan untuk mengisi survey yang mana survey menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta. Para peserta pelatihan menyatakan bahwa materi pelatihan sangat bermanfaat dan relevan untuk kegiatan mereka dalam dunia Gambar 3. Flyer Pelatihan Penulisan Teknik Parafrase Gambar 5. Pelatihan Penulisan Teknik Parafrase melalui Zoom Meeting Pelatihan penulisan teknik parafrase yang dilaksanakan pada 9 November 2024, melalui Zoom Meeting membahas tentang konsep dan teknik parafrase serta Dian Windriani. Yusep Windhu A W. Retno A. Mc. Fulvia. Hy. Dewi S. Muhammad F. Rio Eka N Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. 169- 178 contoh penerapannya. Harapannya adalah mahasiswa dapat menerapkan teknik parafrase dalam tulisannya sehingga dapat mengurangi angka plagiarisme. Materi pelatihan diambil dari materi yang sudah disusun oleh Dian Windriani. Hum. yang berjudul Parafrase: Cara Cerdas Anti-Plagiarisme. Pada materi tersebut dibagi menjadi dua bagian yakni Unit 1 tentang mengenal plagiarisme sebagai kejahatan publik dan Unit 2 tentang memahami parafrasa sebagai teknik anti-plagiarisme. Berikut adalah 6 teknik parafrase yang diambil dari buku Parafrase yang dapat diaplikasikan oleh mahasiswa saat menulis karya ilmiah: Membaca tulisan orang lain secara berulang sampai memahami makna dari tulisan tersebut Menulis kembali ide dan gagasan dari sumber tulisan dengan bahasa Menulis beberapa kata kunci dari Periksa hasil parafrase dengan sumber tulisan untuk memastikan bahwa hasil parafrase memiliki makna yang sama dengan bentuk yang baru atau berbeda Gunakan kutip untuk mengidentifikasi istilah-istilah yang diambil dari sumber tulisan Menuliskan bahkan halaman dari tulisan sehingga memudahkan ketika akan menuliskan sumber atau referensi pada tulisan kita. Evaluasi Kegiatan Pelaksanaan pelatihan penulisan teknik parafrase di Politeknik Negeri Lampung telah berjalan dengan baik dan sesuai dengan rencana. Namun, terdapat dua kendala yang perlu diperhatikan dalam evaluasi kegiatan ini: Keterbatasan Jumlah Peserta. Kegiatan melibatkanmahasiswa dari satu jurusan saja, dimana skala tersebut yang relatif kecil jika dibandingkan plagiarisme di kampus. Untuk pelatihan selanjutnya, pelatihan dapat diperluas cakupannya dengan melibatkan lebih banyak mahasiswa dari berbagai jurusan di Politeknik Negeri Lampung. Kesiapan Teknis: Meskipun pelaksanaan menggunakan platform Zoom berjalan lancar, beberapa kendala teknis seperti koneksi internet yang tidak stabil dialami oleh beberapa peserta. Alternatif solusi adalah menyediakan materi dalam format yang dapat diakses offline dan mengoptimalkan sesi tanya-jawab untuk memastikan Secara kendala-kendala efektivitas kegiatan. Peningkatan konsep plagiarisme dan teknik keberhasilan utama dari pelatihan Luaran yang Dicapai Kegiatan dilakukan di Politeknik Negeri Lampung berhasil menghasilkan beberapa luaran yang signifikan dan bermanfaat bagi peserta serta pihak institusi: Peningkatan Pemahaman Mahasiswa: Hasil survei setelah pelatihan menunjukkan peningkatan plagiarisme dan keterampilan teknik Sebelum sebagian besar peserta tidak mengetahui bahwa tindakan copypaste tanpa mencantumkan sumber termasuk plagiarisme. Materi Edukasi: E-Book AuParafrase: Cara Cerdas Anti-PlagiarismeAy: Sebagai bagian dari luaran kegiatan, tim PKM berhasil menyusun dan mempublikasikan e-book yang Pelatihan Penulisan Teknik Parafrase pada Penulisan Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Politeknik Negeri Lampung berisi panduan lengkap tentang teknik parafrase. E-book ini diunggah di platform fliphtml5. sehingga mudah diakses oleh mahasiswa dan pihak akademik Rekomendasi Kegiatan Berkelanjutan: Kegiatan mendorong pihak institusi untuk lanjutan terkait plagiarisme, seperti pelatihan sitasi dan penggunaan perangkat pendeteksi plagiarisme (Turnitin. Grammarly, dl. SIMPULAN Pelatihan penulisan teknik parafrase di Politeknik Negeri Lampung berhasil permasalahan plagiarisme yang kerap ditemukan dalam karya tulis ilmiah Berdasarkan survei awal, mayoritas peserta belum memahami konsep plagiarisme dan pentingnya teknik Pelatihan ini dilakukan melalui pendekatan sistematis yang terdiri dari tiga sesi, yaitu pemaparan teori, simulasi, dan praktik langsung. Dengan metode tersebut, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis tentang plagiarisme dan parafrase, tetapi juga mendapatkan mempraktikkan teknik parafrase dalam karya tulis ilmiah mereka. Peningkatan mahasiswa dapat dilihat dari hasil survei pasca-pelatihan, respon positif terkait penerapan teknik Materi yang disampaikan, termasuk enam teknik parafrase utama seperti menulis ulang dengan bahasa sendiri, menggunakan kata kunci, dan memastikan makna tidak berubah, dinilai relevan dan aplikatif bagi mahasiswa. Pelatihan ini juga menekankan pentingnya mencantumkan sumber referensi sebagai bentuk penghargaan terhadap penulis asli serta upaya menghindari plagiarisme. Secara keseluruhan, pelatihan ini memberikan kontribusi positif terhadap Dengan penerapan teknik parafrase yang telah dipelajari, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya tulis ilmiah yang berkualitas, orisinal, dan bebas dari unsur plagiarisme. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model untuk program serupa di lingkungan akademik yang lebih luas, sehingga budaya akademik yang jujur dan Pengembangan materi dan sosialisasi teknik parafrase secara lebih masif juga direkomendasikan sebagai langkah lanjutan dalam meminimalisir plagiarisme di kalangan mahasiswa. DAFTAR PUSTAKA