Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 7 Nomor 7, Juli 2024 ISSN: 27342488 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TIPE PRE-SOLUTION POSING TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS IV SD NEGERI 060874 MEDAN Anggi Permata Sari1, Nurmayani2 Email: anggipermatasari0403@gmail.com1 Universitas Negeri Medan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Posing Tipe PreSolution Posing terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPAS Siswa kelas IV SD Negeri 060874 Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimet design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV yang berjumlah 40 siswa dan terdiri dari kelas IVA dan IVB, dimana kelas IVA adalah kelas eksperimen dan kelas IVB adalah kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes berjumlah 20 soal yang sudah diuji validitasnya. Analisis data penelitian dilakukan dengan menerapkan analisis deskriptif dan uji hipotesis melalui uji t dimana dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa thitung sebesar 6,040 dan ttabel sebesar 1,686 Pada taraf signifikan 95% atau Ξ± = 0,05. Karena thitung > ttabel (6,040 > 1,686) Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hipotesis alternatif penelitian diterima. Kata Kunci: Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing, Hasil belajar IPAS Siswa 230 PENDAHULUAN Pendidikan mempunyai peranan penting dalam kemajuan dan perkembangan suatu bangsa. Menurut pengamat pendidikan Untan Aswandi, pendidikan dapat dijadikan salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas suatu bangsa. Semakin baik kualitas pendidikan yang ada maka dapat dikatakan bangsa tersebut memiliki kualitas yang baik pula. Berdasarkan hal ini, negara Indonesia telah mengaturnya dalam Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 mendefinisikan pendidikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Pembelajaran IPAS yaitu pembelajaran yang pada kurikulum merdeka ini adalah gabungan antara mata pelajaran IPA dan IPS. Sebagaimana yang dikemukan oleh Agustina dkk, (2022) Dalam kurikulum merdeka pembelajaran antara ilmu pengetahuan alam (IPA) dan Ilmu pengetahuan social (IPS) dintegrasikan dengan ilmu pengetahuan sosial yang menjadi IPAS. Seorang guru harus dapat mengolah kelas se-kreatif dan se-inovatif mungkin dalam merencanakan proses pembelajaran yang dilaksanakan, agar tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru kelas IV di SD Negeri 060874 Medan Estate pada tanggal 25 Januari 2024, Peneliti menemukan beberapa masalah yaitu: (1) Pembelajaran belum menggunakan model yang bervariasi,(2), Masih rendahnya hasil belajar IPAS peserta didik dimana diperoleh dari hasil ulangan harian terdapat 70% nilai ulangan peserta didik dibawah KKM, (3) Penguasaan peserta didik terhadap suatu materi masih rendah, (4) Proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru, dan (5) Peserta didik tidak kondusif saat pembelajaran di kelas. Berdasarkan permasalahan di atas, diperlukan adanya solusi yang digunakan untuk memperbaiki hasil belajar peserta didik. Cara yang digunakan untuk memperbaiki hasil belajar, yaitu guru harus mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran yang dapat memotivasi peserta didik untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran agar kemampuan serta hasil belajar peserta didik dapat lebih baik. Model pembelajaran yang dapat digunakan dalam rangka meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik adalah model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing. Pada prinsipnya, model pembelajaran Problem Posing adalah tipe model pembelajaran yang mengharuskan perserta didik menyusun pertanyaan sendiri atau memecahkan suatu soal menjadi pertanyaan yang lebih sederhana. (Shoimin, 2014: 133) METODEi PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Menurut Sugiyono (2017:107) penelitian eksperimen adalah metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendali. Dimana penelitian ini berupaya memaparkan pengaruh model pembelajaran Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing terhadap hasil belajar siswa. Dalam pelaksanaan penelitian eksperimen ini, kelas eksperimen dan kelas konrol diatur secara intensif. Perbedaan dari kelas kontrol dan kelas eksperimen yaitu bahwa pada kelas eksperimen diberi perlakuan khusus yaitu dengan model Problem Posing Tipe Pre-Solution Posing, sedangkan pada kelas kontrol menggunakan metode ceramah. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 060874 Medan, Kec. Medan Perjuangan, Kota Medan. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah kelas IV yang berjumlah 40 siswa 231 yang terbagi kedalam 2 kelas. Kelas eksperimen dilakukan di kelas IVA yang berjumlah 22 siswa dan diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran problem posing tipe pre-solution posing, sedangkan kelas kontrol dilakukan di kelas IVB tanpa perlakuan atau hanya menggunakan metode ceramah. Sebelum dilaksanakan penelitian, instrumen penelitian berupa tes harus diuji coba terlebih dahulu menggunakan bantuan aplikasi Microsoft Excel untuk menganalisis kesahihan dan keterandalan butir tes yang akan digunakan dalam penelitian. 1. Uji Validitas Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan rumus Product Moment. Hasil uji coba instrument soal ini menunjukkan bahwa dari 30 butir soal yang diuji coba dinyatakan terdapat 20 soal yang valid dan 10 soal yang tidak valid. Soal yang dinyatakan tidak valid karena rhitung ttabel (6,040>1,686), Sehingga hipotesis nihil (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif penelitian (Ha) diterima. KESIMPULAN Terdapat pengaruh dari penerapan model pembelajaran Problem Posing Tipe PreSolution Posing terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 060874 Medan yang dibuktikan dengan nilai thitung = 6,040 pada taraf signifikan 95 % atau Ξ± = 0,05 dan dk= n1 + n2 -2 = 22+18-2 =38, nilai t0,95 ==1,68595. Dari hasil perhitungan diatas terlihat bahwa thitung sebesar 6,040 dan ttabel sebesar 1,686 Pada taraf signifikan 95% atau Ξ± = 0,05. Karena thitung > ttabel (6,040 > 1,686) Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa hipotesis alternatif penelitian diterima. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai hasill pre-test dan post-test kelas eksperimen dan kontrol. Dimana nilai pre-test kelas eksperimen yaitu 51,136 dan nilai post-testnya 82, 273. Untuk kelas kontrol pada nilai pre-test yaitu 48,611 dan nilai post-testnya 72,778. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai sebesar 31,13% pada kelas eksperimen dan 24,61% pada kelas kontrol. DAFTAR PUSTAKA Agustina, M., Anggrayni, M., & Saputra, A. (2022). Pengembangan Media Video Animasi Berbasis Kinemaster muatan Ipa Materi Sistem Pernapasan Pada Manusia Kelas V Sekolah Dasar. Azeti, S., Mulyadi, H., & Purnama, R. (2019). Peran motivasi belajar dan disiplin belajar pada prestasi belajar mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan. Journal of Business Management Education (JBME), 4(2),10-17 Fatmawati. (2020). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Pre Solution Posing Untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Dan Hasil Belajar Peserta didik Kelas Vii Mts Darussalimin Nw Sengkol Mantang Tahun Pelajaran 2020/2021. Mataram. Indriani,V. (2019). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Tipe Post Solution 234 Posing Terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Ditinjau Dari Pengetahuan Awal Matematika Peserta didik Mts Negeri 4 Kampar Sardiman. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Depok: PT. Rajagrafindo Persada. Shoimin, A. 2014. 68 Model Pembelajaran INOVATIF dalam Kurikulum 2013. Yogyakarta: ARRuss Media Sudjana, N. (2021). Dasar dasar proses belajar mengajar. Sinar Baru Algensindo. Suprijono, A. (2021). Pengaruh pembelajaran daring berbasis media virtual tour to museum terhadap motivasi peserta didik belajar IPS di kelas VIII SMPN 1 Gresik. Dialektika Pendidikan Ips, 1(1), 16-25. Wijayanti R. Yusron M F. dkk. 2022. Pengenalan Kurikulum Merdeka Belajar Pada Peserta didik Pondok Pesantren 235