LISTRA Jurnal Linguistik Sastra Terapan Vol. No. Bulan Juni 2025, pp. https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index || KETIDAKADILAN GENDER DALAM KUMPULAN CERPEN SAGRA KARYA OKA RUSMINI : KAJIAN FEMINISME Eko Saputro 1. Ida Sukowati 2. Zaenal Arifin 3 *1-3 Universistas Islam Darul AoUlum Lamongan. Indonesia 1 ekosaputro31077@gmail. 2 idaasukowati@unisda. 3 zaenalarifin@unisda. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan pada kumpulan cerpen Sagra Karya Oka Rusmini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan feminisme. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa. teknik baca, simak dan teknik catat. Instrumen penelitian menggunakan kartu data klasifikasi berupa wujud ketidakadilan gender. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif serta hasil analisis data disajikan secara deskriptif. Hasil dari 5 cerpen pada penelitian ini ditemukan 40 data wujud ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan. Adapun wujud ketidakadilan gender yang ditemukan yaitu . marginalisasi, . subordinasi, . stereotip, . kekerasan, dan . beban kerja terhadap perempuan. Penelitian ini dapat diimplikasikan dalam pembelajaran sastra pada jenjang SMA atau SMK Kata kunci: ketidakadilan gender, kumpulan cerpen Sagra, feminisme. ABSTRACT This research aims to describe the gender injustice experienced by female characters in the short story collection Sagra Karya Oka Rusmini. The approach used in this research is a feminist approach. The type of research is descriptive qualitative. The data collection techniques used are. listening and note-taking techniques. The research instrument uses classification data cards in the form of forms of gender inequality. The analysis technique used is descriptive analysis technique and the results of data analysis are presented descriptively. The results of the 5 short stories in this research found 40 data on forms of gender injustice experienced by female characters. The forms of gender inequality found were . marginalization, . subordination, . stereotypes, . violence, and . workload on women. This research can have implications for literature learning at high school or vocational school level. Kata Kunci: gender inequality. Sagra short story collection, feminism. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Permasalahan mengenai gender sudah berkembang dalam dunia sastra sejak sebelum abad ke-18. Hal ini terlihat sebelum adanya kemunculan sastra Indonesia modern yaitu dengan ditandai kemunculan penerbit Balai Pustaka. Perempuan sudah menjadi daya tarik tersendiri pada penciptaan suatu karya sastra. Gender pada dasarnya merupakan hasil dari sebuah proses sosial di masyarakat yang disosialisasikan dengan cara terus menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya. Pengertian gender juga dapat berbeda di berbagai budaya dan konteks sosial. Gender juga berkaitan dengan peran yang melekat pada diri seseorang yang ditentukan secara biologis yang bersifat psikologis kultural. (Irmayani, 2021:. Gender dalam kajian sastra harus dibedakan dengan seks atau alat kelamin yang dibedakan terdiri dari dua jenis yaitu laki-laki . dan perempuan . https://e-jurnal. id/index. php/LISTRA/index listra@unisda. Ketidaksetaraan gender telah mengakibatkan berbagai macam ketidakadilan mengenai apa yang dirasakan kaum perempuan maupun kaum laki-laki (Fakih, 2013:. Adanya Perbedaan gender sebenarnya tidak menjadi permasalahan, selama tidak menimbulkan adanya ketidakadilan dari salah satu gender terutama terhadap kaum (Mustofa dkk, 2022:. Namun kenyataannya, sampai saat ini ketidaksetaraan gender terutama terhadap kaum perempuan masih menjadi sebuah fenomena sosial yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan semakin hari semakin mengkhawatirkan (Hasriani, 2018:. Berdasarkan permasalahan sebagaimana yang telah diuraikan terkait, perempuan sering memperoleh ketidakadilan. Maka dalam penelitian ini akan dikaji tentang ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan yang menjadi objek pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini dengan menggunakan teori analisis ketidakadilan gender dari Mansoer Fakih yaitu berupa bentuk-bentuk dari ketidakadilan berupa marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan dan beban kerja. Ketidakadilan gender merupakan salah satu permasalahan yang dipilih sebagai fokus penelitian. Terdapat alasan penting yang membuat penelitian ini berfokus pada ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini. Hal ini dikarenakan sampai saat ini budaya patriarki masih berkembang dan menjadi permasalahan, sehingga penulis mencoba untuk mengungkapkan bagaimana mengenai bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang seringkali dirasakan oleh kaum perempuan yang tergambar dalam kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini. Adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan wawasan mengenai bentuk-bentuk ketidakadilan yang dialami oleh tokoh perempuan dan bentukbentuk perlawanan yang mereka lakukan untuk mencapai keadilan. METODE Pada penelitian ini penulis menggunakan metode yang bersifat subjektif yaitu berupa penelitian kualitatif. Penulis menggunakan metode interpretasi dan analisis untuk mendapatkan informasi mengenai ketidakadilan gender yang terkandung pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini. Pendekatan penelitian ini menggunakan jenis pendekatan dengan menggunakan metode Data penelitian yang dihasilkan nantinya berupa data keterangan deskripsi berupa kata-kata atau kalimat tertulis yang mengandung bentuk ketidakadilan gender terhadap Desain penelitian kualitatif mengacu pada perencanaan dan struktur penelitian yang digunakan untuk memahami fenomena sosial, budaya, atau perilaku manusia. Desain ini bersifat fleksibel dan adaptif, disesuaikan dengan konteks dan dinamika lapangan. Kalau disini saya menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan data mengenai bentuk-bentuk ketidakadilan gender dalam buku kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini yang disajikan dalam bentuk kalimat atau paragraf yang menunjukkan wujud ketidakadilan gender pada kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini. Cerpen yang dijadikan data pada penelitian ini berjumlah 5 yaitu cerpen "Sepotong Kaki. Pesta Tubuh. Sagra. Ketika Perkawinan Harus Dimulai, dan Cenana". Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik menyimak dan catat. Teknik ini digunakan untuk mencari langsung berupa kalimat atau kutipan yang mengandung ketidakadilan gender yang dialami oleh tokoh perempuan dalam kumpulan cerpen yang berjudul AuKetidakadilan Gender Pada Kumpulan Cerpen Sagra Karya Oka RusminiAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah wujud ketidakadilan gender seperti marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja yang dialami tokoh perempuan dalam kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini yang didasarkan pada teori Mansoer Fakih. Setelah melakukan penelitian terhadap kumpulan cerpen Sagra karya Oka Rusmini, terdapat 39 data berupa kutipan dan kalimat-kalimat yang mengandung ketidakadilan gender diantaranya adalah . marginalisasi, . subordinasi, . stereotip, . kekerasan, dan . beban kerja terhadap perempuan. Ketidakadilan gender dalam Cerpen Sepotong Kaki . Marginalisasi Perempuan Data . AuTak seorang pun dari kasta yang lebih rendah boleh memakai nama kecilnya lagi. Mereka panggil AujeroAy, dan orang-orang dari kasta yang lebih rendah harus bertutur kata halus padanya. Ay (Data 1. 1 M. Sepotong Kaki. Teks Narasi tersebut termasuk wujud ketidakadilan gender dalam bentuk Bentuk marginalisasi pada teks narasi tersebut menggambarkan peminggiran status rendah tokoh perempuan yang disebabkan karena tidak adanya kesetaraan gender antara seseorang yang memiliki kasta tinggi dan yang memiliki kasta lebih rendah. Subordinasi Perempuan Data . AuBukankah semua yang hadir punya hak untuk menelan penari di panggung dengan mata mereka? Siapa yang akan menghukum keliaran mata para lelaki itu? Siapa yang tahu, mata para lelaki itu diam-diam mengupas habis tubuh perempuan penari itu dalam otak mereka, bersetubuh dengan selendang dan keliaran bau Ay (Data 2. 1 S. Sepotong Kaki. Pada teks narasi tersebut terdapat wujud ketidakadilan gender dalam bentuk Ketidakadilan gender terlihat di mana perempuan sebagai penari digambarkan sebagai objek yang dapat AuditelanAy dan AudikupasAy oleh mata lelaki. Tubuhnya menjadi fokus utama, bukan bakat dan kemampuan menarinya. Stereotip Perempuan Data . AuKau bukan perempuan sejati. Ingat itu. Centaga. Seorang laki-laki pernah menolakmu ketika dilihatnya kaki kirimu tak seindah kaki kananmu. Kau bukan penari sejati. Centaga. Seorang penari harus memiliki dua potong kaki yang Ay (Data 3. 1 St. Sepotong Kaki. Pada kutipan teks narasi tersebut sangat terlihat adanya bentuk ketidakadilan gender berupa stereotip. Kutipan tersebut mendefiniskan mengenai perempuan yang memiliki fisik berbeda dengan yang lain dianggap bukan perempuan sejati, apalagi jika sudah pernah ditolak laki-laki hanya karena fisiknya yang dianggap kurang sempurna. Ketidakadilan gender dalam cerpen Pesta Tubuh . Marginalisasi Perempuan Data . AuKetika usiaku lima belas, orang-orang mencampakan aku. Kata mereka, aku punya penyakit kotor yang membahayakan. Ay (Data 1. 1 M. Pesta Tubuh. Ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan dalam kutipan teks narasi tersebut berupa marginalisasi yang terlihat dari cara masyarakat memperlakukan tokoh perempuan tersebut. Di usianya yang ke-15 tahun, orang-orang disekitarnya menolak perempuan tersebut karena mengira ia mengidap penyakit yang kotor dan . Kekerasan Perempuan Data . AuLuh Rimbig diam. Dadanya sakit seperti diremas. Hampir sepuluh laki-laki telah menggigit tubuhnya. Meremasnya, menghunjamkan pisau-pisau lapar ke sela-sela Menguras dan memukulinya secara kasar setiap kali menyetubuhinya. Ay (Data 2. 1 K. Pesta Tubuh. Pada kutipan teks narasi tersebut, wujud ketidakadilan gender berupa kekerasan yang dialami oleh perempuan yaitu tokoh perempuan diperlakukan semena-mena, perempuan mengalami perlakuan yang sangat kejam dan tidak manusiawi yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki. Data . AuSeorang perempuan harus menanggung penyiksaan yang tak ada habisnyaAy. (Data 2. 2 K. Pesta Tubuh. Teks narasi tersebut, mengandung wujud ketidakadilan gender dalam bentuk kekerasan yang dialami perempuan. Bentuk kekerasan yang dialami oleh tokoh perempuan bernama Dayu terlihat karena menanggung penyiksaan tanpa ada Data . AuItulah yang terjadi setiap malam. Kami, anak-anak perempuan dibawah lima belas tahun, dihabisi di tempat tidur. Harus melayani 10 sampai 15 laki-laki, bahkan kadang lebih, setiap hari. Ay (Data 2. 3 K. Pesta Tubuh. Teks narasi tersebut mengandung ketidakadilan gender dalam bentuk kekerasan. Ketidakadilan gender dirasakan tokoh karena adanya kekerasan seksual bibawah umur yang dijadikan budak tanpa ada rasa belas kasihan sedikit pun secara terus menerus mengakibatkan trauma berkepanjangan dan luka dalam tubuhnya. Data . AuTubuh-tubuh kecil kami ditelanjangi, diikat, dihirup, digigiti, ditusuk berkali-kali. Ay (Data 2. 4 K. Pesta Tubuh. Teks narasi tersebut mengandung wujud ketidakadilan gender dalam bentuk Ketidakadilan gender yang dirasakan oleh tokoh perempuan pada tokoh yang dilakukan oleh para laki-laki yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan kekerasan kepada perempuan dibawah umur. Data . AuLaki-laki kuning langsat itu menyantap tubuh kami dengan rakusnya. Ay (Data 2. Pesta Tubuh. Teks narasi tersebut menceritakan mengenai para tokoh perempuan yang dieksploitasi tubuhnya menjadi pelayan seks tentara Jepang. Hal tersebut merupakan bentuk kekerasan dan ketidakadilan yang seringkali dialami perempuan. Data . AuSuatu hari dia merengek, setelah keperawanannya direnggut seorang perwira Jepang. Sejak saat itu, nasibnya sama seperti kami. Setiap malam tubuh kami dihidangkan untuk puluhan laki-laki. Besok pagi, kami tumbuhkan lagi daging, untuk malamnya mereka renggut kembali. Terus. Berulang kali. Hutan tempat kami tinggal adalah neraka. Karena setiap hari mereka tega merenggut kami sampai ke akar-akarnya. Kami ditinggalkan dalam keadaan tanpa busana. Tanpa Dan tubuh kami hanya di selimuti darah dan luka. Ay (Data 2. 6 K. Pesta Tubuh. Pada kutipan teks narasi tersebut, menceritakan mengenai situasi yang mengerikan dan tragis, di mana seorang perempuan yang kemungkinan besar ditangkap saat konflik masa perang, menceritakan trauma dan penderitaan yang Para tokoh perempuan dibawah umur menjadi korban kekerasan fisik, mental dan seksual. Data . AuLima laki-laki berpakaian serdadu menyergapku. Kejadian itu terus berulang. Sampai tak bisa kubedakan kapan aku mengalami menstruasi, kapan tidak. Darah terus keluar dan mengering. Berpuluh- puluh tubuh menyantapku. Berpesta di atas tubuhku yang kurus dan kecil. Ay (Data 2. 7 K. Pesta Tubuh. Pada kutipan teks narasi tersebut, menceritakan mengenai tokoh perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual tanpa ada hentinya sampai tidak dapat membedakan kapan perempuan tersebut menstruasi. Pemerkosaan tersebut dilakukan oleh sekelompok laki-laki yang tidak ia kenal secara bergiliran memaksa korban untuk melayani sebagai budak seks. Ketidakadilan Gender dalam Cerpen Sagra karya Oka Rusmini . Marginalisasi Perempuan Data . AuTinggal di griya, berarti Sagra tidak lagi berhak memiliki impian sebagai Au (Data 1. 1 M. Sagra. Kalimat diatas berisi wujud ketidakadilan gender dalam bentuk marginalisasi. Ketidakadilan ini terlihat jelas karena tokoh perempuan bernama Sagra hak hidupnya sebagai manusia yaitu memiliki impian dirampas karena ia hanya wong jero yang tinggal di griya. Subordinasi Perempuan Data . AuApa yang bisa dilakukannya sebagai pelayan selain hanya menunggu perintah? Bekerja untuk orang lain. Ay (Data 2. 1 S. Sagra. Kalimat di atas mengandung ketidakadilan gender dalam bentuk subordinasi. Ketidakadilan gender terlihat jelas bagaimana jika seorang perempuan bekerja sebagai pelayan, harga dirinya direndahkan bahkan dianggap tidak dapat melakukan apa-apa kecuali hanya mengikuti perintah orang lain. Stereotip Perempuan Data . AuTapi, benarkah masalahnya sesederhana itu? Atau mungkin Luh Sagra, perawan cantik yang menjadi incaran pemuda griya, sengaja meninggalkan bocah itu di bak mandi? Mungkinkah dia sengaja mendorongnya agar dinasti Pidada punah? Ataukah perawan cantik yang matang pengalaman itu ingin menguasai harta keluarga Pidada? Dia pelayan yang paling dicintai keluarga griya, bukan? Atau barangkali perawan itu memendam dendam yang siap meruntuhkan seluruh keturunan Pidada?Ay (Data 3. 1 S. Sagra. Kutipan teks tersebut dapat dikategorikan sebagai kutipan yang mengandung ketidakadilan gender dalam bentuk stereotip. Ketidakadilan gender berupa stereotip terlihat jelas mengenai bagaimana ada perempuan cantik yang berasal dari keluarga tidak mampu seringkali dinilai matre atau hanya mengincar harta saja untuk bergantung hidup pada seseorang. Data . AuAh, tidak mungkin! Perempuan itu terlalu lama hidup di luar negeri. Pikirannya serba praktis. Ay (Data 3. 2 S. Sagra. Ketidakadilan gender berupa stereotip terlihat jelas, perempuan yang terlalu mandiri apalagi sampai meninggalkan tempat tinggalnya dan hidup diluar negeri dinilai akan terpengaruh dengan pemikiran yang serba mudah dan akibatnya akan mudah menyepelekan karena kodratnya perempuan hanya berada disekitar lingkungan tempat tinggalnya saja. Data . AuSundri, seorang perawan desa, hamil dua bulan. Sagra sendiri yang mengantarkannya ke dukun untuk mengeluarkan janin di perutnya. Beberapa perempuan lain juga kawin dengan perut yang sudah buncit. Anehnya, mereka tidak diperlakukan seperti ayah dan ibu Sagra. Mereka justru berkata, yang terjadi di desa ini adalah kutukan: warisan orang tua Sagra yang harus ditanggung oleh seluruh warga desa. Ay (Data 3. 3 S. Sagra. Wujud ketidakadilan gender berupa stereotip sangat terlihat pada kalimat di atas di mana seorang perawan desa bernama Sudri hamil diluar nikah dan ingin melakukan aborsi dan ada pula perempuan lain yang menikah disaat sedang hamil. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan dalam cerpen Sagra Karya Oka Rusmini ditandai oleh perbedaan ruang dan peran serta cara pandang yang berbeda dari masing-masing gender. Perbedaan status dan peran tersebut biasanya diakibatkan oleh ideologi, struktur, dan sistem sosial budaya yang dianut dalam masyarakat. Hasil analisis ketidakadilan gender yang dialami tokoh perempuan paling banyak berupa wujud stereotip yang dialami tokoh perempuan dengan jumlah 11 data. Hasil analisis terbesar kedua adalah berupa kekerasan yang dialami tokoh perempuan dengan jumlah 10 data. Penulis mengungkapkan bahwa tokoh perempuan banyak merasakan ketidakadilan, kekerasan, pelecehan, penilaian negatif, perampasan hak Selain itu, tokoh perempuan juga banyak merasakan ketidakamanan akibat kejadiankejadian yang dialami. DAFTAR RUJUKAN Aulia. Solihati N. Ketidakadilan Gender terhadap Tokoh Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Perempuan yang Memesan Takdir Karya W. Sanavero. Jurnal Pendidikan. Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia, 6 . , 515Ae527. https://unma. Bisarul Ihsan. Sahid Teguh Widodo, & Atikah Anindyarini. Ecological Value In Myths (Review of Community Ecological Wisdom in Traditional Myth. Proceedings of the 3rd International Conference of Humanities and Social Science. ICHSS 2023, 3. Ernawati. Sariban. , & Mustofa. Penerapan Pembelajaran Berdifereniasi Pada Pembelajaran Memahami Informasi Teks Certia Sederhana Di Kelas 5 Sekolah Dasar. Listra: Jurnal Linguistik Dan Sastra Terapan, 2. Fakih. Analisis Gender & Transformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Huum. Ensiklopedi Feminisme. Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru. Irmayani. Irmayani, and Ichya Uluumiddin. "Representasi Pendidikan Spiritual Islam Dalam Novel Lauh Mahfuz Karya Nugroho Suksmanto. " Humanis: Jurnal-jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora 13. Mosse. Gender dan Pembangunan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sukowati. Buku Ajar Metodologi Penelitian. Jambi: Sonpedia Publishing Indonesia. Sukowati. Ida, and Bisarul Ihsan. "Dampak Kearifan Lingkungan Berdasarkan Kajian Ecocriticism Dalam Novel Serial Anak-Anak Mamak Karya Tere Liye. " Jurnal Metamorfosa 10. : 22-31.