JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 806-813 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah ANALISIS KORELASIONAL MINAT HOLLAND DENGAN PILIHAN JURUSAN PERGURUAN TINGGI PADA SISWA SMA N 1 PADANG SAGO Hermayesi1. Masril2. Wahidah Fitriani3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar. Indonesia Email: hermayesi84@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 1 July 2025 Final Revised: 5 August 2025 Accepted: 15 September 2025 Published: 21 September 2025 Keywords: Teori Holland Pilihan Karir Riasec Integrasi Teknologi ABSTRACT This study aims to evaluate the success of students in determining career choices through the implementation of Holland Theory at SMA N 1 Padang Sago. The background shows that many students face difficulties in choosing their majors, which impacts their motivation and proactivity. The methode of this article uses a quantitative method involving 100 students. By implementing a career planning program based on Holland Theory, students are encouraged to explore their interests and talents that are aligned with six personality types: Realistic. Investigative. Artistic. Social. Entrepreneurial, and Conventional (RIASEC). The results show a significant increase in students' ability to recognize and choose appropriate majors, as well as an increase in their motivation and creativity in planning for the future. Novelty This program effectively helps students overcome career-related challenges and prepares them for a dynamic job market. Technology integration through Google Sites also facilitates interactive access to career information, supporting a more indepth learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan siswa dalam menentukan pilihan karier melalui penerapan Teori Holland di SMA N 1 Padang Sago. Latar belakang menunjukkan bahwa banyak siswa menghadapi kesulitan dalam memilih jurusan mereka, yang berdampak pada motivasi dan proaktivitas mereka. Metode: artikel ini menggunakan metode kuantitatif dengan melibatkan 100 orang siswa. Dengan menerapkan program perencanaan karier berdasarkan Teori Holland, siswa didorong untuk mengeksplorasi minat dan bakat mereka yang selaras dengan enam tipe kepribadian: Realistis. Investigatif. Artistik. Sosial. Wirausaha, dan Konvensional (RIASEC). Hasilnya: menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan siswa untuk mengenali dan memilih jurusan yang sesuai, serta peningkatan motivasi dan kreativitas mereka dalam merencanakan masa depan. Kebaruan: Program ini secara efektif membantu siswa dalam mengatasi tantangan terkait karier dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi pasar kerja yang dinamis. Integrasi teknologi melalui Google Sites juga memfasilitasi akses interaktif ke informasi karier, mendukung proses pembelajaran yang lebih mendalam. Kata kunci: Teori Holland. Pilihan karir. Motivasi siswa. RIASEC. Integrasi teknologi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Korelasional Minat Holland Dengan Pilihan Jurusan Perguruan Tinggi Pada Siswa SMA N 1 Padang Sago PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran fundamental dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan peluang masa depan. Di tengah pesatnya perubahan global dan kompleksitas dunia kerja. Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah menjadi garda terdepan dalam membekali siswa dengan kompetensi yang relevan. BK, khususnya bimbingan karir, berfungsi sebagai wahana utama bagi siswa untuk merancang masa depan Melalui layanan ini, siswa diharapkan dapat memahami potensi diri, mengeksplorasi berbagai pilihan karir, dan mengambil keputusan yang tepat sesuai dengan minat dan bakatnya (Prayitno & Erman Amti, 2. Dunia saat ini sedang mengalami revolusi teknologi digital yang transformatif, membawa dampak signifikan pada berbagai sektor, termasuk dinamika pasar kerja. Munculnya jenis pekerjaan baru dan lenyapnya pekerjaan tradisional menjadi keniscayaan. Otomatisasi, kecerdasan buatan, dan digitalisasi menuntut individu untuk memiliki keterampilan yang adaptif, inovatif, dan mampu berpikir kritis. Perubahan yang sangat cepat ini menegaskan pentingnya perencanaan karir yang dinamis dan kemampuan Generasi muda tidak lagi bisa mengandalkan jalur karir linier, melainkan harus siap untuk menghadapi berbagai transisi dan mengembangkan kreativitas untuk menciptakan peluang di tengah ketidakpastian (Schwab, 2. Fenomena urgensi perencanaan karir di Indonesia telah menjadi sorotan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa, pada Februari 2024, sekitar 8,43% lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Indonesia langsung masuk ke dunia kerja (BPS, 2. Angka ini mengindikasikan bahwa sebagian besar siswa di tingkat SMA akan menghadapi transisi krusial dari dunia pendidikan ke dunia profesional, baik melanjutkan studi maupun langsung bekerja. Namun, riset dari Youthmanual . ebuah platform perencanaan kari. pada tahun 2019 yang melibatkan ribuan siswa SMA/SMK di Indonesia mengungkapkan bahwa 92% siswa masih merasa bingung dalam memilih jurusan kuliah atau karir masa depan mereka (Youthmanual, 2. Kebingungan ini seringkali berakar pada kurangnya pemahaman diri, minimnya informasi karir yang relevan, dan keterampilan pengambilan keputusan yang belum optimal. Kondisi ini dapat menghambat motivasi karir siswa, yang pada gilirannya berdampak pada inisiatif dan eksplorasi mereka terhadap berbagai pilihan jalur masa depan. Beberapa penelitian terdahulu telah menegaskan bahwa perencanaan karir merupakan salah satu langkah penting dalam mewujudkan masa depan siswa yang sukses dan bermakna. Proses perencanaan karir yang efektif membantu siswa untuk memahami diri mereka secara mendalam, menggali potensi tersembunyi, dan mengidentifikasi jalur yang sesuai dengan aspirasi mereka (Savickas, 2. Lebih jauh lagi, perencanaan karir yang matang tidak hanya membentuk arah, tetapi juga memicu kreativitas yang mendalam. Ketika siswa memiliki visi yang jelas tentang karir mereka, mereka cenderung lebih termotivasi untuk mencari solusi inovatif, mengembangkan keterampilan baru, dan beradaptasi dengan perubahan demi mencapai tujuan tersebut (Amabile, 1. Kreativitas ini sangat relevan dengan tuntutan kurikulum Deep Learning yang juga digaungkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi (Kemendikbudriste. Kurikulum ini menekankan pembelajaran yang mendalam dan bermakna, di mana siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan, yang terpenting, kreativitas dalam memecahkan masalah (Kemendikbudristek, 2. Kemampuan ini menjadi bekal esensial bagi siswa untuk tidak hanya sekadar mengikuti tren, tetapi juga menciptakan inovasi di masa depan. Dalam konteks SMA N 1 Padang Sago pada awalnya siswa, realita yang terjadi menunjukkan adanya permasalahan serupa. Observasi awal dan wawancara dengan guru BK serta beberapa siswa kelas XI mengindikasikan bahwa lebih dari 65% siswa kelas XI SMA N Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Korelasional Minat Holland Dengan Pilihan Jurusan Perguruan Tinggi Pada Siswa SMA N 1 Padang Sago 1 Padang Sago masih mengalami kebingungan dalam menentukan bakat dan minatnya. Hal ini berdampak langsung pada tingkat motivasi karir mereka yang cenderung rendah, sehingga mereka kurang proaktif dalam mencari informasi atau mempersiapkan diri untuk jalur karir yang potensial. Untuk mengatasi tantangan tersebut, penelitian ini mengusulkan penerapan Teori Holland dalam perencanaan karir. Teori ini, yang dikembangkan oleh John L. Holland, mengklasifikasikan individu dan lingkungan kerja ke dalam enam tipe kepribadian dan lingkungan: Realistik (R). Investigatif (I). Artistik (A). Sosial (S). Enterprising (E), dan Konvensional (C) atau yang dikenal sebagai model RIASEC (Holland, 1. Melalui analisis bakat dan minat karir berdasarkan teori Holland, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas tentang preferensi karir mereka dan lingkungan kerja yang sesuai, yang pada akhirnya dapat meningkatkan motivasi dan arah karir mereka. Pemanfaatan teknologi digital menjadi krusial dalam menyampaikan informasi karir secara efektif dan menarik bagi generasi Z. Dalam hal ini, platform Google Sites menawarkan solusi yang praktis dan interaktif. Dengan Google Sites, program perencanaan karir dapat dikemas dalam bentuk portal informasi yang mudah diakses, berisi tes minat karir . erbasis Hollan. , materi eksplorasi karir, panduan penyusunan rencana karir, serta tautan ke sumber daya relevan lainnya. Penggunaan Google Sites tidak hanya memudahkan penyebaran informasi, tetapi juga mendorong kreativitas siswa dalam mengakses dan memproses informasi, serta memungkinkan kolaborasi dalam merencanakan masa depan Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti meyakini bahwa program perencanaan karir yang mengintegrasikan Teori Holland sebagai landasan identifikasi minat dan bakat, serta Google Sites sebagai media implementasi interaktif, akan secara efektif dapat meningkatkan motivasi karir dan kreativitas siswa kelas XI SMA N 1 Padang Sago dalam menghadapi masa depan mereka. Lebih jelasnya seperti terlihat pada table 1. Table. Deskripsi analisisi minat karir siswa dengan menggunakan teori holland Semua Peserta 285 Peserta Multi 65 Peserta Realistic 17 Peserta Investigative 25 Peserta Artistic 12 Peserta Social 54 Peserta Enterprising 26 Peserta METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 siswa dari SMA N 1 Padang Sago. Metode ini dipilih untuk mendapatkan data yang objektif dan terukur mengenai pengaruh penerapan Teori Holland dalam perencanaan karir siswa. Program perencanaan karir yang diterapkan mencakup pengenalan enam tipe kepribadian menurut Holland: Realistis. Investigatif. Artistik. Sosial. Wirausaha, dan Konvensional (RIASEC). Siswa diberikan tes minat karir untuk menilai kecenderungan mereka terhadap masing-masing tipe kepribadian, diikuti dengan lokakarya yang dirancang untuk membantu mereka mengeksplorasi minat dan bakat yang sesuai. Data dikumpulkan melalui survei sebelum dan sesudah program, yang mengevaluasi kemampuan siswa dalam mengenali dan memilih jurusan yang sesuai serta tingkat motivasi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Korelasional Minat Holland Dengan Pilihan Jurusan Perguruan Tinggi Pada Siswa SMA N 1 Padang Sago dan kreativitas mereka. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk menilai signifikansi perubahan yang terjadi. Dengan demikian, metodologi ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam mengenai efektivitas program dalam membantu siswa merencanakan karir mereka. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil penelitian menunjukkan distribusi peserta berdasarkan tipe kepribadian menurut Teori Holland, memberikan wawasan penting tentang minat dan kecenderungan siswa di SMA N 1 Padang Sago. Dari total 285 siswa yang mengikuti tes, tipe kepribadian "Multi" mendominasi dengan 23% dari total peserta. Ini menandakan bahwa banyak siswa memiliki minat yang beragam dan cenderung tertarik pada berbagai bidang. Pendekatan yang fleksibel dalam bimbingan karir sangat penting untuk memenuhi kebutuhan mereka. Table. Deskripsi analisisi minat karir siswa dengan menggunakan teori holland Semua Peserta 285 Peserta Multi 65 Peserta Realistic 17 Peserta Investigative 25 Peserta Artistic 12 Peserta Social 54 Peserta Enterprising 26 Peserta SEMUA PESERTA Enterprising Multi Social Realistic Artistic 6% Investigative Multi Realistic Investigative Inv Artistic Art Social Ent Enterprising Selanjutnya, tipe "Social" mengikuti dengan persentase 19%, menunjukkan bahwa siswa lebih suka berinteraksi dan bekerja dalam lingkungan yang melibatkan orang lain. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa banyak siswa merasa lebih termotivasi dan terinspirasi ketika terlibat dalam kegiatan kelompok atau sosial. Oleh karena itu, program perencanaan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Korelasional Minat Holland Dengan Pilihan Jurusan Perguruan Tinggi Pada Siswa SMA N 1 Padang Sago karir yang menekankan kolaborasi dan kegiatan sosial dapat membantu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Di sisi lain, tipe "Realistic" dan "Artistic" mencatat persentase lebih rendah, masingmasing 6% dan 4%. Meskipun ada ketertarikan dalam bidang praktis dan kreatif, jumlah siswa yang mengidentifikasi dengan tipe-tipe ini lebih sedikit dibandingkan dengan tipe Ini menunjukkan perlunya perhatian khusus untuk merangsang minat di bidangbidang tersebut, agar siswa yang memiliki bakat di area ini dapat menemukan jalur karir yang sesuai. Secara keseluruhan, hasil ini memberikan panduan berharga bagi pengembangan program bimbingan karir yang lebih efektif di SMA N 1 Padang Sago. Dengan memahami kecenderungan minat siswa, sekolah dapat merancang program yang tidak hanya mendukung pilihan karir mereka, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang dinamis. KESIMPULAN Penelitian ini memberikan wawasan yang mendalam mengenai penerapan Teori Holland dalam perencanaan karir siswa di SMA N 1 Padang Sago. Dari total 285 siswa yang berpartisipasi, hasil menunjukkan bahwa tipe kepribadian "Multi" mendominasi, dengan 23% dari peserta. Hal ini menandakan bahwa banyak siswa memiliki minat yang beragam, sehingga penting bagi program bimbingan karir untuk mengadopsi pendekatan yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individu. Selain itu, tipe "Social" yang mencakup 19% peserta menunjukkan bahwa siswa lebih tertarik pada interaksi sosial dan kegiatan kolaboratif. Ini mengindikasikan bahwa program perencanaan karir yang berfokus pada kerja kelompok dan kegiatan sosial dapat meningkatkan motivasi dan keterlibatan Oleh karena itu, menawarkan kegiatan yang melibatkan interaksi antar siswa dapat membantu mereka menemukan minat dan bakat mereka dengan lebih baik. Di sisi lain, tipe "Realistic" dan "Artistic" memiliki persentase yang lebih rendah, masing-masing 6% dan 4%. Hal ini menunjukkan perlunya perhatian khusus untuk mengembangkan minat di bidangbidang ini, agar siswa yang memiliki bakat di area tersebut tidak terabaikan. Dengan memahami kecenderungan minat siswa, sekolah dapat merancang program bimbingan karir yang lebih efektif, mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan di dunia kerja yang semakin dinamis. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan panduan berharga bagi pengembangan program bimbingan karir di SMA N 1 Padang Sago, dengan harapan dapat membantu siswa merencanakan karir mereka secara lebih efektif dan sesuai dengan minat serta bakat yang dimiliki. REFERENSI