Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 Misi Meratus dan Kontribusinya Bagi Perkembangan Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Stasi KaAoar Kalimantan Selatan Silvester Adinuhgra STIPAS Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangka Raya E-mail: frlouismario@gmail. Abstract. As a follow-up to the determination of 2008 as the year of Paulus, the Diocese of Banjarmasin has prioritized its mission by developing a mission to empower indigenous people, namely the Meratus Mountains Dayak Community. This mission is known as the "Meratus Mission". The purpose of the Meratus mission is for the Church to be closer to the Meratus Dayak community and at the same time provide various contributions in various fields of their lives so that they are able to compete in the midst of the current developments of the times. This mission has been running for 14 years. What is the impact of the presence of this mission in the Dayak Land of the Meratus Mountains? That is what prompted the researcher to conduct this research, especially to see how far the Catholic Church has developed and how much the Meratus Mission has contributed to the progress of the Meratus mountain community. This research was conducted in Batuah village. Bernadus Ka'ar Station. South Kalimantan, from July to November 2021. Data collection techniques used participatory observation, interviews, and documentation. The data were obtained from 10 informants, consisting of 1 Pastor, 1 Meratus Mission Volunteer, 1 village official, and 7 Ka'ar followers. The results of the research show that since its inception, the Ka'ar Church has experienced extraordinary development, both in terms of the quantity of people and the quality of faith. All of this is inseparable from the hard work of the Banjarmasin Diocese Meratus Mission Team in assisting the Ka'ar people. The presence of the Mission Team, which represents the presence of the Catholic Church in the Meratus mountains, has had a positive impact on the development of the Ka'ar community as a whole. The Catholic Church also received quite high appreciation from the people of Ka'ar and its surroundings because of its loyal and sincere dedication. The Catholic Church has succeeded in continuing the great mandate of the Master Jesus to proclaim the joy of salvation for mankind. Keywords: Church. Meratus Mission. Ka'ar people. Received Juli 07, 2022. Revised Agustus 2, 2022. September 22, 2022 * Silvester Adinuhgra, frlouismario@gmail. Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 Abstrak. Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus. Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu Masyarakat Dayak Pegunungan Meratus. Misi ini dikenal dengan nama AuMisi MeratusAy. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus dan sekaligus memberikan berbagai sumbangsih dalam berbagai bidang kehidupan mereka sehingga mampu bersaing di tengah arus perkembangan zaman. Misi ini sudah berjalan 14 tahun. Bagaimanakah dampak kehadiran misi ini di Tanah Dayak Pegunungan Meratus? Hal itulah yang mendorong peneliti melakukan penelitian ini, terutama untuk melihat sejauh mana perkembangan Gereja Katolik dan seberapa besar sumbangsih Misi Meratus bagi kemajuan masyarakat pegunungan Meratus. Penelitian ini dilakukan di desa Batuah. Stasi Bernadus KaAoar Kalimantan Selatan, pada bulan Juli sampai November 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Data-data diperoleh dari 10 informan, yang terdiri dari 1 Pastor, 1 Volunteer Misi Meratus, 1 orang aparat desa, dan 7 orang umat KaAoar. Hasil penelitian menunjukan bahwa sejak lahirnya. Gereja KaAoar mengalami perkembangan yang luar biasa, baik dari segi kuantitas umat maupun kualitas iman. Semua itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin dalam mendampingi umat KaAoar. Kehadiran Tim Misi yang merupakan representasi kehadiran Gereja Katolik di pegunungan Meratus telah memberikan dampak positif bagi perkembangan pembangunan masyarakat KaAoar Gereja Katolik pun mendapat apresiasi yang cukup tinggi dari masyarakat KaAoar dan sekitarnya karena dedikasinya yang begitu loyal dan tulus. Gereja Katolik telah sukses melanjutkan amanat agung Sang Guru Yesus untuk mewartakan sukacita keselamatan bagi umat manusia. Kata kunci: Gereja. Misi Meratus. Umat KaAoar. LATAR BELAKANG Gereja Katolik secara khusus menetapkan tahun 2008 sebagai tahun Paulus. Dengan penetapan ini. Gereja Katolik mencoba melihat dan merefleksikan kembali perjalanan misi Paulus dalam mengembangkan Gereja Kristus Dua Ribu tahun yang lalu. Dengan merefleksikan perjalanan misi Paulus tersebut. Gereja diharapkan semakin berkembang dan kokoh dalam pewartaannya, sebagaimana Paulus 2000 tahun yang lalu dengan semangat berkobar-kobar memberitakan Kristus yang bangkit. Kiranya jelas bahwa Gereja Katolik menetapkan tahun 2008 ini sebagai tahun Paulus dengan tujuan menjadikan tokoh Paulus sebagai inspirator dalam pewartaan Gereja zaman ini. Sebagai bentuk tindak lanjut penetapan tahun 2008 sebagai tahun Paulus. Keuskupan Banjarmasin memprioritaskan perutusannya dengan mengembangkan sebuah misi pemberdayaan masyarakat pribumi yaitu AuMasyarakat Dayak Pegunungan MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN MeratusAy1. Misi ini dikenal dengan nama AuMisi MeratusAy. Tujuan misi Meratus adalah agar Gereja lebih mendekatkan diri kepada masyarakat Dayak Meratus, dan sekaligus mengembangkan potensi-pontensi masyarakat Dayak Meratus sehingga mampu bersaing dengan masyarakat sekitar. Misi Meratus Keuskupan Banjarmasin secara resmi dimulai pada 29 Juni tahun Itu berarti sudah hampir 14 tahun misi ini memberikan pewartaan bagi Masyarakat Dayak. Yang menjadi pertanyaan sekarang, sejauh mana peran atau keterlibatan Misi ini bagi kehidupan masyarakat Dayak Pegunungan Meratus? Metode Pastoral macam apa yang diterapkan misi ini dalam pelayanan pastoralnya? Apa saja Tantangan yang mereka hadapi? Tiga pertanyaan ini menjadi focus penelitian kami. Dengan menggali informasi dari para informan, kami memperoleh data yang valid terkait berbagai kontribusi misi Meratus bagi perkembangan masyarakat Dayak. Tujuan Penelitian Berbagai fenomena yang dialami umat Meratus mendorong kami untuk melakukan penelitian ini. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, kami pertama-tama ingin mencari tahu berbagai kontribusi Misi Meratus terhadap perkembangan kehidupan Masyarakat KaAoar. Perlu dicatat bahwa sebelum Gereja katolik atau misi Meratus masuk ke KaAoar, kampung ini dalam berbagai segi kehidupan masih sangat terbelakang. Di samping itu. Perusahan kayu dan kelapa sawit juga terus mengeksploitasi kekayaan wilayah pegunungan Meratus. Tetapi sekarang. KaAoar sangat Perkembanganya cukup luar biasa. Tentu perubahan itu tidak terlepas dari kerja keras Tim Misi. Dalam pelayanannya, tim Misi Meratus tentu tidak serampangan, tapi membutuhkan sebuah perencanaan atau strategi, sehingga apa yang menjadi misi dari tim ini dapat tercapai. Maka dalam penelitian ini, kami juga ingin mencari tahu model dan Masyarakat Dayak Meratus adalah orang-orang Dayak yang menetap di daerah pedalaman di pegunungan Meratus. Pegunungan Meratus merupakan wilayah perbukitan yang terbentang membelah wilayah Propinsi Kalimantan Selatan. Di daerah perbukitan itulah sebagian besar orang Dayak menetap, sehingga mereka sering disebut orang Meratus. Dalam banyak segi kehidupan, orang Dayak masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan orang-orang dari suku Banjar. Dari segi pendidikan, ekonomi, jabatan dan sarana infrastruktur pemerintahan lebih banyak dinikmati oleh orang-orang Banjar. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 strategi pastoral yang diterapkan Tim Misi Meratus dalam pelayanan mereka di tengah orang-orang Dayak yang mayoritas beraliran Kaharingan. Tentu saja, dalam pelayanan pastoralnya. Tim misi Meratus juga mengalami berbagai tantangan. Apa saja tantangan-tantangan yang mereka hadapi juga merupakan bagian dari tujuan penelitian kam. Selain itu, kami juga ingin menggali sejarah awal lahirnya Gereja Katolik dan misi Meratus di KaAoar pegunungan Meratus, sehingga dari sejarahnya Masyarakat Meratus kembali merefleksikan perjalanan iman mereka yang tentunya penuh dengan rintangan. Paham Tentang Gereja Kata AuGerejaAy, berasal dari kata Portugis: AoIgrejaAo. Bahasa Portugis, bersama dengan bahasa Italia. Spanyol dan Perancis mempunyai induk yang sama, yakni bahasa Latin. Kosakata bahasa Latin sendiri sangat dipengaruhi dan dibentuk oleh bahasaYunani. Kata Portugis AoIgrejaAo sendiri berkaitan dengan kata AoAoecclesiaAo (Lati. sampai ke AoekklesiaAo (Yunan. Kata AoekklesiaAo dalam bahasaYunani berarti sidang, perkumpulan, perhimpunan, paguyuban pada umumnya. Dalam terjemahan Alkitab yang berbahasaYunani (LXX= Septuagint. , kata AoekklesiaAo secara khusus hanya dipakai untuk menterjemahkan kata Ibrani AoqAhAlAo. Dari sudut arti kata . AoqAhAlAo menunjuk kepada suatu panggilan atau penghimpunan orang untuk kepentingan tugas militer (Bil 22: 4. 1 Sam 17: . , pertemuan politik atau keputusan pengadilan maupun ibadat (Yeh 12: 6. Im 4: 13-16. Bil 16: . Dalam Kitab Ulangan. AoqAhAlAo menunjuk pada Aopertemuan orang-orang untuk mengadakan Perjanjian SinaiAo (Ul 9: 10. 10: . Jadi dihubungkan secara khusus dengan Yahweh . Ul 23: . Di sini AoqAhAlAo berarti bangsa yang dihimpun oleh Yahweh, yang dipadukan oleh aturan-aturan dari Yahweh dan yang Aomengambil bagian dalam Perjanjian dengan YahwehAo. Jadi. AoqAhAlAo mengandung warna AokeagamaanAo dan AokeresmianAo. Dan itu diterjemahkan dengan AoekklesiaAo. Kalau AoqAhAlAo diterjemahkan dengan kata ekklesia dalam LXX, itu berarti himpunan orang atau suatu kelompok orang yang harus mengadili sesuatu (Ul 9: 10. Hak 21: 5. kelompok politik (Ezr 10: 8. Khususnya dalam Kitab Tawarikh kata ekklesia berarti himpunan orang yang beribadat . Taw 6: . Tetapi pada umumnya kata ekklesia diartikan sebagai Auumat yang menjawab panggilan YahwehAy. MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN Lumen Gentium, art 1 menyebut Gereja (Eklesi. itu merupakan Sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusiaAy. Gereja adalah Tubuh Kristus: AuKamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masingmasing adalah anggotanyaAy . Kor 12: . Demikianlah seluruh Gereja nampak sebagai Aoumat yang disatukan berdasarkan kesatuan Bapa dan Putera dan Roh KudusAoAy (LG 2, 3. Orang Dayak Orang Dayak umumnya tinggal di daerah pedalaman dan terdiri dari beragamragam kelompok seperti Ngaju. Oot Danum. Meratus dan lain-lain. Walaupun berada di satu pulau yang sama, bahasa, adat istiadat, kebiasaan dan beberapa hal lainnya memiliki ciri khasnya masing-masing. Beberapa abad lalu orang-orang Melayu yang berasal dari Sumatra Utara. Malaya. Riau dan juga dari daerah lain berlayar sampai ke pantai-pantai Kalimantan untuk berdagang dan sekaligus juga untuk menyebarkan agama Islam. Kedatangan mereka menyebabkan penduduk asli menyingkir dan masuk ke daerah pedalaman karena mereka merasa tidak nyaman membaur dengan orang-orang asing tersebut3. Orang-orang Dayak merupakan suku yang mengembara atau nomaden. Mereka selalu berpindah tempat karena mereka menggantungkan hidup dari hasil hutan rimba. Kepercayaan asli dari penduduk Kalimantan adalah Animisme atau Dinamisme. Masyarakat pada zaman dahulu memiliki kepercayaan kepada roh nenek moyang dan roh kepala-kepala suku mereka. Orang Dayak juga mempercayai adanya roh yang tinggal di gunung-gunung, hutan-hutan, dan sungai-sungai. Mereka memberi penghormatan kepada roh-roh yang ada di tempat-tempat tersebut dengan memberikan persembahan. Mereka juga meyakini adanya roh yang bisa memberikan hujan, angin, panas api dan lain-lain. Oleh karena itu mereka menaruh hormat yang pada roh-roh tersebut dengan tujuan supaya mereka tidak mendapatkan malapetaka. Selain itu, orang-orang Dayak juga percaya bahwa ada benda-benda tertentu yang memiliki nyawa/roh. Maka tidak jarang ditemui ketika mereka berniat untuk membuat sesuatu dengan menggunakan barang-barang tersebut, mereka meminta ijin terlebih dahulu sebelum menggunakannya. John Tondowijojo. Etnologi dan Pastoral di Indonesia. Ende: Nusa Indah, 1992, hal. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 Orang Dayak mengenal adanya berbagai larangan atau pantangan yang jika dilanggar bisa membuat malapetaka bagi mereka4. Hal ini biasanya disebut AupamaliAy. Pamali inilah yang mengikat segala peraturan hidup orang Dayak. Jika mereka melanggar pamali ini, maka mereka akan mendapatkan tulah yang berasal dari kekuasaan yang tidak Oleh karena itu banyak ditemui peraturan-peraturan yang berdasarkan atas pengaruh persamaan (Sympathische magi. SEJARAH MASUKNYA AGAMA KATOLIK Awal Mula Hadirnya Gereja Katolik di KaAoar berawal dari pertemuan Pastor Supardi. Pr. Dengan orang-orang KaAoar. Secara kebetulan pada suatu hari di tahun 2006. Beliau dengan beberapa teman . engan Apau sebagai pemandu jala. sedang dalam perjalanan dari Tanjung menuju Wayu Anin. Namun karena ada kendala . embatan rusa. di Kampung KaAoar. Beliau dan rombongan tidak melanjutkan perjalanan. Kemudian mampir dan menginap di rumah mertua bapak Yosafat Mansah. Di rumah tersebut tinggal banyak orang, karena dalam budaya orang Dayak, 1 rumah bisa dihuni oleh banyak kepala Keluarga. Secara tidak langsung, keadaan tersebut menjadi kesempatan emas bagi Romo Supardi dan rombongan memperkenalkan Gereja Katolik. Mereka diterima dengan baik, dan mereka juga sangat baik dengan orang-orang rumah. Mereka membawa beras, mie dan lain-lain sebagai bekal dalam perjalanan. Kemudian mereka masak cukup banyak untuk dihidangkan bagi semua yang datang, dan kami sangat senang. Pada kesempatan itu pula rombongan memperkenalkan banyak hal, tidak hanya tentang Katolik, tetapi juga tentang pentingnya sekolah, cara menanam karet, berkebun pisang dan lain-lain. Itulah pengalaman awal bagaimana Gereja Katolik masuk ke KaAoar. Perjumpaan selanjutnya adalah Romo Supardi. Pr mengajak beberapa Suster dari Tanjung untuk mengunjugi KaAoar. Namun, mungkin karena jarak terlalu jauh, hampir 6 bulan orangorang KaAoar tidak dikunjungi. Akibatnya, hampir semua orang kaAoar ikut pembinaan dari gereja Pentakosta. Tidak lama kemudian ada kunjungan suster-suster Putri Kasih dari Batulicin. Sehingga sejak tahun 2008 ada kunjungan rutin sebulan sekali dari suster-suster putri kasih ke KaAoar. Sejak itulah mulai ada pembinaan iman Katolik untuk orang-orang KaAoar. John Tondowijojo. Ibid. , hal. MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN Pada tahun yang sama, romo-romo dari Batulicin mulai kunjungi KaAoar, diantaranya Rm. Medi. CM dan Rm. Mariyanto. CM. Pengalaman yang unik dan terkesan. Romo yang kunjungi KaAoar tetap merayakan Ekaristi di Balai atau rumah adat tempat mertua saya. Perayaan itu menjadi tontonan orang banyak, karena kami sendiri tidak tahu itu kegiatan KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan saya fokuskan pada dua tema pokok. Pertama. Sejarah lahirnya Gereja Katolik pegunungan Meratus Stasi Santo Bernadus KaAoar dan perkembangannya. Kedua, sumbangsih Gereja Katolik bagi kehidupan Masyarakat KaAoar. Sejarah Sejarah lahirnya Gereja Katolik stasi St. Bernadus KaAoar di pegunungan Meratus paroki Gendang berawal tanpa sebuah perencanaan. Perjumpaan antara Rm. Supardi. Pr dan rombongan dengan orang-orang KaAoar adalah cikal bakal lahirnya Gereja tersebut. Perjumpaan tanpa sengaja, namun bermakna tinggi. Roh Kuduslah yang berkarya atas mereka dan menuntun mereka berdua ke desa Magalau untuk memperkenalkan Gereja Kristus. Tidak ada pemaksaan dalam pewartaan mereka dan juga tidak ada yang menghalangi atau merintangi mereka. Semuanya mengalir begitu saja. Lagi-lagi Roh kuduslah yang berkarya menggerakan hati orang KaAoar sehingga meminta diri untuk Berkat kerja keras banyak pihak, terutama tim Misi Meratus. Gereja KaAoar yang awal mula kecil terus bertumbuh dan berkembang hingga saat ini. Jumlah umat pun dari tahun ke tahun terus bertambah. Kualitas iman juga tidak Maka, atas pertumbuhan yang begitu baik, keuskupan Banjarmasin dengan yakin melepas status Gereja KaAoar sebagai bagian dari proyek Misi Meratus, dan dijadikannya sebagai Gereja Mandiri. Sekali lagi, semua ini adalah karya Roh Kudus atas Kontribusi Gereja Katolik Gereja hadir di KaAoar bukan hanya untuk diri sendiri. Ia hadir melanjutkan misi Yesus untuk membawakan sukacita keselamatan bagi semua orang. Misi Gereja itu sungguh nyata dengan memberikan berbagai sumbangsih untuk kehidupan yang layak SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 bagi orang-orang KaAoar. Proyek air Bersih, terlibat dalam mencerdaskan anak-anak melalui dunia pendidikan, membangun fasilitas kesehatan, tidak menutup mata terhadap ketidakadilan yang dialami masyarakat dan berbagai perbuatan karitatif adalah bagian implementasi kelanjutan karya Yesus oleh Gereja Katolik di tengah dunia, khususnya bagi masyarakat KaAoar. Atas perbuatan-perbuatan kasih tanpa pamrih yang dilakukan Gereja sejak kelahirannya di KaAoar sampai sekarang ini, membuat banyak orang suka dan tertarik menjadi pengikut Yesus. Mereka memberi diri dibaptis. KaAoar menjadi harta berharga bagi Gereja Katolik untuk keuskupan Banjarmasin. Karena mereka adalah orang-orang lokal yang bisa diandalkan sebagai pewarta-pewarta yang siap memberikan kesaksian untuk orang Dayak lainnya. Refleksi: Agen Pastoral berkarakter Servant Leadership. Sebuah Kebutuhan. Seorang servant leadership memiliki karakter kepemimpinan yang khas. Keutamaan kepemimpinannya adalah pertumbuhan dan kesejahteraan orang-orang dan komunitas tempat dia berada. Kekuatan kepemimpinannya adalah menempatkan kebutuhan orang lain terlebih dahulu dan membantu orang berkembang setinggi Dalam permenungan saya, setelah saya mengobservasi, memperoleh data-data dan menganalisa situasi hidup menggereja Umat KaAoar pegunungan Meratus, dapat disimpulkan bahwa Kepemimpinan pelayan pastoral yang berkarakter servant leadership sangat dirindukan dan didambakan oleh orang-orang di pegunungan Meratus. Kehadiran pelayan pastoral yang demikian membantu menumbuhkembangkan kualitas iman dan hidup menggereja mereka. Servant leadership . emimpin pelaya. pertama-pertama adalah seorang pelayan Melayani merupakan point penting dan utama dalam kepemimpinan servant leadership. Ia bukanlah pribadi yang berhasrat untuk berkuasa dan mencari kekayaan. Tetapi, pemimpin pelayan adalah pemimpin yang selalu berusaha memperhatikan dan mengusahakan agar kebutuhan utama orang yang dipimpinnya terpenuhi. Bagimanakah servant leadership seorang pelayan pastoral dalam konteks masyarakat Dayak di daerah pegunungan Meratus? Hendaknya ia memiliki berberapa karakter berikut ini: MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN Berani Mengajak Yesus adalah gembala agung. Kegembalaan Yesus terungkap dari kegiatan-Nya yang berani turun ke dunia dan memberikan nyawa-Nya untuk gembala-gembala demi keselamatan mereka. Karena Dia Gembala, maka kita sebagai pengikuti-Nya harus meneladani kegembalaan-Nya. Gembala agung menunjukkan jalan yang benar bagi domba-domba-Nya, maka imam pun harus dapat menunjukkan jalan yang benar bagi domba-domba yang dipercayakan kepadanya. Seorang pelayan pastoral harus memiliki keberanian mengajak umat untuk melakukan suatu perubahan yang meningkatkan mutu hidup. Maka ia harus mempunyai mimpi, mimpi yang pada dasarnya mengarahkan umat ke arah hidup yang lebih baik. Dan, dalam hal ini dia harus memiliki tekad dan keberanian, sebab sudah tentu dalam mewujudkan mimpinya tersebut ia harus berhadapan dengan kebiasaan dan budaya yang telah mengakar dalam diri umat setempat. Konteks Gereja KaAoar sekarang ini, semangat untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi masih lemah. Bagi mereka tamat SMA sudah cukup. Padahal Gereja Katolik siap untuk memfasilitasi. Dari sekian banyak anak yang tamat SMA, baru 1 anak yang bisa meraih sarjana. Melihat kenyataan umat seperti ini, sangat dibutuhkan keberanian imam atau pelayan pastoral untuk mengubah kebiasaan seperti itu. Ia harus menunjukkan jalan yang benar untuk peningkatan mutu hidup umatnya. Seorang pelayan pastoral juga harus berani mengajak umatnya untuk keluar dari zona nyamannya ke arah masyrakat yang produktif dan mandiri. Pemberdayaan masyarakat dan umat melalui koperasi dan mata pencarian lainnya ke arah pengabdian kepada Gereja, contoh: apa yang dihasilkan sungguh-sungguh merupakan suatu berkat Tuhan dan perlu di juga dipersembahkan untuk Tuhan. Mau Mendengarkan dan Memahami Cinta kasih pastoral sangat penting bagi seorang imam. Cinta ini harus dijiwai oleh cinta Yesus sendiri yang Aumemberikan nyawa-Nya bagi sahabat-sahabat-Nya. Ay Karena itu setiap imam harus senantiasa belajar dari Yesus sendiri, yaitu bagaimana ia mencintai umat dengan cinta Yesus sendiri. Yesus hidup dan mewartakan Injilnya bukan kepada orang atau sekelompok orang yang memiliki kedudukan sosial yang tinggi. Para murid-Nya pun kebanyakan adalah para nelayan sederhana. Yesus berjalan dari desa ke desa menjelajahi tanah Kanaan yang SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 sebagian besar penduduknya adalah petani dan pengembala. Yesus mencintai dan sangat mencintai umat-Nya dan Ia tampil sebagai gembala yang baik yang membawa dombadomba-Nya ke padang rumput yang hijau dan mengantar mereka ke air yang segar untuk memuaskan dahaga mereka. Yesus bahkan membela orang-orang kecil yang secara sosial dan ekonomi disingkirkan dari masyarakat Yahudi. Demikianlah Ia membela dan mau menerima Maria Magdalena bahkan mau menerimanya sebagai murid. Seperti telah dideskripsikan secara sederhana di atas mengenai medan umat di pegunungan Meratus, demikian penulis mau membandingkannya medan pastoral Yesus. Jadi, dalam hal ini ada sedikit kemiripan, terutama dalam hal ekonomi dan pendidikan. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan? Tidak lain adalah berusaha mencintai Mencintai mereka ini diwujudkan pertama-tama dengan mendekati, mendengarkan, memahami dan membangun relasi dengan mereka. Dalam kunjungan itulah seorang gembala akan mendengarkan keluh kesah, cita-cita dan harapan mereka. Dengan berada bersama mereka, mendengarkan sharing mereka, mereka akan semakin bersemangat dan dikuatkan imannya. Sikap mau mendengarkan dan memahami orangorang sederhana seperti orang Meratus adalah suatu penghormatan yang luar biasa dan menggairahkan bagi mereka. Mau Menerima dan Berempati Pelayanan pastoral tentu merepresentasikan pelayanan Yesus sendiri. Semasa hidupNya. Yesus menerima dan menyambut orang-orang kecil dan terpinggirkan dari kalangan masyarakat. Para pelayan pastoral hendaknya juga berlaku sama seperti Gurunya. Mereka harus menerima dan berempati dengan yang dilayaninya dan membuat yang dilayaninya merasa Auat homeAy. Home adalah tempat orang diterima apa adanya. Dalam konteks umat Katholik Meratus bersikap mau menerima dan berempati sangat dibutuhkan. Mereka adalah orang-orang sederhana yang berpendidikan rendah. Meskipun demikian, di antara mereka . hususnya kaum mud. sudah mulai nampak pontensi untuk mengembangkan dan menghidupkan Gereja stasinya. Oleh karena itu, seorang imam atau pelayan pastoral harus berjiwa besar untuk menerima dan berempati dengan cara memberdayakan mereka. Ia harus mendekati dan mengajak mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan yang mendewasakan mereka. Hanya Sikap menerima dan berempati seperti ini akan membuat si pemalas, pengacau dan kurang dewasa dapat mengabdi dan melakukan tindakan yang besar. MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN Berani Melihat Kenyataan Apa Adanya Sikap berani melihat kenyataan apa adanya merupakan keberanian dan kemampuan seseorang untuk membuka penginderaan seluas-luasnya sehingga dapat menangkap apa yang diinderai beserta tanda-tanda lain yang dinyatakan oleh lingkungan lebih daripada yang ditangkap orang pada umumnya. Orang seperti ini tidak terjerumus dalam pengamatan sempit, yakni pengamatan yang membuat seseorang tidak dapat melihat kekayaan hidup ini. Memang kebanyakan orang terperangkap dan puas dengan pengamatan sempitnya, yang menyebabkan mereka kehilangan kesempatan yang lebih luas untuk memimpin atau melayani. Berhadapan dengan masyarakat Meratus, seorang imam hendaknya perlu membuka mata agar dapat melihat kenyataan yang sebenarnya. Ia harus terbuka akan budaya dan persoalan-persoalan dan situasi yang dihadapi. Orang-orang Meratus adalah orang-orang kecil yang sangat membutuhkan campur tangan sang gembala, terutama dalam peningkatan pendidikan anak-anak mereka, sehingga suatu saat mereka dapat membangun daerahnya sendiri. Ada situasi yang sangat memprihatinkan, yaitu adanya proyek pemerintah daerah untuk memajukan daerahnya, tapi dengan cara mendatangkan orang-orang luar . rogram transmigras. Dan kenyataan sekarang, orang-orang Dayak sedikit-demi sedikit terpinggirkan. Hutan-hutannya sebagian besarnya dieksploitasi oleh perusahan-perusahan besar, dan tanah-tanah mereka diambil untuk perkebunan sawit. Tetapi ironisnya, mereka tetap saja miskin. Dalam keadaan seperti itu, imam atau tenaga pastoral seharusnya tidak berdiam saja di Pastoran. Dia harus turun tangan dan berusaha menyadarkan mereka akan petaka yang sedang melanda. Membangun Komunitas Kenyataan umat Khatolik Meratus yang masih baru dibutuhkan campur tangan imam/pemimpin dalam menciptakan suatu persekutuan yang penuh iman dan Tanpa bimbingan seorang gembala, mereka akan mudah terpecah, sebab kekhatolikan mereka belum begitu mengakar secara kuat. Dengan kepemimpinan yang didasari semangat kasih seorang imam dapat menciptakan suatu iklim atau lingkungan yang penuh cinta. Semangat persaudaran itu juga akan memungkinkan mereka dapat mengalami dan menghayati secara nyata suatu situasi iman yang hidup. Komunitas yang dibangun itu hendaklah juga merupakan suatu komunitas yang mudah dikontrol, mudah diarahkan, dan yang hidupnya berdasarkan Injil dan ajaran SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 Komunitas itu hendaknya didirikan dan hidup dalam Kristus, yakni dengan jalan mendengarkan Sabda Allah, memusatkan doanya pada Ekaristi, hidup dalam persekutuan yang ditandai oleh kesatuan hati dan jiwa, dan saling berbagi menurut kebutuhan dari para anggotanya. Sehingga. Aukomunitas tersebut sungguh menjadi sarana pembinaan dan penginjilan, dan suatu tempat berkembangnya relasi cinta kasihAy . Dan dalam hal ini, peran imam begitu penting dalam membangun kehidupan komunitas yang penuh cinta Imam harus sadar, bahwa komunitaslah yang mampu memberikan kasih yang menyembuhkan dan mengutuhkan mereka yang dilayaninya. Meyakinkan. Bila Perlu Seorang Demi Seorang Seorang imam atau pelayan pastoral dalam pelayanannya tidak boleh memaksakan kehendaknya. Ia berada di tempat tugasnya bukan untuk membuat proyekproyek pribadi. Tujuan utamanya adalah AopelayananAo, bukan kesuksesan pribadi. Maka sikap penting yang dimiliki seorang imam adalah menyakinkan umat yang dilayaninya terhadap apa yang telah mereka rancangkan bersama. Jadi, seorang pelayan pastoral dalam hal ini harus menempatkan diri sebagai seorang motivator. Dalam konteks umat Meratus, sikap pelayan pastoral sebagai motivator begitu Ia hadir di tengah mereka bukan sebagai pelaksana penuh, tapi sebagai motivator yang menggerakan mereka dan membiarkan mereka berkreasi. Maka akan terwujud umat yang produktif dan mandiri. Retret dan Orientasi Diri Kemempelaian Yesus dapat dilihat dari cinta-Nya dalam penyerahan diri-Nya secara total untuk keselamatan manusia. Mereka yang percaya adalah Gereja-Nya dan Yesus adalah mempelainya. Penyerahan diri total ini telah diteladankan oleh Yesus. Melalui teladan inilah umat manusia diselamatkan. Maka sebagai seorang imam yang membawa misi agar umat dapat diselamatkan harus mempunyai jiwa kemempelaian ini dalam jati dirinya. seorang imam tentu tidak dapat bermisi dengan penyerahan dirinya yang total seperti Gurunya kalau dirinya tidak dilandasi oleh kemesraannya dengan Roh sang Guru sendiri. Sebab eksistensi seorang imam sesungguhnya adalah ketika ia bersatu dan hidup di dalam Roh Kristus sendiri. Kekudusan merupakan inti amanat Kristiani. Imam sebagai seorang pemimpin secara khas menekankan sifat kegembalaan dalam spiritualitasnya, yaitu proses menuju Dan, cinta kasih merupakan syarat mutlak untuk menyatu dengan Kristus. MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN Kekudusan itu berlangsung sebagai proses yang terus menerus dan bukan mencapai tahap tertentu lalu berhenti. Sebagai syarat terdalam guna mengembangkan spiritualitas imam sebagai pemimpin adalah melalui doa dan membaca sabda Tuhan. Melalui doa dan membaca Sabda Tuhan ia memperoleh kekuatan dan Allah makin mendekatinya dan menampakkan diri sebagai Bapa yang penuh kasih. Membaca sabda Tuhan adalah suatu kewajiban bagi seorang imam, sebab itulah pegangan hidup kerohaniannya sebagai pemimpin. Jadi, seorang imam sekaligus pastor adalah gembala umat Allah yang mewajibkan diri mendengarkan kehendak Allah melalui sabda Tuhan. Dalam konteks medan pastoral di pegunungan Meratus, doa harus menjadi nafas dalam seluruh pelayanan seorang imam atau pelayan Pastoral. Tanpa doa suatu pelayanan akan terasa hambar dan tidak menarik. Doa harus benar-benar menyatu dalam jiwa yang Tanpa doa, seorang pelayan akan mudah putus asa, sebab medan begitu berat dan latarbelakang orang yang dilayani juga beranekaragam budaya, suku, agama dan tingkat pendidikan yang sangat minim Jadi, hidup doa dan merenungkan sabda Tuhan merupakan unsur utama hidup seorang agen pastoral. Ia harus mempunyai pengalaman pribadi dengan Allah sendiri. Dengan pengalaman pribadi akan kehadiran Allah ini, mereka akan dimampukan untuk bersaksi akan kasih Allah tersebut di tengah dunia ini, dunia yang lebih senang dengan kehadiran seorang saksi daripada pengajar. AuDunia lebih senang mendengarkan para saksi daripada pengajar, dan kalaupun mereka mendengarkan para pengajar itupun karena para pengajar sekaligus adalah saksiAy. Dan, saksi yang ideal tentu harus tinggal dan bersatu dengan pokoknya, yakni Allah sendiri. Melihat ke Dalam Dirinya Seseorang melihat kebahagian itu ada di dalam dirinya. Kebahagian itu tersedia bagi mereka yang melihat dunia ini apa adanya. Orang akan merasa bahagia kalau ia juga mampu menerima dirinya, baik kelebihan maupun kelemahan yang dimilikinya. Seorang imam sebagai pemimpin hendaknya selalu mengintrospeksi diri terhadap segala pelayanannya. Dia harus berani mengevaluasi diri, untuk melihat program mana yang berhasil dijalankan dan program mana yang gagal? Dia harus menguji apakah yang dilayaninya telah tumbuh menjadi orang yang dewasa? Apakah SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 Apakah menguntungkan atau sedikitnya tidak semakin terpuruk? Sikap melihat ke dalam diri, akan menghantar seorang imam menjadi sosok pemimpin yang menghormati dirinya dan juga sesamanya. Jadi, bukan pemimpin yang hanya tahu menghakimi atau mempersalahkan orang lain atau yang dilayaninya. Itulah beberapa karakter yang menjadi kekhasan imam sebagai seorang servant Dengan berkarakter demikian membuat dunia menjadi kondusif perkembangan umat yang dilayaninya. PENUTUP: REKOMENDASI DAN HARAPAN Rekomendasi Gereja KaAoar memang telah mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Perannya untuk masyarakat sekitarnya juga sangat terasa. Meskipun demikian, gereja tidak boleh berpuas diri. Umat tetap dibimbing. Anak-anak terus didampingi. Maka tetap perlu suatu kegiatan pastoral yang efektif dan efisien. Bertalian dengan itu, hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain: Dibutuhkan Tenaga-tenaga pastoral yang memiliki cinta kepada Tuhan dan rela berkorban untuk melayani, apalagi mereka menjadi teladan hidup bagi umat di KaAoar Perlunya pembinaan lanjutan bagi tenaga-tenaga pastoral dalam hal teologi, penyadaran akan pengalaman akan Allah, katekese dan berpastoral. Perlu adanya peningkatan pembinaan terhadap orang-orang lokal yang berkompeten dalam memimpin ibadat, doa, dan berorganisasi. Sehingga ke depannya mereka tidak selalu bergantung pada Volunteer Misi Meratus Pemberdayaan masyarakat dan umat melalui koperasi. Hal ini memungkinkan mereka untuk tidak pergi mencari pekerjaan di tempat lain. Saya melihat langkah pastoral yang perlu adalah pembinaan tenaga-tenaga pastoral dari umat sendiri. Pembinaan ini juga bersifat berkelanjutan. Alasannya adalah tenaga pastoral sangat minim dan para Romo tidak bisa melayani semua umat tetapi lewat pembinaan ini Romo paroki dapat mengembangkan Gereja lewat pembekalan dan pengutusan tenaga pastoral tersebut. MISI MERATUS DAN KONTRIBUSINYA BAGI PERKEMBANGAN MASYARAKAT DAYAK PEGUNUNGAN MERATUS. STASI KAAoAR KALIMANTAN SELATAN Potensi dan Harapan Setelah merenung dan menganalisa data-data di atas, kami melihat berbagai potensi yang dimiliki umat KaAoar, antara lain: Memiliki rasa keingintahuan terhadap hal-hal yang baru. Mereka yang telah dibaptis berpotensi memperluas ajaran Kristiani di tengah masyarakat Dayak lainnya. Koperasi sudah ada Lahan yang subur Tekhnologi informasi sudah mulai masuk. Banyak harapan yang dapat diandalkan dari umat stasi KaAoar, antara lain: Dengan adanya orang asli Dayak yang dibaptis memudahkan dalam pengevanggelisasian di tengah orang Dayak lainnya. Luasnya daerah teritorial paroki dapat menjadi perluasan kerajaan Allah Tehnologi informasi dapat digunakan untuk pewartaan dan karya Injil Tuhan yang memudahkan pelayanan pastoral Kekayaan alam dan luasnya lahan pertanian dan perkebunan dapat digunakan sebagai jalan untuk bisnis yang kemudian dikonsepkan sebagai lahan pewartaan. Keterbukaan masyarakat terhadap ajaran agama Katolik memberi peluang yang bagus bagi evangelisasi. SEPAKAT - VOLUME 8. NO. SEPTEMBER 2022 Sepakat : Jurnal Pastoral Kateketik Vol. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2541-0881. p-ISSN: 2301-4032. Hal 90-105 DAFTAR PUSTAKA