DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Analisis dan Perancangan Interoperabilitas Data Pemonitoran SPM (Standar Pelayanan Minima. Bidang Kesehatan dengan Web Services Analysis and Design of Interoperability of SPM (Minimum Service Standard. Monitoring Data in the Health Sector with Web Services Farid Mahmudi1 Farid Agushybana2 Aris Puji Widodo3 1Jurusan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Semarang Email: pilarfareed@students. 2 Jurusan Biostatistik dan Demografi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro Email: agushybana@lecturer. 3Jurusan Matematika urusan Universitas Diponegoro Semarang Email: arispw@gmail. Abstract System interoperability was key to the transformation of the minimum service standards (MSS) reporting system for health. The study aimed to design an Application Programming Interface (API) model to improve the effectiveness of SPM-BK data submission and reporting from primary healthcare Through analytical studies, we identified the need for system interoperability at the district health service level. Based on this analysis, we designed a customised API to facilitate data exchange related to minimum service standard reporting in the health sector. The resulting API follows the principles of RESTful architecture, emphasising scalability, flexibility and security. The API specification includes national data standards for health reporting, as well as authentication and authorisation systems to protect sensitive data. Initial implementation and testing results show that the proposed API successfully connects diverse health reporting systems. Performance evaluation of the API through measurement of response time and resource utilisation showed adequate performance for use in a production environment. Through API design, it was expected to improve interoperability between minimum service standard reporting systems, reduce data duplication, and speed up the reporting This research underscores the important role of APIs in supporting healthcare quality, datadriven decision-making, and more efficient integration of medical systems. Keywords: system interoperability, application programming interface (API), health reporting system, minimum service standards Abstrak Interoperabilitas sistem merupakan kunci dalam transformasi sistem pelaporan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang model Application Programming Interface (API) untuk meningkatkan efektivitas pengiriman dan pelaporan data SPM-BK dari fasilitas kesehatan primer. Melalui studi analisis, kami mengidentifikasi kebutuhan akan interoperabilitas sistem di tingkat layanan kesehatan kabupaten. Berdasarkan analisis ini, kami merancang API yang disesuaikan untuk memfasilitasi pertukaran data terkait pelaporan SPM-BK di sektor kesehatan. API yang dihasilkan mengikuti prinsip-prinsip arsitektur RESTful, yang menekankan pada skalabilitas, fleksibilitas, dan keamanan. Spesifikasi API mencakup standar data nasional untuk pelaporan kesehatan, serta sistem otentikasi dan otorisasi untuk melindungi data sensitif. Hasil implementasi dan pengujian awal menunjukkan bahwa API yang diusulkan berhasil menghubungkan sistem pelaporan kesehatan yang beragam. Evaluasi kinerja API melalui pengukuran waktu respons dan pemanfaatan sumber daya menunjukkan kinerja yang memadai untuk digunakan dalam lingkungan Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. Melalui rancangan API, diharapkan dapat meningkatkan interoperabilitas antar sistem pelaporan standar pelayanan minimal, mengurangi duplikasi data, dan mempercepat proses pelaporan. Penelitian ini menggarisbawahi peran penting API dalam mendukung kualitas layanan kesehatan, pengambilan keputusan berbasis data, dan integrasi sistem medis yang lebih efisien. Kata kunci: interoperabilitas Sistem, application programming interface (API), sistem pelaporan kesehatan. Standar Pelayanan Minimal Pendahuluan Dalam sektor kesehatan, pelaporan (SPM) memiliki peran yang sangat penting layanan kesehatan masyarakat. World Health Organization (WHO) mendefinisikan SPM sebagai standar yang digunakan untuk menilai dan membandingkan kinerja layanan kesehatan di berbagai fasilitas dan tingkat pelayanan kesehatan. Dalam pelaporan yang tepat waktu tentang SPM adalah kunci untuk memastikan penyediaan layanan kesehatan yang efektif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat (Kementerian Kesehatan RI. WHO, 2. Namun, dihadapi dalam pelaporan SPM adalah berbagai sistem informasi kesehatan yang digunakan oleh institusi kesehatan, baik itu rumah sakit, klinik, atau lembaga kesehatan lainnya (Anderson & H, 2017. Doe & S. , 2017. Collaboratove, 2. Sistem-sistem ini sering kali beroperasi menggunakan format data yang berbeda, dan tidak mampu berkomunikasi secara efektif satu sama lain (Johnson & S, 2019. Smith & J, 2018. Sundvall & N. , 2. Dalam interoperabilitas sistem pelaporan SPM, penggunaan API (Application Programming Interfac. telah menjadi fokus perhatian yang signifikan (Browm & L. , 2020. Chen & K, 2. API memungkinkan sistemsistem ini untuk berkomunikasi, berbagi kesehatan yang penting (Gupta & K, 2018. Huang & C. , 2. Namun, penelitian yang secara khusus mengenai analisis dan perancangan API untuk tujuan ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan pandangan mendalam tentang bagaimana API dapat dianalisis dan dirancang interoperabilitas dalam konteks pelaporan SPM di sektor kesehatan. Diharapkan bahwa penelitian ini akan memberikan kontribusi positif dalam mendukung kesehatan yang lebih efisien, berbasis data, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat secara keseluruhan. Metodologi Penelitian dengan cara focus group discussion (FGD) sebagai teknik dalam pengumpulan data, kabupaten dan puskesmas, sedangkan ini Sub Koordinator Jaminan Kesehatan dan Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Seksi Jaminan dan Mutu Kesehatan. Programmer PJ Program TB, serta Sub Koordinator Jiwa dan Napza, dan petugas IT (Badan Pusat Statistik (BPS), 2. Teknik pengumpulan data kualitatif menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan perancangan sistem melalui tahapan SDLC (System Development Life Cycl. Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. "Perancangan SPM-BK RAD (Rapid Aplication Developmen. pendekatan prototyping. Penerapan Model Interoperabilitas dengan Web Services Menggunakan model API sebagai teknis penerapan interoperabilitas adalah cara yang paling popular saat ini dengan pertukaran data (Amin, 2014. Muler & D. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. kebutuhan, kemudian proses hasil analisa menentukan teknik yang tepat untuk permasalahan yang akan dibuat untuk pengumpulan laporan SPM-BK di Dinas Kesehatan kabupaten Cilacap masih menggunakan excel yang dibuat dengan format standar, yang mana secara umum kita ketahui tools tersebut memiliki banyak kelemahan jika digunakan dalam skala besar dan banyak pengguna. Adapun tampilan seperti nampak pada gambar berikut. Gambar 3. Format Pelaporan SPM-BK dengan Excel Gambar 1. Konsep interoperabilitas system (Direktorat E-Government Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Kerangka konsep penelitian Gambar 4. Arsitektur Sistem Interoperabilitas SPM-BK Dinkes Kab. Cilacap Gambar 2. Kerangka konsep penelitian Arsitektur dan perancangan Membangun sebuah sistem terlebih dahulu diperlukan analisis terhadap Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. berdasarkan analisa maka dikembangkan dihasilkan sebuah sistem yang dapat memenuhi kebutuhan semua stake holder di dinas Kesehatan kabupaten Cilacap Gambar 5. Use case SPM-BK Gambar 8. Testing API untuk Post data Capaian SPM per bulan Gambar 6. ERD SPM-BK Dinas Kesehatan Hasil dan Pembahasan Hasil berdasarkan kerangka konsep penelitian menghasilkan sebuah sistem SPM services atau API. Berikut adalah hasil pengembangan sistem berdasarkan analisa kebutuhan dari penelitian. Gambar 7. Kesehatan. Gambar 9. SPM pertahun Testing API Untuk Post data Gambar 8 dan 9 adalah model testing web services dengan menggunakan tools seperti postman untuk menguji apakah modul susah sesuai dengan ekspektasi dan GUI Server SPM-BK Dinas Tampilan server SPM-BK pada gambar 7 adalah hasil akhir dari implementasi pelaporan yang menggantikan standar pengumpulan dengan menggunakan excel, setelah menerima permintaan kebutuhan Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. kebutuhan dari pengguna. Hasil Pengujian Sistem Pengujian sistem menggunakan black box test dengan tujuan untuk melihat fungsionalitas sistem secara keseluruhan apakah sudah sesuai dengan rancangan awal dari penelitian. Hasil dan skenario pengujian dapat dilihat pada tabel 1. Tabel 1. Skenario uji fungsionalitas system Kasus Skenari o uji Hasil Hasil uji Stat Uji Konek Databa Create Dapat Status Ses Server is start saat OS Server kan lagi Server SPM Status Server Ses Open Browse Membuk Browser Dokume Ses Genera Token Membua t Token Token Token di create Ses Create Membua t user a web Create Dapat a Web Ses Get Data SPMBK Get Data Sasara n dan Capaia Get n dan POST Data Sasara n dan Capaia POST n dan Stop Web Services Mengam bil data SPM-BK Muncul list data SPM Ses Mengam bil data Data Data Tampil Ses Mengam bil data Data Tampil Ses Mengiri m data Data Berhasil m data Ses Mengiri m data Data Berhasil m data Ses Menghe SPM Web Web Services SPM Ses Copyright A2023 Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan p-ISSN 2615-1863 e-ISSN 2622-7614 DOI: https://doi. org/10. 31983/jrmik. Kesimpulan Penelitian ini menggambarkan analisis dan perancangan sebuah web services (API) yang bertujuan untuk meningkatkan pertukaran data data pelaporan standar minimal bidang kesehatan (SPM-BK) di bidang Kesehatan. Beberapa kesimpulan yang signifikan: Pentingnya interoperabiltas dimana merupakan elemen kunci dalam proses pertukaran data secara efeien dan efektif antar berbagai sistem Kesehatan, seperti SPM-BK. Analisis kebutuhan yang cermat adalah salah satu langkah penting dalam merancang web services yang efektif sesuai dengan kebutuhan data standar pelayanan minimal bidang Kesehatan. Perancangan web services dalam penelitian ini mempertimbangkan arsitektur RESTful yang paling umum digunakan oleh developer sistem. Implementasi dan pengujian web diversitas dan dapat diandalkan dalam lingkungan produksi. Kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan Kesehatan, web services (API) memiliki potensi besar untuk dikembangkan dalam bidang meningkatkan kualitas layanan yang berdasarkan data real. Penelitian ini memberikan kontribusi meningkatkan interoperabilitas . ertukaran dat. dalam hal pelaporan standar pelayanan minimal bidang Kesehatan (SPM-BK). Dengan menggunakan web services (API) yang dirancang dengan baik akan menjadi alat yang efektif dalam memfasilitasi pertukaran data dengan Jurnal Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Volume 6 No 2 (Oktober 2. sistem-sistem yang diversitas sangat tinggi di Indonesia, khususnya di kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah, sehingga harapannya adalah pemegang kebijakan ditingkat dinas Kesehatan kabupaten dapat memanfaatkan data yang baik untuk mengambil keputusan-keputusan yang akurat dan tepat sasaran. Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap yang telah memfasilitasi penelitian ini sehingga bisa tersusun rancangan web service untuk bahan interoperabilitas dengan sistem yang lain. Daftar Pustaka