Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL MELAYU JAMBI Sri Hastuti1. Hary Soedarto Harjono2. Priyanto3 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi Email: srih88330@gmail. Abstrak: Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan e-book sebagai bahan ajar BIPA berbasis budaya Jambi serta menguji kelayakan dan keberterimaannya. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model ADDIE yang dimodifikasi oleh Branch . yang terdiri atas beberapa tahapan yaitu analyze . , design . , development . , implementation . , dan evaluation . Namun, penelitian ini hanya menerapkan tiga tahap awal, yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Subjek penelitian meliputi dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang berperan sebagai validator ahli materi dan ahli media, serta enam mahasiswa internasional di Universitas Jambi dengan kemampuan Bahasa Indonesia level 3. Pengumpulan data dil-akukan melalui observasi, angket, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan masuk dalam kategori sangat valid, dengan persentase kelayakan 91,43% dari validasi media dan 92,2% dari validasi materi. Setelah perbaikan minor, bahan ajar diuji cobakan kepada enam mahasiswa internasional dan memperoleh tingkat keefektifan sebesar 94,1%, yang termasuk kategori sangat efektif. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bahan ajar ini dapat mendukung pembelajaran BIPA dengan pendekatan budaya lokal secara efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa internasional. Kata Kunci: Bahan Ajar. BIPA. kearifan lokal. Abstract: This research and development aims to describe the process of developing e-books as BIPA teaching materials based on Jambi culture and to test their feasibility and acceptability. The development model used in this study is the ADDIE model modified by Branch . which consists of several stages, namely analyze, design, development, implementation, and evaluation. However, this study only applies the three initial stages, namely analysis, design, and development. The subjects of the study included lecturers of Indonesian Language and Literature Education who acted as validators of material experts and media experts, as well as six international students at the University of Jambi with level 3 Indonesian language skills. Data collection was carried out through observation, questionnaires, and analysis of learning documents. The results of the study showed that the teaching materials developed were included in the very valid category, with a feasibility percentage of 91. 43% from media validation and 92. 2% from material validation. After minor improvements, the teaching materials were tested on six international students and obtained an effectiveness rate of 94. 1%, which is included in the very effective The results of the trial show that this teaching material can support BIPA learning with a local cultural approach effectively, interestingly, and in accordance with the needs of international students Keywords: teaching materials. BIPA. local wisdom. PENDAHULUAN Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa penting dalam komunikasi internasional dan berhasil menarik minat penutur asing dari berbagai negara. Sebagai upaya mendukung hal ini. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa mendirikan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) yang dirancang khusus bagi pemelajar asing yang ingin mempelajari Bahasa Indonesia (Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Saat ini, terdapat 183 ribu pemelajar BIPA di 55 negara, termasuk di antaranya Australia. Mesir. Filipina. Thailand. Papua Nugini, dan berbagai negara lainnya (Negara, 2. Selain itu, perkembangan Bahasa Indonesia telah menarik minat banyak pemelajar asing untuk melanjutkan pendidikan di Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Indonesia, termasuk di Universitas Jambi. Oleh karena itu, pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia yang relevan dan berbasis kearifan lokal Melayu Jambi sangat penting untuk mendukung proses internasionalisasi budaya Jambi serta memperkaya pembelajaran Bahasa Indonesia bagi mahasiswa internasional di. Pembelajaran BIPA bertujuan untuk memperluas penggunaan Bahasa Indonesia serta menyebarkan berbagai informasi terkait Indonesia, termasuk memperkenalkan masyarakat dan budayanya kepada dunia internasional (Kemdikbud, 2. Oleh karena itu. Kearifan lokal seharusnya selalu menjadi inti dari pembelajaran BIPA. Karena, memahami sebuah bahasa juga berarti memahami budaya dari masyarakat yang menuturkannya. Namun, dalam pelaksanaannya, pembelajaran BIPA sering kali kurang memperhatikan aspek budaya dalam materi ajar dan hanya memusatkan pada pengetahuan bahasa secara umum saja (Adji et al. Permasalahan lainnya yaitu kesulitan memperoleh bahan ajar bermuatan kearifan lokal Indonesia yang berbanding terbalik dengan kebutuhan yang semakin meningkat dalam pembelajaran BIPA (Ogustina et al. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di Universitas Jambi, ditemukan bahwa ketersediaan bahan ajar BIPA berbasis kearifan lokal Melayu Jambi masih belum memadai. Hal ini menyebabkan pemelajar asing belum mendapatkan pengalaman pembelajaran Bahasa Indonesia yang mencerminkan kekayaan budaya Jambi. Masalah ini penting karena pemelajar asing membutuhkan bahan ajar yang relevan dengan budaya lokal untuk memahami keadaan lingkungan dan sosial yang ada di daerah tersebut. Selain itu, penyediaan bahan ajar berbasis kearifan Melayu Jambi akan mendukung proses internasionalisasi kebudayaan Jambi. Menjawab persoalan tersebut, solusi yang paling tepat adalah pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia yang menekankan kearifan lokal Melayu Jambi. Penelitian pengembangan ini menghasilkan bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis kearifan lokal Melayu Jambi, dengan fokus pada Kesenian Masyarakat Melayu Jambi, khususnya seni musik Dadung. selain itu, media ajar yang digunakan dalam penelitian ini adalah E Book E Book dipilih karena kesesuainnya dalam menyajikan konten untuk mendukung pembelajaran seperti keterampilan berbahasa yang meliputi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, serta keterampilan menulis. Kelebihan lainnya yaitu e-book fleksibel dan mudah di akses. Penelitian ini melibatkan para ahli untuk menguji kelayakan bahan ajar. Setelah dinyatakan layak, bahan ajar akan diuji coba pada kelompok kecil yang terdiri dari enam mahasiswa internasional dengan kemampuan BIPA level 3. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi penggunaan budaya Indonesia dalam bahan ajar BIPA. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh Wati et al. mengembangkan bahan ajar berbasis Gamelan, berfokus pada instrumen musik tradisional Indonesia untuk meningkatkan pemahaman bahasa dan budaya di kalangan mahasiswa internasional. Selain itu. Salsabila et al. juga menggunakan warisan budaya nasional, yaitu Keris, dalam pengajaran BIPA bagi mahasiswa di Yale University. Kedua penelitian ini menunjukkan efektivitas integrasi budaya dalam pembelajaran BIPA, tetapi lebih berfokus pada budaya nasional yang bersifat umum dan belum ada kajian yang secara mendalam meneliti penggunaan kearifan lokal dari daerah tertentu seperti Melayu Jambi, khususnya seni musik Dadung. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kesenjangan tersebut dengan mengembangkan bahan ajar berbasis kearifan lokal Melayu Jambi, yang belum banyak diteliti. Bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis kearifan Melayu Jambi diharapkan mampu memperkenalkan budaya Jambi di kancah internasional, seperti yang dikatakan oleh Setyawati et al. bahwa dengan memanfaatkan materi yang bersinggungan dengan budaya di Indonesia akan menjadi solusi untuk menambah pengetahuan bagi pemelajar asing untuk mengenal Indonesia. Selain itu, pengintegrasian nilai-nilai adat dan kearifan lokal Masyarakat berfungsi sebagai sarana untuk memperkenalkan dan melestarikan nilai-nilai adat (Waluyati et Berdasarkan harapan tersebut, maka peneliti mengembangkan bahan ajar Bahasa Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Indonesia berbasis kearifan lokal Melayu Jambi untuk mahasiswa internasional di Universitas Jambi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berbasis digital E-book. Produk yang dihasilkan adalah bahan ajar Bahasa Indonesia yang memuat kesenian musik Dadung serta memfasilitasi keterampilan berbahasa mahasiswa internasional seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pengembangan bahan ajar ini dilakukan dengan menggunakan model ADDIE oleh Branch . Sedangkan pertimbangan pemilihan model ADDIE dikarenakan model pengembangan ini lebih instruksional yang bersifat iteratif, di mana setiap fase berhubungan erat dan memungkinkan adanya revisi di setiap tahap. Model pengembangan ADDIE terdiri atas beberapa tahapan yaitu analyze . , design . , development . , implementation . , dan evaluation . Namun, penelitian ini hanya menerapkan tiga tahap awal, yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Tahap analisis meliputi analisis kebutuhan, analisis materi, dan analisis tujuan Analisis kebutuhan dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan bahan ajar Bahasa Indonesia yang bermuatan kearifan lokal Melayu Jambi. Analisis materi dalam penelitian ini dilakukan melalui studi pustaka dengan menganalisis bahan ajar BIPA. Salah satu bahan ajar yang dikaji adalah buku teks Sahabatku Indonesia BIPA 3, yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan pada tahun 2019. Sedangkan analisis tujuan pembelajaran dilakukan untuk menentukan arah pengem-bangan bahan ajar. Tahapan desain dalam penelitian ini mencakup beberapa perencanaan pengembangan bahan ajar yang difokuskan pada kearifan lokal Melayu Jambi. Selama proses desain dibutuhkan kreatifitas dan ide yang inovatif untuk membuat bahan ajar yang sesuai standar kompetensi, menarik dan sesuai dengan kebutuhan. Penulis perlu untuk membuat dan memilih gambar, audio dan video sebagai pelengkap bahan ajar dan dapat membantu pengguna memahami materi lebih dalam. Tahap pengembangan dilakukan untuk melihat kelayakan produk. Produk yang telah dikembangkan yaitu produk bahan ajar berupa E-book. Tahap pengembangan dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap validasi ahli dan tahap uji coba pengguna. Tahap ini prototype awal akan direvisi berdasarkan saran dari validator. Selanjutnya, prototype akhir akan diujicobakan kepada mahasiswa BIPA Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri atas data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif mencakup hasil penilaian berupa skor mengenai kualitas produk bahan ajar berbasis kearifan lokal Melayu Jambi yang dinilai oleh ahli materi, dosen, dan mahasiswa Penilaian ini akan berfokus pada aspek kebahasaan, relevansi budaya, dan kelayakan media ajar yang digunakan. Data kualitatif dalam penelitian ini meliputi informasi mengenai proses pengembangan bahan ajar menggunakan model ADDIE, kritik dan saran dari ahli materi dan dosen, serta tanggapan dari mahasiswa internasional terhadap materi yang Selain itu, data kualitatif juga mencakup tahapan pelaksanaan pengembangan bahan ajar oleh peneliti, yang mencakup perencanaan, media, pengembangan, dan evaluasi dari bahan ajar berbasis kearifan lokal Melayu Jambi yang akan digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Subjek uji coba dalam penelitian ini terdiri dari validator ahli media, validator ahli materi dan sasaran penelitian yaitu mahasiswa internasional di Universitas Jambi. Validasi media bahan ajar dan validasi ahli materi akan dilakukan oleh dosen berpengalaman di. Instrumen Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan bahan ajar ini adalah observasi, angket, dan analisis dokumen. Observasi dilakukan untuk mengetahui proses, kendala, serta kebutuhan mahasiswa internasional dalam memahami budaya lokal Melayu Jambi. Angket digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif berupa hasil angket terkait kebutuhan dan minat mahasiswa, serta penilaian dari ahli materi, dosen, dan mahasiswa mengenai kualitas bahan ajar yang dikembangkan. Penilaian ini menggunakan pengukuran skala Likert (Sugiyono, 2020:. dengan rentang penilaian dari 1 sampai 5, di mana angka 1 menunjukkan ketidaksetujuan atau ketidaksesuaian yang sangat tinggi, dan angka 5 menunjukkan tingkat persetujuan atau kesesuaian yang sangat tinggi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang akan dipaparkan pada bab ini meliputi 2 hal yaitu proses pengembangan bahan ajar BIPA dengan topik kesenian masyarakat melayu Jambi dan keberterimaan bahan ajar yang dihasilkan. Proses Pengembangan Bahan Ajar BIPA Proses pengembangan bahan ajar berbasis kearifan lokal melayu Jambi telah melalui serangkaian proses sehingga menghasilkan e-book interaktif. Proses pengembangan sebagai Analisis Tahap analisis meliputi analisis kebutuhan, analisis materi, dan analisis tujuan Berikut merupakan hasil analisis. Analisis Kebutuhan Berdasarkan hasil analisis, ketersediaan bahan ajar BIPA di Perpustakaan Universitas Jambi masih sangat terbatas. Hanya tersedia dua buku teks, namun tidak satupun yang mengintegrasikan kearifan lokal Melayu Jambi. Selain itu, tidak ditemukan bahan ajar digital yang dapat diakses oleh mahasiswa internasional untuk menunjang proses pembelajaran mereka. Ketiadaan bahan ajar yang berbasis teknologi dan budaya lokal ini dapat menjadi kendala bagi mahasiswa dalam memahami Bahasa Indonesia secara kontekstual. Mengingat pentingnya aspek budaya dalam pembelajaran bahasa, pengembangan bahan ajar yang tidak hanya berfokus pada aspek linguistik tetapi juga mengakomodasi kearifan lokal Melayu Jambi menjadi sebuah kebutuhan. Dengan demikian, diperlukan upaya dalam penyusunan bahan ajar yang lebih komprehensif agar mahasiswa internasional dapat memahami Bahasa Indonesia secara lebih efektif dan dalam konteks budaya yang lebih luas. Analisis kebutuhan dilakukan juga dengan memberikan pertanyaan wawancara untuk mengetahui latar belakang partisipan dan kebutuhannya terhadap bahan ajar BIPA yang bermuatan kearifan lokal Melayu Jambi. Partisipan merupakan mahasiswa internasional di Universitas Jambi yang memiliki kemampuan BIPA level 3. Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa internasional memiliki berbagai alasan dalam mempelajari Bahasa Indonesia, terutama untuk keperluan akademik dan profesional, seperti komunikasi, pengajaran, serta pemahaman sastra dan budaya Indonesia. Seluruh partisipan juga menunjukkan ketertarikan terhadap keberagaman budaya Indonesia, termasuk bahasa daerah dan adat istiadat. Selanjutnya, analisis kebutuhan bahan ajar dilakukan untuk mengetahui kriteria bahan ajar BIPA dari perspektif mahasiswa internasional. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan merupakan bahan ajar bahasa indonesia dengan topik pembelajaran kesenian melayu jambi. Analisis Materi Materi dalam bahan ajar yang dikembangkan akan mengangkat topik kesenian masyarakat Melayu Jambi, khususnya musik Dadung. Pemilihan topik ini didasarkan pada dua alasan utama. Pertama, untuk memperkenalkan musik Dadung sebagai salah satu warisan budaya khas masyarakat Melayu Jambi. Kedua, hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa mahasiswa internasional memiliki ketertarikan terhadap kesenian Melayu Jambi, sehingga integrasi topik Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mereka terhadap budaya lokal. Berdasarkan hasil analisis, materi ini akan dikembangkan dengan menyesuaikan struktur dalam buku Sahabatku Indonesia BIPA 3, yang diterbitkan oleh Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan pada tahun 2019. Pemilihan buku ini sebagai acuan dikarenakan Universitas Jambi belum memiliki buku BIPA yang digunakan secara khusus digunakan sebagai panduan Fokus utama materi dalam materi ini adalah memperkenalkan kesenian musik Dadung. Analisis Tujuan Pembelajaran Analisis tujuan pembelajaran dalam bahan ajar yang dikembangkan diperoleh melalui tahap analisis kebutuhan mahasiswa dan analisis materi. Tujuan pembelajaran yang dirancang juga diselaraskan dengan kurikulum yang digunakan. Mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2017 tentang Standar Kompetensi Lulusan Kursus dan Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), tujuan pembelajaran pada bahan ajar BIPA level 3 adalah mampu menggunakan kata kerja transitif dalam kalimat serta mampu menggunakan kata ulang yang berawalan ber- dan berakhiran -an. Desain Tahap desain mencakup beberapa langkah dalam pengembangan bahan ajar. Langkah pertama adalah menyusun isi materi yang akan dimasukkan ke dalam bahan ajar. Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan keterampilan berbahasa yang ditargetkan, struktur pembelajaran, serta integrasi kearifan lokal Melayu Jambi. Tahap selanjutnya dalam pengembangan bahan ajar BIPA adalah perancangan storyboard yang berfungsi sebagai kerangka bantu untuk pembuatan bahan ajar. Selanjutnya adalah adalah tahap pengumpulan data meliputi pengumpulan gambar dan video yang akan disertakan kedalam bahan ajar. Setelah pengumpulan data, tahap selanjutnya yaitu membuat bahan ajar dengan menggunakan aplikasi Canva. Setelah pembuatan produk bahan ajar, hasil yang didapatkan adalah e-book yang di dalamnya terdapat 29 halaman dengan spesifikasi sebagai berikut: Bahan ajar e-book yang dapat diakses dengan format PDF yang dapat dipergunakan oleh . Materi pembelajaran dalam bahan ajar terdiri dari dua unit yaitu AuKesenian Musik DadungAy dan AuCerita Rakyat JambiAy yang memiliki tujuan kebahasaan Bahasa Indonesia. Tampilan, layout dan pemilihan warna dipilih berdasarkan pertimbangan terhadap kearifan lokal Jambi. Pengembangan Tahap pengembangan yang dilakukan yaitu validasi perangkat ajar. Validasi perangkat ajar terbagi menjadi dua tahapan yaitu validasi ahli materi dan validasi ahli media. Tujuan dari langkah-langkah tersebut adalah untuk mengukur kelayakan dan untuk menilai kelebihan dan kekurangan dari bahan ajar yang telah dihasilkan. Berikut merupakan penjelasan dari tahap . Validasi Media Validasi ahli media dilakukan oleh dosen pengalaman di Universitas Jambi. Tujuan dari validasi media adalah untuk menilai kelayakan desain bahan ajar dengan materi ajar. Adapun aspek yang dinilai berupa kualitas teknis dan kualitas tampilan. Perhatikan tabel hasil penilaian Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tabel 1. Hasil validasi ahli media Indikator Deskripsi Skor Perwajahan dan Kesesuaian komposisi Kesesuaian tampilan gambar sampul Kesesuaian gambar dengan Kesesuaian jenis huruf 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Kesesuaian ukuran huruf 1 2 3 4 5 Kesesuaian kombinasi warna huruf dan backround Kejelasan huruf 1 2 3 4 5 Keterbacaan bahan ajar Kesesuaian audio/video dalam bahan ajar Kesesuaian Layout atau tata Kesesuian dengan kaidah kebahasaan yang baik dan Bahasa jelas dan mudah Kemudahan penggunaan Kemudahan akses produk 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Materi/isi Kebahasaan Aksebilitas Jumlah skor yang diperoleh Jumlah 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Indikator yang dinilai berjumlah 14 dengan total skor 64. Skor ini kemudian diolah untuk mengetahui persentase kelayakan bahan ajar dengan membandingkan skor yang diperoleh dengan skor maksimal, yaitu 70 . indikator y skor maksimal . Berdasarkan perhitungan tersebut, persentase kelayakan bahan ajar mencapai 91,43%, yang termasuk dalam kategori AuSangat ValidAy pada rentang 81100%, sehingga bahan ajar dapat digunakan tanpa perlu . Validasi Materi Validasi ahli materi dilakukan satu kali oleh dosen pendidikan bahasa dan sastra Indonesia. Tujuan dari validasi materi adalah untuk menilai kesesuaian materi bahan ajar dengan capaian Adapun aspek yang dinilai berupa materi, kebahasan dan relevansi bahan ajar. Perhatikan tabel hasil penilaian ahli materi berikut. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Tabel 2. Hasil validasi ahli materi Indikator Materi Kebahasaan Relevansi bahan ajar Jumlah skor yang diperoleh Deskripsi Kesesuaian isi atau materi bahan ajar dengan kompetensi BIPA Kesesuaian materi dengan kebutuhan keterampilan Muatan kearifan lokal melayu Jambi pada bahan ajar secara Pemilihan audio dan video mewakili maksud yang Materi disajikan secara urut sesuai dengan tujuan Ebook disusun secara sistematis Terdapat latihan soal Materi yang disampaikan mudah Kejelasan dan kesesuaian bahasa yang digunakan dalam penyampaian materi. Kesesuaian tingkat bahasa dengan pemahaman peserta Mengandung pengetahuan kebahasaan sesuai dengan kurikulum yaitu mampu menggunakan kata hubung dan kalimat permintaan. Penggunaan kata sesuai dengan EYD Keterbacaan Ketepatan struktur kalimat Keakuratan informasi Kontribusi materi terhadap pencapaian kompetensi yang Contoh dan penjelasan relevan dengan dengan capaian Sesuai dengan kebutuhan Skor Jumlah 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Berdasarkan data pada tabel terdapat 18 indikator yang dinilai, jumlah skor keseluruhan Selanjutnya skor yang didapat akan diolah untuk mengetahui persentase kelayakan bahan ajar. Berdasarkan kriteria validitas produk bahan ajar yang dikembangkan memperoleh persentase kelayakan 92. 2% pada interval 81%-100% dan termasuk dalam kategori AuSangat layakAy dan dapat dipergunakan tanpa perbaikan. Setelah perolehan persentase kelayakan dari ahli media dan ahli materi diketahui bahwa nilai rata-rata akhir dari validator 1 dan 2 adalah 91,8% dan masuk pada rentang 81%-100%. Hasil ini sejalan dengan temuan Yuniatin dan Asteria . serta penelitian Maghfiroh dan Asteria . yang menunjukkan nilai kevalidan, keefektifan, dan kepraktisan yang besar. Kedua penelitian tersebut memperkuat temuan bahwa bahan ajar bermuatan budaya memiliki tingkat kelayakan yang tinggi dan dapat diandalkan sebagai media pembelajaran yang efektif. Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Hal ini menunjukkan bahwa bahan ajar terintegrasi kearifan lokal yang dikembangkan layak untuk digunakan. Keberterimaan Bahan Ajar yang Dihasilkan Keberterimaan bahan ajar yang dikembangkan ditentukan berdasarkan hasil dari uji coba Oleh karena mahasiswa internasional yang berada pada level BIPA 3 berjumlah 6 orang, maka uji coba pengguna hanya dimaksudkan untuk mendapatkan umpan balik yang mendalam tentang kelayakan bahan ajar, desain serta implementasi produk, bukan untuk menguji efektivitas bahan ajar dalam meningkatkan hasil belajar. Uji coba pengguna ini dilakukan dengan mengambil peserta didik yang berjumlah 6 orang yang saat ini diketahui berada pada level BIPA yang sesuai. Adapun tahapan yang peneliti lakukan untuk memastikan pengguna mengetahui setiap fitur dalam bahan ajar adalah dengan melakukan sesi pengenalan, sesi pembelajaran dan pengisian angket. Sesi pengenalan Sesi pertama yaitu sesi pengenalan e-book, sebelum memperkenalkan bahan ajar, peneliti terlebih dahulu menanyakan kabar kemudian lanjut memperkenalkan diri kepada partisipan. Selama sesi pengenalan e-book, fokus utama yang dilakukan peneliti adalah memperkenalkan desain dan filosofi pemilihan desain kepada partisipan, selanjutnya penulis memperkenalkan fitur yang terkandung didalam e-book seperti fitur barcode yang berisi audio dan video bermuatan kebudayaan Melayu Jambi serta tata letak e-book yang disesuaikan dengan kemampuan berpikir penutur asing. Sesi pembelajaran Sesi kedua yaitu sesi belajar. Sama seperti sebelumnya, peneliti terlebih dahulu menanyakan kabar partisipan sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Pembelajaran dilakukan selama 60 menit dan dibimbing langsung oleh peneliti sesuai dengan arahan yang terdapat dalam e-book Unit 1 yang bertema AuKesenian Musik Dadung. Ay Capaian pembelajaran yang ditargetkan dalam sesi ini mencakup empat keterampilan berbahasa, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis, yang terbagi dalam tujuh kegiatan. Sesi pengisian angket Sesi ketiga yaitu sesi pengisian angket. Setelah seluruh rangkaian sesi belajar selesai dilaksanakan dan partisipan telah mengenal serta menggunakan bahan ajar secara langsung, peneliti membagikan angket kepada masing-masing partisipan. Angket ini bertujuan untuk mengumpulkan respon dan penilaian partisipan terhadap bahan ajar yang telah digunakan. Beberapa aspek yang diukur dalam angket tersebut meliputi desain bahan ajar, dampak penggunaan bahan ajar terhadap proses pembelajaran, serta kelayakan bahan ajar untuk disebarluaskan dan digunakan oleh pengguna lainnya Berdasarkan hasil angket uji coba pengguna, diperoleh total skor sebesar 593 dari 21 indikator pertanyaan. Skor tersebut kemudian dibandingkan dengan skor maksimal yang dapat dicapai, yaitu 630 . indikator y skor maksimal . , untuk menghitung persentase kelayakan bahan ajar. Hasil perhitungan menunjukkan persentase kelayakan sebesar 94,1%, yang berada pada rentang 81100% dan termasuk dalam kategori Ausangat layakAy. Dengan demikian, bahan ajar Bahasa Indonesia berbasis kebudayaan Melayu Jambi ini dinilai sangat baik dan layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa BIPA. Pengembangan bahan ajar dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis dengan mempertimbangkan empat aspek utama, yaitu bahasa, materi, desain, dan media. Dari aspek kebahasaan, bahan ajar dirancang menggunakan kalimat sederhana dan komunikatif, yang disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa asing sebagai pembelajar pemula. Struktur kalimat dan pilihan kosakata dipilih agar mudah dipahami serta relevan dengan pengalaman sehari-hari Pendekatan ini sejalan dengan teori Cognitive Load dari Sweller . , yang menekankan pentingnya penyederhanaan informasi untuk mengurangi beban kognitif dan memudahkan proses belajar. Temuan ini juga didukung oleh Tiawati . , yang dalam Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 penelitiannya menunjukkan bahwa penyusunan modul BIPA dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif sangat membantu pemahaman pembelajar asing. Selain itu, dari segi materi bahan ajar yang dikembangkan mengangkat tema budaya Jambi dan dikemas dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia. Materi disusun berdasarkan prinsip kebermaknaan dan kebermanfaatan, sehingga tidak hanya menyampaikan informasi linguistik, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal yang memperkuat kompetensi interkultural mahasiswa asing. Hal ini sejalan dengan penelitian Harahap et al. , yang menegaskan bahwa pengintegrasian kearifan budaya lokal Jambi dalam bahan ajar dapat meningkatkan motivasi, kedekatan emosional, serta relevansi pembelajaran bagi mahasiswa Selain itu. Purnama . juga membuktikan bahwa bahan ajar berbasis budaya lokal mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan efektif. Lebih lanjut hasil penelitian ini juga mendukung penemuan dari Saddhono & Erwinsyah . melalui pendekatan dengan kebudayaan Melayu Jambi yang dimuat dalam bahan ajar mampu memotivasi dan menginspirasi siswa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemampuan berbahasanya. Dengan kata lain, memasukkan kebudayaan Melayu Jambi dalam bahan ajar dapat berperan penting sebagai daya tarik, pemahaman budaya, serta pengetahuan yang baru dalam proses pembelajaran. Selain itu, fitur tambahan berupa gambar, video, dan audio dalam bahan ajar yang telah disesuaikan dengan topik pembahasan berfungsi sebagai penguat dan motivasi belajar yang lebih Pendekatan multimodal ini sesuai dengan teori Multiple Intelligences dari Gardner . , yang menekankan pentingnya keberagaman gaya belajar individu. Selaras dengan hal itu penelitian dari Ratino dan Nurlina . menunjukkan bahwa penggunaan media interaktif dalam pembelajaran BIPA dapat memperkaya pengalaman belajar, meningkatkan hasil pembelajaran, dan menjembatani perbedaan gaya belajar mahasiswa asing. Dengan demikian, pemanfaatan media interaktif menjadi strategi efektif untuk menjembatani perbedaan gaya belajar mahasiswa asing. Secara keseluruhan, bahan ajar e-book yang dikembangkan terbukti dapat digunakan dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing yang mengandung budaya melayu jambi sehingga menjawab semua permasalahan dalam penelitian. Oleh karena itu, hasil penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan bahan ajar BIPA yang tidak hanya memenuhi aspek linguistik, tetapi juga kultural, visual, dan teknologi, sehingga mampu menjawab tantangan pembelajaran bahasa Indonesia di era globalisasi. Kelemahan dalam penelitian ini terletak pada keterbatasan waktu dan sumber daya, yang menyebabkan uji coba hanya melibatkan enam mahasiswa internasional. Selain itu, proses penelitian hanya sampai pada tahap pengembangan, sehingga efektivitas bahan ajar dalam meningkatkan keterampilan berbahasa belum dapat diketahui secara menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan subjek yang lebih luas dan tahapan evaluasi yang lebih mendalam guna menghasilkan bahan ajar yang lebih optimal dan teruji efektivitasnya KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan bahan ajar Bahasa Indonesia bermuatan kebudayaan Melayu Jambi, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar ini berhasil melalui tiga tahapan dalam model ADDIE, yaitu analisis, desain, dan pengembangan. Hasil yang didapatkan adalah persentasi kelayakan rata-rata bahan ajar sebesar 91,8%, yang termasuk kategori sangat efektif. Hasil uji coba juga menunjukkan perolehan tingkat keefektifan sebesar 94,1%, sehingga ditarik kesimpulan bahwa bahan ajar ini dapat mendukung pembelajaran BIPA dengan pendekatan budaya lokal secara efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa internasional. Berdasarkan hasil penelitian dan pengalaman dalam proses pengembangan, peneliti memberikan beberapa saran untuk pengembangan lebih lanjut. Pertama, penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan jumlah partisipan yang lebih banyak agar hasil uji coba dapat lebih Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 representatif dan memungkinkan pengujian efektivitas produk terhadap peningkatan keterampilan berbahasa peserta didik. Kedua, perlu dilakukan pengembangan bahan ajar pada tahap implementasi dan evaluasi dalam model ADDIE secara lebih lengkap, agar dapat mengevaluasi secara menyeluruh efektivitas bahan ajar terhadap hasil belajar. Ketiga, bagi pengembang bahan ajar lainnya, disarankan untuk memperkaya konten budaya lokal yang lebih variatif, memperbanyak aktivitas berbasis proyek, dan meningkatkan kualitas media audio-visual untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Keempat, lembaga pendidikan diharapkan dapat mendukung pengembangan bahan ajar berbasis digital dan budaya lokal ini agar semakin mem-perkaya sumber belajar Bahasa Indonesia bagi mahasiswa DAFTAR PUSTAKA