p-ISSN: 2808-2443 e-ISSN: 2808-2222 Volume. No. 4, 2025 Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business ANALISIS RASIO SOLVABILITAS SEBAGAI INDIKATOR KINERJA KEUANGAN: STUDI KASUS PADA PT XYZ TAHUN 2023 - 2024 Adinda Dhea Amelia1. Indrawati Yuhertiana2 Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur. Surabaya Email: yuhertiana@upnjatim. Article History Received: 05-11-2025 Revision: 19-11-2025 Accepted: 20-11-2025 Published: 06-12-2025 Abstract. Solvency ratios serve as key indicators in assessing a company's ability to meet its long-term commitments. This study aims to evaluate the financial performance of PT XYZ from 2023 to 2024 through an analysis of solvency The research approach is descriptive and quantitative, utilizing secondary data sourced from the company's financial statements. The ratios analyzed include the Debt to Asset Ratio (DAR) and the Debt to Equity Ratio (DER). The analysis results indicate an increase in liabilities in 2024, which has led to an increase in the company's Debt to Equity Ratio (DER). However, the solvency ratios remain within acceptable limits according to financial standards. This finding indicates the need for attention to capital structure to maintain a balance between assets, liabilities, and equity. This study can serve as a reference for company management in evaluating financing methods and financial risk management in the future. Keywords: Solvency. Financial Performance. Financial Ratios Abstrak. Rasio solvabilitas berperan sebagai indikator utama dalam memperhitungkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi komitmen jangka Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT XYZ pada tahun 2023 hingga 2024 melalui analisis rasio solvabilitas. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan perusahaan. Rasio yang dianalisis meliputi Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Hasil analisis menyatkan bahwa terjadi peningkatan kewajiban pada tahun 2024, yang berdampak pada naiknya nilai Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan. Meskipun demikian, rasio solvabilitas masih berada dalam batas wajar menurut standar keuangan. Temuan ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap struktur modal untuk menjaga keseimbangan antara aset, utang, dan ekuitas. Penelitian ini berfungsi sebagai acuan bagi manajemen perusahaan dalam mengevaluasi metode pembiayaan dan manajemen risiko keuangan di masa Kata Kunci: Solvabilitas. Kinerja Keuangan. Rasio Keuangan How to Cite: Amelia. D & Yuhertiana. Analisis Rasio Solvabilitas Sebagai Indikator Kinerja Keuangan: Studi Kasus Pada Pt Xyz Tahun 2023 - 2024. Indo-Fintech Intellectuals: Journal of Economics and Business, 5 . , 7506-7515. 54373/ifijeb. PENDAHULUAN Setiap perusahaan perlu menjaga stabilitas keuangan yang kuat agar dapat terus bertahan dan tumbuh di tengah persaingan yang semakin ketat. Stabilitas keuangan yang baik mencerminkan kinerja perusahaan dalam memenuhi tanggung jawab keuangannya, terlepas dari apakah kewajiban tersebut bersifat jangka pendek atau jangka panjang. Menurut (M. Dewi, 2. , rasio keuangan dihitung dengan membandingkan satu angka terhadap angka lainnya Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A untuk memberikan suatu penilaian perbandingan terhadap situasi keuangan dan kinerja suatu Dengan adanya rasio keuangan, dapat menunjukan kemampuan suatu perusahaan untuk mencapai keefektivan aktivitas dan kinerja keuangannya. (Desriyunia et al. , 2. Perusahaan memanfaatkan perhitungan rasio keuangan untuk menganalisis nilai perusahaan, yang menjadi pengaruh nilai perusahaan yaitu rasio solvabilitas. (Lestari & Pabulo, 2. Rasio ini mengungkapkan proporsi aset perusahaan yang dibiayai oleh hutang dan kapasitas perusahaan untuk memenuhi liabilitas jangka panjangnya. Rasio solvabilitas menjadi alat analisis dalam menilai keberlangsungan usaha . oing concer. , karena menunjukkan struktur modal dan tingkat risiko keuangan yang dihadapi oleh perusahaan. Tingginya tingkat utang dapat memperbesar risiko gagal bayar serta berdampak negatif terhadap reputasi dan kelangsungan operasional perusahaan. Oleh sebab itu, manajer keuangan harus dapat mengelola solvabilitas perusahaan secara efektif untuk menyeimbangkan keuntungan tinggi dengan risiko yang terkait, sehingga memastikan kelangsungan usaha (Anggraini et al. , 2. PT XYZ merupakan perusahaan yang berlokasi di Surabaya dan secara legal bergerak di bidang usaha sebagai general contractor dan jasa konstruksi, yang dalam operasionalnya kerap melibatkan proyek berskala besar dengan kebutuhan pembiayaan yang cukup tinggi. Sebagai entitas bisnis jasa, struktur keuangan perusahaan sangat bergantung pada proporsi aset tetap, utang jangka panjang, dan ekuitas. Berdasarkan latar belakang tersebut, fokus utama penelitian ini adalah menganalisis kondisi solvabilitas PT XYZ sebagai bagian dari evaluasi kinerja keuangannya selama dua tahun terakhir, yaitu tahun 2023 dan 2024. Oleh sebab itu, rumusan masalah di penelitian ini dirumuskan dalam tiga pertanyaan utama, yaitu: pertama, bagaimana kondisi rasio solvabilitas PT XYZ pada tahun 2023 dan 2024 jika dilihat melalui pengukuran Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER)? Kedua, apa saja faktor yang memengaruhi perubahan rasio solvabilitas dalam periode tersebut? Dan ketiga, bagaimana pengaruh rasio solvabilitas terhadap stabilitas keuangan perusahaan dan pengambilan keputusan manajerial, khususnya dalam pengelolaan utang? Mengacu pada rumusan masalah, penelitian ini memiliki tujuan untuk memberikan gambaran dan analisis yang objektif terkait kondisi solvabilitas perusahaan dalam dua tahun Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui dan mengukur besarnya DAR dan DER perusahaan tahun 2023 dan 2024, serta menilai kecenderungan perubahannya. Selain hal tersebut, tujuan lain penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berperan pada peningkatan maupun penurunan rasio solvabilitas, baik yang berasal dari faktor internal perusahaan seperti kebijakan pembiayaan dan ekspansi proyek, maupun dari faktor eksternal Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A seperti kondisi ekonomi dan kebijakan pembayaran dari klien. Tidak kalah penting, penelitian ini ingin mengevaluasi dampak atau implikasi rasio solvabilitas terhadap keputusan manajerial perusahaan, terutama dalam merumuskan strategi pendanaan jangka panjang. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam tiga aspek utama: Pertama, secara praktis, penelitian ini dapat membagikan informasi yang relevan dan aplikatif untuk PT XYZ sebagai bahan evaluasi terhadap kesehatan struktur keuangannya. Data dan hasil analisis yang disajikan diharapkan mampu mendukung manajemen dalam menentukan keputusan strategis yang lebih akurat, khususnya dalam pengelolaan utang dan penyusunan kebijakan Kedua, secara akademis, penelitian ini dapat memberikan kontribusi untuk mahasiswa dan akademisi dalam memahami penerapan analisis rasio solvabilitas di dunia nyata, khususnya dalam konteks perusahaan jasa konstruksi. Ketiga, bagi peneliti selanjutnya, artikel ini diharapkan dapat menjadi referensi awal untuk studi lanjutan yang mengangkat topik serupa, baik dalam pendekatan kuantitatif yang lebih luas maupun perbandingan antar perusahaan sejenis. Sebagai upaya untuk menjaga fokus dan kedalaman pembahasan, penelitian ini dibatasi pada analisis solvabilitas yang hanya mencakup dua indikator utama, yaitu Debt to Asset Ratio dan Debt to Equity Ratio. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data dari laporan posisi keuangan PT XYZ tahun 2023 dan 2024 yang diperoleh selama kegiatan magang. Penelitian ini tidak mencakup rasio keuangan lainnya seperti likuiditas atau profitabilitas, dan tidak membandingkan hasil analisis dengan perusahaan lain. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif untuk menganalisis kondisi solvabilitas PT XYZ berdasarkan data laporan posisi keuangan tahun 2023 dan 2024. Penelitian kuantitatif memprioritaskan analisis data numerik, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik yang sesuai. (Hardani et al. , 2. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu jurnal ilmiah, buku, monograf, dan laporan keuangan internal perusahaan, khususnya neraca yang mencakup informasi total aset, kewajiban, dan ekuitas. Dengan menggabungkan keempat jenis sumber data sekunder ini, penelitian dapat menyajikan hasil analisis yang tidak hanya berdasarkan data aktual perusahaan, tetapi juga didukung oleh landasan teoritis dan pembandingan ilmiah yang kuat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi langsung selama kegiatan magang, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan menghitung dua rasio solvabilitas utama, yaitu Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A HASIL PT XYZ ialah perusahaan yang bergerak di sektor jasa konstruksi. Sebagai perusahaan jasa yang menangani proyek berskala besar dengan pembiayaan bertahap, laporan keuangannya mencerminkan struktur modal yang kompleks. Berdasarkan data laporan posisi keuangan selama dua tahun terakhir, yaitu tahun 2023 dan 2024, dapat dilihat adanya perubahan signifikan dalam nilai aset, kewajiban . , dan ekuitas. Analisis Data Keuangan PT XYZ Untuk menganalisis kondisi keuangan, penulis menggunakan dua rasio yaitu Debt to Asset Ratio (DAR) dan Debt to Equity Ratio (DER). Perhitungan rasio ini didasarkan pada data keuangan di bawah ini: Tabel 1. Data Keuangan PT XYZ TAHUN TOTAL ASET TOTAL LIABILITAS TOTAL EKUITAS Rp 360. Rp 165. Rp 195. Rp 860. Rp 532. Rp 327. TOTAL Rp 1. Rp 697. Rp 523. (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Tabel 2. Perhitungan Persentase Hutang PT XYZ Liabilitas 2023 Liabilitas 2024 Selisih Perbandingan Persentase Rp165. Rp532. Rp367. 222,73% (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Analisis Hasil Pengukuran Rasio Solvabilitas Analisis ini melibatkan penghitungan total aset dan ekuitas yang dimiliki oleh perusahaan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melunasi utang. Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A Tabel 3. Hasil Perhitungan Debt to Asset Ratio (DAR) PT XYZ TAHUN TOTAL LIABILITAS TOTAL ASET Debt to Asset Ratio (DAR) Rp 165. Rp 360. 45,73% Rp 532. Rp 860. 61,91% RATA-RATA 53,82% (Sumber: Diolah Peneliti, 2. Ditinjau berdasarkan nilai standar industri pada rasio solvabilitas nilai rata-rata DAR menurut (P. Dewi, 2. sebesar 35%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat ketergantungan PT XYZ terhadap utang berada jauh di atas standar menurut literatur. Tabel 4. Hasil Perhitungan Debt to Equity Ratio (DER) PT XYZ TAHUN TOTAL TOTAL EKUITAS LIABILITAS Debt to Equity Ratio (DER) Rp 165. Rp 195. 84,25% Rp 532. Rp 327. 162,50% RATA-RATA 123,38% (Sumber: Diolah Peneliti, 2. DISKUSI Berdasarkan data keuangan, terlihat adanya perubahan signifikan pada struktur permodalan PT XYZ selama periode 2023Ae2024. Total liabilitas meningkat yang awalnya Rp165. 000 pada tahun 2023 menjadi Rp 532. 000 pada tahun 2024. Kenaikan liabilitas tersebut tidak dapat dipahami hanya sebagai Aukenaikan utangAy, tetapi perlu dikaitkan dengan karakteristik operasional perusahaan. PT XYZ merupakan perusahaan jasa konstruksi yang memperoleh pendapatan secara bertahap berdasarkan termin proyek . rogress billin. Skema pembayaran seperti ini menyebabkan perusahaan harus menyediakan modal kerja lebih besar di awal proyek, sementara penerimaan arus kas sering tertunda hingga pekerjaan mencapai Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A persentase penyelesaian tertentu. Kondisi ini menjadi faktor utama mengapa perusahaan cenderung menambah utang jangka pendek untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek. Berdasarkan informasi operasional perusahaan, peningkatan liabilitas pada tahun 2024 berkaitan dengan beberapa proyek konstruksi baru yang memerlukan pendanaan awal cukup besar, terutama proyek renovasi fasilitas industri dan pembangunan struktur rangka baja. Untuk proyek tersebut, perusahaan harus menyediakan material, peralatan, serta biaya tenaga kerja sebelum invoice termin dapat diterbitkan kepada klien. Situasi ini menyebabkan perusahaan mengambil pembiayaan tambahan melalui utang untuk menjaga kelancaran operasional Kenaikan Debt to Asset Ratio (DAR) dari 45,73% menjadi 61,91% mencerminkan meningkatnya proporsi pembiayaan melalui utang untuk mendukung aset perusahaan. Meskipun aset juga meningkat, kecepatan kenaikan liabilitas yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mengandalkan leverage sebagai strategi pembiayaan proyek. Hal ini lazim terjadi pada sektor konstruksi, namun tetap membawa risiko likuiditas terutama apabila terjadi keterlambatan pembayaran termin dari pihak klien. Sementara itu, kenaikan Debt to Equity Ratio (DER) dari 84,25% pada tahun 2023 menjadi 162,50% pada tahun 2024 menunjukkan bahwa struktur modal PT XYZ semakin didominasi oleh utang dibandingkan modal sendiri. Kenaikan DER ini turut disebabkan oleh tidak adanya penambahan modal disetor dari pemilik di tahun 2024, sehingga ketika perusahaan memperbesar jumlah liabilitas untuk membiayai proyek baru, proporsi utang terhadap ekuitas otomatis meningkat signifikan. Kondisi ini menandakan bahwa perusahaan berada dalam posisi leverage tinggi, yang dapat menurunkan daya tarik perusahaan di mata pemberi pinjaman karena risiko gagal bayar menjadi lebih besar. Implikasi dari kenaikan DAR dan DER ini cukup serius. Rasio solvabilitas yang meningkat menunjukkan bahwa PT XYZ menghadapi potensi tekanan keuangan . inancial distres. apabila arus kas masuk tidak berjalan sesuai jadwal atau apabila terjadi pembengkakan biaya Selain itu, leverage yang tinggi dapat menghambat perusahaan dalam memperoleh pendanaan baru di masa mendatang karena kreditur akan memandang struktur modal perusahaan kurang sehat. Dengan demikian, analisis solvabilitas tidak hanya menunjukkan kenaikan rasio, tetapi juga mengungkapkan bahwa kenaikan tersebut didorong oleh faktor operasional yang spesifik, yaitu pembiayaan proyek baru, model pembayaran bertahap, dan kebutuhan modal kerja yang Oleh sebab itu, perusahaan perlu merumuskan strategi pembiayaan yang lebih seimbang Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A antara penggunaan utang dan ekuitas, serta menerapkan manajemen arus kas yang lebih ketat untuk meminimalkan risiko likuiditas. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa analisis rasio solvabilitas dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai struktur permodalan dan tingkat risiko keuangan PT XYZ selama periode 2023Ae2024. Berdasarkan data laporan posisi keuangan yang digunakan dalam penelitian, terlihat bahwa total liabilitas perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan pada tahun 2024, sehingga berdampak pada naiknya rasio solvabilitas yang dianalisis. Peningkatan liabilitas tersebut mencerminkan kebutuhan pembiayaan yang lebih besar dalam pelaksanaan proyek-proyek konstruksi yang memerlukan modal kerja tinggi di awal. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Debt to Asset Ratio (DAR) meningkat dari 45,73% pada tahun 2023 menjadi 61,91% pada tahun 2024. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa proporsi aset yang dibiayai melalui utang semakin besar, sehingga struktur modal perusahaan menjadi lebih leveraged. Sementara itu. Debt to Equity Ratio (DER) juga mengalami peningkatan yang signifikan dari 84,25% menjadi 162,50%, yang menunjukkan bahwa utang perusahaan telah melampaui kapasitas ekuitas dalam menyerap risiko finansial. Kedua rasio ini memberikan sinyal penting bahwa perusahaan menghadapi tekanan struktural dalam struktur pendanaannya. Dalam konteks industri konstruksi, penggunaan utang dalam jumlah besar bukanlah fenomena yang tidak lazim, mengingat pola pembayaran termin dari klien yang sering terlambat dibandingkan kebutuhan biaya operasional di awal proyek. Dengan demikian, peningkatan nilai liabilitas dapat diasosiasikan dengan aktivitas proyek yang membutuhkan pengadaan material, tenaga kerja, dan peralatan sebelum pendapatan diterima. Namun, meskipun kondisi tersebut dapat diterima secara industri, tingkat leverage yang terus meningkat tetap menjadi indikator risiko yang harus dikelola dengan hati-hati. Jika tidak diimbangi oleh arus kas operasional yang memadai, perusahaan dapat mengalami tekanan likuiditas bahkan potensi financial distress. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa rasio solvabilitas bukan hanya menggambarkan posisi keuangan perusahaan secara kuantitatif, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai dinamika kegiatan operasional dan strategi pembiayaan yang Dengan demikian, analisis solvabilitas dapat menjadi alat penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi struktur modal, mengukur ketahanan finansial, dan merumuskan strategi pembiayaan yang lebih efektif. PT XYZ perlu memperhatikan keseimbangan antara Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A pembiayaan utang dan ekuitas, serta menerapkan manajemen arus kas dan pengendalian biaya yang lebih prudent untuk menjaga stabilitas keuangannya dalam jangka panjang. REKOMENDASI Berdasarkan temuan dan kesimpulan penelitian ini, beberapa rekomendasi yang dapat diberikan kepada PT XYZ maupun pihak-pihak yang berkepentingan adalah sebagai berikut: Memperkuat Manajemen Arus Kas Operasional Mengingat peningkatan rasio solvabilitas dipengaruhi oleh tingginya kebutuhan modal kerja pada proyek konstruksi, perusahaan perlu menyusun proyeksi arus kas yang lebih akurat dan melakukan pengawasan arus kas secara berkala. Penagihan termin harus dilakukan secara sistematis, dan perusahaan perlu memastikan bahwa setiap proyek memiliki jadwal pembayaran yang realistis untuk mengurangi ketergantungan pada pinjaman jangka pendek. Meninjau Kembali Strategi Pembiayaan dan Struktur Modal Dengan meningkatnya proporsi utang terhadap aset maupun ekuitas. PT XYZ perlu mengevaluasi kembali kebijakan pembiayaan yang digunakan. Perusahaan disarankan mempertimbangkan alternatif pendanaan non-utang, seperti peningkatan modal sendiri atau alokasi laba ditahan untuk memperkuat posisi ekuitas, sehingga tingkat leverage dapat dikendalikan pada level yang lebih sehat. Melakukan Pengelolaan Utang yang Lebih Prudent Manajemen perlu meninjau struktur utang yang ada, termasuk komposisi utang jangka pendek dan jangka panjang, suku bunga, serta tenor pembayaran. Jika memungkinkan, perusahaan dapat melakukan negosiasi ulang untuk memperoleh persyaratan yang lebih menguntungkan atau mempertimbangkan restrukturisasi utang guna mengurangi beban keuangan jangka pendek. Mengoptimalkan Efisiensi dan Pengendalian Biaya Proyek Untuk menekan kebutuhan pendanaan eksternal, perusahaan perlu memperkuat pengendalian biaya pada setiap tahap proyek. Evaluasi pengadaan material, penggunaan sumber daya, dan manajemen tenaga kerja perlu dilakukan secara konsisten untuk mengidentifikasi peluang efisiensi. Efisiensi biaya dapat mengurangi kebutuhan modal awal dan mencegah tekanan yang berlebihan pada struktur modal perusahaan. Melakukan Analisis Kelayakan Proyek Secara Lebih Mendalam Sebelum menerima proyek baru, perusahaan perlu memastikan bahwa setiap proyek memiliki tingkat profitabilitas yang memadai dan tidak menimbulkan risiko pendanaan Kramadibrata & Aulia. The Short Title of My Research Papers A yang berlebihan. Analisis harus mencakup perkiraan kebutuhan modal kerja, skenario arus kas masuk, serta potensi hambatan pembayaran dari klien. Langkah ini dapat membantu perusahaan menghindari proyek yang berisiko tinggi terhadap solvabilitas. Menyusun Kebijakan Keuangan Jangka Panjang yang Lebih Terarah Untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. PT XYZ perlu memiliki kebijakan keuangan yang jelas mengenai batas leverage yang sehat, strategi pembiayaan jangka panjang, serta metode mitigasi risiko keuangan. Kebijakan ini dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan strategis sehingga perusahaan mampu mempertahankan solvabilitas yang baik meskipun menghadapi tekanan operasional. REFERENSI