Jurnal Pendiidkan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi ISSN (Onlin. : 2807-3878 DOI: 10. 59818/jpi. Vol. No. November 2025 Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Literasi Digital terhadap Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Kelas 10 SMK Negeri 1 Merdeka Resa Restari Br Sembiring Pendidikan Bahsa Indonesia. Universitas Negeri Medan. Deli Serdang Indonesia Telp: 62 821 6471 6118 E-mail: resarestari15@gmail. RIWAYAT ARTIKEL Received : 2025-11-20 Revised : 2025-11-27 Accepted : 2025-11-28 KEYWORDS Problem-Based Learning Digital Literacy Writing Biographical Text KATA KUNCI Problem based learning Literasi digital Menulis Teks biografi ABSTRAC This study aims to: . examine the biographical text writing ability of class X students of SMK Negeri 1 Merdeka. describe the biographical text writing ability of class X students of SMK Negeri 1 Merdeka through the application of the Problem Based Learning (PBL) Model assisted by digital literacy. test the effect of the Problem Based Learning (PBL) Model assisted by digital literacy on the biographical text writing ability of class X students of SMK Negeri 1 Merdeka. The research approach used was an experiment with a preexperimental design in the form of a one group posttest design. The research population included all class X TITL students of SMK Negeri 1 Merdeka, totaling 54 students and divided into two classes. The research sample was determined in one class, namely class X TITL with a total of 24 students. The results of the study showed that before the application of digital literacy, students' biographical text writing ability was in the sufficient category with an average score of 62. After the treatment was given, the average score increased to 78. 04 and was included in the good category. This increase occurred because students were able to recognize and utilize digital literacy as a means of searching and processing The results of the t-test at a significance level of = 0. 05 with degrees of freedom . = 23 showed a t-value of 10. 29 and a p-value of 0. Because the p-value <0. 05, the null hypothesis (HCA) is rejected and the alternative hypothesis (HC. is accepted. Thus, it can be concluded that the use of digital literacy has a significant influence on the ability to write biographical texts of class X students of SMK Negeri 1 Merdeka. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: . mengkaji kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. mendeskripsikan kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka melalui penerapan Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan literasi digital. menguji pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) berbantuan literasi digital terhadap kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pre-eksperimental berupa one group posttest design. Populasi penelitian meliputi seluruh siswa kelas X TITL SMK Negeri 1 Merdeka yang berjumlah 54 siswa dan terbagi ke dalam dua kelas. Sampel penelitian ditetapkan pada satu kelas, yaitu kelas X TITL dengan jumlah 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan literasi digital, kemampuan menulis teks biografi siswa berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 62,04. Setelah perlakuan 320 | JPI. Vol. No. November 2025 diberikan, nilai rata-rata meningkat menjadi 78,04 dan termasuk dalam kategori Peningkatan ini terjadi karena siswa telah mampu mengenal serta memanfaatkan literasi digital sebagai sarana pencarian dan pengolahan data. Hasil uji t pada taraf signifikansi = 0,05 dengan derajat kebebasan . = 23 menunjukkan nilai thitung sebesar 10,29 dan p-value sebesar 0,00. Karena nilai p-value < 0,05, maka hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HC. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan literasi digital memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. Pendahuluan Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa dampak transformasional pada berbagai dimensi kehidupan, dengan sektor pendidikan sebagai salah satu area yang paling merasakan pengaruhnya. Dalam realitas masyarakat yang semakin bergantung pada ruang digital, literasi digital menjadi keterampilan fundamental yang harus dimiliki. Literasi digital dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang dalam memperoleh, menafsirkan, dan memanfaatkan informasi yang bersumber dari beragam media digital secara optimal. Widarman . menjelaskan bahwa literasi digital merupakan kecakapan dalam mengelola informasi dalam berbagai bentuk yang berasal dari sumber digital yang luas dan diakses melalui perangkat Kompetensi ini tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan menelusuri informasi, mengevaluasi keabsahannya, serta menyampaikan informasi tersebut secara efektif. Peningkatan pemanfaatan teknologi digital di Indonesia tercermin dalam data IMDI (Indeks Masyarakat Digital Indonesi. yang mencatat kenaikan sebesar 5,38% pada tahun 2023. Jika pada tahun 2022 nilai IMDI berada pada angka 37,80%, maka pada tahun 2023 meningkat menjadi 43,18%. Tren ini menunjukkan semakin intensnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas digital, terutama melalui penggunaan media sosial. Laju perkembangan teknologi yang kian cepat menghadirkan kesempatan baru, terutama dalam memperkuat literasi digital sebagai sarana pengembangan pengetahuan yang tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu. Pemanfaatan teknologi digital menjadikan aktivitas pembelajaran lebih adaptif sekaligus memungkinkan penyajian informasi yang lebih beragam dan menarik. Dalam situasi tersebut, generasi milenial dituntut memiliki kemampuan literasi digital agar mampu memanfaatkan perangkat teknologi sebagai media untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Sejalan dengan hal itu. Permendikbud No. 16 Tahun 2022 menegaskan bahwa literasi digital merupakan bagian dari keterampilan abad ke-21 yang harus diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Melalui penguasaan literasi digital, peserta didik tidak hanya memahami teks biografi, tetapi juga mampu mencari informasi pendukung secara daring, menganalisisnya secara kritis, mengaitkannya mengomunikasikan hasil pemahamannya secara Kegiatan intelektual yang melibatkan perpaduan kemampuan berpikir dalam merumuskan ide, yang kemudian dituangkan secara sistematis melalui simbol-simbol bahasa, baik berupa huruf maupun angka, sehingga informasi yang disampaikan dapat dipahami oleh Membaca merupakan aktivitas fundamental yang berperan penting dalam pengembangan pengetahuan dan perluasan wawasan individu (Nurlina, 2. Akan tetapi, praktik membaca belum menjadi kebiasaan yang tertanam kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Kondisi tersebut tercermin dari laporan UNESCO yang menunjukkan bahwa tingkat minat baca masyarakat Indonesia masih berada pada angka yang sangat rendah, yaitu sekitar 0,001%. Sementara itu, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2022 pada aspek literasi membaca menunjukkan adanya kenaikan posisi Indonesia sebanyak lima peringkat dibandingkan tahun 2018. Meski demikian, skor yang diperoleh justru mengalami penurunan sehingga Indonesia masih menempati kelompok 11 terbawah dari 81 negara yang dinilai. Situasi ini mengindikasikan bahwa budaya membaca dan menulis belum berkembang secara optimal, karena masyarakat lebih banyak terlibat dalam aktivitas pasif seperti menonton dan mendengarkan daripada membaca, terlebih menulis (Abdul dkk. , 2. Selain itu, minat membaca semakin tersisih oleh dominasi hiburan digital, seperti televisi, game online. YouTube, dan berbagai aktivitas lain di media sosial (Nurlina, 2. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 321 Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk membangun kemampuan peserta didik dalam menggunakan bahasa secara tepat dan fungsional dalam beragam konteks komunikasi sosial. Hasiati . menjelaskan bahwa pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia bertumpu pada komunikatif, pembelajaran berbasis teks. CLIL . ontent language integrated learnin. , pendidikan karakter, serta penguatan literasi. Dalam implementasinya saat ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia mengacu pada Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berbasis genre atau teks. Pada tingkat SMK kelas X, khususnya pada materi teks biografi. Kurikulum Merdeka diterapkan pada fase E yang mencakup capaian pembelajaran (CP) dan alur tujuan pembelajaran (ATP). CP tersebut mengungkapkan gagasan, pandangan, pemikiran, arahan, maupun pesan melalui beragam jenis teks seperti deskripsi, laporan, narasi, biografi, eksplanasi, dan diskusi baik dalam bentuk visual maupun audiovisual, dengan pemahaman terhadap makna tersurat dan tersirat. Meskipun demikian, di antara berbagai jenis teks tersebut, teks biografi masih kerap mengalami hambatan dalam proses penyusunan maupun pelaksanaannya dalam Temuan hasil observasi terhadap siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka menunjukkan bahwa akses internet lebih banyak dimanfaatkan untuk keperluan nonakademik, seperti bermain game daring dan menikmati konten hiburan melalui YouTube maupun TikTok. Pemanfaatan internet sebagai media pendukung pembelajaran, terutama dalam menelusuri informasi yang berkaitan dengan materi pelajaran, masih sangat terbatas. Di sisi lain, proses pembelajaran di kelas belum mampu menciptakan suasana yang menarik karena kegiatan belajar masih berfokus pada penggunaan buku paket sebagai sumber utama, sehingga pembelajaran berlangsung secara monoton. Berbagai penelitian terdahulu mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara literasi digital dan pengembangan kemampuan berbahasa. Studi yang dilakukan oleh Handika Simamora dkk. dalam penelitian berjudul AuPengaruh Literasi Digital terhadap Keterampilan Membaca dan Menulis Bahasa IndonesiaAy menunjukkan bahwa kemampuan literasi digital berperan dalam meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan membaca dan menulis, sehingga ketertarikan terhadap teks berbahasa Indonesia semakin meningkat. Hasil tersebut selaras dengan temuan Gita Sihombing dkk. melalui AuPeran Literasi Digital Pembelajaran Bahasa IndonesiaAy menyimpulkan bahwa literasi digital memberikan dampak nyata terhadap motivasi belajar serta minat siswa dalam mempelajari Bahasa Indonesia. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Umi Diantika . dengan judul AuPengaruh Literasi Digital Meningkatkan Kreativitas Menulis Mahasiswa di Universitas Hafshawaty Zainul HasanAy mengungkapkan bahwa pemanfaatan literasi digital mampu mendorong peningkatan kreativitas menulis, yang menandakan adanya korelasi positif antara kecakapan digital dan pengembangan keterampilan Berdasarkan wawancara awal dengan Fatia Crismona. Pd. , guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Merdeka, terungkap bahwa siswa kelas X, terutama kelas X TKR-1, masih mengalami berbagai hambatan dalam penulisan teks biografi. Kendala tersebut mencakup lemahnya penguasaan konsep dasar serta keterampilan teknis dalam menyusun teks biografi secara sistematis. Dari aspek pemahaman, banyak siswa belum mampu mengenali fakta-fakta penting yang berkaitan dengan riwayat hidup tokoh, termasuk ketidaktahuan terhadap struktur yang semestinya ada dalam teks biografi. Selain itu, keterbatasan minat membaca menyebabkan siswa kesulitan menemukan sumber informasi yang relevan, padahal penyusunan teks biografi menuntut penggunaan data faktual sebagai langkah awal yang Kemampuan menulis teks biografi berkaitan erat dengan kebiasaan membaca, karena semakin sering siswa membaca, semakin mudah mereka mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Sebaliknya, berdampak pada kesulitan siswa dalam menggali data tentang tokoh yang akan ditulis, yang pada akhirnya memengaruhi kualitas tulisan. Oleh sebab itu, penelitian ini diarahkan untuk menelaah pengaruh penerapan model problem based learning yang didukung oleh literasi digital terhadap kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. Tinjauan Literatur Model Problem Based Learning (PBL) Model Problem Based Learning (PBL) merupakan permasalahan sebagai landasan utama dalam memulai kegiatan belajar. Pendekatan ini mendorong siswa untuk berperan aktif serta Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 322 | JPI. Vol. No. November 2025 mengasah kemampuan berpikir kritis selama proses pembelajaran berlangsung. Dalam penerapannya. PBL memposisikan peserta didik sebagai pusat pembelajaran dengan menyajikan persoalan yang bersumber dari konteks kehidupan nyata, sehingga siswa dituntut untuk melakukan analisis, menggali informasi, dan menemukan solusi baik secara individu maupun melalui kerja sama kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning adalah model pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa melalui keterampilan pemecahan masalah. Kelebihan Model problem based learning (PBL) Kelebihan model problem based learning menurut Hasan . Penerapan model PBL mampu meningkatkan dorongan belajar siswa sekaligus membuat mereka lebih aktif dalam proses pembelajaran. Peserta didik difasilitasi untuk memanfaatkan pengetahuan yang telah dimiliki dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan yang muncul dalam konteks kehidupan seharihari. Melalui Problem Based Learning, siswa didorong untuk membangun pemahaman baru serta memiliki tanggung jawab terhadap proses belajar yang dijalani. Model ini berkontribusi dalam mengasah kemampuan berpikir kritis siswa dan pengetahuan baru secara efektif. Siswa memperoleh ruang untuk menerapkan wawasan yang dimiliki secara langsung pada situasi nyata. Pembelajaran berbasis masalah berperan dalam menumbuhkan ketertarikan dan minat siswa terhadap kegiatan belajar. PBL memberi peluang bagi siswa untuk mengembangkan dan menggunakan ide-ide permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Kekurangan Model problem based learning (PBL) Menurut Suryadi . mendeskripsikan kelemahan PBL yaitu: Siswa dengan tingkat motivasi belajar yang rendah serta kepercayaan diri yang kurang cenderung bersikap pasif, memilih untuk tidak berpartisipasi karena adanya kekhawatiran melakukan kesalahan atau mengalami Proses belajar tidak akan berjalan optimal apabila peserta didik tidak memahami alasan dan tujuan dari upaya pemecahan masalah yang mereka lakukan, sehingga ketidakpahaman terhadap konsep dasar dapat menghambat pencapaian tujuan pembelajaran. Penerapan model Problem Based Learning menuntut alokasi waktu yang relatif panjang, mengingat siswa memerlukan waktu yang cukup untuk menganalisis permasalahan, merumuskan solusi, dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Menurut Arends . sintak model pembelajaran PBL yaitu: Mengarahkan peserta didik untuk memahami situasi permasalahan yang akan dijadikan fokus Menata dan membagi siswa agar dapat bekerja secara terstruktur sesuai dengan peran dan tugas masing-masing. Memberikan pendampingan kepada siswa dalam kegiatan penelusuran informasi, baik secara mandiri maupun melalui kerja kelompok. Mendorong siswa untuk menyusun serta mempresentasikan hasil pemikiran atau produk yang telah dihasilkan. Melakukan penelaahan dan penilaian terhadap langkah-langkah serta hasil yang diperoleh dalam proses penyelesaian masalah. Literasi Digital Istilah literasi berasal dari kata literacy dalam bahasa Inggris yang merujuk pada kecakapan dasar membaca dan menulis. Namun, konsep literasi tidak terbatas pada kemampuan tersebut, melainkan juga mencakup literasi visual, yaitu kemampuan memahami dan menafsirkan pesan yang disampaikan melalui media visual seperti gambar, video, dan adegan tertentu (Hendaryan dkk. , 2. Andi Kuswandi dkk. menjelaskan bahwa literasi merupakan kapasitas individu dalam mengolah serta memahami informasi selama proses membaca dan menulis berlangsung. Selain itu, literasi juga mencakup keterampilan berpikir dengan memanfaatkan berbagai sumber informasi, baik yang bersifat cetak, digital, visual, maupun auditori (Rosidah, 2. Dalam konteks abad ke-21. Nudiati dan Sudiapermana . menegaskan bahwa literasi menjadi kebutuhan esensial yang meliputi literasi membaca dan menulis, sains, numerasi, digital, keuangan, serta literasi budaya dan Intensitas Literasi Digital Intensitas merujuk pada tingkat kekuatan atau kadar keterlibatan seseorang dalam suatu aktivitas. Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 323 Istilah ini berasal dari kata Latin intention yang menggambarkan ukuran atau derajat kesungguhan individu dalam melakukan suatu tindakan (Fitriayani & Lismawati, 2. Dahrendorf dalam Simbolon . memaknai intensitas sebagai frekuensi seseorang dalam menjalankan suatu kegiatan yang didorong oleh rasa ketertarikan atau kesenangan terhadap aktivitas tersebut. Dengan demikian, intensitas berkaitan dengan seberapa sering suatu aktivitas dilakukan dalam rentang waktu tertentu, sekaligus menunjukkan kedalaman pemahaman informasi yang diperoleh. Ajzen . menjelaskan bahwa intensitas mencerminkan besarnya upaya individu dalam bertindak, yang dapat diamati melalui aspek durasi, frekuensi, tingkat perhatian, serta penghayatan dalam menggunakan atau melakukan sesuatu. Berdasarkan pemaparan tersebut, intensitas literasi digital dapat dimaknai sebagai tingkat keterlibatan individu secara konsisten dan aktif dalam aktivitas literasi digital, seperti mengakses, menelaah, serta memanfaatkan informasi berbasis Tingkat keteraturan dan frekuensi penggunaan literasi digital menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap berbagai dimensi kehidupan, khususnya dalam konteks masyarakat digital saat ini. Dengan merujuk pada beragam konsep yang telah diuraikan, intensitas literasi digital tidak sekadar menggambarkan kemampuan teknis menggunakan perangkat atau aplikasi, tetapi menekankan pada penggunaan keterampilan literasi digital dalam kehidupan sehari-hari. Kompetensi Literasi Digital Paul Gilster dalam Nasionalita . mengemukakan bahwa individu yang memiliki kemampuan literasi digital ditandai oleh penguasaan empat kompetensi utama, yaitu: Kemampuan menelusuri informasi daring (Internet Searchin. , yakni kecakapan dalam mencari dan menemukan informasi yang relevan melalui berbagai sumber di internet. Kemampuan (Hypertextual Navigatio. , yaitu keterampilan memahami serta mengikuti keterkaitan antartautan informasi secara efektif. Kemampuan menilai isi informasi (Content Evaluatio. , yang mencakup kecakapan dalam kelayakan konten digital. Kemampuan (Knowledge Assembl. , yaitu keterampilan mengolah dan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber digital menjadi pemahaman yang utuh. Tujuan Literasi Digital Menurut Aufderhelde dalam Feri Sulianta . , terdapat dua sudut pandang yang samasama kuat di kalangan akademisi dan praktisi pendidikan media terkait konsep literasi digital. Pandangan protektif, yang memposisikan literasi digital sebagai upaya membentengi masyarakat selaku pengguna media dari berbagai risiko dan pengaruh negatif yang muncul dari paparan media digital. Pandangan preparatif, yang menempatkan literasi digital sebagai sarana pembekalan agar lingkungan digital yang semakin kompleks serta mampu mengakses dan memanfaatkan media secara kritis dan bertanggung jawab. Paul Gilster dalam Nasionalita . menjelaskan bahwa individu yang memiliki kemampuan literasi digital ditandai oleh penguasaan empat kompetensi utama, yaitu: Kemampuan menelusuri informasi daring (Internet Searchin. , yakni keterampilan dalam menemukan data atau informasi yang relevan melalui berbagai sumber di internet. Kecakapan (Hypertextual Navigatio. , yaitu kemampuan memahami dan mengikuti keterkaitan antartautan informasi secara efektif. Kemampuan menilai informasi (Content Evaluatio. , yang mencakup keterampilan menganalisis kredibilitas, akurasi, dan relevansi konten digital. Kemampuan (Knowledge Assembl. , yakni keterampilan mengolah, mengintegrasikan, dan menyusun informasi dari berbagai sumber menjadi pemahaman yang utuh. Penggunaan Youtobe Media YouTube dikenal sebagai platform berbagi video yang memuat beragam konten berbasis audio dan visual. Sari . menjelaskan bahwa YouTube merupakan media audiovisual berbasis internet yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran karena mampu menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan menarik melalui tayangan video. Sejalan dengan hal tersebut. Rahmawati . mengungkapkan bahwa penggunaan YouTube memudahkan siswa dalam memahami materi pembelajaran, sebab konten video yang disajikan bersifat konkret dan dapat diputar ulang sesuai Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 324 | JPI. Vol. No. November 2025 Pemanfaatan YouTube dalam kegiatan belajar bertujuan untuk meningkatkan motivasi siswa, karena penyampaian materi dalam bentuk video dinilai lebih atraktif dibandingkan teks tertulis atau metode ceramah, serta membantu pemahaman konsep, khususnya pada materi yang membutuhkan visualisasi seperti proses ilmiah, peristiwa sejarah, dan keterampilan menulis. Suryani . mengemukakan bahwa sebagai media pembelajaran YouTube keunggulan dan keterbatasan. Kelebihannya meliputi: . penyajian materi yang menarik dan mudah dipahami, . membantu guru menjelaskan konsep yang bersifat abstrak, . meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, serta . mendukung pengembangan kemampuan literasi. Adapun . ketergantungan pada ketersediaan jaringan internet yang stabil, . perlunya keterampilan guru dalam menyeleksi konten yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan . potensi distraksi siswa akibat paparan video lain yang tidak relevan. Kemampuan Menulis Istilah kemampuan berasal dari kata AumampuAy yang merujuk pada kondisi seseorang yang memiliki kesanggupan atau daya untuk melakukan suatu Dalam konteks individu, kemampuan dapat dipahami sebagai kapasitas yang dimiliki seseorang untuk melaksanakan berbagai tugas atau tanggung jawab yang dihadapinya. Saleh Abas dalam Agustin . menjelaskan bahwa keterampilan menulis merupakan kecakapan dalam menyampaikan ide, pandangan, serta perasaan kepada orang lain melalui media bahasa tulis. Penyampaian gagasan tersebut menuntut ketepatan penggunaan bahasa, yang meliputi pemilihan kosakata, struktur gramatikal, serta penerapan kaidah ejaan yang benar. Teks Biografi Menurut Suherli dalam Fathyah . , teks biografi merupakan bentuk tulisan yang menyajikan riwayat kehidupan seorang tokoh yang dituturkan oleh orang lain. Sejalan dengan itu. Gumilar dan Aulia dalam Fathyah . menjelaskan bahwa biografi adalah karya tulis yang mengungkap perjalanan hidup seseorang berdasarkan fakta, data, dan peristiwa nyata yang dialami, sehingga pembaca dapat memperoleh nilai pembelajaran sekaligus motivasi dari kisah tersebut. Dalam klasifikasi jenis teks, biografi termasuk ke dalam teks cerita ulang . , yakni teks yang bertujuan menyampaikan kembali kejadian atau pengalaman yang telah terjadi di masa lalu (Kosasih, 2017:. Teks cerita ulang ini dibedakan menjadi empat jenis, yaitu cerita ulang pengalaman pribadi . ersonal recoun. , cerita ulang faktual . actual recoun. , cerita ulang imajinatif . maginative recoun. , dan cerita ulang prosedural . rocedural recoun. Berdasarkan pandangan para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks biografi merupakan tulisan yang menggambarkan perjalanan hidup seorang tokoh secara faktual serta mengandung nilai inspiratif bagi pembacanya. Teks biografi dikategorikan sebagai bagian dari teks naratif karena berfungsi menceritakan rangkaian peristiwa dalam kehidupan seseorang. Berdasarkan penjelasan Kemendikbud . , susunan teks biografi sejalan dengan struktur teks cerita ulang lainnya, seperti cerpen dan hikayat. Struktur tersebut terdiri atas tiga bagian utama, yaitu: Orientasi . yang berisi pengenalan tokoh dan latar cerita Kejadian penting . mportant event/record of event. yang memuat rangkaian peristiwa atau pengalaman signifikan yang dialami tokoh Reorientasi yang berfungsi sebagai penutup berupa simpulan atau refleksi akhir terhadap kisah yang disampaikan. Metode Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental berbentuk one-group pretestAeposttest design. Prosedur penelitian diawali dengan pelaksanaan pretest untuk memetakan kondisi awal kemampuan peserta didik, kemudian dilanjutkan dengan posttest setelah perlakuan diberikan. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 1 Merdeka yang beralamat di Jalan Pendidikan No. 1 Jaranguda. Kecamatan Merdeka. Kabupaten Karo. Provinsi Sumatera Utara. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. Dalmaijer. Nord, dan Astle . menyatakan bahwa penggunaan sampel berukuran relatif kecil, yakni sekitar 20Ae30 responden, tetap dapat menghasilkan temuan yang valid apabila rancangan penelitian disusun secara tepat dan perbedaan yang diteliti tampak jelas. Atas dasar pertimbangan tersebut, sampel penelitian ditentukan satu kelas, yaitu kelas X TITL-1 dengan jumlah 24 siswa, yang dipilih melalui teknik cluster sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan pengolahan data dilakukan melalui uji normalitas dan uji hipotesis. Untuk menghitung rata-rata pre-test dan posttes, digunakan rumus sebagai berikut: Mencari Mean X = Ocycu/ n Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 325 Mencari standar devisian hasil pre-test dan post SDx = ocycu2/ N Mencari standar error SE= SD/OoN Keterangan: X = Rata-Rata (Mea. Ocycu = Jumlah total nilai n = Jumlah Sampel SD = Standar Deviasi Ocfx2 = Jumlah Kuadrat nilai frekuensi dengan Ocfy2 = Jumlah kuadrat frekuensi dengan variabel y SE= Standar Error SD= Standar Devisiasi N= Jumlah Sampel (SD), dan standar error (SE) dari data penilaian yang telah diperoleh. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Skor Kemampuan Menulis Teks Biografi Sebelum Menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan Literasi Digital F FX X-X FX2 Juml Hasil Kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka tanpa menggunakan model problem based learning bantuan literasi digital. Nilai rata-rata dikelompokkan dengan melihat tabel kategori penilaian sebagai berikut: Tabel 1. Identifikasi hasil kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka tanpa menggunakan model problem based learning bantuan literasi digital Rentang Kategori Absolut Relative 4,17% 70,83% 20,83% 4,17% JUMLAH Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang Hasil klasifikasi nilai berdasarkan tabel penilaian menunjukkan bahwa 1 siswa . ,17%) berada pada kategori sangat kurang dan 5 siswa . ,83%) termasuk dalam kategori kurang. Sementara itu, mayoritas siswa, yaitu 17 orang . ,83%), memperoleh nilai pada kategori baik, serta 1 siswa . ,17%) mencapai kategori sangat baik. Berdasarkan keseluruhan hasil tersebut, nilai ratarata yang diperoleh siswa adalah 62,08 dan termasuk dalam kategori cukup. Langkah lanjutan dalam analisis data dilakukan dengan menyusun tabel distribusi frekuensi yang bertujuan untuk menentukan nilai rata-rata . , standar deviasi 5,08 2,08 1,92 4,92 534,68 534,686 145,92 145,926 25,806 4,3264 103,225 12,978 3,6864 24,206 253,44 992,08 29,4912 145,238 253,446 1224,99 Berdasarkan dari hasil data diatas dapat diperoleh nilai rata-rata. , standar devisiasi (SD) dan standar error (SE) sebelum menggunakan perlakukan yaitu: Mean = OcyaycU = 1489 = 62,04 ycA Standar Deviasi (SD) SDy ocyaycU Oo1224 = 7,1414 Standar Error (SEM) SEM = ycIya = 7,1414 = 1,4577 Oo24 OoycA Kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka sesudah menggunakan model problem based learning berbantuan literasi digital. Tabel 3. Idetifikasi Hasil Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Setelah Menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan Literasi Digital RENTAN KATEG ABSO RELATI ORI LUT 29,16% Sangat Baik 20,83% Baik Cukup Kurang Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 326 | JPI. Vol. No. November 2025 JUMLAH Sangat Kurang Berdasarkan informasi pada tabel penilaian, tercatat sebanyak 7 siswa . ,16%) berada ada kategori sangat baik, 18 siswa . %) mencapai kategori baik, dan 5 siswa . ,30%) termasuk dalam Distribusi mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan menulis teks biografi setelah literasi digital diterapkan, yang ditunjukkan oleh perolehan nilai rata-rata sebesar 78,04 dan berada pada kategori baik. Langkah lanjutan dalam analisis data dilakukan dengan menyusun tabel distribusi frekuensi guna memperoleh perhitungan nilai rata-rata . , standar deviasi (SD), dan standar error (SE) dari data yang telah dihimpun. Tabel 4. Distribusi Frekuensi Skor Menulis Teks Biografi Siswa setelah Menggunakan Model Project Based Learning Berbantuan Literasi Digital. X-X X2 FX2 49,5616 247,808 7,04 9,2416 64,6912 3,04 0,0016 0,008 0,04 6,96 48,4416 242,208 10,9 120,121 240,243 JMH 109,758 794,958 Berdasarkan tabel yang sudah dibuat diatas dapat diperoleh nilai rata-rata . , standar deviasi (SD) dan standar error (SE) yaitu: Mean = OcyaycU = 1723 = 78,04 Oo ycA Standar Deviasi (SD) SDy = 7949 =5,7553 OcyaycU 2 ycA Oo Standar Error (SEM) SEM = ycIya = 5,7553 = 1,2001 OoycA Oo24 Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Literasi Digital terhadap Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Merdeka Hasil analisis nilai rata-rata menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menulis teks biografi setelah literasi digital diterapkan dibandingkan sebelum perlakuan diberikan. Temuan ini menegaskan bahwa pemanfaatan literasi digital berperan lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan menulis teks biografi. Peningkatan tersebut terlihat jelas dari selisih skor yang diperoleh siswa pada hasil pretest dan posttest kemampuan menulis teks biografi. Pada tahap awal sebelum literasi digital diterapkan, kemampuan menulis teks biografi siswa berada pada nilai rata-rata 62,08 yang termasuk dalam kategori cukup. Setelah penerapan literasi digital, capaian rata-rata tersebut meningkat menjadi 78,04 dan masuk ke dalam kategori baik. Selisih hasil ini menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa sebagai dampak dari pemanfaatan literasi digital dalam proses pembelajaran. Untuk memastikan tingkat signifikansi pengaruh literasi digital terhadap kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka, tahap selanjutnya dilakukan pengujian prasyarat analisis yang mencakup uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Pengujian Persyaratan Analisis Uji Normalitas Data Uji Normalitas Varibel Y Pengujian normalitas dilaksanakan untuk memastikan apakah data yang diperoleh dari hasil tes siswa berdistribusi normal. Berdasarkan hasil perhitungan statistik, diperoleh nilai rata-rata . sebesar 62,08, standar deviasi sebesar 7,1414, serta standar error (SE) sebesar 1,4577. Tabel 5. Uji Normalitas pada Varibel Y Menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov fi fku t-f. 0,041 0,0006 0,0410 6666 3,226 0,083 0,0459 3333 1,685 0,25 0,2401 0,0098 0,705 0,375 0,3875 0,0125 0,285 0,708 0,274 0,6081 0,1002 Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 327 0,958 0,694 2,234 0,7563 0,2020 0,9872 0,0127 Lhitun Ltabel 0,2020 O,269 Normal Hasil uji normalitas data yang dianalisis KolmogorovAeSmirnov menunjukkan nilai Lhitung sebesar 0,202 pada taraf signifikansi = 0,05 dengan jumlah responden sebanyak 24 siswa. Mengacu pada ketentuan uji KolmogorovAeSmirnov, nilai Ltabel yang dijadikan acuan adalah 0,269. Perbandingan kedua nilai tersebut memperlihatkan bahwa Lhitung lebih kecil daripada Ltabel . ,202 < 0,. , sehingga data penelitian dapat dinyatakan memiliki distribusi Uji Normalitas Variebel X Pengujian normalitas dilaksanakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh dari hasil tes siswa memiliki distribusi yang normal. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai rata-rata . sebesar 78,04, disertai dengan standar deviasi (SD) sebesar 5,7553 dan standar error (SE) sebesar 1,2001. Tabel 6. Uji Normalitias Variabel X Menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov |Ft-f. 0,208 0,708 0,916 1,223 0,528 0,006 1,209 1,904 0,1106 0,0977 0,2986 0,2013 0,4972 0,2111 0,8867 0,0299 0,9715 0,0284 Lhitung 0,2111 Ltabel 0,269 Ket Normal Hasil analisis normalitas data yang dilakukan dengan menggunakan uji KolmogorovAeSmirnov menunjukkan bahwa nilai Lhitung sebesar 0,211 pada taraf signifikansi = 0,05 dengan jumlah sampel sebanyak 24 siswa. Berdasarkan ketentuan uji KolmogorovAeSmirnov, nilai Ltabel yang dijadikan acuan adalah 0,269. Perbandingan antara kedua nilai tersebut memperlihatkan bahwa Lhitung berada di bawah Ltabel . ,211 < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa data pada kelas penelitian berdistribusi normal. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan metode one sample t-test karena analisis difokuskan pada satu kelompok sampel dengan tujuan membandingkan nilai rata-rata hasil belajar terhadap nilai kriteria yang telah ditentukan. Uji tersebut dilakukan pada tingkat signifikansi = 0,05. Proses perhitungan statistik dalam pengujian ini mengacu pada rumus t = D / SD/Oon hitung rata-rata selisih (D) (D) = OcD / n = 384/ 24 = 16 Selisih simpangan baku SD = = Oo57,52 = oc. aycnOey. ycAOe1 7,62 Jadi, mencari uji AutAy yaitu t= ya = 16 ycIyaOoycA 7,62Oo24 = 16 = 10,29 1,56 Analisis data yang dilakukan melalui uji paired sample t-test memperlihatkan bahwa nilai rata-rata siswa pada tahap pretest sebesar 62,04, kemudian meningkat menjadi 78,04 pada tahap posttest setelah perlakuan diberikan. Selisih rata-rata antara kedua pengukuran tersebut mencapai 16 dengan nilai simpangan baku sebesar 7,62. Selain itu, hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai thitung sebesar 10,29 dengan tingkat signifikansi . -valu. sebesar 0,00 yang berada di bawah batas 0,05. Berdasarkan hasil tersebut, dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah perlakuan Dikusi Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Merdeka Sebelum Menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan literasi digital kepada Pada tahap awal sebelum literasi digital diterapkan, kemampuan menulis teks biografi siswa berada pada tingkat sedang dengan nilai rata-rata Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi 328 | JPI. Vol. No. November 2025 62,04 dari total 24 peserta didik. Hasil klasifikasi nilai menunjukkan bahwa hanya 1 siswa . ,17%) yang mencapai kategori baik, sementara mayoritas siswa, yakni 17 orang . ,83%), masih berada pada kategori cukup. Selain itu, 5 siswa . ,83%) tercatat dalam kategori kurang, dan 1 siswa . ,17%) berada pada kategori sangat kurang. Gambaran tersebut merefleksikan kondisi awal kemampuan menulis teks biografi siswa sebelum pelaksanaan pembelajaran berbasis literasi digital. Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Merdeka setelah Menggunakan Model Problem Based Learning Berbantuan Literasi Digital Hasil kemampuan siswa dalam menulis teks biografi setelah diterapkannya literasi digital memperoleh nilai rata-rata sebesar 78,04 yang termasuk dalam kategori baik, dengan jumlah responden sebanyak 24 peserta didik. Distribusi nilai pada kelas yang telah menerima perlakuan terbagi ke dalam lima kategori Sebanyak 7 siswa . ,16%) mencapai kategori sangat baik, 12 siswa . %) berada pada kategori baik, dan 5 siswa . ,83%) masuk dalam kategori cukup. Tidak terdapat siswa yang memperoleh nilai pada kategori kurang maupun sangat kurang. Data tersebut mengindikasikan bahwa capaian hasil belajar siswa setelah penerapan literasi digital secara umum berada pada tingkat yang baik. Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Literasi Digital terhadap Kemampuan Menulis Teks Biografi Siswa Kelas x SMK Negeri 1 Merdeka. Temuan penelitian memperlihatkan adanya perubahan hasil belajar siswa setelah perlakuan Pada kondisi awal, nilai rata-rata siswa tercatat sebesar 62,04 dan berada dalam kategori cukup. Setelah perlakuan diterapkan, ratarata nilai siswa meningkat menjadi 78,04 yang tergolong dalam kategori baik. Selisih capaian tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa setelah perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan capaian sebelum perlakuan diberikan. Hasil perbandingan nilai sebelum dan sesudah perlakuan memperlihatkan adanya perubahan signifikan pada sebaran capaian belajar siswa di setiap kategori penilaian. Pada tahap awal, tidak ada siswa yang masuk dalam kategori sangat baik, namun setelah perlakuan jumlahnya meningkat menjadi 7 siswa. Kategori baik juga mengalami peningkatan, dari yang semula hanya 1 siswa menjadi 12 siswa setelah perlakuan diterapkan. Sebaliknya, jumlah siswa pada kategori cukup berkurang secara signifikan, dari 17 siswa menjadi 5 Untuk kategori kurang, sebelum perlakuan tercatat 5 siswa, sedangkan setelah perlakuan kategori tersebut tidak lagi ditempati. Kondisi serupa terjadi pada kategori sangat kurang, yang awalnya diisi oleh 1 siswa dan kemudian tidak muncul lagi setelah perlakuan. Pergeseran distribusi ini menegaskan bahwa capaian nilai siswa bergerak menuju kategori yang lebih tinggi setelah perlakuan Hasil capaian nilai siswa pada penelitian ini menunjukkan bahwa temuan yang diperoleh sesuai dengan sasaran penelitian, yaitu bahwa penggunaan literasi digital berperan dalam meningkatkan kemampuan menulis teks biografi. Pengujian hipotesis menggunakan uji paired sample t-test menghasilkan nilai thitung sebesar 10,29 dengan tingkat signifikansi . -valu. sebesar 0,00 yang berada di bawah batas 0,05. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai siswa sebelum dan sesudah perlakuan diberikan. Dengan demikian, temuan penelitian ini menegaskan bahwa literasi digital memberikan pengaruh terhadap peningkatan kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. Kesimpulan Kemampuan siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka dalam menulis teks biografi sebelum pemanfaatan literasi digital berada pada nilai ratarata 62,04 yang termasuk dalam kategori cukup. Setelah literasi digital diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran, capaian rata-rata kemampuan menulis siswa meningkat menjadi 78,04 dan berada pada kategori baik. Peningkatan ini didukung oleh kemampuan siswa dalam mengenal serta menggunakan literasi digital sebagai sarana pencarian dan pengumpulan data yang relevan. Dampak literasi digital terhadap keterampilan menulis teks biografi tampak jelas melalui hasil penelitian dengan rancangan pretestAeposttest yang membandingkan kondisi awal dan akhir setelah Nilai rata-rata kelas yang sebelumnya berada pada angka 62,04 mengalami kenaikan menjadi 78,04 setelah perlakuan diterapkan. Selain itu, hasil analisis statistik menggunakan paired sample t-test menunjukkan nilai thitung sebesar 10,29 dengan p-value 0,00 (<0,. , yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, hipotesis nol (HCA) dinyatakan ditolak dan hipotesis alternatif (HC. diterima, sehingga dapat Jurnal Pendidikan Indonesia: Teori. Penelitian dan Inovasi JPI. Vol. No. November 2025 | 329 disimpulkan bahwa literasi digital memberikan pengaruh terhadap kemampuan menulis teks biografi siswa kelas X SMK Negeri 1 Merdeka. Saran Berdasarkan temuan penelitian yang telah diperoleh, terdapat beberapa rekomendasi yang dapat disampaikan. Guru disarankan untuk mengintegrasikan literasi digital dalam proses pembelajaran agar kegiatan belajar di kelas berlangsung lebih efektif serta membantu siswa memahami peran penting literasi digital dalam menunjang pembelajaran. Selain itu, peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan kajian ini dengan menelusuri lebih banyak sumber pustaka yang relevan terkait literasi digital. Penelitian mendatang juga dianjurkan untuk melibatkan jumlah sampel yang lebih luas guna memperoleh hasil yang lebih komprehensif dan Referensi