Jurnal Humaniora Vol. No. 643 - 671 http://jurnal. id/index. php/humaniora p-ISSN: 2684-9275 e-ISSN: 2548-9585 Gaya Bahasa Pertentangan Pada Buku Catatan Najwa Meri Yulizar1. Ulfa Rati1 . Intan Munawarah1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Keguruan. Universitas Abulyatama. Indonesia ulfarati23@gmail. https://doi. org/ 10. 30601/humaniora. v%vi%i. Published by Universitas Abulyatama Artikel Info Submitted: 21-10-2024 Revised: 22-10-2024 Accepted: 29-10-2024 Online first : 31-10-2024 Abstract This research is entitled "Contradictory Language Styles in Najwa's Notebook". This research was conducted to analyze what forms of conflicting language styles exist and the factors that occur. The method used in this research is a qualitative descriptive The data in this research are the forms of conflicting language styles and the factors that cause conflicting language styles in Najwa's Notebook. Data was obtained through several techniques, namely reading techniques and note-taking techniques. Data is analyzed by identifying data, grouping data and making conclusions. The results of the research showed that there were 20 conflicting language styles found, with 5 types of hyperbole, 7 types of sarcasm, 2 types of irony, 2types of cynicism, 4 types of climax, and 2 types of anticlimax. The factors that influence the language style in Najwa's Notebook are the time factor, the age factor, and the medium of expression. Keywords: Contradictory Lenguage Style. NajwaAos Notebook Abstrak Penelitian ini berjudul AuGaya Bahasa Pertentangan Pada Buku Catatan NajwaAy. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apa saja bentuk gaya bahasa pertentangan dan faktor-faktor terjadinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah bentuk gaya bahasa pertentangan serta faktor-faktor terjadinya gaya bahasa pertentangan pada buku Catatan Najwa. Data diperoleh melalui beberapa teknik yaitu teknik baca dan teknik catat. Data dianalisis dengan cara mengidentifikasi data, mengelompokkan data dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa pertentangan yang ditemukan sebanyak 20 data, dengan jenis hiperbola sebanyak 5 data, jenis sarkasme sebanyak 7 data, janis ironi sebanyak 2 data, sinisme sebanyak 2 data, jenis klimaks sebanyak 4 data, dan jenis antiklimaks sebanyak 2 data. Faktor-faktor yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa ialah faktor waktu, faktor usia, dan faktor medium pengungkapan. Kata Kunci: Gaya Bahasa Pertentangan. Catatan Najwa This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. International License. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah PENDAHULUAN Stilistika merupakan teori dan pendekatan dalam penelitian karya sastra yang mengandalkan parameter linguistik. Posisinya berada di antara kutub seni dan kutub bahasa, artinya analisis teks digunakan untuk memperoleh data tentang stilistika yang dapat dijelaskan melalui kinerja linguistik. Tentu saja, analisis stilistika membutuhkan dasar linguistik yang kuat karena sistem bahasa dalam karya sastra terkait erat dengan penggunaan bahasa penulis sesuai dengan zamannya. Beberapa aspek yang dapat dianalisis dalam teks sastra, seperti cerpen dan novel, mencakup pilihan kata . , gaya bahasa atau bahasa kiasan, konteks, dan kohesi (Miftahurrisqi, 2. Gaya bahasa adalah bentuk retorika, yaitu penggunaan kata-kata dalam berbicara atau menulis untuk mempengaruhi dan meyakinkan pendengar maupun pembaca. Kata "retorika" berasal dari bahasa Yunani rhetor, yang berarti orator atau ahli pidato. Pada masa Yunani kuno, retorika merupakan bagian esensial dalam pendidikan. Oleh karena itu, berbagai bentuk gaya bahasa dianggap sangat penting dan harus dikuasai dengan baik oleh masyarakat Yunani dan Romawi yang kemudian memberi nama untuk beragam seni persuasi ini (Nursahira dkk. , 2. Setiap penulis berusaha menyampaikan nilai-nilai luhur dan menafsirkan kehidupan melalui bahasa sebagai alat komunikasi, menciptakan interaksi antara dirinya dengan pembaca atau pendengar. Dalam proses mencipta, setiap penulis memiliki gaya bahasa yang khas sebagai ciri identitasnya. Kekhasan inilah yang membuat satu penulis berbeda dari yang lain. Salah satu contohnya adalah Najwa Shihab dalam segmen Catatan Najwa. Catatan Najwa adalah segmen penutup acara yang berisi narasi dari seorang jurnalis senior, mampu memukau dan menggugah pendengar serta pembacanya untuk berpikir lebih Bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan sikap dan ketajaman dalam memilih kata dan meramu rasa. Setiap kalimatnya sarat akan sindiran, disampaikan dengan gaya bahasa dan makna tersirat. Gaya bahasa dalam Catatan Najwa berperan untuk mempertegas dan memperindah, menjadikannya memikat bagi audiens. Penggunaan gaya bahasa ini menjadi elemen kunci bagi Najwa Shihab, yang berhasil menarik perhatian banyak pendengar dan Namun, bagi yang kurang memiliki pemahaman bahasa yang baik, gaya bahasa dalam Catatan Najwa mungkin sulit untuk dipahami (Yadi, 2. Sedangkan menurut Dwi dkk. Najwa Shihab menggunakan gaya bahasa untuk memperhalus pernyataan yang ingin disampaikan, sehingga terdengar menarik dan kaya akan Inilah yang membuat penonton tetap antusias mengikuti program talkshow. Gaya A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah bahasa memegang peran penting dalam setiap ucapannya, dengan tujuan memperjelas dan memperindah kata-kata agar terdengar lebih menarik bagi pendengar. Miftahurrisqi . , melakukan sebuah penelitian tentang Fenomena Gaya Bahasa Pertentangan dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas Tahun 2018. Hasil penelitian ini untuk mengungkap sebuahfenomena penggunaan gaya bahasa pertentangan pada kumpulan cerpen Kompas tahun 2018 berjudul Doa Yang Terapung berupa sinisme, sarkasme, satire, ironi maupun paradoks. Gaya satire lebih menampilkan pada aspek kritis dengan menujukkan kekurangan suatu hal secara tidak langsung. Gaya sarkasme memperlihatkan sebuah sindiran yang mempergunakan perkataan kurang sopan dan sangat bertentangan dengan nilai norma Gaya sinisme lebih pada mengungkapkan kesangsian terhadap suatu hal. Gaya ironi memiliki aspek yang ketidakberterimaan antara susasana dan kenyataan secara bersamaan. Gaya paradoks sebagai gaya bahasa dapat menarik perhatian karena unsur kebenaran walaupun terlihat berlawanan. Masing-masing dari gaya bahasa pertentangan tersebut memiliki fungsi dan kegunaan dalam menjelaskan cerita supaya lebih menarik untuk dibaca yang sesuai dengan gaya penulis ceritanya. Halimah dan Hilaliyah . , melakukan sebuah penelitian tentang Gaya Bahasa Sindiran Najwa Shihab dalam Buku Catatan Najwa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam buku Catatan Najwa. Najwa Shihab menggunakan jenis gaya bahasa sindiran: . Ironi sebanyak 20%. Sinisme sebanyak 40%. Innuendo sebanyak 10%. Sarkasme sebanyak dan . Satire sebanyak 10%. Najwa Shihab tidak menggunakan gaya bahasa sindiran yang berjenis melosis dan antifrasis dalam buku Catatan Najwa. Maka, dapat disimpulkan bahwa Najwa shihab lebih dominan menggunakan gaya bahasa sindiran yang berjenis sinisme dalam buku Catatan Najwa. Penelitian gaya bahasa pertentangan ini menarik untuk diteliti lebih lanjut karena berkaitan dengan kajian stilistika, salah satu bidang ilmu bahasa yang mempelajari penggunaan bahasa dan gaya bahasa dalam sebuah karya, kajian stilistika menaruh perhatian pada kekhasan suatu gaya serta mempelajari kecenderungan yang menonjol. Untuk itu dalam penelitian ini, kajian ilmu yang digunakan adalah kajian stilistika. Objek yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya bahasa pertentangan yang digunakan oleh Najwa Shihab pada bukunya yang berjudul Catatan Najwa. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah KAJIAN PUSTAKA Bahasa Bahasa merupakan salah satu sarana untuk menyampaikan suatu informasi. Penggunaan bahasa menjadi faktor penting dalam mencapai tujuan dibuatnya buku bacaan. Penggunaan bahasa dalam buku bacaan secara tepat akan memengaruhi besar kecilnya minat pembaca terhadap buku bacaan, disamping kualitas buku itu sendiri (Halimah dan Hilaliyah, 2. Bahasa memiliki peran penting di dalam kehidupan, karena tidak dapat dipungkiri bahwa bahasa merupakan alat komunikasi antara manusia yang satu dengan yang lain. Seseorang yang ingin mengungkapkan ide, gagasan, atau pikiran dan menyampaikan informasi akan menggunakan bahasa, sehingga dapat diartikan bahasa sebagai sarana komunikasi yang Bahasa memainkan peran yang sangat fundamental. Manusia dapat hidup dan menjalani kehidupan karena memiliki dan menguasai bahasa (Al-Putri Aulia dkk. , 2. Bahasa ialah media utama yang bisa dipakai sebagai mendia komunikasi, sehingga bahasa memiliki kepetingan dalam kehidupan sehari-hari. Hadirnya bahasa akan membuat semua orang bisa menyampaikan tujuan seperti sebuah informasi kepada orang lain. Dengan bahasa pesan yang ingin disampaikan akan mudah dipahami dan jika mengalami kesulitan dalam memberian atau penerimaan informasi maka akan terjadi kesalagan penafsiran serta pengertian yang berbeda (Anisya dkk. , 2. Bahasa sebagai medium karya sastra dipandang sebagai institusi sosial milik kolektif. Melalui bahasa, kehidupan sosial yang sifatnya objektif dimasukan ke dalam kesadaran yang sifat personal dari tiap individu sebagai bagian dari dunai sosial tersebut (Jafar dkk. , 2. Bahasa dapat memberikan banyak informasi untuk masyarakat yang dituju sesuai dengan harapan dan maksudnya masing-masing. Penyampaian informasi tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan media massa, baik melalui media elektronik, seperti TV, radio, internet, media cetak . oran, majala. , dan sebagainya, dengan menggunakan media massa, komunikator dapat menyampaikan informasi secara serentak dan bersama-sama kepada komunikan (Alpiani dkk. , 2. Stilistika . Stilistika . adalah ilmu tentang gaya, sedangkan stil . merupakan caracara yang khas bagaimana segala sesuatu diungkapkan dengan cara tertentu sehingga tujuan yang dimaksudkan dapat dicapai secara maksimal (Wijaya, 2. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Stilistika atau styistics ialah ilmu yang meneliti penggunaan bahasa dan gaya bahasa di dalam karya sastra. Stilistika ialah penyelidikan wacana sastra atau cara pengungkapan dalam sastra yang potensinya terdapat pada setiap bahasa itu sendiri. Kemungkinan untuk koherensi yang diberikan oleh setiap bahasa untuk ungkapan sehari-hari, pembentukan rumus bahasa supaya rumus itu cocok dengan konteksnya yang baru. Stilistika dapat memberikan keseimbangan terhadap perkembangan makna (Sagita, 2. Stilistika sangat membantu dalam studi kesusastraan, karena dapat memberikan sumbangan penelitian, khususnya pada kritik sastra (Sugiarti dkk. , 2. Gaya Bahasa Gaya bahasa adalah bagaimana seorang penulis dalam menggunakan gaya bahasa secara khusus untuk mendapatkan efek-efek tertentu. Adapula untuk memperindah bahasa, biasanya penulis menggunakan gaya bahasa, agar bahasa lebih indah. Penulis harus menyampaikan atau menggambarkan sesuatu dengan cara berbeda. Mengungkapkan perasaan dan fikiran yang bervariasi dalam penggunaan kata atau susunan kata, dengan kata lain pengungkapan fikiran dan perasaan adanya gaya dalam berbahasa, yang disebut gaya bahasa (Rahmawati dkk. , 2. Menurut Wijaya . , gaya bahasa merupakan pemanfaatan atas kekayaan bahasa oleh seseorang dalam bertutur atau menulis. Gaya bahasa ini juga disebut sebagai bahasa kiasan atau majas . igurative languag. Majas ini sering dipakai oleh pengarang untuk membangkitkan imajinasi pembaca atau pendengarnya karena dapat mempertalikan sesuatu dengan cara menghubungkannya dengan sesuatu yang lain. Gaya Bahasa merupakan teknik pengungkapan bahasa, penggunaan bahasa, pengayabahasaan, yang maknanya tidak menunjuk pada makna harfiah kata-kata yang mendukungnya, melainkan pada makna yang ditambahkan, makna tersirat (Prayoga dkk. Menurut Miftahurrisqi . , gaya bahasa merupakan unsur yang paling banyak digunakan oleh para penulis karya sastra. Sedangkan menurut Yadi . , gaya bahasa merupakan cara khas seseorang menggunakan bahasa untuk mengungkapkan gagasan dan emosinya, sehingga dalam penggunaan bahasa tersebut menimbulkan konotasi dan nilai keindahan tertentu, khususnya dalam dunia karangan. Baik itu dalam bentuk lisan maupun A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Gaya bahasa yaitu cara seorang pengarang menyampaikan gagasannya dengan menggunakan media bahasa yang indah dan harmonis serta mampu menuansakan makan dan suasana yang menyentuh daya intelektual dan emosi pembaca (Febriyanti dkk. , 2. Gaya bahasa dapat dibagi menjadi beberapa kategori, termasuk: pilihan kata, kata, struktur kalimat, dan langsung atau tidaknya makna. Gaya bahasa berdasarkan pilihan kata dibagi menjadi tiga jenis: resmi, tak resmi, dan percakapan. Gaya bahasa berdasarkan nada meliputi sederhana, mulia dan bertenaga, dan menengah. Gaya bahasa berdasarkan langsung atau tidaknya makna dibedakan menjadi retoris dan kiasan (Viany dkk. , 2. Menurut Halimah & Hilaliyah . , gaya sebagai hiasan, sebagai sesuatu yang suci, sebagai sesuatu yang indah dan lemah gemulai serta sebagai perwujudan manusia itu sendiri. Walaupun demikian, gaya bahasa akan menunjukan adanya perbedaan sudut pandang meskipun dua pengarang itu berangkat dari satu ide yang sama. Gaya bahasa terbagi kedalam lima kelompok antara lain: Gaya bahasa penegasan, yang meliputi repetisi, paralelisme. Gaya perumpamaan, metafora, sinekdoke, alusio, simile, asosiasi, eufemisme, pars pro toto, epitet, eponym, dan hipalase. Gaya bahasa pertentangan mencakup paradoks, antithesis, litotes, oksimoron, hysteron, prosteron, dan okupasi. Gaya bahasa sindiran meliputi ironi, sinisme, innuendo, melosis, sarkasme, satire, dan . Gaya bahasa perulangan meliputi aliterasi, antanaklasis, anaphora, anadiplosis, asonansi, simploke, nisodiplosis, epanalipsis, dan epuzeukis. Menurut Faktiah dkk. Konsep gaya bahasa yang bukan sekadar permainan diksi yang indah untuk menimbulkan kesan estetika terhadap pembaca, tetapi juga merupakan bentuk yang khas dari karakteristik dan cara pengarang dalam mengungkapkan suatu hal dalam karya sastra. Mariani dkk. , menyatakan bahwa gaya bahasa apabila disampaikan dengan perasaan yang unik dan menarik, terlihat sopan dalam menyampaikannya maka akan menghasilkan bahasa yang baik dan layak juga. Gaya bahasa dapat ditinjau dari berbagai macam sudut pandang, akan tetapi secara garis besar, tinjauan gaya bahasa dapat dibedakan menjadi dua yaitu segi non bahasa dan segi bahasa. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Keduanya memiliki peran masingmasing dalam kajian gaya bahasa, penelitian ini menggunakan tinjauan dari segi bahasanya karena subjek penelitian ini adalah lirik lagu bergaya bahasa yang mencakup penggunaan gaya bahasa didalamnya (Maryana, 2. Menurut Risnawati dkk. , fungsi gaya bahasa yaitu sebagai alat untuk meyakinkan atau mempengaruhi pembaca atau pendengar. Selain itu, fungsi gaya bahasa juga berkaitan dengan situasi dan suasana karangan. Maksudnya, ialah bahwa fungsi gaya bahasa menciptakan keadaan perasaan hati tertentu. Dalam penelitian fungsi gaya bahasa perbandingan dan pertentangan memiliki beberapa fungsi. Fungsi gaya bahasa perbandingan yakni, penyampaian persamaan dan pernyataan perbandingan. Fungsi gaya bahasa pertentangan yakni, penyampaian penegasan dan penyampaian pendapat Yanti dan Gusriani . , menyatakan bahwa gaya bahasa ini dapat dibedakan menjadi lima kelompok yaitu: Gaya bahasa perbandingan ialah gaya bahasa kiasan yang menyamakan satu hal dengan hal lain dengan mempergunakan kata-kata perbandingan seperti kata bagai, sebagai, bak, seperti, semisal, seumpama, laksana, sepantun, penak, dan kata-kata perbandingan yang lain. Gaya bahasa perulangan adalah gaya bahasa yang mengulang kata demi kata, entah itu yang diulang pada bagian depan, tengah, atau akhir sebuah kalimat . Gaya bahasa sindiran merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang atau sesuatu . Gaya bahasa pertentangan merupakan gaya bahasa yang maknanya bertentangan dengan kata-kata yang ada. Gaya bahasa penegasan merupakan gaya bahasa yang mengulang katakatanya dalam satu baris kalimat. Dalam penelitian ini anya difokuskan pada satu gaya bahasa yang dianalisis yaitu gaya bahasa pertentangan, yang menganalisis di dalam buku catatan Najwa. METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian ini mengkaji gaya bahasa pertentangan Najwa Shihab dalam buku Catatan Najwa. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Sumber Data dan Data Sumber data pada penelitian ini adalah buku dari Catatan Najwa. Objek pada penelitian ini adalah kutipan yang mengandung gaya bahasa pertentangan serta faktor-fakor terjadinya gaya bahasa yang terdapat pada buku Catatan Najwa yang diterbitkan oleh penerbit Lentera Hati pada tahun 2016. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kata-kata, kalimatkalimat, atau ungkapan-ungkapan yang termasuk gaya bahasa pertentangan yang terdapat pada buku Catatan Najwa. Teknik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian, peneliti menggunakan beberapa langkah sebagai berikut: Teknik baca: Dalam penelitian ini, peneliti membaca dan memahami buku Catatan Najwa Syihab untuk mencari kata, klausa, maupun kalimat yang mengandung gaya bahasa pertentangan pada buku tersebut. Teknik catat: Dalam penelitian ini, peneliti akan memberi tanda dan mencatat kata-kata, kalimat- kalimat, dan ungkapan-ungkapan yang berisi gaya bahasa pertentangan pada buku Catatan Najwa HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Gaya Bahasa Pertentangan Pada Buku Catatan Najwa Hiperbola Data . AuSebagai Wakil Presiden. Boediono seperti tenggelam nyaris tanpa sorotan. Tapi benarkah Boediono tak berbuat apa-apa? Jelang berakhirnya pengabdian Boediono sebagai wakil presiden, episode ini menuturkan sepak terjang Boediono di belakang layar, yang mencoba menjaga perekonomian dalam hening, dengan kesederhanaan yang penuh seluruhAy Data . terdapat penggunaan gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola dibeberapa bagian dalam kutipan tersebut, yaitu pada kalimat AuBoediono seperti tenggelam nyaris tanpa sorotanAy penulis menggunakan kata tenggelam yang memiliki arti sebagai suatu kondisi dimana masuk terbenam ke dalam air. Kata tenggelam merupakan penggunaan kata dengan cara yang berlebihan untuk menggambarkan kondisi Boediono sebagai wakil presiden yang seolah- olah menghilang tanpa kabar di depan masyarakat maupun liputan media. Selanjutnya, peneliti menemukan gaya bahasa pertetangan jenis hiperbola pada kalimat lainnya yaitu. Auepisode ini menuturkan sepak terjang Boediono di belakang layar, yang mencoba A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah menjaga perekonomian dalam heningAy penulis meggunakan kata sepak terjang yang memiliki arti tendangan dan depakan dengan kaki sikap dan langkah. Kata sepak terjang merupakan penggunaan kata yang berlebihan untuk menggambarkan usaha Boediono sebagai wakil presiden yang berusaha menjaga perekonomian Indonesia tanpa adanya berbagai penjelasan yang ditampilkan di depan masyarakat umum maupun liputan media. Data . AuBekerja dengan tangan dan kaki sendiri, berkarya dengan memeras keringat sendiri. Sebab Indonesia milik semua anak bangsa, tanah air bukan kapling warisan keluargaAy Data . terdapat gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola yaitu pada bagian Aubekerja dengan tangan dan kaki sendiri, berkarya dengan memeras keringat sendiriAy. Bagian tersebut memiliki maksud hendaknya seseorang berusaha dengan semaksimal mungkin untuk kehidupannya, tidak mengharapkan belas kasih kerabat yang memiliki kewenangan tertentu dalam sebuah lembaga pemerintahan maupun perusahaan tertentu. Penggunaan kata tangan dan kaki sendiri memiliki arti tangan dan kakinya sendiri serta memeras keringat yang artinya adalah bekerja keras. Kata tersebut merupakan kata yang memberikan kesan berlebihan sehingga pembaca mendapatkan kesan yang mendalam terhadap maraknya isu-isu lapangan pekerjaan yang semakin hari semakin sulit didapatkan karena banyaknya perekrutan pekerja melalui jalan keluarga. Data . AuIstana di Jalan Merdeka Utara, menyimpan segudang cerita. Tentang jatuh bangun kekuasaan. Rahasia pemerintahan, hingga romantisme percintaan. Istana bukan cuma soal kuasa, ada kisah-kisah sederhana, karena presiden juga manusia. Cerita istana beragam dan sangat kaya karena tiap presiden punya gaya berbeda. Ada yang kaku dan penuh tata cara, ada yang santai dan serat canda tawaAy. Data . penggunaan gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola di temukan pada kalimat Aumenyimpan segudang cerita. tentang jatuh bangun kekuasaan, rahasia pemerintahan, hingga romantisme percintaanAy. Penulis menggunakan kata segudang cerita yang memiliki arti menyimpan banyak cerita. Kata tersebut merupakan penggunaan kata yang berlebihan untuk menggambarkan bahwa istana yang bertempat di Jalan Merdeka Utara sebagai tempat tinggal presiden yang disediakan oleh negera tentunya telah menyimpan banyak kisah serta cerita di AuTentang jatuh bangun kekuasaanAy yang artinya pergantian kekuasaan. Kata tersebut merupakan penggunaan kata secara berlebihan untuk menggambarkan tentang A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah bergantinya pemimpin kekuasaan mulai dari presiden pertama hingga presiden pada masa pemerintahan saat ini, kemudian Aurahasia pemerintahanAy yang memiliki arti rahasia di dalam Kata tersebut digunakan secara berlebihan untuk menggambarkan kondisikondisi di dalam pemerintahan yang tidak pernah terlihat oleh masyarakat umum yang bersifat rahasia, dan Auromantisme percintaanAy yang artinya hubungan percintaan yang romantis. Penulis menggunakan kata romantisme yang sebenarnya sedikit menuai kesan berlebihan untuk menggambarkan kehidupan istana yang tidak jarang menampilkan keindahan hubungan keluarga para pemimpin negara. Data . AuIstana menjadi saksi, rezim yang datang silih berganti. Di atas singgasana kekuasaan, nasib jutaan rakyat ditentukan. Semua staf siap kerja kapan saja, melayani kebutuhan yang berkuasa. Semua biaya ditanggung negara, supaya presiden fokus bekerja. Kenyamanan dan keamanan jadi nomor satu. Agar semua kebijakan bisa bermutu. Kasak kusuk tak terhindarkan. Bisik-bisik berseliweran,bumbu berbagai kepentingan, ada juga cerita haru penuh kemanusiaan. Tapi istana Negara jelas bukan tempat berleha-leha. Sebab rakyat yang beri kuasa, rakyat juga yang membayar bea. Karena presiden memang bukan raja istana bukanlah pesanggrahan keluargaAy Data . bagian AuIstana menjadi saksi, rezim yang datang silih berganti. Di atas singgasana kekuasaan, nasib jutaan rakyat ditentukanAy penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola pada bagian istana menjadi saksi yang memiliki arti tempat yang mengetahui segala bentuk informasi. Kata tersebut merupakan penggunaan kata secara berlebihan untuk memperoleh gambaran mengenai istana sebagai tempat tinggal yang telah disediakan oleh pemerintah Indonesia bagi presiden yang telah terpilih untuk ditempatinya sebagai saksi bahwa tata pemerintah negara yang berkuasa telah datang silih berganti seiring dengan siapa pemimpin yang mendudukinya. Sedangkan pada bagian di atas singgasana kekuasaan, nasib jutaan rakyat ditentukan. penulis ingin menggambarkan bahwa apa yang dimaksud dengan di atas singgasana kekusasaan yang memiliki arti kepemimpinan. Di atas singgasana kekuasaan tersebut merupakan penggunaan kata yang cukup berlebihan untuk menggambarkan wewenang ataupun kemampuan melakukan sesuatu yang dimiliki oleh seorang presiden untuk mengelola sebuah kebijakan di dalam pemerintahan yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kehidupan masyarakatnya. Data . AuJakarta kota limpahan ilusi, mimpi-mimpi warga yang tak bisa terbeli. Penguasa bertahta silih berganti, namun sistem hidup Jakarta makin bikin frustasi. Kota yang kian dibentuk A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah logika pasar, mendahulukan siapa yang mampu bayar pembangunan yang mengutamakan privat, memamerkan jarak sosial yang menyengat, semakin menor jakarta terlihat, nalar publik akan jauh tersesat. Gubernur boleh berkuasa, tapi pemangku Jakarta sejatinya warga ibu kota. Tak akan ada perubahan, jika kita bertingkah bak tuan yang enggan turun tangan. Selamat ulang tahun Jakarta, kau tampak lelah dan semakin tuaAy Data . penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola untuk menyampaikan gagasannya, seperti pada bagian AuJakarta kota limpahan ilusi, mimpi- mimpi warga yang tak bisa terbeliAy. penulis menggunakan kata limpahan ilusi yang memiliki arti gangguan kesehatan dimana pengidapnya tidak mampu membedakan mana kondisi nyata dan Limpahan ilusi merupakan penggunaan kata yang berlebihan untuk menggambarkan kondisi Jakarta sebagai kota dengan keadaan yang tidak seperti dilihat pada media televisi, kota dengan jutaan harapan para warganya yang menjulang tinggi. AuMemamerkan jarak sosial yang menyengat, semakin menor Jakarta terlihatAy. Kata menyengat memiliki arti memberi rasa seperti terstusuk, menyengat merupakan penggunaat kata yang berlebihan untuk menggambarkan kedudukan sosial warga Jakarta yang terlampau berbeda. Selanjutnya, pada kata kata menor yang memiliki arti mencolok cara berdandan serta Kata menor merupakan penggunaan kata yang berlebihan untuk menggambarkan keadaan jakarta yang terlihat mewah, gedung-gedung menjulang tinggi yang memperlihatkan secara jelas kesenjangan sosial antara orang kaya dan orang miskin yang hidup di tepi-tepi sungai, di bawah jembatan dan di perkampungan kumuh. Kalimat AuJika kita bertingkah bak tuan yang enggan turun tangan. Selamat ulang tahun Jakarta, kau tampak lelah dan semakin tuaAy. Kata semakin tua memiliki arti sudah lama hidup dan tidak muda lagi. Kata semakin tua merupakan penggunaan kata yang berlebihan untuk menggambarkan bahwa kota Jakarta yang sudah berusia puluhan tahun milik warga jakarta itu sendiri, kota tersebut tidak akan berubah apabila warga serta pemimpin kota tersebut hanya diam tanpa berbuat sesuatu. Jakarta yang semakin hari semakin tua yang tidak pernah lepas dari berbagai macam persoalan yang ada yang digambarkan melalui kata kau tampak lelah. Data . AuKorupsi masih jauh dari mati, koruptor masih menari dan bernyanyi. ditangkap dan diburu, kini koruptor yang balik memburu. Barisan anti korupsi mulai dipreteli, satu demi satu dikriminalisasi. Perjuangan masih sangat panjang, perlawanan tak boleh tumbang karena kriminalisasi belum berhentu, harus bagaimana melawan korupsiAy A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Data 23 terdapat gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola yaitu sebuah jenis gaya bahasa pertentangan yang menggunakan bahasa dengan cara berlebihan dari makna yang sebenarnya. Pada kalimat korupsi masih jauh dari mati, koruptor masih menari dan menyanyi. Penulis menggunakan kata mati yang sebenarnya memiliki arti sebagai sebutan berhentinya secara permanan semua fungsi biologis yang menopang makhluk hidup dan tidak dapat dikembalikan seperti keadaan semula. Kata mati adalah kata yang digunakan secara berlebihan untuk menggambarkan kondisi korupsi di Indonesia yang masih terus ditemukan hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda yang memperlihatkan bahwa sudah tuntas dan hilangnya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Selanjutnya, pada kata menari dan menyani. Kata menari dalam artian sesungguhnya adalah gerak tubuh yang ritmis sebagai ungkapan ekspresi jiwa pencipta gerak sehingga menghasilkan unsur keindahan dan makna yang mendalam. Sedangakan bernyanyi memiliki artian suatu tindakan vokal untuk menghasilkan musikalilasi dengan menggunakam suara. Kata menari dan bernyanyi merupakan kata yang digunakan secara berlebihan untuk menggambarkan keadaan para pelaku korupsi atau biasa yang disebut koruptor di Indonesia yang masih dengan santainya melakukan tindakan tersebut tanpa rasa takut ataupun rasa bersalah terhadap tindakan jahat yang telah dilakukannya. Sarkasme Data . AuRakyat sudah sering menyaksikan bagaimana kekuasaan digunakan. Kekuasaan dihisap serupa candu, selalu merasa yang paling pantas maju. segala cara ditempuh, asal jabatan tetap dapat direngkuh. Partai politik mandul karena mengkultuskan figur. Supaya posisi tidak tergusur, tak peduli soal meritorasi, yang penting kekuan digenggam kroni, mesti lewat kompetisi resmi, demokrasi terasa basa-basi, berputar diantar sanak famili. Suara menjadi objek transaksi, habis suami terbitlah istri. Habis bapak lalu anak sendiri, inilah politik dinasti ala kuasa gono-gini, contoh telanjang anomali demokrasiAy Kutipan pada data . merupakan kutipan yang berbicara mengenai kekuasaan partai politik di Indonesia yang sangat memprihatinkan, dimulai dari beberapa partai politik yang selalu mendominasi kursi-kursi di pemerintahan hingga timbulnya istilah politik dinasti sebagai sebutan untuk para anggota partai yang didominasi oleh keluarga pemimpin partai. Untuk mengangkat isu tersebut penulis menggunakan gaya bahasa sarkasme yaitu gaya bahasa pertentangan yang cukup kasar dari gaya bahasa sinisme dan ironi. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Pada kutipan tersebut terlihat beberpa bagian yang sangat mencolok dari gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme diantaranya pada bagian Aukekuasaan dihisap serupa canduAy. Penulis menggunakan kata candu yang artinya sebuah perilaku baik ataupun buruk yang menjadi kebiasaan bagi seseorang. Penulis menggunakan kata tersebut dengan tujuan menyindir dengan tajam untuk menggambarkan betapa serakahnya para pemimpin-pemimpin di pemerintahan yang haus akan kekuasaan yang telah dimilikinnya, terlalu menikmati kekuasaan yang Kemudian, pada bagian Aupartai politik mandul karena mengkultuskan figurAy penulis menggunakan kata mandul yang artinya adalah kondisi sepasanh suami istri yang tidak memiliki anak. Kata mandul digunakan untuk menyindir dengan tajam betapa kacaunya keadaan partai-partai politik yang hanya berpusat kepada satu orang yang paling dianggap suci, dianggap paling penting dan berpengaruh, yang tidak memiliki kesalahan apapun. Selanjutnya, pada bagian Aucontoh telanjang anomali demokrasiAy. Penulis menggunakan kata telanjang yaitu kondisi dimana seseorang tidak menggunakan pakaian. Penulis menggunakan kata telanjang yang bahkan sangat kasar serta cenderung tabu untuk menggambarkan keadaan demokrasi yang tidak wajar dan dipertontonkan oleh masyarakat umum secara langsung. Data . AuPemilu semakin dekat, tapi aturan kampanye justru diperketat. Baliho dan spanduk kini dibatasi, menghambat strategi jual diri. Para calon wakil rakyat, harus kian pintar Makelar suara jadi solusi, dengan kedok sosialisasi. Dengan imbalan segepok uang, mereka kumpulkan pemilih bimbang. Jika suara rakyat suara Tuhan, haruskah uang yang menentukan?Ay Kutipan pada data . merupakan kutipan yang membahas mengenai kondisi pada saat pemilu akan berlangsung, penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis sarkesme yaitu sindiran yang terkesan fulgar dan kasar untuk menggambarkan kondisi yang ada. Hal ini terlihat dalam beberapa bagian pada kutipan tersebut. Diantaranya pada bagian Aubaliho dan spanduk kini dibatasi, menghambat strategi jual diriAy penulis menggunakan kata jual diri yaitu sebagi kondisi bagaimana kita memberikan produk terbaik bagi konsumen. Penulis menggunakan kata jual diri yang terkesan kasar dan tajam untuk menekankan kondisi dimana para calon wakil rakyat kesulitan untuk melakukan kampanye dengan tujuan memperkenalkan diri dihadapan rakyat beserta dengan visi misi yang akan digaungkannya karena larangan penggunaan baliho yang dibatasi. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Bagian selanjutnya adalah Audengan imbalan segepok uang, mereka kumpulkan pemilih bimbangAy penulis menggunakan kata segepok uang yang memliki arti seberkas atau sekumpulan uang kertas. Penulis menggunakan kata tersebut sebagai sindiran yang sangat kasar terhadap para wakil rakyat yang mengambil jalan pintas saat kampanye dengan menggunakan uang sebagai senjata utamanya, dengan cara menyogok warga yang masih bimbang akan siapa yang Data . AuDinamika politik dan kekuasaan tak pernah lepas dari perdukunan. Jika cara instan semakin marak, niscaya dukun juga yang bertindak, fenomena klenik akan terus berjalan, termasuk dalam politik yang terobsesi jabatan. Dunia santet pun ikut dilibatkan, demi sejengkal tahta di puncak kekuasaan. Jabatan akhirnya menjadi berhala, saat penguasa lebih sayang dukun daripada warga. Kekuasaan menjadi permainan, saat takhayul dilembagakan. Obsesi pada jabatan yang kekal, mendekatkan penguasa ke paranormal. Nasib rakyat sering terlupa, sebab kepada dukun mereka percayaAy Kutipan pada data . merupakan gambaran mengenai kondisi politik dalam pemerintahan Indonesia yang sangat erat kaitannya dengan dunia perdukunan untuk memenangkan jabatan yang ditujunya, dalam kondisi tersebut penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme untuk menggambarkan peristiwa tersebut dengan sendirin tajam dan terkesan mengolok-olok yang dapat ditemui pada bagian Audemi sejengkal tahta di puncak kekuasaan. Jabatan akhirnya menjadi berhala, saat penguasa lebih sayang dukun daripada wargaAy. Kata berhala memiliki istilah mengangunggkan pemujaan berhala yang berbentuk seperti patung maupun dewa. Penulis menggunakan kata tersebut untuk menyindir dengan tajam kondisi betapa mirisnya para calon penguasa yang menghalalkan semua cara termasuk menggunakan dukun demi kepentingannya untuk mendapatkan kursi jabatan di pemerintahan, seolah-olah jabatan dan tahta menjadi pusat dari kehidupan para penguasa, yang lebih mementingkan kekuasaan daripada kehidupan para warganya. Data . AuBanyak orang lupa daratan, karena kuasa memang kerap meninabobokan. Bukan rahasia jika elit penguasa di Indonesia sejahterakan juga seluruh sanak keluarga. Jangankan presiden dan keluarganya, keluarga bupati walikota pun lazim berfoya-foya. Bagaimana Gibran-Kaesang merintis usaha apakah memanfaatkan jabatan bapaknya? Benarkah mereka memang berbeda, atau hanya soal menunggu waktu untuk tergoda?Ay Kutipan pada data . berbicara mengenai kekuasaan pemerintahan yang sangat memberikan keuntungan bagi siapa yang mendudukinya, hingga bahkan tidak jarang membuat A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah para penguasa terlena akan jabtannya. Untuk mengungkapkan isu-isu tersebut penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme untuk menyindir dengan keras kondisi yang tentunya dapat merugikan masyarakat umum. Gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme pada kutipan tersebut dapat ditemui pada bagian AuBanyak orang lupa daratan, karena kuasa memang kerap meninabobokan. Bukan rahasia jika elit penguasa di Indonesia sejahterakan juga seluruh sanak keluargaAy penulis menggunakan kata lupa daratan yang memiliki arti bertindak atau bersikap tanpa menghiraukan harga diri sehingga melampaui batas dan tidak peduli apa-apa. Penulis menggunakan kata tersebut untuk menindir dengan tajam betapa banyaknya pemimpin negara bahkan daerah yang kemudian terlena akan jabatannya hingga tidak jarang bahkan menyalahgunakan kekuasaan tersebut demi kepentingan kerabat-kerabat terdekatnya melalui kata banyak orang lupa daratan yang bermaksud untuk menggambarkan tindakan para penguasa yang bersikap dan bertindak tanpa memperdulikan harga diri atau telah melampaui batas sehingga tidak peduli terhadap apa-apa. Sedangkan kata meninabobokan yang memiliki arti menyanyikan anak supaya tidur. Penulis menggunakan kata tersebut untuk menyindir tajam dan bermaksud menggambarkan membuat terlena para penguasa yang telah diberi jabatan. Data . AuKarena Indonesia bukan kerajaan, anak presiden bukan putri atau pangeran. Tidak ada putra mahkota, semua warga punya hak setara. Keistimewaan bukan karena keturunan, tiap orang harus bekerja untuk penghidupan. Bukan zamannya anak presiden mengatur harga, kuasai jalan raya hingga monopoli cengkeh dan pala. Berkompetisi dengan fair dan terbuka, tak merengek bawa-bawa nama orang tua. Anak presiden, gubernur hingga bupati, harus bertarung dalam semangat meritokrasiAy Kutipan pada data . merupakan gambaran mengenai kesempatan yang sama dimiliki oleh setiap warga negara terutama dalam hal pekerjaan. Namun, kenyataannya masyarakat biasa yang tidak memiliki anggota keluarga yang memiliki jabatan penting sangat sulit untuk memperoleh pekerjaan yang memumpuni. Untuk menggambarkan keadaan tersebut penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme dengan tujuan menyindir tajam anakanak para penguasa yang memonopoli kekuasaan. Jenis gaya bahasa tersebut dapat ditemui pada bagian Aukarena Indonesia bukan kerajaan, anak presiden bukan putri atau pangeran tidak ada putra mahkota, semua warga punya hak setaraAy. Penulis menggunakan kata putri, pangeran dan putra mahkota yang memiliki sama-sama arti seseorang yang memeliki hak dan wewenang untuk mewarisi tahta di kerajaan. Penulis A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah menggunakan kata tersebut untuk menyindir keras anak-anak para pemimpin negara yang sebenarnya memiliki posisi yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Karena. Indonesia bukan negara yang berbentuk kerajaan dimana kekuasaan diturunkan melalui garis keturunan sehingga tidak seharusnya mereka merengek-rengek membawa nama orang tua. Data . AuTak kenal maka tak sayang, tak ada uang caleg ditendangAy Kutipan pada data . merupakan bentuk kutipan yang dibuat dengan menggunakan gaya bahasa pertentangan dengan jenis sarkasme yaitu menyindir dengan tujuan untuk mengolok-olok dengan kesan yang tajam dan pedas, dalam kutipan tersebut penulis menggunakan kata ditendang yang memiliki arti sebuah gerakan kaki yang keras digerakkan untuk memindahkan bola. penulis ingin menyindir serta mengolok-olok keadaan dimana masyarakat umum lebih mementingkan calon lembaga legislatif yang berkampanye dengan menggunakan cara pintas menggunakan uang. Hal tersebut bukan hal yang baru di dalam pemerintahan Indonesia, bahkan sudah terkesan lumrah dan sudah biasa. Untuk itu, penulis ingin menekankan bahwa sistem demokrasi yang terjadi sudah sangat tidak sehat, masyarakat awam lebih terlena dengan uang-uang yang diberikan oleh para caleg dari pada mempertimbangkan visi misi dan gagasan serta kebijakan yang akan diusung yang sebenarnya lebih penting dari apapun. Data . AuBuat apa memberantas korupsi, jika bui sejati hanya untuk maling kelas teriAy Kutipan pada data . merupakan kutipan yang menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme untuk menyindir dengan keras keadaan negara Indoensia dengan kasus korupsi yang tidak berujung. Penulis menggambarkan bahwa kasus korupsi yang terjadi tidak akan mungkin diselesaikan apabila hukuman yang diberikan belum setimpal. Penulis menggunakan kata Aukelas teriAy yang memiliki arti sekelompok ikan yang berukuran kecil. Penulis menggunakan kata tersebut dengan maksud menyindir hukuman penjara yang selama ini menjadi salah satu bentuk hukuman para penjahat korupsi sebenarnya adalah untuk kasus korupsi tingkat rendah hanya untuk pencuri-pencuri biasa, sedangkan kasus korupsi tingkat tinggi disembunyikan dengan sebaik mungkin untuk kepentingan para petinggi. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Ironi Data . AuKarena presiden memang bukan raja. Istana bukanlah persanggahan keluargaAy Kutipan pada data . merupakan kutipan yang mengandung gaya bahasa pertentangan jenis ironi yaitu sebuah gaya bahasa dalam bentuk sindiran halus yang bertentangan dengan keadaan sesungguhnya. Pada kutipan di atas penulis menggunakan kata raja yang memiliki arti gelar untuk penguasa di kerajaan. Kata raja pada penyataan tersebut digunakan untuk menyindir halus keadaan istana dan pemerintahan sesungguhnya. Meskipun seorang presiden berbeda dengan raja seperti yang telah diungkapkan oleh penulis dalam kutipan tersebut, namun yang ditemui saat ini adalah kebalikannya, banyak ditemui kondisikondisi dimana keluarga dari pemimpin negara yang pada akhirnya diberikan peluang-peluang khusus untuk mengikuti jejak ayahnya di kursi pemerintahan. Data . AuJika yang tergores ada padamu, yang menggerang haruslah suarakuAy Kutipan pada data . merupakan kutipan yang dibuat dengan menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis ironi yaitu gaya bahasa sindiran yang mengandung makna diluar kenyataan yang ada. Penulis menggunakan gaya bahasa tersebut untuk menyindir pemerintahan Indonesia yang sering kali tutup mata dengan kasus-kasus yang ada disetiap Penulis menggunakan kata tergores yang sebenarnya memiliki arti luka terbuka yang terjadi dipermukaan kulit untuk menggambarkan konflik yang sedang terjadi, dan menggunakan kata menggerang yang memiliki arti merintih untuk menggambarkan kesakitan yang dirasakan secara keseluruhan penulis menggunakan kata-kata tersebut untuk menyindir dengan halus dan memberikan gambaran konflik yang sedang terjadi di Papua, pemberontakan yang pada akhirnya selalu memakan korban jiwa. Namun, pada akhirnya tindakan pemerintah masih belum mampu mengatasinya. Seharunya sebagai sebuah negara jika ada salah satu daerah yang sedang tidak baik-baik saja maka pemerintah yang seharusnya memiliki andil yang cukup besar untuk menghentikannya. Data . AuApa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk? Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya memperkaya diri dan sanak famili?Ay A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Data . kutipan pada data tersebut mengandung gaya bahasa pertentangan jenis ironi yaitu sebuah gaya bahasa sindiran yang menyatakan kejadian atau situasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Pada kutipan diatas pada kata ijazah bertumpuk merupakan bagian dari gaya Bertumpuk bersusun-susun mengumpulkan dengan banyak atau seseorang yang melakukan kegiatan dengan cara menumpuk barang. Penulis menggunakan kata bertumpuk untuk menyindir orang yang sudah bersekolah tinggi dan telah mendapatkan begitu banyak ijazah. Seharunya imu yang telah mereka dapatkan semasa pendidikan dapat digunakan secara bijak. Namun, pada kenyataanya, banyak ditemui oknum-oknum berpendidikan hanya mementingkan diri mereka sendiri. Data . AuBukankah melelahkan jika selalu ikut tren, apalagi hanya agar dianggap keren. Ay Data . terdapat gaya bahasa pertentangan jenis ironi pada kata tren dan keren. Kata tren dalam artian sesungguhnya adalah suatu fenomena yang populer dalam suatu jangka waktu yang tertentu. Kata tren pada kutipan tersebut digunakan untuk menunjukkan bahwa keadaan tersebut tidak selalu mendatangkan kebaikan apabila kita mengikutinya. Selanjutnya pada kata keren yang memiliki arti kata yang sering digunakan untuk menggambarkan barang atau suatu hal yang dianggap menakjubkan. Kata keren digunakan untuk menunjukkan bahwa semua yang dilakukan dengan mengikuti tren tidak baik apalagi hanya untuk terlihat menakjubkan dimata orang lain. Sinisme Data . AuKarena kita tak membayar seragam mereka, hanya untuk menegakkan hukum rimbaAy Data 21 terdapat gaya bahasa pertentangan jenis sinisme yaitu sebuah gaya bahasa berupa sindiran dengan bentuk kesangsian mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. Pada kalimat tak membayar seragam mereka. Kalimat tersebut dalam artian sesungguhnya adalah tidak membeli seragam untuk diberikan kepada para abdi negara. Namun, dalam kutipan ini kalimat tersebut merupakan kalimat yang memiliki tujuan untuk menggambarkan bahwa rakyat biasa membayar pajak kepada pemerintah. Umumnya hasil pajak akan digunakan untuk membayar gaji abdi negara. Kemudian, dilanjutkan dengan hanya untuk menegakkan hukum rimba. Kata hukum rimba dalam artian sesungguhnya adalah hukum yang dapat dibuat oleh siapa yang lebih kuat. Kata hukum rimba dalam kutipan ini adalah ungkapan untuk menggambarkan bahwa A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah masyarakat membayar pajak untuk mendapatkan fasilitas negara yang baik serta adil, termasuk ketika sebuah proses hukum sedang berlangsung para abdi negara harus adil dalam memutuskan sebuah perkara hukum, tidak berat sebelah dan menguntungkan bagi siapa yang lebih berkuasa. Data . AuJangan takut membela hak anda, keadilan bukan soal siapa tapi memang milik semuaAy Data 22 terdapat gaya bahasa pertentangan jenis sinisme yaitu sebuah gaya bahasa berupa sindiran dengan bentuk kesangsian mengandung ejekan terhadap keikhlasan dan ketulusan hati. yang terdapat pada kalimat keadilan bukan soal siapa tapi memang milik semua. Kata keadilan memiliki arti memberikan hak kepada yang berhak menerimanya. Kata keadilan dalam kutipan disini menggambarkan bahwa sesungguhnya keadilan adalah milik semua orang tanpa terkecuali, bukan hanya milik orang-orang tertentu terutama orang-orang yang memiliki kekuasaan. Penulis ingin menekankan kepada pembaca bahwa keadilan adalah hak milik semua warga negara tanpa terkecuali, maka dari itu jangan pernah untuk takut membela apa yang sudah menjadi hak diri sendiri. Klimaks Data . AuCita-cita pendiri negeri, melihat Indonesia jadi bangsa mandiri. Demokrasi dipilih sebagai kendaraan, untuk menggapai mimpi-mimpi kemerdekaan. Kita semua kini setara sebagai anak bangsa, partisipasi jadi prasyarat berikutnya. Perjalanan memang akan sangat panjang, cita-cita masih sejauh mata memandang, ambil inspirasi dari yang bervisi, mengabdi dalam karya dengan berdedikasi tinggiAy Data . kutipan pada data tersebut mengandung gaya bahasa pertentangan jenis klimaks yaitu sebuah gaya bahasa berupa susunan ungkapan yang semain lama semakin mendukung penekanan, dalam kutipan tersebut penulis menggunakan gaya pertentangan klimaks untuk menggambarkan harapan para pendiri bangsa terhadap kejayaan negara Indonesia. Hal ini dimulai dengan pembukaan yang sederhana yaitu Aucita-cita pendiri negeri, melihat Indonesia jadi bangsa mandiri. Demokrasi dipilih sebagai kendaraan, untuk menggapai mimpi-mimpi kemerdekaanAy penulis menggambarkan harapan-harapan untuk Indonesia kemudian ditekankan menggunakan cara demokrasi untuk mencapai mimpi-mimpi tersebut, hingga pada akhir kutipan penulis kembali menekankan dengan kalimat Aucita-cita masih sejauh mata memandang, ambil inspirasi dari yang bervisi, mengabdi dalam karya dengan berdedikasi tinggiAy selain A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah menggunakan sistem demokrasi untuk tercapainya bangsa yang mandiri, penulis juga menekankan bahwa pentingnya menciptakan sebuah karya yang berdedikasi tinggi untuk Data . AuMenjadi pejabat hari ini, mesti menyesuaikan diri dengan kondisi. Piawai memanfaatkan media sosial, sebagai alat aktual agar sosok dapat terus dijual. Tapi kerja sebenar-benarnya butuh bukti, menghasilkan karya yang memang teruji. Jika pemimpin mau menyerap aspirasi, tentu rakyat juga yang akan mengapresiasi. Karena jadi gaul saja tak mencukupi,kepemimpinan harus tahan banting dan presisiAy Kutipan pada data . mengandung gaya bahasa pertentangan jenis klimaks, penulis menggunakan gaya bahasa pertentangan tersebut dengan cara menggambarkan secara perlahan keadaan yang ada hingga kemudian semakin ditekankan disetiap baris kutipan hingga akhir. Penulis menggambarkan seorang pemimpin masa kini yang harus piawai dalam memanfaatkan sosial media. Bagian awal penulis menyampaikan bahawa Aumenjadi pejabat hari ini, mesti menyesuaikan diri dengan kondisi. Piawai memanfaatkan media sosial, sebagai alat aktual agar sosok dapat terus dijualAy sebagai pengantar dalam upaya membahas mengenai seorang pemimpin yang harus benarbenar mengikuti perkembangan zaman yang semakin canggih. Kemudian, gagasan tersebut diperkuat dengan baris-baris selanjutnya yaitu Aukarena jadi gaul saja tak mencukupi, kepemimpinan harus tahan banting dan presisiAypenulis kembali ingin menekankan bahwa selain piawai dalam mengelola sosial media, para pemimpin masa kini juga harus mengimbanginya dengan karakter yang kuat. Data . AuIndonesia masih percaya demokrasi, yang dipraktikan dengan berbagai variasi. Dari demokrasi terpimpin ala sukarno, hingga demokrasi Pancasila versi Soeharto. Rezim demi rezim silih berganti, presiden demi presiden mengucap sumpah dan janji. Tapi terus saja ada kisruh politik penuh kepentingan, juga korupsi yang tak berkesudahan. Masihkah demokrasi tetap berarti, bagi hidup rakyat sehari-hariAy Kutipan pada data . juga mengandung gaya bahasa pertentangan jenis klimaks, kutipan tersebut membahas mengenai keadaan sistem demokrasi yang ada di Indonesia, pada awal kutipan penulis menyampaikan bahwa AuIndonesia masih percaya demokrasi, yang dipraktikan A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah dengan berbagai variasiAy penulis menggambarkan masyarakat Indonesia masih senantiasa percaya dengan sistem demokrasi yang berlagsung dengan berbagai macam variasi mulai dari era Soekarno hingga saat ini. Kemudian, di baris-baris selanjutnya penulis mulai menekankan haruskah masyarakat senantiasa tetap mempercayai sistem demokrasi yang berjalan saat ini dengan mengungkapkan Autapi terus saja ada kisruh politik penuh kepentingan, juga korupsi yang tak berkesudahan. Masihkah demokrasi tetap berarti, bagi hidup rakyat sehari-hariAy penulis ingin membawa pembaca lebih jauh berfikir bahwa sistem demikrasi yang sudah berlangsung sekian dekade juga tidak luput dari berbagai macam kisruh persoalan politik yang penuh dengan kepentingan partai politik. Data . AuSetiap ide tentang pendidikan ditawarkan, lekas saja rasa cemas datang. Kurikulum baru hadir dengan gugatan, soal karakter dalam pendidikan. Kurikulum memang bukan kitab suci, justru harus bisa dievaluasi. Tapi zaman menuntut perubahan, yang tak sekedar tambal sulam kebijakan. Tantangan bukan hanya soal gagasan, melainkan keberhasilan Tak mungkin mengubah peserta didik, tanpa memperbaiki mutu pendidik. Saat begitu banyak pelajaran dijejalkan, sebenarnya terlalu sedikit pendidikan. Sebab sekolah harusnya membebaskan jiwa, bukan sekedar mencetak keras pekerja. Kutipan pada data . menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis klimaks. Penulis menggambarkan mengenai dunia pendidikan di Indonesia yang selalu mengalami gejolak diantaranya adanya pergantian kurikulum yang sering dilakukan oleh para menteri pendidikan. Pada baris awal penulis mengungkapkan bahwa AuAuSetiap ide tentang pendidikan ditawarkan, lekas saja rasa cemas datang. Kurikulum baru hadir dengan gugatan, soal karakter dalam pendidikan. Kurikulum memang bukan kitab suci, justru harus bisa dievaluasiAy Pada kalimat tersebut penulis ingin menggambarkan ide-ide pembaharuan pendidikan di Indonesia yang mestinya masih bisa terus Selain itu, penulis juga menyampaikan bahwa kurikulum merupakan sebuah hal yang patut dievaluasi demi memberi mutu pendidikan yang baik demi anak negeri. Gagasan ini kemudian semakin diperkuat dan ditekankan dengan kalimat selanjutnya yaitu Autanpa memperbaiki mutu pendidik. Saat begitu banyak pelajaran dijejalkan, sebenarnya terlalu sedikit pendidikan. Sebab sekolah harusnya membebaskan jiwa, bukan sekedar mencetak keras pekerjaAy penulis juga menekankan bahwa selain kurikulum yang bisa dievalusi juga pentingnya kualitas para pendidik yang perlu dipertimbangkan, karena pendidikan bukan hanya sekedar untuk menciptakan manusia-manusia dalam upaya untuk mencari kerja melainkan menciptakan generasi baru yang mempunyai karakter-karakter hebat dimasa yang akan datang. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah Antiklimaks Data . AuProklamasi harusnya tak berhenti sekedar deklarasi, sebab pekik merdeka bukanlah semata propaganda. Indonesia adalah kata kerja, mimpi-mimpi yang harus digubah jadi Tugas demi tugas menunggu di depan mata, kita semua yang harus Tak ada tempat untuk pesimisme, masa depan harus dijemput dengan Kita adalah anak panah yang harus meluncur, banyak sawah ladang yang mesti dicangkul. Tanah air adalah petak-petak yang harus diolah, tanah air adalah lautan yang harus dibelah. Keberanian menjadi panglima, keseriusan sebagai bendera, optimisme menjelma sepucuk doa. Semua harus kita yang mengerjakan, tak ada gunanya mengharap uluran tangan. Karena nasionalisme bukan slogan mati, tapi pengorbanan kolektif membela visiAy Kutipan pada data . menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis antiklimaks yaitu sebuah gaya bahasa yang dimulai dengan gagasan penting hingga ke gagasan yang lebih Penulis mengungkapkan pada awal kutipan gagasan yang sangat penting dengan menyatakan bahwa Auproklamasi harusnya tak berhenti sekedar deklarasi, sebab pekik merdeka bukanlah semata propagandaAy. Kata demokrasi merupakan kata kunci pada awal kutipan sebagai gagasan penting untuk menyampaikan bahwa kemerdekaan Indonesia tidak berhenti dan selesai hanya dengan adanya Kemudian baris-baris selanjutnya terdapat gagasan-gagasan yang lebih sederhana untuk mempekuat kutipan yaitu Autugas demi tugas menunggu di depan mata, kita semua yang harus Tak ada tempat untuk pesimisme, masa depan harus dijemput dengan antusiasme. Kita adalah anak panah yang harus meluncur, banyak sawah ladang yang mesti dicangkul. Tanah air adalah petak-petak yang harus diolah, tanah air adalah lautan yang harus dibelahAy penulis ingin menyadarkan masyarakat bahwa negara yang merdeka juga harus dibarengi dengan antusiasme anak bangsa dalam membangun negeri. Data . AuSebuah tanda republik celaka, tercermin pada laku penguasa. Senang memilih jalan mudah yang biasa, gentar mengubah kebiasaan lama. Pemimpin yang berubah menjadi pejabat, seketika malas untuk berbuat. Nyaman dalam aturan baku, meski sebenarnya Padahal kekuasaan bukan untuk digenggam, melainkan dipakai demi kemaslahatan yang tak sudi dipertaruhkan, tanda tidak adanya tujuan. Pemimpin harus mendobrak keadaan, bukan mengokohkan kemapananAy Kutipan pada data . merupakan kutipan yang menggunakan gaya bahasa pertentangan jenis antiklimaks, dimana penulis mengungkapkan gagasan penting di awal A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah kutipan kemudian diikuti dengan gagasan yang sederhana di baris-baris berikutnya. Awal baris dalam kutipan pada data tersebut penulis menggunakan gagasan yang sangat penting dengan menyatakan bahwa Ausebuah tanda republik celaka, tercermin pada laku penguasaAy menjelaskan bahwa tanda dari sebuah kehancuran negara dimulai dari pemimpin negara. Kemudian gagasan tersebut diikuti dengan gagasan penjelas yang lebih sederhana diantaranya adalah Aupemimpin yang berubah menjadi pejabat, seketika malas untuk berbuat. Nyaman dalam aturan baku, meski sebenarnya membelenggu. Padahal kekuasaan bukan untuk digenggam, melainkan dipakai demi kemaslahatan yang tak sudi dipertaruhkan, tanda tidak adanya tujuan. Pemimpin harus mendobrak keadaan, bukan mengokohkan kemapananAy bagian ini menjelaskan banyak pemimpin yang kemudian terlena akan kekuasaan sehingga tidak mampu membawa perubahan dan malah menghancurkan keadaan. Faktor Yang Memengaruhi Gaya Bahasa Pada Buku Catatan Najwa Faktor Waktu Salah satu faktor yang dapat mengaruhi gaya bahasa adalah waktu, peggunaan gaya bahasa pertentangan dalam buku Najwa juga dipengaruhi oleh waktu. Faktor waktu mampu menimbulkan perbedaan bahasa. Gaya bahasa yang digunakan oleh Najwa berkaitan erat dengan faktor waktu, dimana kutipan-kutipan yang terdapat pada buku Catatan Najwa berdasarkan refleksi yang diperoleh ketika siaran program Mata Najwa berlangsung. Saat siaran tersebut berlangsung. Najwa Shihab sering kali bertanya dengan menggunakan gaya bahasa yang tegas dan tidak jarang terkesan provokatif. Hal ini bertujuan untuk bermonolog secara intens dengan para narasumber yang diundang pada saat siaran berlangsung untuk membahas lebih mendalam mengenai isu-isu yang berkembang dalam Berikut merupakan faktor waktu yang Memengaruhi gaya bahasa yang terdapat pada buku Catatan Najwa. Faktor Situasi Faktor situasi juga menjadi salah satu faktor yang Memengaruhi penggunaan gaya bahasa pada buku Catatan Najwa. Karena, buku tersebut ditulis berdasarkan refleksi pada saat siaran program Mata Najwa berlangsung, maka tidak jarang bahasa yang digunakan di dalam buku juga mampu mencerminkan keadaan dan situasi ketika program tersebut berlangsung. Program Mata Najwa dikemas dalam balutan gelar wicana yang khas, yang berisi mengenai perbincangan isu-isu terkini seputar dunia politik, ekonomi, dan beragam persoalan A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah yang sedang berkembang di masyarakat. Sebagai seorang pembawa acara. Najwa Shihab selalu berusaha mengundang para narasumber yang ahli pada bidangnya. Bahkan, sebagain besar tokoh yang diundang merupakan tokoh yang populer di mata masyarakat. Sehingga pembicaraan yang dihasilkan tentunya akan menghasilkan gaya bahasa yang cukup khas karena berasal dari diskusi-diskusi yang bernilai tinggi langsung dari para tokohnya. Berikut merupakan faktor situasi yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa. Faktor Medium Pengungkapan Faktor medium pengungkapan juga berperan penting sebagai salah satu faktor yang Memengaruhi gaya bahasa yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam bukunya. Media yang digunakan oleh Najwa merupakan media tulis, meskipun kutipan tersebut berasal dari program yang dipandu oleh Najwa Shihab yaitu Catatan Najwa dengan menggunakan media lisan yakni diskusi dan wawancara. Namun, ketika menuangkannya dalam sebuah karya tulis, tentunya Najwa Shihab akan mempertimbangkan beberapa hal yang diperlukan dalam menulis sebuah Beberapa hal yang tentunya patut dipertimbangkan seorang Najwa Shihab sebagai penulis adalah kesadaran akan tanggung jawabnya dan kebebasannya ketika menyampaikan sebuah pendapat untuk dapat berekspresi melalui sebuah karya tulis yang tentunya akan dihargai oleh pembaca dan masyarakat terlebih apabila karya tersebut mampu menggerakkan Ketika kutipan-kutipan Najwa Shihab mempertimbangkan penggunaan bahasa yang akan ditulisnya meliputi berbagai macam aspek seperti kejujuran, keabsahan, sehingga kutipan-kutipan tersebut mampu menghasilkan kritik yang membangun bagi isu-isu yang sedang berlangsung di tengah-tengah masyarakat. Berikut faktor medium pengungkapan yang Memengaruhi gaya bahasa yang terdapat pada buku Catatan Najwa. Pembahasan Gaya Bahasa Pertentangan Pada Buku Catatan Najwa Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, gaya bahasa pertentangan yang ditemukan pada buku Catatan Najwa Shihab diantaranya adalah gaya bahasa pertentangan jenis hiperbola, gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme, gaya bahasa pertentangan jenis ironi, gaya bahasa pertentangan jenis klimaks, dan gaya bahasa pertentangan A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah jenis antiklimaks. Total keseluruhan bentuk gaya bahasa pertentangan yang ditemukan sebanyak 20 data. Jenis gaya bahasa pertentangan pertama yang ditemukan pada buku catatan Najwa adalah hiperbola sebanyak 6 data. Jenis gaya bahasa pertentangan yang ditemukan selanjutnya adalah gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme sebanyak 7 data. Terdapat beberapa bagian yang paling terlihat menggunakan gaya bahasa pertentangan dimasing-masing data tersebut. Berikutnya, jenis gaya bahasa pertentangan yang ditemukan pada buku Catatn Najwa adalah jenis ironi sebanyak 4 data, sinisme 2 data, jenis klimaks sebanyak 4 data. Jenis gaya bahasa pertentangan terakhir yang digunakan pada buku Catatan Najwa adalah antiklimaks sebanyak 2 data. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan tersebut, maka dapat dilihat bahwa penggunaan gaya bahasa pertentangan jenis sarkasme ditemukan lebih banyak daripada jenis gaya bahasa pertentangan lainnya. Hal ini tentunya didasarkan pada tujuan penulis yang ingin menyampaikan pemikirannya dengan cara menyindir pedas dan dengan kesan yang lebih kasar serta menohok agar mampu memberikan efek yang tidak biasa pada lawan bicara yang Sedangkan jenis gaya bahasa pertentangan yang jumlahnya paling sedikit adalah jenis ironi, gaya bahasa ini memang tidak sekasar jenis gaya bahasa pertentangan lainnya terutama jenis sarkasme, sehingga tidak ditemukan banyak jenis gaya bahasa ironi tersebut karena tidak terlalu mampu menimbulkan efek yang menohok kepada lawan bicaranya. Hasil penelitian tersebut sedikit berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Yadi . , yang meneliti tentang gaya bahasa pada Catatan Najwa di Trans 7 edisi bulan JuliAgustus 2019 yang menunjukkan bahwa gaya bahasa yang paling banyak ditemukan adalah gaya bahasa aliterasi sebanyak 16 data, diikuti oleh gaya bahasa metonimia sebanyak 11 data, asonansi sebanyak 10 data, hiperbola sebanyak 9 data dan sarkasme sebanyak 5 data. Kemudian, penelitian yang juga dilakukan oleh Siti Nurul Halimah dan Hilda Hilaliyah yang meneliti mengenai gaya bahasa sindiran pada buku Catatan Najwa yang menunjukkan bahwa jenis ironi ditemukan sebanyak 10 data, sinisme ditemukan sebanyak 22 data, sarkasme ditemukan sebanyak 8 data dan satire ditemukan sebanyak 5 data. Berdasarkan kedua penelitian terdahulu yang berkaitan dengan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa setiap penelitian memiliki hasil yang berbeda. Pada penelitian pertama, gaya bahasa yang paling banyak ditemukan adalah jenis gaya bahasa metonomia. Sedangkan, pada penelitian kedua jenis gaya bahasa yang banyak ditemukan adalah sinisme. Kemudian. A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah pada penelitian ini jenis gaya bahasa yang paling banyak ditemukan adalah gaya bahasa Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Gaya Bahasa Pada Buku Catatan Najwa Berdasarkan hasil penelitian, beberapa faktor yang mempngaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa juga ditemukan, diantaranya adalah faktor waktu, faktor tempat, dan faktor medium pengungkapan. Faktor waktu merupakan faktor yang mampu menimbulkan perbedaan bahasa terutama perbedaan pekerjaan dan lamanya pekerjaan tersebut ditekuni. Najwa merupakan seseorang yang dikenal masyarakat sebagai seorang jurnalis dan pembawa Selain itu Najwa juga dikenal sebagai seorang aktivis. Najwa memulai karir jurnalistiknya pada tahun 2000. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Najwa selalu memiliki gaya bahasa yang khas ketika memandu acara yang dibintanginya yaitu Mata Najwa, karir yang telah dilakoninya selama bertahun-tahun sebagai seorang jurnalis mampu membawanya pada titik dimana ia dapat berdiskusi dengan bahasa yang lugas dan tajam serta tidak jarang menohok kepada para tokoh yang diundangnya pada program Mata Najwa. Beberapa faktor waktu yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa adalah masa pemilu dan masa pembentukan kebijakan otonomi daerah. Faktor kedua yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Mata Najwa adalah faktor Kutipan-kutipan yang terdapat pada buku Catatan Najwa merupakan refleksi dari program Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab, tidak jarang buku tersebut juga mampu menggambarkan situasi yang terjadi mengenai pembahasan ketika sebuah isu dibahas dalam program tersebut. Program tersebut selalu membahas mengenai permasalahan-permasalahan terkini tentang dunia politik maupun ekonomi, narasumber yang dihadirkannya juga merupakan tokoh-tokoh yang ahli pada bidangnya. Sehingga, pembahasan pada saat siaran berlangsung menjadi hidup dengan narasi-narasi yang dilontarkan oleh Najwa dan para tokoh tersebut tentunya dengan gaya bahasa yang khas dari seorang Najwa Shihab. Beberapa faktor situasi yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa adalah kasus Century di Jakarta, distorsi pasar dan negara, kondisi istana di Jalan Merdeka Utara, situasi selama 1,5 tahun kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla, serta kasus korupsi di lembaga pemerintahan seperti MK. Faktor medium pengungkapan menjadi faktor terakhir yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa. Sebagai seorang jurnalis, tentunya bukan hal yang sulit bagi Najwa untuk menuangkan karyanya dalam bentuk karya tulis seperti buku, segala sesuatu yang A Meri Yulizar. Ulfa Rati. Intan Munawarah menjadi bahan pertimbangan bagi Najwa mengenai aturan penulisan buku tentunya juga sudah difikirkannya dengan baik. Penyampaian gagasan pada media lisan seperti yang dipandu Najwa pada program Mata Najwa akan berbeda dengan penyampaian gagasan melalui media tulis seperti buku. Meskipun kutipan di dalam buku mampu mencerminkan dan menggambarkan dengan lugas mengenai isu-isu yang dibahas, tentunya tidak sembarangan gaya bahasa juga dicantumkan Najwa di dalam buku tersebut dengan mempertimbangkan unsur informasi, edukasi, dan hiburan. Maka dari itu, medium pengungkapan juga berperan penting dalam Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa. Beberapa medium pengungkapan yang ditemukan pada buku Catatan Najwa adalah layar . , publikasi . , dan media sosial. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu untuk mendeskripsikan gaya bahasa pertentangan yang terdapat pada buku Catatan Najwa serta faktor-faktor yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa dapat disimpulkan bahwa gaya bahasa pertentangan yang ditemukan sebanyak 20 data, dengan jenis hiperbola sebanyak 6 data, jenis sarkasme sebanyak 7 data, janis ironi sebanyak 4 data, jenis sinisme 2 data, jenis klimaks sebanyak 4 data, dan jenis antiklimaks sebanyak 2 data. Selain itu, faktor-faktor yang Memengaruhi gaya bahasa pada buku Catatan Najwa ialah faktor waktu, faktor usia, dan faktor medium pengungkapan SARAN Berdasarkan dengan hasil penelitian serta analisis yang telah dilakukan, berikut adalah saran-saran yang akan peneliti ajukan. Pertama, penelitian ini diharapkan mampu membuat pembaca lebih mencerna dan memikirkan lebih dalam gaya bahasa pada buku Catatan Najwa sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Kedua, peneliti hanya menetapkan 1 objek penelitian yaitu buku Catatan Najwa yang diterbitkan pada tahun 2016. Sehingga, data yang diperoleh juga cukup terbatas, maka dari itu diharapkan agar penelitian yang akan datang memperoleh data yang lebih banyak serta lebihdapat menguatkan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA