Nurul Hidayati Dkk: Peningkatan Generasi QurAoani Melalui Pengadaan Sanggar Tahfidz. | 71 ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1. No. Juli Ae Desember 2022 ISSN: 2962-2646 . http://ejournal. id/index. php/abdina/index PENINGKATAN GENERASI QURAoANI MELALUI PENGADAAN SANGGAR TAHFIDZ DI DESA KADUARA TIMUR KECAMATAN PRAGAAN KABUPATEN SUMENEP Nurul Hidayati1. Luthfatul Qibtiyah2 Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien Prenduan hidayati@gmail. com, 2lutfatulqibtiyah@gmail. Abstract: The people in Kaduara Timur Pragaan Sumenep Village is a community that has good religious assets, this is evidenced by the existence of several activities carried out by the community such as holding tahlilan, maulidan, shalawatan and so on. This shows that religion in the village is quite good. In addition, the youth of the Al-Falah Mosque also play an active role in inviting other youth to always apply the values of Islamic teachings in individual or social life as an effort to spread Islam. High enthusiasm shown by elementary school children to come to the musholla or mosque to recite the Koran, but there is a lack of deepening of the Qur'an and tahfidz so that during the time waiting for the evening prayer the children only play so this service takes the initiative to carried out reforms and created a program AuIncreasing the Qur'anic Generation through the Procurement of Tahfidz StudiosAy. The program received a positive response and full support from the community and the village head to be held in mosques and prayer rooms. This service is carried out as a form of the Tri Dharma of higher education, namely doing community service, being part of meeting the needs of the community, in this case the service is carried out in the religious aspect. Keywords: Development. Qur'ani Generation. Sanggar Tahfidz Abstrak: Masyarakat Desa Kaduara Timur Pragaan Sumenep merupakan masyarakat yang memiliki aset keagamaan yang baik, hal tersebut terbukti dengan adanya beberapa kegiatan yang di lakukan oleh masyarakat seperti, di adakannya tahlilan, maulidan, shalawatan dan lain Hal tersebut menunjukkan bahwa keagamaan di desa tersebut tergolong baik. samping itu remaja Masjid Al-Falah juga berperan aktif mengajak remaja lainnya untuk selalu mengaplikasikan nilai ajaran Islam dalam kehidupan individual ataupun bermasyarakat sebagai upaya dalam mensyiarkan Islam. Semangat tinggi yang di tunjukkan oleh anak-anak sekolah dasar untuk datang ke musholla atau masjid untuk mengaji namun minimnya pendalaman tentang Al- QurAoan dan tahfidz sehingga di sela-sela waktu menunggu shalat isya anak-anak hanya bermain sehingga pengabdian ini ber inisiatif untuk melakukan perombakan dan membuat program Aupeningkatan Generasi QurAoani Melalui Pengadaan Sanggar TahfidzAy. Program tersebut mendapat respon positif dan dukungan penuh dari masyarakat dan kepala desa untuk di selenggarakan di masjid dan musholla. Pengabdian ini dilakukan sebagai bentuk Tri Dharma perguruan tinggi yaitu melakukan pengabdian kepada masyarakat, 72 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 menjadi bagian dari pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam hal ini pengabdian dilakukan dalam aspek keagamaan. Kata Kunci: Pengembangan. Generasi QurAoani. Sanggar Tahfidz. Pendahuluan Pendalaman ilmu agama pada masyarakat desa Kaduara Timur terbilang baik terbukti dengan banyaknya lembaga pendidikan baik formal maupun informal. Adanya remaja masjid yang aktif yang merupakan suatu komunitas remaja desa yang memiliki peran mengajak remaja lainnya untuk selalu mengaplikasikan nilai ajaran Islam dalam kehidupan individual ataupun bermasyarakat. Mengingat bahwa dalam jiwa pemuda memiliki rasa keingin tahuan yang tinggi serta mereka berada pada masa perkembangan emosional, sehingga di anggap perlu untuk melakukan penanaman moral sejak dini. Desa kaduara timur tidak banyak memiliki lembaga pendidikan setelah selsai sekolah dasar remaja di desa tersebut keluar dari desa untuk melanjutkan studi mereka. Di sisi lain banyaknya antusias anak-anak sekolah dasar yang datang mengaji ke masjid dan musholla namun di sela-sela waktu kosong menunggu shalat jamaah mereka hanya bermain-main sehingga dirasa kurangnya pendalaman Al- QurAoan. Hal lain yang melatar belakangi adalah tidak banyak di temukannya program tahfidz baik di sekolah formal maupun maupun non formal termasuk di masjid dan musholla di desa tersebut. Dengan demikian perlu adanya pengadaan sanggar tahfidz di musholla atau masjid1 untuk meningtkan religiusitas bagi anak-anak2. Pentingnya dibentuk program tahfidzul Al-QurAoan di lembaga non formal untuk menjadikan masjid ataupun mushola sebagai center kegiatan anak dan remaja sehingga mereka dapat mendekatkan diri kepada Al-Al-QurAoan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih santai dan dilakukan dengan ramah sesuai kondisi dan situasi yang memungkinkan bagi anak tersebut sehimgga sanggar tahfidz ini dapat mencetak generasi QurAoani yang ber akhlak mulia. Tujuan dibentuknya program Penanaman Moralitas Generasi Muda dan pendalaman Al-QurAoan diantaranya sebagai berikut3: Menanamkan nilai-nilai moral melalui kegiatan keagamaan dan mengoptimalkan potensi yang ada di masyarakat seperti anak-anak yang memiliki keinginan untuk memperbaiki bacaan Al-QurAoan bahkan untuk menghafalkan nya Meningkatkan nilai-nilai spiritual dikalangan remaja desa dan menjadikan masjid sebagai sentral kegiatan masyarakat Meningkatkan karakter spiritualis remaja melalui kegiatan keagaman melalui kajian yang di laksanakan. Desa Kaduara Timur memiliki empat dusun, yaitu dusun Pesisir Timur. Pesisir Barat. Panggulan, dan dusun Gunung. Secara geografis, dusun Pesisir terletak pada posisi ketinggian tanah dari permukaan laut 84 m, banyaknya curah hujan 2. 100 mm/t/a. dataran rendah, tinggi, pantai sangat rendah. Orbitrasi . arak dari pusat pemerintaha. yaitu jarak dari pusat pemerintahan. Secara administratif, dusun pesisir terletak di wilayah desa kaduara timur kecamatan pragaan kabupaten Sumenep dengan posisi dibatasi oleh wilayah dusun, selat, dan desa. Di sebelah utara berbatasan dengan dusun panggulan. Di sebelah Asmara As. Pengantar Studi, 1st ed. (Jakarta: Rajawali Press, 1. Maria Puspitasari. AuPemuda GKJ Purwokerto : Karakteristik Pemuda Pada Lingkungan Gereja Dalam Menjawab Masa Kini Dan Masa Depan,Ay Prosiding Seminar Nasional Dan Call For Papers, 2019. Yuni Agustina. AuMplementasi Program Tahfidz Al QurAoan Dalam Membentuk Kebiasaan Membaca Al QurAoan,Ay Skripsi Universita . Nurul Hidayati Dkk: Peningkatan Generasi QurAoani Melalui Pengadaan Sanggar Tahfidz. | 73 selatan berbatasn dengan selat Madura. Di sebelah barat berbatasan dengan desa kaduara Di sebelah timur berbatasan dengan desa sendang. Desa kaduara Timur termasuk desa yang memiliki antusiasme yang tinggi dalam hal keagamaan terbukti dengan di adakannya kegiatan rutin seperti khotmil quran setelah shalat isya, tahlil dan shalawatan setiap malam jumat. Kondisi masyarakat dampingan saat ini, masyarakat kaduara timur Pragaan Sumenep merupakan masyarakat dengan tradisi keagamaan yang cukup baik, terbukti dengan adanya shalawatan dan yasinan yang di selenggarakan setiap minggu oleh ibu-ibu PKK. Praktek tradisi keagamaan dilakukan secara kontinuitas salah satunya pelaksanaan maulid Nabi yang setiap keluarga melaksanakan perayaan Maulid Nabi tersebut dengan membacakan shalawat, mengundang para tetangga dengan berbagai hidangan yang telah disiapkan atau mengadakan pengajian-pengajian dan tahlil bersama Kondisi masyarakat kaduara timur termasuk desa yang aman berdasarkan pada pengamatan kepada warga sekitar terlihat minimnya kriminalitas di tengah masyarakat, dan banyaknya pemuda desa yang mengadakan ronda setiap malamnya menunjukkan stabilitas keamanan masyarakat tersebut. Kondisi ekonomi masyarakat Kaduara Timur tergolong pada tingkat kelas menengah ke atas. Mata pencaharian penduduk Kaduara Timur sangat beragam, tetapi didominasi oleh dua pekerjaan yaitu petani dan malen. Orang Kaduara Timur terkenal santun dan menjaga solidaritas sosial. Bisa dicerminkan dari kepribadian dan tutur sapa dan katanya saat bersua dengan orang luar bahkan orang asing sekalipun. Taraf pendidikan warga belajar di Kaduara Timur juga telah 98% telah mengenyam pendidikan formal dan Dari segi ekonomi fokus mata pencaharian desa kaduara timur ialah hasil laut dan di pertanian. Dari hasil laut beberapa masyrakat menjadikan beberapa olahan seperti kerupuk ikan dan rengginang Tingginya semangat dan kepedulian para orang tua terhadap pendidikan anak mereka sangat tinggi terbukti dengan upaya mencari sumber biaya pendidikan mereka dan banyaknya pemuda yang kuliah ke luar daerah. Para orang tua bekerja keras, baik dengan menjadi buruh, nelayan dan atau pergi merantau untuk membiayai pendidikan mereka diusia tersebut4. Kondisi yang diharapkan pada masyarakat Kaduara Timur kecamatan Pragaan Sumenep, setelah dilakukan pengabdian dalam bidang keagamaan, sebagai berikut. Terciptanya remaja Masjid yang mampu memberikan wasilah untuk remaja desa setempat dalam menanamkan moralitas. Terciptanya urgensi di era globalisasi kini, sehingga mereka menjadi penerus bangsa, dan para generasi muda yang siap mendakwahkan nilai-nilai Islam. Terciptanya para hafidz dan hafidzah Al-QurAoan yang memiliki budi pekerti yang baik Menjadikan mushola masjid dan sebagai pusat dari segala kegiatan yang ada di tengah masyarakat, dengan demikian akan tercipta masyarakat sejahtera. Pelaksanaan program sanggar tahfidz dilaksanakan setiap malam baAoda mghrib, setelah mereka mengaji kepada tutor masing-masing, mereka menyetorkan hafalan mereka tentang surat-surat Al-QurAoan juz 30 beserta doa-doa5. Langkah pertama yang di lakukan yaitu memberikan arahan kepada anak-anak mengenai surat yang akan di hafalkan seperti, surat ke 10, berapa jumlah ayat yang akan di hafalkan kemudian di baca bersam-sama secara ber ulang-ulang kemudia malam selanjutnya mulai untuk disetorkan kepada pengajar/tutor6. Mirza Maulana. AuAsset-Based Community Development : Strategi Pengembangan Masyarakat,Ay Empower: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 4, no. Asra Mijrajullaili. AuPengelolaan Program Tahfidz Dalam Peningkatan Minat Hafal QurAoan Di Muq Pagar Air Banda Aceh,Ay UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY DARUSSALAM-BANDA ACEH, 2019. Siti. Rohmah. AuImplementasi Program Tahfidz Al-QurAoan Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Di Mts Putri Al-Huda Malang,Ay UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG, 74 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Terdapat beberapa reward yang diberikan oleh pengelola sebagai bentuk apresiasi dan support system terhadap hafalan yang telah mereka hafalkan, hal tersebut di lakukan untuk meningkatkan semangat anak-anak dalam menghafal. Setelah anak-anak mampu menghafal pengajar akan mulai mengajarkan Al-QurAoan secara mendalam seperti pendalaman tentang tajwid dan qiroah yang baik. Keberlangsungan program ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat sekitar dan tenaga pengajar di lokasi pengabdian. Anggota pengabdian memfasilitasi anak-anak dengan buku-setoran hafalan yang bertujuan untuk mempermudah mereka untuk melanjutkan hafalan Setelah selesai setor hafalan anak-anak di ajarkan tentang doa sehari-hari. Tujuan di berikannya buku monitoring hafalan untuk keberlanjutan program dan pencatatan prestasi hafalan yang sudah di laksanakan oleh pengajar7. Peserta pengabdian yang sekaligus merupakan para pembimbing mereka mengadakan program ini yang diadakan tiga kali dalam seminggu untuk proses menghafal, dan sekali dalam satu minggu merupakan waktu untuk mereka memurojaAoah. Dan dua kali dalam seminggu merupakan penyampaian materi-materi tajwid, tahsinul qiraAoa serta pembinaan anak didik dengan penyampaian materi-materi Islam untuk membangun karakter spiritual dalam jiwa mereka. Kontinuitas program ini akan dilanjutkan oleh pengurus pengajian masjid. Adapaun tahapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Mengukur People Have dan People Need melalui Aset Pada bagian ini, pemenuhan kebutuhan yang belum terpenuhi sampai saat ini merupakan landasan dari program pengembangan masyarakat. Sehingga hal yang terlebih dahulu perlu dilakukan adalah pengukuran serta pemetakan kebutuhan. Mengukur people have dan people need melalui asset, maka sangat dibutuhkan seorang pemberdaya dalam menjalankan tanggung jawabnya dengan pergi menemui mereka, hidup Bersama mereka, mencintai mereka, mengenali kebutuhan mereka, dan memulai dari apa yang mereka Memetakan aset masyarakat Dalam memetakan aset masyarakat dampingan atau komunitas binaan, kami melakukannya dengan satu cara. Yaitu dengan melihat potensi non natural atau bersifat sosio-kultural. Dalam konsep Mc. Knight, aset bisa berupa individu dalam sebuah komunitas yang artinya diri mereka adalah aset. Dalam hal ini, kami menemukan potensi dasar spiritual remaja diperoleh di pembelajaran formal dan diperoleh dari lembaga pengajian yang diadakan di masjid-masjid tertentu. Lingkungan yang berada di wilayah masjid sangat potensial untuk dikembangkan. Dalam hal ini, kami menemukan potensi dasar, semangat anak-anak dalam mengaji dan menghafal Al-QurAoan. Skala Prioritas (Low Hanging Frui. Skala Prioritas adalah tindakan untuk menemukan manakah potensi yang paling mudah untuk direalisasikan dengan menggunakan potensi masyarakat itu sendiri tanpa ada bantuan dari pihak luar. Dalam hal ini memberikan kepercayaan dan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan skala prioritas sendiri. Setelah pilihan ditentukan oleh masyarakat, lalu kita menyusun agenda dan indikator yang bisa mensukseskan mimpi Setelah melakukan pemetaan aset, maka asset keagamaan yang menjadi perioritas dalam pengabdian ini, yaitu merawat potensi generasi muda melalui program sanggar Respon positif dari masyarakat sekitar mulai bermunculan, banyaknya anak-anak yang datang ke Mushola untuk mengikuti program sanggar tahfidz dan di dukung penuh oleh orang tua mereka. Dalam upaya mensukseskan program di Kaduara Timur tidak lepas dari Partisipasi dan pelibatan para pihak stakeholder dalam pengabdian ini yang dilakukan dengan berbagai Susan Rosmawati. AuImplementasi Program Tahfidz Al-QurAoan Di SMP Insan Cendekia Madani,Ay Skripsi UNIVERSITA . Nurul Hidayati Dkk: Peningkatan Generasi QurAoani Melalui Pengadaan Sanggar Tahfidz. | 75 tahap guna melibatkan kepala desa, stakeholder dan berbagai tokoh masyarakat yang ada di desa tersebut. Upaya melibatkan stake holder dilakukan sebagai berikut. Melakukan observasi kepada kepala desa untuk melihat dan memilih, memilah serta menentukan aset keagamaan yang ada di tengah masyarakat untuk di adakan dan di Melaksanakan musyawarahkan dengan Muallim sekaligus Imam Masjid Nurul Ikhlas, serta melakukan pendekatan kepada masyarakat secara face to face untuk menarik kesimpulan atas apa yang mereka rasakan tentang keagamaan masyarakat setempat. Melakukan pendekatan kepada peserta didik untuk menggugah semangat mereka menghafalkan Al-QurAoan, memperbaiki bacaannya, serta melakukan pendalaman kajian ilmu tajwid dan qiroah. Melibatkan masayarakat setempat untuk menjadi pendamping mereka mengayomi mereka dan mendidik mereka melalui pendidikan non formal dari masjid dan musholla. Keaktifan dan keterlibatan masyarakat dalam mendukung program yang telah dirancang oleh pengabdian hal tersebut terbukti dengan didukungnya berbagai kegiatan yang ada di musholla setempat serta peran orang tua dalam mengajak, mengantarkan anak-anaknya untuk ikut serta mengikuti program-program yang telah direncanakan tersebut. Gambar 1 ketika melakukan musyawarah bersama aparat desa di event santunan anak yatim Kajian Teori Program merupakan suatu unit atau kesatuan kegiatan, maka program merupakan sebuah sistem, yaitu rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan. Pelaksanaan program selalu terjadi didalam sebuah organisasi yang artinya harus melibatkan sekelompok orang. Program yang telah ditentukan pada pengabdian ini, melibatkan sekelompok masyarakat Desa Pragaan Daya, para tutor atau guru, dan pihak pengelola Musholla. Adapun hifdz atau Tahfidz merupakan kegiatan menghafalkan sedikit demi sedikit ayat-ayat al-QurAoan yang telah dibaca berulang-ulang bin-nazhar tersebut. Misalnya menghafal satu baris, beberapa kalimat, atau sepotong ayat pendek sampai tidak ada Setelah satu baris atau beberapa kalimat tersebut sudah dapat dihafal dengan baik, lalu ditambah dengan merangkaikan baris atau kalimat berikutnya sampai sempurna. Evaluasi tersebut dilakukan dengan tujuan sebagai berikut8: Mengetahui tingkat ketercapaian tujuan pelaksanaan program Tahfidz. Mengetahui peningkatan dan perkembangan kemampuan mahasiswa setelah mengikuti program Tahfidz. Mengetahui kesulitan atau kendala mahasiswa dalam pelaksanaan program Tahfidz. Rohmah. AuImplementasi Program Tahfidz Al-QurAoan Dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Di Mts Putri Al-Huda Malang. Ay 76 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 Hasil dan Pembahasan Diskusi Data Secara prinsip Asset Based Community Development (ABCD) merupakan pendekatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan melaui pemberdayaan komunitas yaitu pencarian aset yang berangkat dari kekuatan komunitas. ABCD berangkat dari aset atau kekuatan yang ada dalam komunitas tersebut untuk pemberdayaannya9. Dalam pemetaan sebuah asset dilakukan pemetaan sebagaimana berikut. Pertama, aset sosial, masyarakat, dengan mendata kelompok, organisasi untuk mengetahui secara nyata aset yang dimiliki oleh mereka. kedua keahlian individual dan bakat, dengan mendata keahlian mereka agar dapat menggali potensi yang ada. Ketiga aset institusi, mendata pelayanan umum baik dari pemerintahan dan swasta yang berada di sekitar mereka. Keempat aset fisik, dengan melihat peta masyarakat, alam dan keadaan masyarakat. Kelima analisa ekonomi, masyarakat dianalisis dengan menggunakan diagram pemasukan dan pengeluaran. Keenam aset keagamaan. Berdasarakan pada pemetaan aset sesuai dengan pendekatan ABCD tersebut, maka dianggap sangat penting kiranya untuk mengadakan program sanggar tahfidz karena melalui program tahfidz juga dapat memicu pembiasaan membaca Al-QurAoan seseorang, sebagaimana sebuah penelitian menunjukkan bahwa terciptanya sebuah pembiasaan membaca Al-QurAoan dapat dilakukan melalui program menghafal Al-QurAoan. Hal tersebut dilakukan pada program pengabdian ini, sebagaimana kegiatan yang biasa berjalan, mereka tidak boleh meletakkan Al-QurAoan mereka setelah mengaji baAoda maghrib, melainkan mereka harus membacanya Kegiatan tersebut kurang efektif dengan demikian pengabdian ini, melakukan setoran hafalan untuk pembiasaan mengaji, upaya ini, berjalan sesuai harapan disebabkan oleh motivasi mereka cukup tinggi untuk menghafalkan dan menyetorkan hafalannya. Program sanggar tahfidz berjalan sesuai harapan, para masyarakat dan orang tua, guru sebagai support system yang baik. Pada dasarnya program program tahfidz dapat menciptakan kemandirian dalam belajar peserta didik. Mereka melakukan kegiatan tersebut, dengan senang gembira. Gambar 2. Suasana ketika anak-anak sedang setoran hafalan. and Cepi Syafrudin Arikunto. Suharsimi. Evaluasi Program Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2. Nurul Hidayati Dkk: Peningkatan Generasi QurAoani Melalui Pengadaan Sanggar Tahfidz. | 77 Gambar 3 Pemberian buku monitoring hafalan Selanjutnya para tutor memotivasi peserta didik dengan melakukan evalusi, melalui buku prestasi peserta didik, hal tersebut dilakukan untuk mengevaluasi ketercapaian mereka dalam menghafal. Evaluasi perlu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dalam mencapai tujuan program tahfidz tersebut. Sebuah program yang memiliki tujuan, memerlukan sebuah evaluasi. Setelah dilakukan evalusi mereka diberikan hadiah atau reward atas prestasi hafalan yang telah dicapainya. Untuk lebih memperkuat daya ingat santri pengabdian juga melakukan beberpa trik seperti menyusun puzzle juz Amma, langkah ini di lakukan sebagai selingan . ce Breakin. agar anak-anak tidak merasa bosan saat menghafal. Gambar 4 kegiatan saat menyusun puzzle juz Amma Follow Up Sebagai follow up dari program pengabdian kepada masyarakat ini, maka program ini dilakukan bekerja sama dengan pihak pengelola mushola, masjid dan masyarakat sekitar sebagai guru atau tutor dalam program ini. Sebagai bentuk follow up dari program ini disediakan berbagai fasilitas untuk keberlanjutan program, seperti buku tabel prestasi hafalan Pihak pelaku pengabdian ini, membuka komunikasi kepada pihak pengelola program berkelanjutan dan selalu siap untuk melakukan koordinasi dan mengevaluasi program Kesimpulan Dan Saran Berdasarkan uraian yang telah disampaikan dalam laporan pengabdian kepada masyarakat ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui program sanggar tahfidz Program tersebut mendapat dukungan penuh dari bapak kepala desa, perangkat desa dan masyarakat sekitar serta pengelola mushola dan masjid. Peserta didik memiliki semangat yang tinggi dalam mengikuti program tersebut dan 78 | ABDINA: Jurnal Sosial Dan Pengabdian Kepada Masyarakat | Vol. 1 No. 2, 2022 berbagai dukungan dari orang tua Sarana pembelajaran telah disiapkan untuk program berkelanjutan yang akan diteruskan pengelolaannya oleh pengelola mushola. Rekomendasi Rekomendasi disampaikan kepada beberapa pihak, sebagaimana berikut. Rekomendasi kepala Bapak Kepala Desa Kaduara Timur Kecamatan Pragan Kabupaten Sumenep, agar menjaga stabilitas berjalannya program ini. Para wali peserta didik hendaknya memberikan dukungan penuh, mendampingi putraputrinya untuk melakukan pendalaman Al-QurAoan serta menghafalkannya. Kepada pengabdian berikutnya hendaknya meningkatkan pengabdian ini dalam aspekaspek yang lainnya, seperti sosial, pendidikan maupun ekonomi Daftar Pustaka