Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INGGRIS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 LUBUKLINGGAU Emi Herawati1. Supriyanto2. Sulistiyono3 Universitas PGRI Silampari. Lubuklinggau. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 24 Mei 2025 Revised: 17 Juni 2025 Available online: 13 Juli 2025 Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning (PBL) dan mengetahui kelayakan, serta pengaruhnya terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 8 Lubuklinggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang melibatkan validasi oleh ahli materi, media, dan bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa bahan ajar termasuk dalam kategori sangat baik dari aspek materi skor 48, baik dari aspek media skor 33, dan sangat baik dari aspek bahasa skor 39. Bahan ajar hasil pengembangan dapat meningkatkan minat belajar siswa dilihat dari hasi angket diperoleh hasil sebelum mengikuti pembelajaran sebesar 67,93% . ategori tingg. menjadi 84,32% . ategori sangat tingg. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap pembelajaran karena materi disajikan dalam bentuk permasalahan nyata yang relevan dengan kehidupan mereka. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, dengan skor rata-rata pre-test sebesar 7,46 dan post-test sebesar 10,84 serta standar gain sebesar 0,65 . ategori sedan. Selain peningkatan nilai, juga terjadi perkembangan pada kemampuan membaca, menyusun kalimat, dan menulis teks sederhana. Dengan demikian, bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan minat serta hasil belajar siswa. Pendekatan PBL mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, menumbuhkan motivasi intrinsik, dan meningkatkan penguasaan materi secara bermakna. KEYWORDS Bahan Ajar. Problem Based Learning. Bahasa Inggris. Minat Belajar. Hasil Belajar CORRESPONDENCE E-mail: 48@gmail. INTRODUCTION Perkembangan zaman yang semakin pesat, terutama dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi, membawa pengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dunia Pendidikan di era abad ke-21 menuntut adanya pembaruan dalam sistem pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan konten, tetapi juga pada pengembangan kompetensi peserta didik dalam berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Oleh karena itu, pembelajaran yang efektif tidak lagi hanya mengandalkan metode ceramah satu arah, melainkan perlu dirancang dengan pendekatan-pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar (Istanti dkk, 2. Pembelajaran Bahasa Inggris menjadi sangat penting mengingat perannya sebagai bahasa internasional yang digunakan dalam komunikasi global, dunia Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau akademik, teknologi, dan ekonomi. Kemampuan berbahasa Inggris yang baik akan memberikan keuntungan kompetitif bagi peserta didik di masa depan. Oleh karena itu, pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus dirancang secara menyeluruh dan inovatif agar mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa (Ratminingsih, 2. Bahasa Inggris merupakan salah satu mata pelajaran yang sangat penting dalam dunia pendidikan di Indonesia, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebagai bahasa internasional. Bahasa Inggris menjadi alat komunikasi global dan jendela utama dalam mengakses informasi, ilmu pengetahuan, serta teknologi. Oleh karena itu, penguasaan Bahasa Inggris sejak dini sangat diperlukan guna mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing secara global. Dalam Kurikulum Merdeka maupun kurikulum sebelumnya, pembelajaran Bahasa Inggris diarahkan tidak hanya untuk mengembangkan kemampuan linguistik siswa, tetapi juga menumbuhkan sikap positif terhadap pembelajaran bahasa asing dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam Bahasa Inggris tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi antarbangsa, tetapi juga menjadi kunci akses terhadap berbagai informasi dan pengetahuan yang bersumber dari dunia Oleh karena itu, kemampuan berbahasa Inggris yang baik menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, termasuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP merupakan tahapan awal yang sangat strategis untuk membangun dasar-dasar kemampuan berbahasa yang mencakup empat keterampilan utama, yaitu menyimak . , berbicara . , membaca . , dan menulis . (Yuliantika, 2. Namun, dalam praktik pembelajaran di lapangan, berbagai kendala masih ditemukan, terutama menyangkut rendahnya minat siswa dalam mengikuti pembelajaran Bahasa Inggris dan kurang optimalnya hasil belajar yang dicapai. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi para pendidik dan pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Berdasarkan hasil observasi awal di SMP Negeri 8 Lubuklinggau, ditemukan bahwa pembelajaran Bahasa Inggris masih bersifat konvensional, di mana guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan pemberian tugas secara individual. Bahan ajar yang digunakan pun umumnya bersumber dari buku teks standar yang cenderung bersifat teoritis, kurang menarik, dan tidak kontekstual dengan kehidupan siswa seharihari. Hal ini mengakibatkan kurangnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran serta rendahnya Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau motivasi belajar mereka. Siswa cenderung menganggap Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran yang sulit dan membosankan, sehingga berpengaruh pada pencapaian hasil belajar yang tidak optimal. Permasalahan rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam Bahasa Inggris juga diperkuat oleh berbagai studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran yang tidak variatif dan bahan ajar yang kurang relevan dengan konteks kehidupan siswa menjadi faktor utama rendahnya keterlibatan siswa dalam proses belajar (Ariastuti, 2. Dalam konteks ini, dibutuhkan suatu pendekatan pembelajaran yang mampu mengubah paradigma belajar siswa dari pasif menjadi aktif, dari penerima informasi menjadi pencari dan pengolah informasi, serta dari objek pembelajaran menjadi subjek pembelajaran yang berdaya (Waziana dkk, 2. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu inovasi dalam pengembangan bahan ajar yang mampu memfasilitasi pembelajaran aktif, kontekstual, dan Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah Problem Based Learning (PBL). Pendekatan PBL merupakan model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif yang dihadapkan pada permasalahan nyata dan menantang, dengan model Problem Based Learning (PBL), siswa didorong untuk bekerja sama dalam kelompok, mengidentifikasi masalah, mencari informasi, mengajukan solusi, dan mempresentasikan hasilnya (Triyanti & Sulistiyono, 2. PBL tidak hanya membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab (Risandy dkk, 2. Pengembangan bahan ajar bahasa inggris berbasis Problem Based Learning diyakini dapat meningkatkan minat belajar siswa karena menyajikan konten yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, keterlibatan siswa dalam proses identifikasi masalah, pencarian solusi, dan presentasi hasil dapat meningkatkan keaktifan dan rasa percaya diri mereka dalam menggunakan Bahasa Inggris secara komunikatif. Dengan demikian, bahan ajar yang dikembangkan tidak hanya berfungsi sebagai sumber belajar, tetapi juga sebagai alat untuk mendorong pengembangan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning yang layak, praktis, dan efektif digunakan dalam proses pembelajaran. Fokus penelitian diarahkan pada peningkatan minat dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 8 Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Lubuklinggau, yang selama ini menunjukkan kecenderungan rendah dalam partisipasi dan capaian pembelajaran Bahasa Inggris. Diharapkan, pengembangan bahan ajar ini dapat menjadi solusi inovatif dalam mengatasi permasalahan yang ada serta menjadi kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP. Melalui pengembangan ini, diharapkan proses pembelajaran dapat menjadi lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa, sehingga mendorong mereka untuk belajar secara mandiri, kreatif, dan kritis. Dengan demikian, pengembangan bahan ajar ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan aspek kognitif siswa, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan abad 21 yang dibutuhkan di masa depan. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memiliki urgensi dari sisi akademik, tetapi juga relevansi praktis dalam upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran berbasis siswa, berpihak pada kebutuhan peserta didik, dan berorientasi pada pembentukan kompetensi abad 21. RESEARCH METHOD Penelitian ini menggunakan rancangan dan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development atau R & D) atau termasuk dalam penelitian pengembangan. Pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning (PBL) ini, mengacu pada model pengembangan 4-D . our D mode. yang dikemukakan oleh Winarni . Berikut prosedur pengembangan yang mengacu kepada langkah model pengembangan 4-D yang terdiri 4 tahap yaitu. Define . Design . Devolep . , dan Dessiminate . Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar validasi ahli media, ahli bahasa dan ahli materi, untuk mengetahui peningkatan minat belajar menggunakan angket dan untuk mengetahui hasil belajar menggunakan soal pretest-posttes. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan konversi skala lima hasil validasi yang dilakukan oleh ahli terhadap bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning. Tabel 1. Konversi Skor Aktual Menjadi Nilai Skala 5 Rentang skor . X > I 1,80 Sbi I 0,60 SBi < X O I 1,80 Sbi I Ae 0,60 SBi < X O I 0,60 Sbi I Ae 1,80 SBi < X O I Ae 0,60 Sbi Nilai Kategori Sangat Baik Baik Cukup Kurang Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau X O I Ae 1,80 Sbi Sangat Kurang (Widoyoko, 2. Untuk mengetahui minat belajar siswa peneliti menggunakan angket minat sebelum dan sesudah belajar menggunakan bahan ajar yang dikembangkan oleh peneliti. Berikut merupakan untuk mengetahui persentase siswa dari data angket yang diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Nilai Persentase = Teknik analisis data hasil belajar peneliti memberikan soal tes pre-test dan post-test kepada siswa yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kela VII SMP Negeri 8 Lubuklinggau. Peningkatan hasil belajar siswa dianalisis melalui nilai Standard Gain (Taufik. Nilai Standard Gain yang diperoleh dari hasil perhitungan kemudian diinterpretasikan sesuai dengan Tabel 2. Tabel 2. Nilai Standard Gain Nilai Klasifikasi g Ou 0,7 Tinggi 0,7 > g Ou 0,3 Sedang 0,3 > g Rendah (Taufik, 2. RESULTS AND DISCUSSION Hasil validasi bahan ajar bahasa inggris berbasis Problem Based Learning (PBL) yang bertujuan untuk menyempurnakan bahan ajar hasil pengembangan yang telah dibuat oleh peneliti dari aspek materi, media dan bahasa. Hasil dari validasi ini para ahli menggunakan lembar validasi untuk memberikan penilaian dan memberikan saran serta masukkan terhadap bahan ajar bahasa inggris berbasis Problem Based Learning yang telah dikembangkan. Berikut merupakan hasil penilaian dari ahli materi, media dan ahli bahasa yang dapat dilihap pada table 3 berikut ini. Tabel 3. Hasil Validasi Ahli Materi Rentang skor . Nilai Kategori Sangat Baik X > 47,6 39,2 < X O 47,6 Baik Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau 30,8 < X O 39,2 Cukup 22,4 < X O 30,8 Kurang Sangat Kurang X O 22,4 Hasil penilaian validasi oleh ahli materi diperoleh skor sebesar 48. Nilai tersebut dikonversikan dengan tingkat pencapaian pada rentang X > 47,6 maka dapat dikategorikan Sangat Baik. Sehingga bahan ajar bahasa inggris berbasis problem based learning dapat dikatakan layak untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Tetapi meskipun bahan ajar sudah layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran ada masukan dari ahli materi yang menyarankan bahwa konten bahan ajar telah sesuai dengan capaian pembalajaran dalam Kurikulum Merdeka dan dapat mendorong kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, disarankan agar tujuan pembelajaran lebih dirinci dan beberapa aktivitas disesuaikan agar lebih realistis serta kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Tabel 4. Hasil Validasi Ahli Media Rentang skor . Nilai Kategori Sangat Baik X > 34 28 < X O 34 Baik 22 < X O 34 Cukup 16 < X O 22 Kurang Sangat Kurang X O 16 Hasil penilaian oleh ahli media diperoleh skor sebesar 33. Hasil perhitungan tersebut setelah dikonversi termasuk dalam rentang 28 < X O 34 maka dapat dikategorikan baik. Sehingga bahan ajar bahasa inggris berbasis problem based learning dapat dikatakan sangat baik dan dapat dikatakan layak digunakan untuk pembelajaran dikelas. Ahli media memberikan masukan berupa perbaikan pada desain visual modul agar tampak lebih menarik dan memudahkan navigasi. Hal ini mencakup penggunaan warna yang lebih konsisten, penyesuaian tata letak, serta pemilihan gambar yang relevan dan tidak terlalu padat. Tabel 5. Hasil Validasi Ahli Bahasa Rentang skor . Nilai Kategori Sangat Baik 30,8 < X O 37,4 Baik 24,2 < X O 30,8 Cukup 17,6 < X O 24,2 Kurang Sangat Kurang X O 17,6 Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Hasil penilaian oleh ahli materi diperoleh skor sebesar 39. Nilai tersebut setelah dikonversikan dengan tingkat pencapaian pada rentang X > 37,4 maka dapat dikategorikan sangat baik. Masukan dari ahli bahasa menyoroti pentingnya penggunaan Bahasa Inggris yang sesuai dengan tingkat kemampuan siswa kelas VII. Beberapa bagian dalam modul direvisi agar struktur kalimatnya lebih sederhana, kosakata yang digunakan lebih familiar, serta instruksi kegiatan lebih jelas dan Selain itu, peneliti juga menambahkan glosarium untuk membantu pemahaman kosakata baru. Minat belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam konteks penelitian ini, penerapan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning (PBL) memberikan pengaruh positif terhadap minat belajar Hal ini terlihat dari peningkatan antusiasme siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Angket minat belajar siswa digunakan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa sebelum dan setelah menggunakan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning. Untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa menggunakan perhitungan persentase. Berikut merupakan ringkasan hasil peningkatan minat belajar siswa berdasarkan nila persentase dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini: Tabel 6. Hasil Analisis Peningkatan Minat Belajar Siswa Skor Minat Awal Skor Minat Akhir Skor Skor Min Max Persentase Min Max Persentase 69,82 67,93% 80,47 84,32% Berdasarkan hasil penilaian angket minat sebelum menggunakan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning memperoleh skor dengan persentase 67,93% termasuk dalam kategori tinggi. Kemudian untuk hasil analisis minat belajar siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning diperoleh hasil sebesar 84,32% dapat dikategorikan sangat tinggi. Hal tersebut menunjukkan bahwa minat belajar siswa setelah menggunakan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning hasil pengembangan meningkat. Siswa menjadi lebih aktif dalam mengikuti kegiatan belajar, terutama karena materi disajikan dalam bentuk masalah nyata yang dekat dengan kehidupan mereka. PBL menempatkan siswa sebagai subjek yang aktif mencari solusi, bukan sekadar penerima informasi. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Proses pencarian informasi, diskusi kelompok, serta presentasi hasil pemecahan masalah membuat siswa merasa tertantang dan tertarik untuk terlibat secara mendalam dalam pembelajaran. Selain itu, kehadiran skenario dan konteks permasalahan yang bervariasi mendorong rasa ingin tahu siswa. Mereka tidak hanya belajar memahami materi Bahasa Inggris secara teoritis, tetapi juga menggunakannya dalam konteks yang relevan. Hal ini menumbuhkan motivasi intrinsik, karena siswa merasa bahwa apa yang mereka pelajari memiliki manfaat langsung dan aplikatif. Angket minat belajar yang dibagikan kepada siswa menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebagian besar siswa menyatakan bahwa pembelajaran dengan menggunakan bahan ajar berbasis PBL lebih menyenangkan, interaktif, dan membuat mereka lebih semangat mengikuti pelajaran. Hasil belajar merupakan indikator utama dalam menilai keberhasilan suatu proses Dalam penelitian ini, untuk mengetahui efektivitas bahan ajar bahasa inggris berbasis PBL terhadap hasil belajar siswa, dilakukan pre-test sebelum penggunaan bahan ajar dan post-test setelah pembelajaran. Hasil perhitungan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 7. Hasil Analisis Peningkatan Hasil Belajar Siswa Skor pre-test Skor post-test Standar Min Max Rerata Min Max Rerata Gain 7,46 10,84 0,65 Berdasarkan hasil analisis hasil belajar siswa menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada nilai rata-rata siswa sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar, nilai standar gain berada pada kategori sedang, dengan sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami struktur teks dan kosakata Bahasa Inggris. Namun, setelah proses pembelajaran menggunakan bahan ajar berbasis PBL, nilai rata-rata siswa meningkat ke kategori baik. Selain peningkatan nilai, terdapat juga peningkatan pada aspek keterampilan berbahasa, seperti kemampuan membaca pemahaman, menyusun kalimat, dan menulis teks sederhana. Aktivitas dalam bahan ajar yang mendorong diskusi, kerja kelompok, dan presentasi turut memperkuat penguasaan materi Bahasa Inggris secara lebih menyeluruh. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning berkontribusi positif dan signifikan terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 8 Lubuklinggau Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa hasil validasi produk dari aspek materi memperoleh skor sebesar 48 yang termasuk dalam kategori sangat baik. Dari aspek media, bahan ajar memperoleh skor 33 yang termasuk dalam kategori baik dan dari aspek bahasa, bahan ajar memperoleh skor 39 dan termasuk kategori sangat baik. Untuk minat belajar siswa, hasil angket menunjukkan adanya peningkatan signifikan. Sebelum penggunaan bahan ajar PBL, minat belajar siswa berada pada persentase 67,93% . ategori tingg. , sedangkan setelah pembelajaran dengan PBL meningkat menjadi 84,32% . ategori sangat tingg. PBL berhasil menumbuhkan antusiasme, rasa ingin tahu, dan motivasi intrinsik siswa melalui penyajian materi berbasis permasalahan nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari kemudian hasil belajar, terdapat peningkatan skor rata-rata dari pre-test ke post-test, dengan nilai standar gain sebesar 0,65 yang termasuk kategori sedang. Secara keseluruhan, pengembangan bahan ajar Bahasa Inggris berbasis Problem Based Learning memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap peningkatan minat dan hasil belajar siswa. Dengan demikian, bahan ajar ini dinyatakan layak untuk digunakan sebagai salah satu sumber belajar dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat SMP. REFERENCES