Silvya Mery Anggrainy. Nanu Hasanuh / Pengaruh Interest Rate Risk Dan Inflation Risk Terhadap Stock Price PENGARUH INTEREST RATE RISK DAN INFLATION RISK TERHADAP STOCK PRICE Silvya Mery Anggrainy1* Universitas Singaperbangsa Karawang 1710631030160@student. Nanu Hasanuh2 Universitas Singaperbangsa Karawang nanu_has@yahoo. ABSTRAK Alasan dilakukannya penelitian ini untuk membuktikan apakah interest rate risk berpengaruh terdap stock price, inflation risk berpengaruh terhadap stock price, dan interest rate risk dan inflation risk memiliki pengaruh terhadap stock price. Penelitian ini juga dapat dimanfaatkan oleh para investor dalam pengambilan kepu-tusan investasi. Populasinya adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, selama periode 2018 hingga 2020, sehingga terdapat sebanyak 35 data. Jenisiidata yangiidigunakan ialahiidata Variable independennya adalah interest rate risk (X. dan inflation risk (X. Sedangkan untuk variable dependentnya adalah stock price (Y) . Daniiteknik analisisiidata yang digunakan yakni analisisiiregresi berganda. Hasil dari uji T menunjukkaninterest rate risk memiliki nilai sig. 089 dan nilai T hitung sebesar 1. 751, maka interest rate risk secara parsial tidak berpengaruh secara positif terhadap stock price. Dan diketahui inflation risk memiliki nilai sig. 782 dan nilai T hitung sebesar 280, maka secara parsial inflation risk tidak ber-pengaruh positif terhadap stock price. Selanjutnya hasil dari uji F, diketahui variabel interest rate risk dan inflation risk memiliki nilai Sig. sedangkan F hitung sebesar 2. 620 maka dapat disimpulkan bahwa interest rate risk dan inflation risk secara bersamaan tidak berpengaruh positif terhadap stock price. Kata Kunci : Interest rate risk. Inflation risk, dan Stock price PENDAHULUAN Kegiatan investasi sudah bukan hal yang tabu lagi di era yang sudah super modern ini. Investasi sendiri merupakan sarana untuk meningkatkan kemampuan mengakumulasi dan memelihara kekayaan. Sederhananya investasi itu komitmen untukiimenanamkaniisejumlah dana pada masa kini, dengan tujuan mendapat keuntungan yang besar di masa depan. Orang investor (Annisa & Darmawan, 2. Biasanya investasi dilakukan pada asset riil dan juga pada asset financial. Investasi asset riil contohnya, pembelian emas, bangunan, tanah, dan investasi sejumlah dana dalam asset finansial contohnya seperti membeli deposito, obligasi dan saham. Pilihan untuk berinvestasi dapat dilakukan Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 melalui capital market . apital marke. Pembangunan ekonomi tidak lepas dari perbankan, perihal ini disebabkan bank selaku lembaga perantara yang menghimpun serta mendistribusikan dana masyarakat dengan efisien dan efektif. Bank ada-lah lembaga keuangan, tempat untuk perusahaan, lembaga pemerintah dan swasta serta individu untuk menyimpan dana. Melalui berbagai kegiatan dan layanan yang ditawarkan, perbankan telah penyederhanaan mekanisme sistem pembayaran di berbagai sektor perekonomian (Noviana, 2. , pada kegiatan operasionalnya sendiri Silvya Mery Anggrainy. Nanu Hasanuh / Pengaruh Interest Rate Risk Dan Inflation Risk Terhadap Stock Price kepadaiimasyarakat lain yang membutuhkan dana dalam bentuk kredit . Perbankan juga memiliki manfaat sebagai model investasi dan dalam hal investasi pasti tidak jauh dari surat berharga atau yang sering disebut saham. Fungsi lain bank selain untuk menabung dan meminjam, kita juga bisa memiliki sebagian atau seluruh saham yang dijual oleh bank dan kita membelinya di capital market. Untuk berinvestasi saham, kita harus selalu memantau bagaimana perkembanganiisaham yang kita inginkan di capital market (Octaviani & Komalasarai, 2. Capital Market diartikan sebagai lapak usaha bidang perdagangan berbagai instrument keuanganiijangkaiipanjang seperti sertifikat saham, saham dan obligasi atau sekuritas umum. Sedangkan menurut Ka-mus Hukum Ekonomi, capital market diartikan sebagai tempat bertemunya pembeli dan penjual sekuritas jangka panjang . eperti saham dan obligas. (Rahmani, 2. Peranan capital market sangat penting da-lam pembangunan ekonomi suatu negara, sebagai sumber pendanaan lain bagi pemerintah dan swasta, yang memerlukan dukungan dana dari masyarakat dan pemerintah Bagi pemerintah yang memer-lukan dana bisa menerbitkan saham ataupun obligasi, lalu menjualnya ke publik melalui capital Be-gitu pula dengan perusahaan swasta yang membutuhkan modal dapat menerbitkan surat berharga dalam bentuk saham dan obligasi lalu menjualnya kepada publik melalui capital Capital market termasuk indikator yang perkembangannya selalu dipantau, yang dipantau dari capital market diantaranya yaitu indeks stock price gabungan (IHSG), nilai dan volume transaksi, jumlah emiten, dan nilai Pergerakan saham pada bank-bank yang diterbitkan secara publik diharap-kan bisa mempengaruhi stabilitas sistem keuangan. Jika ada ekspektasi negative maka akan menekan harga turun karena tekanan jual akan meningkat, sebaliknya ekspektasi positif, menyebabkan minat beli akan meningkat, dan akan Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 menggerakkan harga menjadi naik. Dengan memperhatikan karakteristik capital market, diharapkan peredaran saham bank yang diterbitkan secara publik dapat dijadikan sebagai indikator yang tepat waktu untuk memantau stabilitas sistem keuangan (Yuni Rachmawati & Akutansi, 2. Risiko pasar adalah risikoiikerugian akibat penurunaniiharga pasariiyang disebabkan oleh perubahan capital market, dan dapat merusak posisi portofolio bank, yang berarti faktor-faktor seperti nilai tukar, stock price, komoditas, inflation , dan suku bunga. Perubahan faktor-faktor tersebut berada diluar kendali bank. Risiko perubahan suku bunga berdampak signifikan terhadap perusahaan. Gejolak fluktuasi suku bunga dan inflation akan mempengaruhi keputusan jangka panjang dan jangka pendek. Maka dari itu kestabilan suku bunga perlu dicermati yang menjadi harapan para pelaku bisnis. Oleh karena fenomenaiitersebut peneliti melakukaniipenelitian ini denganiitujuan untuk mengetahui pengaruh interest rate risk terhadap stockiiprice, pengaruh inflation risk terhadap stock price, dan pengaruh interest rate risk dan inflation risk terhadap stock price. Stock price dipengaruhi oleh banyak faktor, jika dalam industri perbankan, dipengaruhi oleh tingkat suku bunga dan inflation , sedangkan pada perusahaan terbuka dapat dipengaruhi oleh Divident per Share (DPS) dan Earning per Share (EPS). Stock price bisa turun dan naik dalam hitungan menit, bahkan dalam hitungan detik. Hal ini dapat terjadi karena tergantung pada penawaran dan permintaan antara penjual saham dan pembeli Stock price merupakan salah satu indikator manajemen perusahaan. Keberhasil dalam meraih keuntungan akan memuaskan investor yang rasional. KAJIAN PUSTAKA PENGEMBANGAN HIPOTESIS DAN Interest Rate Risk Fluktuasi nilai tukar BI membawa risiko Silvya Mery Anggrainy. Nanu Hasanuh / Pengaruh Interest Rate Risk Dan Inflation Risk Terhadap Stock Price ketidakpastian suku bunga . nterest rat. Menurut Mishkin pada bukunya ditahun 2010 mengatakan bahwa Auinterest rate risk berasal pengembalian yang terkait dengan perubahan tingkat suku bungaAy. Interest rate BI dapat dilihat di situs resmi Bank Indonesia. Inflation Risk Zubir mengatakan pada bukunya bahwa inflation risk . nflation ris. adalah risiko yang ditimbulkan dengan mengurangi daya beli masyarakatiiakibat kenaikaniiharga komoditas Umumnya masyarakat terhadap barang meningkat, tetapi untuk daya beli masyarakat itu sendiri sangatlah rendah, sehingga menyebabkan masyarakat menjadi tidak mampu untuk membeli. Akhirnya, perusahaan mengalami kesulitan dalam memproduksi, karena biaya untuk produksi daniiharga yang cukup tinggi menjadikan masyarakat atau konsumen tidak bisa mencapai penjualan, sehingga penjualan akan turun dan stock price perusahaan akan Stock Price Stock price . tock pric. didefinisikan sebagai market value . arga pasa. , yakni stock price yang ditemukan dan dibentuk melalui mekanisme capital market. Pada dasarnya stock price adalah penerimaan dari pengorbanan yang harus dilakukan oleh setiap investor yang berpartisipasi dalam perusahaan. Stock price merupakan nilai saham yang mencerminkan kekayaan perusahaan tersebut, yang peru-bahan dan fluktuasinya sangat besar penawaran di pasar sekunder . asar saha. Stock price memiliki value yang sangat penting bagi perusahaan. Saham perusahaan yang tinggi mendapatkan tambahan investasi dari investor, dari kenaikan stock price. Bagi para investor, bila stock price pada perusahaan tersebut terus naik maka investor pasti akan menilai serta Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 menyimpulkan bahwa berkinerja baik. Pengaruh Inflation Risk Terhadap Stock Price Pengukuran pada interest rate yang digunakan untuk penelitian ini ialah data yang menunjukkan persentase interest rate BI bulanan selama 2018-2020. Suku bunga juga diartikan sebagai "price", dan bisa dinyatakaniisebagai harga yang harus dibayar jika ada "pertukaran" antara satuiirupiah di kemudian hari. Dalam jurnalnya (Parengkuan & Mahilo, 2. menulis interest rate juga termasuk yang disebut interest rate risk, yakni risiko perubahan nilai investasi akibat perubahan suku bunga pasar. Bisa diambil kesimpulkan bahwa capital market selalu berfluktuasi yang bisa menyebabkan ketidakpastian pengembalian yang diinginkan, apabila perkiraan laba yang diinginkan tidak dapat dicapai maka investor akan mengalami kerugian secara finansial. Jika tingkat suku bungaiiterlaluiitinggi akan mempengaruhi biaya pinjamaniiperusahaan yangiiakhirnya juga akan mempengaruhi pembayaraniidividen dan juga return saham yang telah diperoleh. Interest rate risk diukur dengan beta, yakni dengan menghitung sensitivitas interest rate BI, terhadap harga penutupan dari stock price . tock pric. Selisih antara interest rate dan stock price secara diregresikan sehingga bisa diketahui interest rate risk. H1 : interest rate risk berpengaruh berpengaruh terhadap stock price Pengaruh Inflation Risk Terhadap Laba Bersih Semakin tinggi tingkat inflation , akan semakin rendah pengembalian aset, maka oleh karena itu tren penurunan permintaan aset. semakin tinggi tingkat inflation , semakin tinggi meningkat-kan penawaran aset tersebut. Penurunan permintaan yang diakibat inflation umumnya akan meningkatkan harga . komoditas juga menaikkan harga jual, yang akan menurunkan Silvya Mery Anggrainy. Nanu Hasanuh / Pengaruh Interest Rate Risk Dan Inflation Risk Terhadap Stock Price daya beli masyarakat dan juga berdampak pada return surat berharga. H2 : inflation risk berpengaruh terhadap stock price Stock price METODOLOGI PENELITIAN Untuk menggunakan stock price PT Bank Rakyat Indonesia (Perser. Tbk sebagai populasi dalam penelitian, dengan periode 2018 Ae 2020 setiap bulannya yaitu sebanyak 35 data. Adapun jenis data yang digunakan ialah data sekunder yang merupakan closing price indeks stock price Bank Rakyat Indonesia, serta interest rate dan inflation yang dikutip Bank Indonesia . Variable independen yang digunakan pada penelitian ini adalah interest rate risk dan inflation risk. Sedangkan untuk variable dependent yang digunakan adalah stock price (Y). Dan teknik analisis data yang digunakan ialah analisis regresi berganda. Penelitian ini dilakukan menggunakan software SPSS versi 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil dari analisis uji normalitas tabel diatas menyatakan bahwa pengaruh suku bunga dan inflation terhadap stock price menyatakan nilai Asymp. Sig. -taile. dengan asumsi jika nilai resid-ual diatas 0. maka data tersebut berdistribusi normal. Hasil dari uji multikolineritas pada tabel menyatakan bahwa angka Tolerance pada suku bunga 0. 702 dan variable Variabel menunjukkan nilai Tolerance > 0. Sedangkan untuk nilai VIF variable suku bunga sebesar 424 dan variable inflation sebesar 1. 424 juga. Jadi, variable independen memiliki nilai VIF kurang dari 10. Maka, bisa disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinieritas. Competitive Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 6. , 2022 Hasil uji statistik deskriptif pada tabel 3 diatas, diketahui 3 variabel yaitu interest rate risk, inflation risk dan stock price. Dengan total sampel secara keseluruhan adalah 35 sampel, dengan penjelasan : A Interest rate risk . memiliki nilai minimum 75, nilai maximum 6. 00, nilai mean 5. dan nilai standar deviasi 0. A Inflation risk . memiliki nilai minimum 1. nilai maximum 3. 49, nilai mean 2. 7849, dan nilai standar deviasi 0. A Stock price . memiliki nilai minimum 00, nilai maximum 4480. 00, nilai mean 4286, dan nilai standar deviasi Uji Regresi Linear Berganda dan Uji T Tabel 1 Uji Secara Parsial (Uji . Model (Constan. Risiko Suku Bunga Risiko Inflasi Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta 602,759 140,407 ,342 ,055 Sig. 3,793 1,751 ,001 ,089 ,280 ,782 Pengaruh Inflation Risk Terhadap Stock Price Variable interest rate risk memiliki nilai koefisien regresi yaitu 245. Nilai koefisien yang positif menunjukan bahwa variabel suku bunga memiliki pengaruh positif terhadap stock price, hal tersebut menunjukan dalam pengembalikan untuk kenaikan tersebut maka adalah 1 jadi stock price akan mengalami Interest rate risk memiliki nilai sig. 089 > 0,05 dan nilai t hitung sebesar Maka dapat disimpulkan interest rate risk secara parsial tidak berpengaruh secara positif terhadap stock price. Pengaruh Inflation Risk Terhadap Laba Bersih Variabel inflation risk memiliki nilai koefisien regresi yaitu, 46. Nilai Silvya Mery Anggrainy. Nanu Hasanuh / Pengaruh Interest Rate Risk Dan Inflation Risk Terhadap Stock Price koefisien yang positif menunjukan bahwa variabel inflation risk memiliki pengaruh positif terhadap stock price, hal tersebut menunjukan dalam pengembalikan untuk kenaikan tersebut maka adalah 1 jadi stock price akan mengalami Kemudian diketahui inflation risk memiliki nilai sig. 782 < 0,05 dan nilai t hitung sebesar 0. Maka dapat disimpulkan secara parsial inflation risk tidak berpengaruh positif terhadap stock price. Uji F Tabel 2 Uji F Model Regression 1 Residual Total Sum of Squares 1421584,281 8679844,290 10101428,571 Mean Square 271245,134 2,620 Sig. ,088b Hasil dari uji F berdasarkan data dari tabel 6 diatas, diketahui variabel interest rate risk dan inflation risk memiliki nilai Sig. 088 > 0,05 sedangkan f hitung sebesar 2. 620 > 2,51 maka dapat disimpulkan bahwa interest rate risk dan inflation risk secara bersamaan tidak berpengaruh positif terhadap stock price. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan diatas bahwa hasil dari uji T menunjukkan interest rate risk memiliki nilai sig. 089 dan nilai T hitung 751, maka interest rate risk secara parsial tidak berpengaruh secara positif terhadap stock price. Dan diketahui inflation risk memiliki nilai sig. 782 dan nilai T hitung sebesar 0. maka secara parsial inflation risk tidak berpengaruh posi-tif terhadap stock price. Selanjutnya hasil dari uji F, diketahui variabel interest rate risk dan inflation risk memiliki nilai Sig. 088 sedangkan F hitung sebesar 2. maka dapat disimpulkan bahwa interest rate risk dan inflation risk secara bersamaan tidak berpengaruh positif terhadap stock price. DAFTAR PUSTAKA