Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 HUBUNGAN JENIS PEKERJAAN DAN USIA DENGAN KEJADIAN SINDROM ASTHENOPIA DI OPTIK Devi Susanti1. Fakhruddin Al Yahya Putra2 Program Studi Diploma i Refraksi Optisi Universitas Kader Bangsa Palembang1,2 Email: devimeilani16@gmailcom1 tutzroedy@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Asthenopia . elelahan mat. merupakan masalah kesehatan kerja yang banyak dijumpai pada masyarakat aktif bekerja, terutama pada pekerjaan yang menuntut penggunaan mata secara intensif. Di Indonesia prevalensi asthenopia terus meningkat seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan antara jenis pekerjaan dan usia terhadap kejadian sindrom asthenopia di Optik Junjungan tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross sectional, dilaksanakan di Optik Junjungan Palembang pada bulan JanuariAeMaret 2026. Populasi berjumlah 54 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstandar. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square ( = 0,. Hasil: Terdapat hubungan bermakna antara jenis pekerjaan dengan kejadian asthenopia . value = 0,001 < 0,. , terdapat hubungan bermakna antara usia dengan kejadian asthenopia . value = 0,000 < 0,. Saran: Kepada pimpinan Optik Junjungan untuk menetapkan kebijakan pengembangan pelayanan kesehatan mata, khususnya terkait pencegahan asthenopia, serta memberikan edukasi kepada konsumen mengenai cara penggunaan mata yang sehat. Kata kunci: Asthenopia. Jenis Pekerjaan. Optik. Usia ABSTRACT Background: Asthenopia . ye strai. is a common occupational health issue found among the working population, especially in jobs that require intensive use of the eyes. In Indonesia, the prevalence of asthenopia continues to increase along with technological advancements and changes in work patterns. Objective: To determine the relationship between job type and age on the incidence of asthenopia syndrome at Optik Junjungan in 2026. Method: This study uses an analytical survey design with a cross-sectional approach, conducted at Optik Junjungan Palembang from January to March 2026. The population consisted of 54 people using total sampling technique. The research instrument used a standardised questionnaire. Data analysis was conducted univariately and bivariately using the ChiSquare statistical test ( = 0. Results: There is a significant relationship between the type of occupation and the occurrence of asthenopia . value = 0. 001 < 0. , and there is a significant relationship between age and the occurrence of asthenopia . value = 0. 000 < 0. Suggestion: To the management of Junjungan Optics, to establish policies for the development of eye health services, particularly related to the prevention of asthenopia, and to provide education to consumers on healthy eye usage. Keywords: Asthenopia. Type of Work. Optics. Age | 213 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN Asthenopia Usia merupakan faktor individual penting yang berkaitan dengan kejadian ketegangan atau kelelahan penglihatan yang Seiring bertambahnya usia, dialami seseorang saat menggunakan mata kemampuan akomodasi mata semakin secara berlebihan. Menurut Organisasi menurun sehingga meningkatkan risiko Kesehatan Dunia (WHO), ketegangan mata terjadinya kelelahan mata. Pabala et al. adalah kondisi fisik yang disebabkan oleh . menemukan hubungan bermakna penggunaan mata yang berlebihan, ditandai dengan gejala subjektif seperti mata lelah, . pada penjahit di Kota Kupang. nyeri kepala, penglihatan kabur, dan rasa Studi di Optik Junjungan menemukan tidak nyaman pada mata. banyak pengunjung yang datang dengan Berdasarkan data WHO, sekitar 135 keluhan kelelahan mata yang berkaitan erat juta orang di seluruh dunia mengalami dengan jenis pekerjaan dan usia. Oleh gangguan penglihatan dan 45 juta orang karena itu, penelitian ini bertujuan untuk . %) mengalami kebutaan, dengan 90% kasus berada di negara berkembang dan pekerjaan dan usia terhadap kejadian sepertiganya di Asia Tenggara. Penggunaan sindrom asthenopia di Optik Junjungan komputer dan perangkat digital yang kini Palembang tahun 2026. dilaporkan oleh para pekerja. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan dengan kejadian asthenopia antara lain cross sectional, yang bertujuan untuk melihat hubungan antara variabel bebas pekerjaan, jarak pandang, pola makan, usia, . enis pekerjaan dan usi. dengan variabel paparan sinar ultraviolet, riwayat penyakit, terikat . indrom asthenopi. pada waktu yang bersamaan. Penelitian dilaksanakan di Penelitian Manik dan Wahyuningsih . Optik Junjungan pada bulan Januari sampai pada karyawan desk collection di Semarang Maret 2026. sebagai salah satu keluhan paling sering Faktor-faktor . , obat-obatan menemukan bahwa jenis pekerjaan dan Populasi penelitian adalah seluruh durasi kerja secara signifikan berhubungan Optik Junjungan dengan keluhan asthenopia. periode penelitian, berjumlah 54 orang. | 214 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis pekerjaan, usia, dan gejala asthenopia. total sampling . ampel jenu. Adapun Jenis pekerjaan dikategorikan menjadi: kriteria inklusi bersedia menjadi responden, hadir saat penelitian, dan berusia Ou18 tahun. penggunaan mata secara intensif seperti Kriteria eksklusi: responden dengan riwayat operator komputer, penjahit, dan kasi. dan penyakit mata serius . laukoma, katara. tidak berisiko. Usia dikategorikan menjadi: yang tidak berhubungan dengan kelelahan berisiko (Ou40 tahu. dan tidak berisiko (<40 Analisis data dilakukan secara Instrumen pertanyaan tentang identitas responden, . ekerjaan univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi-Square pada tingkat kemaknaan = 0,1. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Distribusi Kejadian Asthenopia di Optik Junjungan Palembang No. Variabel Kejadian Asthenopia Tidak Total Jenis Pekerjaan Berisiko Tidak Berisiko Total Usia Berisiko (Ou 40 tahu. Tidak Berisiko (O 40 tahu. Total Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 1 dari 54 responden asthenopia lebih banyak 42 responden yang diteliti sebagian besar mengalami . ,8%) daripada kategori tidak berisiko, kejadian asthenopia kategori ya lebih dan kategori usia beresiko (Ou40 tahu. banyak 43 responden . ,6%) daripada terhadap kejadian asthenopia lebih banyak kategori tidak, sebagian besar kategori jenis 40 orang daripada kategori usia tidak pekerjaan yang berisiko terhadap kejadian berisiko (O 40 tahu. | 215 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 2. Hubungan Kejadian Asthenopia No. Variabel Pekerjaan Beresiko Tidak Beresiko Jumlah Usia Berisiko (Ou 40 tahu. Tidak Berisiko (O 40 tahu. Jumlah Berdasarkan Kejadian Asthenopia Tidak Total 90,5 4 9,5 28,6 10 71,4 100 0,001 97,5 1 2,5 28,6 10 71,4 100 0,000 p value menunjukkan bahwa 42 peserta memiliki PEMBAHASAN beberapa bentuk risiko pekerjaan, 38 Karakteristik Responden Berdasarkan peserta . ,5%) mengalami asthenopia, dan Kejadian. Pekerjaan dan Usia ,5%) Berdasarkan tabel 1 dari 54 responden Sedangkan dari 12 peserta yang yang diteliti sebagian besar mengalami bekerja pada pekerjaan tidak berbahaya, kejadian asthenopia kategori ya lebih terdapat 5 peserta . ,7%) yang mengalami banyak 43 responden . ,6%) daripada asthenopia dan 7 peserta . ,3%) yang tidak kategori tidak, sebagian besar kategori jenis mengalami asthenopia. Setelah dianalisis pekerjaan yang berisiko terhadap kejadian dengan uji statistik Chi-square, p value = asthenopia lebih banyak 42 responden 0,001 < 0,1 menunjukkan bahwa terdapat . ,8%) daripada kategori tidak beresiko, hubungan yang signifikan antara jenis dan kategori usia beresiko (Ou40 tahu. terhadap kejadian asthenopia lebih banyak asthenopia di Optik Madani Tahun 2026. 40 orang daripada kategori usia tidak Setelah dianalisis menggunakan uji statistik beresiko (O 40 tahu. Chi-Square dengan P value = 0,000 < 0,1. Asthenopia adalah sekumpulan gejala diketahui ada hubungan yang signifikan subjektif yang timbul akibat penggunaan antara usia dengan kejadian sindrom mata yang berlebihan, terutama dalam asthenopia di Optik Madani tahun 2026. | 216 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penglihatan jarak dekat dalam waktu lama. simtomatik yang Ilyas . mendefinisikan asthenopia karena telah merasakan keluhan kelelahan sebagai kondisi mata yang mengeluhkan Kondisi ini dipicu oleh faktor gejala tidak spesifik seperti kelelahan, pekerjaan dengan beban visual tinggiAi nyeri, penglihatan kabur, dan sakit kepala yang diakibatkan oleh penggunaan mata berkepanjangan atau membaca intensifAi secara intensif. memang berkunjung Temuan ini sejalan dengan penelitian berakomodasi terus-menerus. Kelelahan Manik dan Wahyuningsih . yang tersebut kemudian diperparah oleh faktor menemukan prevalensi asthenopia sebesar usia, di mana penurunan fungsi fisiologis 72,7% pada karyawan desk collection di alami seperti berkurangnya elastisitas lensa Semarang, dan penelitian Nikmah et al. dan produksi air mata . ry ey. yang melaporkan 76% responden pengguna komputer di Jambi mengalami kelelahan mata. bermanifestasi lebih cepat dan berat pada Peneliti berasumsi bahwa tingginya kelompok rentan ini. kejadian asthenopia pada responden di Optik Junjungan kombinasi faktor pekerjaan yang berisiko Hubungan Jenis Pekerjaan Kejadian Asthenopia dan usia yang sudah memasuki rentang Hasil penelitian menunjukkan dari 54 Sebagian besar responden yang responden, 42 responden . ,8%) memiliki datang ke optik adalah mereka yang telah jenis pekerjaan yang berisiko. Hasil uji merasakan gejala gangguan penglihatan statistik chi-square menunjukkan nilai p value = 0,001 ( < 0,. , yang berarti prevalensinya wajar tinggi pada populasi terdapat hubungan bermakna antara jenis Tingginya prevalensi asthenopia di Optik Junjungan merupakan hasil interaksi asthenopia di Optik Junjungan Palembang pekerjaan, dan usia. Secara karakteristik. Jenis pekerjaan sangat berpengaruh lonjakan angka ini dipengaruhi oleh bias terhadap beban kerja mata. Pekerjaan yang seleksi . election bia. , di mana mayoritas responden yang datang merupakan populasi | 217 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 penjahit, kasir, dan pekerjaan administrasi. Hubungan menyebabkan otot-otot akomodasi mata Asthenopia Usia Kejadian bekerja terus-menerus tanpa istirahat yang Hasil penelitian menunjukkan dari 54 Kondisi ini memicu terjadinya responden, 40 responden . ,1%) berada dalam kelompok usia berisiko (Ou40 tahu. menimbulkan gejala asthenopia. Syahputra Dari 40 responden usia berisiko, 39 . ,5%) dan Dwiyanti . menjelaskan bahwa mengalami asthenopia dan hanya 1 . ,5%) faktor karakteristik pekerjaan merupakan yang tidak. Dari 14 responden usia tidak determinan utama terjadinya kelelahan berisiko, 4 . ,6%) mengalami asthenopia dan 10 . ,4%) tidak. Hasil uji statistik chi- Hasil ini selaras dengan penelitian square menunjukkan nilai p value = 0,000 Manik dan Wahyuningsih . yang ( < 0,. , yang berarti terdapat hubungan menemukan hubungan bermakna antara bermakna antara usia dengan kejadian jenis pekerjaan dengan keluhan asthenopia . < 0,. , dan penelitian Pabala et al. Usia merupakan faktor fisiologis yang . pada penjahit di Kota Kupang yang melaporkan hubungan signifikan antara Seiring bertambahnya usia, lensa mata mengalami penurunan elastisitas penggunaan mata dekat dengan kejadian . kelelahan mata . = 0,. Kondisi Peneliti berasumsi bahwa hubungan menyebabkan mata harus bekerja lebih antara jenis pekerjaan dan asthenopia keras untuk memfokuskan objek jarak terjadi karena mayoritas responden adalah dekat, sehingga mempercepat timbulnya pekerja yang menggunakan mata secara kelelahan mata. Paul . menjelaskan intensif setiap hari. Beban kerja visual yang bahwa penurunan fungsi akomodasi mulai tinggi tanpa disertai istirahat mata yang signifikan terjadi pada usia di atas 40 tahun. cukup akan memperbesar risiko terjadinya Hasil ini sesuai dengan penelitian Upaya promosi kesehatan mata Pabala et al. yang menemukan di lingkungan kerja perlu ditingkatkan untuk mencegah kondisi ini. kelelahan mata pada penjahit di Kota Kupang . = 0,. , dan Tianto et al. pada pekerja kantor di Karanganyar yang | 218 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 mengonfirmasi usia Ou40 tahun sebagai Terdapat hubungan bermakna antara faktor risiko utama keluhan kelelahan mata . = 0,. Setyaningsih et al. juga sindrom asthenopia . value = 0,. melaporkan bahwa usia merupakan faktor Terdapat hubungan bermakna antara risiko paling signifikan terhadap asthenopia pada pekerja batik di Klaten. value = 0,. , dan Peneliti berasumsi bahwa hubungan secara simultan jenis pekerjaan serta kuat antara usia dan asthenopia pada usia bersama-sama memiliki hubungan bermakna dengan kejadian sindrom fisiologis yang wajar, di mana kelompok Optik usia Ou40 tahun memiliki kemampuan Palembang tahun 2026. Junjungan akomodasi yang jauh lebih rendah. Dengan SARAN berkala bagi pekerja berusia Ou40 tahun Disarankan kepada pimpinan Optik sangat diperlukan untuk deteksi dini dan penatalaksanaan asthenopia. pengembangan pelayanan kesehatan mata, khususnya terkait pencegahan dan deteksi KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN pentingnya istirahat mata dan pemeriksaan mata rutin. DAFTAR PUSTAKA