Jurnal Tarbiyah. Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan Vol 10 No. 01 Januari-Juni 2026 http://jurnal. id/index. php/tarbiyah PERAN KEGIATAN MENGGUNTING DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA 4Ae5 TAHUN DI KELOMPOK BERMAIN TERATAI DESA GARIS HANYAR Hj. Rahimah1. Husnul Hatimah2. Yunita3 Institut Agama Islam Darussalam Martapura hjrahimahpiaud@gmail. Husnul2799@gmail. Yunita. app13@gmail. Abstrak Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung keberhasilan kegiatan tersebut. Perkembangan motorik halus merupakan aspek krusial dalam tumbuh kembang anak usia dini yang memerlukan stimulasi yang tepat dan Pada usia 4-5 tahun, kemampuan motorik halus anak mulai berkembang pesat namun masih membutuhkan bimbingan dan latihan yang konsisten. Kegiatan menggunting menjadi fokus penelitian karena berpotensi melatih kekuatan otot jari, koordinasi matatangan, serta kemampuan konsentrasi dan kesabaran anak. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun dan faktor apa saja yang mendukung kegiatan tersebut di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian satu orang guru kelompok A dan objeknya peran kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus anak usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap proses pembelajaran, wawancara dengan guru dan pengelola, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Penelitian berlangsung dengan pengamatan intensif terhadap pelaksanaan kegiatan Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan menggunting berperan signifikan dalam pengembangan motorik halus anak. Implementasi kegiatan menggunting dilakukan melalui tiga tahapan: perencanaan . enyusunan RPPH dan pembuatan medi. , pelaksanaan . enggunaan media variati. , dan evaluasi . etode recallin. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan yaitu kreativitas guru dalam membuat serta menggunakan media pembelajaran dari bahan sederhana dan lingkungan sekolah sebagai pendukung tersedianya berbagai sumber bahan alami untuk membuat media kegiatan. Kata kunci: Pendidikan Anak Usia Dini. Menggunting. Motorik Halus Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. Abstract The purpose of this study was to determine the role of cutting activities in developing fine motor skills in children aged 4-5 years at the Teratai Playgroup in Garis Hanyar Village and to identify factors that support the success of these activities. Fine motor development is a crucial aspect of early childhood development that requires appropriate and planned At 4-5 years of age, children's fine motor skills begin to develop rapidly but still require consistent guidance and practice. Cutting activities were the focus of this study because they have the potential to develop finger muscle strength, eye-hand coordination, and concentration and patience. The research question was how cutting activities play a role in developing fine motor skills in children aged 4-5 years and what factors support these activities at the Teratai Playgroup in Garis Hanyar Village. This study used a descriptive qualitative approach, with one teacher from group A as the subject and the object of the study being the role of cutting activities in developing fine motor skills in children aged 4-5 years at the Teratai Playgroup in Garis Hanyar Village. Data were collected through direct observation of the learning process, interviews with teachers and administrators, and documentation of learning activities. The research involved intensive observation of the cutting activity. The collected data was then analyzed using qualitative descriptive techniques. The results showed that cutting activities play a significant role in children's fine motor The implementation of the cutting activities involved three stages: planning . eveloping lesson plans and creating medi. , implementation . sing varied medi. , and evaluation . Supporting factors for the activity's success were teacher creativity in creating and utilizing learning media from simple materials and the school environment, which supported the availability of various natural materials for creating media for the Keywords: Early Childhood Education. Cutting. Fine Motor Skills PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan pendidikan bagi anak usia0-6 tahun. Pendidikan anak usia dini, dilakukan melalui pemberian rangsangan dan stimulasi untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak, dengan tujuan agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan jenjang selanjutnya. Dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menetapkan pada Bab I pasal 1 ayat 14 menyatakan bahwa: AuPendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjutAy2 Berkaitan dengan pelaksanaan pendidikan anak usia dini, terdapat Firman Allah Swt sebagai berikut ini : Asep Umar Fakhruddin. Sukses Menjadi Guru PAUD (Bandung: Rosdakarya, 2. , hlm 10. Mardyawati Yunus. Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Persfektif Islam, (Jakarta: Orbit Publishing, 2. , hlm. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Rahimah. Hatimah. Yunita. Peran Kegiatan Menggunting A AaO NEE a e a a aE eI cc ac cI e eIce a a eO acI aI NN ac aE eI Eaca aAeEa aI eO aI a eOAA O aa aE Ea aE aI E eI a aO eEaca ce Aa a aO eE aAca ce Aaiaa EaaE aE eIA Aa e aE a eO aIA Artinya: AuDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati agar kamu Ay (Q. An-Nahl/16:. Berdasarkan ayat di atas dapat dipahami bahwa anak lahir dalam keadaan lemah tidak berdaya dan tidak mengetahui . idak memiliki pengetahua. Tetapi Allah membekali anak yang lahir tersebut dengan pendengaran, penglihatan dan hati nurani . akni akal yang menurut pendapat yang shahih pusatnya berada dihat. Menurut pendapat lain adalah otak. Dengan itu, manusia dapat membedakan segala sesuatu, yang baik dan yang buruk. Kemampuan dan indera ini diperoleh seseorang secara bertahap, sedikit demi sedikit. Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun, untuk mengembangkan aspek perkembangan anak sehingga memiliki kesiapan untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan. Adapun motorik halus adalah gerakangerakan tubuh yang melibatkan otot-otot kecil, misalnya otot-otot jari tangan, otot muka, dan lain-lain. Gerakan motorik halus, terutama yang melibatkan otot tangan dan jari biasanya membutuhkan kecermatan tinggi, ketekunan dan koordinasi antara mata dan otot Beberapa gerakan yang dapat dimasukkan dalam gerakan motorik halus, misalnya menggunting, merobek, menggambar, menyusun balok dan sebagainya. Masih banyaknya orang tua yang belum mengetahui bahwa keterampilan motorik seorang anak perlu dilatih dan dikembangkan setiap saat melalui berbagai aktivitas. Mereka mempercayai bahwa keterampilan motorik anak akan berkembang sendiri dengan bertambahnya usia anak. Sehingga banyak anak yang mengalami kesulitan dalam melakukan suatu kegiatan. Seperti kasus anak dengan gangguan Clumsiness, adalah gangguan perkembangan motorik atau kesulitan belajar motorik. Anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari seperti menulis, berpakaian, dan mengikat tali sepatu. Oleh karena itu, hendaknya guru di lembaga ataupun orang tua dirumah memahami pentingnya perkembangan motorik bagi anak dan mengantisipasi terjadinya gangguangangguan motorik melalui berbagai kegiatan. Berdasarkan hasil observasi sementara di lapangan peneliti menemukan bahwa anak usia 4-5 tahun di KB Teratai masih belum mampu melakukan gerakan motorik halus dengan baik seperti memegang pensil, mewarnai, meroce dan lainnya. Di KB Teratai kegiatan menggunting menjadi salah satu yang diterapkan untuk menstimulus dan mengembangkan motorik halus dengan media, pola dan bentuk-bentuk yang bervariatif, yang mana membuat anak antusias saat belajar, walaupun demikian masih ada sebagian anak yang belum mampu menggunakan gunting dengan benar. Al-QurAoan Kemenag, 2015. Sukarno L. Hasyim. AuPendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam Ay Jurnal Lentera, 2018, hlm. Siti Makhmudah, dkk. Perkembangan Motorik AUD, (Guepedia, 2. , hlm. Wilda Isna Kartika dan Febri Maghfirah. AuStudi Kasus Gangguan Clumsiness Anak Kelompok A di TK Children Centre Brawijaya Smart SchoolAy. Jurnal Perempuan dan Anak Indonesia. Vol. No 2. Maret 2023, hlm. KB Teratai Desa Garis Hanyar. Observasi Langsung. Senin, 06 Mei 2024. Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan . ield researc. yaitu kualitatif yang akan dilakukan secara langsung kelapangan untuk megumpulkan data-data yang diperlukan mengenai Peran kegiatan Menggunting. Metode penelitian kualitatif deskriptif dalam pendidikan adalah pendekatan yang digunakan untuk memahami secara mendalam berbagai fenomena yang terjadi dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bersifat naturalistic, yaitu dilakukan dalam kondisi yang wajar tanpa manipulasi atau aksperimen, dan lebih menekankan pada makna daripada pengukuran Dalam pendidikan, penelitian kualitatif bersifat kontekstual dan peneliti sebagai instrument utama yang berinteraksi langsung dengan subjek penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian ini adalah satu orang guru kelompok A dan Objek penelitian ini adalah Peran Kegiatan Menggunting Dalam Mengembangkan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian mengenai Peran Kegiatan Menggunting Dalam Mengembangkan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar telah dilakukan dan didapatkan data sebagai berikut: Pada peran kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar dipaparkan melalui perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi. Berdasarkan hasil wawancara yang telah peneliti lakukan, perencanaan dalam perak kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar dimulai dengan menetapkan capaian pembelajaran dan tujuan kegiatan menggunting, selain itu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM) yang akan dilaksanakan selama satu minggu kedepan, mulai dari tema, media dan tujuan kegiatan yang ingin dicapai. Setelah itu Guru juga membuat rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) yang akan memudahkan guru dalam menyesuaikan tema dan menyiapkan alat, bahan yang akan digunakan. Bintoro Tjokroaminoto dalam Husaini Usman, mendefinisikan perencanaan adalah proses mempersiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Tujuan dari perancanaan ini adalah sebagai pedoman atau petunjuk bagi guru untuk memudahkan dan membimbing anak dalam proses pembelajaran. Perencanaan yang dilakukan guru sebelum kegiatan yaitu guru terlebih dahulu mempersiapkan RPPH atau merencanakan kegiatan apa yang ingin dilaksanakan satu minggu sebelum kegiatan. Berdasarkan observasi guru menyampaikan peran dari kegiatan menggunting ini adalah untuk mengembangkan motorik halus anak yaitu, melatih oto-otot jari-jemari anak, melatih konsentrasi dan kesabatan anak, serta mengkoordinasi mata dan tangan anak. Proses Pelaksanaan Pembelajaran adalah suatu proses kegiatan yang mana guru terlebih dahulu menyiapkan alat dan bahan media yang akan digunakan. Masing masing anak mendapatkan satu media untuk kegiatan menggunting. Taufiqurrokhman. AuKonsep dan Kajian Ilmu PengetahuanAy (Jakarta Pusat: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, 2. , hlm. Copyright A 2026. Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam Martapura Rahimah. Hatimah. Yunita. Peran Kegiatan Menggunting A Kegiatan menggunting merupakan salah satu bentuk stimulasi yang efektif untuk melatih kekuatan otot jari, koordinasi mata dan tangan serta kemampuan konsentrasi Metode yang guru gunakan adalah metode tanya jawab dan demonstrasi. Metode tanya jawab ini dilakukan guru pada saat menjelaskan tema yang akan dilaksanakan dan mengenalkan media dan alat yang digunakan untuk kegiatan menggunting, serta bagaimana cara penggunaannya. Penjelasan ini bertujuan mengajak anak untuk memperhatikan pembelajaran yang akan disampaikan, sehingga secara perlahan-lahan anak mulai memahami tentang apa yang akan dilaksanakan. Setelah itu guru kembali mendemonstrasikan pada anak bagaimana cara menggunakan gunting yang baik dan benar pada media yang telah disediakan. Di akhir kegiatan pembelajaran, guru melakukan evaluasi untuk mengingat kembali kegiatan yang telah dilaksanakan, dimana tujuan dari evaluasi ini agar anak memahami dan mengingat kembali kegiatan yang dilakukan. Guru mengevaluasi anak-anak dengan cara recalling yaitu dengan memberikan pertanyaan pada anak tentang kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran, seperti apakah ada yang kesulitan dalam melaksanakan kegiatan menggunting ini. Melalui menggunting anak dapat menggerakkan jari-jarinya dan mengkoordinasikan gerakan mata dan tangannya. Berdasarkan uaraian di atas dapat peneliti simpulkan bahwa kegiatan menggunting mempunyai banyak peran bagi perkembangan motorik halus anak, karena dalam proses pelaksanaanya, anak sangat antusias, koordinasi mata dan tangan anak juga bekerja sehingga anak konsentrasi dengan kegiatannya. Pelaksanaan kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak di kelompok bermain teratai adalah dengan media APE jari tangan dan media gambar buah tema kebutuhanku, anak-anak akan terlatih motorik halusnya membuka tutup gunting dengan jari-jarinya. Dengan demikian kegiatan menggunting dapat mengembangkan motorik halus anak. Dalam sistem pembelajaran, evaluasi merupakan satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan balikan . eed-bac. bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan wawancara, observasi dan dokumentasi yang sudah peneliti lakukan bahwa guru menggunakan cara recalling dalam evaluasi. Recalling adalah dimana guru memberikan pertanyaan kepada anak dan anak akan menjawab dengan menceritakan kembali pengalamannya dalam melaksanakan kegiatan menggunting. Setelah kegiatan guru membuat penilaian anak dalam aspek perkembangan menggunakan penilaian ceklis. Penilaian ini penting dilakukan untuk mengetahui seberapa berhasil kegiatan bermain yang dilakukan anak dalam menstimulasi perkembangannya. Dengan adanya penilaian pula, diharapkan orang tua maupun guru dapat mengetahui capaian perkembangan anak dan sebagai acuan dalam menentukan kegiatan pembelajaran KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil yang diperoleh peneliti dilapangan mengenai AuPeran Kegiatan Menggunting Dalam Mengembangkan Motorik Halus Pada Anak Usia 4-5 Tahun Di Kelompok Bermain Teratai Desa Garis Hanyar Ay dapat disimpulkan. Peran Yuliani Nurani Sujiono. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. (Jakarta: PT Indeks. Mursid. Pengembangan Pembelajaran PAUD, (Bandung: PT Rosdakarya, 2. , hlm. Fadillah. Bermain &Permainan Anak Usia Dini, (Jakarta: Kencana, 2. Tarbiyah Darussalam. Volume 10. No. Maret 2026. Hal. kegiatan menggunting dalam mengembangkan motorik halus pada anak usia 4-5 tahun adalah dengan menetapkan capaian, tujuan,dan membuat rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan (RPPM) yang akan dilaksanakan selama satu minggu kedepan sesuai tema dan tujuan yang ingin dicapai. Kemudian guru membuat rencana pelaksanaan pembelajaran harian (RPPH) dan media sederhana yang akan memudahkan guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Anak sangat antusias karena variasi kegiatan yang diberikan guru. Anak dibimbing dan diarahkan dalam pengaplikasian gunting. Kegiatan menggunting sangat berperan dalam menstimulus perkembangan motorik halus anak, memperkuat otot-otot jarijari tangan, melatih konsentrasi dan kesabaran, serta mengkoordinasikan mata dan tangan anak. Selain itu, juga melatih kemampuan anak memecahkan masalah. Motorik halus anak berkembang sesuai harapan. Saran Bagi guru, diharapkan agar selalu berperan memberikan bimbingan dalam mengembangakan motorik halus anak melalui kegiatan menggunting. Serta terus mengembangkan kreativitasnya dalam strategi ataupun penyediaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai kebutuhan anak. Bagi Sekolah, diharapkan menyediakan fasilitas pendukung lainnya agar pengembangan motorik halus lebih efektif. Sekolah juga diharapkan menjalin kerjasama yang baik dengan orang tua untuk mendukung kegiatan menggunting Apabila ada guru yang berhalangan hadir hendaknya mencari guru pengganti sementara agar guru inti tidak kewalahan dan anak mendapatkan bimbingan maksimal saat kegiatan. Bagi penelitian selanjutnya, mengingat keterbatasan dalam penelitian ini, kiranya perlu dilakukan penelitian sejenis dengan tempat dan penggunaan yang berbeda dengan media yang berbeda pula, yang mana dalam perkembangan motorik halus anak ini tentu akan berbeda antara satu sekolah dengan sekolah lainnya, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih beragam lagi mengenai penggunaan media kolase dalam mengembangkan motorik halus anak. Bagi anak, diharapkan dapat mengikuti kegiatan dengan antusias, penuh semangat dan rasa ingin tahu yang tinggi. Dapat melatih kesabaran, koordinasi mata dan tangan, serta menguatkan otot jari-jari. Selain itu, juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, kemandirian dalam menyelesaikan tugas sederhana. UCAPAN TERIMA KASIH