Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Pengaruh Pengelolaan Kelas Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Salman Dompu Nuryanti1. Mulya Yusnarti2 Guru Madrasah Ibtidaiyah Salman Dompu NTB Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. STKIP Yapis Dompu. Dompu. NTB nuryantiy291@gmail. com, mulyayusnarti@gmail. Submitted: 22-04-2. Reviewed: 11-05-2025 | Accepted: 12-05-2025 ABSTRAK Motivasi belajar memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Tanpa adanya dorongan yang cukup, siswa sering kali menghadapi kesulitan dalam mencapai prestasi akademik yang optimal. Salah satu unsur yang diyakini dapat meningkatkan motivasi belajar adalah manajemen kelas yang efektif. Penataan kelas yang efisien dianggap dapat menciptakan lingkungan belajar yang mendukung, sehingga mendorong siswa untuk lebih fokus dan terlibat aktif dalam proses Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak manajemen kelas terhadap motivasi belajar siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 15 orang, yang dipilih melalui purposive sampling. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa data untuk variabel manajemen kelas dan motivasi belajar berdistribusi normal dan memenuhi asumsi homogenitas, sehingga memungkinkan penggunaan analisis statistik parametrik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini juga menunjukkan reliabilitas yang tinggi, dengan nilai Cronbach's Alpha melebihi 0,6. Namun, hasil uji t tidak menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas dan motivasi belajar siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh nilai signifikansi yang lebih besar dari ambang batas = 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas saja tidak cukup untuk meningkatkan motivasi belajar secara signifikan. Oleh karena itu, faktor-faktor lain seperti metode pengajaran, keterlibatan orang tua, dan dukungan sosial perlu dipertimbangkan. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi variabel tambahan yang mungkin memiliki dampak yang lebih substansial. Kata Kunci: Motivasi Belajar. Pengelolaan Kelas. Siswa. ABSTRACT Learning motivation plays an important role in determining the success of the learning process. Without sufficient drive, students often face difficulties in achieving optimal learning outcomes. One element believed to enhance learning motivation is effective classroom management. Effective classroom management is thought to create a supportive learning environment, thereby encouraging students to concentrate better and participate more actively in the learning process. This study aims to analyze the impact of classroom management on the learning motivation of fourth-grade students at a Madrasah Ibtidaiyah (Islamic elementary schoo. The population in this study consists of all fourth-grade students, totaling 15 individuals, selected through purposive sampling. Data collection methods included questionnaires, observations, interviews, and document analysis. The study employed a descriptive quantitative method. The analysis results indicated that the data on classroom management and learning motivation variables were normally distributed and met the assumption of homogeneity, allowing for parametric statistical analysis. The instruments used in this study also demonstrated high reliability, with Cronbach's Alpha values above 0. However, the t-test results showed that there was no significant effect of classroom management on studentsAo learning motivation, as indicated by a significance value greater than the = 0. 05 threshold. These results suggest that classroom management alone is not JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 sufficient to significantly enhance learning motivation. thus, other factors such as teaching methods, parental involvement, and social support should be considered. Therefore, further research is recommended to explore other variables that may have a more significant impact on studentsAo learning Keywords: Learning Motivation. Class Management. Students. PENDAHULUAN Manusia dan pembelajaran adalah dua entitas yang tak terpisahkan, sebab pendidikan memegang peranan esensial dalam mempersiapkan individu menghadapi tantangan masa Pendidikan tidak hanya berperan sebagai media untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan, juga menjadi dasar utama dalam membentuk karakter, nilai, dan etika peserta Lebih jauh, pendidikan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Melalui proses pendidikan yang terencana dan berkelanjutan, kualitas sumber daya manusia dapat ditingkatkan, yang pada akhirnya berkontribusi pada kemajuan dan daya saing. peningkatan mutu merupakan investasi jangka panjang untuk menentukan arah keberhasilan pembangunan nasional. Lingkungan belajar yang nyaman dan mendukung menjadi faktor penting yang mendorong keberhasilan proses pembelajaran, karena dapat menumbuhkan minat belajar siswa. Sebaliknya, jika suasana belajar tidak menyenangkan, hal ini bisa menyebabkan siswa merasa jenuh dan kehilangan motivasi (Magdalena et al. , 2. Namun, meskipun pendidikan memiliki peran vital dalam pembentukan karakter dan kecerdasan siswa beragam faktor yang berkontribusi pada keberhasilan proses pendidikan, yaitu pengelolaan kelas yang kurang efektif. Pengajar memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan bahan ajar, namun yang mempelajari dan mengerti isi materi adalah para siswa yang memiliki berbagai bakat, kemampuan, dan latar belakang (Dian & Eddy Setyanto. Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pengajar yaitu penggunaan alat peraga merupakan sarana bantu untuk memperjelas materi pelajaran, memperbaiki ventilasi kelas agar tercipta lingkungan yang nyaman, serta pembentukan kelompok belajar yang dapat memfasilitasi interaksi dan kerja sama antar siswa. Dengan menerapkan langkah-langkah ini siswa dapat mengerti materi yang diajarkan, terutama dalam pelajaran IPAS lebih optimal sama dengan tujuan pengelolaan kelas yang diinginkan (Widiawati, 2. Menurut (Kadir & Al Munawwarah, 2. pengelolaan kelas dapat diartikan sebagai JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 kemampuan guru dalam merancang dan mempertahankan kondisi belajar yang mendukung, serta mengembalikannya ke keadaan optimal jika terjadi hambatan selama proses Dengan kata lain, pengelolaan kelas mencakup berbagai upaya untuk membangun dan mempertahankan lingkungan yang mendukung berlangsungnya kegiatan belajar mengajar secara efektif. Berdasarkan temuan awal yang didapatkan melalui observasi dan wawancara dengan pengajar kelas IV, terungkap bahwa mayoritas siswa belum memenuhi kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan ialah 75, dalam pelaksanaan ulangan harian. Kondisi ini mencerminkan adanya hambatan dalam proses pembelajaran yang tidak sematamata disebabkan oleh rendahnya penguasaan materi, tetapi juga berkaitan dengan faktor internal siswa, seperti motivasi, minat belajar, dan kesiapan mental dalam mengikuti Beberapa gejala yang tampak di kelas menunjukkan rendahnya motivasi belajar siswa. Misalnya, siswa kurang memperhatikan penjelasan guru, terlihat pasif selama proses pembelajaran berlangsung, serta tidak menunjukkan minat yang tinggi terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, faktor lingkungan kelas seperti penataan meja dan kursi yang kurang rapi serta kurangnya inovasi guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, diduga turut memengaruhi kondisi tersebut. Lingkungan belajar yang kurang kondusif serta penggunaan pendekatan pembelajaran yang bersifat monoton dapat berdampak negatif terhadap minat dan antusiasme siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Dalam konteks ini, pengajar menjadi fasilitator yang krusial, yaitu mengembangkan motivasi belajar siswa melalui penerapan strategi pembelajaran yang variatif dan menarik, membangun komunikasi yang efektif, serta menciptakan atmosfer kelas yang mendukung proses belajar yang aktif dan menyenangkan (Dahlan et al. , 2. Motivasi belajar merupakan elemen fundamental yang berperan signifikan dalam menentukan keberhasilan siswa selama periode pendidikan. Peserta didik dengan motivasi belajar yang besar biasanya menunjukkan antusiasme dan dorongan internal yang kuat untuk belajar, sehingga lebih konsisten dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, keterlibatan aktif dalam kegiatan pembelajaran, serta kemampuan yang lebih baik dalam mencapai tujuantujuan akademik. Sebaliknya, rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan siswa menjadi pasif, cepat merasa bosan, kurang fokus, dan menunjukkan hasil belajar yang rendah. Dalam konteks pendidikan dasar, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah (MI), motivasi JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 belajar memegang peranan penting karena pada tahap ini siswa sedang berada dalam masa perkembangan kognitif dan afektif yang pesat. Pengelolaan kelas merupakan suatu elemen penting dalam memengaruhi tingkat semangat belajar belajar murid. Manajemen kelas akan efektif tidak hanya berkontribusi dalam membentuk suasana belajar yang kondusif, tetapi juga mampu menciptakan rasa aman, nyaman, dan keteraturan yang mendukung siswa dalam menjalani proses pembelajaran secara optimal. Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan keterkaitan manajemen kelas dan motivasi siswa oleh (Tune Sumar, 2. menemukan bahwa pengelolaan kelas yang melibatkan perencanaan pembelajaran yang baik, pengaturan ruang kelas yang nyaman, serta strategi interaksi guru-siswa yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa secara Sementara itu, studi oleh (Noer & Nuryani, 2. menunjukkan bahwa penguatan positif, kedisiplinan, serta keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran merupakan bagian dari pengelolaan kelas yang dilakukan secara efektif memiliki dampak langsung terhadap peningkatan motivasi siswa belajar, karena dapat menciptakan atmosfer belajar yang mendukung partisipasi aktif dan fokus siswa dalam pembelajaran. Penelitian yang dilaksanakan oleh (April et al. , 2. menggarisbawahi guru memiliki kemampuan dalam mengelola kelas secara optimal meliputi manajemen waktu, penanganan konflik, serta penggunaan media pembelajaran yang menarik, berperan penting dalam menciptakan lingkungan kelas yang mendukung terciptanya kegiatan bermakna dan menyenangkan, menjadi penting melakukan kajian lebih mendalam terkait bagaimana berbagai aspek dalam manajemen kelas dapat memengaruhi dorogan untuk belajar, khususnya pada jenjang pendidikan dasar seperti di Madrasah Ibtidaiyah. Berdasarkan informasi yang telah diuraikan, studi ini mengidentifikasi, menganalisis manajemen kelas berkaitan pada semangat belajar siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Salman Dompu. Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dengan penerapan strategi manajemen kelas efektif, sehingga mampu mendorong semangat siswa dalam belajar. Oleh sebab itu, diperlukan usaha untuk melakukan analisis mendalam terhadap berbagai faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa, serta merancang strategi pembelajaran yang efisien untuk memboost motivasi tersebut. Ini penting supaya siswa dapat lebih berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran dan mendapatkan hasil belajar yang sesuai JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 dengan sasaran yang telah ditentukan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti berminat untuk melakukan penelitian mengenai "Pengaruh Pengelolaan Kelas terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Salman Dompu. METODE PENELITIAN Dalam studi ini menerapkan metode deskriptif dengan perspektif kuantitatif. Menurut (Ummah, 2. , metode deskriptif kuantitatif bertujuan untuk memaparkan dengan faktual, sistematis, dan akurat mengenai suatu fenomena, peristiwa, atau gejala yang terjadi. Fenomena tersebut dapat mencakup bentuk, aktivitas, hubungan, karakteristik, serta kesamaan dan perbedaan di antara fenomena tersebut. Sementara itu menurut (Maisaroh, 2. , penelitian kuantitatif merupakan jenis penelitian yang mengandalkan penggunaan angka dalam proses pengumpulan, analisis, dan penyajian data hasil penelitian. Populasi dalam studi ini mencakup semua siswa di Madrasah Ibtidaiyah Salman, yang totalnya 85 orang. Contoh yang dipakai dalam penelitian ini merupakan siswa kelas IV yang terdiri dari 15 anak. Pengambilan contoh dilakukan menggunakan metode purposive sampling, sebuah metode memilih contoh berdasarkan kriteria spesifik telah ditentukan oleh Kelas IV dipilih sebagai objek penelitian karena pada tingkat ini, siswa telah memiliki kemampuan dasar dalam membaca dan menulis yang memadai, sehingga memungkinkan mereka untuk mengikuti proses pembelajaran dengan metode yang diteliti secara optimal. Selain itu, materi yang diajarkan di kelas IV berkaitan erat dengan topik penelitian ini, sehingga dinilai relevan untuk dianalisis. Adapun kriteria pemilihan 15 siswa Siswa yang berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar yang sedang berlangsung, . Siswa yang partisipasi aktif dalam berbagai kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Siswa yang mencerminkan berbagai level keterampilan tinggi, menengah, dan rendah, berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh guru kelas. Untuk memanfaatkan kriteria tersebut, diharapkan data yang diperoleh dapat mewakili karakteristik siswa kelas IV secara lebih menyeluruh dan relevan dengan tujuan penelitian. Untuk mengumpulkan informasi akan diterapkan di studi penelitian terdiri dari pengamatan, wawancara, tes, serta dokumentasi. Pengamatan dilakukan untuk melihat secara JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 langsung pelaksanaan pengelolaan kelas oleh guru serta respons siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Observasi ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi kelas, interaksi guru-siswa, serta suasana belajar yang tercipta (Ahor et al. Wawancara dilakukan dengan guru kelas IV sebagai sumber informasi utama guna memperoleh data yang lebih mendalam mengenai strategi pengelolaan kelas yang digunakan dan dampaknya pada motivasi siswa. Wawancara juga membantu peneliti memahami faktorfaktor yang mendukung atau menghambat pengelolaan kelas yang efektif. Tes satu tanda motivasi belajar. Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi seberapa baik siswa memahami materi yang telah diberikan dan sejauh mana motivasi mereka mendorong pencapaian hasil tersebut. Dokumentasi dimanfaatkan sebagai pelengkap untuk mendukung informasi yang didapatkan lewat metode pengumpulan data lainnya. Data dokumentasi mencakup informasi seperti daftar kehadiran siswa, hasil ulangan harian, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), serta catatan-catatan guru yang berkaitan dengan situasi kelas dan tingkat motivasi belajar Analisis data dalam studi ini dilaksanakan secara kuantitatif dengan memanfaatkan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 25. Pemanfaatan software ini bertujuan untuk meningkatkan ketepatan dalam pengolahan data dan mempercepat proses anylisis berikut ini: Pengujian Kevalidan Pengujian kevalidan dilaksanakan untukmenilai survey sehingga bisa mengkur dengan akurat. Dalam studi ini, kuesioner digunakan untuk menilai dua variabel utama. Untuk variabel pengelolaan kelas (X) terdapat 20 butir pernyataan, yang mencakup dimensi-dimensi seperti: pengaturan fisik kelas, pengelolaan waktu, pengelolaan siswa, dan pengelolaan interaksi. Untuk variabel motivasi belajar (Y) terdapat 20 butir pernyataan, berdasarkan indikator seperti: ketekunan dalam belajar, keinginan untuk berhasil, minat belajar, dan kemandirian belajar. Studi ini memanfaatkan skala Likert yang memiliki lima tingkat evaluasi sebagai dasar untuk pengukuran. Survei disusun secara mandiri oleh peneliti berdasarkan kajian teori yang relevan dan beberapa adaptasi dari instrumen penelitian sebelumnya yang telah teruji validitasnya. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Proses Pengembangan Instrumen. Pengembangan kuesioner dilakukan melalui langkahlangkah berikut: Studi Literatur, untuk menentukan indikator-indikator pengelolaan kelas dan motivasi belajar yang tepat dan relevan. Penyusunan Butir Pernyataan, berdasarkan indikator yang telah ditemukan dari teori para ahli. Validasi Ahli (Expert Judgmen. , dengan meminta masukan dari dosen pembimbing dan guru mata pelajaran untuk memastikan relevansi dan kejelasan butir. Uji Coba Instrumen, dilakukan secara terbatas pada siswa. Revisi instrumen dilakukan berdasarkan hasil uji coba serta masukan dari para ahli, guna memastikan bahwa instrumen tersebut memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan dalam penelitian utama. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika ytem pernyataan di dalamnya dapat dengan tepat mengukur variabel yang dimaksud. Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r yang dihitung dengan r yang ada di tabel pada tingkat signifikansi = 0,05. Instrumen dianggap valid jika r hitung melebihi r tabel, sedangkan dianggap tidak valid jika r hitung di bawah r tabel. Pengujian Reliabilitas Pengujian reliabilitas dilaksanakn setelah instrumen dinyatakan valid melalui uji Pengujian ini menggunakan butir-butir pernyataan yang telah berhasil melalui uji validitas sebelumnya. Dalam studi ini, keandalan diukur Dengan memanfaatkan koefisien CronbachAos Alpha, di mana nilai yang umum dijumpai berada dalam kisaran 0,5 hingga 0,6. Sebagai acuan, penelitian ini menetapkan nilai 0,6 sebagai batas minimum untuk menyatakan bahwa suatu instrumen memiliki reliabilitas yang dapat diterima. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis adalah langkah analisis yang digunakan untuk mencapai suatu keputusan, yaitu menerima atau menolak hipotesis yang telah ditentukan. Uji ini dilaksanakan setelah data diketahui memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas. Sebelum menganalisis dampak pengelolaan kelas terhadap motivasi belajar siswa, pertama-tama dilaksanakan pengujian syarat awal seperti uji normalitas dan pengujian homogenitas, agar memenuhi kriteria dianalisis menggunakan statistik parametrik. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Studi ini memiliki tujuan untuk menganalisis dampak pengelolaan kelas terhadap semangat belajar siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Salman Dompu. Sebelum dilakukan analisis lebih lanjut, langkah awal yang diambil adalah melakukan analisis statistik deskriptif yang menjelaskan dan menyajikan ringkasan umum tentang hasil dari masing-masing variabel yang diuji. Anylisis ini meliputi data tentang nilai minimum, nilai maksimum, rata-rata . , dan deviasi standar. Pengelolaan Kelas Statistik Nilai N (Jumlah Responde. Minimum Maksimum Mean 80,47 Standar Deviasi 8,12 Berdasarkan tabel di atas, nilai pengelolaan kelas yang diberikan oleh responden berkisar antara 65 hingga 95, rata-rata mencapai 80,47 dan deviasi standar sebesar 8,12. Ini menunjukkan bahwa secara umum persepsi siswa terhadap pengelolaan kelas tergolong tinggi dengan variasi yang cukup moderat. Statistik Deskriptif Variabel Motivasi Belajar Siswa Statistik Nilai N (Jumlah Responde. Minimum Maksimum Mean 78,93 Standar Deviasi 9,05 Hasil analisis pada variabel motivasi belajar menyatakan bahwa nilai yang didapat oleh siswa berkisar antara 60 hingga 94, dengan rata-rata 78,93 dan deviasi standar 9,05. Ini menunjukkan bahwa tingkat motivasi belajar anak juga nilainya tinggi, meskipun terdapat variasi antar individu. Penelitian ini melibatkan dua variabel utama, yaitu manajemen kelas sebagai variabel independen dan dorongan belajar sebagai variabel dependen. Hasil Pengujian Validitas JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Alat pengumpul informasi dipakai pada studi ini ialah kuisioner. Jumlah responden ialah 15 orang, sehingga nilai N adalah 15. Untuk menentukan nilai r tabel dalam uji validitas, digunakan tingkat signifikansi sebesar 0,05 dengan uji Derajat kebebasan . diperoleh dengan menggunakan rumus df = N - 2, sehingga diperoleh df = 13. Mengacu pada tabel distribusi r Pearson, dengan df = 13 dan taraf signifikansi 0,05, diperoleh nilai r tabel sebesar 0,514. Dengan demikian, suatu butir pernyataan dinyatakan valid apabila nilai r hitung lebih besar dari 0,514. Hasil pengujian realibilitas Uji keandalan dalam studi ini bertujuan untuk menjamin bahwa alat yang dipakai memiliki tingkat keandalan memadai serta layak digunakan sebagai alat pengumpulan data. Mengacu pada pendapat Sugiyono, suatu instrumen dinyatakan reliabel apabila telah terbukti menghasilkan informasi yang konsisten, stabil, dan dapat diandalkan saat digunakan secara berulang dalam situasi yang serupa. Sugiyono dalam (Mulya Yusnarti et al. , 2. Tabel 1 Reliabilitas Pengelolaan Kelas Mengacu pada tabel diatas, analisis uji keandalan untuk variabel manajemen kelas menunjukkan bahwa instrumen tersebut dapat dianggap terpercaya, karena nilai Alpha Cronbach yang diperoleh melebihi angka 0,6. Dengan kata lain, semua item dalam instrumen itu dianggap memiliki tingkat konsistensi yang baik dan pantas digunakan dalam penelitian. Tabel 2 Reliabilitas Motivasi Belajar Dari tabel tersebut, hasil dari pengujian keandalan untuk variabel semangat JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 belajar menunjukan nilai Cronbach's Alpha senilai 0,933. Karena angka itu melebihi threshold minimum 0,6, maka bisa dikatakan bahwa semua item dalam instrumen tergolong reliabel, sehingga layak digunakan untuk mengukur variabel motivasi belajar dalam penelitian ini. Hasil Uji Hipotesis Dalam tahapan pengujian hipotesis, peneliti memanfaatkan analisis t-test dengan dukungan perangkat lunak IBM SPSS versi 25. Kriteria yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan ini mengacu pada . -valu. Apabila nilai signifikansi yang didapatkan < 0,05. Dengan demikian, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang mengindikasikan terdapatnya pengaruh yang signifikan antara variabel yang diuji. Tabel 3 Uji Hipotesisi Pengelolaan Kelas dan Manejemen Kelas Dari tampilan dalam tabel di atas, nilai penting untuk variabel pengelolaan (Y) 0,027, 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat dampak, berarti antara manajemen kelas serta semangat belajar anak. Pengujian Normalitas Uji normalitas untuk mengetahui apakah sebaran nilai penelitian mengikuti pola distribusi yang ada. Salah satu metode yang umum dipakai untuk pengujian ini menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov (KS) maupun Shapiro-Wilk untuk menilai normalitas data, tergantung pada jumlah sampel yang digunakan. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Berdasarkan tabel 4 di atas hasil pengujian normalitas menunjukkan bahwa nlai penting untuk variabel manajemen kelas adalah 0,120, untuk semangat belajar ialah 0,157. Karena keduanya >0,05, sehingga Ho diterima dan bisa disimpulkan bahwa data untuk kedua variabel terdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji untuk menentukan apakah kelompok-kelompok dibandingkan untuk studi ini bersifat seragam atau homogen. Salah satu metode yang diterapkan untuk melakukan pengujian ini ialah Uji Levene. Merujuk pada tabel 5, hasil uji coba homogenitas menyatakan angka signifikansi untuk variabel Pengelolaan Kelas sejumlah 0,435, dan nilai variabel dorongan untuk belajar sebesar 0,562. Karena kedua nilai tersebut melebihi batas signifikansi 0,05, sehingga asumsi nol (H. dapat menerima. Melalui cara demikian, bisa ditarik kesimpulan varians antar kelompok pada kedua variabel bersifat Pembahasan Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa informasi untuk kedua variabel, yakni Pengelolaan Kelas dan Motivasi Belajar, memiliki distribusi yang normal. Hal ini ditunjukkan oleh hasil uji normalitas, di mana nilai signifikansi tiap variable > 0,05 ialah 0,120. Pengelolaan kelas dan 0,157. Motivasi Belajar. Dengan begitu, informasi didalam studi ini sudah memenuhi ketentuan normalitas yang dibutuhkan dalam JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 analisis parametrik, sehingga analisis menggunakan uji regresi maupun uji-t dapat dilakukan secara valid. Selain itu, hasil pengujian homogenitas menandakan bahwa varians antar kelompok dari kedua aspek yang di ukur tersebut bersifat homogen. Nilai penting yang melampaui >0,05, ialah 0,435. Pengelolaan Kelas dan 0,562 dan Motivasi Belajar, mengindikasikan bahwa tidak ada perbedaan varians yang berarti di antara kelompok kelompok. Ini adalah memungkinkan dilakukannya analisis lebih lanjut menggunakan teknik statistik parametrik, seperti analisis regresi atau uji-t. Hasil uji reliabilitas terhadap instrumen penelitian menyatakan bahwa kedua variabel, yaitu Manajemen kelas dan dorongan untuk belajar, memiliki nilai Cronbach's Alpha pada atas 0,6, yaitu 0,934 untuk Pengelolaan Kelas dan 0,933 untuk Motivasi Belajar. Hal ini mengindikasikan bahwa alat yang dipakai dalam penelitian ini terbukti dapat diandalkan dan konsisten dalam menilai kedua variabel tersebut, sehingga data yang diperoleh dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut. Meskipun alat yang dipakai dalam penelitian ini terbukti memiliki keandalan dan data telah memenuhi asumsi normalitas dan homogenitas, hasil uji-t menyatakan bahwa tiada pengaruh bermakna antara pengelolaan kelas dan dorongan studi siswa. Nilai signifikansi diperoleh dalam uji-t adalah 0,960, yang > 0,05. Dengan demikian, hipotesis nol (H. diterima sementara hipotesis alternatif (H. ditolak, yang memperlihatkan tiada berarti ada perbedaan yang penting antara variabel itu. Hasil menunjukkan bahwa meskipun pengelolaan kelas dianggap sebagai faktor penting dalam mendukung proses pembelajaran, dalam konteks penelitian ini, tidak ditemukan keterkaitan yang penting antara manajemen kelas dan motivasi belajar peserta didik. Faktor-faktor lain, seperti pengelolaan kelas yang sudah berjalan optimal atau faktor eksternal seperti dukungan keluarga, minat pribadi, dan pendekatan pengajaran guru, mungkin memiliki dampak yang lebih signifikan terhadap semangat belajar siswa. Secara manajemen kelas memiliki peran krusial untuk membangun suasana yang kondusif. Dengan demikian, penelitian terpengaruh oleh hal-hal lain elemen lain yang dapat mempunyai dampak yang lebih signifikan terhadap semangat JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 belajar siswa, seperti minat pribadi, dukungan sosial, dan perbedaan individu di antara Hasil dalam studi ini konsisten dengan hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan Sebagai contoh, studi di MI Nurul Jihad Tembilahan Hulu menyampaikan bahwa manajemen kelas yang efektif memiliki dampak sikap baik terhadap semangat belajar siswa, terbukti dengan t-hitung mencapai 2,723 yang melebihi t-tabel 1,679. (Asisah & Nasrullah, 2. Penelitian lain di SMA Negeri 1 Sangtombolang juga menunjukkan pengaruh signifikan dengan nilai sebesar 0,705 dan kontribusi pengaruh sebesar 49%. Sementara itu, penelitian di MTs Ummul Quro Al-Islami Leuwiliang Bogor menemukan t hitung mencapai 5,647, melebihi t-tabel 4,275, dengan dampak sebesar 15,7% (Falah et al. , 2. Perbedaan dalam besaran pengaruh antara penelitian ini dan penelitian sebelumnya kemungkinan disebabkan oleh faktor kontekstual seperti kondisi lingkungan sekolah, metode pengumpulan data, instrumen yang digunakan, serta variabel luar yang tidak diteliti seperti dukungan keluarga atau motivasi intrinsik siswa. Meskipun demikian, secara Temuan dari penelitian hasil-hasil sebelumnya menunjukkan bahwa pengelolaan kelas dapat efektif memberikan sumbangan yang baik agar meningkatkan motivasi belajar siswa. Sebagai akibatnya, peningkatan kemampuan ahli dalam pengelolaan kelas menjadi langkah krusial untuk memperbaiki kualitas pembelajaran (Falah et al. , 2. Selain menciptakan suasana belajar yang mendukung, guru juga perlu memiliki kemampuan dalam menata ruang belajar dengan efektif. Ruang belajar yang dimaksud di sini adalah kelas sebagai tempat dilaksanakannya proses pembelajaran. Penataan ruang yang terorganisir dengan rapi dan nyaman bisa memperbaiki minat pembelajaran siswa. Beberapa hal krusial hal yang harus diperhatikan dalam penataan ruang kelas mencakup pengaturan tempat duduk, penggunaan media pembelajaran, penataan ornamen seperti tanaman hias, serta pemanfaatan aroma terapi (Yusnarti & Wahyuni, 2. Aspek penting lainnya yang perlu dikuasai oleh guru adalah kemampuan dalam mengelola interaksi selama proses pembelajaran. Agar interaksi dapat berlangsung secara efektif dan efisien, pendidik perlu menguasai berbagai keterampilan mendasar dalam JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 mengajar, seperti keterampilan dalam memulai pelajaran, menyampaikan materi dengan jelas, serta mengakhiri pelajaran dengan baik. Temuan penelitian ini memiliki implikasi yang penting bagi praktisi pendidikan dan pembuat kebijakan. Bagi guru, hasil ini menegaskan bahwa pengendalian kelas yang baik tidak cuma membantu membuat suasana kelas yang tertib, tapi secara langsung berdampak positif terhadap motivasi dan partisipasi pembelajaran murid. Dengan demikian, diharapkan guru dapat mengembangkan strategi pengelolaan kelas fleksibel, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan siswa. Bagi kepala sekolah, hasil ini dapat menjadi acuan untuk merancang program pelatihan guru yang berfokus pada peningkatan keterampilan pedagogis, khususnya dalam hal pengelolaan kelas yang efektif dan berorientasi pada penciptaan iklim belajar yang mendukung. Sementara itu, bagi pembuat kebijakan pendidikan, temuan ini memberikan dasar untuk merumuskan kebijakan yang lebih menekankan pentingnya aspek manajerial dalam pengajaran, misalnya melalui penyusunan standar pengelolaan kelas serta penguatan materi pengelolaan kelas dalam pelatihan guru. Secara praktis, penelitian ini menyarankan agar guru mengadopsi pendekatan pembelajaran yang berfokus pada siswa, seperti pembelajaran kooperatif, pemberian penguatan atau penghargaan yang tepat, serta pelibatan siswa dalam pembuatan aturan Sekolah juga disarankan untuk menyediakan forum berbagi praktik baik antar guru sebagai upaya meningkatkan kualitas pengajaran secara berkelanjutan. Selain itu, supervisi kelas oleh kepala sekolah hendaknya mencakup penilaian terhadap suasana kelas dan keterlibatan siswa, bukan hanya hasil akademik. Oleh karena itu, hasil penelitian ini tidak hanya menyumbang secara teori, melainkan juga memberikan pedoman praktis yang dapat diterapkan secara langsung dalam konteks pendidikan di tingkat sekolah dasar. KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan temuan dari pengujian dalam studi ini, bisa disimpulkan untuk manajemen kelas dan semangat belajar siswa memiliki distribusi normal dan memenuhi asumsi homogenitas varians, yang memungkinkan penggunaan analisis statistik parametrik. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Selain itu, alat yang diterapkan pada studi ini terbukti terpercaya, dengan nilai Cronbach's Alpha > 0,6, yang menandakan konsistensi keandalan alat ukur yang digunakan. Meskipun pengelolaan kelas telah dilakukan dengan baik, hasil uji-t menunjukkan bahwa tidak ada manajemen kelas dan semangat belajar siswa mempunyai dampak yang signifikan, sebab nilai signifikansi >0,05. Ini menandakan bahwa meskipun pengelolaan kelas penting, faktor-faktor lain, seperti pendekatan pengajaran atau dukungan sosial, mungkin memiliki dampak lebih pengaruh terhadap semangat belajar siswa. Oleh sebab itu. Penelitian yang akan datang harus memperhatikan variabel-variabel yang mungkin lebih berpengaruh untuk meningkatkan motivasi belajar. Saran Berdasarkan temuan dari penelitian yang telah dapat disimpulkan, berikut sejumlah Untuk Kepala Sekolah Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi yang berguna bagi kepala sekolah dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan pembelajaran agar berjalan secara optimal. Untuk Guru Guru, dalam konteks ini, seharusnya memiliki pemahaman dan keterampilan yang baik dalam manajemen kelas, terutama dalam tiga aspek utama, yaitu menciptakan atmosfer kelas yang mendukung, menata ruang belajar, dan mengelola interaksi edukatif. Mengingat bahwa manajemen kelas masih tergolong sedang, guru harus lebih meningkatkan kemampuan mengajar mereka, memperluas wawasan tentang metode, model, dan strategi pembelajaran, serta dapat menjadi pendidik yang sensitif terhadap karakter dan kebutuhan siswa Untuk Siswa Penerapan pengelolaan kelas yang baik oleh guru dalam proses pembelajaran akan berdampak pada motivasi belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya motivasi belajar dan mendorong mereka untuk menerapkan berbagai cara yang dapat meningkatkan semangat belajar, sehingga aktivitas pembelajaran mereka dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas belajar. JUPE2: Jurnal Pendidikan & Pengajaran Available online at https://jurnal. id/index. php/JUPE2 doi: https://doi. org/10. 54832/jupe2. JUPE2. Volume 3 . , 2023. Page 230-246 p-ISSN: 2985-9891 e-ISSN: 2985-6736 Peneliti berikutnya Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi atau bahan pembelajaran bagi peneliti selanjutnya, khususnya dalam meneliti pengaruh pengelolaan kelas untuk semagat blajar UCAPAN TERIMA KASIH