e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES) 2025. Vol. 4 (No. : Halaman : 1-6 Penerapan Kerjasama Tim Pada Mahasiswa Menggunakan Siklus Model Perbaikan Di Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang Implementation of Teamwork in Students Using the Improvement Model Cycle at the Ibnu Sina Nursing Academy. Sabang City Rosa Galica Gita Gressia1. Aida Khairunisa2*. Noor Asnidar Aldani2. Vara Al Kautsarina2. Pulung Herdianto2 1Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia 2Akademi Keperawatan Ibnu Sina. Sabang. Aceh. Indonesia Disubmit: 17 Maret 2025. Diproses: 17 Maret 2025. Diaccept: 30 Maret 2025. Dipublish: 31 Maret 2025 *Corresponding *Corresponding author: E-mail: aida. khairunnisa86@gmail. Abstrak Perawat sering mengalami kejadian tidak diharapkan akibat kurangnya keterampilan non-teknis seperti kerjasama tim, yang berperan dalam meningkatkan keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan mahasiswa di Kota Sabang dalam menerapkan kerjasama tim melalui metode simulasi. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest tanpa kelompok kontrol untuk mengevaluasi efektivitas penerapan kerjasama tim pada 20 mahasiswa keperawatan melalui model perbaikan "PDSA Cycle". Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan mahasiswa setelah penerapan metode ini. Rata-rata skor self-assessment sebelum intervensi adalah 65,3 A 7,8. Sebagai tindak lanjut, pelatihan tambahan bagi dosen dan instruktur klinik dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran berbasis tim agar lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan mahasiswa saat praktik klinik di rumah sakit guna meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan dan terciptanya pelayanan yang menjamin keselamatan pasien. Kata kunci: Kerjasama Tim. Keselamatan Pasien. Pendidikan Keperawatan. Simulasi Abstract Nurses experience unexpected events due to a lack of non-technical skills, such as teamwork, which plays a crucial role in improving patient safety. This study aims to enhance the skills of nursing students in Sabang City in implementing teamwork through simulation methods. A quasi-experimental method with a pretestposttest design without a control group was used to evaluate the effectiveness of teamwork implementation among 20 nursing students through the "PDSA Cycle" improvement model. The analysis results showed a significant increase in students' skills after implementing this method. The average selfassessment score before the intervention was 65. 3 A 7. As a follow-up, additional training for lecturers and clinical instructors in implementing team-based learning strategies is recommended to enhance students' skills during clinical practice in hospitals, thereby improving the quality of nursing education and ensuring patient safety in healthcare services. Keywords: Teamwork. Patient Safety. Nursing Education. Simulation DOI: 10. 51849/j-bikes. v%vi%i. Rekomendasi mensitasi : Gressia. RGG. Khairunisa. Aldani. NA. Kautsarina. VA & Herdianto. Penerapan Kerjasama Tim Pada Mahasiswa Menggunakan Siklus Model Perbaikan Di Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang. Jurnal Kebidanan. Keperawatan dan Kesehatan (J-BIKES), 4 . Halaman. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes PENDAHULUAN Dalam pendidikan keperawatan, kemampuan bekerja sama dalam tim merupakan kompetensi penting yang Kemampuan ini tidak hanya mendukung efektivitas proses belajar, tetapi juga berperan krusial dalam praktik klinis untuk memastikan keselamatan pasien. Penelitian Riyaningrum dkk. keperawatan, yang pada akhirnya perawatan yang diberikan. Perawat mengalami kejadian tidak diinginkan dan Studi menunjukkan bahwa kejadian tidak diinginkan lebih banyak terkait dengan kurangnya keterampilan non-teknis (Non-Technical Skills Ae NTS) dibandingkan dengan keterampilan teknis (Kang et al. , 2. NTS merupakan kemampuan kognitif dan interpersonal yang dapat meningkatkan keselamatan pasien (Wevling et al. , 2. Kerjasama tim adalah salah satu aspek NTS yang dapat meningkatkan keselamatan pasien, seperti mengurangi kesalahan manusia, memberikan perawatan yang lebih efektif, dan menurunkan angka kematian (Murray E, 2. Perawat dituntut untuk mampu bekerja dengan baik dalam tim. Oleh karena itu, penting bagi pendidikan keperawatan untuk mengenalkan prinsipprinsip NTS, khususnya kerjasama tim (Wong, 2. Studi menunjukkan bahwa kerjasama tim dapat meningkatkan menerapkan kepemimpinan, bekerja dalam kelompok, dan mencapai hasil pembelajaran yang optimal (Musick. Trinkle, & Tabor, 2020. Jafari, 2. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa dan dosen disarankan untuk menerapkan kerjasama tim sebagai metode pedagogik. Dalam keperawatan, kerjasama tim merupakan mahasiswa untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dalam kelompok guna meningkatkan kapabilitas tim serta keselamatan (Roche, 2. Konsep kerjasama tim mencakup kepemimpinan dan koordinasi tim, berbagi informasi situasional, serta pemantauan kinerja bersama (Gordon et al. , 2. Salah satu metode yang terbukti efektif dalam meningkatkan kerja sama tim adalah Team-Based Learning. Kerjasama mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran penyelesaian masalah bersama. Metode pemahaman materi, tetapi juga mengasah komunikasi antaranggota tim. Penelitian Tyas . menunjukkan bahwa penerapan Kerjasama tim dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa keperawatan. Hal mengintegrasikan metode pembelajaran yang menekankan kolaborasi dalam kurikulum keperawatan. Pentingnya kerja sama tim dalam Kolaborasi efektif antarprofesi kesehatan telah terbukti meningkatkan Sebaliknya, kurangnya kerja e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes sama tim dapat menyebabkan kesalahan medis dan menurunkan kualitas layanan. Anshari dan Dirdjo . dalam tinjauan signifikan antara kerja sama tim dan keselamatan pasien di unit gawat darurat rumah sakit. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan keterampilan kerja sama tim pada mahasiswa keperawatan harus menjadi prioritas dalam pendidikan Untuk mengimplementasikan kerja sama tim secara efektif dalam pendidikan keperawatan, diperlukan model perbaikan yang sistematis. Siklus Plan-Do-Study-Act (PDSA) merupakan pendekatan yang dapat digunakan untuk merencanakan, mengimplementasikan perubahan dalam proses pembelajaran. Siklus PDSA melakukan perbaikan secara terusmenerus, sehingga memastikan bahwa perubahan yang diterapkan efektif dan Dalam dunia pendidikan keperawatan, penerapan siklus PDSA terbukti dapat meningkatkan kualitas mahasiswa dan pengajar untuk secara aktif mengevaluasi serta meningkatkan metode pembelajaran yang diterapkan (Wulandari & Santoso, 2. Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang (AKIS), sebagai institusi pendidikan keperawatan, memiliki peran mahasiswa yang kompeten dan siap bekerja dalam tim. Dengan menerapkan metode pembelajaran yang menekankan kerja sama tim serta menggunakan siklus perbaikan seperti PDSA. AKIS diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan lulusan yang mampu berkolaborasi secara efektif dalam praktik Hal ini sejalan dengan upaya meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan kesehatan secara METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental pretest-posttest tanpa kelompok kontrol untuk mengevaluasi efektivitas penerapan keperawatan melalui siklus PDSA. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahap sesuai dengan siklus PDSA. Tahap pertama adalah Plan, yaitu perencanaan penerapan metode pembelajaran berbasis Selanjutnya, implementasi metode ini dalam praktik Tahap Study dilakukan dengan mengevaluasi hasil melalui perbandingan data sebelum dan sesudah Terakhir, tahap Act mencakup berkelanjutan berdasarkan hasil evaluasi. Penelitian ini dilakukan di Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang mahasiswa tingkat akhir yang telah menyelesaikan mata kuliah keperawatan dasar dan manajemen keperawatan. Instrumen penelitian yang digunakan mencakup kuesioner self-assessment berbasis Likert, modul pembelajaran, serta daftar observasi keterampilan tim. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta pengisian implementasi siklus PDSA. e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes Variabel utama dalam penelitian ini kerjasama tim, yang diukur berdasarkan aspek komunikasi, koordinasi, dan Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik paired t-test untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi dengan tingkat signifikansi p<0,05. Penerapan kerjasama tim dalam dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan mahasiswa dalam proses Kerjasama tim merupakan salah satu keterampilan non-teknis yang berperan dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, komunikasi, dan kolaborasi mahasiswa saat menghadapi kasus klinis (Pratiwi. Dewi, & Wati, 2. Dalam lingkungan akademik, mahasiswa yang terbiasa bekerja dalam tim lebih mampu memahami peran masing-masing dalam kesalahan, serta meningkatkan efisiensi (Kusumaningrum & Anggorowati, 2. Studi pembelajaran berbasis kerja sama tim, dapat meningkatkan interaksi mahasiswa dan mendorong mereka untuk aktif dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini mengungkapkan bahwa mahasiswa yang bekerja dalam tim cenderung memiliki tingkat pemahaman yang lebih baik dibandingkan mereka yang belajar secara individu (Siregar, 2. Kerjasama tim dalam pembelajaran juga berkontribusi dalam membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk berkomunikasi secara efektif dengan sesama anggota tim, sehingga mereka lebih siap menghadapi situasi klinis yang kompleks (Ake, 2. Meskipun manfaat, penerapan kerjasama tim dalam tantangan, seperti perbedaan gaya komunikasi antar mahasiswa, kurangnya hambatan dalam pembagian tugas yang Oleh karena itu, pendekatan sistematis, seperti siklus PDSA, dapat digunakan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan penerapan kerjasama tim dalam pendidikan keperawatan (Kusumaningrum & Anggorowati, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan pada 20 mahasiswa di Akademi Keperawatan Ibnu Sina Kota Sabang. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah penerapan metode pembelajaran berbasis kerjasama tim PDSA. Data dikumpulkan melalui kuesioner selfassessment dan observasi keterampilan mahasiswa dalam aspek komunikasi, koordinasi, dan kepemimpinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam keterampilan mahasiswa setelah penerapan metode ini. Rata-rata skor selfassessment sebelum intervensi adalah 65,3 A 7,8, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 82,6 A 6,4. Uji statistik paired t-test menunjukkan nilai t = -6,74, dengan p-value < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi. Tabel 1. Tabel Hasil Penelitian Aspek Mean Mean (Pr. (Pr. Komunikasi 21,4 A A 2,8 Koordinasi 22,1 A A 2,3 Kepemimpina 21,8 A A 2,7 Total Skor 65,3 A A 6,4 Sumber Tabel: Data Sekunder -5,92 0,001 -4,85 0,001 -5,24 0,001 -6,74 0,001 e-ISSN : 2807-2448 com/index. php/bikes efektif dalam meningkatkan keterampilan Dengan strategi yang tepat, integrasi kerjasama tim dalam pembelajaran dapat kesiapan mahasiswa dalam praktik klinis dan profesionalisme di tempat kerja. UCAPAN TERIMAKASIH