SILABUS: Jurnal Ilmu dan Inovasi Pendidikan Vol. 2 No. Maret 2025, pages: 13-20 DOI: https://doi. org/10. 62667/silabus. e-ISSN: 3047-1044 https://berugakbaca. org/index. php/silabus TINGKAT PRODUKTIVITAS BELAJAR SISWA TERHADAP PENERAPAN MODEL ZATTELKASTEN DENGAN TAKE NOT ON GO PADA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 1 BUNUT BAOK Juantara Saputra1. Alpan Ahmadi2 Juantaras806@gmail. Article History Manuscript submitted: 15 Maret 2025 Manuscript revised: 25 Maret 2025 Accepted for publication: 30 Maret 2025 Keywords Zattelkasten Take Not On Go. Produktivitas Belajar. Bahasa Indonesia Abstract Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya tingkat produktivitas dalam pembelajaran bahasa indonesia siswa kelas V di SDN 1 Bunut Baok. Serta penggunaan metode pembelajaran yang kurang efisien oleh guru dan siswa cenderung kesulitan dalam menangkap isi materi yang disampaikan oleh guru. Maka perlu adanya penggunaan metode pembelajaran yang tepat sehingga pembelajaran lebih efisien dan siswa lebih faham sehingga dapat meningkatkan produktivitas dalam pembelajaran bahasa indonesia. Penelitian ini menggunakan model Zettelkasten Take Not On Go untuk meningkatkan produktivits belajar pada mata pelajaran bahasa indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen semu (Quasi Eksperime. dengan menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data penelitian diperoleh dari post test. Hasil pengujian hipotesis menggunakan rumus uji t-test diperoleh nilai t hitung > t tabel berarti H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh penerapan model Zettelkasten Take Not On Go terhadap tingkat produktivitas belajar siswa kelas V dalam pembelajaran bahasa indonesia di SDN 1 Bunut Baok. Kec Praya. Kabupaten Lombok Tengah SILABUS@ 2025 Pendahuluan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hajar Dewantara mendefinisikan bahwa arti Pendidikan AuPendidikan yaitu tuntutan didalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginyaAy. Pendidikan merupakan sebuah proses humanime yang selanjutnya dikenal dengan istilah memanusiakan manusia. Oleh karena itu kita seharusnya bias menghormati hak asasi setiap manusia. Murid dengan kata lain siswa bagaimanapun bukan sebuah manusia mesin yang dapat diatur se kehendaknya, melainkan mereka adalah generasi yang perlu kita bantu dan memberi kepedulian dalam setiap reaksi peru-bahannya menuju pendewasaan supaya dapat membentuk insan yang swantrata, berpikir kritis seta memiliki sikap akhlak yang baik. Untuk itu pendidikan tidak saja membentuk insan yang berbeda dengan sosok lainnya yang dapat beraktifitas menyantap dan meneguk, berpakaian serta memiliki rumah untuk tinggal hidup, ihwal inilah disebut dengan istilah memanusiakan manusia (Pristiwanti et al, 2022 dalam Marisyah & Firman, 2. Sebagai negara dengan populasi terbesar ke-4 di dunia. Indonesia juga memiliki banyak provinsi tersebar yang memiliki ciri khas masing-masing. Tingkat pendidikan merupakan salah satu tolak ukur yang digunakan untuk menentukan kemajuan dari suatu provinsi (Ditha, 2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbu. mengatakan dari 38 provinsi di Indonesia terdapat 10 provinsi dengan tingkat pendidikan terbaik, diantara nya Sulawesi Utara, provinsi ini memiliki angka melek huruf mencapai 94,3% dan rata-rata lama sekolah mencapai 10,3 tahun, selanjutnya peringkat pendidikan tertinggi diduduki oleh provinsi DKI Jakarta. Provinsi dengan jumlah penduduk terpadat di Indonesia ini memiliki angka melek huruf mencapai 97,5% dan rata-rata lama sekolah mencapai 11,5 tahun (Ditha, 2. Dari informasi diatas menunjukkan tingkat produktivitas belajar siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pendidikan di Indonesia sangat perlu ditingkatkan baik dari sisi pengembangan kurikulum maupun kualifikasi dan kompetensi pendidik, para pendidik sekarang harus memperbaiki sistem pembelajaran di kelas atau metode pembelajaran supaya mampu mencapai pendidikan yang berkualitas dan dengan menggunakan metode yang tepat, pendidikan Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia. Salah satu alternatif adalah dengan menerapkan model pembelajaran di sekolah-sekolah yang disesuaikan antara materi dengan metode yang diajarkan. Pembelajaran yang tepat adalah dengan menggunakan model pembelajaran Zettelkasten Take Note On Go. Teknik pembelajaran ini sangat jarang digunakan oleh para pendidik di Indonesia, oleh karena itu peneliti akan mengaplikasikan model Zettelkasten dengan Take note on go ini di Sekolah Dasar Negeri 1 Bunut Baok, lokasi ini dipilih berdasarkan pertimbangan dan berbagai fenomena para siswanya. Pengamatan yang telah peneliti lakukan pada kelas V A dalam pelajaran Bahasa Indonesia, dalam satu kelas terdapat 20 siswa yang dimana sebanyak 80% siswa yang tidak mencatat pelajaran atau isi dari materi yang disampaikan oleh gurunya dan hanya 20% siswa yang berinisiatif untuk mencatat apa yang disampaikan oleh guru tersebut. Metode Penelitian Dilihat dari permasalahan yang ada, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif adalah suatu penelitian yang hasilnya disajikan dalam bentuk deskripsi dengan menggunakan angka-angka. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan ialah jenis penelitian eksperimen semu . uasi experimen. , menurut Sugiono . Eksperimen semu merupakan penelitian yang mendekati eksperimen sungguhan yang bertujuan untuk menguji secara langsung pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain dan menguji hipotesis hubungan sebab akibat Kemudian dalam penelitian ini, peneliti berusaha menentukan apakah suatu treatment mempengaruhi hasil sebuah penelitian. Pengaruh ini dinilai dengan cara menerapkan treatment tertentu pada satu kelompok . elompok treatmen. dan tidak menerapkannya pada kelompok yang lain . elompok kontro. , lalu menentukan bagaimana dua kelompok tersebut menentukan hasil akhir (Creswell, 2. Dalam penelitian ini terdapat instrument, yaitu tes . re test dan post tes. Adapun metode pembelajaran digunakan untuk membedakan antara kelompok eksperimen dengan kelompok control, sedangkan tes dijadikan acuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam pretest dan pos test, siswa dituntut untuk mengerjakan soal-soal mata pelajaran Bahas Indonesia sesuai materi yang telah disampaikan. Dalam penelitian ini, model quasi experiment menggunakan bentuk desain nonequivalent control group design, di mana kelompok eksperimen A dan kelompok kontrol B di-seleksi tanpa prosedur penempatan acak . ithout random assignmen. Pada dua kelompok tersebut, sama-sama dilakukan pretest dan posttest. Hanya kelompok eksperimen A saja yang di-treatment (Creswell, 2. , dengan skema sebagai berikut: Tabel 1. Skema Control Grup Design Hasil dan Pembahasan Data hasil Belajar Pre Test Data hasil belajar Bahasa Indonesia siswa pada saat pretest dikelas control dan eksperimen dapat di lihat pada tabel berikut. Tabel 4. 1 Hasil Belajar Pre Test Kelas Eksperimen dan Kontrol Dari Tabel 4. 1 dapat diketahui bahwa nilai tertinggi pada kelas eksperimen adalah 80,sedangkan pada kelas kontrol memperoleh nilai tertinggi 80, nilai terendah pada kelas eksperimen adalah 40 dan pada kelas kontrol juga memperoleh nilai terendah 40. Rata-rata pre test pada kedua kelas memiliki selisih nilai 1,11, dengan rata-rata pada kelas eksperimen 57,54 sedangkan rata-rata nilai pretest pada kelas kontrol 58,65. Angka ketidaktuntasan hasil belajar pretest pada kedua kelas masih tinggi yaitu di atas 50 %. Pada kelas eksperimen peserta didik memperoleh nilai di atas KKM sebesar 4,5 % . peserta didi. sisanya sebesar 95,5% . peserta didi. nilai pretestnya masih dibawah KKM. Sedangkan di kelas kontrol yang memperoleh nilai di atas KKM sebesar 5 % . peserta didi. , sisanya sebesar 95% . peserta didi. nilai pretestnya masih di bawah KKM. Rendahnya nilai pretest menunjukan bahwa peserta didik di kedua kelas masih dalam kondisi murni belum mendapatkan materi aku yang unik pada bab 1. Data Hasil Belajar Post Test Tabel 4. 1 Hasil Belajar Post test Kelas Eksperimen dan Kontrol Dari Tabel 4. 2 tersebut dapat diketahui bahwa nilai tertinggi post test pada kelas eksperimen adalah 100, sedangkan pada kelas kontrol juga memperoleh nilai post test tertinggi sebesar 100. Nilai terendah post test pada kelas eksperimen adalah 60 dan pada kelas kontrol juga mendapat nilai Rata-rata post test pada kedua kelas hanya memiliki selisih 9,43 dengan rata-rata nilai pada kelas eksperimen 82,73 sedangkan rata-rata nilai pada kelas kontrol adalah 73,3. Angka ketidak tuntasan hasil belajar pada posttest Bahasa Indonesia pada kedua kelas mengalami penurunan, pada kelas eksperimen peserta didik memperoleh nilai di atas KKM sebesar 77,27% . peserta didi. , sisanya 22,72% . peserta didi. nilainya masih dibawah KKM. Sedangkan pada kelas kontrol yang memperoleh nilai diatas KKM sebesar 40% . peserta didi. sisanya sebesar 60% . peserta didi. nilainya masih di bawah KKM. Capaian hasil belajar pada posttest Bahasa Indonesia lebih baik dibandingkan dengan capaian hasil belajar pretest pelajaran Bahasa Indonesia di kedua kelas. Data Hasil Uji N-Gain Uji N-Gain yaitu digunakan untuk mengetahui produktivitas blajar dari model Zettelkasten take note on go dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia pada kelas V di SDN 1 Bunut Baok. Tabel 4. 8 Uji N-Gain Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Zettelkasten take note on go cukup efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan nilai rata-rata sebesar 60,67%. Sedangkan pembelajaran dengan tidak menggunakan model Zettelkasten take note on go pada kelas kontrol termasuk ke dalam kategori tidak efektif karena nilai n-gain < 40 yaitu sebesar 35,57 %. Data Hasil Uji Hipotesis Untuk menguji hipotesis digunakan uji t yang meliputi uji kesamaan rata-rata, hasil dari uji post test digunakan untuk mengetahui perbedaan nilai pada kedua kelas setelah mendapatkan perlakuan . Tabel 4. 10 Hasil Post test Kelas Eksperimen Dan Kontrol Berdasarkan tabel di atas, mean atau nilai rata-rata kelas eksperimen adalah 82,73 dan kelas kontrol adalah 73,30. Dengan demikian, nilai rata-rata pada kelas eksperimen dinyatakan lebih besar dari pada nilai rata-rata kelas control. Untuk lebih memperkuat data perbandingan nilai post test kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan uji hipotesis dengan menggunakan uji t. hipotesis yang diuji adalah H1 ada perbedaan nilai secara signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Dan H0 tidak ada perbedaan pada nilai secara signifikan antara kelas eksperimen dan kontrol. Data Hasil Uji T Post Test Kelas Eksperimen dan Kontrol Ho: u1 = u2 (Tidak ada pengaruh model pembelajaran Zettelkasten Take Note On Go terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia Kelas V di SDN 1 Bunut Bao. H1: u1 = u2 (Ada pengaruh model pembelajaran Zettelkasten Take Note On Go terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia Kelas V di SDN 1 Bunut Bao. U1 yaitu hasil belajar Bahasa Indonesia kelas eksperimen dan U2 yaitu hasil belajar Bahasa Indonesia kelas kontrol. Apabila t hitung > t tabel atau nilai sig . Ae taile. < 0,05 maka H1 diterima artinya ada perbedaan yang signifikan pada nilai kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Sebaliknya, jika t hitung < t tabel atau nilai sig . Ae taile. > 0,05 maka H1 di tolak dan H0 diterima, artinya tidak ada perbedaan yang signifikan pada kelas eksperimen dengan kelan kontrol. Tabel 4. 11 Hasil Uji T Post test Kelas Eksperimen dan Kontrol Berdasarkan pada tabel di atas hasil analisis uji-t menunjukan nilai t hitung adalah 2,544, nilai t tabel adalah 1,68385 dan sig. adalah 0,015. Nilai t hitung dinyatakan lebih besar dari nilai t tabel yaitu 2,544 >1,68385, sedangkan nilai sig . 0,015 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 di tolak, artinya ada perbedaan yang signifikan dari hasil Posttest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dapat disimpulkan juga terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Zettelkasten take note on go terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia Kelas V di SDN 1 Bunut Baok. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan model Zettelkasten take note on go lebih tinggi dibandingkan dengan pembelajaran sebelum menggunakan metode Zettelkasten take note on go. Hal ini sesuai dengan perhitungan yang menggunakan analisis uji t. Maka hipotesis H 0 ditolak dan hipotesis H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Zettelkasten take note on go terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas V di SDN 1 Bunut Baok. Dalam hasil belajar post tes kelas eksperimen peserta didik memperoleh nilai di atas KKM sebesar 77,27% . peserta didi. , sisanya 22,72% . peserta didi. nilainya masih dibawah KKM. Capaian hasil belajar pada post test Bahasa Indonesia lebih baik dibandingkan dengan capaian hasil belajar pretest pelajaran Bahasa Indonesia sebelumnya. Hal ini menunjukkan Penggunaan model Zettlekasten take note on go sudah tepat dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penggunaan model Zettelkasten take note on go juga cukup efektif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia ditunjukan dengan nilai N-Gain sebesar 60,67%. Pada proses belajar mengajar pada kelas eksperimen yang diajar menggunakan model Zettelkasten take note on go dalam pelaksanaannya siswa lebih aktif dalam belajar dan siswa sudah mengerti bagaimana teknik mencatat informasi dengan baik dan benar. Dengan menggunakan metode ini siswa juga semakin percaya diri, semangat belajar dan berlomba-lomba untuk maju. Suasana belajar juga terlihat menyenangkan dan tidak membosankan. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung=2,544 > t tabel=1,68 yang menandakan bahwa ada pengaruh yang signifikan dan Ha dinyatakan diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan model Zettelkasten take note on go cukup efektif untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan memberi pengaruh yang signifikan. Daftar Pustaka