Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 RESIKO KEUANGAN RUMAH TANGGA PASCA KENAIKAN TARIF DASAR LISTRIK (Studi Pada Masyarakat Kota Pekanbar. Prama Widayat1 ABSTRAK Kebutuhan akan listrik sudah menjadi pokok bagi masyarakat mulai dari kalangan bawah, menengah hingga papan atas, sebelumnya pemerintah memberikan subsidi untuk listrik kapasitas 900 VA namun secara bertahap dikurangi dengan kenaikan yang mencapai 100% . eratus perse. pada tahun Tentunya kenaikan ini berdampak pada resio keuangan rumah tangga, yang tadinya pengeluaran rumah tangga rata-rata Rp 2. 000 per bulan meningkat menjadi Rp 2. 000 per bulan, atau kenaikan pengeluaran ratarata Rp 150. 000 hingga 200. Dengan demikian terjadi penambahan pengeluaran sementara penghasilan konstan, tentunya resiko keuangan rumah tangga adalah mengurangi kebutuhan pokok dengan mencari barang substitusi dengan harga lebih murah seperti beras, cabe, minyak, telur dan Jika pengalihan kepada barang substitusi masih kurang mendukung maka risiko hutang kepada perbankan maupun rentenir tidak terhindarkan. Kata Kunci: resiko keuangan, tarif dasar listrik Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Lancang Kuning, . ramawidayat@yahoo. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 PENDAHULUAN Penggunaan dimasyarakat mulai dari 450 watt, 900 watt, 1200 watt dan diatas dari Kemampuan kebutuhan masing-masing rumah tangga berbeda. Pada tahun 2017 ini pemerintah sudah 2 . kali menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) secara tanpa pemberitahuan kepada masyarakat, padahal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Pada bulan Maret 2017 pemerintah sudah menaikan TDL, ini bisa dilihat untuk listrik token kapasitas 900 watt dengan nilai pembelian Rp 50. 000 mendapatkan 63 kwh (Rp 793 per kw. padahal sebelumnya mendapatkan 75 kwh (Rp 666 per kw. Kemudian pada bulan Juni 2017 lagi-lagi pemerintah menaikan secara diam-diam, untuk pembelian token Rp 50. 000 (Rp 136 per kw. hanya mendapatkan 44 kwh. Jika dilihat pada tahun 2017 ini pemerintah sudah menaikan TDL lebih dari 100%. Pemerintah melalui menteri ESDM menyatakan tidak akan TDL Desember 2017. Dengan tidak adanya kenaikan harga listrik atau dengan tidak berubahnya sampai Desember 2017, maka tarif bagi pelanggan Tegangan Rendah (TR) Rp 1. 467,28 per kilo Watt hour . , tarif listrik Tegangan Menengah (TM) Rp1. 114,74 per kWh, tarif listrik Tegangan Tinggi (TT) Rp 996,74 per kWh, dan tarif listrik di Layanan Khusus Rp 1. 644,52 per kWh . Adapun tarif listrik 13 golongan pelanggan yang saat ini sudah tidak disubsidi lagi adalah : R1 Rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya 900 VA. R1 Rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya1300 VA. R1 Rumah tangga kecil di tegangan rendah, daya 2200 VA. R1 Rumah tangga menengah di tegangan rendah, daya 3500 sd 5500 VA. R3 Rumah tangga besar di tegangan rendah, daya 6600 VA ke atas. B2 Bisnis menengah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA. B3 Bisnis besar di tegangan rendah, daya di atas 200 kVA. P1 Kantor pemerintah di tegangan rendah, daya 6600 VA sd 200 kVA. I3 Industri menengah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA. I4 Industri besar di tegangan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 tinggi, daya 30 MVA ke atas. P2 Kantor pemeritah di tegangan menengah, daya di atas 200 kVA. P3 Penerangan jalan umum di tegangan rendah. L Layanan khusus. Dengan kenaikan TDL yang diatas 100% selama tahun 2017 ini pengeluaran rumah tangga akan meningkat seiring dengan naiknya tagihan listrik yang harus dibayar per menggunakan listrik pra bayar . Sementara pendapatan yang diperkirakan akan naik sebesar 0,30% . isnis temp. Termasuk untuk masyarakat Kota Pekanbaru juga mengalami imbas kenaikan TDL ini, sebagai pusat ibukota provinsi tentunya bukan jaminan bahwa masyarakatnya tergolong mampu. Seperti halnya kota-kota besar lainnya di Indonesia, bahwa di Kota Pekanbaru tentu memiliki masalah dalam hal biaya hidup rumah tangga. Sebelum kenaikan TDL, pengeluaran rumah tangga sudah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pokok, biaya pendidikan dan pengeluaran Suka ataupun tidak suka terjadi resiko keuangan dimana pengeluaran kenaikan, agar keuangan rumah tanggal terpenuhi segala cara mulai kebutuhan pokok. Bukan tidak mungkin sektor biaya pendidikan ikut berimbas nantinya, termasuk juga kualitas hidup anggota keluarga. TINJAUAN LITERATUR Penyebab Faktor Ekonomi Keputusan untuk menaikkan tarif listrik secara makro akan sehingga melemahkan daya beli . Tingkat dipengaruhi oleh banyak hal yang Seseorang membelanjakan atau mengeluarkan uang yang dimiliki sebelumnya dipengaruhi oleh banyak pertimbangan akibat adanya Berikut ini terdapat pengeluaran atau konsumsi dalam rumah tangga: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 Pendapatan yang meningkat. Kekayaan. Tingkat bunga. Perkiraan masa depan. Kebijakan pemerintah dan Gaya Hidup. Risiko keuangan Kemampuan setiap rumah tangga tidaklah sama satu dengan lainnya, hal ini ditentukan oleh sumber pendapatan dan jumlah penerimaan yang diperoleh oleh setiap rumah tangga. Perlu seberapapun besarnya pendapatan yang diterima oleh rumah tangga maka semua itu akan sia-sia jika tidak Silvy . menyebutkan bahwa pengetahuan dibidang keuangan dan pengalaman keuangan menentukan sikap dalam menginvestasikan keuangan rumah tangga dalam menghadapi risiko dikemudian hari. Masa depan perlu direncakan karena segala kebutuhan bergerak naik seperti kebutuhan pokok, biaya sekolah, kesehatan dan Apapun mencari penghasilan untuk rumah tangga, perlu pengetahuan keuangan rumah tangga. Fariyanti . menyebutkan bahwa untuk ukuran memperhitungkan risiko produksi, sehingga ketika terjadi gagal panen maka keluarga bisa mengatasi risiko gangguan keuangan rumah tangga karena pemasukan yang tidak sesuai Imbas Kenaikan Tarif Listrik bagi rumah tangga Pencabutan tarif nonsubsidi ini akan dilakukan dalam tiga tahap, pertama terhitung sejak 1 Januari 2017 hingga Juni 2017. "Kenaikan tarif listrik ini memang diberlakukan per periode yang ditentukan oleh Dermorejo . menyatakan bahwa kenaikan tarif listrik bisa menyebabkan sektor lain melonjak terutama dalam hal belanja kebutuhan pokok. Patriadi . menyebutkan bahwa beban subsidi non BBM . ermasuk subsidi listri. relatif ringan dibandingkan subsisi BBM, jadi tidak mendasar jika pemerintah mengurangi subsidi listrik bagi masyarakat. Kapasitas listrik 450 watt sudah sangat jarang ditemukan karena menggunakan kapasitas 900 watt karena naiknya kebutuhan alat-alat Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 rumah tangga seperti TV. Kulkas. Kipas Angin. Penanak Nasi. Dispenser. Setrika. AC dan Mesin Cuci. Maka dari itu kebijakan kenaikan tarif listrik 900 watt begitu terasa dimasyarakat karena akan menimbulkan inflasi. Krasniqi . memaparkan bahwa dirumah tangga awal dimulai proses wirausaha dan dijalankan oleh generas muda. Jika terjadi kenaikan tarif dasar listrik maka akan peningkatan biaya operasional. Ratarata modal usaha yang dijalankan perorangan ini bersumber dari dana pribadi (Hendrojogi, 2. Tidak semua usaha rumahan memiliki omset besar tetapi mereka melakukan usaha sekedar untuk bertahan hidup. Bagaimana mungkin usaha terus berjalan ditengah kenaikan biaya operasional akibat kenaikan TDL, padahal usaha rumahan ini solusi mengurangi Maka agar lapangan kerja sifatnya permanen, seharusnya diciptakan program swabiaya (Jingan. Inflasi menjadi sesuatu yang menaikan tarif listrik maupun BBM, terkadang pemerintah melakukan operasi pasar untuk meredam gejolak pemerintah melakuka pembelian beras murah kepada masyarakat. Malian . menyatakan bahwa kebijakan harga beras murah tidak menyengsarakan petani padi. Menurut Rochaeni . bahwa pengeluaran masyarakat petani untuk konsumsi sebesar 50,29% maka akan sangat terasa bagi keluarga petani atau mereka yang berpenghasil pas-pasan jika harus mengeluarkan uang tambahan untuk karyawan yang memiliki upah minimu, tentunya juga terasa berat dengan penambahan pengeluaran mengalami kenaikan. Widayat . menyatakan kemiskinan itu sendiri merupakan ketidakmampuan seseorang dalam seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan dan kesehatan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kemiskinan: kemerosotan pendapatan perkapita, produktifitas menurun, biaya hidup meningkat, subsidi tidak Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 tepat sasaran, tidak meratanya lapangan pekerjaan dan meledaknya Untuk jangka panjang bukan tidak mungkin kebijakan pemerintah mencabut subsidi listrik bisa memicu dimasyarakat karena kemampuan kebutuhannya semakin berkurang. Penelitian Terdahulu Purbaningrum menyebutkan bahwa konsumsi listrik untuk daya 450 VA sebesar 73,117KWh/bulan, daya 900 VA 124,409 KWh/bulan kemudian daya 1. 300 sebesar 257,068 KWh/bulan. Golgher . dalam penelitiannya menemukan bahwa kebutuhan dan lebih utama untuk fungsi konsumsi selebihnya untuk pengeluaran non konsumsi termasuk didalamnya membayar tagihan. Bisa dibayangkan jika pos pengeluaran non konsumsi melebihi anggaran maka yang menjadi korban adalah konsumsi rumah tangga akan Ntsalaze . menyatakan bahwa rumah tangga itu rentan terhadap hutang ketika mereka tidak keuangannya, maka dari itu segala pengeluaran yang tidak penting akan Menurut Obben . bahwa meningkatnya pengeluaran menyimpan uang berupa tabungan. Dong . menyebutkan bahwa rumah tangga yang terlalu banyak kredit akan cenderung memiliki produktifitas rendah dibandingkan mereka yang tidak terlalu banyak Sulistiawati . menyatakan bahwa mereka yang memiliki produktifitas rendah sangat rentan untuk terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) Akibat kenaikan TDL keuangan rumah tangga rentan bermasalah karena bertambahnya pengeluaran, maka risiko yang dihadapi seperti berkurangnya tabungan. METODE PENELITIAN Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat kota Pekanbaru, dengan metode pengambilan sampel secara acak pada 500 responden per rumah tangga dan bukan menghitung Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 berdasarkan satu per satu individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, untuk melihat risiko keuangan rumah tangga pasca kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dilakukan penyebaran kuisioner dan wawancara dengan beberapa rumah yang tersebar di Kota Pekanbaru. Berdasarkan hasil penelitian lapangan yang kami lakukan kepada masyarakat Kota Pekanbaru, dengan menyebarkan 500 kuisioner sebagai sampel dari jumlah penduduk 467 jiwa. Berikut hasil penyebaran kuisioner : HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Tabel 1. Penghasilan responden Penghasilan Responden Persentase Rp 0 Ae Rp 2. 62,2 % Rp 2. 001 s/d Rp 5. Rp 5. 0001 s/d Rp 8. Diatas Rp 8. TOTAL Dari tabel 1 dapat dilihat bahwa masyarakat kota Pekanbaru masih 62,2% rata-rata mengandalkan gaji UMK untuk masyarakat kota pekanbaru berada memenuhi kebutuhan hidup dan pada Rp 0 hingga Rp 2. 000 dan hanya sebagian kecil yang memiliki ini merupakan Upah Minimum Kota pendapatan diatas Rp 8. 000 yaitu (UMK) Pekanbaru tahun 2017, hanya 2% saja. sehingga dari data ini terlihat Tabel 2. Penggunaan Kapasitas Listrik Kapasitas Listrik Responden Persentase 450 VA 2,2 % 900 VA 68,2 % 1200 VA 27,2 % Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 Diatas 1200 VA 2,4 % TOTAL oleh perumahan Type 36 dan rumah perumahan, namun bagi mereka yang rata-rata menggunakan listrik diatas 1200 VA sesuai kebutuhan untuk berniaga. Sedangkan rumah tinggal hanya skala prioritas kebutuhan untuk televisi, pemasak nasi, kipas angin atau AC, mesin pompa air dan lampu. Dalam tabel 2 dilihat bahwa sebagian besar konsumsi listrik rumah tangga masyarakat Kota Pekanbaru pada kapasitas 900 VA sebanyak 68,2% kemudian diikuti oleh kapasitas 1200 VA sebanyak 27,2%. Hanya 2,4% saja yang menggunakan listrik diatas 1200 VA. Penggunaan listrik ini didominasi Tabel 3. Pengeluaran Untuk listrik 450 VA per bulan Penghasilan Jumlah Rata-rata kenaikan (R. Rata-rata kenaikan (R. Rp 0 Ae Rp 2. Rp 2. 001 s/d Rp Rp 5. 0001 s/d Rp Diatas Rp 8. Total/Rata-rata Berdasarkan tabel 3 bahwa pengeluaran untuk listrik 450 VA rata-rata sebelum kenaikan TDL adalah sebesar Rp 180. 000 kemudian setelah kenaikan TDL mengalami kenaikan menjadi Rp 230. Sehingga kenaikan pengeluaran untu tagihan listrik sebesar Rp 50. setelah kenaikan TDL. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 Tabel 4. Pengeluaran Untuk listrik 900 VA per bulan Penghasilan Jumlah Rata-rata kenaikan (R. Rata-rata (R. Rp 0 Ae Rp 2. Rp 2. 001 s/d Rp 5. Rp 5. 0001 s/d Rp 8. Diatas Rp 8. Total/Rata-rata Sesuai pengeluaran tagihan listrik rumah tangga kapasitas 900 VA, sebelum kenaikan TDL sebesar Rp 180. dan setelah kenaikal TDL menjadi Rp maka berdasarkan rata-rata kenaikan berada pada angka Rp 000 setelah kenaikan TDL. Tabel 5. Pengeluaran Untuk listrik 1200 VA per bulan Penghasilan Jumlah Rata-rata kenaikan (R. Rata-rata kenaikan (R. Rp 0 Ae Rp 2. Rp 2. 001 s/d Rp Rp 5. 0001 s/d Rp Diatas Rp 8. Total/Rata-rata Pada tabel 5 Untuk listrik kapasitas 1200 VA pengeluaran rumah tangga sebelum kenaikan TDL sebesar Rp 585. 000 dan setelah kenaikan TDL menjadi Rp 785. rata-rata Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 pengeluaran rumah tangga untuk TDL sebesar Rp 200. 000 per bulan. Tabel 6. Pengeluaran Untuk listrik diatas 1200 VA Penghasilan Jumlah Rata-rata kenaikan (R. Rata-rata kenaikan (R. Rp 0 Ae Rp 2. Rp 2. 001 s/d Rp Rp 5. 0001 s/d Rp Diatas Rp 8. Total/Rata-rata Jika mereka yang bekerja sebagai karyawan swasta berpenghasilan diatas UMK maka mereka sudah masuk level supervisor atau middle Jika mereka yang berpenghasilan UMK sebesar Rp 000 saja sudah begitu berat tentunya akan semakin berat dengan kenaikan TDL yang mencapai 100% . eratus perse. untuk daya 900 VA sepanjang tahun 2017. Maka rentan mengalami risiko keuangan keluarga. Rumah berpenghasilan Rp 2. 000 ratarata memiliki 1 . dan 2 . orang anak sedangkan istri hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pada Tabel 6 pengeluaran rumah tangga untuk listrik kapasistas diatas 1200 VA sebelum kenaikan TDL sebesar Rp 800. 000 dan setelah kenaikan TDL sebesar Rp 1. rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk tagihan listrik pasca kenaikan TDL sebesar Rp 200. 000 per bulan. Pembahasan Sebagian besar masyarakat kota pekanbaru masih berpenghasilan Upah Minimum Kota (UMK) sebanyak 62,2% yang artinya mereka masih mengandalkan gaji yang bekerja pada sektor swasta level bawah, buruh, pekerja lepas lainnya. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 Jika kita bedah pengeluaran untuk rumah tangga dengan 2 . orang anak dan tinggal dirumah kontrakan dengan listrik 900 VA, maka dapat dilihat sebagai berikut : Tabel 7. Rincian Pengeluaran Rumah Tangga Sebelum Kenaikan TDL Keterangan Item Jumlah (R. Sewa rumah 1 bulan Biaya listrik 1 bulan Makan harian 3 kali sehari @ Rp 30. Pulsa Hp 1 bulan Transportasi kerja 20 hari kerja @Rp 10. Belanja anak sekolah 24 hari @Rp 5. 000 x 2 orang Kebutuhan dapur Beras. Bawang, cabe, deterjen dan TOTAL mencari sampingan dengan berjualan kue-kue tradisional dan lainnya. Namun ini hanya sebagian kecil dilakukan oleh rumah tangga dimasyarakat yang melakukannya Dengan disebutkan pada tabel 7 diatas, bagaimana mungkin hidup dengan gaji UMK Rp 2. 000 sementara pengeluaran rumah tangga sebesar Rp 000 dan hanya memiliki saving yaitu 15% hingga 20% dari mereka yang memiliki supaya dengan pengeluaran mendadak dan tidak terduga lainnya seperti uang buku, pakaian, sepatu, tas dan alat tulis untuk sekolah. Disinilah terkadang kepintaran rumah tangga dalam pengeluaran mereka, terkadang istri penghasilan Rp 2. Risiko keuangan sudah terjad sebelum kenaikan TDL, makin bertambah parah dengan kenaikan TDL karena pengeluaran bertambah Rp 100. 000 hingga Rp 150. 000 untuk mereka yang memiliki kapasitas Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 listrik 90 VA. Memahami semakin besarnya pengeluaran rumah tangga kebutuhan dapur dengan barang yang lebih murah dengan kualitas yang mungkin kurang baik, atau dengan menguras tabungan . tupun jika punya tabunga. Ini belum termasuk biaya tidak terduga untuk kondisi Tabel 8. Rincian Pengeluaran Rumah Tangga Setelah Kenaikan TDL Keterangan Item Jumlah (R. Sewa rumah 1 bulan Biaya listrik 1 bulan Makan harian 3 kali sehari @ Rp 30. Pulsa Hp 1 bulan Transportasi kerja 20 hari kerja @Rp 10. Belanja anak sekolah 24 hari @Rp 5. 000 x 2 orang Kebutuhan dapur Beras. Bawang, cabe, deterjen dan TOTAL Pada tabel 8 dengan kenaikan TDL rata-rata Rp 150. 000 untuk listrik kapasitas 900 VA, maka yang tadinya pengeluaran rumah tangga untuk listrik sebesar Rp 150. menjadi Rp 300. 000 setelah kenaikan daripada pendapatan, tetapi itulah pintarnya mereka yang berada dalam Kondisi ini disikapi oleh mereka yang berpenghasilan paspasan atau minus dengan cara : TDL. Penghasilan masih tetap sebesar Rp 2. 000 sedangkan pengeluaran bertambah menjadi Rp 000 setelah kenaikan TDL maka minus Rp 140. Jika dengan logika sederhana mustahil bisa hidup dengan pengeluaran lebih besar pertama mengganti beras yang tadinya harga Rp 115. 000 per 10 Kg dengan beras Harga Rp 90. 000 per 10 Kg. Kedua mengganti minyak goreng kemasan menjadi literan. Ketiga mengurangi makan ikan yang tadinya seminggu 5 kali, sekarang 2 kali Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 seminggu karena diganti dengan tempe, tahu dan telur. Keempat mengurangi jajan diwarung yang tidak perlu. Jika langkah tersebut kurang berhasil dan pengeluaran juga lebih besar maka resiko yang dihadapi adalah mengajukan pinjaman kepada pihak leasing dengan menggadaikan aset seperti kendaraan roda 2 . atau meminjam kepada rentenir. Rata-rata pinjaman pada saat anak-anak akan masuk sekolah dimana membutuhkan biaya yang cukup besar untuk perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, sepatu, seragam, kaos kaki dan alat tulis lainnya. Mengatasi kekurangan kebutuhan konsumsi dengan hutang hanya akan menambah beban keluarga karena akan ada kebutuhan yang dikorbankan untuk membayar cicilan hutang tersebut. Risiko lainnya yang dihadapi adalah minimnya tabungan dan bahkan sama sekali tidak punya. Sebagaimana yang disebutkan oleh Kukk . bahwa rumah tangga yang memiliki kewajiban . akan menurunkan kepemilikan aset Sehingga kesempatan untuk memiliki rumah sendiri akan sulit terealisasi. Didukung juga oleh Becker . bahwa jika rumah tangga tersebut memiliki kelebihan pendapatan maka kesempatan untuk memiliki saham dan berinvestasi dalam bentuk sarana keuangan lainnya akan terbuka. Untuk menggunakan listrik kapasistas 1200 VA dan diatas 1200 VA yang juga mengalami kenaikan namun tidak terlalu terasa karena mereka yang menggunakannya adalah orang-orang yang berpenghasilan diatas Rp 000 hingga lebih dari Rp 000 dan tagihan listrik mereka berkisar pada Rp 800. 000 hingga Rp 000 per bulan. Tentunya menggunakan listrik 1200 VA sudah memahami konsekuensinya bahwa pembayaran untuk tagihan listrik akan besar dan sesuai dengan Orang-orang ini rata-rata memiliki pekerjaan yang cukup mapan seperti PNS menengah keatas, karyawan swasta middle manajemen dan pengusaha menengah keatas. Untuk menggunakan listrik 900 VA Jurnal Ekonomi dan Bisnis Nias Selatan Volume 1. Nomor 2. Desember 2017, 16-31 tentunya merasa sangat berat dengan kenaikan TDL karena kondisi ekonomi sebelum kenaikan TDL saja sudah berat, apalagi ditambah dengan kenaikan TDL yang semakin menambah berat beban ekonomi Kenaikan Rp 150. 000 cukup berpenghasilan UMK. Bukan mustahil risiko keuangan yang dialami oleh rumah tangga akan berakibat pada tingkat pendidikan anak, semakin tinggi pendidikan maka akan semakin meningkat biaya untuk sekolah yang dibutuhkan. Kedepan bisa terjadi anak putus sekolah karena orang tua sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan untuk pendidikan karena lebih memilih konsumtif terlebih dahulu. Ini juga menjadi penyebab anak dibawah umur ikut membantu ekonomi keluarga dengan bekerja sebagai loper koran dan menjualnya dipersimpangan lampu merah, sangat miris melihat kondisi ini dan tentunya tidak bisa dibiarkan. Pemangku kebijakan harus pro aktif turun kehidupan masyarakat. Bukan hanya duduk dan menerima laporan bahwa kondisi masyarakat aman-aman saja. Masyarakat tidak bersuara karena sudah kehabisan energi memikirkan dapur yang tidak berasap. KESIMPULAN Kebijakan menaikan tarif dasar listrik tidak tepat untuk kapasistas 900 VA karena mayoritas ini memiliki penghasilan UMK Kota Pekanbaru, jika hal ini terus dibiarkan maka pemerintah ikut andil dalam menciptakan kemiskinan. Risiko keuangan keluarga akibat harga-harga pengeluaran terus saja meningkat setiap bulannya, sementara untuk menunggu kenaikan gaji harus menunggu 1 tahun ketika UMK DAFTAR PUSTAKA